• Tidak ada hasil yang ditemukan

Siswa SMA Negeri 3 Purworejo Ringkus Jambret

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Siswa SMA Negeri 3 Purworejo Ringkus Jambret"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Siswa SMA Negeri 3 Purworejo

Ringkus Jambret

PURWOREJO,FP – Apa yang dilakukan oleh Imam dan Taufik,

keduanya siswa SMA Negeri 3 Purworejo memang luar biasa dan patut ditiru. Tanpa kenal takut kedua pelajar tersebut berhasil menggagalkan aksi penjambretan yang dilakukan oleh Catur Js (25) dan Prasetyo (18), warga Bagelen, Kecamatan Bagelen terhadap Muuiza Nur Afifa (26) dokter asal Jangkaran, Temon, kulonprogo Sabtu (12/3/2016) malam sekitar pukul 21.40 WIB.

Kejadian bermula saat Muuiza mengendarai sepeda motor jenis matic dari arah Purworejo menuju Yogyakarta. Tiba ditempat kejadian, atau tepatnya di Desa Popongan, tas milik Mauiza yang diletakan di tempat pijakan sepeda motornya dijambret oleh Catur dan Prasetyo. Sadar dirinya dijambret Mauiza kemudian menjerit minta tolong. Mendengar jeritan itu, Imam dan Taufik yang baru pulang dari pengajian langsung melakukan pengejaran.

Aksi kejar-kejaran dan teriakan minta tolong mengundang perhatian Brigadir Aqiunopun yang berada tidak jauh dari tempat kejadian. Brigadir Aqiunopun langsung ikut dalam aksi pengejaran tersebut. Aksi kejar-kejaran berlangung sampai Kecamatan Purwodadi. “Saat lewat di Desa Purwosari, Kecamatan Purwodadi kedua pelaku tidak berkutik karena jalan itu sudah diblokir oleh warga sehingga Brigadir Aqiunopun, Imam dan Taufik dengan mudah meringkusnya,” jelas Kasubag Humas Polres Purworejo AKP Lasiyem dalam gelar perkara Rabu (16/3/2016). Dikatakan, saat dalam pengejaran tersangka penjambretan sempat panik dan membuang tas milik korban. Dari pengakuan tersangka Catur dia nekad menjambret untuk mencukupi kebutuhan anaknya. Kapolres Purworejo AKBP Arsida Septiana SH melalui Kapolsek

(2)

Banyuurip mengungkapkan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kedua tersangka. Meski penangkapan dilakukan di wilayah Purwodadi namun karena tempat kejadian berada di wilayah Banyuurip maka kasus itu ditangani oleh Polsek Banyuurip. “Kita sangat mengapresiasi sekali terhadap tindakan yang dilakukan oleh Imam dan Taufik karena berkat keduanya tersangka penjambretan berhasil ditangkap,” ucapnya.

Kurang Dari 10 Jam Polsek

Banyuurip Ungkap Pencurian

Kayu

PURWOREJO,FP – Hanya membutuhkan waktu lebih kurang 10 jam

Unit Reskrim Polsek Banyuurip berhasil mengungkap kasus pencurian kayu yang terjadi di rumah milik Tugino, warga Desa Popongan, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo belum lama ini. Aparat juga berhasil mengamankan dua terduga pelaku pencurian, yakni Angga Galuh Asmoro warga Desa Popongan dan Irwan Vidianto warga Keruhaan Borokulon. Sementara terduga lainnya, Agus warga Kelurahaan Doplang berhasil melarikan diri.

Bermula dari Tugeno menyewa rumah milik Angga untuk usaha kayu. Saat itu Tugeno meminta Angga untuk membeli gembok. Gembok dan dua kuncinya kemudian diserahkan kepada Tugeno dan kunci satunya disimpan oleh Angga. Pada saat Tugeno pergi Angga yang dibantu oleh Irwan dan Agus kemudian mencuri kayu milik Tugeno.

Kapolsek Banyuurip AKP Rahmad Efendi menjelaskan, setelah mendapat laporan dari korban Senin (7/3/2016) sekitar pukul 16.00 WIB Kanit Reskrim Polsek Banyuurip langsung melakukan

(3)

penyelidikan.

Dari informasi masyarakat diketahui tidak jauh dari lokasi kejadian ada beberapa mobil pick up dengan ciri-ciri tertentu. “Setelah melalui pengamatan akhirnya sekitar pukul 02.00 WIB Kanit Reskrim AIPTU Triono dan anggotanya berhasil menangkap Angga dan Irwan, sedang Agus berhasil kabur dan kini masih dalam pengejaran aparat,” kata AKP Rahmad Efendi.

Disebutkan, kedua terduga pencurian kayu saat ini menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Keduanya diduga telah melakukan tindak pidana pencurian dan melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

KDRT, Oknum Guru SD Negeri

Tepansari Dilaporkan Polisi

PURWOREJO,FP – Habib Sholeh, guru SD Negeri Tepansari, dilaporkan ke Polsek Loano oleh istrinya, Soimah. Guru yang mengajar pendidikan agama dan sudah berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dilaporkan istrinya dengan tuduhan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga).

Menurut penuturan Soimah, dirinya sering sekali dibentak-bentak dengan ucapan kasar dan tidak senonoh. Dia juga pernah dibilang lonte (pelacur) dan kerap diancam akan dicerai. “Saya sudah tidak tahan dengan sikap suami saya yang kasar dan mau menang sendiri,”kata Soimah saat dikunjungi dirumahnya, Senin (29/2/2016).

Kapolsek Loano AKP Markotib melalui Kanit Serse Komari yang dikonfirmasi, Jumat (26/2/2016) membenarkan adanya pengaduan dari Soimah terkait KDRT yang dilakukan oleh suaminya. “Memang

(4)

benar ada laporan kasus KDRT,” kata Komari.

Soimah, korban KDRT

Namun demikian pihak Polsek Loano belum bisa memproses kasus tersebut karena berdasarkan keterangan suaminya dan bebrapa warga datanya masih simpang siur.

Terpisah, Habib Soleh yang ditemui di SD Negeri Tepansari membantah dirinya sudah melakukan KDRT kepada istrinya. “Jangan dipercaya omongan istri saya yang tidak karuan itu,” ucap Habib Soleh

Simpan Shabu-Shabu Warga

Loano Diamankan Sat Narkoba

PURWOREJO, FP – Kedapatan menyimpan satu paket shabu-shabu,

Ar, warga Desa Mudalrejo, Kecamatan Loano harus berurusan dengan anggota Satuan Narkoba Polres Purworejo. Ar ditangkap Minggu (28/2/2016) di depan toko Indomart, Kutoarjo.

Bermula dari informasi masyarakat jika Ar hendak menemui seseorang untuk transaksi di depan toko Indomart kampung Senepo Kutoarjo. Mendapat informasi itu anggota Sat narkoba kemudian menunggu Ar di lokasi. Setelah disanggong beberapa saat Ar muncul dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat.

Begitu tersangka muncul petugas langsung menyergap dan menggeledah sepeda motor yang dikendarai Ar. “Petugas akhinya menenukan satu paket shabu-shabu kecil di dalam dasbord sepeda motornya,” kata AKP Junani Jumantoro, Kasat Narkoba Polres Purworejo.

(5)

Sementara Kapolres Purworejo AKBP Arsida Septiana melalui Kasubag Humas AKP Lasiyem saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan itu. “Dengan ditemukannya barang bukti berupa satu paket shabu-shabu kecil tersangka akan dijerat dengan pasal 112 (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara,” jelasnya.

Guna pengusutan lebih lanjut kini Ar diamankan di ruang sel tahanan Mapolres Purworejo.

Terbukti Edarkan Dan Gunakan

Shabu-Shabu

Masih

Juga

Mengelak

PURWOREJO,FP – APW (33), warga Desa Prapag Lor, Kecamatan

Pituruh tak bisa mengelak lagi saat dibawa ke Polres Purworejo untuk dilakukan tes urine hasilnya positif mengunsumsi shabu-shabu. Akibatnya APW harus mendekam dalam sela tahanan polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

APW ditangkap jajaran Sat Narkoba Polres Purworejo awal bulan Februari lalu lantaran diduga hendak melakukan transaksi shabu-shabu di wilayah kecamatan Butuh.

Penangkapan APW berawal dari informasi masyarakat jika APW akan melakukan transaksi dengan sesorang. Selanjutnya Satuan Narkoba Polres Purworejo melakukan penyelidikan. Brigadir Rohmad Riyadi yang sebelumnya memang sudah mengenal tersangka dapat menemukan APW di Kecamatan prembun, Kebumen.

(6)

pesan singkat yang ditujukan kepada Reri yang berbunyi “ pom bensin Klepu ke barat ketemu jembatan ada dlm bks tisue aqua disebelah barat jembatan dibawah pohon besar pertama yang ada tulisan sambal belut” .

“Setelah dilakukan penelusuran terhadap pesan singkat tersebut di Desa Wironatan Kecamatan Butuh memang ditemukan bekas bungkus tisue aqua yang didalamnya terdapat satu paket shabu-shabu,” kata Kasat Narkoba AKP Junani Jumantoro.

Dijelaskan, dalam pemeriksaan awal tersangka tidak mengakui perbuatannya. “Namun kami memiliki lebih dari dua alat bukti untuk menjeratnya dalam perkara penggunaan shabu-shabu,” ucap AKP Junani.

Kapolres Purworejo AKBP Arsida Septiana SH membenarkan Satuan Narkoba telah melakukan penangkapan terhada APW. “Terhadap APW diduga telah mengedarkan dan menggunakan narkoba jenis shabu-shabu. Tersangka telah melanggar pasal 114 (1) sub 112 (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” jelasnya.

Main Judi Dipasar, 10 Orang

Digelandang Polisi

PURWOREJO,FP – Main judi memang tidak mengenal tempat waktu,

dimana dan kapanpun bisa digelar selama bandar dan pemasang ada. Seperti yang terjadi di Pasar Suronegaran Purworejo. Pasar yang seharusnya sebagai tempat jual beli ternyata dijadikan arena perjudian dadu. Akibatnya arena adu keberuntungan itu digerebeg anggota Sat Reskrim Polres Purworejo. 10 pemain berhasil diamankan aparat.

(7)

Meski sempat berusaha melarikan diri saat polisi datang, namun karena lokasi sudah terkepung mereka akhirnya pasrah saja dikeler ke Polres Purworejo. 10 orang yang diamankan antara lain, Par (48), warga Tambak Rejo; Dwi (40) dan Der (33), warga Purworejo; End (55), warga Pangen Juru Tengah; Pan (43), Ulf (33), warga Baledono; Har (62), warga Karang Talun; AL (55), warga Kaliboto; Eko (48), warga Meranti dan Suy (34) warga Sidoleren.

Kasat Reskrim, AKP Kholid Mawardi, S.H, menuturkan, pelaku ditangkap oleh saat sedang bermain judi dadu kopyok, Sabtu (20/02/2016) di dalam salah satu kios komplek Pasar Suronegaran Purworejo. “Par sebagai bandar, Ulf sebagai kasir, Dwi sebagai pengepul, sementara 7 pelaku lainya sebagai pemasang,” ungkapnya, Minggu (28/02/2016).

Dikatakan, selain menangkap para pemain, aparat juga mengamankan uang senilai Rp. 980 ribu dan alat peraga perjudian. “Semua sudah kami sita sebagai barang bukti,” tambah Kasat Reskrim.

Saat ini ke-10 pelaku masih dalam penahanan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ke-10 pelaku perjudian tersebut dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang perjudian dan terancam hukuman penjara selama 10 tahun penjara.

Bawa Kabur Uang Setoran,

Karyawan UD Diringkus Unit

Reskrim

PURWOREJO, FP – Karena ulahnya, Budi Rahayu (48) warga RT 01 RW 02 Kelurahan Pangen Jurutengah, Kecamatan/Kabupaten

(8)

Purworejo terpaksa harus berurusan dengan Unit Reskrim Polsek Bayan. Pasalnya, karyawan UD Sari Jaya ini nekad membawa kabur uang sebesar Rp 100 juta milik Kamijo (60) yang tak lain majikannya sendiri.

Kanit Reskrim Polsek Bayan Ipda Priyanto SH saat dikonfirmasi awak media membenarkan kejadian tersebut. Dipaparkan, kejadian bermula saat Senin (21/12/2015) Kamijo menghitung uang yang akan disetorkan ke sebuah bank di Kutoarjo. Diruangan itu selain Kamijo juga ada Budi Rahayu ikut menyaksikan penghitungan itu.

“Diduga saat Kamijo lengah tersangka mengambil satu ikat uang senilai Rp 100 juta yang berada diatas meja. Korban baru menyadari uangnya hilang saat penghitungan uang setoran di bank,” katanya.

Lanjut Kanit Reskrim, waktu itu korban hendak menyetor sebesar Rp 692.482.000, namun saat dihitung ulang oleh petugas bank jumlahnya hanya Rp 592.482.000. Mengetahui uangnya kurang Rp 100 juta, korban kembali ke kantor UD Sari Jaya untuk menanyakan pada Budi Rahayu karena pada saat itu tersangka berada satu ruangan dengan dirinya saat menghitung uang.

Namun pada sat itu tersangka sudah tidak ada di kantor. Setelah mencari keberadaan tersangka selama beberapa hari namun tidak juga ketemu akhirnya Kamijo melaporkan kejadian itu ke Polsek Bayan.

Tersangka dikawal petugas menunjukkan TKP

Mendapat laporan itu, Kanit Reskrim Polsek Bayan langsung melakukan penyidikan. Sayangnya berdasarkan informasi yang diperoleh ternyata tersangka sudah keburu kabur ke Bandung. Tak mau buruannya kabur begitu saja, Kanit Reskrim Polsek Bayan kemudian melakukan pengejaran ke Bandung.

(9)

Namun upaya pengejaran itu tidak membuahkan hasil lantaran dari informasi yang didapat tersangka Budi Rahayu ternyata sudah kembali ke Purworejo. Namun berkat keuletan dan kesabaran Unit Reskrim Polsek Bayan akhirnya pada Jumat (12/2/2016) tersangka berhasil diringkus.

Sementara itu, Kapolres Purworejo AKBP Arsida Septiana SH menjelaskan, sebelum ditangkap tersangka sempat melarikan diri ke Bandung selama dua bulan. “Dari hasil pemeriksaan tersangka mengaku uang Rp 100 juta digunakan untuk foya-foya di Bandung selama kurang lebih dua bulan,” ucap Kapolres.

Guna pemeriksaan lebih lanjut kini Budi Rahayu meringkuk dalam sel tahanan Mapolres purworejo. Juka terbukti bersalah Budi diduga telah melanggar pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Buron 2,5 Tahun Tersangka

Pencuri

Mobil

Ditangkap

Petugas

PURWOREJO, FP – Setelah menjadi buron selama 2, 5 tahun,

Juwanto (33) warga RT 05 RW 01 Desa Krakal Tamanan, Kecamatan Kretek Kabupaten Wonosobo akhirnya tertangkap Sat Reskrim Polres Purworjo dan kini harus mendekam dalam sel tahanan. Juwanto ditangkap anggota Sat Reskrim Polres Purworejo di Kalideres, Jakarta, Kamis (4/2/2016) setelah sebelumnya ditunggu selama beberapa hari. Juwanto dan Ww (masih DPO) adalah tersangka kasus pencurian mobil Pick Up Mitsubhisi L 300 Nopol AA 1762 VC milik warga Desa Megulung Kidul, Kecamatan Pituruh.

(10)

Kapolres Purworejo AKBP Arsida Septiana SH, didampingi Kasat Reskrim AKP Kholid Mawardi SH, menjelaskan, kasus pencurian yang dilakukan oleh tersangka terjadi pada bulan September 2013. Awalnya dua tersangka dari Wonosobo menyusuri wilayah di Kabupaten Purworejo. Setelah sampai di Desa Megulung Kidul, Kecamatan Pituruh keduanya melihat satu unit mobil Pick Up yang diparkir dihalaman rumah korban.

“Dengan menggunakan kunci T tersangka JWT merusak lubang kunci kemudian langsung menyalakan mobil dan berusaha menjauh dari TKP. Namun baru berjalan sekitar 4 km mobil hasil curian itu mogok,” kata Kapolres. Merasa aksinya tidak berhasil Juwanto kemudian kabur ke Jakarta dan menetap disana. “Namun berkat keuletan anggota akhirnya kasusu pencurian ini berhasil diungkap,” ucap Kapolres.

B a r a n g b u k t i k a s u s pencurian mobil

Atas perbuatannya itu Juwanto diduga telah melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Polisi Gadungan Ditangkap

Anggota TNI Peras Warga Di

Alun-Alun

PURWOREJO, FP – Supriyono (39) warga Kelurahan Cangkrep Lor,

Kecamatan/Kabupaten Purworejo terpaksa harus berurusan dengan pihak berwajib. Pasalnya, pria yang tidak mempunyai pekerjaan

(11)

tetap itu nekad mengaku sebagai anggota Polisi dan melakukan pemerasan terhadap warga. Beruntung aksinya dapat dipergoki Kopda Kamiadi, anggota TNI Staf Intel Yonif 412 Raider sehingga korban pemerasan dapat diselamatkan.

Diceritakan Kopda Kamiadi, peristiwa terjadi belum lama ini di alun-alun Purworejo sekitar pukul 19.00 WIB tepatnya di depan kantor KONI. Saat itu Kopda Kamiadi mengendarai sepeda motor hendak berangkat apel di Bataliyon dan berhenti di lampu merah dekat kantor KONI. “Tiba-tiba ada orang yang memberitahu saya kalau ada aksi pemerasan dekat kantor KONI,” kata Kopda Kamiadi saat dikonfirmasi awak media Selasa (2/2/2016).

Mendapat laporan itu Kopda Kamiadi kemudian mendatangi depan kantor KONI dan melihat seorang pria sedang meminta uang kepada korbannya. Korban mengaku dimintai uang secara paksa namun belum diberi dan sempat memanggil kakaknya untuk mnta pertolongan. Setelah diinterogasi pelaku mengaku anggota polisi.

“Waktu itu pelaku sempat akan kabur namun berhasil saya tangkap kemudian saya serahkan kepada anggota Satlantas Polres Purworejo yang saat itu tengah bertugas,” jelasnya.

Kapolres Purworejo AKBP Arsida Septiana SH melalui Kasubag Humas AKP Lasiyem saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Disebutkan, dalam aksinya pelaku mengaku sebagai polisi berpakaian preman dan meminta sejumlah uang kepada korbannya.

Dia menghimbau agar masyarakat lebih waspada dan hati-hati terhadap oknum yang mengaku-ngaku sebagai anggota Polri untuk tujuan tidak baik. “Jika mendapati kejadian serupa agar masyarakat jangan sungkan atau takut untuk melapor pada kantor atau petugas kepolisian terdekat,” ucapnya. Guna proses pengusutan lebih lanjut Supriyono kini diamankan di Mapolres Purworejo.

(12)

Konsumsi Sabu, Guru SD

Dibekuk Polisi

PURWOREJO, FP – Satu jam setelah melakukan penggrebegan permainan judi ceki di rumah Tri Suharto (49) warga Desa Jatingarang, Kecamatan Bayan Jumat (29/1/2016) lalu, di lokasi yang sama aparat Polres Purworejo juga berhasil manangkap dua tersangka pengguna sabu-sabu.

Kedua tersangka itu adalah Tri Suharto si pemilik rumah dan Joko Apriyanto (38) warga Desa Suren RT 05 RW 04 Kecamatan Kutoarjo. Ironisnya, tersangka Tri Suharto adalah seorang guru olahraga di sebuah sekolah dasar (SD). Penangkapan kedua tersangka pengguna naroba jenis sabu-sabu dilakukan pada Sabtu (30/1/2016) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

“Saat dilakukan penangkapan kedua tersangka sempat mengelabui petugas dengan cara membuang barang bukti berupa sabu-sabu seberat 8,8750 gram miliknya di perkebunan sekitar lokasi. Setelah dilakukan pencarian ditemukan bong alat hisap sabu-sabu dan bungkusan lakban warna coklat yang berisi 4 paket sabu-sabu,” jelas Kapolres.

Tersangka kasus sabu-sabu

Dengan bukti awal itu, lanjut Kapolres, selanjutnya dilakukan pemeriksaan urine terhadap dua pelaku. Hasilnya kedua pelaku positif mengkonsumsi sabu-sabu. “Dari pemeriksaan awal keduanya mengaku barang haram tersebut untuk dikonsumsi sendiri,” ucap Kapolres Purworejo didampingi Kast Reskrim AKP Kholid Mawardi SH dan Kasubag Humas AKP Lasiyem.

(13)

Jika terbukti bersalah keduanya akan dijerat pasal 114 sub 112 UU RI tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMA Negeri 8 Purworejo maka dapat diindikasikan bahwa hasil belajar siswa mata pelajaran Akuntansi kelas XI IS masih rendah yang

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kondisi fisik siswa yang mengikuti ekstrakurikuler sepakbola di SMA Negeri 7 Purworejo nantinya

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS STRUKTUR ATOM DALAM PELAJARAN KIMIA MELALUI TEKNIK JIGSAW DENGAN KARTU UNSUR PADA SISWA KELAS Xi. SMA NEGERI

Rencana penelitian yang akan dilakukan dalam menggunakan pendekatan CTL untuk meningkatkan kemampuan speaking siswa kelas X-4 SM A Negeri 11 Purworejo dalam mendeskripsikan

Berdasarkan permasalahan pembelajaran membaca pemahaman pada siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 8 Purworejo seperti yang telah diuraikan di atas, peneliti memilih

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) ada tidaknya pengaruh intelegensi terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 6 Purworejo tahun ajaran 2012/2013,

Skripsi yang berjudul “ Mengembangkan Komunikasi Kelas Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Siswa Pada Pembelajaran Matematika Di SMP Negeri 3 Purworejo ” ini telah

Berdasarkan permasalahan pembelajaran membaca pemahaman pada siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 8 Purworejo seperti yang telah diuraikan di atas, peneliti memilih menggunakan metode