TEKNOLOGI BOKAR BERSIH DAN LATEKS PEKAT
Bebas
112
0
0
Teks penuh
(2) Komoditas Karet Alam di Indonesia. KOMODITAS STRATEGIS. TENAGA KERJA. JUMLAH UANG BEREDAR. DEVISA.
(3) Industri Karet Alam. Perkebunan. ThemeGallery is a Design Digital Content & Contents mall developed by Guild Design Inc.. Industri Hulu. ThemeGallery is a Design Digital Content & Contents mall developed by Guild Design Inc.. Industri Hilir. ThemeGallery is a Design Digital Content & Contents mall developed by Guild Design Inc..
(4) Rantai Industri Karet Alam Industri Karet Sintetik. Industri Kimia Bahan Penolong. Terintegrasi. Perkebunan Besar •Negara •Swasta. Perkebunan Rakyat. Industri Hulu: •RSS •Crepe •Crumb rubber •Lateks Pekat. Industri Hilir: •Ban dan produk terkait •Barang jadi lateks •Karet untuk industri •Karet penggunaan umum. Terpisah. PETANI (85%). Industri Molding. Pengguna Barang Karet: •Industri Otomotif •Industri Elektronik •Industri Konstruksi •Industri Prasarana •Industri Kesehatan •Industri Transportasi •Industri Pertambangan •Rumah Tangga •dll.
(5) Penggunaan Karet Alam Medis (2%) Otomotif (3,8%). Lain-lain (5,9%). Teknik (2%) Spons,busa dll.. (2,1%) Adhesives (3,2%). Sepatu (5%) Ban (68%) Produk lateks (8%).
(6) Barang karet industri : Komponen otomotif : Selang, seal, bantalan mesin Produk keteknikan : Bantalan jembatan dan pelabuhan .
(7) Industri Karet Alam . Barang karet umum : Peralatan olahraga Peralatan rumah tangga . Produk dari lateks : Sarung tangan Balon.
(8) Industri Karet Alam . Ban kendaraan :. Alas kaki :.
(9) Industri Karet Alam . Program strategis : Perbaikan proses dan mutu petani Peningkatan konsumsi dalam negeri melalui . Pengembangan diversifikasi produk baru Teknologi ban hijau (green tyre) Rubber engineering.
(10) Diversifikasi Karet Alam . Pusat Penelitian Karet bekerjasama dengan Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan (Pusjatan) pengembangan aspal karet.
(11)
(12) Diagram Proses Pengolahan Karet Alam. Bahan olah karet (bokar) bermutu baik. INPUT. Barang Jadi Karet Bermutu Baik. PROSES. www.balitsembawa.com. OUTPUT.
(13) Diagram Proses Pengolahan Karet Alam. OUTPUT. INPUT PERALATAN OLAHARAGA KARET PADAT (RSS dan SIR). BARANG-BARANG TEKNIK BAN SUKU CADANG OTOMOTIF LANTAI KARET CAT KARET SIKLO. LATEKS KEBUN. PEREKAT TINTA CETAK. BENANG KARET SARUNGTANGAN KARET SKIM. FLAP ALAT MEDIS. LATEKS PEKAT (dadih / pemusingan). GELANG KARET BALON. KARPET MOBIL.
(14) Lateks Karet Alam . . Cairan (getah) yang diperoleh dari penyadapan tanaman karet (Hevea brasiliensis) Komposisi : Partikel Air. karet. Bahan-bahan . Karakteristik : Berwarna. bukan karet. putih Tanpa kotoran.
(15) Bahan Olah Karet (BOKAR) . . Adalah gumpalan/bekuan/koagulum lateks baik itu secara alami maupun sengaja ditambahkan bahan penggumpal (pengolahan sederhana) dan tidak tercampur kontaminan Bahan baku produk primer karet padat . . Karet remah (Standard Indonesia Rubber / SIR). Dihasilkan petani :. Sleb Lum mangkok Skrep Sit angin Sit asap .
(16) Bahan Olah Karet (Bokar). Sleb lateks. Sleb lum PENYIMPANAN BLANKET. Lum mangkok. Blanket. BLANKET SIAP DIPASARKAN. Sit asap.
(17) Bahan Olah Karet . Aturan : Standar. Nasional Indonesia (SNI) 06-2047-2002 tentang Bahan Olah Karet Permentan No 38/PERMENTAN/OT.140/8/2008 tentang Pedoman Pengolahan dan Pemasaran Bokar Permendag No. No 54 Tahun 2016 tentang Pengawasan Mutu Bahan Olah Komoditi Ekspor SIR yang diperdagangkan.
(18) SNI No. 06-2047-2002 tentang Bahan Olah Karet Persyaratan. No. Jenis Uji / Parameter. Satuan. Lateks Kebun. 1.. Kadar Karet Kering (min) - Mutu I - Mutu II. % %. 28 20. -. -. -. Ketebalan (T) - Mutu I - Mutu II - Mutu III - Mutu IV. mm mm mm mm. -. 3 5 10 -. < 50 51-100 101-150 >150. 50 100 150 > 150. 3. Kebersihan (B). -. -. Tidak terdapat kotoran. Tidak terdapat kotoran. Tidak terdapat kotoran. 4.. Jenis Koagulan. -. -. Asam semut dan bahan lain yang tidak merusak mutu karet*). Asam semut dan bahan lain yang tidak merusak mutu karet*), serta penggumpalan alami. Asam semut dan bahan lain yang tidak merusak mutu karet*), serta penggumpalan alami. 2.. Sit. Slab. Lump.
(19) Bagaimana mendapatkan bokar bermutu baik ? . Bokar harus bersih (murni), tidak terdapat kontaminan Kadar karet kering (KKK) tinggi Digumpalkan dengan bahan penggumpal anjuran : Asam. semut Asap cair (Deorub) . . Menggunakan tempat pembekuan yang standar (dapat berupa kotak plastik yang tahan rapuh/retak), dan tidak dilakukan pada lobang tanah Bokar disimpan di tempat khusus / gudang yang terlindungi dari sinar matahari dan tidak direndam.
(20) Tempat pencetakan bokar yang baik.
(21) Kontaminan ? . . Adalah bahan lain bukan karet yang tercampur dalam proses pengolahan bokar dan berpengaruh menurunkan mutu Kategori kontaminan (Permendag) : Ringan Tatal. : maks 5% (potongan kulit pohon karet). Sedang. (vulkanisat karet) : tidak ada. potongan. Berat. busa, karet gelang, dan benang karet. : tidak ada. pasir,. tanah, lumpur, tali rafia, dan plastik Pusat Penelitian Karet Balai Penelitian Sembawa.
(22) Contoh Kontaminan.
(23) Penyimpanan Bokar Tidak Tepat.
(24) Penyimpanan bokar yang tidak tepat.
(25) Tempat Penggumpalan/Pencetakan Bokar yang Salah. di Lubang Tanah.
(26) Dampak Kontaminan . Pabrik karet remah: Butuh mesin pembersih biaya investasi dan biaya energi (listrik) Butuh air lebih banyak pencuci Mutu produk rendah nilai Po rendah Penggantungan modal berhenti . . Petani : Harga beli rendah biaya pembersihan Bau busuk . . Ekspor Indonesia : . Harga karet Indonesia (SIR) lebih murah Pusat Penelitian Karet Balai Penelitian Sembawa.
(27) Tidak konsisten (White spot, Po, PRI, VR) Ditanggulangi dengan cara : Pre-drying Mikroblending Pengaturan komposisi bokar.
(28) KONTAMINAN Tatal. Lumpur + pasir. Dapat dihilangkan pada proses pembersihan di pabrik karet remah Dengan peralatan : sleb cutter, pre-breaker, hammermill, granulator, rotary washer, bak makroblending, metal detector, dll.. Cutter mill. Pre-breaker. Hammer mill. Logam Makro blending Vibrator. Rotary.
(29) Kebutuhan energi pabrik Jenis Bokar SIR. Energi listrik (KWH). Kapasitas pabrik (ton/hari). Energi listrik terpakai (KWH/ton). Kebutuhan air pengolahan (m3/ton). Lum kebun (bersih). 3.817. 15. 254. 30. Lum rakyat (kotor). 5.000. 15. 333. 50. Lum rakyat (kotor). 15.200. 40. 379. 50.
(30) Perbandingan Mutu Karet INDONESIA (SIR). MALAYSIA (SMR). THAILAND (STR). Parameter. SIR 20. SIR 20VK. SMR 20. SMR 20CV. STR 20. Dirt (max), % wt. 0.16. 0.16. 0.16. 0.16. Ash (max), % wt. 1.00. 1.00. 1.00. Nitrogen (max), % wt. 0.60. 0.60. 0Volatile Matter (max), % wt. 0.80. Po (min) PRI index (min). Mooney Viscosity (ML, 1+4, 100°C). VIETNAM (SVR). INDIA (ISNR). STR 20CV. SVR 20. ISNR 20. SAR 20. SAR 20CV. 0.16. 0.16. 0.16. 0.20. 0.16. 0.16. 1.00. 0.80. 0.80. 1.00. 1.00. 1.00. 1.00. 0.60. 0.60. 0.60. 0.60. 0.60. 0.60. 0.60. 0.60. 0.80. 0.80. 0.80. 0.80. 0.80. 0.80. 0.80. 0.80. 0.80. 30. 30. 30. NA. 30. NA. 30. 30. 30. NA. 50. 50. 40. 40. 40. 40. 40. 40. 50. 40. NA. 60 (+5)*. NA. 65 +7/ -5*. NA. 65 +7/ -5*. NA. 50(+5) 60(+5) 70(+5). NA. NA. AFRICA (SAR).
(31) Dampak Lainnya . Industri pembuatan ban : bila. secercah benda kontaminan ikut terbawa ke dalam ban, akan membentuk titik lemah dalam ban yang sewaktu-waktu dapat menyebabkan ban meledak dalam pemakaian terutama kecepatan tinggi, sehingga membahayakan jiwa dan mendatangkan kerugian materi. Semua. orang dapat terkena dampaknya …. !!!!.
(32)
(33) Kotaminan vulkanisat secara mikro tidak compatible dengan karet mentah Vulkanisat. Berlobang +sobek. Dampak. Tekelupas + retak. Tekelupas + sobek. Bergelembung.
(34) Ban Rusak.
(35) Perbandingan Karet Alam Dunia . . . Karet Indonesia : kurang baik produksi dari bokar kotor Harga karet alam Indonesia (SIR) cenderung lebih rendah dibandingkan Thailand (STR) dan Malaysia (SMR) Pesaing baru : Vietnam . . Harga murah, mutu baik. Pembeli karet (pabrik ban) : Survei dan audit ke pabrik karet Bahan baku kurang baik (kotor) Pabrik karet remah juga terlihat kotor .
(36) Penanggung Jawab . . Permentan No. 38 Tahun 2008 : Pasal 37 ayat (1) - Pemerintah Kota/Kabupaten - Instansi yang ditunjuk Petani Pedagang Pabrik karet Permendag : No.54 Tahun 2016 Petugas. verifikasi menentukan bokar yang dapat diperjual-belikan.
(37) PETANI. PABRIK. PRODUKSI BOKAR BERSIH. PEDAGANG. PEMDA (SKPD). Pusat Penelitian Karet Balai Penelitian Sembawa.
(38) PENCEGAHAN KONTAMINAN PABRIK. Memegang komitmen dan secara konsisten hanya menerima bokar bersih Menolak bokar kotor. PEDAGANG. Hanya memperdagangkan bokar bersih Perbedaan harga terhadap Bokar Bersih. PEMERINTAH DAERAH. Secara konsisten dan terus menerus melakukan penyuluhan kepada petani tentang bokar bersih Secara konsisten dan terus menerus mengingatkan pabrik dan pedagang untuk mengutamakan bokar bersih dan menghindari/menolak bokar kotor.. PETANI 25/05/2017. Dengan kesadaran dan secara konsisten BALIT SEMBAWA hanya bersedia membuat bokar Bersih 38 Company Logo.
(39) Koagulan . Kriteria : Menghasilkan karet bermutu baik Ramah lingkungan . . Pengolahan limbah mudah. Aman bagi manusia (petani karet) Dianjurkan : . . . . Deorub (asap cair) Asam semut (asam format). Tidak dianjurkan : . Cuka para (asam sulfat) berbahaya (bersifat korosif) Tawas Pupuk TSP.
(40) JENIS BAHAN PENGGUMPAL & MUTU BOKAR No. Jenis Bahan Koagulan. Pengaruh terhadap mutu. Keterangan. 1. Asam Semut (HCOOH). Menghasilkan parameter Koagulan anjuran Penerapan harus tepat mutu sesuai SNI dosis dan konsentrasinya. 2. Asam Asetat (CH3COOH). Setara dengan asam semut tetapi dosisnya dua kali lebih banyak. 3. Asam sulfat (H2SO4). Cocok untuk pengolahan SO4= oksidator kuat karet skim/limbah lateks dapat merusak karet (PRI pekat rendah dan kadar abu Tidak direkomendasikan tinggi) sebagai koagulan. • Cocok untuk pengolahan crepe.
(41) JENIS BAHAN PENGGUMPAL & MUTU BOKAR No. Jenis Bahan Koagulan Asam (dari molasses atau jus nenas). Pengaruh terhadap mutu Mutu tidak konsisten Waktu koagulasi lambat. 5. Alumunium sulfat ~ tawas (Al2(SO4)3). Al+++ katalis oksidasi Tidak direkomendasikan dalam pengeringan sebagai koagulan SO4= oksidator kuat Pernah dikembangkan sebagai merusak karet flokulan dalam produksi (PRI rendah) dan tinggi flocullated rubber. 6. Calsium carbide Residu Ca++ (CaC2) mengakibatkan kerusakan (degradasi) karet. 4. Keterangan. •. Dikembangkan untuk menekan biaya proses dikenal dengan Assisted Biological Coagulation. Tidak direkomendasikan sebagai koagulan Petani menggunakannya untuk mempercepat koagulasi.
(42) JENIS BAHAN PENGGUMPAL & MUTU BOKAR. No 7. 8. Jenis Bahan Koagulan Triple super phosphate ~PUPUK TSP Ca(H2PO4) Asap cair ~Mengandung Senyawa Kompleks (ASAM-ASAM ORGANIK, FENOL, AIR). Pengaruh terhadap mutu. Keterangan. Tidak direkomendasikan sebagai koagulan Penyalahgunaan pupuk untuk tanaman Menghasilkan parameter Direkomendasikan mutu setara koagulan asam selain sebagai semut, koagulan juga dapat Bokor yang dihasilkan tidak mengendalikan berbau busuk malodor Residu Ca++ dapat menyebabkan kerusakan (degradasi) karet (Po dan PRI rendah).
(43) Asam Semut . Nama kimia : asam format (HCOOH) Karakteristik : Konsentrasi. 94% (pemasaran) Cairan tidak berwarna hingga warna agak kuning jernih pH sangat asam (0 – 0.5) . Sifat : Korosif. terhadap kulit Mudah terbakar.
(44) Asam Semut . Prosedur pemakaian : . . Dosis untuk pembuatan sleb : . . Diencerkan menjadi larutan 2% 55-60 ml per liter lateks. Keuntungan : Menghasilkan karet bermutu baik Waktu penggumpalan cepat . . Kelemahan : Berbahaya bagi manusia dan pohon karet Menghasilkan bokar berbau busuk (asam) Limbahnya berbahaya bagi lingkungan .
(45) Asap Cair . Terobosan baru pengolahan karet alam Penemuan. Balai Penelitian Sembawa Diproduksi PT. Global Deorub Industry Dikenal dengan Deorub . . Terbuat cangkang (tempurung) kelapa sawit melalui proses pirolisis Karakteristik : Cairan. berwarna cokelat Berbau asap pekat.
(46)
(47) Asap Cair . Keuntungan : Sebagai bahan penggumpal lateks Pencegah dan penghilang bau busuk bokar Aman bagi manusia dan lingkungan . . Kelemahan : . . Belum tersedia secara luas di tingkat petani. Jenis : Deorub murni Formula Deorub : . Deorub K Balai Penelitian Sembawa Deorub Super Balai Penelitian Sembawa Deorub SOP PT. Global Deorub Industri .
(48) DOMESTIC EXPORT. Singapore Malaysia Japan Africa Thailand. PT. GLOBAL DEORUB INDUSTRY PALEMBANG.
(49) Prosedur Pemakaian . Deorub murni : Diencerkan. menjadi larutan 10%. 1 bagian Deorub murni + 9 bagian air . Formula Deorub : Diencerkan. menjadi larutan 5%. 1 bagian Deorub murni + 19 bagian air . Dosis : 100. ml per liter lateks 1 bagian Deorub (murni 10% atau Formula 5%) + 10 bagian lateks.
(50) Larutan Pekat. Larutan Encer.
(51) Aplikasi Deorub di Pabrik Karet Remah PENYEMPROTAN SLAB. PENETESAN PADA GILINGAN. PENYEMPROTAN BLANKET. PENYEMPROTAN REMAHAN.
(52) Pembuatan Bokar Bersih dan Bermutu Baik.
(53) Pembuatan Bokar Bersih. Penanganan lateks yang baik tidak menambahkan air atau kontaminan Membuat bokar yang bersih : Tempat penggumpalan bersih (mangkok ataupun bak penggumpal) Bokar bersih : Lum mangkok Sleb lateks atau sleb lum.
(54) Lum Mangkok dengan Deorub (Cara ke-1) Pohon disadap. Deorub dituang ke dalam mangkok. Lum mangkok. Lateks menetes.
(55) Lum Mangkok dengan Deorub (Cara ke-2) Pohon disadap. Lateks menetes. Tuang Deorub. Lateks membeku. Lateks diaduk.
(56) Tahap-tahap Pembuatan Sleb.
(57) Lateks Kebun.
(58) Penambahan Deorub K ke dalam lateks.
(59) Pengadukan.
(60) Penyusunan lum mangkok di bak pembeku.
(61) Penuangan lateks + Deorub K ke dalam lum mangkok.
(62) Sleb lum mangkok. Sleb lateks.
(63) PEMBUATAN SIT.
(64) GAMBAR : DIAGRAM ALIR PENGOLAHAN SIT.
(65) Pengeringan RSS dengan Energi Matahari.
(66) Proses Produksi SIR.
(67) Lambang Produk SIR 10 dan SIR 20.
(68) Pengawasan Mutu Bokar . Pengawasan : Memastikan. bokar yang dihasilkan (petani) dan diperjual-belikan (pedagang dan pabrik karet) memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan SNI 062047-2002 tentang bokar Permendag No.54 Tahun 2016 Petugas verifikasi melakukan verifikasi mutu bokar yang diperjual-belikan . Pola pemasaran bokar. Tradisional Terorganisir.
(69) Rantai Pemasaran Bokar Tradisional (Tidak Terorganisir) 98% (2013).
(70) Pemasaran Tradisional Rantai pemasaran panjang Mutu bokar rendah & beragam Sistem penjualan atas berat basah Biaya angkut & resiko susut tinggi . Pengawasan : di tingkat petani paling tepat tetapi sulit tersebar dan cukup banyak (sampling) di tingkat pedagang paling memungkinkan karena lebih sedikit .
(71) Rantai Pemasaran Bokar Terorganisir Sekitar 2% (2013).
(72) Pemasaran Terorganisir. . Adanya kelembagaan kelompok tani atau koperasi UPPB (Permentan) Mutu lebih seragam dan baik. . Pengawasan :. . Lebih. mudah sampling kecil Dapat dilakukan di tingkat petani (kelompok tani atau koperasi).
(73) Parameter Pengawasan (SNI) . Kadar Karet Kering (KKK) Ukuran bokar ketebalan Kebersihan bokar kontaminansi Penggunaan Koagulan.
(74) Penentuan Kadar Karet Kering (KKK) . . Pengawasan mutu parameter KKK di SNI bokar hanya untuk lateks Syarat mutu : I (min 28%) dan II (min 20%) Penentuan KKK perlu dilakukan pada bokar berupa koagulum (gumpalan) seperti sleb dan lum mangkok Pedoman. penentuan harga (transaksi jual-beli) Standar dalam pemberian bahan kimia atau aditif.
(75) Prosedur : . . . . . . Sampel yang sudah disepakati ditimbang (misal a kg) Sampel digiling dengan gilingan creper 10 - 12 kali sampai ketebalan 3 - 5 mm Hasil gilingan (krep) ditiriskan selama 30 menit, kemudian ditimbang (misal b kg). Ambil sampel krep 3 buah masing-masing di bagian atas, tengah dan bawah, dengan ukuran 10 x 10 cm kemudian ditimbang bobotnya misalnya c1, c2 dan c3 (gram) dengan rerata bobotnya c gram. Sampel krep dikeringkan di dalam oven selama 3-4 jam pada suhu 110-120 °C, kemudian dimasukkan ke dalam desikator. Setelah dingin sampel krep kering ditimbang, misalnya d1, d2 dan d3 (gram), dengan rerata bobot d gram..
(76) Perhitungan . . Penentuan KKK dihitung dengan rumus : b d KKK = --- x ---- x 100 % a c Perlu waktu cukup lama : 3-5 jam . . Mempercepat proses : faktor pengering (Fp). Dalam kondisi ini maka rumus penentuan KKK : b KKK = ----- x Fp x 100% a . Fp = 0,68 – 0,70.
(77) Teknis Pengawasan Parameter Ketebalan . Standar mutu : . . . . Sit I (3 mm), II (5 mm) dan III (10 mm) Sleb : I (< 50 mm), II (51-100 mm), III (101-150 mm) dan IV ( > 150 mm) Lum I (< 50 mm), II (51-100 mm), III (101-150 mm) dan IV ( > 150 mm). Penentuan visualisasi dan pengukuran (mis : mistar, meteran, dsb) Parameter mutu ketebalan : . Jarang dipermasalahkan. . Tetapi bokar yang bermutu baik cenderung tidak terlalu tebal.
(78) Tebal. SLEB LATEKS/ SLEB LUM.
(79) Teknis Pengawasan Kebersihan . . Kebersihan terkait adanya kontaminan (bahan bukan karet) Kontaminan adalah bahan lain bukan karet yang tercampur dalam proses pengolahan bokar dan berpengaruh menurunkan mutu Kategori kontaminan (Permendag 53/2009) : Ringan Tatal. : maks 5% (potongan kulit pohon karet). Sedang. (vulkanisat karet) : tidak ada. potongan. Berat. busa, karet gelang, dan benang karet. : tidak ada. pasir,. tanah, lumpur, tali rafia, dan plastik.
(80) Teknis Pengawasan Kebersihan . Pengawasan visualisasi dan analisa laboratorium Pabrik karet remah : . . Visualisasi Pemotongan bokar menjadi dua bagian Tidak memenuhi ditolak Contoh : tatal, bekas karung, besi, batu, pasir, tali rafia Kontaminan vulkanisat bisa visual tetapi pabrik biasanya masih ragu karena warnanya hampir sama seperti koagulum (lum) Analisa laboratorium : Laboratorium Penguji – Balai Penelitian Sembawa Vulkanisat : uji kelarutan dan (solubility test) dan uji kandungan belerang (sulfur test) Kadar kotoran maksimum 0,16%.
(81) SUMBER KONTAMINAN VULKANISAT Kontaminan vulkanisat dapat berupa limbah kompon lateks, koagulum kompon lateks, limbah lembaran vulkanisat barang jadi lateks (sarung tangan, kondom, busa) dan barang-barang lateks atau barang-barang karet padat dengan pengisi kaolin, kalsium karbonat atau silika.. Koagulum kompon lateks limbah kompon lateks.
(82) Perbaikan mutu bokar penting: untuk meningkatkan mutu karet ekspor Indonesia (SIR).
(83) JENIS-JENIS BOKAR YANG DIHASILKAN OLEH PETANI DARI BEBERAPA PROVINSI.
(84) LUM-SLAB PRODUKSI PETANI ACEH.
(85) LUM-SLAB PRODUKSI PETANI JAMBI.
(86) SLAB PRODUKSI PETANI SUMATERA SELATAN.
(87) LUM – SLAB PRODUKSI PETANI SUMATERA SELATAN.
(88) LUM-SLAB PRODUKSI PETANI BENGKULU.
(89) SLAB PRODUKSI PETANI BANGKA-BELITUNG.
(90) LUM-SLAB PRODUKSI PETANI LAMPUNG.
(91) SIT ANGIN PRODUKSI PETANI KALIMANTAN BARAT.
(92) LUM BAMBU PRODUKSI PETANI KALIMANTAN BARAT.
(93) LUMP KAMPUNG DI KALIMANTAN BARAT.
(94) SIT ASAP PRODUKSI PETANI KALIMANTAN SELATAN.
(95) LUM MANGKOK PRODUKSI PETANI KALIMANTAN SELATAN.
(96)
(97) Penanganan Lateks Kebun . . Bahan baku lateks pekat lateks kebun segar Lateks kebun yang bermutu baik merupakan syarat utama untuk mendapatkan hasil lateks pekat yang baik Penurunan mutu biasanya disebabkan oleh terjadinya proses prakoagulasi/ pembuburan Prakoagulasi lateks dipengaruhi oleh beberapa faktor : aktivitas mikroorganisme aktivitas enzim Iklim Pengangkutan adanya kontaminasi kotoran.
(98) Penanganan Lateks Kebun . Untuk mencegah prakoagulasi perlu diperhatikan : Alat-alat penyadapan dan pengangkutan harus senantiasa bersih dan tahan karat Lateks harus segera diangkut ke tempat pengolahan tanpa banyak goncangan Lateks tidak boleh terkena sinar matahari langsung Penambahan anti koagulan amoniak (NH3).
(99) Lateks Pekat . . Adalah lateks kebun yang dipekatkan sehingga dari KKK 28-30% menjadi KKK 60-64 %. Jenis : Pemusingan (centrifuge) lateks pekat sentrifuse/pusingan Pendadihan (creaming) lateks dadih Jenis Lateks Pekat Lateks pekat pusingan amoniak tinggi Lateks pekat pusingan amoniak rendah Lateks dadih amoniak tinggi Lateks dadih amoniak rendah. Dosis Pemberian Amoniak 0,60-0,70 % b/b 0,45-0,55 % b/b 1,00-1,50 % b/b 0,75-1,00 % b/b.
(100) Lateks Pekat Pusingan/Sentrifuse . . . . . Pembuatan lateks pekat menggunakan alat pemusingan (centrifuge). Lateks segar dipusingkan (diputar) dengan kecepatan kira-kira 6.000-7.000 putaran per menit (rpm). Partikel berat yang terdapat pada lateks akan bergerak ke atas dan lateks akan terpisah menjadi dua bagian. Bagian lateks pekat KKK sekitar 60 % dan rapat jenis (densitas) sekitar 0,94 Bagian lateks skim KKK 3-8 % dan rapat jenis sekitar 2,02 Keuntungan : kualitas lateks sangat baik murni lateks Kekurangan : peralatan mahal dan butuh energi listrik.
(101) Mesin Sentrifuses.
(102) Mesin Sentrifuses.
(103) Layout Pengolahan Lateks Sentrifuse.
(104) Lateks Dadih . . . . Untuk pengolahan di tingkat petani cara pendadihan Keutungan : alatnya sederhana dan murah, serta prosesnya mudah Kelemahan : sifat teknis dibawah lateks sentrifuse adanya bahan pendadihan Peralatan yang diperlukan adalah tangki pendadih dari plastik, pengaduk kayu, dan saringan lateks 60 mesh Bahanbahan pendadih : campuran amonium alginat dan karboksil metil selulose (CMC) Bahan pemantap : amonium laurat.
(105) Lateks Dadih . Tahapan pembuatan : Penerimaan dan penyaringan lateks kebun Penyiapan larutan pendadih dan pemantap Pendadihan Pemanenan Keterangan : a : corong plastik b : pipa masuk lateks segar c : pipa-kran pemanenan lateks dadih d : pipa-kran pengeluaran skim.
(106) Lateks Dadih.
(107) Penerimaan dan penyaringan lateks kebun . . . . . Kebersihan peralatan sadap (ember, pisau, mangkuk dll) sangat diperlukan menentukan mutu lateks pekat Sisa gumpalan/bekuan yang ada di mangkuk, bidang sadap dan talang sadap diambil sebelum penyadapan dilakukan Setelah lateks dikumpulkan di dalam ember, segera tambahkan larutan amoniak, kemudian dibawa ke tempat pengolahan Lateks disaring dengan saringan baja tahan karat ukuran 60 mesh Dilakukan pengujian KKK lateks minimal 28% supaya diperoleh lateks pekat dengan KKK minimal 60 %..
(108) Penyiapan larutan pendadih dan pemantap . . Lateks yang telah disaring ditambah bahan-bahan kimia sebagai berikut : (1) larutan amonia 20 % sebanyak 35 ml per liter lateks (2) bahan pendadih berupa larutan amonium alginat 2% sebanyak 50 ml per liter lateks (3) bahan pendadih berupa 50 ml larutan karboksi metil selulose 2% per liter lateks (4) bahan pemantap berupa 2,5 ml larutan amonium laurat 20% per liter lateks Lateks dan bahan-bahan kimia tersebut kemudian diaduk dengan pengaduk kayu selama 30 menit.
(109) Proses pendadihan dan Pemanenan . . . . . Campuran lateks dan bahan-bahan kimia dimasukkan ke dalam tangki pendadih Pada hari pertama lateks dapat dimasukkan melalui bagian atas tangki (tutup), untuk hari selanjutnya campuran lateks dimasukkan melalui corong plastik (a) dan saluran penuangan (b) supaya tidak tercampur dengan lateks hari sebelumnya. Serum dikeluarkan keesokan harinya dari keran di bagian bawah Proses tersebut diulang setiap hari sampai hari ke-14 20 kg lateks kebun per hari. Pada hari ke-15 dan seterusnya akan dihasilkan/dipanen lateks pekat (dadih) dari 20 kg lateks kebun/hari akan diperoleh lateks pekat sekitar 9,1 kg/hari..
(110) Lateks Dadih . . Kendala untuk menghasilkan lateks pekat : (1) diperlukan modal investasi untuk membeli peralatan (2) kurang terjaminnya ketersediaan bahan-bahan kimia (3) diperlukan ketelitian dan kecermatan dalam proses pengolahan Pengolahan lateks pekat iringan teknologi pembuatan barang jadi berbasis lateks pekat Bantal busa Balon Sarung tangan.
(111) Standar mutu LATEKS PEKAT (ISO 2004) Nilai Karakteristik. Metode uji Tipe HA. Tipe LA. KJP, %, min. 61,5. 61,5. KKK, %, min. 60,0. KJP-KKK, %, maks. Tipe HA Dadih. Tipe LA Dadih. 61,5. 66,0. 66,0. ISO 124. 60,0. 60,0. 64,0. 64,0. ISO 126. 2,0. 2,0. 2,0. 2,0. 2,0. -. 0,6 min. 0,29 maks. 0,56 maks. 0,35 maks. ISO 125. MST, detik, min. 650. 650. 650. 650. 650. ISO 35. Kandungan koagulum, %, maks. 0,05. 0,05. 0,05. 0,05. 0,05. ISO 706. Kandungan Cu, mg/kg KJP, maks. 8. 8. 8. 8. 8. ISO 8053. Kandungan mangan, mg/kg KJP, maks. 8. 8. 8. 8. 8. ISO 7780. 0,10. 0,10. 0,10. 0,10. ISO 2005. Alkalinitas, % dalam LP. Sludge cont. %, maks. Tipe XA. 0,30 min. 0,10. VFA. <0,20. ISO 506. Bil KOH. <1,0. ISO 127. Warna Bau. Tidak berwarna biru/abu-abu. -. Tidak berbau. -.
(112) TERIMA KASIH.
(113)
Dokumen terkait
Produk barang jadi dari lateks cair dengan cara pembusaan yang dipakai untuk busa pencuci piring umumnya mempunyai sifat-sifat tertentu seperti halnya kandungan
Telah dilakukan pembuatan dan karakterisasi spesimen sarung tangan berbahan dasar lateks dengan pengisi montmorillonit yang dimodifikasi. Montmorillonit dimodifikasi secara
Produk barang jadi dari lateks cair dengan cara pembusaan yang dipakai untuk busa pencuci piring umumnya mempunyai sifat-sifat tertentu seperti halnya kandungan
Telah dilakukan pembuatan dan karakterisasi spesimen sarung tangan berbahan dasar lateks dengan pengisi montmorillonit yang dimodifikasi. Montmorillonit dimodifikasi secara