• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. Sipil Kota Blitar Jl. Kenari No, 66 Plosokerep, Sananwetan Kota Blitar.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. Sipil Kota Blitar Jl. Kenari No, 66 Plosokerep, Sananwetan Kota Blitar."

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

33 A. Lokasi Penelitan

Penelitian ini dilakukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Blitar Jl. Kenari No, 66 Plosokerep, Sananwetan Kota Blitar.

B. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang di lakukan ini adalah penelitian survey, dimana peneliti melakukan pengambilan sampel dari suatu populasi dengan menggunakan sebagai alat pengumpulan data.

C. Populasi Dan Sampel 1. Populasi

Menurut Arikunto (2006:130) populasi adalah keseluruhan subyek yang ada pada penelitian yaitu seluruh karyawan yang terdapat di Dispendukcapil Kota Blitar yaitu sebanyak 31 pegawai.

2. Sampel

Dalam penelitian seluruh populasi digunakan sebagai subyek penelitian, yaitu dengan menggunakan teknik total sampling, yaitu keseluruhan populasi digunakan sebagai sampel penelitian. Hal tersebut berdasarkan dari pendapat yang disampaikan oleh Arikunto (2006: 134) jika subyeknya kurang dari 100 maka harus diambil semua dan apabila lebih

besar dari 100 maka dapar di ambil antara 10-15% atau 20-50% atau

lebih, tergantung luas wilayah, dana, waktu, dan tenaga. Berdasarkan

(2)

definisi di atas maka jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah keseluruan dari populasi yang ada yaitu sebanyak 31 pegawai.

D. Variabel Penelitian Dan Definsi Operasional 1. Definisi Operasional Variabel dan Indikator

a. Variabel independen (X)

Penggunaan teknologi dapat memberikan kemudahan dan kemanfaatan sehingga proses penyelesaian pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada di Dispenducapil kota blitar. Berikut indikator dari penggunaan teknologi:

a. Kemudahan dalam proses pengoperasian (X

11

) b. Mudah untuk dipelajari (X

1.2

)

c. Keakuratan atas informasi (X

1.3

)

d. Ketepatan waktu penggunaan informasi (X

.1.4

) e. Kelengkapan informasi yang diberikan (X

. 1.5

) b. Variabel moderasi (Z)

Stres kerja yaitu kondisi ketegangan akibat pegawai yang tidak dapat beradaptasi terhadap lingkungan pekerjaannya dapat dilihat dari emosi dan kondisi psikologis pegawai. Indikator dari stress kerja adalah:

a. Ketidakpuasan dalam bekerja (Z

1.1

)

b. Ketegangan dalam menghadapi permasalahan dalam pekerjaan (Z

1.2

) c. Kecemasan dalam menghadapi tekanan pekerjaan (Z

.1.3

)

d. Mudah marah (Z

1.4

)

(3)

e. Mengalami kebosanan dalam bekerja (Z

1.5

)

a. Melakukaan penundaan dalam penyelesaian pekerjaan (Z

1.6

) c. Variabel dependen (Y).

Kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai pegawai dalam melakukan tugas-tugas yang diberikan. Indikator kinerja adalah:

a.. Kualitas hasil pekerjaan (Y

1.1

) b. Kuantitas pekerjaan (Y

1.2

) c. Tanggung jawab (Y

1.3

)

Secara sistematis variabel dan indikator penelitian dapat disajikan pada tabel 3.1

Tabel 3.1

Variabel dan Indikator Penelitian

No. Variabel Indikator

1 Penggunaan teknologi (Jogiyanto, 2008)

1. Kemudahan dalam proses pengoperasian 2. Mudah untuk dipelajari

3. Keakuratan atas informasi

4. Ketepatan waktu penggunaan informasi 5. Kelengkapan informasi yang diberikan 2 Stres Kerja

(Robbins, 2006)

a. Ketidakpuasan dalam bekerja

b. Ketegangan dalam menghadapi permasalahan dalam pekerjaan

c. Kecemasan dalam menghadapi tekanan pekerjaan d. Mudah marah

e. Mengalami kebosanan dalam bekerja

f. Melakukaan penundaan dalam penyelesaian pekerjaan

3 Kinerja

(Mangkunegara, 2009)

1. Kualitas hasil pekerjaan

2. Kuantitas pekerjaan

3. Tanggung jawab

(4)

E. Jenis Dan Sumber Data 1. Jenis data

Adapun jenis dan sumber data yang di gunakan adalah:

a. Data Kualitatif

Data yang bukan dalam bentuk angka-angka atau dapat dihitung, dan diperoleh dari hasil wawancara dengan pegawai di Dispendukcapil kota Blitar, serta informasi-informasi yang diperoleh dari pihak lain yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

b. Data Kuantitatif

Data yang diperoleh dalam bentuk angka-angka yang dapat dihitung, yang diperoleh dari kuisioner yang dibagikan dan berhubungan dengan masalah yang diteliti.

2. Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Data Primer

Data primer merupakan data yang dikumpulkan, diolah dan disajikan oleh peneliti yang diperoleh peneliti melalui survei atau pengamatan langsung ke objek penelitian. Yang berupa data jawaban kuisioner maupun wawancara secara langsung dengan pegawai Dispendukcapil Kota Blitar.

b. Data Sekunder

Data sekunder merupakan sumber data yang dikumpulkan, diolah

dan disajikan oleh pihak lain, yang biasanya dalam bentuk tabel-tabel

(5)

atau diagram. Data sekunder dalam penelitian ini adalah gambaran umum organisasi, struktur organisasi dan data pegawai.

F. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini, maka teknikpengumpulan data terdiri dari:

a. Wawancara, adalah metode yang digunakan untuk memperoleh informasi secara langsung, mendalam, tidak terstruktur dan individual.

b. Kuesioner, dilakukan dengan menyebarkan selebaran angket berupa daftar pertanyaan kepada responden untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam topik penelitian.

c. Dokumentasi, menyalin dan mengcopy data-data penunjang yang berhubungan dengan penelitian yaitu mengenai gambaran Dispendukcapil Kota Blitar.

G. Teknik Pengukuran Variabel

Skala yang digunakan dalam pengukuran variabel adalah skala likert.

Skala likert adalah suatu cara yang sistematis untuk memberi penilaian pada indeks. Salah satu cara yang paling seseorang responden dengan sebuah

pertanyaan dan kemudian diminta untuk memberikan jawaban : Sangat

setuju, Setuju, Tidak setuju, dan Sangat tidak setuju. Jawaban ini di beri skor 1 sampai 5 (Singarimbun dan Effendi,2006 : 111 ). Setiap

pertanyaan yang ditujukan kepada responden merupakan pertanyaan

(6)

interval suatu konsisten sikap dan dinilai dengan jawaban yang diberikan, dengan menggunakan skala pengukuran seperti pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.2

Bobot Penilaian dengan Skala Likert

Jawaban Penilaian (Skor)

Sangat Setuju (SS) 5

Setuju (S) 4

Ragu-Ragu (RR) 3

Tidak Setuju (TS) 2

Sangat tidak setuju (STS) 1

Dimana untuk jawaban dari responden dikaitkan dengan kriteria- kriteria sebagai berikut:

1. Jawaban Sangat Setuju (SS) diberi skor 5, sebagai jawaban dari penggunakan teknologi sangat baik, stress kerja sangat tinggi, dan kinerja karyawan sangat tinggi dalam pengukurannya.

2. Jawaban Setuju (S) diberi skor 4, sebagai jawaban dari penggunakan teknologi baik, stress kerja tinggi, dan kinerja karyawan tinggi dalam pengukurannya.

3. Jawaban Cukup Setuju (CS) diberi skor 3, sebagai jawaban dari penggunakan teknologi cukup baik, stress kerja cukup tinggi, dan kinerja karyawan cukup tinggi dalam pengukurannya.

4. Jawaban Tidak Setuju (TS) diberi skor 2, sebagai jawaban dari

penggunakan teknologi tidak baik, stress kerja rendah, dan kinerja

karyawan rendah dalam pengukurannya.

(7)

5. Jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) diberi skor 1, sebagai jawaban dari penggunakan teknologi sangat tidak baik, stress kerja sangat rendah, dan kinerja karyawan sangat rendah dalam pengukurannya.

B. Teknik Pengujian Instumen 1. Uji Validitas

Menurut Arikunto (2006: 168-170) validitas adalah suatu pengukuran yang mengacu pada proses dimana pengukuran benar-benar bebas dari kesalahan sistimatis dan kesalahan random. Pengukuran yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Pada penelitian ini, digunakan validitas Pearson berdasarkan rumus korelasi product moment. Adapun kriteria pengujiannya adalah: Apabila r

hitung

< r

tabel

maka tidak terdapat data yang valid sedangkan apabila r

hitung

> r

tabel

terdapat data yang valid.

Nilai r hitung dapat diperoleh berdasarkan rumus sebagai berikut:

𝑟 =

2 2 2 2

Y) ( - Y . n . X) ( - X . n

Y) ( . X) ( - XY N

Dimana:

r : Koefisien korelasi product moment N : Jumlah subjek uji coba

∑ 𝑥 : Jumlah skor butir pertanyaan

∑ 𝑥

2

: Jumlah skor butir pertanyaan kuadrat

(8)

∑ 𝑦 : Jumlah skor total

∑ 𝑦

2

: Jumlah skor total kuadrat

∑ 𝑥 𝑦 : Jumlah perkalian skor butir dengan skor total

Apabila r sudah diketahui, maka selanjutnya membandingkan hasil dari r perhitungan dengan r yang terdapat dalam tabel. Jika hasil nilai dari r hitung lebih besar dari r dalam tabel pada alpha tertentu maka dikatakan signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa pertanyaan adalah valid, sedangkan apabila r hitung lebih kecil pada r dalam tabel maka instrumen tersebut dinyatakan tidak valid. Kriteria yang diterapkan adalah r hitung (koefisien korelasi) lebih besar dari r tabel (nilai kritis) pada taraf signifikan ∞ = 0,05, jika koefisien korelasi lebih besar dari nilai kritis maka alat tersebut dapat dikatakan valid.

2. Uji Reabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk menguji sejauh mana instrument tersebut dapat diberikan hasil yang relatif sama bisa dilakukan pengukuran kembali terhadap subyek yang sama. Suatu instrumen yang mempunyai reliabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa instrumen tersebut mantab. Suatu alat ukur yang mantab tidak berubah-rubah pengukurannya, artinya meskipun alat itu digunakan berkali-kali akan memberikan hasil yang hampir serupa.

Dalam penelitian ini, reliabilitas diukur dengan metode

konsistensi internal dengan teknik Reliabilitas Alpha, (Arikunto

2006:196). Dengan rumus sebagai berikut:

(9)

= Dimana :

r = Reabilitas instrumen (koefisien alpha cronbach) k = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal.

𝑆

𝑏2

= Jumlah varians butir.

𝑆

𝑡2

= Varians total.

Adapun kriteria pengujiannya adalah apabila nilai reliabilitas instrumen diatas 0,6 atau 60%, berarti terdapat data yang reliabel pada tingkat kepercayaan 95%. Sebaliknya jika nilai reliabilitas kurang dari 0,6 atau 60% berarti tidak terdapat data yang reliabel pada tingkat kepercayaan 95%.

I. Teknik Analisis Data 1. Rentang Skala

Digunakan untuk mendeskripsikan penggunaan teknologi, stress kerja dan kinerja pegawai Dispendukcapil Kota Blitar. Untuk menentukan rentang skala menggunakan rumus sebagai berikut:

RS = m

m n (  1 )

Dimana :

RS = Rentang Skala n = jumlah sampel

m = jumlah alternatif jawaban tiap item

r  

  1 - k

k

 

 

  

2 t 2

1 s s

b

(10)

Berdasarkan rumus diatas maka dapat diperoleh rentang skala dengan perhitungan sebagai berikut:

RS = 5

) 1 5 ( 31 

= 5

124

= 24,8 (dibulatkan menjadi 25)

Dari perhitungan rentang skala di atas maka dibuat tabel pengukuran variabel mengenai penggunaan teknologi, stress kerja dan kinerja. Adapun pengukuran bisa di lihat pada tabel 3.3

Tabel 3.3

Skala Pengukuran Penggunaan Teknologi, Stress Kerja dan Kinerja

Rentang Skala Penggunaan Teknologi Stres Kerja Kinerja 31-55

56-80 81-105 106-130 131-155

Sangat Tidak Baik Tidak Baik

Cukup Baik Sangat Baik

Sangat Rendah Rendah

Cukup Tinggi Sangat Tinggi

Sangat Rendah Rendah

Cukup Tinggi Sangat Tinggi

Keterangan:

1) Rentang skala 31-55 dinyatakan bahwa Penggunaan Teknologi sangat tidak baik, stres kerja dan kinerja masuk kategori sangat rendah.

2) Rentang skala 56-80 dinyatakan bahwa Penggunaan Teknologi

tidak baik, stres kerja dan kinerja masuk kategori rendah.

(11)

3) Rentang skala 81-105 dinyatakan bahwa Penggunaan Teknologi cukup, stres kerja dan kinerja masuk kategori cukup.

4) Rentang skala 106-130 dinyatakan bahwa Penggunaan Teknologi masuk kategori baik, stres kerja dan kinerja masuk kategori tinggi.

5) Rentang skala 131-155 dinyatakan bahwa Penggunaan Teknologi sangat baik, stres kerja dan kinerja masuk kategori sangat tinggi.

2. Analisis Moderated Regresi Analysis (MRA)

Statistik Inferensial sering juga disebut statistik induktif atau statistik probabilitas merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis

data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi (Ghozali, 2006:145).

Untuk menguji pengaruh penggunaan teknologi berpengaruh terhadap kinerja dengan stress kerja sebagai variabel moderasi pada pegawai Dispendukcapil Kota Blitar maka digunakan Moderated Regresi Analysis (MRA), yaitu aplikasi khusus regresi berganda linier yang dalam persamaannya mengandung unsur interaksi (perkalian dua atau lebih variabel independen).

Adapun model persamaan regresinya adalah sebagai berikut:

Y= α +

1

X+ 

2

Z + 

3

X*Z + e Keterangan:

Y = Kinerja a = Konstanta

1

- 

3

= Koefisien Regresi

X = Penggunaan Teknologi

(12)

Z = Stres kerja

X*Z = Interaksi antara penggunaan teknologi dan stres kerja J. Uji Hipotesis

Penelitian ini menguji dua hipotesis yang menggunakan uji yang berbeda-beda, sebagai berikut:

3. Uji Hipotesis 1

Hipotesis yang menyatakan bahwa penggunaan teknologi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pada karyawan Dispendukcapil Kota Blitar, diuji dengan menggunakan Uji T sebagai berikut:

1) Jika T

hitung

≤ T

tabel

maka H

0

diterima 2) Jika T

hitung

≥ T

tabel

maka H

0

ditolak

Jika H

0

ditolak, berarti bahwa variabel penggunaan teknologi mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel kinerja, sebaliknya jika H

0

tidak dapat ditolak berarti variabel penggunaan teknologi tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel kinerja.

4. Uji hipotesis 2

Hipotesis yang menyatakan bahwa stres kerja memoderasi

pengaruh penggunaan Teknologi Informasi terhadap kinerja pada

karyawan Dispendukcapil Kota Blitar, diuji dengan menggunakan Uji

F, Uji T dan Uji signifikansi sebagai berikut:

(13)

a. Uji F

Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel stress kerja memoderasi pengaruh variabel Penggunaan Teknologi terhadap variabel kinerja, dengan mempertimbangkan;

1) Jika F

hitung

≤ F

tabel

maka H

0

tidak dapat diterima 2) Jika F

hitung

≥ F

tabel

maka H

0

dapat ditolak

Jika H

0

ditolak, berarti bahwa variabel stress kerja memoderasi pengaruh variabel penggunaan teknologi terhadap variabel kinerja, jika H

0

diterima berarti variabel stress kerja.

b. Uji T

Uji T digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel stres kerja sebagai variabel moderating pada pengaruh variabel penggunan teknologi terhadap variabel kinerja secara individual. Dengan mempertimbangkan:

1) Jika T

hitung

≤ T

tabel

maka H

0

diterima 2) Jika T

hitung

≥ T

tabel

maka H

0

ditolak

Jika H

0

diterima maka variabel stres kerja tidak memoderasi

pengaruh variabel penggunaan teknologi terhadap variabel

kinerja, sebaliknya jika H

0

ditolak maka variabel stres kerja

memoderasi pengaruh variabel penggunaan teknologi terhadap

variabel kinerja.

Referensi

Dokumen terkait

reliabilitas untuk melihat sejauh mana alat ukur (instrumen) dapat memberikan hasil yang relatif tidak berbeda bila dilakukan pengukuran kembali terhadap gejala

Uji validitas istrumen dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur tingkat motivasi siswa dan menguji instrument tiap item soal yang nantinya akan digunakan untuk

Uji validitas instrument dalam penelitian ini digunakan untuk menguji instrument pada setiap item soal pilihan ganda yang akan digunakan dalam tes individual

Untuk menguji reliabilitas dapat digunakan program SPSS dengan menggunakan uji statistik Cronbeach Alpha yaitu, data atau instrumen itu dikatakan reliabel apabila

Reliabilitas menurut Umar (2005:126) adalah derajat ketaatan, ketelitian keakuratan, yang ditunjukkan oleh instrumen pengukuran setelah dilakukan Uji Validitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui sampai sejauh mana hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran dilakukan dua kali atau lebih, atau dengan kata lain,

Reliabilitas adalah suatu pengukuran yang menunjukkan konsisten atau tidaknya jawaban terhadap butir pertanyaan dalam kuesioner. Rumus yang sering digunakan untuk

Setelah pengujian kesahihan dari setiap item pertanyaan kuisioner, tindakan selanjutnya adalah menguji .keterandalan suatu instrument pengumpulan data dengan uji