• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daily N ws Market Snapshot Wednesday, 13 April 2011

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Daily N ws Market Snapshot Wednesday, 13 April 2011"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Banking: BI Rate Ditahan 6.75%

Banking: Bank Rajin Kasih Kredit Sepanjang Kuartal I-2011 KBLV : Jual Saham First Media TV

BBNI : Incar Dana Asabri Rp3 Triliun

Major Indices

Close Chg Chg %

JCI 3,719.23 (26.61) -0.72%

LQ-45 664.90 (5.62) -0.84%

Turnover (in Mn Rp.)

Volume Value

JCI 2,340.95 3,102.22

LQ-45 998.62 2,419.59

Market Cap (in Tn Rp.)

Value JCI 3,158,915.00 LQ-45 2,199,218.00

Foreign Transaction (in Mn Rp.)

Buy Sell Net

Foreign 1.13 1.41 (0.27)

JCI Top 5 Leading Movers

Close Chg %

INDF IJ 5,400 0.93 EXCL IJ 5,800 0.87 BDMN IJ 6,500 0.78 BJBR IJ 1,330 3.10 SMMA IJ 2,275 2.25

JCI Top 5 Lagging Movers

Close Chg %

ASII IJ 56,150 -1.14 BMRI IJ 6,850 -1.44 PGAS IJ 3,950 -1.86 ITMG IJ 48,100 -2.53 BBCA IJ 7,050 -0.7

World Indexes

Close Chg % PER

NIKKEI 9,558.03 0.03% 17.24

HANGSENG 23,976.37 -1.34% 12.90

KOSPI 2,089.40 -1.55% 12.77

STI 3,138.00 -0.71% 10.77

DOW JONES 12,263.58 -0.95% 14.09

FTSE 5,964.47 -1.47% 14.62

Commodities

Close Chg %

WTI Crude ($/barrel) 106 -0.24

Gold 100 (USD/t oz) 1,455 0.12

CPO (RM/MT) 3,469 1.76

Coal Newc. (USD/MT) 123 0.98

Nickel (USD/MT) 26,700 -3.63

Tin (USD/MT) 32,550 -2.25

source : Bloomberg

Daily N ws Market Snapshot

• Market Prediction

Pada perdagangan hari Selasa (12/4) Indeks Dow Jones ditutup turun 117 point (-0.95%) ke level 12,263.58 setelah Jepang meningkatkan tingkat bahaya nuklirnya ke level tertinggi, turunnya harga minyak dunia, tingginya defisit perdagangan AS melebihi estimasi semula, serta penjualan Alcoa Inc. (AA) yang meleset dari estimasi semula.

Minyak light sweet Lymex diperdagangkan turun setelah IEA dan IMF mengatakan bahwa harga diatas $100 per barel mulai berdampak buruk terhadap perekonomian global. IHSG kemarin (12/4) ditutup turun 26 point (-0.71%) 3,719.23 dengan seluruh sektor ikut mengalami penurunan. Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp258 miliar dengan sektor yang paling banyak dijual adalah BUMI, ADRO, INDY, PGAS dan BBRI. Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah garis support MA5 yang berada di level 3,733. Waspadai adanya koreksi lanjutan melihat indikator stochastic yang telah bergerak downtrend setelah membentuk deathcross, MACD yang berpotensi membentuk deathcross dengan histogram yang semakin bergerak memendek di area positif, sementara RSI juga bergerak downtrend di area overbought. Pada perdagangan hari ini (13/4), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,671 – 3,749 dengan saham – saham yang dapat diperhatikan a.l. BBRI, BJBR, dan CTRA.

• News & Analysis

Wednesday, 13 April 2011

“Invest a few moments in thinking. It will pay good interest.”

• Chart in Focus

PGAS (Trading Sell) PTBA (Spec Sell)

TINS (SoS) BBRI (Trading Buy)

BJBR (Spec Buy) CTRA (BoW)

• Economic & Strategy

KRAS : Dua Produsen Baja Akan Dirikan Pabrik di Jatim

(2)

Comment: aksi korporasi bisnis ini dilakukan agar FMTV dapat menambahkan jumlah dana untuk keperluan ekspansi. Dengan adanya ada ekspansi ini tentu saja akan meningkatkan bisnis perusahaan yang nantinya akan meningkatkan keuangan perusahaan. Dengan meningkatnya keuangan perusahaan tentu saja akan semakin menguntungkan pemilik perusahaan yaitu KBLV dan Asia Link.

Diharapkan dengan turunya kepemilikan KBLV sebesar 19.99% akan memberikan efek multiplier terhadap pendapatan perusahaan. P/E KBLV saat ini berada di level 28.08x dengan rata - rata industri sebesar 52.98x.

Comment: kegiatan bank dalam mencari sejumlah dana semakin agresif pada tahun ini. Dalam halnya BNI, apabila kerjasama tersebut berhasil direalisasikan, maka BNI akan mendapat jumlah tambahan DPK sebesar Rp3 Triliun untuk kemudian dapat dialokasikan kedalam bentuk kredit. Hal ini tentu saja akan semakin meningkatkan interest income BNI. Saat ini P/E BNI berada di level 15.46x dengan rata - rata industri sebesar 20.36x. Berdasarkan konsensus analis 19 merekomendasikan Buy, 4 Hold dan 1 Sell dengan target harga rata - rata Rp4,324 per lembar.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) membidik dana PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) sebesar Rp3 triliun dalam kerja sama cash management. Dalam kerja sama itu BNI akan memberikan layanan jasa perbankan di antaranya penyaluran pembayaran pensiun dan santunan Asabri secara tunai maupun melalui rekening tabungan BNI. “Dengan kerja sama ini kita berharap, dana Asabri yang masuk ke BNI bisa bertambah, minimal dari dana investasi yang ada di Asabri,Rp3 triliunnya bisa masuk ke BNI,” ujar Direktur Business Banking BNI Krishna Suparto usai penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta kemarin. (sindo/wf)

News & Analysis

BBNI: Incar Dana Asabri Rp3 Triliun

Anak usaha PT First Media Tbk (KBLV), PT First Media Television (FMTV,) akan menerbitkan saham baru. Seluruh saham ba ru diterbitkan itu akan dibeli Asia Link Holdings Limited (Asia Link), anak perusahaan CVC Capital Partners Asia Pasific III LP dan CVC Capital Partners Asia Pasific III Paralel Fund. Pembelian saham baru membuat struktur pemegang saham FMTV akan berubah. KLBV yang tadinya menggenggam 99,99% saham FMTV, setelah transaksi tersebut hanya akan menggengam 80%. Sedang sisanya 20% saham dikuasai Asia Link. "KBLV tetap menjadi pengendali FMTV," kata Harianda Noerlan, Sekretaris Perusahaan kepada KONTAN, Selasa (12 /4).

(kontan/wf)

Open High Low Close

3,900 3,950 3,875 3,925

BBNI

Open High Low Close

900 940 900 920

KBLV

Open High Low Close

1,170 1,180 1,160 1,170

KRAS

KBLV: Jual Saham First Media TV

Dua perusahaan produsen baja yaitu PT Krakatau Steel Tbk dan perusahaan asing asal China akan berinvestasi guna membangun pabrik baja di Jawa Timur menyusul besarnya potensi kandungan pasir besi yang dapat diolah sebagai bahan baku komoditas tersebut di provinsi itu. PT Krakatau Steel telah menyampaikan rencananya untuk membangun pabrik di sekitar Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan, bahkan Pemprov diharapkan membantu menyediakan lahan sekitar 400 hektare. Sedangkan perusahaan PMA asal China mendirikan pabrik baja di Kabupaten Lamongan.

(bisnis/sly)

KRAS: Dua Produsen Baja Akan Dirikan Pabrik di Jatim

(3)

Comment: Kredit perbankan yang tumbuh 25,1% selama Q12011 menurut kami merupakan pencapaian yang cukup baik. Hal ini didukung dengan terjaganya kondisi permodalan dan likuiditas sebagaimana tercermin pada tingginya rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) pada level 18% dan terjaganya rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) gross di bawah 5%. Namun demikian, pertumbuhan kredit tersebut hendaknya tidak terlalu tinggi pada kuartal-kuartal berikutnya dan tetap memperhatikan pengelolaan risiko kredit yang baik.

Sehingga dengan demikian, kualitas kredit tetap dapat terjaga yang tercemin pada terkendalinya rasio NPL. Selain itu, pemberi an kredit pada sektor yang produktif menurut kami akan memberikan value added pada perekonomian Indonesia secara menyeluruh.

Economic & Strategy

Bank Indonesia (BI) mencatat kredit perbankan tumbuh 25,1% selama kuartal I -2011. BI memandang pertumbuhan kredit tersebut masih sejalan dengan pertumbuhan kredit sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) yang di targetkan sebesar 23%-24%. "Intermediasi perbankan juga semakin membaik tercermin dari pertumbuhan kredit yang terus meningkat, yakni pada Maret 2011 mencapai 25,1%

(yoy), ditopang oleh pertumbuhan pada seluruh jenis kredit termasuk kredit kepada UMKM," uj ar Darmin di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (12/4/2011). (Detik/AA)

Comment: Dengan didirikannya pabrik baja di Jatim, diharapkan Indonesia dapat memaksimalkan bahan baku dalam negeri untuk pengolahan baja.

Dengan demikian maka industry baja dapat mengurangi pasokan bahan baku biji besi impor atau baja impor, sehingga industry baja dapat berkembang lebih baik. Hal ini tentunya akan sangat berdampak bagi KRAS, karena KRAS merupakan salah satu produsen baja terbesar di Indonesia. Diharapkan dengan masuknya perusahaan asal China, KRAS dapat bersaing dengan tetap mengutamakan kualitas baja. Berdasarkan consensus bloomberg, 3 analis merekomendasikan BUY dengan Target Price Rp. 1.200,-

Banking: Bank Rajin Kasih Kredit Sepanjang Kuartal I-2011

Comment: Keputusan untuk menahan tingkat suku bungan acuan oleh Bank Indonesia di level 6,75% disebabkan untuk menahan tekanan inflasi yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan melihat semakin meroketnya harga komoditas dan pangan serta terjadinya deflasi pada bulan maret sebesar 0,32 persen sehingga secara year on year (yoy) terjadi inflasi sebesar 6,65 perse n dibawah konsensus para anals yang dikumpulkan Bloomberg sebesar 6,75%. Keputusan menahan BI rate ini tentunya akan berdampak positif terhadap sector perbankan dan property yang sensitif terhadap perubahan tingkat suku bunga.

Bank Indonesia (BI) menahan BI Rate di level 6,75%. Keputusan ini diambil karena masih tingginya ekspektasi inflasi ke depan akibat harga pangan dunia yang tinggi. Demikian disampaikan oleh Gubernur BI Darmin Nasution di kantornya, Jalan Thamrin, Jakarta, Sel asa (12/4/2011). "Inflasi saat ini memang menurun, tapi tekanan ke depan masih tinggi. Ke depan risiko tekanan inflasi masih cuku p tinggi karena harga komoditi internasional, selain itu karena kuatnya permintaan domestik dan tingginya ekspektasi inflasi," jelas D armin. Di 2011 ini, BI memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah 6 -6,5%, dan 6,1-6,6% di 2012. Ditopang investasi dan ekspor yang masih kuat. (detik/wsn)

Banking: BI Rate Ditahan 6.75%

(4)

Charts in Focus

PGAS (Trading Sell) PTBA (Spec Sell)

TINS (SoS) BBRI (Trading Buy)

BJBR (Spec Buy)

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 385 BK 6,575 BW 7,050

R2 400 CS 1,385 AK 5,044

S1 360 YU 1,310 DX 1,882

S2 350 AI 1,228 IN 1,000

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 1,360 CS 20,000 ZP 35,210

R2 1,390 HD 14,022 CC 21,072

S1 1,290 KZ 13,060 YP 9,907

S2 1,260 KK 12,281 KI 7,537

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 6,250 KZ 15,860 AK 20,729

R2 6,350 OD 2,877 YU 3,815

S1 6,050 DB 2,363 DX 2,255

S2 5,950 LG 2,289 DH 1,088

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 2,900 AI 5,582 GR 4,126

R2 2,975 DB 2,500 BK 4,000

S1 2,750 CS 2,387 HP 3,203

S2 2,675 KZ 2,241 KK 2,756

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 22,200 YU 2,784 KI 1,970

R2 22,400 DP 1,479 CS 626

S1 21,900 RX 190 OD 557

S2 21,700 YP 144 LG 493

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 4,025 ZP 17,624 ML 26,421

R2 4,100 CS 15,086 BW 2,980

S1 3,900 DX 7,023 CG 2,254

S2 3,800 KZ 1,479 DB 2,209

CTRA (BoW)

(5)

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT eTrading Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable.

No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without n otice. However, none of PT eTrading Securities (“eTS”) and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any represe ntation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opin ions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied) of eTS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceed ings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither eTS, its affiliated companies or their respective employees or a gents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company men tioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recomm endations herein before they have been provided to you. © PT eTrading Securities 2011.

Betrand Raynaldi Head of Research Cement & Strategist

Andrew Argado Consumer Goods

Budhy S M Siallagan Property & Construction

Linda Lauwira M Wafi Banking

Yessy Amelia

Eva Puspawati

Nurul Tiffani

Fitri Purnamasari Utfi Humaya

Research Analyst :

Research Support :

eTrading Research

Teddy Dwitama Sally Agustina

Wisnu Karto

Referensi

Dokumen terkait

Dengan penambahan jumlah total saham yang dimiliki Lippo Group secara menyeluruh tidak terlalu memberikan dampak yang signifikan terhadap operasional maupun kinerja LPKR

Pada conference ini sebagian besar perwakilan provinsi memaparkan rencana pembangunan di sector infrastruktur untuk daerah mereka masing-masing sesuai dengan kebutuhan daerahnya,

Comment: Pembagian dividen UNVR yang mencapai 100% dari laba bersih tahun 2010 menurut kami merupakan hal yang positif bagi pemegang saham.. Momentum pembagian dividen ini

Perusahaan mendapatkan permintaan lahan industri (order book) sebanyak 170 hektar per Maret 2012 yang dimana harga rata-rata penjualan mencapai US$91 per meter persegi,

Comment: dengan naiknya laba AKRA yang disebabkan karena divestasi anak perusahaan ini menjadikan AKRA memiliki dana yang cukup untuk lebih mengembangkan

Kami melihat dari Laboran Neraca terakhir komposi hutang jangka panjang mengalami penurunan, Namur diikuti dengan kenaikan dengan jumlah yang hampir sama untuk

Penurunan yang terjadi pada hari ini terlihat masih di area yang tidak jauh dari hari sebelumnya, dan volume perdagangan hari ini relatif cukup rendah sebesar 5.1

Pertumbuhan asset menjadi 40 trilun dalam 5 tahun ke depan merupakan hal yang realistis atau tumbuh sebesar di atas 58%/tahun (CAGR) dimana sejak tahun 2006