• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL KUESIONER DIALOG DOSEN-MAHASISWA FKIP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "HASIL KUESIONER DIALOG DOSEN-MAHASISWA FKIP"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

HASIL KUESIONER

DIALOG DOSEN-MAHASISWA FKIP

PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA JURUSAN PENDIDKAN BAHASA DAN SENI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

DIALOG DOSEN MAHASISWA 2018 BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FKIP

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

(2)

2

I. PENDAHULUAN

DIDOSMA (Dialog Dosen Mahasiswa) merupakan wadah bagi mahasiswa/i untuk menyampaikan, permasalahan dan aspirasi kepada dosen guna meningkatkan kualitas pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Kualitas pendidikan sangatlah penting, karena merupakan langkah awal bagi setiap mahasiswa/i untuk meraih cita-cita dan mengapai kesuksesan. Kualitas pendidikan yang baik dan tinggi tercipta bukan semata-mata karena dosen melainkan, adanya kerja sama antara mahasiswa/i dan dosen. Ruang dialog terbuka antara mahasiswa/i dan dosen sangatlah membantu dalam meningkat kualitas dan pelayanan dalam pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Dialog antara mahasiswa/i dan dosen bukan sekedar wadah untuk menyampaikan permasalahan atau aspirasi, melainkan juga untuk meningkatkan rasa kekeluargaan dan keakraban antar kedua belah pihak.

Permasalahan dan kendala yang di sampaikan oleh mahasiswa/i akan langsung didiskusi dan dijawab atau ditanggapi oleh dosen yang bersangkutan. Maka, untuk mengatasi permasalahan tersebut diadakan dialog antara dosen dan mahasiswa/i agar permasalahan tersebut dapat teratasi dengan baik.

Kegiatan DIDOSMA ini bukan hanya semata-mata sebagai Program Kerja dari departemen Komunikasi dan Informasi BEM FKIP Universitas Sanata Dharma, melainkan sebagai salah satu wadah yang menghubungkan antara mahasiswa/i FKIP dengan dosen. Adapun tujuan diadakan kegiatan ini adalah sebagai berikut:

a. Bagi Mahasiswa FKIP:

1. Sebagai wadah menyalurkan pertanyaan dan permasalahan yang dialami mahasiswa/i FKIP langsung kepada dosen;

2. Sebagai wadah untuk menyalurkan aspirasi secara nyata dan langsung demi meningkatkan mutu serta pelayanan dosen dan karyawan yang ada di FKIP;

3. Meningkatkan rasa kekeluargaan dan keakraban antara mahasiswa/i FKIP

baik dengan sesama mahasiswa/i dan dosen serta karyawan.

(3)

3

b. Bagi Dosen dan Karyawan FKIP:

1. Sebagai wadah untuk menjawab pertanyaan dan permasalahan secara langsung dengan mahasiswa/i FKIP;

2. Sebagai wadah untuk menampung aspirasi mahasiswa/i FKIP serta sebagai bahan evaluasi dalam pelayanan baik mengajar maupun pelayanan lainnya dalam meningkatkan mutu pendidikan bagi mahasiswa/i FKIP Universitas Sanata Dharma.

Pada 10 Maret 2017, DIDOSMA yang kala itu merupakan salah satu program kerja Departemen Humas BEM FKIP Universitas Sanata Dharma, pertama kali dilaksanakan dan tanggapan dari pihak dekanat saat itu cukup baik sehingga program kerja ini diminta untuk diteruskan kembali sebagai wadah aspirasi para mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma untuk menyampaikan segala keluh kesahnya terkait prodi maupun fakultas itu sendiri, agar bisa menjadi bahan evaluasi prodi dan fakultas.

Tema besar DIDOSMA tahun ini adalah, “Learning from the past

generation to make a better FKIP.” Tema ini dipilih dengan maksud dan tujuan

agar mahasiswa (terutama angkatan baru), bisa belajar dari pengalaman- pengalaman para mahasiswa angkatan atas dan juga melihat sudut pandang para dosen maupun staf FKIP mengenai permasalahan-permasalahn yang terjadi di FKIP dan masing-masing program studi itu sendiri.

Sebagai persiapan awal, pada tanggal 19 Maret 2018 hingga 16 April 2018,

Departemen Komunikasi dan Informasi BEM FKIP Universitas Sanata Dharma,

bekerjasama dengan Departemen Penelitian dan Pengembangan BEM FKIP

Universitas Sanata Dharma menyebarkan kuesioner online yang berisikan hal-hal

terkait kesekretariatan prodi, profesionalitas dosen lintas prodi, hingga mencari

tanggapan mahasiswa terkait dengan pelaksanaan magang maupun pembuatan

skripsi. Namun karena mahasiswa nampaknya kurang berminat untuk mengisi

kuesioner secara online, para panitia pelaksana bekerjasama dengan Himpunan

Mahasiswa Program Studi (HMPS) juga menyebarkan kuesioner dalam bentuk

fisik dari tanggal 16 April 2018 hingga 20 April 2018.

(4)

4

Kami menyadari bahwa kebutuhan maupun keluhan-keluhan di setiap prodi dalam lingkup FKIP di Universitas Sanata Dharma ini pasti berbeda dan tidak dapat disama-ratakan karena faktor perbedaan lokasi kampus, fasilitas, kebijakan setiap prodi, dan kompetensi dosen itu sendiri. Oleh karena itu, supaya hasil kuesioner ini berimbang dan dapat dipergunakan sebagai bahan evaluasi setiap program studi, maka kami juga memberikan hasil yang sudah dikelompokkan untuk masing-masing program studi. Tak lupa juga kami sertakan hasil kuesioner dari DIDOSMA 2017 yang belum sempat dibagikan pada saat acara yang dilaksanakan tahun lalu terkait fasilitas maupun informasi mengenai sikap dan perilaku mahasiswa FKIP di tahun 2017.

Akhir kata, kami berharap semoga hasil kuesioner ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masing-masing program studi agar FKIP bisa jauh lebih baik dan berkembang lebih pesat lagi.

Yogyakarta, 1 Mei 2018

Hormat Kami,

Raden Roro Florentina Ika Sari

Ketua Umum DIDOSMA 2018

(5)

5

II. JUMLAH RESPONDEN KUESIONER

Panitia DIDOSMA 2018 bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menyebarkan kuesioner melalui 2 macam cara; secara online dalam rentang waktu antara 19 Maret 2018 s/d 16 April 2018 dan dalam bentuk fisik (tercetak) sejumlah 100 lembar dalam rentang waktu 16 April 2018 s/d 20 April 2018 secara acak ke 98 mahasiswa angkatan 2014-2017 di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Dari sebaran kuesioner fisik sebanyak 100 lembar, ada 85 lembar terisi yang kembali ke pengurus HMPS yang bertugas. Namun melalui kuesioner online, ada total 13 responden dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

a. Total responden kuesioner: 98 Responden

b. Jumlah responden kuesioner berdasarkan bentuk kuesioner.

Fisik : 85 Responden (87%) Online : 13 Responden (13%)

c. Jumlah responden kuesioner berdasarkan angkatan 2013 : 0 Responden (0%)

2014 : 8 Responden (8%) 2015 : 36 Responden (37%) 2016 : 32 Responden (33%) 2017 : 22 Responden (22%)

d. Validitas responden kuesioner dibandingkan dengan jumlah total mahasiswa angkatan 2013-2017

Jumlah mahasiswa aktif Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra indonesia per tanggal 30 Apriil 2018

2013 2014 2015 2016 2017 Total

45 102 84 77 88 396

(sumber: sekretariat Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 30 April 2018)

98 Responden : 396 Mahasiswa (24,7%)

(6)

6

III. HASIL KUESIONER

A. Umum

1. Saya merasa kinerja kesekretariatan FKIP sudah cukup membantu saya dalam pembuatan surat-surat maupun menyampaikan informasi FKIP ke mahasiswa. (contoh: pembuatan surat pengantar magang/PPL, dkk.)

Latar belakang: Kesekretariatan merupakan hal penting dalam sebuah lembaga ataupun organisasi. Di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, kesekretariatan adalah pihak yang seharusnya membantu mahasiswa untuk pembuatan surat-surat yang berhubungan dengan koordinasi dengan sekolah maupun lembaga lain, maupun dalam pembuatan seritifikat.

Sangat Tidak Membantu

Tidak

Membantu Cukup Membantu Sangat

Membantu

2 (2%) 4 (4%) 31 (32%) 42 (43%) 19 (19%)

2. Saya merasa kinerja kesektretariatan Prodi sudah cukup membantu saya (contoh: pembuatan surat pengantar, administrasi, transkrip nilai, dll.)

Latar belakang: Kesekretariatan prodi biasanya berperan penting dalam pembuatan transkrip nilai mahasiswa, surat pengantar, dan bahkan mengatur jadwal mengajar dosen setiap prodi. Tanpa kesekretariatan, jadwal mahasiswa bisa berubah acak-acakan, atau kerepotan dalam proses mengajukan beasiswa dan hal-hal administratif lainnya.

Sangat Tidak Membantu

Tidak

Membantu Cukup Membantu Sangat

Membantu

0 (0%) 1 (1%) 22 (22%) 48 (49%) 27 (28%)

(7)

7

3. Saya merasa kinerja dosen lintas prodi dalam mengajar mata kuliah umum di prodi saya sudah cukup baik dalam hal profesionalitas, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Latar belakang: Di FKIP Universitas Sanata Dharma, kita memiliki mata kuliah umum seperti Pengantar Pendidikan, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Pancasila, atau Bahasa Indonesia.

Ada beberapa program studi yang harus menggunakan dosen dari prodi lain untuk mengajar mata kuliah tersebut. Namun sejauh ini, ada beberapa kritikan dimana dosen-dosen lintas prodi tersebut saat mengajar hanya seadanya, terlambat memasukkan nilai, maupun tidak memberikan rincian nilai akhir. Bahkan ada pula beberapa dosen yang tidak membimbing mahasiswanya tersebut sudah benar-benar paham atau belum materi yang diajarkan, karena lebih memprioritaskan mahasiswa di program studi aslinya.

Sangat Tidak Profesional

Tidak

Profesional Cukup Profesional Sangat Profesional

2 (2%) 4 (4%) 24 (24%) 48 (49%) 19 (19%)

4. Saya merasa partisipasi dan dukungan dosen/karyawan terhadap kegiatan- kegiatan di FKIP seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan LKTD sudah cukup baik.

Latar belakang: Sebagai lembaga keguruan, FKIP maupun prodi seharusnya juga

memfasilitasi dan mendukung mahasiswanya dalam

pengembangan soft-skill agar bisa mempersiapkan diri sebelum

masuk ke dunia pendidikan maupun dunia kerja nantinya.

(8)

8 Sangat Tidak

Baik Tidak Baik Cukup Baik Sangat Baik

2 (2%) 8 (8%) 42 (43%) 31 (32%) 15 (15%)

5. Saya merasa FKIP dan Prodi sudah cukup memfasilitasi para calon guru dengan workshop/pengalaman terkait keguruan (contoh: FKIP mengajar,

workshop pembelajaran, dst.)

Latar belakang: Sebagai lembaga calon keguruan, mahasiswa seharusnya lebih dipersiapkan lagi untuk untuk terjun ke dalam dunia keguruan.

Salah satu peran besar FKIP dan prodi dalam FKIP itu sendiri seharusnya mengadakan pelatihan terkait keguruan agar mahasiswa bisa menempa pengalamannya sebelum benar-benar terjun ke dunia pendidikan.

Sangat Tidak Mendukung

Tidak

Mendukung Cukup Mendukung Sangat Mendukung

0 (0%) 8 (8%) 18 (18%) 49 (50%) 23 (23%)

6. Mahasiswa FKIP sudah mencerminkan kepribadian seorang guru dengan motto yang dimiliki oleh Universitas Sanata Dharma.

Latar belakang: Motto Universitas Sanata Dharma adalah “Memadukan keunggulan akademik dan nilai-nilai kemanusiaan” yang dibantu oleh 4 nilai dasar, “Mencintai Kebenaran,,.

Memperjuangkan keadilan, Menghargai keberagaman, dan

Menjunjung tinggi keluhuran martabat manusia.”. Namun

terkadang banyak mahasiswa di FKIP Universitas Sanata

Dharma yang lebih fokus pada kualitas akademik mereka

sehingga melupakan nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini kerap

terjadi dalam proses perekrutan panitia maupun staff suatu

organisasi internal kampus, dimana banyak mahasiswa yang

(9)

9

condong memilih mereka yang dekat atau berkemampuan lebih dibandingkan mencari yang belum berpengalaman untuk dibimbing.

Tidak Mencerminkan

Sama Sekali

Tidak

Mencerminkan Cukup Mencerminkan Sangat Mencerminkan

3 (3%) 4 (4%) 34 (35%) 44 (45%) 12 (12%)

7. Saya mengetahui tentang visi misi FKIP dan prodi.

Latar belakang: Visi adalah sebuah tujuan yang ditetapkan oleh suatu lembaga atau seseorang dan visi harus sesuai dengan tuntunan zaman.

Setelah memahami visi atau tujuan yang ditetapkan, maka seseorang akan terfokus pada visinya. Dalam mencapai visi, harus memiliki misi atau sebuah rencana sehingga visinya dapat diraih. Setiap lembaga / organisasi pastinya memiliki visi dan misi yang harus diketahui setiap komponen yang berkaitan agar dapat melaksanakan tujuan bersama tersebut, tidak terkecuali FKIP dan masing-masing Prodi di Universitas Sanata Dharma.

Tidak Tahu

Sama Sekali Tidak Tahu Cukup Tahu Sangat Mengetahui

7 (7%) 11 (11%) 38 (39%) 31 (32%) 11 (11%)

(10)

10

B. Proses Belajar Mengajar

1. Saya merasa kedatangan dosen ke kelas sudah tepat waktu.

Latar belakang: Dosen merupakan panutan kedisiplinan mahasiswa dalam perkuliahan. Sehingga dosen seharusnya datang tepat waktu pada kelas perkuliahan bahkan lebih cepat dari waktu jam perkuliahan.

Sangat Sering Terlambat

Sering

Terlambat Cukup Tepat Waktu Sangat Tepat Waktu

1 (1%) 1 (1%) 28 (29%) 42 (43%) 26 (27%)

2. Saya setuju dengan dosen yang sering memukul rata nilai mahasiswanya.

Latar belakang: Ada beberapa dosen di FKIP yang saat mengajar hanya mementingkan tugas dan ujian tanpa melihat proses mahasiswa dalam perkuliahannya. Sehingga sering kali ada dosen memberikan nilai sama rata terhadap semua mahasiswa, yang penting sudah mengumpulkan tugas. Mahasiswa yang sudah bekerja keras memahami materi perkuliahan menjadi tidak semangat dalam perkuliahan bersama dosen yang bersangkutan.

Sangat Tidak

Setuju Tidak Setuju Cukup Setuju Sangat Setuju

26 (27%) 20 (20%) 21 (21%) 21 (21%) 10 (10%)

3. Apakah Anda setuju dengan dosen yang tidak mengambil nilai dari kehadiran mahasiswa?

Latar belakang: Kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan paling sedikit 75%

dari total pertemuan yang ada. Sehingga mahasiswa sering

sekali mengikuti pekuliahan dalam keadaan sakit bahkan jika

(11)

11

ada acara keluarga, mereka merelakan tidak mengikutinya.

Namun hal ini berbanding terbalik dengan mahasiswa yang kerap mengambil jatah tidak masuk perkuliahan karena merasa dosen menyamaratakan antara mahasiswa yang rajin mengikuti perkuliahan dan tidak. Dosen-dosen tersebut hanya mementingkan hasil akhir dari nilai kuis, ujian maupun tugas.

Mahasiswa yang rajin mengikuti perkuliahan merasa harus ada nilai yang diambil dari kehadiran setidaknya 5%-10% dari total nilai untuk membantu mendongkrak nilai mereka.

Sangat Tidak

Setuju Tidak Setuju Cukup Setuju Sangat Setuju

47 (48%) 18 (18%) 15 (15%) 11 (11%) 5 (5%)

4. Apakah Anda setuju dengan dosen yang tidak mengembalikan hasil ujian dan tidak merincikan nilai mahasiswa? (contoh: saat nilai akhir keluar di SIA, hanya

ada huruf A/B/C tanpa rinciannya).

Latar belakang: Transparansi nilai dalam mata kuliah sangatlah penting. Karena apabila nilai yang selama ini diperoleh tidak sesuai dengan apa yang tertera di SIA, mahasiswa berhak meminta kejelasan dari dosen atas bukti yang dimiliki (rincian nilai). Namun pada kenyataan yang terjadi, banyak dosen yang hanya mengumpulkan nilai di SIA langsung huruf saja tanpa memberikan rincian berapa persen nilai tugas maupun hasil ujian selama ini.

Sangat Tidak

Setuju Tidak Setuju Cukup Setuju Sangat Setuju

53 (54%) 18 (18%) 15 (15%) 7 (7%) 4 (4%)

5. Saya merasa keberatan dengan dosen yang tidak memasukkan nilai tepat waktu

sesuai dengan deadline yang sudah ditentukan oleh Universitas.

(12)

12

Latar belakang: Ketepatan waktu adalah hal yang mutlak dalam semua hal, terutama lingkungan universitas. Apa yang sudah ditetapkan oleh kampus berarti merupakan hal yang harus dilakukan. Batas memasukkan nilai adalah salah satunya. Bagi mahasiswa hal ini sangat penting karena apabila terlambat maka mereka akan terhambat ketika KRS. Karena nilai yang dimiliki tidak sesuai dengan SKS yang harus diambil pada kenyataannya. Pada kenyataannya, cukup banyak dosen, terutama untuk mata kuliah lintas prodi yang memasukkan nilai terlambat dari jadwal yang sudah tertera di kalender akademik (bagian ‘Hari Terakhir Penyerahan Nilai Semester Gasal/Ganjil’).

Sangat Tidak Keberatan

Tidak

Keberatan Cukup Keberatan Sangat Keberatan

11 (11%) 12 (12%) 14 (14%) 21 (21%) 39 (40%)

6. Apakah Anda setuju jika dosen memberikan tugas dan membiarkan mahasiswa yang menentukan sendiri tanpa arahan pasti dari dosen?

Latar belakang: Dosen harus mengetahui bagaimana menilai proses mahasiswa melalui tugas. Sehingga tugas yang diberikan mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam memahami materi perkuliahan.

Ada cukup banyak dosen yang hanya memberikan tugas seperti,

“membuat presentasi tentang materi ini”, tanpa adanya arahan yang pasti mengenai tata cara ataupun urutan yang baik.

Sangat Tidak

Setuju Tidak Setuju Cukup Setuju Sangat Setuju

41 (42%) 33 (34%) 13 (13%) 7 (7%) 3 (3%)

7. Saya merasa akan lebih efektif kalau mahasiswa dibiarkan memilih kelas dan

jamnya sendiri saat KRS dibandingkan sudah dipaketkan sesuai kelasnya

masing-masing, asalkan masih bisa mengikuti seluruh mata kuliah yang wajib

dimasukkan di tiap semester.

(13)

13

Latar belakang: Saat ini, universitas kita menerapkan mata kuliah yang sudah dalam paket sesuai dengan tingkat semesternya. Dalam beberapa program studi, pihak sekretariat sudah membuatkan jadwal untuk masing-masing kelas, dengan jadwal yang sudah ditentukan sendiri, disesuaikan dengan tingkat kemampuan mahasiswa. Padahal seharusnya mahasiswa bisa dibiarkan mandiri untuk memilih kelas, maupun dosen yang berkompeten maupun tidak, agar hubungan antar mahasiswa di tiap-tiap angkatan tidak hanya terfokus pada anggota kelas yang itu-itu saja. Bahkan juga ada kritik dari mahasiswa yang merasa bahwa sistem BRS Online saat ini cukup mubazir karena mereka tetap diminta untuk memasukkan jadwal sesuai keinginan prodi tanpa mengetahui kegiatan tiap-tiap mahasiswa yang mungkin seharusnya jam 4 sore dia harus bekerja, tapi harus masuk ke kelas karena sudah dipaketkan.

Sangat Tidak

Setuju Tidak Setuju Cukup Setuju Sangat Setuju

17 (17%) 14 (14%) 20 (20%) 20 (20%) 27 (28%)

(14)

14

C. Lain-lain (Keterlibatan Mahasiswa Dalam Kegiatan FKIP)

1. Saya merasa pelaksanaan INFISA sudah cukup untuk mengenalkan lingkungan FKIP ke para mahasiswa.

Latar belakang: INFISA adalah sebuah kegiatan untuk memperkenalkan FKIP Universitas Sanata Dharma lebih dekat kepada mahasiswa baru yang mengambil program studi dalam ranah FKIP. Kegiatan ini juga diharapkan memberikan kesiapan serta gambaran mahasiswa mengenai seluk-beluk FKIP dan apa yang mereka peroleh setelah lulus dari FKIP.

Sangat Tidak

Setuju Tidak Setuju Cukup Setuju Sangat Setuju

13 (13%) 5 (5%) 30 (31%) 33 (34%) 17 (17%)

2. Saya merasa info-info terkait kegiatan FKIP selama ini bisa diketahui dengan mudah.

Latar belakang: Kegiatan FKIP tidaklah INFISA semata. Namun kegiatan FKIP

sangat banyak ragamnya dan FKIP harus mampu berinovasi dari

waktu ke waktu. Hal ini dilakukan untuk memenuhi dan

menyalurkan bakat-minat mahasiswa FKIP. Sehingga informasi

yang dapat diakses dengan mudah, memberikan dampak

mahasiswa FKIP dapat mengikuti kegiatan tersebut. Kerap

terjadi kasus dimana mahasiswa tidak mengetahui info kegiatan

yang akan diadakan oleh FKIP, karena kurangnya sosialiasi

mengenai kegiatan tersebut. Faktor yang menyebabkan beragam

seperti tidak adanya poster, atau info tersebut hanya disebarkan

secara internal.

(15)

15 Sangat Tidak

Setuju Tidak Setuju Cukup Setuju Sangat Setuju

2 (2%) 20 (20%) 39 (40%) 31 (32%) 6 (6%)

3. Saya merasa kegiatan/kepanitiaan dalam lingkup FKIP sudah cukup menarik untuk diikuti.

Latar belakang: Berbagai ragam kegiatan yang telah disediakan oleh FKIP harus sesuai dengan kemampuan dan minat yang dimiliki mahasiswa FKIP. Kemudian disesuaikan juga sesuai dengan tuntunan zaman agar kekinian. Tidak sekedar sebagai wadah mencari sertifikat demi poin.

Sangat Tidak

Setuju Tidak Setuju Cukup Setuju Sangat Setuju

5 (5%) 10 (10%) 39 (40%) 32 (33%) 12 (12%)

4. Saya cukup proaktif dalam mengikuti kegiatan/kepanitiaan dalam lingkup FKIP.

Latar belakang: Keaktifan mahasiswa dalam FKIP maupun prodi haruslah terbilang baik. Tidak boleh menjadi mahasiswa yang kuliah- pulang. Karena pada era zaman sekarang, seseorang yang aktif dalam berbagai kegiatan dan menekuninya memiliki kepercayaan diri yang baik dalam dunia kerja. Menekuni bidang yang kita masuki merupakan poin lebih dalam kemampuan yang akan kita bawa setelah lulus.

Sangat Tidak

Setuju Tidak Setuju Cukup Setuju Sangat Setuju

3 (3%) 17 (17%) 47 (48%) 17 (17%) 14 (14%)

(16)

16

5. Selama mengikuti kepanitiaan di FKIP/Prodi, saya merasa sistim pendanaan kegiatan dari FKIP/Universitas sudah cukup baik dan jelas dari segi prosedur maupun proses pencairannya.

Latar belakang: Pendanaan merupakan sumber kekuatan dari seluruh kegiatan.

Kegiatan yang baik adalah cerminan dana yang sistemnya baik.

Apabila sebuah kegiatan tidak memiliki dana, maka kegiatan tersebut akan terhenti dan tidak akan berlanjut. Sistem pendanaan yang terbaru dari universitas kini harus diinput secara online terlebih dahulu pada awal tahun pembelajaran.

Sehingga perencanaan dana menjadi tidak terinci dengan baik.

Sangat Tidak

Setuju Tidak Setuju Cukup Setuju Sangat Setuju

10 (10%) 9 (9%) 49 (50%) 22 (22%) 6 (6%)

(17)

17

D. Seputar Magang

(Catatan:Jumlah responden di bagian ini hanya ada 38 orang yang sudah mengikuti magang / PPL).

Latar belakang: Dalam menjalankan program PPL II/Magang, banyak yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum penerjunan.

Mahasiswa harus dikroscek nilainya dengan persyaratan yang ditetapkan. Apakah sudah sesuai agar kemampuannya benar- benar mumpuni. Mahasiswa diberikan pembekalan dari prodi kemudian dilanjut pembekalan FKIP. Agar mahasiswa yang diterjunkan benar-benar siap dan mengetahui apa saja yang harus mereka lakukan ketika menjalankan PPL II/Magang.

Mereka tidak hanya membuat RPP, mengajar di kelas namun mereka harus membuat administrasi guru, administrasi sekolah.

Bersosialisasi yang baik terhadap murid, pihak sekolah dan karyawan. Untuk melancarkan PPL II/Magang, mahasiswa selalu dipantau oleh guru pamong dan dosen pembimbing setiap saat hingga ia resmi ditarik.

1. Saya merasa prosedur pelaksanaan magang / PPL sudah cukup jelas (mulai dari

persiapan, pelaksanaan dan tatacara pembuatan refleksi / laporan).

Sangat Tidak

Jelas Tidak Jelas Cukup Jelas Sangat Jelas

5 (13%) 10 (26%) 8 (21%) 11 (28%) 5 (13%)

2. Saya merasa dosen pembimbing magang turut berpartisipasi membantu saya dalam pelaksanaan magang / PPL.

Sangat Tidak Membantu

Tidak

Membantu Cukup Membantu Sangat

Membantu

1 (3%) 1 (3%) 14 (36%) 19 (49%) 4 (10%)

(18)

18

E. Skripsi / Tugas Akhir

(Catatan: Jumlah responden di bagian ini hanya ada 8 orang yang sudah selesai/dalam proses pembuatan skripsi / tugas akhir).

Latar belakang: Skripsi merupakan momok yang paling mengerikan bagi mahasiswa menjelang semester akhir. Mereka harus memahami betul apa bidang yang akan mereka dalami dalam skripsi.

Mereka dapat mencari dari berbagai referensi seperti jurnal dan penelitian yang sudah ada sebelumnya. Bagaimana teori-teori yang mendukung judulnya, bagaimana cara menganalisis data yang sudah diambil, dll. Namun kerap kali mahasiswa memiliki kendala entah dari dalam dirinya (malas) atau dari dosen sendiri yang susah ditemui. Kemudian beban SKS dalam skripsi sangatlah besar sehingga hal ini menyebabkan mahasiswa menjadi takut apabila nilai yang didapatkannya tidak sesuai dengan skripsi yang dikerjakan.

1. Apakah kendala anda dalam menyelesaikan skripsi/tugas akhir?

Dosen susah ditemui

Materi penelitian tidak ddukung oleh

dosen pembimbing

Lainnya

1 (13%) 1 (13%) 6 (75%)

2. Apakah ada kendala dalam mencari dosen pembimbing skripsi?

Ada Tidak Ada

1 (13%) 7 (88%)

(19)

19

3. Apakah sistem pengajuan skripsi dapat berjalan sesuai dengan aturan yang telah

diberikan oleh sekretariat dan kaprodi?

Dapat Berjalan Lancar Cukup Tidak Berjalan Baik

5 (63%) 3 (38%) 0 (0%)

4. Saya merasa prodi cukup mendukung saya dalam penyelesaian skripsi/tugas akhir.

Sangat Tidak Mendukung

Tidak

Mendukung Cukup Mendukung Sangat Mendukung

0 (0%) 0 (0%) 2 (25%) 6 (75%) 0 (0%)

5. Apakah anda setuju dengan skripsi payung?

Latar belakang: Skripsi payung adalah skripsi dengan penelitian kelompok (min 2 mahasiswa/i) dengan tema keseluruhan yang sama, hanya saja variabel atau metodenya yang dibedakan dan yang diteliti juga bisa dalam sekolah yg sama bahkan kelas yang sama, disitu antar mahasiswa dapat bertukar pikiran, buku atau wawasan mengenai penelitian mereka karena topik secara garis besarnya sama.

Ya Mungkin Tidak

7 (88%) 1 (13%) 0 (0%)

(20)

20

6. Jika anda setuju /sangat setuju dengan skripsi payung, apakah itu dapat

meningkatkan kualitas hasil dari tugas akhir seorang mahasiswa?

Ya Mungkin Tidak

7 (88%) 1 (13%) 0 (0%)

(21)

21

IV. SARAN DAN KRITIK RESPONDEN

(dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)

A. Untuk Prodi

• Tingkatkan lagi pelayanannya.

• Kalau ada skripsi payung, mohon lebih transparan lagi dalam pemilihan anggotanya,

• Menanungi kegiatan-kegiatan berbau olimpiade, membuat acara yang menarik, Wi-Fi tiap kelas

• Tetap semangat untuk memajukan prodi.

• Untuk dana dari acara-acara prodi untuk lebih baik lagi dalam proses pencairan dananya.

• Adakan UKP pramuka, karena akan sangat penting dalam kegiatan mengajar ke depannya.

• Tingkatkan kualitas Wi-Fi di setiap kelas karena sangat membantu jalannya kegiatan perkuliahan.

• Dalam pelaksanaan INSIPRO, prodi dan mahasiswa lebih aktif lagi.

• Dana untuk anggaran kegiatan mahasiswa perlu ditambah lagi.

• Perbanyak kegiatan mahasiswa untuk menunjang kreativitas dan minat bakat mahasiswa.

• Perbanyak kegiatan non-akademik, seperti olahraga (volly, badminton, dll.)

• Ruangan perkuliahan diharapkan lebih baik lagi dalam fasilitas seperti kipas angin, karena masih ada ruangan yang kipas anginnya rusak.

• Untuk INSIPRO, perkenalan antara mahasiswa dan lingkungan prodi serta antar mahasiswa itu PERLU! Pihak panitia harus mengerti.

• Perbanyak pelatihan yang menunjang profesi keguruan.

• Kalau membuat paket mata kuliah berdasarkan pokok bahasan sesuai cabang dalam prodi: Linguistik, Sastra, Jurnalisme.

• Jangan memberi informasi yang mendadak.

• Jika membuat acara jangan mendadak, karena terkesan tidak siap

sebelumnya.

(22)

22

• Wi-Fi dipercepat, tambahkan AC, fasilitas ruangan diperbaiki.

• Terbukalah dengan mahasiswa.

• Mengembangkan / memberikan kegiatan kepanitiaan yang berkaitan dengan profesi guru / pengajar.

• Jangan pilih kasih, memperbudak manusia beda dengan memanusiakan manusia.

• Kalau diminta saran soal kegiatan prodi, berikan saran teknis, bukan meminta proposal lalu dinilai.

• harus menyamaratakan perhatian terhadap mahasiswa.

• Lebih perhatian dengan mahasiswa.

• Fasilitas lebih ditingkatkan kembali.

• Perbanyak kegiatan-kegiatan kemahasiswaan (makrab kelas, prodi, dll.)

• Mohon prodi menyiapkan dana jika menyelenggarakan kegiatan, menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan.

• Dana ditambahkan, proposal dimudahkan dalam pengajuannya.

• Setiap kegiatan jangan memggunakan paksaan.

• Kegiatan prodi sebaiknya dilakukan tanpa ada paksaan dan denda.

Kegiatan prodi sebaiknya juga perlu diadakan secara menarik dan tidak monoton.

• Sistem punish and reward saat ada acara prodi menurut saya kurang efektif dan tidak membangun.

• Tolong belikan AC.

B. Terkait Magang

• Perencanaan magang mendadak.

• Jangan suka mendadak menentukan tgl magangnya.

• Penyampaian materi magang terlalu memaksakan waktu dan tiba tiba diberitahukan sehingga kurang persiapan.

• Jadwal magang bisa diberitahukan lebih jauh hari.

• Dosen pembimbing harus mengetahui peraturan PPL.

(23)

23

• Peraturan PPL kurang lugas.

• Prosedur magang belum terlalu jelas.

• Memberitahukan kriteria penempatan magang.

• Penempatan magang lebih disamaratakan lagi.

• Waktu pelaksanaan bersamaan dengan kegiatan inisiasi, sehingga banyak yang tidak bisa ikut kepanitiaan.

• Penempatan magang lebih disamaratakan lagi.

• Kalau bisa waktu untuk magang ditentukan jauh-jauh hari dan pendampingan sebelum dan selama magang ditingkatkan.

• Prosedur dan waktu perlu dijadwalkan agar mahasiswa bisa mempersiapkan diri.

• Prosedur dan waktu magang mohon dijadwalkan dengan jelas.

• Penetapan tanggal magang yang jelas.

• Jadwal magang dibuat secara terstruktur sehingga mahasiswa yang pulang kampung dapat mengetahui jadwal magang.

• Pemberitahuan magang terlalu mepet.

(24)

24

V. HASIL KUESIONER DIDOSMA 2017

(dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)

Di bawah ini merupakan hasil kuesioner DIDOSMA 2017 yang tidak sempat dibahas dalam acara DIDOSMA tahun lalu. Kuesioner dibagikan dalam rentang waktu 22 Februari 2017 s/d 5 Maret 2017 dengan total responden dari prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebanyak 35 responden.

A. Sarana dan Prasarana

Setuju Tidak Setuju

1. FKIP sudah memiliki sarana prasarana yang baik

26 (74%) 9 (26%)

2. Ruang kelas bersih dan nyaman

- Kursi dan Meja dengan kondisi baik

28 (80%) 7 (20%)

- Kondisi AC yang baik

24 (69%) 11 (31%)

- Pencahayaan yang baik

28 (80%) 7 (20%)

- Viewer, Remote, dan kabel VGA yang baik

26 (74%) 9 (26%)

3. Suasana Belajar yang mendukung

- Fasilitas WiFi yang cepat

10 (29%) 25 (71%)

- Tempat diskusi memadai di seputar kampus

25 (71%) 10 (29%)

- Terminal listrik yang memadai

15 (43%) 20 (57%)

- Perpustakaan yang memadai

30 (86%) 5 (14%)

- Lab Komputer memadai dan berfungsi baik

31 (89%) 4 (11%)

4. Lingkungan Penunjang Kegiatan Akademik

- Parkiran yang memadai

8 (23%) 27 (77%)

- Tempat Fotokopi yang ekonomis

30 (86%) 5 (14%)

- Aula yang bersih dan nyaman

24 (69%) 11 (31%)

- Toilet berfungsi dengan baik dan bersih

30 (86%) 5 (14%)

(25)

25

B. Dosen dan Staf Akademik

C. Seputar Mahasiswa

Setuju Tidak Setuju

- Saya rapi dalam berpenampilan

29 (83%) 6 (17%)

- Saya merasa sopan dan berbahasa baku dalam

berkomunikasi saat perkuliahan

27 (77%) 8 (23%)

- Saya memiliki kemauan untuk mendengarkan di saat

dosen / tenaga pendidik sedang melakukan pengajaran di kelas

27 (77%) 8 (23%)

- Saya memiliki kepuasan terhadap apa yang sudah saya

capai selama di perkuliahan

30 (86%) 5 (14%)

- Pembelajaran di perkuliahan sangat menyenangkan bagi

saya

31 (89%) 4 (11%)

- Dalam perkuliahan ada sesuatu hal yang membuat saya

merasa antusias

26 (74%) 9 (26%)

- Saya termasuk mahasiswa/i yang aktif di dalam

perkuliahan

35 (100%) 0 (0%)

- Saya merasa mata kuliah yang sedang saya jalani

bermanfaat bagi saya dan sesuai dengan apa yang saya butuhkan

32 (91%) 3 (9%)

- Menurut saya kuliah / belajar adalah untuk

mendapatkan nilai yang baik

28 (80%) 7 (20%)

- Saya merasa tugas-tugas yang diberikan dosen justru

mengganggu saya bukan membantu

26 (74%) 9 (26%) Setuju Tidak Setuju

1. Tenaga Kependidikan dan staf berpenampilan rapi

28 (80%) 7 (20%)

2. Seputar Tenaga Pendidik

- Kejelasan materi perkuliahan

29 (83%) 6 (17%)

- Waktu tersedia buat diskusi dan tanya jawab

33 (94%) 2 (6%)

- Disiplin dalam perkuliahan ( termasuk tepat waktu )

25 (71%) 10 (29%)

- Mengembalikan tugas/ujian dengan nilai yang objektif

24 (69%) 11 (31%)

- Waktu mengajar dipergunakan secara efektif

27 (77%) 8 (23%)

- Memberikan umpan balik dalam mengajar

27 (77%) 8 (23%)

- Bersikap terbuka dan kooperatif dengan mahasiswa

34 (97%) 1 (3%)

- Sanksi bagi mahasiswa yang melanggar peraturan berlaku

untuk semua tanpa terkecuali

29 (83%) 6 (17%)

3. Pelayanan yang Memadai

- Bersikap ramah dan menyenangkan

28 (80%) 7 (20%)

- Memiliki empati akan kebutuhan mahasiswa

26 (74%) 9 (26%)

- Informasi yang diberikan tepat dan akurat

28 (80%) 7 (20%)

(26)

26

D. Kritik dan Saran DIDOSMA 2017

• Di beberapa kelas belum ada AC

• Karena ruangan sya tdk ada AC jadi sya bingung menjawab pertanyaan ttng AC

• Saya jarang menggunakan lab. komputer

• Hampir 80% semuanya baik

Referensi

Dokumen terkait

Apabila salah satu PIHAK atau PARA PIHAK bermaksud untuk melakukan perubahan alamat sebagaimana dimaksud dalam ayat (l), maka PIHAK atau PARA PIHAK yang

Sugeng Winardi, M.Eng selaku Dosen Pembimbing dan Kepala Laboratorium Mekanika Fluida dan Pencampuran atas bimbingan, doa, dukungan dan fasilitas yang telah

Pada 10 Maret 2017, DIDOSMA yang kala itu merupakan salah satu program kerja Departemen Humas BEM FKIP Universitas Sanata Dharma, pertama kali dilaksanakan

Objek dalam penelitian ini adalah kegiatan yang telah dilakukan oleh Puskesmas Jetis 1 Bantul pada sistem penyimpanan dan pemrosesan rekam medis terkait standar

Dalam hasil pengamatan yang dilakukan oleh peeliti ersama guru tentang hasil aktivitas proses pembelajaran membaca pemahaman pada siklus II shah baik meskipun masih ada

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka permasalahan tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut : Bagaimana merancang dan membuat Media

Pelajaran Kompetensi Dasar Pembelajaran Materi Kegiatan Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman

Hasil penelitian yang dilakukan oleh KPMG in India’s Fraud Survey 2010 menunjukkan bahwa auditor internal mendapat persentase yang paling tinggi yaitu sebesar 47%, sehingga