Dinas Kesehatan Sleman File

21 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Kiat Menulis Artikel

Kiat Menulis Artikel

Artikel atau yang sering disebut tulisan ilmiah 

Artikel atau yang sering disebut tulisan ilmiah 

populer adalah opini atau pendapat atau 

populer adalah opini atau pendapat atau 

gagasan pribadi seseorang yang sifatnya ilmiah 

gagasan pribadi seseorang yang sifatnya ilmiah 

dan disajikan secara populer di media massa, 

dan disajikan secara populer di media massa, 

yang meliputi berbagai aspek kehidupan, baik 

yang meliputi berbagai aspek kehidupan, baik 

politik, ekonomi, sosial-budaya dan hankam. 

politik, ekonomi, sosial-budaya dan hankam. 

Dalam penyajiannya tulisan ini mengacu pada 

Dalam penyajiannya tulisan ini mengacu pada 

metode penulisan yang gampang dimengerti, 

metode penulisan yang gampang dimengerti, 

lugas dan kritis.

(2)

Menggali ide.

 

Kita harus bisa menuangkan ide-ide kita ke  dalam artikel hingga tulisanya ialah murni  pikiran kita. Dalam menggali ide, kita harus  mengunakan pemikiran yang sistematis. 

Mungkin kita bisa bertanya pada diri kita  sendiri apa yang ingin kita sampaikan, lalu  mengapa ada masalah muncul dan 

(3)

Membuat kerangka tulisan

secara detail

 

Kerangka tulisan secara sederhana 

biasanya bermula dari pendahuluan, 

pembahasan masalah, kesimpulan. Biasa  pula dilengkapi dengan solusi 

(4)

Mengumpulkan data, fakta,

referensi dan bahan bacaan

 

Langkah ketiga adalah mencari dukungan opini kita.  Ketika kita membuat tulisan tentang budaya 

freesex yang sedang merajalela, maka kita  memerlukan data tentang berapa orang yang 

pernah melakukan hubungan sex dalam sampel  yang kita pilih, berapa frekuensi hubungannya,  seberapa sering berganti-ganti pasangan. Lantas  kita kemudian mengumpulkan tulisan tentang 

budaya freesex. Tanpa dukungan dari data-data  atau bahan bacaan maka tulisan kita terlihat 

(5)

Menulis dengan ekspresi bebas

 

Langkah terakhir ialah mulai menuliskan  semua yang sudah kita dapat. Kita tidak  perlu berpikir bahwa menulis itu seperti 

menjalankan sebuah mesin mekanis yang  amat rumit. Jangan pernah mengulur 

waktu, sebab dengan menunda-nunda 

(6)

Editing

 

Setelah semua ditulis barulah kita membaca  ulang apa yang sudah kita tulis lalu 

mengedit dan menyusunya dengan rapi.  Periksalah tulisan yang sudah selesai 

dibuat, dari kesalahan yang terjadi 

(7)

Standar penulisan artikel

Aktual. Aktualitas ialah prioritas utama. 

Prioritas bisa dikaitkan dengan momentum  yang tengah terjadi di masyarakat, bisa 

juga dengan momentum sejarah. Misalnya  menulis makna Maulud Nabi menjelang 

(8)

Bahasa yang lugas, padat dan tidak bertele-tele. Bahasa yang bertele-tele mem-buat  penyampaian gagasan menjadi kurang  menajam. Selain itu dapat pula 

membingung-kan dan memusingkan 

(9)

Tulisan mengandung hal yang baru, baik

data maupun pandangan. Banyak penulis  baru yang berambisi memasukkan nama  besar dan pemikiranya dalam tulisan, 

(10)

Ide anda orisinil ? Upayakan agar ide opini  anda memang orisinil. Hal ini 

(11)

Tulisan anda tidak terlalu berat dan teoritis.  Harus dicamkan, bahwa artikel harus bisa  dibaca semua orang. Menulis teknis fisika  atom misalnya, jelas tidak akan dimuat. 

(12)

Isu dalam tulisan anda belum berlalu dalam mainframe besar. Perhatikan isu-isu besar  yang tengah terjadi di masyarakat. Untuk  saat ini misalnya soal pengisian jabatan  Gubernur-Wakil Gubernur DIY.

(13)
(14)

Menyusun strategi sebelum

menulis

1. Kepada siapa anda menyajikan tulisan  anda?

2. Media apa yang anda pilih (internet,  televisi, koran, majalah, radio, dsb)

3. Gaya penulisan apa yang paling tepat? 4. Kira-kira berapa lama pembaca 

(15)

Beberapa kriteria utama artikel 

yang bisa dimuat:

Aktual. Hal pertama yang diperhatikan redaktur  media ketika menerima kiriman artikel adalah  aktualitasnya. Adakah newspeg-nya? Adakah  cantolan aktualitasnya pada peristiwa atau 

kegiatan yang sudah dan sedang berlangsung?  Newspeg ini bisa berupa peristiwa itu sendiri,  misalnya wabah demam berdarah, banjir, 

(16)

Mengandung unsur baru. Jika tulisan Anda  sudah aktual, hal lain yang akan 

diperhatikan redaktur adalah adakah unsur  baru dalam tulisan tersebut. Unsur baru ini  bisa dilihat dari angle (sudut pandang) 

(17)

Kerangka atau sistematika tulisan. Secara  substansial, tidak ada perbedaan antara 

kerangka penulisan artikel populer dengan artikel  ilmiah; setidaknya mengandung tiga komponen  utama, yakni pendahuluan, bagian isi dan bagian  akhir yang berisi kesimpulan dan saran. Namun  untuk artikel iptek populer, pemisahan itu sengaja  dibuat tidak begitu nyata. Artinya, Anda tidak 

(18)

Gaya penulisan. Langkah berikutnya yang harus diperhatikan  adalah gaya penulisan. Sering kali tulisan yang menarik  tapi ditolak hanya karena gaya penulisannya sangat 

academic-heavy” dan dipenuhi dengan istilah-istilah yang  tak disertai padanannya dalam bahasa Indonesia. Anda  harus membayangkan, redaktur tidak punya banyak waktu  untuk mengedit kembali tulisan Anda, jadi dia cenderung  akan memuat tulisan yang sudah jadi dan siap muat saja.  Karenanya, cobalah tulis gagasan dan pemikiran Anda  dalam bahasa yang sederhana, populer dan hidup. 

Tempatkan diri Anda sebagai pembaca awam ketika Anda  sedang memeriksa hasil akhir tulisan Anda. Kalau Anda  merasa istilah yang digunakan masih terlalu “berat”, 

carilah padanan lain yang yang lebih pas – tentunya 

(19)

Bahan pendukung. Jangan lupa melengkapi  tulisan Anda dengan dengan bahan, foto,  gambar, grafik, ilustrasi dan tabel 

pendukung. Ingat, sebagai artikel iptek,  Anda tentu berurusan dengan data, 

skema, angka, rumus dan referensi 

tertentu, yang dapat mendukung argumen  Anda dalam tulisan tersebut dan Anda 

(20)

Sertakan CV singkat. Sebuah keterangan  mengenai siapa Anda akan sangat 

membantu editor untuk memutuskan  apakah artikel ini ditulis seorang awam  atau seorang pakar atau peneliti. Namun  editor juga tidak tergantung nama besar  Anda, tetapi juga kualitas tulisan. Seorang  akademisi yang menulis membosankan 

(21)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...