PEMBUATAN APLIKASI TRANSFER FILE ANTARA PERANGKAT MOBILE
MELALUI MEDIA JARINGAN NIRKABEL BERBASIS PYS60
Rio Indra Maulana - Ary Mazharuddin Shiddiqi, S.Kom, M.Comp.Sc - Bagus Jati Santoso, S.Kom Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember,
Email: [email protected] Abstrak Dewasa ini perkembangan teknologi
telekomunikasi khususnya teknologi ponsel berkembang dengan pesat. Perkembangan ini mengarah pada lahirnya mobile multimedia phone, antara lain ponsel-ponsel nokia yang berjalan dalam lingkungan sistem operasi symbian 60 guna mempermudah manusia dalam berbagai hal seperti pekerjaan, hiburan dan yang tak kalah penting adalah komunikasi. Untuk memenuhi kebutuhan akan kualitas multimedia yang baik maka mau tidak mau ukuran dari data media harus ditingkatkan sehingga kapasitas storage pun juga memerlukan perluasan. Namun perkembangan tesebut tidak diikuti dengan perkembangan dalam bidang pertukaran data antar ponsel dimana alternatif pengiriman data antar ponsel hanya melalui teknologi bluetooth, sedangkan pada kebanyakan ponsel saat ini telah tersedia koneksi WLAN yang sementara ini hanya digunakan untuk koneksi internet.
Oleh karena itu dalam tugas akhir ini penulis menciptakan alternatif lain dalam pengiriman data antar ponsel yang lebih cepat dan fleksible menggunakan fitur WLAN yang ada pada lingkungan symbian S60 dengan menggunakan PyS60. Dari hasil percobaan yang dilakukan dalam tugas akhir ini ternyata WLAN memiliki performa yang cukup handal untuk digunakan sebagai media pengiriman data antar ponsel baik dari sisi kecepatan transmisi dan jarak maksimal. Oleh karena itu pengembangan standar file transfer menggunakan media WLAN layak untuk dilakukan menimbang kehandalan yang dimiliki oleh WLAN
Kata kunci: : PyS60, Symbian, S60, WLAN, Transfer File.
1. Pendahuluan
Saat ini, perkembangan teknologi ponsel berjalan dengan pesat. Dimana perkembangan ponsel saat ini menuju ke arah mobile multimedia
phone. Salah satu pengembang mobile multimedia phone terkemuka di Indonesia dan dunia adalah
Nokia. Nokia sebagai pengembang mobile
multimedia phone terkemuka mempercayakan
sistem operasi ponsel produksi mereka pada Symbian. Versi Symbian yang di gunakan mobile
multimedia phone Nokia saat ini adalah S60 atau
Symbian versi 60. Symbian 60 sendiri memiliki edisi-edisi yang selalu berkembang sesuai dengan
fitur-fitur baru yang ditambahkan pada ponsel, mulai dari S60 First Edition, S60 Second Edition, S60 Third Edition dan yang paling baru saat ini adalah S60 Fifth Edition
S60 sebagai sistem operasi mobile
multimedia phone saat ini handal dalam menangani
berbagai macam media antara lain video, audio dan juga image. Semakin berkembang kebutuhan akan kualitas multimedia, semakin berkembang pula teknologi yang di perlukan untuk menghandle media-media tersebut. antara lain manajemen memori, manajemen storage, manajemen data
exchange dan tak ketinggalan pula konektivitas
ponsel. Pada S60 Third Edition dan Fifth Edition, ponsel telah dilengkapi oleh berbagai macam pilihan koneksi untuk mendukung fleksibilitas multimedia.
Namun sangat disayangkan, pada ponsel-ponsel dengan sistem operasi S60 untuk penanganan phone-to-phone data transfer, pilihan koneksi yang di gunakan hanya koneksi Bluetooth saja, sedangkan untuk ponsel-ponsel dengan S60
Third Edition maupun versi yang lebih baru telah
memiliki fitur koneksi Wireless Local Area
Network (WLAN) yang sementara ini hanya
digunakan untuk koneksi internet. Seperti yang kita ketahui bahwa bandwidth WLAN lebih besar dari pada bandwidth Bluetooth. Selain itu area yang dari coverage WLAN lebih luas dari pada Bluetooth apabila perangkat menggunakan sebuah
access point untuk dapat terhubung. Selain itu
kebutuhan akan kualitas dari file-file multimedia yang semakin meningkat maka akan meningkat pula ukuran dari file-file tersebut oleh karena itu dibutuhkan sebuah standar phone-to-phone data
transfer yang lebih baik dan lebih cepat dengan
memanfaatkan teknologi yang ada.
Python sebagai bahasa yang banyak digemari juga memiliki versi untuk dapat di jalankan pada sistem operasi S60, yakni PyS60 atau Python for Symbian 60. Bahas pemrograman python sangat flexsible dalam menangani pemrograman jaringan atau socket programming. Oleh karena itu, penulis ingin mengembangkan sebuah aplikasi transfer file antar ponsel dengan menggunakan medium WLAN berbasis PyS60.
2. Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari pembuatan aplikasi ini adalah untuk mengembangkan sebuah aplikasi transfer
WLAN berbasiskan PyS60 sehingga nantinya aplikasi ini dapat memberikan pilihan lain bagi pengguna ponsel saat mereka ingin saling bertukar
file.
Seperti kita ketahui sekarang ini, transfer file pada symbian 60 menggunakan Bluetooth tidaklah memberikan keleluasaan pengguna dalam melakukan pengirimian data, karena adanya beberapa peraturan yang menyangkut isu keamanan ponsel. Yakni data yang di transfer akan masuk pada message dan hanya format-format tertentu yang telah di sepakati oleh symbian saja yang nantinya dapat disimpan.
Oleh karena itu, aplikasi ini dikembangkan untuk dapat menutupi kekuarangan tersebut sehingga pengguna dapat lebih fleksible dalam melakukan pertukaran data antar ponsel.
Selain itu tujuan dari pembuatan aplikasi ini adalah untuk membuka mata para developer aplikasi-aplikasi symbian lainnya bahwa penggunaan WLAN sebagai media untuk transfer
file akan memiliki prospek yang bagus di masa
depan dan diharapkan akan muncul standar baru dalam pertukaran file antar ponsel selain menggunakan media Bluetooth.
3. Permasalahan
Permasalahan yang dihadapi dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini adalah :
y Bagaimana menghubungkan telepon seluler kedalam sebuah WLAN
y Bagaimana melakukan transfer file antar telepon seluler melalui WLAN
y Bagaimana arsitektur aplikasi yang baik, sehingga resource yang dibutuhkan dapat ditekan sekecil mungkin.
4. Batasan Masalah
Asumsi dan ruang lingkup yang dikerjakan dalam Tugas Akhir ini adalah :
y Jika menggunakan access point infrastruktur maka harus menggunakan DHCP dan hanya bisa digunakan pada S60
5th Edition. Sedangkan apabila
menggunakan S60 3rd Edition digunakan
manually configured access point.
y Daftar access point hanya akan diambil dari yang pernah digunakan dan disimpan sebelumnya.
y PyS60 yang digunakan adalah versi 1.9.7. y Network yang digunakan harus kelas C
dengan range nomor IP antara X.X.X.0 sampai dengan X.X.X.255.
y Shell script yang digunakan harus shell
script dengan mode pycore.
y Hanya dapat melakukan satu buah proses tiap waktu (pengiriman / penerimaan)
5. WLAN
Wireless LAN (WLAN) memiliki
komponen-komponen yang membangun arsitekur dari jaringan WLAN tersebut. Komponen komponen tersebut antara lain adalah:3
5.1. Station
Station merupakan sebuah komponen dalam
arsitektur WLAN. Biasanya lebih dikenal dengan sebutan node. Semua komponen yang dapat terhubung melalui medium wireless dalam sebuah WLAN disebut station. Semua station dilengkapi dengan wireless network interface cards (WNICs).
Access point, pada umumnya router adalah base station dari wireless network. Access point
mengirim dan menerima frekuensi radio yang diperuntukkan bagi perangkat yang mendukung koneksi wireless sehingga dapat berhubungan dengan perangkat yang lain. Client wireless dapat berupa perangkat mobile seperti laptop, personal
digital assistant, IP phone, atau komputer PC yang
telah dilengkapi dengan wireless network
interface.3
5.2. Basic Set Service
Basic service set (BSS) adalah sekumpulan station yang dapat berkomunikasi antara satu sama
lain. Ada 2 tipe dari BSS yakni Independent BSS dan Infrastructure BSS. Setiap BSS memiliki identifikasi atau ID yang di sebut dengan BSSID. Yang merupakan MAC Address dari access point yang melayani BSS. Sebuah independent BSS adalah sebuah jaringan Ad-Hoc yang tidak memiliki access point, sehingga BSS tersebut tersebut tidak dapat terhubung dengan BSS yang lain. Sedangkan untuk infrastructure BSS dapat berhubungan dengan station lain yang tidak berada pada satu BSS yang sama melalui access point.3
5.3. Extended Set Service
Extended service set (ESS) adalah satu set
BSS yang terhubung. Jalur akses dalam ESS dihubungkan dengan sistem distribusi. Setiap ESS mempunyai ID disebut SSID yang merupakan 32-byte (maksimum) karakter string. 3
5.4. Distribution System
Sebuah sistem distribusi (DS) menghubungkan access point kedalam sebuah ESS. Konsep DS dapat digunakan untuk meningkatkan jangkauan jaringan melalui roaming antar sel.3
6. Protokol TCP/IP
TCP/IP dikembangkan sebelum model OSI ada. Namun demikian lapisan-lapisan pada TCP/IP tidaklah cocok seluruhnya dengan lapisan-lapisan OSI. Protokol TCP/IP hanya dibuat atas lima lapisan saja: physical, data link, network, transport
mencakupi tiga lapisan OSI teratas, sebagaimana dapat dilihat pada Gambar dibawah. Khusus layer keempat, Protokol TCP/IP mendefinisikan 2 buah protokol yakni Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP). Sementara itu pada lapisan ketiga, TCP/IP didefiniskan sebagai Internetworking Protocol (IP), namun ada beberapa protokol lain yang mendukung pergerakan data pada lapisan ini.2
7. Symbian 60
Platform S60 adalah sebuah platform perangkat lunak untuk telepon seluler yang berjalan pada Symbian OS. S60 saat ini adalah
platform smartphone terkemuka di dunia. Hal ini
karena dikembangkan oleh Nokia dan dilisensi oleh mereka untuk produsen lainnya termasuk Lenovo, LG Electronics, Panasonics, dan Samsung.
S60 terdiri dari rangkaian library dan aplikasi standar, seperti telepon, PIM tools, dan Helix berbasis multimedia players. Hal ini dimaksudkan untuk bisa terhubung dengan fitur ponsel modern dengan warna layar besar yang biasanya dikenal sebagai Smartphone.
software S60 merupakan standar untuk multivendor Smartphone yang mendukung
pengembangan aplikasi Java MIDP, C++, Python dan Adobe Flash. Fitur penting ponsel S60 adalah membolehkan aplikasi untuk diinstal setelah pembelian. Namun built in-application jarang ditingkatkan oleh vendor di luar untuk perbaikan
bug dan aplikasi vendor. Fitur-fitur baru hanya
ditambahkan ke telepon seluler pada saat mereka sedang rilis produk baru kepada publik.1
8. Python for Symbian 60 (PyS60)
Python for symbian S60 (Pys60) adalah perkembangan dari bahasa python yang khusus digunakan untuk platform smartphone Symbian Series 60. Di samping fitur standar dari bahasa python, PyS60 menyediakan akses ke banyak fungsi unik dari smartphone tersebut seperti kamera, kontak, kalender, perekam audio, permainan, TCP/IP dan komunikasi Bluetooth yang sederhana.
PyS60 adalah open source, di bawah lisensi Apache 2 dan python. Python for S60 berdasarkan Python versi 2.2.2. Mendukung banyak, Standard
Library Python modul tetapi juga mencakup
beberapa modul khusus untuk mobile platform, misalnya Native GUI Elemen, Bluetooth, jaringan,
GSM Location Information, pesan SMS, akses ke
kamera, dan lain-lain. Nokia membuat python
bindings untuk Symbian OS yaitu API public yang
diberikan pada perangkat S60.4
9. Arsitektur Sistem
pada aplikasi WLANXchange ini media transfer yang dipakai adalah WLAN. Untuk dapat melakukan pengiriman maka perangkat lunak harus dapat terhubung ke dalam jaringan WLAN baik itu secara Ad-Hoc maupun infrastructure. Selain itu untuk memudahkan user dalam pengenalan perangkat yang terhubung dalam jaringan digunakan sistem identifikasi perangkat yaitu ID. Dan juga untuk memberikan keleluasaan
user dalam berinteraksi maka diperlukan sebuah
komunikasi antar perangkat dimana tiap perangkat dapat saling berhubungan dan berkomunikasi baik itu melakukan request pengiriman, penolakan
request, penerimaan request dan lain sebagainya
dan yang terpenting adalah user dapat mengirimkan data pada perangkat lain yang sama-sama menjalankan aplikasi ini dan terhubung dalam sebuah jaringan yang sama.
Adapun untuk dapat melakukan semua fitur yang dijelaskan diatas maka perangkat lunak yang dikembangkan haruslah memiliki komponen komponen dibawah ini:
9.1. Sistem ID
ID digunakan untuk mengenali perangkat lain yang menjalankan aplikasi yang sama dalam satu subnet. ID dari setiap perangkat akan dikirim melalui sebuah paket data yang menggunkan transport protokol UDP (User Datagram
Protocol). Transport protokol UDP dipilih karena
paket ID ini bukanlah data yang berukuran besar dan harus di-update tiap ada perubahan pada perangkat kepada tiap node yang tergabung dalam
subnet (pengiriman paket di lakukan
berulang-ulang). Berikut adalah format string paket ID. STATUS # DEVICENAME
STATUS dapat diisi oleh 2 kode yakni 0 dan 1 , 1 menandakan bahwa perangkat tersebut sedang dalam keadaan siap untuk menerima request atau sedang tidak menjalankan sebuah proses baik pengiriman maupun penerimaan. Sedangkan apabila status bernilai 0 menandakan bahwa perangkat sedang dalam keadaan sibuk bisa jadi karena sedang melakukan pengiriman atau penerimaan data. DEVICENAME berisikan nama dari perangkat yang berada di dalam satu jaringan atau subnet. Format berupa string tanpa ada tanda spasi. Berikut sebuah contoh paket ID:
1 # 5800 XM
Dimana dapat diketahui bahwa status dari perangkat bernama 5800 XM adalah siap menerima dan mengirim data. Untuk dapat mengimplentasikan penggunaan ID, maka dibutuhkan 2 buah komponen dalam perangkat lunak yang di kembangkan yakni:
a. ID Receiver
ID receiver bertugas untuk menerima paket-paket data ID dari device lain dalam satu jaringan, serta memasukkan dan kedalam list of device dan mengupdatnya. Dimana dalam list of device adalah kumpulan ID dari perangkat yang menggunakan aplikasi yang sama. Aplikasi ID Receiver akan bind dan
listen pada alamat port 7654
b. ID Sender
ID sender digunakan untuk mengrim paket-paket ID sesuai format yang ditentukan kesetiap perangkat yang menjalankan aplikasi yang sama. ID
sender akan melempar paket-paket ID ke
tiap perangkat melalui port 7654
Sebagai optimalisasi pada identifikasi perangkat. Adapun algoritme yang digunakan untuk melakukan identifikasi perangkat sebagai berikut.
9.2. Sistem Request dan Response
Request adalah sekumpulan perintah yang
digunakan dua buah perangkat untuk melakukan
handshaking sebelum data dikirim. Lebih tepatnya request ini adalah handshaking protocol. Berikut
adalah daftar dari request serta response code dari protokol ini.
Untuk dapat melakukan baik pengiriman maupun penerimaan request dan response tersebut maka untuk menanganinya diperlukan 2 buah komponen dalam software yakni Request receiver dan sender.
a. Receiver
Layaknya sebuah penerima, Receiver bertugas sebagai pintu masuk yang menerima dan mengolah paket-paket request sesuai dengan format yang di tentukan kemudian menampilkannya pada
user
b. Sender
Sender akan mengirimkan paket-paket request kepada pengirim yang yang di
tuju. Adapun selain megirim paket request sender juga mengirimkan
response-response baik yang di tentukan oleh user
maupun yang secara otomatis akan di kirimkan oleh perangkat lunak
Baik paket request maupun respon, semuanya dikirim menggunakan transpor protokol TCP,
karena paket-paket ini bersifat sangat penting dan harus terjamin untuk dapat terkirim ke penerima untuk di balas dan melakukan routine selanjutnya.
Request dan respone berjalan pada port 6543
9.3. Sistem Transfer Data
Data adalah hal yang menjadi inti dari pembuatan aplikasi ini. Data dikirim dalam
stream-stream data yang berjalan pada transport
protokol TCP. Adapun paket paket stream data adalah sebagai berikut.
Nama file dikirim dengan tujuan untuk penamaan file pada penerima, namun apabila ada nama yang sama pada folder tujuan pada penerima, maka nama file akan secara otomatis di generate oleh perangkat lunak. Saluran pengiriman paket data ini hanya akan terbuka apabila proses
handshake dari kedua perangkat telah terbentuk
(code 1 di balas dengan code 2). Saat penerima memberikan balasan code 2 ke pengirim, maka penerima akan membuka port 5432 yang siap menerima paket data dan sesaat setelah code 2 diterima oleh perangkat yang akan mengirim data. Maka perangkat akan membuka saluran ke port 5432 penerima untuk mengirim data dan saluran akan seketika putus saat semua data telah selesai dikirim sekaligus port akan ditutup. Adapun untuk melakukan operasi seperti yang di paparkan diatas maka untuk menangani pengirim data tersebut diperlukan 2 buah komponen, yakni
a. Receiver
Seperti yang dipaparkan diatas bahwa
receiver berguna untuk menerima stream
data yang dikirimkan oleh pengirim.
Receiver akan secara otomatis terbuka
saat perangkat mengirimkan code
response 2 kepada perangkat yang
meminta melakukan pengiriman data. Dan akan otomatis menutup saat semua data telah terkirim.
b. Sender
Sender digunakan untuk mengirim stream-stream data sesuai dengan format
yang didefinisikan diatas. Sender akan melakukan pengiriman sejumlah file yang ingin dikirimkan dan telah di sepakai dalam proses handshake. Pengirim akan melakukan pengiriman sesaat setelah code 1 yang dia request direspon dengan code 2 oleh penerima.
10. Uji Coba
Pada bagian ini akan dibahas uji coba baik fungsionalitas maupun performa dari aplikasi WLANXchange dalam melakukan transfer data antar ponsel dengan menggunakan media transmisi WLAN.
Batasan dalam serangkaian uji coba ini antara lain sebagai berikut:
y Menggunakan 2 Ponsel yang berjalan dengan sistem operasi Symbian 60 5th
Edition dan 1 buah ponsel dengan sistem
operasi Symbian 60 3rd Edition
y 1 buah access point merek 3Com dengan tipe 3crwer100-75
y Menggunakan Python 1.9.7 untuk setiap ponsel dan recompiled python shell script yang telah di sign untuk tiap ponsel
y Menggunakan 3 ponsel dengan spesifikasi masing-masing sebagai berikut
y 2 Nokia 5800 XM, dengan RAM 128 MB dan storage 7 GB
y 1 Nokia E51, dengan RAM 96 MB dan
storage 256 MB
10.1. Uji Fungsionalitas
Uji coba ini bertujuan untuk mengetahui fungsionalitas aplikasi dalam melakukan pengiriman dan penerimaan data antar ponsel. Uji pengiriman data dilakukan dengan 2 (pengirim dan penerima ) perangkat. Untuk pengiriman data kita fokus ke perangkat yang melakukan pengiriman.
File yang dikirim adalah nikkacosta-firstlove.mp3.
dari perangkat bernama 5800 XM ke perangkat dengan nama NetPhone. Terlihat bahwa file berhasil di kirim ke perangkat penerima.
Uji penerimaan data dilakukan untuk menerima data yang dikirimkan oleh perangkat yang telah kita uji pada uji pengiriman data. Terlihat pada gambar dibawah ini bahwa saat ada perangkat yang memulai pengiriman data maka akan keluar prompt persetujuan permintaan pengiriman. Pada gambar 5.6 terlihat bahwa perangkat dengan nama NetPhone menerima pengiriman data dari 5800 XM dan pengiriman data sukses dilakukan.
10.2. Uji Performa
Uji coba ini ditujukan untuk mengetahui performa aplikasi dalam melakukan transfer data. Performa yang diukur dalam uji ini adalah transfer rate dan jarak maksimum.
10.2.1 Uji Transfer Rate
Pada uji transfer rate ini ada beberapa variabel yang diubah ubah untuk mengetahui pengaruh variabel tersebut terhadap transfer rate.
• Koneksi Direct vs. Indirect
Koneksi Direct adalah koneksi langsung antar perangkat lunak. Misal saja bluetooth dengan Bluetooth. Dan pada WLAN ponsel-ke-ponsel melalui koneksi
Ad-Hoc, sedangkan untuk koneksi Indirect hanya dapat dilakukan pada
koneksi WLAN, yakni 2 buah ponsel terhubung melalui sebuah access point (Infrastructure).
• Bluetooth vs. WLAN
Perbandingan koneksi antara Bluetooth dengan WLAN hanya dapat dilakukan pada mode koneksi Direct. Pada skenario ini akan dibandingkan kecepatan pada 2 mode koneksi yang berbeda yakni bluetooth dan WLAN.
• Single File vs. Multiple File.
Pada skenario ini di bandingkan antara pengiriman file satu-satu dengan
pengiriman multiple file. Namun mode pengiriman multiple file yang digunakan adalah queue dan file tidak dikirim secara bersamaan.
Uji transfer rate dilakukan pada saat semua variabel berada pada performa paling baik. Yakni jarak yang digunakan adalah 1 meter.
Dari hasil pengujian diatas (satuan dalam Kbps) terlihat bahwa penggunaan koneksi WLAN memiliki transfer rate yang lebih besar dari Bluetooth. Pada koneksi WLAN baik direct dan
indirect tidak ada perbedaan yang signifikan
sehingga untuk kecepatan transfer pada kondisi performa paling baik tidak memiliki perbedaan yang cukup berarti dan kecepatan yang dimiliki oleh WLAN hingga 5 kali kecepatan Bluetooth pada jarak yang sama yakni 1 meter.
10.2.2 Uji Jarak Maksimum
Pada skenario menghitung jarak maksimal percobaan yang dilakukan yakni dengan membandingkan antara koneksi WLAN direct dengan koneksi indirect, sedangkan untuk koneksi Bluetooth disini tidak dilakukan pengujian, karena dalam pra pengujian untuk koneksi Bluetooth jarak maksimal yang dapat digunakan oleh Bluetooth adalah 3,5 m (pada phone to phone bluetooth). Berikut hasil pengujian jarak maksimal disajikan pada tabel di bawah ini.
Untuk uji jarak maksimal pada koneksi direct (Ad-Hoc/peer-to-peer). Jarak yang diukur adalah jarak yang terbentang antara kedua perangkat sedangkan untuk jarak pada uji jarak maksimal pada koneksi indirect (menggunakan access point mode infrastruktur). Jarak yang diukur adalah jarak antara perangkat dengan access point dan ketiga komponen tersebut (perangkat 1, perangkat 2 dan access point) terletak pada satu garis lurus.
Terlihat pada uji jarak maksimal koneksi WLAN memiliki jangkauan jarak yang cukup jauh yakni 22 meter untuk direct dan 32 meter untuk
Indirect dibandingkan dengan koneksi bluetooth
yang hanya mampu mentransmisikan data pada jarak maksimal 3,5 meter. Namun perlu diperhatikan bahwa semua pengujian tersebut di lakukan pada ruangan terbuka tanpa ada penghalang antara perangkat dengan perangkat maupun perangkat dengan access point.
10.2.3 Bottle Neck Problem
Selama tahap uji coba yang dilakukan, ditemui sebuah masalah yang akhirnya diindentifikasi sebagai The Bottle Neck Problem. Kasus ini terjadi pada uji coba transfer data antara Nokia 5800 XM dengan Nokia E51. Dimana saat transfer data berlangsung dari Nokia 5800 XM menuju Nokia E51 transfer rate berada dibawah 15 Kbps. Berikut data hasil percobaan dengan file yang digunakan uji coba adalah nikkacosta-firstlove.mp3 dan jarak antar ponsel 1 meter.
Detail Transfer Rate dari 5800 XM ke E51
Detail Transfer Rate dari E51 ke 5800 XM
Masalah ini ditemui karena adanya perbedaan kemampuan komputasi dari kedua perangkat. Karena pada saat sebuah perangkat siap untuk menerima data, saat itu pula aplikasi akan
membuka sebuah port lagi yakni port data. Sehingga total port yang listen ke interface ada 3. Hal ini lah yang menyebabkan proses penerimaan
file berjalan lambat saat Nokia E51 menerima data
dari 5800 XM dikarenakan kapasitas komputasi E51(RAM 20 MB) yang lebih rendah dari 5800 XM . karena pada saat menerima stream file selain aplikasi listen ke interface aplikasi juga sekaligus menuliskan stream data yang diterima ke dalam
file. Namun pada saat E51 melakukan pengiriman
data ke 5800 XM transfer rate berjalan normal. Karena beban untuk komputasi pada saat pengiriman data tidak lah seberat pada saat melakukan penerimaan data. Saat perangkat mengirimkan data, perangkat hanya membaca isi
file dan mengirimkannya dalam stream stream ke
penerima. Sedangkan beban komputasi untuk pengiriman data tidaklah seberat beban komputasi untuk penerimaan data.
Dari analisa di atas dapat kita simpulkan bahwa aplikasi WLANXchange ini dapat berjalan baik pada perangkat yang memiliki kapasitas komputasi yang setara atau melebihi kapasitas komputasi yang dimiliki oleh Nokia 5800 XM. 11. Kesimpulan
Dari serangkaian uji coba dan analisa yang dilakukan terhadap sistem yang dibuat, maka dapat dibuat suatu kesimpulan antara lain :
1. Sistem Transfer File antar ponsel menggunakan media transfer WLAN yang
built-in dalam perangkat tersebut mungkin
untuk dilakukan.
2. Transfer file antar ponsel menggunakan media WLAN memiliki kecepatan dan jarak yang jauh melebihi kemampuan bluetooth yang juga built-in pada ponsel. 3. File-file yang dapat ditransfer antar ponsel
tidak terbatas pada ekstensi-ekstensi tertentu sehingga media WLAN ini lebih fleksible dari bluetooth dan file dapat langsung di simpan pada memory card ponsel tanpa harus masuk pada message seperti pada bluetooth.
4. Sudah selayaknya transfer file dengan media WLAN pada ponsel di jadikan standar pengiriman file bagi ponsel.
12. Saran
Saran-saran yang bisa diberikan untuk pengembangan lebih lanjut mengenai transfer file antar ponsel dengan menggunakan media WLAN antara lain :
1. Perlu adanya pengembangan untuk protokol yang digunakan, karena protokol yang
didesain saat ini hanya digunakan untuk mengatasi fitur fitur dasar aplikasi.
2. Untuk pengembangan selanjutnya dapat pula digunakan transfer multiple file secara simultan. Hal ini memungkinkan apabila
memory (RAM) dari ponsel lebih besar dari
yang ada sekarang.
3. Perlu pengembangan lebih lanjut untuk mengintegrasikan pilihan koneksi WLAN tersebut kedalam sistem operasi symbian seperti pada bluetooth sehingga dapat digunakan sebagai opsi pengiriman yang standar.
13. Daftar Pustaka
1. Railfans, Hedwigus. 2008. S60 5th Edition. (Online), (http://www.hedwigus.com/s60-5th-edition/ , diakses 25 Desember 2009). 2. Prasimax Research Division. 2002. Protokol
TCP/IP Bag. 1. Depok: Prasimax.
3. Anonim. 2005. Wireless LAN. (Online), (http://en.wikipedia.org/wiki/Wireless_LA N , diakses 25 Desember 2009).
4. Fachruzi, Ardhi. 2009. Rancang Bangun
Aplikasi Client-Server Pada Jaringan Handphone Berbasis Symbian S60(PyS60) Dengan Server Webcam. Skripsi tidak