Ekonom: BI akan tahan suku bunga acuan 4,75%.
Anak usaha GIAA bersiap melepas 20% saham di bursa.
Laba BRI Agro tumbuh 27,97%.
IATA Jadwalkan private placement Februari ini.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
I
HSG pada perdagangan awal
pekan kemarin berhasil melanjut‐
kan penguatannya seiring tren bull‐
ish pasar saham global dan kawasan
Asia kemarin. IHSG berhasil tutup di
atas 5400 yakni di 5409,556 atau
menguat 37,887 poin (0,7%). Ini
merupakan posisi penutupan IHSG
tertinggi sejak perdagangan 11 No‐
vember 2016 lalu. Penguatan IHSG
kemarin terutama ditopang kenai‐
kan saham perbankan seperti BBCA
dan saham infrastruktur dan jasa
pendukungnya. Nilai transaksi di
Pasar Reguler kemarin mencapai
Rp6,78 triliun dan pemodal asing
mencatatkan
pembelian
bersih
Rp512,68 miliar. Kenaikan harga
sejumlah komoditas logam seperti
nikel dan putusan Menkeu tentang
tarif bea keluar atas ekspor produk hasil pengolahan mineral logam sebesar 0%‐
7,5% berdasarkan kemajuan fisik pembangunan failitas pemurnian (PMK No.13/
PMK.010/2017) turut memicu aksi beli atas sejumlah saham emiten tambang
seperti INCO dan MEDC.
Sementara bursa saham global tadi malam melanjutkan tren bullish.
Indeks saham di zona Euro, Eurostoxx, menguat 1% di 3305,23. Di Wall Street,
indeks DJIA dan S&P mencatatkan level tertinggi baru di 20412,16 dan 2328,25
masing‐masing menguat 0,7% dan 0,5%. Indeks Nasdaq menguat 0,5% di
5763,96. Tren bullish dipicu rencana Trump mengeluarkan kebijakan pemoton‐
gan pajak korporasi yang berpotensi mengangkat pertumbuhan ekonomi negara
adidaya tersebut dan mendorong The Fed mempercepat kenaikan tingkat bunga
FFR. Kondisi ini mengangkat dolar AS ke level tertinggi dalam tiga pekan terakhir
terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Harga komoditas tembaga dan
logam lainnya yang kembali menguat turut menopang aksi beli atas saham mate‐
rial. Harga copper di London tadi malam naik 0,65% di USD6126,75/MT, harga
nikel naik 0,35% di USD10682,50/MT, dan harga timah naik 1,9% di
USD19802,50/MT. Sedangkan harga minyak mentah di AS tadi malam koreksi
1,8% di USD52,90/barel.
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi
cenderung menguat. Pasar saham global dan kawasan yang bergerak bullish dan
kenaikan sejumlah harga komoditas logam akan menopang pergerakan IHSG.
Aksi beli selektif juga akan digerakkan oleh sejumlah sentimen individual teru‐
tama terkait rilis laba 2016 sejumlah emiten sektoral. IHSG diperkirakan bergerak
dengan support di 5380 dan resisten di 5430.
S1 5380 S2 5350 R1 5430 R2 5450
Index Last Chg % DJIA 20412.16 142.79 0.70 S&P 500 2328.25 12.15 0.52 FTSE 100 7278.92 20.17 0.28 CAC 40 4888.19 59.87 1.24 DAX 11774.43 107.46 0.92 NIKKEI 225 19452.84 73.91 0.38 HANGSENG 23710.98 136.00 0.58 STI 3111.63 11.24 0.36 SHENZHEN 1964.75 14.43 0.74 SHANGHAI 3216.84 20.14 0.63 Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 53.03 (0.89) (1.65) CPO (RM/M.T) 3036.00 (62.00) (2.00) Gold (USD/T.oz) 1277.10 44.80 3.64 Nikel (USD/M.T 10430.00 0.00 0.00 Timah (USD/M.T) 19245.00 0.00 0.00 Coal (USD/M.T) 78.45 (0.35) (0.44) Exchange Rates Chg % IDR/USD 13323.00 10.00 0.08 USD/EUR 1.060 (0.00) (0.19) JPY/USD 113.62 (0.19) (0.16) IDR/SGD 9406.69 4.09 0.04 IDR/AUD 10252.60 2.60 0.03 TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 29.32 3906 (0.08) (0.27)Top Gainers IDR % Chg
NAGA 168 34.40 43 INDX 180 34.30 46 AGRO‐W 700 28.40 155
DGIK 150 28.20 33 TKIM‐W 150 25.00 30
Top Losers IDR % Chg
SONA 1,840 (24.90) (610)
CANI 560 (24.30) (180)
DPNS 362 (11.30) (46)
ICON 436 (11.00) (54)
GEMS 2,550 (10.80) (310)
Top Value IDR % (miliar) MYRX 133 (7.00) 662 B
BBCA 15,525 3.50 615 B BIPI 152 (2.60) 555 B BUMI 410 (3.80) 502 B SRIL 304 6.30 478 B Top Volume IDR % (juta)
MYRX 133 (7.00) 4,763.310 ELTY 90 2.30 4,495.928 BEKS 62 6.90 4,113.705 BIPI 152 (2.60) 3,489.386 ENRG 74 (1.30) 2,190.183 IHSG 5,409.56 Change 37.89 Change (%) 0.71 Change (%/ytd) 2.13
Total Value (IDR triliun) 8.520
Total Volume (miliar saham) 22.434
Net Foreign Buy (IDR miliar) 513.000
News Update
2
Ekonom: BI akan tahan suku bunga acuan 4,75%.
Bank Indonesia (BI) diprediksi akan menahan suku bunga
acuan 7-Day Reverse Repo Rate pada level 4,75 % dalam Rapat Dewan Gubernur pekan ini. "Langkah itu diambil
karena derasnya tekanan inflasi dan gejolak dari ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi pasar
keuangan domestik, kata Ekonom DBS Bank Gundy Cahyadi. Ia menuturkan BI juga tidak dalam kebutuhan
mendesak untuk melonggarkan suku bunga acuan pada pekan ini karena Bank Sentral lebih memilih untuk
menunggu proses pemulihan pertumbuhan investasi swasta, sebagai hasil dari penurunan suku bunga di pasar
finansial. "Tidak ada alasan bagi BI untuk menyetir sikapnya dari kebijakan saat ini," ujar Gundy. Gundy menilai
tekanan inflasi yang menguat drastis pada Januari 2017 sebesar 0,97 % (month to month/mtm) telah memaksa BI
untuk tidak mengubah kebijakan moneternya. Gundy bahkan memperkirakan inflasi tahunan akan menyentuh 4 %
di pertengahan tahun 2017, dibanding Januari 2017 yang masih 3,49 % (year on year/yoy). "BI kemungkinan akan
mencermati risiko inflasi ke depannya. Lebih lanjut, ketidakpastian masih dominan di global, dan BI akan sangat
mencermati lintasan kenaikan dari suku bunga acuan The Fed," ujar dia. BI juga, ujar dia, akan mencermati kenaikan
konsumsi ekonomi termasuk swasta dari permintaan kredit perbankan. Bank Sentral dijadwalkan akan melakukan
Rapat Dewan Gubernur pada 16 Februari 2017. (Kontan)
Anak usaha GIAA bersiap melepas 20% saham di bursa.
Rencana PT Garuda Indonesia Tbk melepas saham salah
satu anak usahanya mendekati kenyataan. Pilihan jatuh pada PT Garuda Maintenance Facility (GMF), yang bakal
segera menggelar initial public offering (IPO). Saat ini pemegang saham GIAA tengah meminta perseroan untuk
melakukan berbagai upaya demi memperkuat fundamental GMF, agar aksi penjualan saham perdana sukses. "Kami
harap bisa melepas sampai 20% saham, tapi ini masih menunggu aspirasi pemegang saham" kata Direktur Utama
GIAA Arif Wibowo. Yang jelas, perusahaan pelat merah ini berharap GMF dapat menggelar IPO di tahun ini. Apalagi,
pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini sedang mengkilap. "Diharapkan tahun ini karena milestone terbaik untuk
kami, tahun ini atau paling lambat tahun depan" tambah Arif. Walau sudah berencana melepas saham hingga 20%,
tapi GIAA belum menyebut berapa dana yang bakal didapat GMF dari aksi korporasi tersebut. Yang jelas, dana hasil
IPO tersebut bakal digunakan GMF untuk melakukan pertumbuhan non organik, seperti membentuk joint venture
atau mengakuisisi beberapa bengkel alias repair station lain di wilayah lain. Pertumbuhan non organik diperlukan
karena pasar GMF tidak hanya di kawasan regional saja, melainkan juga global. Untuk wilayah global, GMF sudah
biasa melakukan perawatan-perawatan di berbagai negara, terutama untuk teknologi pesawat yang tersebar di
Afrika. Selain menyiapkan GMF IPO tahun ini, GIAA juga berupaya meningkatkan kinerjanya. Rencananya, tahun ini
perusahaan BUMN ini bakal meningkatkan rasio available seat kilometer (ASK) sebesar 8,7%. GIAA juga mendorong
traffic naik hingga6,5%. (Kontan)
Laba BRI Agro tumbuh 27,97%.
PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) mencetak kinerja apik di
tahun 2016. Laba bersih anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) ini tumbuh 27,97% menjadi Rp 103 miliar,
dari akhir tahun 2015 yang sebesar Rp 80,49 miliar. Dalam laporan keuangan BRI Agro yang diunggah di situs Bursa
Efek Indonesia, Senin (13/2), terungkap pendapatan bunga emiten bersandi saham AGRO ini naik 22,68% menjadi
965,08 miliar, dari sebelumnya Rp 786,71 miliar. Adapun laba operasional BRI Agro akhir tahun lalu, meningkat
34,30% menjadi Rp 128,51 miliar. Tahun ini, BRI Agro bersama BRI Life, akan mendapat gelontoran dana segar dari
BRI dengan total anggaran Rp 2 triliun. Ini merupakan salah satu cara untuk menopang status BRI Agro, naik kelas
masuk jajaran bank BUKU III di tahun 2018 mendatang. (Kontan)
IATA Jadwalkan private placement Februari ini.
PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA) bakal
melakukan private placement atau penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (Non-HMETD) di
pertengahan Februari yang akan datang. "Perseroan bermaksud untuk menerbitkan sebanyak 320 juta saham baru
dengan nilai 50 per saham," tulis perusahaan dalam keterbukaan yang ada di Bursa Efek. Penambahan modal
tersebut dilakukan oleh emiten dengan harga pelaksanaan Rp 52 per saham. Sebagai gambaran, Perdagangan IATA
hari ini ditutup dengan pelemahan 5,36% menjadi Rp 53 per saham. Perseroan akan melakukan penambahan
modal per 21 Februari 2017. Sementara itu perseroan juga akan memberitahukan hasil pelakasanaannya per 23
Februari yang akan datang. Nah, aksi korporasi ini sesuai dengan restu Rapat Umum Pemegang Saham yang
dilakukan 28 April 2016 yang lalu. Dalam pemberitaan sebelumnya dinyatakan bahwa seluruh dana hasil
penambahan modal tanpa HMETD setelah dikurangi biaya-biaya, akan digunakan untuk modal kerja. (Kontan)
Selasa, 14 Februari 2017
Stock Picks
3AKRA 6600‐6900. Setelah lima sesi perdagangan dilanda koreksi, kemarin harga saham PT AKR Korporindo
Tbk (AKRA) berhasil rebound tutup di Rp6650. Support dari Rp6450 bergeser ke Rp6600 dengan target pen‐
guatan akan kembali menguji resisten di Rp6900 hingga Rp7000. Dari pendekatan candlestick pattern, per‐
gerakan harganya kemarin membentuk pola bullish reversal dengan terbentuknya long white candle sete‐
lah downtrend channel. Pergerakan harga sahamnya akan dipengaruhi pergerakan harga minyak mentah
dunia dan fluktuasi nilai tukar dolar AS. Dari sisi kinerja, hingga kuartal tiga tahun 2016 lalu (3Q16), pen‐
jualan dan pendapatan perseroan turun 27% mencapai Rp10,95 triliun dibandingkan periode yang sama
2015 sebesar Rp15,03 triliun. Laba kotor turun 10% menjadi Rp1,47 triliun dengan marjin kotor naik men‐
jadi 13,46% dari 10,90% (3Q15). Laba usaha turun 4,78% menjadi Rp1,03 triliun dengan marjin usaha naik
menjadi 9,45% dari 7,23%. Di bottom line, laba bersih turun 6% menjadi Rp793,19 miliar dengan marjin
bersih 7,24% naik dari 5,62% periode yang sama 2015. Tahun lalu penjualan dan pendapatan diperkirakan
mencapai Rp14,24 triliun turun 28% dibandingkan 2015 sebesar Rp19,76 triliun. Sedangkan laba bersih
2016 diperkirakan bisa mencapai Rp996,66 miliar atau turun 3,58% dibandingkan 2015 sebesar Rp1,03 tril‐
iun. Tahun ini perseroan menargetkan marjin bersih bisa mencapai di atas 8% dengan fokus menggarap
pendapatan dari bisnis distribusi BBM dan bahan kimia dasar. Menggeliatnya industri pertambangan me‐
masuki paruh kedua tahun lalu diperkirakan akan berlanjut tahun ini seiring proyeksi harga komoditasnya
yang diperkirakan akan cenderung menguat. Sedangkan dari bisnis BBM ritel, pendapatan juga terlihat
meningkat sepanjang 2016 lalu terutama produk bensin dengan kadar oktan 92. Kontribusi penjualan BBM
ritel mencapai 12% dari bisnis distribusi BBM perseroan. Tahun ini kontribusi dari bisnis BBM ritel akan di‐
naikan menjadi 15%. Kemudian pertumbuhan pendapatan perseroan tahun ini juga akan dikontribusikan
dari peningkatan penjualan lahan industri kawasan Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) di Gresik,
Jawa Timur. Target penjualan lahan tahun ini 40 ha atau bisa mencapai nilai Rp170,4 miliar. Tahun ini
diperkirakan penjualan dan pendapatan bisa tumbuh sekitar 14% atau mencapai Rp16,23 triliun. Sedang‐
kan proyeksi laba bersih tahun ini dengan marjin 8% mencapai Rp1,29 triliun atau tumbuh 30,28%. EPS
proyeksi tahun ini diperkirakan mencapai Rp325,42. Target harga sahamnya tahun ini berpeluang ditran‐
saksikan dengan PE 25x atau mencapai Rp8135. Maintain Buy, SL 6350
4
Stock Picks
ADHI 2080‐2260.
Harga saham emiten jasa konstruksi, PT Adhi Karya Tbk (ADHI), kemarin berhasil technical rebound
tutup di Rp2140, menembus kembali level Rp2100. Posisi harganya, secara technical, sudah berada di area oversold,
menopang rebound harga sahamnya kemarin. Pola pergerakan harganya kemarin membentuk sinyal bullish reversal
setelah terbentuk long white candle didahului doji star setelah downtrend channel. Level support saat ini bergeser ke
Rp2080. Tahun ini emiten jasa konstruksi berpeluang tumbuh lebih baik ketimbang tahun lalu dengan dukungan
lancarnya sejumlah proyek infrastruktur yang sempat tertunda tahun lalu. Salah satu proyek infrastruktur tersebut
adalah LRT Jabodetabek yang digarap ADHI. Untuk keperluan pendanaannya, selain hasil right issue tahun lalu,
perseroan tahun ini akan menerbitkan obligasi korporasi dengan target dana Rp2 triliun. Kebutuhan dana tahap I
proyek tersebut tahun ini mencapai Rp7 triliun. Sebanyak Rp5 triliun dari kebutuhan tersebut berasal dari konsorsium
perbankan dan APBN. Perseroan menargetkan akhir tahun ini progres pembangunan tersebut mencapai 35%‐40%.
Tahun lalu target perolehan kontrak baru mencapai Rp17,9 triliun, atau lebih rendah dari target awal tahun Rp25
triliun. Hingga 3Q16 pendapatan usaha tumbuh 5% mencapai Rp5,69 triliun dibandingkan periode yang sama 2015
sebesar Rp5,41 triliun. Laba bersih turun 16,14% mencapai Rp115,18 miliar dibandingkan Rp137,36 miliar periode
yang sama tahun 2015. Perseroan memperkirakan pendapatan usaha 2016 lalu hanya mencapai Rp11,5 triliun di
bawah perkiraan kami sebelumnya Rp13,11 triliun. Ini mencerminkan kenaikan 22,5% dari pencapaian 2015 lalu di
Rp9,39 triliun. Sedangkan laba bersih 2016 diperkirakan hanya Rp301,9 miliar atau lebih rendah dari proyeksi kami
sebelumnya Rp642,19 miliar. Angka laba ini turun 34,5% dibandingkan tahun sebelumnya Rp463,68 miliar. Perkiraan
laba bersih tersebut di bawah perkiraan awal tahun 2016 sebesar Rp750 miliar. EPS 2016 lalu diperkirakan hanya
Rp84,83/saham Tahun ini perseroan menargetkan kontrak baru Rp44 triliun terdiri dari proyek LRT Rp23 triliun dan
proyek Non‐LRT Rp21 triliun. Perseroan menargetkan pendapatan usaha tahun ini Rp14,31 triliun atau naik 24,3% dari
perkiraan tahun lalu sebesar Rp11,5 triliun. Sedangkan laba bersih tahun ini diperkirakan mencapai Rp500 miliar atau
tumbuh 65,6% dari perkiraan tahun lalu sebesar Rp301,9 miliar. EPS tahun ini diperkirakan mencapai Rp140,5. Pada
harga saat ini di Rp2080, harga sahamnya ditransaksikan dengan PE 14,8x (E/17). Harga sahamnya diperkirakan
berpeluang ditransaksikan dengan PE 18x (E/17) atau mencapai Rp2530. Maintain Buy, SL 1900
Selasa, 14 Februari 2017
Saham Pilihan
ASII 7900-8300 TB, SL 7850
BBRI 11900-12200 TB, SL 11800
BBTN 1925-2020 Buy, SL 1880
UNTR 22600-24000 TB, SL 21000
JSMR 4600-4900 TB, SL 4500
INCO 2750-2850 Buy, SL 2600
MEDC 1920-2100 TB, SL 1790
5
Stock Picks
TINS 1050‐1120.
Harga saham emiten logam PT Timah Tbk (TINS) kemarin berhasil melanjutkan rebound
terbatas ditutup di Rp1070. Saat ini support d kisaran Rp1020 hingga Rp1050 dengan target resisten jangka
pendek di Rp1120 hingga Rp1150. Pergerakan positif harga sahamnya ditopang pergerakan harga
komoditasnya. Stabilnya perekonomian China dan pulihnya perekonomian AS menopang pergerakan harga
komoditas logam termasuk logam timah dunia yang saat ini di USD19725/MT naik 1,4% kemarin di
perdagangan pasar Asia. Saat ini pasar juga tengah menanti rilis laba 2016 perseroan. Harga sahamnya saat
ini relatif murah dengan peluang pembalikan arah. Kenaikan harga timah dunia sepanjang 2016 lalu telah
berdampak positif bagi perbaikan kinerja perseroan. Ini sudah tercermin hingga kuartal tiga tahun 2016
lalu. Sebagaimana terlihat dari laba bersih hingga 3Q16 tumbuh 384% mencapai Rp50,65 miliar
dibandingkan periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp10,47 miliar. Sedangkan pendapatan usaha
sepanjang Jan‐Sep 2016 mencapai Rp4,68 triliun turun 9% dibandingkan periode yang sama 2015 sebesar
Rp5,14 triliun. Seiring tren kenaikan harga timah dunia marjin bruto perseroan secara kuartalan terus
meningkat hingga 3Q16. Marjin bruto sepanjang 9M16 12,63% naik dari periode yang sama 2015 sebesar
9,87% dan sepanjang paruh pertama 2016 (1H16) sebesar 9,98%. Perseroan sebelumnya menargetkan
pendapatan 2016 bisa mencapai Rp9,2 triliun atau tumbuh 34% dibandingkan tahun sebelumnya Rp6,87
triliun. Namun melihat hingga 3Q16 baru mencapai Rp4,68 triliun, maka diperkirakan pendapatan usaha
perseroan 2016 hanya mencapai Rp6,48 triliun atau turun 5,7% (yoy). Sebelumnya target laba bersih 2016
bisa mencapai Rp673 miliar, namun seiring dengan turunnya proyeksi pendapatan usaha 2016 dan marjin
bersih yang diperkirakan 2,4% maka laba bersih 2016 diperkirakan hanya mencapai Rp156,63 miliar atau
tumbuh 54% dari periode yang sama tahun lalu Rp101,58 miliar. EPS 2016 diperkirakan Rp16 dari perkiraan
sebelumnya Rp90,45 atau naik dari tahun 2015 sebesar Rp14. Sebelumnya dengan pendekatan nilai buku,
harga saham perseroan berpeluang ditransaksikan dengan PBV 1,7x atau mencapai Rp1200. Trading Buy,
SL 970
Selasa, 14 Februari 2017
Stock View
6
Selasa, 14 Februari 2017
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
5409.56 5422.40 5435.23 5392.70 5375.84
PERKEBUNAN AALI 15625 15,833.33 16,041.67 15,508.33 15,391.67 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 380 388.00 396.00 372.00 364.00 LSIP 1570 1,596.67 1,623.33 1,556.67 1,543.33 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 2040 2,055.00 2,070.00 2,010.00 1,980.00 SIMP 520 525.00 530.00 515.00 510.00 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 71 77.00 83.00 68.00 65.00PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1680 1,713.33 1,746.67 1,658.33 1,636.67 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00 BUMI 410 425.33 440.67 399.33 388.67 DEWA 87 91.00 95.00 84.00 81.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 2020 2,043.33 2,066.67 2,003.33 1,986.67 ITMG 15025 15,308.33 15,591.67 14,883.33 14,741.67 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 11075 11,150.00 11,225.00 11,000.00 10,925.00 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 765 771.67 778.33 756.67 748.33
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 152 164.00 176.00 143.00 134.00
ELSA 422 428.67 435.33 418.67 415.33 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17
ENRG 74 77.33 80.67 71.33 68.67
ESSA 1900 1,916.67 1,933.33 1,866.67 1,833.33
MEDC 2000 2,121.67 2,243.33 1,796.67 1,593.33
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 810 816.67 823.33 806.67 803.33 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 2810 2,846.67 2,883.33 2,776.67 2,743.33 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 1070 1,093.33 1,116.67 1,053.33 1,036.67 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 15950 16,108.33 16,266.67 15,633.33 15,316.67 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 905 913.33 921.67 898.33 891.67 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 9825 9,883.33 9,941.67 9,758.33 9,691.67 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 113 115.67 118.33 111.67 110.33 JPRS 142 143.33 144.67 141.33 140.67 KRAS 715 728.33 741.67 708.33 701.67 PAKAN TERNAK CPIN 3530 3,603.33 3,676.67 3,403.33 3,276.67 JPFA 1875 1,938.33 2,001.67 1,793.33 1,711.67 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44
OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 8100 8,150.00 8,200.00 8,025.00 7,950.00 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71
GJTL 1075 1,088.33 1,101.67 1,063.33 1,051.67
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8500 8,525.00 8,550.00 8,475.00 8,450.00 INDF 8000 8,050.00 8,100.00 7,950.00 7,900.00 MYOR 1825 1,835.00 1,845.00 1,810.00 1,795.00 ROTI 1555 1,578.33 1,601.67 1,533.33 1,511.67 GGRM 62000 62,508.34 63,016.67 61,458.34 60,916.67 INAF 2440 2,510.00 2,580.00 2,400.00 2,360.00 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 2060 2,080.00 2,100.00 2,050.00 2,040.00 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1495 1,501.67 1,508.33 1,481.67 1,468.33
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 232 235.33 238.67 227.33 222.67 ASRI 392 397.33 402.67 387.33 382.67 BKSL 94 95.33 96.67 93.33 92.67 BSDE 1905 1,918.33 1,931.67 1,893.33 1,881.67 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 1090 1,096.67 1,103.33 1,086.67 1,083.33 CTRA 1430 1,445.00 1,460.00 1,405.00 1,380.00 CTRP 690 690.00 690.00 690.00 690.00 CTRS 2710 2,710.00 2,710.00 2,710.00 2,710.00 ELTY 90 96.33 102.67 85.33 80.67 KIJA 296 297.33 298.67 293.33 290.67 MDLN 338 341.33 344.67 333.33 328.67 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2140 2,186.67 2,233.33 2,046.67 1,953.33 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 150 165.67 181.33 125.67 101.33 PTPP 3690 3,743.33 3,796.67 3,653.33 3,616.67 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 580 591.67 603.33 571.67 563.33 TOTL 820 826.67 833.33 806.67 793.33 WIKA 2520 2,540.00 2,560.00 2,490.00 2,460.00 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02
INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2870 2,893.33 2,916.67 2,833.33 2,796.67 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61
JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1505 1,515.00 1,525.00 1,495.00 1,485.00 JSMR 4790 4,836.67 4,883.33 4,736.67 4,683.33 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 EXCL 3040 3,063.33 3,086.67 3,013.33 2,986.67 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 6500 6,566.67 6,633.33 6,391.67 6,283.33 TLKM 3920 3,926.67 3,933.33 3,906.67 3,893.33 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 356 364.00 372.00 344.00 332.00 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 404 420.00 436.00 380.00 356.00 WINS 296 298.67 301.33 290.67 285.33 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95
KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 735 748.33 761.67 728.33 721.67 BANK BBCA 15525 15,666.67 15,808.33 15,366.67 15,208.33 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 620 625.00 630.00 615.00 610.00 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 6300 6,316.67 6,333.33 6,266.67 6,233.33 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 12075 12,133.33 12,191.67 12,008.33 11,941.67 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 1960 1,981.67 2,003.33 1,921.67 1,883.33 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 4630 4,686.67 4,743.33 4,526.67 4,423.33 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 2300 2,340.00 2,380.00 2,280.00 2,260.00 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 11450 11,558.33 11,666.67 11,383.33 11,316.67 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 1070 1,101.67 1,133.33 1,031.67 993.33 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 6650 6,716.67 6,783.33 6,541.67 6,433.33 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 328 329.33 330.67 325.33 322.67 UNTR 23325 23,450.00 23,575.00 23,150.00 22,975.00 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 5800 6,058.33 6,316.67 5,458.33 5,116.67 RALS 1375 1,400.00 1,425.00 1,350.00 1,325.00
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1700 1,711.67 1,723.33 1,686.67 1,673.33
PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 121 126.33 131.67 117.33 113.67
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman
Kav 58 Jakarta
PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐ tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam
TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00
HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta
MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐ nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐
12950
NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA
7
24‐Jun‐16
27‐Jun‐16
21‐Jul‐16
SQBB
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
SQBI
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
DPNS
5
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
GEMA
16
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
MREI
50
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
JTPE
14
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
PEGE
10
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CPIN
29
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
TALF
3
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
12‐Jul‐16
KBLI
7
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
SRTG
32
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
KKGI
20
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CTRP
4
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRS
22
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRA
6
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
IDPR
5
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
30‐Jun‐16
UNVR
424
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
15‐Jul‐16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.