rta
VOL. V NO. 1, Februari 2005
ISSN: 1412-1131
EFISIENSI
Kajian
llmu Administrasi
Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran
Fakultas llmu Sosial
VOL : V NO : 1, Februari
2005
ISSN: 1412-1131
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR
ISI
1. Persoalan
Buciaya
Dalam Organisasi
Multinasional
-- 1 - 8
Oleh : Rosidah
2. Aplikasi
Teknologi Informasi
Dalam Pengelolaan
Arsip 9 - 20
Oleh: Sugi Rahayu
3. Formulasi
Aspek-aspek
Pelayanan
Publik
Berkualitas
21 - 35
Oleh : Didi Wahyu Sudirman
4. Perilaku
Organisasional
Aparatur Dalam Akselerasi- 36 - 43
Pembangunan
Daerah
Oleh : Djihad Hisyam
5. Program
Komunikasi
Internal
Untuk Meningkatkan
4 4 - 5 3
Kinerja
Karyawan
Oleh : Lena Satlita
Mengelola
Perubahan
Dalam Organisasi
54 - 65
Oleh : Sutirman
Pefaksanaan
Otonomi Daerah,
Moralitas
Pegawai
66 -74
Negeri
Sipil dan Etos Kerja
Oleh : Ngadiran
i
i i
iii
6 .
7 .
n serta sendiri tra .
ganEa-t: Ash- Taniza-'
Pren- Orga-akarta: tjemen ' Daya lerty. ndian, sonnel ' and sey 'ewood
leon'es ;ations nviour
New r satu
Studi
kanto-APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENGELOLAAN ARSIP
Oleh : Sugi Rahayu Abstrak
Arsip sebagai produk kegiatan organisasi volumenya dari waktu ke waktu terus bertambah, sehingga apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai persoalan menyangkut keamanan, pemanfaatan, penyimpanan, perawatan, dan sebagainya. Arsip akan berperan lebih berarti dalam kehidupan organisasi bilamana pimpinan organisasi menganggap penting penyelenggaraan pengelolaan arsip.
Selama ini orang mengartikan arsip dalam pengertian sempit, akibatnya arsip semata-mata hanyalah dianggap dan diperlakukan sebagai dokumen yang cukup untuk disimpan sja. Dalam kehidupan organisasi, arsip dapat diolah menjadi informasi yang berguna untuk manajemen, dukungan terhadap sistem perencanaan, dukungan terhadap sistem pengendalian, dukungan terhadap sistem penilaian, dan manajer.
Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi yang berdampak pada perubahan konsep yang mendasar dari pengertian arsip dan pengelolaannya, maka membawa implikasi pokok berupa perubahan konsep tentang petugas kearsipan (arsiparis). Tugas arsiparis tidak lagi sekedar melaksanakan kegiatan collecting, recording and stoing data, melainkan harus mampu menjadi data analyst dan manajer informasi dalam organisasi
para dan
Pendahuluan
Pada tanggal 30 Juni 2005 Kompas memu'at berita yang berjudul'Arsip Polda Berantakan". Berita tersebut cukup mengagetkan, betapa tidak pada era teknologi informasi yang begini canggih arsip sebuah lembaga pelayanan publik
yang sangat besar seperti Polda Metro Jaya mengalami persoalan dalam pengelolaannya. Dalam berita tersebut dikatakan bahwa selama kurun waktu 30 tahun, dari 1970 sampai 2005, penataan arsip ken-daraan bermotor yang berdomisili di Jakarta berantakan dan terpencar-pencar. Jutaan arsip tak tertata
20
atau forwarder atau data analyst sekaligus manajer informasi.
Petugas kearsipan harus da-pat meletakkan aktivitasnya sebagai komponen yang memerlukan profe-sionalisme tinggi, sehingga dapat mendudukkan profesi arsiparis da-lam kategori yang "diperhitungkan" dan menarik. Tidak dipandang se-belah mata seperti sekarang ini. Un-tuk itu selain persyaratan-persyara-tan yang harus dipenuhi sebagai se-orang arsiparis seperti: ketrampilan, ketelitian, kerapian, kecerdasan, dan kepribadian, masih perlu ditambah kemampuan untuk menjadi data analyst yang mau tidak mau harus menguasi teknologi informasi cian komunikasi (lCT).
Daftar Pustaka
Arsip Polda "Berantakan'. Kompas, 30 Juni 2005.
Jogiyanto, H.M. 2000. Sistem Informasi Berbasis Komputer: Konsep Dasar dan
Komponen. Yogyakarta: BPFE U G M .
Laudon & Laudon. 1995. Essentials of Management Information Systems. Organization and
Vol. V No . I Februai 2005 9 : 20
Technology. London: Prentice-Hall International, Inc.
Noerhadi Magetsari. 1997. "Arsip Sebagai Tulang Punggung Manajemen". Makalah Seminar Nasional Kearsipan.
Yogyakarta: UGM.
The Liang Gie. 1996. Administrasi Perkantoran Modern.
Yogyakarta: Penerbit Liberg.
Warsito Utomo. 1997. "Manajemen Sumberdaya Manusia di Bidang Kearsipan." Makalah Seminar Nasional
Kearsipan. Yogyakarta: UGM. Zulkifli Amsyah, 1998. Manajemen
Kearsipan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Biodata Penulis
Sugi Rahayu adalah salah satu staf pengajar di Program Studi
Perkantoran Fakultas llmu Sosial U niversitas Negeri Yogyakarta
FORMULASI ASPEK-ASPEK PELA Olel Didi WahYu Abstrak
Pelayanan Publik Yang berkuali pemerintah karena berbagai hambat perilaku dan mentalitas SDM dalal pemerintah.
Untuk meningkatkan kualitas Pela untuk dilayani. Sekaligus berupaya m cayaan masyarakat dengan merefo ngevaluasi diri sejauh mana kualitas masyarakat dapat terpenuhi. Upaya' litas pelayanan tersebut dengan met layanan publik, kegiatan pelayanan, 1 sip, standar PelaYanan Publik, kual sesuai dengan keinginan dan kebutuf Dengan memahami formulasi at rapkan pegawai sebagai aparatur nt tivitas kerjannya dalam hal pelayani pelayanan publik yang berkualitas-Kata kunci: pelayanan publik, kualitas Pendahuluan
Pelayanan publik Yang berkua-litas menjadi dambaan masyarakat-Oleh karena itu perbaikan pelayanan diharapkan dapat dilaksanakan de-ngan mengoptimalkan PelaYanan publik untuk memudahkan masya-rakat mendapat PelaYanan Yang oP-timal.
Pemerintah memPunYai Pera-nan besar dalam Pembuatan Pro-gram pelayanan dan kebiiakan Pub-lik, sekaligus memberi kesemPatan partisipasi masyarakat dalam