• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Serambi Ilmu, Edisi September 2014 Volume 19 Nomor 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Serambi Ilmu, Edisi September 2014 Volume 19 Nomor 2"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

87

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI MENGAJAR GURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS AWAL

SD NEGERI 24 BANDA ACEH

Oleh Israwati*

Dr. Hj. Israwati, M.Si adalah Staf Pengajar pada prodi PGSD FKIP Universitas Syiah Kuala

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi data akurat tentang Guru yang dituntut untuk menguasai keterampilan dan pengetahuan yang luas dan sejumlah besar professional dalam pembelajaran PKn. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengujian penelitian teridiri dari: Pengetahuan guru tentang strategi pembelajaran (X1), Sikap mengajar (X2), motivasi mengajar (X3), sebagai variabel bebas dan hasil belajar mata pelajaran pendidikan PKn(Y) sebagai variabel terikat. Hasil Penelitian menunjukkan :Pertama, ada hubungan yang positif antara hasil belajar dengan pengetahuan guru terhadap strategi pembelajaran sebesar r hitung = 0,810. Kedua, ada hubungan yang positif antara hasil belajar dengan sikap guru sebesar r hitung = 0, 832. Ketiga, ada hubungan yang positif antara hasil belajar dengan motivasi guru dan sikap guru sebesar r hitung = 0,861. Keempat, ada hubungan positif antara hasil belajar dengan pengetahuan guru terhadap strategi pembelajaran, Sikap guru, dan Motivasi guru sebesar r hitung = 0.810, besar kontribusi variable

Kata kunci: Guru, Sikap, Motvasi Mengajar

Rendahnya keberhasilan siswa dipengaruhi oleh proses pembelajaran di dalam kelas. Jika dalam proses pembelajaran siswa cenderung ramai dan sulit diatur maka siswa juga akan sulit mencapai hasil belajar yang maksimal. Oleh karena itu guru memgang peranan yang penting dalam proses pembelajaran. Ambarjaya (2009: 8) menyatakan bahwa “di dalam lingkup pendidikan, guru menjadi perantara pengetahuan. Guru menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi sebuah paket informasi yang menyenangkan sehingga siswa mudah meyerapnya”. Djamarah dan Zain (2006: 37) menyatakan bahwa “kegiatan belajar mengajar adalah suatu kondisi yang dengan sengaja diciptakan. Gurulah yang menciptakannya guna membelajarakan anak didik”.

Oleh karena itu pemerintah telah berupaya dengan berbagai cara meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar seperti:

melalui penataran, pelatihan, seminar, lokakarya, tugas belajar, izin belajar, pembaharuan di bidang kurikulum. Selanjutnya membentuk suatu wadah kerja sama antara guru dalam mengelola pembelajaran, seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)

dan sertifikasi guru. Suryabrata (2012: 227) menyatakan bahwa “masalah belajar dan mengajar yang dapat dikatakan sebagai tindak pelaksanaan usaha pendidikan adalah masalah setiap orang”. Selain itu pemerintah telah melengkapi sarana dan prasarana pendidikan, namun keluhan tentang rendahnya kualitas pendidikan masih dirasakan.

Dalam melaksanakan tugasnya guru perlu bekerja sama dengan guru-guru yang lain, baik dalam merencanakan pengajaran, maupun evaluasi proses dan hasil belajar. Adanya kerja sama antara guru tersebut diharapkan dapat membantu guru memecahkan masalah yang dihadapi dalam mengelola pengajaran serta menimbulkan rasa tanggung jawab bersama untuk mencapai keberhasilan pendidikan di sekolah. Kerja sama ini akan dapat mencapai hasil yang diharapkan apabila berlangsung dalam iklim kerjasama yang kondusif di sekolah serta keterbukaan dalam berkomunikasi.

Faktor sikap guru juga sangat berpengaruh pada kemampuan mengajar guru.

Guru yang bersikap positif akan melakukan

tugas mengajar ditandai dengan sikap atau

perasaan menyenangi, menyukai dan gemar

(2)

melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pekerjaannya, yakni tugas mengajar di kelas. Sebaliknya guru yang tidak bersikap positif ditandai dengan perasaan yang tidak menyenangi, tidak suka atau tidak gemar melakukan pekerjaan mengajar. Guru yang bersikap positif tentunya mempunyai motivasi kerja yang baik, dan akan mempengaruhi kemampuannya dalam menjalankan tugas mengajar.

Dari uraian di atas menunjukkan bahwa kemampuan mengajar guru belum memenuhi harapan yang diinginkan, oleh karena itu perlu dikaji apakah benar dugaan bahwa faktor-faktor internal manusia seperti pengetahuan guru tentang strategi pembelajaran, sikap mengajar, dan motivasi guru mempengaruhi hasil belajar khususnya pada siswa kelas awal yaitu kelas I dan II Sekolah Dasar Negeri 24 kotamadya Banda Aceh.

Guru yang professional adalah guru yang memiliki kemampuan sesuai dengan yang dipersyaratkan. Salah satu diantaranya adalah kemampuan dalam mengajar. Peranan mengajar di kelas amat penting, karena kegiatan yang dilakukan oleh guru adalah mentransfer pengetahuan, keterampilan, dan nilai kepada peserta didik, sehingga hasil transformasi tersebut memiliki makna bagi peserta didik dalam mengembangkan diri dalam masyarakat (Philip, 2001: 46). Dalam proses transfer tersebut menurut Zamroni seperti yang dikutip oleh Philip, guru dibutuhkan peranannya dalam menggerakkan, membangkitkan, dan menggabungkan seluruh kemampuan yang dimiliki siswa, memotivasi agar siswa tertantang untuk selalu bertanya dan belajar, mendorong terbentuknya kepribadian yang kuat, dan membekali siswa dalam mengarungi kehidupannya dimasa kini, maupun masa datang.

Berdasarkan uraian yang dikemukan di atas, maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Adakah pengaruh strategi pembelajaran dan motivasi guru terhadap hasil belajar PKn Siswa Sekolah Dasar Negeri 24 Banda Aceh.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran dan motivasi guru terhadap hasil belajar PKn Siswa Sekolah Dasar Negeri 24 Banda Aceh.

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:

1. Untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan strategi pembelajaran pada kegiatan belajar mengajar di kelas.

2. Bahan masukan dalam upaya meningkatkan strategi pembelajaran dan motivasi belajar guru mengajar di kelas awal.

3. Dinas Pendidikan dalam upaya meningkatkan kemampuan guru terhadap strategi pembelajaran, sikap dan motivasi mengajar.

4. Bagi Peneliti lain dapat bermanfaat untuk dijadikan referensi dan informasi dalam melakukan penelitian selanjutnya.

A. Hakikat Hasil Belajar.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dica oleh umat manusia dewasa ini menunjukkan kemampuan yang sangat tinggi. Hasil tersebut tidak dapat dilepaskan dari adanya proses belajar yang terus berlangsung. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, salah satu usaha yang dapat dilakukan ialah dengan memahami bagaimana anak-anak belajar.

Menurut Anni (2006: 5) hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang dilakukan pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar.

Bloom (Suprijono 2009: 6) berpendapat bahwa

hasil belajar mencakup kemampuan kognitif,

afektif, dan psikomotor. Domain kognitif

meliputi pengetahuan, pemahaman, penerapan,

menguraikan dan menentukan hubungan,

mengorganisasikan, dan menilai. Domain

afektif meliputi sikap menerima, memberikan

respon, menilai, mengorganisasikan, dan

karakteristik. Domain psikomotor mencakup

keterampilan produktif, teknik, fisik, sosial,

manajerial, dan intelektual. Sama halnya

dengan pemikiran Gagne, hasil belajar berupa

informasi verbal, keterampilan intelektual,

strategi kognitif, keterampilan motorik, dan

sikap (Suprijono 2009: 5). Sedangkan menurut

Sudjana, hasil belajar adalah kemampuan yang

dimiliki siswa setelah menerima pengalaman

belajarnya (Sanjaya 2011).Berdasarkan

pendapat para ahli di atas, ternyata suatu proses

belajar mengajar pada akhirnya akan

menghasilkan kemampuan seseorang yang

mencakup: pengetahuan, sikap, dan

keterampilan. Perubahan kemampuan itu

merupakan indikator untuk mengetahui hasil

belajar. Teori-teori tentang pengertian belajar

dan hasil belajar yang dikemukakan di atas,

(3)

89

menjadi acuan untuk menentukan jenis hasil belajar yang diasumsikan paling memadai dalam penelitian ini.

B. Strategi Pembelajaran

Dalam Berdasarkan pendapat para ahli di atas, ternyata suatu proses belajar mengajar pada akhirnya akan menghasilkan kemampuan seseorang yang mencakup: pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Perubahan kemampuan itu merupakan indikator untuk mengetahui hasil belajar. Oleh karena itu penting bagi guru memahami sebaik-baiknya tentang proses belajar siswa, agar ia dapat memberikan bimbingan dan meneyediakan lingkungan belajar yang tepat dan sesuai dengan siswa.

Pengajaran adalah suatu kegiatan belajar mengajar yang tujuannya adalah untuk prinsip hubungan, prinsip pengulangan, memudahkan siswa belajar. Untuk itu guru perlu mengetahui dan memahami teori belajar yang berhubungan dengan rancangan pengajaran yang akan dilakukan guru, misalnya mengetahui tentang prinsip suatu pembelajaran yang dapat digunakannya dalam merencanakan suatu pembelajaran, yaitu (1). Prinsip hubungan, (2). Prinsip pengulangan, dan (3).

Prinsip penguatan (Gagne, P. 7). Pada prinsip hubungan, menyatakan bahwa situasi stimulus agar seseorang menanggapinya harus disajikan pada waktu berhubungan dengan respon-respon yang diinginkannya.

Persiapan pembelajaran, murid-murid harus sudah cukup siap untuk mengikuti pemeblajaran yang berikutnya dengan terlebih dahulu mendapatkan pembelajaran sebelumnya. Hal ini untuk memudahkan siswa menghubungkan kepada struktur pelajaran secara menyeluruh. Motivasi terus menerus dilakukan oleh para guru pada saat murid melakukan tugas-tugas pembelajaran, misalnya memberikan penguatan kepada siswa secara tepat tanpa menghukum siswa yang belum/tidak dapat menyelesaikan tugas pembelajaran.

C. Motivasi Mengajar.

Motivasi berasal dari kata motivum (bahasa latin) yang artinya suatu alasan yang menggerakkan, dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi motivation. Seseorang yang bekerja di suatu perusahaan dengan rajin tentu mempunyai alasan yang mendorong ia untuk berbuat demikian. Dorongan atau motif yang mendasari perbuatannya dapat muncul

dari dalam dirinya sendiri maupun dari luar dirinya. Keinginan untuk berprestasi kerja lebih baik, memperoleh kepuasan kerja dan ingin menunjukkan kemampuan kepada orang lain merupakan motif yang berasal dari dalam diri seseorang. Motivasi adalah kontruksi dugaan yang dilakukan seseorang dalam bertindak atau berperilaku yang memiliki konsep: kebutuhan untuk berhasil, kebutuhan untuk bekerja bersama atau afiliasi, insentif, kebiasaan, pertentangan, dan keingintahuan, serta digunakan untuk prakarsa, petunjuk, intensitas, dan keteguhan perilaku yang dituju.

Mengapa seorang guru datang ke sekolah seperti biasa dan mengerjakan tugas sedikit terpaksa, sedangkan guru lain bekerja dengan sepenuh hati ? tentunya ada dorongan yang dapat menjelaskan mengapa guru bekerja dengan rajin atau kurang rajin, rela atau terpaksa. Keberhasilan dalam melaksanakan suatu kegiatan pembelajaran sebagaimana yang telah dituliskan dalam perencanaan akan memberikan kepuasan pada guru. Penghargaan yang diberikan kepada guru bukan hanya dalam bentuk materi saja, tetapi dapat juga berupa ucapan selamat atau kata-kata pujian dari kepala sekolah. Perkembangan yang dapat dilakukan untuk memotivasi diri dapat berupa menambah ilmu pengetahuan atau keterampilan melalui pelatihan, kursus, pendidikan formal untuk meningkatkan mutu pembelajaran akan memberikan kepuasan bagi guru.

METODA PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Dalam hal ini peneliti ingin menguji hipotesis yang teridiri dari: Pengetahuan guru tentang strategi pembelajaran (X1), Sikap mengajar (X2), motivasi mengajar (X3), sebagai variabel bebas dan hasil belajar mata pelajaran pendidikan PKn (Y) sebagai variabel terikat.

sebagaimana konstelasi masalah penelitian berikut ini:

A. Populasi dan Sampel.

Populasi dalam penelitian ini adalah

seluruh guru-guru SD Negeri 24 kota Banda

Aceh yang mengajar mata pelajaran PKn

berjumlah sebanyak 25 orang. Selanjutnya

sampel yang digunakan dalam penelitian ini

adalah keseluruhan populasi yakni sebanyak 25

orang guru. Masing-masimg kelas ditetapkan 1

(4)

orang sebagai sampel, sedangkan jumlah siswa kelas awal pada SDN 24 sebanyak 230 siswa.

Dari 230 siswa tersebut kemudian ditetapkan 10% sebagai sampel, sehingga sampel yang representatif sebanyak 23 orang.

B. Teknik Pengumpulan Data.

1. wawancara 2 angket

3 tes Hasil Belajar

C. Teknik Analisa Data

Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

Data primer yang berasal dari responden dalam bentuk kuesioner secara manual dipindahkan kedalam tabel-tabel setelah sebelumnya melalui proses editing distribusi frekwensi. Untuk mendapatkan angka persentase dihitung berdasarkan rumus x 100

%. Kegiatan tabulasi ini menghasilkan tabel- tabel firekwensi ataupun tabuasi silang dengan dua variabel yang mempunyai kaitan dengan variabel terpengaruh maupun variabel pengaruh.

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data

Gambaran umum mengenai data hasil penelitian adalah sebagai berikut.

1. Hasil Belajar

Berdasarkan hasil pengolahan data dengan bantuan komputer SPSS/PC+ versi 16.00 diperoleh: Banyaknya data Hasil belajar n + 67; rata-rata skor X = 69,50; median

=70; modus = 70; standar deviasi s = 5,88;

varians = 34,58; range = 26; skor minimal X min = 59; sedangkan skor maksimum X max =85.1

2. Pengetahuan Guru tentang Strategi Pembelajaran

Pengetahuan Guru tetang Strategi Pembelajaran Berdasarkan hasil pengolahan data dengan bantuan komputer SPSS/PC+ versi 16.00 diperoleh:

Banyaknya data persepsi guru n + 15; rata- rata skor X = 71,45; median = 70; modus = 70; standar deviasi s = 5,62; varians = 31,55; range = 26; skor minimal Xmin = 60,sedangkan skor maksimum Xmax = 86.2

3. Sikap Mengajar Guru

Berdasarkan hasil pengolahan data dengan bantuan komputer SPSS/PC+ versi 16.00

diperoleh: Banyaknya data persepsi guru n + 15; rata-rata skor X = 70,97;median = 70,00; modus = 65,00; standar deviasi s = 6,97; varians = 48,65; range = 29,00; skor minimal Xmin = 59; sedangkan skor maksimum Xmax = 88.3

4. Motivasi Guru

Motivasi Guru Berdasarkan hasil pengolahan data dengan bantuan komputer SPSS/PC+ versi 16.00 diperoleh:

Banyaknya data persepsi guru n + 15; rata- rata skor X = 71,45; median = 70; modus = 70; standar deviasi s = 5,62; varians = 31,55; range = 26; skor minimal Xmin = 60,sedangkan skor maksimum X max = 86.2.

B. Persyaratan Analisis

1. Uji Normalitas digunakan Test of Normality Kolmogorov-Smirnov

a. Sebaran Data Hasil Belajar

Hasil belajar diperoleh signifikansi sebesar = 0, 061 lebih besar dari harga alpha (a = 0,05) 4. Karena hasil signifikan (0,061) lebih besar dari harga alpha (a

=0,05), maka hipotesis nol diterima, berarti populasi berdistribusi normal.

b. Sebaran Data Pengetahuan Guru tentang Strategi Pembelajaran

Untuk menguji Normalitas data pengetahuan guru tentang Strategi pembelajaran menunjukkan bahwa pengetahuan guru tentang strategi pembelajaran diperoleh signifikansi sebesar = 0,119 lebih besar dari harga alpha (a = 0, 05).6 Karena hasil signifikan (0,119) lebih besar dari harga alpha (a = 0,05), maka hipotesis nol diterima, berarti populasi berdistribusi normal.

c. Sebaran Data Sikap Guru

Untuk menguji Normalitas data Sikap guru menunjukkan bahwa sikap guru diperoleh signifikansi sebesar = 0, 159 lebih besar dari harga alpha (a = 0,05)6 Karena hasil signifikan (0,159) lebih besar dari harga alpha (a = 0,05), rnaka hipotesis nol diterima, berarti populasi berdistribusi normal.

d. Sebaran Data Motivasi Guru

Untuk menguji Normalitas data motivasi

guru menunjukkan bahwa pengetahuan

guru tentang strategi pembelajaran

diperoleh signifikansi sebesar = 0,119

lebih besar dari harga alpha (a = 0, 05).6

Karena hasil signifikan (0,119) lebih

(5)

besar dari harga alpha (a = 0,05), maka hipotesis nol diterima, berarti populasi berdistribusi normal.

2. Uji Homogenitas

Persyaratan analisis data diuji melalui uji homogenitas. Uji homogenitas data yang digunakan adalah uji Bartlett. Dari hasil perhitungan terlihat bahwa nilai X2 Hiung = 1,98 lebih kecil dari nilai X2 Tabel (a = 0,05) = 5,99. Hal ini menunjukkan bahwa sampel penelitian berasal dari populasi yang homogen.

3. Pengujian Linieritas

1. Pengujian linieritas hubungan variabel bebas pengetahuan guru terhadap strategi pembelajaran dengan variabel terikat Hasil menunjukkan bahwa uji linieritas hubungan variabel bebas dengan variable terikat terlihat dari analisis di peroleh taraf signifikan 0,000 lebih kecil dari taraf signifikansi uji a = 0,05. Hal ini menunjukkan kelinieran terpenuhi.

2. Pengujian linieritas hubungan variabel bebas sikap guru dengan variabel terikat Hasil Belajar menunjukkan bahwa uji linieritas hubungan variabel bebas dengan variabel terikat diperoleh taraf signifikan adalah 0,000 lebih kecil dari taraf signifikansi uji a = 0,05, ini menunjukkan kelinieran terpenuhi.

3. Pengujian linieritas hubungan variabel bebas Motivasi Guru dengan variabel terikat Hasil penbelajaran menunjukkan bahwa uji linieritas hubungan variabel bebas dengan variable terikat terlihat dari analisis di peroleh taraf signifikan 0,000 lebih kecil dari taraf signifikansi uji a = 0,05. Hal ini menunjukkan kelinieran terpenuhi.

C. Hasil Pengujian Hipotesis

1. Hubungan antara Pengetahuan guru terhadap strategi pembelajaran dengan Hasil Belajar Untuk menguji berapa besar hubungan antara persepsi guru terhadap pembelajaran tepadu digunakan Pearson Cor relat ion, dengan bantuan komputer SPSS 10.00 for window. Berdasarkan tabel

diperoleh nilai r hitung = 0,809. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara pengetahuan guru terhadap strategi pembelajaran dengan Hasil belajar . Koefisien determinasi diperoleh r2 = 0,64811. Dengan demikian Hasil belajar ditentukan oleh pengetahuan guru terhadap strategi pembelajaran sebesar 64,8 %.

2. Hubungan Antara Sikap Guru dengan Hasil belajar.Hipotesis kedua yang diajukan dalam penelitian ini adalah; Terdapat hubungan positif antara Sikap guru dengan hasil belajar. Untuk menguji berapa besar hubungan antara sikap guru digunakan Pearson Correlation, dengan bantuan komputer SPSS 10.00 for window.

Berdasarkan Tabel 12 diperoleh nilai r hitung = 0,832. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara Sikap Guru dengan hasil belajar. Koefisien determinasi diperoleh r2

= 0,64944. Dengan demikian hasil belajar ditentukan oleh SIkap Guru sebesar 64,9

%.

3. Hubungan antara Motivasi Guru dengan hasil belajar. Untuk menguji berapa besar hubungan antara motivasi guru dengan hasil belajar diperoleh nilai r hitung = 0,809. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara pengetahuan guru terhadap strategi pembelajaran dengan Hasil belajar . Koefisien determinasi diperoleh r2 = 0,64811. Dengan demikian Hasil belajar ditentukan oleh pengetahuan guru terhadap strategi pembelajaran sebesar 64,8 %.

4. Hubungan antara pengetahuan guru

terhadap strategi pembelajaran dan sikap

guru dan Motivasi Guru dengan Hasil

belajar, dapat disimpulkan bahwa ada

hubungan yang positif antara pengetahuan

guru terhadap trategi pembelajaran dan

sikap guru dan Motivasi guru secara

bersama-sama dengan Hasil belajar . Dari

hasil analisis di atas diperoleh besarnya

koefisien determinasi = 0,741. Ini berarti

besar Hasil belajar ditentukan oleh

Pengetahuan guru. Dari hasil analisis di atas

Israwati, Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Motivasi Mengajar

(6)

nilai F hitung = 50.180 dengan besar signifikansi adalah 0.00 lebih kecil dari harga alpha (a =0.05).9 Maka hal ini berarti terdapat pengaruh pengetahuan guru terhadap strategi pembelajaran, sikap guru dan Motivasi Guru terhadap Hasil belajar terhadap strategi pembelajaran, sikap guru, dan motivasi guru adalah 74,1%.

KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa:

Pertama, ada hubungan yang positif antara hasil belajar dengan pengetahuan guru terhadap strategi pembelajaran sebesar r hitung

= 0,809. Kedua, ada hubungan yang positif antara hasil belajar dengan sikap guru sebesar r hitung = 0, 832. Ketiga, ada hubungan yang positif antara hasil belajar dengan motivasi guru dan sikap guru sebesar r hitung = 0,861.

Keempat, ada hubungan positif antara hasil belajar dengan pengetahuan guru terhadap strategi pembelajaran dan Sikap guru, dan Motivasi guru sebesar r hitung = 0.809.

Hasil belajar ditentukan oleh pengetahuan guru terhadap strategi pembelajaran, sikap guru, motivasi guru sebesar R square (koefisien diterminasi) = 0,741. ini berarti besarnya kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran terpadu ditentukan oleh persepsi guru dan sikap guru dalam pembelajaran terpadu adalah 74,1 %.

DAFTAR PUSTAKA

Ambarjaya. 2009. Model-Model Pembelajaran Kreatif. Badndung: Regina.

Anni, Catharina Tri. 2006. Teori Pembejaran.

Semarang: MKU UNNES.

Bloom Benjamin S. (Ed), 1973.Taxonomy of Educational Objectives: The Classification of Educational Goals Handbook II : Affective Domain, London : Longman Group Limited

Djaali H, Psikologi Pendidikan, 2000.Jakarta : Program Pascasarjana – Universitas Negeri Jakarta

Djamarah, S.B dan Zain, A. 2006. Strategi Belajar Mengajar Edisi Revisi. Jakarta:

Rineka Cipta.

Gagne Robert and Leslie J. Brigs,2000.

Principles of Intuctional Design, Florida State University.

Sudjana Nana, 1998.Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung : PT.

Remaja Rosdakarya

Philip Suprastowo, 2001. Guru pada Era Reformasi, Kajian dalam Meningkatkan Profesionalissme Guru Jakarta : Pusat Penelitian Kebijakan, Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional

Suryabrata. 2012. Psikologi Pendidikan.

Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Sanjaya, aade. 2011. Pengertian, Definisi Hasil Belajar Siswa. Diunduh dari http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/0 3/pengertian-definisi-hasil-belajar.html.

[diakses pada 12/07/2011].

Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning.

Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Referensi

Dokumen terkait

Adi Sarana Armada (ASSA) Logistik Surabaya yang diukur dari kemampuan intelektual dan kemampuan fisik yang perlu mendapatkan perhatian adalah kemampuan memahami intruksi

Berdasarkan uraian di atas, maka masalah yang akan dikaji lebih lanjut dalam penelitian ini adalah pengaruh dosis pupuk kimia terhadap bobot gabah isi padi dengan

Terkait dengan hal tersebut maka perlu dikaji kualitas fisik, kimia dan nutrisi yang terdapat dalam silase ransum komplit tersebut sehingga dapat memenuhi

Perpustakaan sekolah merupakan penyedia informasi yang sangat penting bagi warga sekolah terutama bahan bacaan yang berkaitan dengan proses belajar dan mengajar,

Oleh karena itu, sistem ekonomi Islam perlu dibangun secara lebih sistematis untuk menciptakan sebuah kehidupan yang selamat, sejahtera, benar-benar diinginkan

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian hubungan kemampuan fungsi afektif keluarga dengan pembentukan identitas diri remaja (16-18 tahun) yang tinggal di Asrama

Hasil uji t juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan yaitu adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa diajarkan dengan menggunakan metode penemuan terbimbing

Berdasarkan uraian di atas maka ada beberapa hal yang dapat meransang kreativitas anak yang diharapkan akan menjadi perhatian dari para pendidik, yaitu: 1kegiatan belajar yang bersifat