• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAILY RESEARCH. Market Preview S S R R Jumat, 03 Febuari 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAILY RESEARCH. Market Preview S S R R Jumat, 03 Febuari 2017"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)



Ramayana membidik pertumbuhan 10% tahun ini.



Multipolar pertimbangkan divestasi MPPA.



BNI pasang target konservatif tahun ini.



SSIA fokus ekspansi di kawasan industri Subang.

DAILY RESEARCH

Statistics

Highlight

Opening Today Nikkei AORD

 Change  

 

 

Market Preview

HSG pada perdagangan kemarin 

berhasil  melanjutkan  pengua‐

tannya  ditutup  naik  26,552  poin 

(0,5%)    di  5353,713.  Pemodal 

mengantisipasi  rilis  sejumlah  laba 

emiten  sektoral  dan  kenaikan 

harga  komoditas  tambang  logam 

dan  perkebunan  untuk  mengaku‐

mulasi  saham‐saham  tambang, 

perkebunan,  properti,  perdagan‐

gan  ritel  dan  semen.  Arus  dana 

asing  yang  kembali  masuk  turut 

membantu sentimen positif pasar. 

Kemarin  pemodal  asing  mencatat‐

kan  pembelian  bersih  Rp106,60 

miliar.  Dari  eksternal  sentimen 

positif turut ditopang putusan The 

Fed  yang  menahan  tingkat  bunga 

acuan FFR di 0,5%‐0,75%.  

 

Penguatan  IHSG  kemarin  tidak  sejalan  dengan  pergerakan  pasar 

saham  Asia  yang  umumnya  ditutup  di  teritori  negatif.  Pasar  kawasan  Asia 

dikhawatirkan dengan sentimen atas kebijakan‐kebijakan Trump yang dinilai 

kontroversial  dan  bisa  kontraproduktif  bagi  pertumbuhan  ekonomi  global 

dan meningkatnya ketegangan geopolitik baru. Uji coba rudal jarak menen‐

gah Iran pekan ini turut meningkatkan ketegangan kedua negara setelah AS 

melarang warga dari negara tersebut masuk ke AS. Harga komoditas logam 

cenderung menguat.  

 

Sementara Wall Street tadi malam bergerak flat. Indeks S&P di Wall 

Street  menguat  tipis  0,06%  di  2280,85.  Indeks  DJIA  dan  Nasdaq  masing‐

masing koreksi tipis 0,03% dan 0,11% di 19884,91 dan 5636,20. Pasar wait 

and  see  menunggu  data  tenaga  kerja  akhir  pekan  ini  dan  mengantisipasi 

meningkatnya  ketegangan  geopolitik  antara  AS  dan  Mexico  dan  negara  Is‐

lam seperti Iran menyusul kebijakan imigrasi Trump yang kontroversial.  

 

Pada perdagangan akhir pekan ini, di tengah pergerakan pasar sa‐

ham  global  yang  konsolidasi,  IHSG  diperkirakan  akan  bergerak  bervariasi 

menguji resisten di 5380. Aksi beli selektif akan digerakkan dengan sejumlah 

saham berbasiskan komoditas menyusul pergerakan harga komoditas teru‐

tama  logam  yang  bullish.  Harga  nikel  di  London  tadi  malam  melanjutkan 

penguatannya  0,66%  di  USD10345/MT.  Sentimen  rilis  laba  2016  sejumlah 

emiten dan data pabrikan China yang akan keluar hari ini juga akan meng‐

gerakan IHSG pada perdagangan akhir pekan ini.      

 

S1 5330  S2 5300  R1 5380  R2 5400   

Index Last Chg % DJIA  19884.91  (6.03)  (0.03)  S&P 500  2280.85  1.30   0.06   FTSE 100  7140.75  33.10   0.47   CAC 40  4799.11  4.53   0.09   DAX  11627.95  (31.55)  (0.27)  NIKKEI 225  18946.75  (133.34)  (0.70)  HANGSENG  23173.30  (145.09)  (0.62)  STI  3042.38  (25.11)  (0.82)  SHENZHEN  1917.32  0.00   0.00   SHANGHAI  3159.17  0.00   0.00   Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel)  53.82  (0.30)  (0.55)  CPO (RM/M.T)  3072.00  2.00   0.07   Gold (USD/T.oz)  1218.50  3.70   0.30   Nikel (USD/M.T  10050.00  130.00   1.31   Timah (USD/M.T)  19850.00  (200.00)  (1.00)  Coal (USD/M.T)  81.20  0.55   0.68   Exchange Rates Chg % IDR/USD  13358.00  (5.00)  (0.04)  USD/EUR  1.077  (0.00)  (0.09)  JPY/USD  112.67  (0.39)  (0.35)  IDR/SGD  9493.09  (9.97)  (0.10)  IDR/AUD  10263.80  36.00   0.35   TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE  29.40  3927  0.19   0.65  

Top Gainers IDR % Chg

TMPI  112  34.90   29 

SMMT  206  33.80   52 

PDES  220  31.00   52 

DGIK  113  22.80   21 

JGLE  472  18.60   74 

Top Losers IDR % Chg

BIMA  121  (32.80)  (59) 

ERTX  135  (20.60)  (35) 

MTSM  282  (19.40)  (68) 

IBST  1,700  (8.10)  (150) 

NIKL  3,400  (8.10)  (300) 

Top Value IDR % (miliar)

BUMI  478  0.80   928 B 

TLKM  3,950  0.30   582 B 

INCO  2,840  10.90   578 B 

BBRI  11,975  0.20   562 B 

MYRX  146  (1.40)  526 B 

Top Volume IDR % (juta)

MYRX  146  (1.40)  3,546.401  ARTI  59  (1.70)  3,300.951  ENRG  80  1.30   3,206.242  ELTY  68  3.00   2,779.469  BUMI  478  0.80   1,961.911  IHSG 5,353.71 Change 26.55 Change (%) 0.50 Change (%/ytd) 1.08

Total Value (IDR triliun) 7.305 Total Volume (miliar saham) 19.553 Net Foreign Buy (IDR miliar) 107.000 Up: 192 Down: 281 Unchange: 103

(2)

News Update

2



Ramayana membidik pertumbuhan 10% tahun ini. Jaringan peritel Ramayana masih optimistis menatap tahun ini. Manajemen mematok angka pertumbuhan berkisar 9%-10% yang nantinya akan disumbang dari penambahan gerai-gerai baru. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, merencanakan akan membuka 4-6 gerai baru pada tahun ini."Penambahan pertumbuhan dari toko baru itu bisa sekitar 1,5%," ujar Aloysius Santosa, Hubungan Investor PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. Aloysius mengungkapkan kondisi tahun ini memang cukup berat. Pasalnya, ada sejumlah kebijakan yang menekan daya beli masyarakat. Diantaranya seperti peningkatan UMR yang tidak setinggi tahun sebelumnya. Ramayana juga mewaspadai pengaruh dari kenaikan tarif dasar listrik (TDL). "Kami akan mempertahankan strategi promosi & mempertahankan price point barang-barang di gerai kami, agar tetap terjangkau masyarakat konsumen kami," tambahnya. Dalam catatan KONTAN, perusahaan dengan kode emiten RALS di Bursa Efek Indonesia itu pada tahun sebelumnya dapat memenuhi targetnya. Pendapatan sepanjang 2016 lalu yakni Rp 8,3 triliun. Sebelumnya, manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan 2016 naik sekitar 6% dari sebelumnya Rp 7,78 triliun. (Kontan)



Multipolar pertimbangkan divestasi MPPA. PT Multipolar Tbk (MLPL) selaku pemegang 50,23% saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mempertimbangkan untuk menjual sejumlah saham atau dievstasi saham anak usahanya tersebut. "Memang ada sejumlah penawaran yang masuk dari sejumlah pihak," ujar Investor Relation MLPL Agus Arismunandar. Sayang, ia enggan merinci siapa pihak yang dimaksud. Saat ini, manajemen tengah mengevaluasi penawaran tersebut. Divestasi bisa saja dilanjutkan atau justru dihentikan tergantung untung ruginya nanti. Ia juga belum bisa merinci apakah perseroan nanti tetap akan menjadi pemegang saham mayoritas atau justru menjadi minoritas. "Belum tahu, sejauh ini baru sebatas penawaran yang masuk, belum ada transaksi apa-apa," tegas Agus. Temasek yang menguasai 26,1% saham MPPA melalui anak usahanya, Anderson Investments Pte. Ltd, juga dikabarkan akan ikut melepas saham emiten ritel terebut. Bahkan berdasarkan pemberitaan sejumlah media asing, divestasi yang dilakukan Temasek nanti akan membuat nilai perusahaan MPPA mencapai US$ 1 miliar. Agus menampik hal ini. "Nilainya tidak segitu, tapi lebih besar," imbuhnya. (Kontan)



BNI pasang target konservatif tahun ini. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melihat tahun ini dengan kacamata konservatif. Bank pelat merah tersebut mematok target pertumbuhan kredit sekitar 15%-17%. Target tersebut dibawah realisasi pertumbuhan kredit tahun lalu yang tumbuh sekitar 21%. "Penyaluran kredit tahun ini diharapkan lebih prudent, tapi setidaknya masih di atas industri yang sebesar 13%-15%, ujar Assistant Vice President Investor Relation BNI, Dedi Arianto di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Strategi yang konservatif itu juga tercermin dari rencana perseroan di tahun ini yang akan fokus pada pembiayaan di sektor korporasi khususnya BUMN dan infrastruktur. BBNI mengincar pertumbuhan kredit korporasi sebesar 20%-24% pada tahun ini atau mencapai sekitar Rp 208 triliun-Rp 217,5 triliun dari posisi akhir 2016 senilai Rp 174,07 triliun. Langkah tersebut diambil lantaran perseroan ingin memperbaiki rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di tahun ini. "NPL tahun ini kita perkirakan membaik di bawah 3%," imbuh Dedi. Tahun ini, manajemen menargetkan NPL berada pada kisaran 2,5%-2,9%. Sementara, NPL sepanjang tahun lalu sekitar 3%, ada kenaikan jika dibanding NPL sepanjang 2015 sekitar 3%. (Kontan)



SSIA fokus ekspansi di kawasan industri Subang. PT Surya Semesta Internusa Tbk akan lebih agresif melakukan ekpansi bisnis kawasan industri pada tahun ini. Setelah mendapatkan tambahan modal dari penjualan kepemilikan di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), perusahaan berencana mempercepat pembebasan lahan di Subang, Jawa Barat. Baru-baru ini, perusahaan berkode saham SSIA di Bursa Efek Indonesia ini telah menjual kepemilikan sahamnya di Tol Cikopo-Palimanan senilai Rp 2,56 triliun kepada PT Astratel Nusantara. Perolehan dana jumbo ini akan membuat mereka semakin bebas bernafas dalam melakukan ekspansi khususnya di kawasan industri. Dana yang diperoleh dari penjualan tersebut akan difokuskan untuk pengembangan kawasan industri Subang. "Kita percepat pembebasan lahan di sana," kata Erlin Budiman, Investor Relation SSIA. Tahun ini, Surya Semesta Internusa menargetkan akuisisi lahan di Subang sebanyak 500 hektare (ha). Jika hingga akhir tahun lalu, SSIA telah berhasil membebaskan 531 ha lahan di sana, maka pada akhir tahun ini, SSIA berharap akan menguasai 1.031 ha di kawasan industri tersebut. Sejak 2014, SSIA sudah mengantongi izin lokasi lahan industri baru di Subang seluas 2.000 ha. Pembebasan lahan telah dimulai pada saat ini. Rencana awalnya, kawasan industri ini akan diluncurkan tahun 2017. Namun lantaran pembebasan lahan lambat, maka peluncuran kawasan ini ditunda ke tahun 2019. Sebelumnya, manajemen SSIA menyebut sulitnya pembebasan lahan karena banyak spekulan, apalagi setelah pemerintah mewacanakan pembangunan pelabuhan Patimban. Erlin bilang, tahun ini, SSIA harus mengebut pembebasan lahan tersebut. Dirinya optimistis target akuisisi lahan yang dipatok tahun ini bisa dicapai dengan kekuatan pendanaan yang sudah dimiliki. Surya Semesta memang harus mempercepat akusisi tersebut agar bisa melanjutkan bisnis inti mereka di kawasan industri. Pasalnya, lahan induk usaha Nusa Raya Cipta ini sudah terbatas. Tahun ini, SSIA hanya bisa mengadalkan penjualan 150 ha lahan di Suryacipta Teknopark III Karawang. Perseroan menargetkan bisa menjual 20 ha lahan pada 2017. Tahun ini, SSIA akan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 1,5 triliun dari kas internal dan hasil penerbitan obligasi tahun lalu. Sekitar Rp 1 triliun dana tersebut akan digunakan untuk akuisisi lahan, lalu Rp 15 miliar untuk konstruksi, dan sisanya untuk pembangunan hotel dan gedung perkantoran. (Kontan)

(3)

Stock Picks

3

ICBP  8400‐8650. 

Harga saham emiten sektor konsumsi, Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) saat ini 

tengah  bergerak  konsolidasi  di  area  downtrend.  Kemarin  harga  sahamnya  tutup  di  kisaran  support  di 

Rp8450. Dalam rentang konsolidasi pergerakan harganya akan menguji resisten di Rp8650. Saat ini pemo‐

dal  tengah  menanti  rilis  laba  2016  emiten.  Akhir  2016  lalu  harga  sahamnya  tutup  di  Rp8575.  Tahun  lalu 

harga  sahamnya  sempat  ditransaksikan  di  Rp10275  (1/9).  Pergerakan  rupiah  terhadap  dolar  AS  yang 

cenderung melemah tahun ini seiring prospek pertumbuhan ekonomi AS yang kuat justru menjadi faktor 

positif  bagi  perseroan  mengingat  aset  bersih  perseroan  dalam  US  dolar  mencapai  USD57,61  juta  hingga 

akhir kuartal tiga 2016 (3Q16). Namun di sisi lain perseroan menghadapi potensi kenaikan biaya produksi 

seiring  tren  kenaikan  harga  komoditas  seperti  CPO.  Penjualan  neto  perseroan  sepanjang  sembilan  bulan 

pertama  2016  lalu  (9M16)  tumbuh  9,86%  mencapai  Rp26,47  triliun  berbanding  Rp24,09  triliun  (9M15). 

Pencapaian  penjualan  bersih  hingga  kuartal  tiga  2016  telah  mencerminkan  75,82%  dari  target  penjualan 

bersih  2016  yang  sebelumnya  diperkirakan  mencapai  Rp34,91  triliun  atau  tumbuh  10%  dari  tahun  sebe‐

lumnya. Sedangkan laba bersih sepanjang 9M16 mencapai Rp2,83 triliun naik 15,88% (yoy) dibandingkan 

periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,44 triliun. Hingga kuartal tiga 2016 perolehan laba ber‐

sih telah mencerminkan 85% dari target laba bersih yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp3,32 triliun 

atau  tumbuh  10,5%  (yoy).  EPS  2016  diperkirakan  sebesar  Rp284,33.  Pada  harga  Rp8450,  saham  ICBP 

ditransaksikan dengan PE 29,7x (E/16). Dalam kondisi pasar bullish harga sahamnya berpeluang ditransak‐

sikan dengan PE 36x atau mencapai Rp10235. Dari harga saat ini ada ruang penguatan 21%. Maintain Buy, 

SL 8300     

 

 

(4)

4

Stock Picks

ANTM  820‐890. 

Harga saham Aneka Tambang Tbk (ANTM) setelah bergerak konsolidasi sepekan terakhir, 

kemarin  berhasil  rebound  keluar  dari  rentang  konsolidasinya.  Harga  sahamnya  berhasil  tutup  di  Rp840. 

Saat  ini  level  support  di  Rp800  hingga  Rp820  dan  rebound  lanjutan  akan  menguji  resisten  terdekat  di 

kisaran  Rp875  hingga  Rp890.  Sentimen  positif  saat  ini  ditopang  pergerakan  harga  komoditas  nikel  yang 

bullish yang kembali berada di atas USD10000/MT. Pasar juga tengah menunggu rilis laba 2016 perseroan. 

Sebelumnya  kebijakan  relaksasi  ekspor  konsentrat  tambang  yang  diambil  pemerintah  Januari  ini 

memberikan  dampak  positif  bagi  perseroan  mengingat  perseroan  memiliki  cadangan  bijih  nikel  kadar 

rendah dan bauksit yang cukup besar yang selama ini tidak bisa diekspor. Perseroan sepanjang 2016 lalu 

mencatatkan  penjualan  bersih  unaudited  Rp9,11  triliun  atau  turun  13,2%  dibandingkan  2015  sebesar 

Rp10,5  triliun.  Penjualan  dari  komoditas  emas  mencapai  Rp5,54  triliun  atau  61%  dari  total  penjualan. 

Volume  produksi  emas  2016  sebesar  2208kg  sedangkan  volume  penjualan  sebesar  10.227  kg.  Volume 

produksi  feronikel  2016  sebesar  20.293  TNi  naik  18%  dari  2015  sebesar  17.211  TNi.  Sedangkan  volume 

penjualan feronikel sebesar 20.888 TNi. Penjualan feronikel sepanjang 2016 mencapai Rp2,79 triliun atau 

31% dari total penjualan berih 2016. ANTM melalui anak usaha PT Indonesia Coal Resources (ICR) menjual 

207.350  ton  batubara.  Penjualan  dari  batubara  sebesar  Rp129,39  miliar  di  2016.  Bila  dilihat  sepanjang 

4Q16,  penjualan  bersih  unaudited  mencapai  Rp2,67  triliun  naik  79%  (yoy)  vs  Rp1,49  triliun  di  4Q15.

 

Pencapaian penjualan bersih tahun lalu sebesar Rp9,11 triliun di atas perkiraan sebelumnya Rp8,73 triliun. 

Sedangkan  laba  bersih  tahun  lalu  diperkirakan  mencapai  Rp61,09  miliar  dibandingkan  tahun  sebelumnya 

yang masih menderita rugi bersih Rp1,44 triliun. Tahun ini penjualan bersih perseroan berpeluang tumbuh 

20%  atau  mencapai  Rp10,9  triliun.  Sedangkan  laba  bersih  dengan  marjin  10%  tahun  ini  diperkirakan 

mencapai Rp1,09 triliun. EPS tahun ini diperkirakan Rp45,40. Harga sahamnya dalam kondisi pasar bullish 

berpeluang ditransaksikan dengan PE 22x atau  mencapai Rp1000. Dari harga  saat ini di Rp840 ada ruang 

penguatan 19%. Maintain Buy, SL 785 

(5)

5

Stock Picks

GJTL  1100‐1200. 

Harga saham emiten produsen ban, Gajah Tunggal Tbk (GJTL), kemarin berhasil rebound 

ditandai denga meningkatnya volume transaksi. Harga sahamnya berhasil menembus resisten sederhana di 

Rp1150 dan tutup di Rp1155. Penguatan lanjutan akan menguji resisten di kisaran Rp1180 hingga Rp1200. 

Saat  ini  support  di  Rp1100.  Pergerakan  harga  sahamnya  selama  ini  dipengaruhi  pergerakan  nilai  tukar 

rupiah  terhadap  dolar  AS.  Penguatan  rupiah  akan  berdampak  positif  bagi  kinerja  dan  pergerakan  harga 

sahamnya.  Begitu  sebaliknya.  Pasar  saat  ini  tengah  mengantisipasi  rilis  laba  2016  perseroan.  Sepanjang 

sembilan bulan pertama 2016 lalu (9M16) penjualan bersih tumbuh 6,53% (yoy) mencapai Rp10,16 triliun 

dibandingkan  periode  yang  sama  2015  sebesar  Rp9,54  triliun.  Pencapaian  penjualan  tersebut 

mencerminkan  72,4%  dari  target  2016  sebesar  Rp14,04  triliun  atau  tumbuh  8,23%  (yoy)  dibandingkan 

tahun  sebelumnya  Rp12,97  triliun.  Bila  dilihat  secara  kuartalan,  penjualan  bersih  di  3Q16  turun  8,49% 

(qoq)  mencapai  Rp3,21  triliun  dibandingkan  2Q16  sebesar  Rp3,51  triliun  dan  turun  3,89%  (yoy) 

dibandingkan  3Q15  sebesar  Rp3,35  triliun.  Sedangkan  laba  bersih  sepanjang  9M16  mencapai  Rp582,94 

miliar  dibandingkan  periode  yang  sama  tahun  2015  yang  menderita  rugi  bersih  Rp749,67  miliar.  Secara 

kuartal  ke  kuartal  (qoq),  laba  bersih  3Q16  hanya  mencapai  Rp49,37  miliar  turun  74,80%  (qoq) 

dibandingkan 2Q16 sebesar Rp195,96 miliar dan 1Q16 sebesar Rp337,61 miliar. Hal ini terutama karena di 

3Q16  perseroan  membukukan  kerugian  atas  penarikan  produk  hingga  Rp230,92  miliar.  Sebelumnya  laba 

bersih  2016  diproyeksikan  mencapai  Rp842,25  miliar  setelah  tahun  sebelumnya  mengalami  rugi  bersih 

Rp313,33 miliar. Hingga 9M16 perolehan laba bersih baru mencerminkan 69% dari target laba 2016.  EPS 

proyeksi tahun ini diperkirakan Rp242. Pada harga Rp1155 saham GJTL murah karena hanya ditransaksikan 

dengan PE 4,8x (E/16), dibandingkan dengan rata‐rata PE historisnya yang bisa ditransaksikan hingga PE 8x. 

Sebelumnya  kami  memproyeksikan  harga  sahamnya  berpeluang  ditransaksikan  dengan  PE  7,5x  atau 

mencapai Rp1813. Maintain Buy, SL 1060  

Jumat, 03 Febuari 2017

Saham Pilihan

TLKM 3850-4000 TB, SL 3770

ASII 7900-8300 TB, SL 7850

BMRI 10900-11200 TB, SL 10800

INCO 2700-3000 TB, SL 2550

TINS 1100-1200 TB, SL 930

RALS 1400-1500 TB, SL 1340

LSIP 1580-1640 Buy, SL 1530

(6)

Stock View

6

Jumat, 03 Febuari 2017

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE

IHSG 

5353.71  5362.62  5371.53  5335.90  5318.08 

               PERKEBUNAN AALI  16150  16,250.00  16,350.00  16,000.00  15,850.00  13,059,216.00  ‐19.91  393.15  ‐75.27  45.02  BWPT  362  370.67  379.33  350.67  339.33                LSIP  1600  1,618.33  1,636.67  1,578.33  1,556.67  4,189,615.00  ‐11.36  91.36  ‐32.01  18.72  SGRO  2000  2,001.67  2,003.33  1,996.67  1,993.33                SIMP  520  523.33  526.67  513.33  506.67  13,835,444.00  ‐7.53  16.72  ‐68.60  25.18  UNSP  78  80.33  82.67  76.33  74.67               

PERTAMBANGAN BATU BARA

ADRO  1740  1,755.00  1,770.00  1,725.00  1,710.00  37,032,346.42  ‐10.48  65.74  ‐5.12  10.50  BORN  50  50.00  50.00  50.00  50.00                BRAU  82  82.00  82.00  82.00  82.00                BUMI  478  487.33  496.67  463.33  448.67                DEWA  91  93.00  95.00  89.00  87.00  3,312,510.21  13.47  0.30  48.03  166.35  HRUM  2150  2,203.33  2,256.67  2,093.33  2,036.67                ITMG  15450  15,558.33  15,666.67  15,258.33  15,066.67  21,925,897.16  ‐9.27  770.46  ‐65.05  8.53  PTBA  11600  11,766.67  11,933.33  11,516.67  11,433.33  13,733,627.00  5.01  883.59  0.98  7.64  PTRO  770  780.00  790.00  760.00  750.00               

PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI

BIPI  132  137.33  142.67  128.33  124.67               

ELSA  436  441.33  446.67  433.33  430.67  3,775,323.00  ‐10.56  51.43  ‐8.99  7.17 

ENRG  80  83.00  86.00  77.00  74.00               

ESSA  1520  1,520.00  1,520.00  1,520.00  1,520.00               

MEDC  1500  1,530.00  1,560.00  1,475.00  1,450.00               

PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA

ANTM  840  853.33  866.67  818.33  796.67  10,531,504.80  11.79  ‐151.06  85.85  ‐3.10  INCO  2840  2,926.67  3,013.33  2,676.67  2,513.33  10,894,532.28  ‐15.64  70.11  ‐67.49  26.24  TINS  1120  1,153.33  1,186.67  1,053.33  986.67  6,874,192.00  ‐6.74  13.64  ‐84.08  56.09  SEMEN INTP  15500  15,566.67  15,633.33  15,366.67  15,233.33  17,798,055.00  ‐10.99  1,183.48  ‐17.34  17.00  SMCB  920  936.67  953.33  901.67  883.33  9,239,022.00  ‐12.25  22.85  ‐73.80  47.91  SMGR  9300  9,391.67  9,483.33  9,116.67  8,933.33  26,948,004.47  ‐0.14  762.28  ‐18.76  14.07 

LOGAM DAN SEJENISNYA

GDST  117  122.33  127.67  113.33  109.67                JPRS  142  144.00  146.00  139.00  136.00                KRAS  750  760.00  770.00  740.00  730.00                PAKAN TERNAK CPIN  3220  3,250.00  3,280.00  3,160.00  3,100.00                JPFA  1735  1,755.00  1,775.00  1,705.00  1,675.00  25,022,913.00  2.31  43.92  40.87  18.44  OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA

ASII  8100  8,133.33  8,166.67  8,033.33  7,966.67  184,196,000.00  ‐8.68  357.28  ‐24.59  20.71 

GJTL  1155  1,178.33  1,201.67  1,123.33  1,091.67               

INDUSTRI BARANG KONSUMSI

ICBP  8450  8,500.00  8,550.00  8,400.00  8,350.00                INDF  7925  7,991.67  8,058.33  7,866.67  7,808.33                MYOR  1865  1,878.33  1,891.67  1,838.33  1,811.67                ROTI  1560  1,570.00  1,580.00  1,555.00  1,550.00                GGRM  62000  62,550.00  63,100.00  61,625.00  61,250.00                INAF  2380  2,413.33  2,446.67  2,363.33  2,346.67  1,621,898.67  17.41  2.12  463.17  184.06  KAEF  2070  2,120.00  2,170.00  2,040.00  2,010.00  4,860,371.48  7.51  44.81  6.06  28.68  KLBF  1475  1,483.33  1,491.67  1,468.33  1,461.67               

KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA

(7)

7

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE

PROPERTI DAN REAL ESTAT

APLN  222  224.00  226.00  220.00  218.00                ASRI  392  397.33  402.67  385.33  378.67                BKSL  94  95.33  96.67  92.33  90.67                BSDE  1860  1,883.33  1,906.67  1,838.33  1,816.67  6,209,574.07  11.45  1,164.55  460.00  1.60  COWL  1085  1,090.00  1,095.00  1,080.00  1,075.00                CTRA  1340  1,350.00  1,360.00  1,325.00  1,310.00                CTRP  690  690.00  690.00  690.00  690.00                CTRS  2710  2,710.00  2,710.00  2,710.00  2,710.00                ELTY  68  70.33  72.67  65.33  62.67                KIJA  290  292.67  295.33  286.67  283.33                MDLN  332  336.67  341.33  326.67  321.33  2,962,460.90  4.32  69.69  22.80  5.94  KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI  2080  2,100.00  2,120.00  2,070.00  2,060.00  9,389,570.10  8.51  130.22  43.08  20.93  DGIK  113  127.00  141.00  95.00  77.00                PTPP  3600  3,626.67  3,653.33  3,566.67  3,533.33  14,217,372.87  14.40  152.88  39.17  25.74  SSIA  625  636.67  648.33  616.67  608.33                TOTL  785  803.33  821.67  773.33  761.67                WIKA  2510  2,543.33  2,576.67  2,483.33  2,456.67  13,908,504.01  11.60  101.65  1.60  26.02  INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI

PGAS  2870  2,910.00  2,950.00  2,840.00  2,810.00  42,333,969.71  ‐0.16  228.31  ‐38.44  11.61  JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA

CMNP  1500  1,505.00  1,510.00  1,495.00  1,490.00                JSMR  4250  4,266.67  4,283.33  4,226.67  4,203.33  9,848,242.05  7.33  213.14  3.23  26.27  TELEKOMUNIKASI BTEL  50  50.00  50.00  50.00  50.00                EXCL  2910  3,006.67  3,103.33  2,796.67  2,683.33  22,876,182.00  ‐2.49  ‐2.97  ‐97.16  ‐1,348.39  ISAT  6375  6,433.33  6,491.67  6,258.33  6,141.67                TLKM  3950  3,986.67  4,023.33  3,906.67  3,863.33  102,470,000.00  14.24  153.66  5.81  21.51  TRANSPORTASI GIAA  340  342.00  344.00  338.00  336.00  52,627,783.53  7.55  40.78  ‐122.73  10.94  MBSS  358  363.33  368.67  355.33  352.67                WINS  252  254.00  256.00  248.00  244.00  1,378,353.91  ‐37.37  ‐19.45  ‐129.08  ‐10.95  KONSTRUKSI NON BANGUNAN

INDY  770  795.00  820.00  745.00  720.00                BANK BBCA  15450  15,525.00  15,600.00  15,325.00  15,200.00  47,081,728.00  7.56  730.83  9.30  18.47  BBKP  600  610.00  620.00  595.00  590.00  8,303,973.00  17.07  105.70  32.57  5.58  BBNI  6025  6,083.33  6,141.67  5,958.33  5,891.67  36,895,081.00  10.58  486.18  ‐15.91  10.90  BBRI  11975  12,025.00  12,075.00  11,925.00  11,875.00  85,434,037.00  13.73  1,029.53  4.77  10.95  BBTN  1895  1,908.33  1,921.67  1,883.33  1,871.67  14,966,209.00  16.86  174.91  65.91  10.43  BDMN  4220  4,266.67  4,313.33  4,136.67  4,053.33  22,420,658.00  ‐2.48  249.70  ‐8.09  16.40  BJBR  2310  2,340.00  2,370.00  2,290.00  2,270.00  10,084,451.00  14.70  142.02  23.39  6.79  BMRI  11000  11,050.00  11,100.00  10,950.00  10,900.00  71,570,127.00  14.26  871.50  2.33  11.76  BNGA  995  1,015.00  1,035.00  960.00  925.00  22,318,759.00  7.24  17.02  ‐81.74  34.36 

PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI

AKRA  6900  6,991.67  7,083.33  6,716.67  6,533.33  19,764,821.14  ‐12.03  261.74  27.59  27.03  INTA  340  340.00  340.00  340.00  340.00                UNTR  22600  22,700.00  22,800.00  22,425.00  22,250.00  49,347,479.00  ‐7.14  1,033.07  ‐28.24  14.86  PERDAGANGAN ECERAN MAPI  5425  5,516.67  5,608.33  5,316.67  5,208.33                RALS  1440  1,476.67  1,513.33  1,386.67  1,333.33               

ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA

MNCN  1685  1,706.67  1,728.33  1,666.67  1,648.33               

PERUSAHAAN INVESTASI

BRMS  149  153.67  158.33  144.67  140.33               

(8)

Corporate Action

8

Code

Name

Type

Date

Time

Venue

ARTI   Ratu Prabu Energi Tbk   AGM   03/08/2016   00:10:00   GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20,  Jakarta Selatan   

ARTI   Ratu Prabu Energi Tbk   EGM   03/08/2016   00:10:00   GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20,  Jakarta Selatan   

SCPI   Merck Sharp Dohme 

Pharma Tbk.   AGM   03/08/2016   00:10:00     

MYRX   Hanson International Tbk.   AGM   28/07/2016   00:14:00   Merchantile Athletic Club , World Trade Center    MYRX   Hanson International Tbk.   EGM   28/07/2016   00:14:00   Merchantile Athletic Club , World Trade Center    GMCW   Grahamas Citrawisata Tbk.   AGM   27/07/2016   00:09:00   Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman 

Kav 58 Jakarta    PTIS   Indo Straits Tbk   AGM   22/07/2016   00:09:00  

Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo  Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara 

14350, Indonesia   

BSSR   Baramulti Suksessarana Tbk   EGM   22/07/2016   00:10:00   Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56,  Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat    ISSP   Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk   AGM   21/07/2016   00:10:00   Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no  55 , Jakarta    ISSP   Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk   EGM   21/07/2016   00:10:00   Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no  55 , Jakarta   

SKYB   Skybee Tbk   AGM   21/07/2016   00:09:00     

WTON   Wijaya Karya Beton Tbk   EGM   20/07/2016   00:14:00   Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐ tan Kav. 9, Jakarta Timur   

CTBN   Citra Tubindo Tbk.   AGM   20/07/2016   00:10:30   Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2,  Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam    TRIO   Trikomsel Oke Tbk   EGM   15/07/2016   00:10:00     

LMAS   Limas Indonesia Makmur 

Tbk   AGM   14/07/2016   00:09:30  

Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center  Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta 

12190   

BEKS   Bank Pundi Indonesia Tbk.   EGM   11/07/2016   00:15:00   Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12,  Jakarta Selatan   

JPFA   Japfa Comfeed Indonesia 

Tbk.   EGM   01/07/2016   00:10:00  

HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191,  Jakarta 12960   

INCO   Vale Indonesia Tbk   EGM   01/07/2016   00:09:00   Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl.  Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta    MITI   Mitra Investindo Tbk.   EGM   30/06/2016   00:10:00  

Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐ nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐ 

12950    NIRO   Nirvana Development Tbk   AGM   30/06/2016   00:10:00  

Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai  1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan 

12190    NIRO   Nirvana Development Tbk   EGM   30/06/2016   00:10:00  

Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai  1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan 

12190   

PKPK   Perdana Karya Perkasa Tbk   AGM   30/06/2016   00:10:00   Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta  Pusat 10150   

GREN   Evergreen Invesco Tbk   AGM   30/06/2016   00:09:00   Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan,  Jakarta   

ECII   Electronic City Indonesia 

Tbk   AGM   30/06/2016   00:10:00     

(9)

Corporate Action

9

EMITEN

JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN

TIFA 

24‐Jun‐16 

27‐Jun‐16 

21‐Jul‐16 

SQBB 

16000 

23‐Jun‐16 

24‐Jun‐16 

20‐Jul‐16 

SQBI 

16000 

23‐Jun‐16 

24‐Jun‐16 

20‐Jul‐16 

DPNS 

23‐Jun‐16 

24‐Jun‐16 

20‐Jul‐16 

GEMA 

16 

23‐Jun‐16 

24‐Jun‐16 

20‐Jul‐16 

MREI 

50 

23‐Jun‐16 

24‐Jun‐16 

20‐Jul‐16 

JTPE 

14 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

PEGE 

10 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

CPIN 

29 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

TALF 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

12‐Jul‐16 

KBLI 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

SRTG 

32 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

KKGI 

20 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

CTRP 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

13‐Jul‐16 

CTRS 

22 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

13‐Jul‐16 

CTRA 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

IDPR 

21‐Jun‐16 

22‐Jun‐16 

30‐Jun‐16 

UNVR 

424 

21‐Jun‐16 

22‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

(10)

Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.

Branch Office

Jakarta:

Gedung Jaya Lt. 2 Suite L02-05

Jl. M. H. Thamrin No. 12

Jakarta 10340

Phone : +62 21 3193 1811

Yogyakarta:

Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata

Tamansiswa Yogyakarta

Jl. Kusumanegara 121 - Yogyakarta 55165

Phone : 0274-543944

Solo:

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Jalan A. Yani Tromol Pos 1,

Pabelan Kartasura, Surakarta,

Jawa Tengah 57162

(0271) 717417

Makassar :

Jl. Gunung Bawakareng No. 71

Makassar 90157

Phone : +62 411 361 3122

Sampit :

Universitas Darwan Ali

Jl. Batu Berlian No. 10

Kalimantan Tengah 74322

Phone : +62 531 31992

Panin Bank Centre

4

th

Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1

Jakarta 10270, Indonesia

Phone

: +62 21 727 99888

Fax

: +62 21 571 0895

Web

: www.firstasiacapital.com

E-mail :

[email protected]

First Asia Research Team :

Ivan Kurniawan ([email protected])

David Nathanael ([email protected])

Referensi

Dokumen terkait

Volume transaksi sahamnya kemarin meningkat mencapai 46,75 juta saham dibandingkan rata-rata hariannya dalam dua pekan terakhir yang hanya sekitar 26,3 juta saham.. Tahun ini

 Penjualan alat berat UNTR raih angka tertinggi..  Pakuwon siapkan Rp 300 M buat

Pencapaian laba bersih sepanjang 1H17 mencerminkan 45,78% dari target laba bersih tahun ini yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp3,32 triliun atau naik 49,7% dari tahun

Terbaru, ada PT PP (Persero) Tbk (PTPP) yang membagikan dividen tahun buku 2016 sekitar Rp 307 miliar atau setara dengan pay out ratio sebesar 30% dari laba bersih tahun lalu, Rp

Bahkan diperkirakan inflasi tahun ini bisa lebih tinggi dari 5% year on year (YoY) jika kenaikan harga pangan, seperti yang terjadi awal Ramadan tahun ini tidak bisa diredam..

WIKA memperkirakan perolehan kontrak hingga akhir tahun ini hanya akan mencapai Rp 20,5 triliun atau 79,4% dari target awal.. Adji Firmantoro, Direktur Keuangan WIKA mengatakan,

Dengan kondisi bisnis perbankan yang terus bertum- buh positif tahun depan, dengan target pertumbuhan kredit sekitar 10%-12% di atas tahun ini 9% maka peluang per- tumbuhan

Sebagai informasi, perseroan berhasil mencatatkan kenai- kan laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas (laba bersih) mencapai 107,12 persen pada akhir 2011