BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan permasalahan yang akan diteliti oleh penulis, maka metode

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode dan Desain Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang akan diteliti oleh penulis, maka metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif komparatif

(descriptive-comparative). Sebagaimana yang dijelaskan Ulber Silalahi (2006: 147), bahwa

“metode komparatif deskriptif yaitu membandingkan variabel yang sama untuk sampel yang berbeda atau membandingkan variabel yang berbeda untuk sampel yang sama”.

Metode deskriptif komparatif ini digunakan dengan tujuan untuk menggambarkan variabel yang diteliti yaitu prestasi belajar dan membandingkan apakah terdapat pola perbedaan atau kesamaan variabel tersebut terhadap sampel dalam penelitian ini. Penggunaan metode ini bermanfaat terutama dalam rangka menjelaskan bagaimana tingkat prestasi belajar siswa pada siswa program kelas akselerasi dan program kelas sekolah bertaraf internasional di SMP Negeri 1 Tasikmalaya dan membandingkan kemampuan peserta programnya, apakah sama atau berbeda dalam pencapaian prestasi belajarnya itu.

Penulis menggunakan metode deskriptif komparatif karena masalah yang akan diteliti terdiri atas variabel bebas (X) yaitu kelas akselerasi

( )

Χ1 dan kelas sekolah bertaraf internasional

( )

Χ2 , serta variabel terikat (Y) yang akan dibandingkan sama yaitu prestasi belajar siswa pada sampel yang berbeda, kemudian akan diteliti apakah terdapat perbedaan prestasi belajar antara variabel

(2)

bebas pada sampel yang berbeda. Keterkaitan antara variabel bebas dan terikat dalam penelitian ini digambarkan dalam desain penelitian sebagai berikut:

Tabel 3.1 Desain Penelitian Variabel Bebas

Variabel Terikat

Siswa Kelas Akselerasi (X1)

Siswa Kelas Sekolah Bertaraf Internasional

(X2)

Prestasi Belajar Siswa Aspek Penguasaan Konsep dan Penerapan Konsep (Y)

X

1

Y

X

2

Y

Langkah dalam metode penelitian ini tidak ada pengontrolan variabel, penelitian dilakukan secara alamiah, melakukan pengumpulan data dengan instrumen yang ditetapkan, lalu menganalisis data secara statistik. Uji statistik yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial dengan uji-t dua sampel (independent sample T-test).

B. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi

Populasi adalah jumlah total dari seluruh unit atau elemen dimana peneliti tertarik. Menurut Singarimbun dalam Iskandar (2008: 68), ‘populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit-unit analisis yang memiliki ciri-ciri yang akan diduga’. Masih dalam Iskandar (2008:68), Nawawi menjelaskan populasi adalah ‘keseluruhan subjek penelitian yang dapat terdiri dari manusia, benda-benda,

(3)

hewan, tumbuh-tumbuhan, gejala-gejala, nilai tes atau peristiwa-peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu di dalam suatu penelitian’.

Sugiyono (2009: 61) mengemukakan “populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/ subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dari luasnya definisi populasi, maka penulis membatasi definisi populasi yang merupakan seluruh unit-unit yang darinya sampel dipilih, maka populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas akselerasi dan kelas sekolah bertaraf internasional di SMP Negeri 1 Tasikmalaya.

2. Sampel

Sampel adalah sebagai bagian dari populasi, sebagai contoh yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu. Merupakan satu subset atau tiap bagian dari populasi apakah itu representative atau tidak. Memilih sampel secara tepat merupakan tahap sangat penting dalam mengadakan satu penelitian sebab kualitas sampel menentukan tingkat generalisasi tentang populasi.

Menurut Sugiyono (2009: 62) “sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sementara teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel”. Adapun teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik nonprobability sampling dengan

purposive sampling (pengambilan sampel tujuan). Purposive sampling adalah

pengambilan sampel berdasarkan penilaian subjektif peneliti berdasarkan pada karakteristik tertentu yang dianggap mempunyai kaitan dengan karakteristik yang sudah diketahui sebelumnya dengan pertimbangan tertentu.

(4)

Pada dasarnya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar siswa kelas VII di kelas akselerasi dan siswa kelas sekolah bertaraf internasional, maka sampel yang diambil penulis adalah para siswa kelas VII-A akselerasi berjumlah 30 orang dan kelas VII (B dan C) sekolah bertaraf internasional yang berjumlah 30 dan 31 orang siswa, jadi jumlah sampelnya yaitu 91 orang dari seluruh populasi kelas akselerasi dan SBI di SMP Negeri 1 Tasikmalaya. Penulis menetapkan seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Sampel penelitian untuk masing-masing kelas secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 3.2

Penyebaran Anggota Populasi Penelitian

No Kelas Populasi Jumlah

L P

1. VII- A (Akselerasi) 15 15 30

2. VII- B (SBI) 16 15 31

3. VII- C (SBI) 11 19 30

Jumlah 42 49 91

C. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan cara turun langsung ke lapangan untuk mendapatkan data yang akurat dan sesuai dengan kegiatan rutin yang dilakukan. Dalam penelitian, untuk memperoleh kebenaran yang obyektif dalam pengumpulan data maka diperlukan teknik serta adanya instrumen yang tepat agar masalah yang diteliti akan terefleksi dengan baik.

(5)

Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian iniadalah teknik studi dokumentasi dan teknik pendukung untuk memperkaya perolehan data dan informasi dalam penelitian melalui wawancara.

1. Studi Dokumentasi

Studi dokumentasi merupakan teknik utama dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa di kelas akselerasi dengan siswa di kelas sekolah bertaraf internasional. Dengan studi dokumentasi ini, diperoleh sumber data sekunder berupa dokumen- dokumen atau catatan prestasi belajar siswa yang dikumpulkan untuk kemudian dianalisis, selain itu juga dikumpulkan arsip-arsip yang berhubungan dengan masalah penelitian untuk bahan analisa penulis.

2. Interview (wawancara)

Dilaksanakan sebagai teknik pendukung untuk melengkapi data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian. Wawancara dilakukan dengan cara percakapan langsung kepada pihak terkait mengenai sistem/ program pendidikan kelas akselerasi dan kelas sekolah bertaraf internasional, serta informasi lainnya yang berhubungan dengan pokok permasalahan penelitian.

D. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan alat bantu bagi peneliti dalam mengumpulkan data. Suharsimi Arikunto (2007: 134) mengemukakan bahwa: “…kualitas instrumen akan menentukan kualitas data yang terkumpul,

(6)

…menyusun instrumen bagi kegiatan penelitian merupakan langkah penting yang harus dipahami betul- betul oleh peneliti”.

Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu berupa pedoman studi dokumentasi, yang disusun oleh peneliti sebagai kisi-kisi dalam melakukan studi dokumentasi. Pada pedoman ini disusun atau ditentukan dokumen-dokumen apa saja yang diperlukan sebagai sumber data penelitian seperti hasil tes seleksi, transkrip nilai, laporan hasil belajar (rapor) legger, dan data-data lain yang diperlukan.

Selain itu juga dibuat pedoman wawancara berupa kisi-kisi atau lembar wawancara yang berisi catatan apa saja pertanyaan yang akan diajukan kepada sumber data (terwawancara) mengenai informasi yang berkaitan dengan masalah penelitian. Adapun yang menjadi sumber datanya (responden) yaitu kepala sekolah SMP Negeri 1 Tasikmalaya, guru, dan wali kelas yang bersangkutan dengan variabel penelitian.

E. Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian atau untuk menguji hipotesis-hipotesis penelitian yang telah dinyatakan sebelumnya. Setelah data diperoleh melalui studi dokumentasi dan wawancara, kemudian data tersebut diolah dalam bentuk tabel dengan menggunakan teknik deskriptif dan teknik komparatif.

Metode analisis data yang dirasa relevan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif menggunakan statistik deskriptif dan inferensial.

(7)

1. Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif dalam penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan data perolehan prestasi belajar siswa dalam penelitian seperti nilai rata-rata (Mean), nilai tengah data (Median), nilai modus (Mode) Variansi (Variance), simpangan baku (Standard Deviation), nilai terendah data (Minimum), dan nilai tertinggi data (maksimum).

2. Statistik Inferensial

Statistik inferensial/ analitik digunakan peneliti untuk menetapkan sejauh manakah dapat menyimpulkan (menggeneralisasi) hasil penelitian dari data yang diperoleh dalam kelompok subyek yang terbatas (sampel) bagi populasi penelitian. Dalam penelitian ini digunakan analisis inferensial untuk menentukan apakah hipotesis diterima atau ditolak dan mengukur signifikansi rata-rata antara sampel yang diteliti yaitu dengan uji-t tepatnya uji-t dua sampel (Independent

sample T-Test).

Dari uraian tersebut, maka selanjutnya penulis jelaskan teknik analisis data yang digunakan yaitu perhitungan Mean, Median, Modus, Variansi, Standar Deviasi, serta uji-t.

a. Perhitungan Mean

Mean merupakan nilai rata-rata yang bisa mewakili sekumpulan data yang representatif. Teknik ini digunakan untuk menjawab masalah penelitian mengenai bagaimana prestasi belajar siswa.

(8)

Rumus untuk mencari mean yang penulis gunakan adalah: N x Me = ∑ i Keterangan: Me = rata-rata (mean) =

Xi jumlah nilai x ke i sampai ke n N = jumlah individu

Untuk data bergolong yang tersusun dalam tabel distribusi frekuensi, rumusnya adalah: i i i f X f Me ∑ ∑ = Keterangan: Me = rata-rata (mean) =

fi Jumlah data/ sampel =

i iX

f produk perkalian antara fi pada tiap interval data dengan tanda Kelas (Xi) pada tabel distribusi frekuensi

(Sugiyono, 2009: 54) b. Perhitungan Median

Median adalah salah satu teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai tengah kelompok data yang telah disusun urutannya dari yang terkecil sampai yang terbesar, atau sebaliknya. Untuk menghitung median data bergolong yang tersusun dalam tabel distribusi frekuensi, rumus yang digunakan adalah:

            − + = f F n p b Md 2 1

(9)

Keterangan: Md = Median

b = batas bawah, dimana median akan terletak n = banyak data/ jumlah sampel

F = Jumlah semua frekuensi sebelum kelas median f = Frekuensi kelas Median

(Sugiyono, 2009: 53) c. Perhitungan Modus

Modus merupakan teknis penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai yang sedang popular ( yang sedang menjadi mode) atau nilai yang sering muncul dalam kelompok tersebut. Untuk menghitung modus data bergolong yang tersusun dalam tabel distribusi frekuensi digunakan rumus:

      + + = 2 1 1 b b b p b Mo Keterangan: Mo = Modus

b = batas kelas interval dengan frekuensi terbanyak p = panjang kelas interval

b1 =Frekuensi pada kelas modus (frekuensi pada kelas interval yang terbanyak) dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sebelumnya

b2 = Frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval berikutnya (Sugiyono, 2009: 52) d. Perhitungan Variansi

Salah satu teknik statistik yang digunakan oleh penulis untuk menjelaskan homogenitas kelompok yaitu dengan variansi. Variansi merupakan jumlah kuadrat

(10)

semua deviasi nilai-nilai individual terhadap rata-rata kelompok. Variansi dari sekelompok data dari suatu variabel dapat dirumuskan sebagai berikut:

) 1 ( ) ( 2 2 − − Σ = n X X s i Keterangan: = 2 s varians sampel = n jumlah sampel 1 − n = derajat kebebasan (Sugiyono, 2009: 57) e. Perhitungan Standar Deviasi

Standar deviasi/ simpangan baku dari data yang telah disusun dalam tabel distribusi frekuensi dapat dihitung dengan rumus:

) 1 ( ) ( 2 − − Σ = n X X s i Keterangan:

s = simpangan baku sampel

n = jumlah sampel

(Sugiyono, 2009: 57) f. Perhitungan Uji-t

Untuk pengujian hipotesis penelitian, penulis menggunakan teknik analisis inferensial dengan uji-t. Uji-t merupakan analisis parametrik yang digunakan untuk menguji perbedaan mean (rata-rata) untuk dua kelompok dan menentukan apakah terdapat perbedaan yang sebenarnya atau secara kebetulan (Iskandar, 2008: 113).

(11)

Terdapat beberapa beberapa pertimbangan dalam memilih rumus t-test yaitu: a) apakah dua rata-rata itu berasal dari dua sampel yang jumlahnya sama atau tidak, b) apakah varians data dari dua sampel itu homogen atau tidak. Untuk menjawab itu perlu pengujian homogenitas varians. Untuk uji homogenitas, langkahnya adalah sebagai berikut:

1) Mencari variansi masing-masing kelompok sampel dengan rumus sebelumnya (di atas)

2) Digunakan uji F dengan rumus berikut ini:

kecil VariansTer

besar VariansTer

F =

Bila harga F hitung lebih kecil atau sama dengan F tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Ho diterima berarti varians homogen.

Setelah melewati pengujian di atas, selanjutnya masuk ke pengujian hipotesis penelitian. Pilihan uji statistik ditentukan salah satunya oleh tipe hipotesis. Tipe hipotesis yang diambil dalam penelitian ini yaitu hipotesis perbedaan antara variabel (difference hypotheses between variables). Untuk menguji hipotesisnya, maka menggunakan uji-t (t-test) atau difference of the

means test untuk dua sampel (independent sample t-test). Apa yang diuji adalah

suatu peristiwa dari dua sampel dan jumlahnya tidak harus sama. Tujuan uji ini adalah membandingkan rata-rata dari dua grup yang tidak berhubungan satu dengan yang lain, apakah secara signifikan kedua kelompok ini mempunyai rata-rata yang sama atau tidak.

(12)

Adapun formula untuk uji- t sampel independent adalah sebagai berikut: 1) Bila varians homogen maka digunakan rumus :

(

)

(

)

      + − + − + − − = 2 1 2 1 2 2 2 2 1 2 1 2 1 1 1 2 1 n n n n S n S n n X X t (Sugiyono, 2009: 138)

2) Bila varians tidak homogen maka digunakan rumus :

2 2 2 1 2 1 2 1 n S n S X X t + − = dimana: 1

X adalah rata-rata dari sampel pertama; 2

X adalah rata-rata dari sampel kedua; 1

n adalah ukuran sampel pertama; 2

n adalah ukuran sampel kedua; 2

1

S adalah variansi sampel pertama 2

2

S adalah variansi sampel kedua S2 dicari dengan formula:

(

)

(

)

2 / / 2 1 2 2 2 2 2 1 2 1 2 1 2 − + − − − =

n n n X X n X X S (Iskandar, 2008: 113)

(13)

F. Prosedur Pelaksanaan Penelitian 1. Tahap Persiapan

Tahap ini diawali dengan kegiatan konsultasi mengenai rancangan penelitian dengan dosen pembimbing akademik. Selain itu juga melakukan studi pendahuluan ke lapangan yang akan dijadikan lokasi penelitian untuk memperoleh berbagai informasi agar memahami keadaan lapangan, terutama keadaan populasi untuk akhirnya diambil sampel penelitiannya. Sekaligus juga menyampaikan maksud dan tujuan peneliti untuk mendapatkan izin penelitian di lapangan. Di lapangan peneliti mengumpulkan informasi serta mengurus perizinan penelitian kepada pihak-pihak yang bersangkutan.

2. Tahap Perencanaan

Tahap ini merupakan penyusunan rancangan atau desain penelitian termasuk di dalamnya menentukan dan merumuskan alat atau teknik pengumpulan data.

3. Tahap Pengumpulan Data

Setelah disusun instrumen penelitian, selanjutnya mengumpulkan data-data penting yang berkaitan dengan penelitian. Pengumpulan data-data dilakukan sesuai dengan pedoman yang telah disusun.

4. Tahap Pengolahan Data Hasil Penelitian

Data yang diperoleh diolah dengan dengan statistik untuk menguji hipotesis penelitian serta menarik kesimpulan dari hasil penelitian.

5. Tahap Pelaporan

Pada tahap ini, dirumuskan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di lapangan, kemudian disusun menjadi suatu laporan keseluruhan dalam bentuk skripsi yang selanjutnya diajukan kepada tim penguji sidang untuk penilaian.

Figur

Tabel 3.1  Desain Penelitian                 Variabel Bebas

Tabel 3.1

Desain Penelitian Variabel Bebas p.2

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :