Ismail dan Ibrahim Potret Relasi Orang t

11 

Teks penuh

(1)

Khutbah Idul Adha 1434 H.:

Ibrahim as. dan Ismail as.: Potret Relasi Orang Tua dan Anak

ربكأ هللا

Kaum Muslimin, Jama'ah Sholat Idul Adha yang dirahmati Allah…

Alhamdulillah, pada pagi hari ini kita dikumpulkan oleh Allah swt. dalam keadaan sehat wal ‘afiyat dan istiqomah melaksanakan salah satu syariat-Nya. Kesehatan dan kesempatan adalah dua nikmat yang seringkali membuat orang lupa dan terlena sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw dalam sebuah hadisnya:

غارفلاو ةحصلا :سانلا نم ريثك امهيف نوبغم ناتمعإن

Ada dua nikmat yang sering membuat orang terlena dan tertipu; kesehatan dan kesempatan.

Oleh karena itu, pada hari raya Idul Adha ini kita harus memanfaatkan kedua nikmat ini dalam rangka menggapai ridlo Allah swt.

Kaum Muslimin yang berbahagia…

(2)

يإننأأ م

م انأمأللا يفم ىرأأ

أ يإننإم يينأبب ايأ لأاقأ يأعلسيلا هبعأمأ غألأبأ اميلأفأ

يإنمدبجمتأس

أ ربمأؤلتب امأ ل

ل عأفلا ت

م بأأأ ايأ ل

أ اقأ ىرأتأ اذأامأ رلظ

ب إنافأ ك

أ حببأذلأأ

ن

أ يرمبماص

ي لا ن

أ مم هبليلا ءاش

أ نإم

.

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku

termasuk orang-orang yang sabar".

Nabi Ismail as. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat ini betul-betul menjadi figur anak yang sangat berbakti kepada ayahnya. Betapa tidak? Saat ditanya mau disembelih, ia dengan tegas patuh terhadap perintah ayahnya tersebut dan merelakan dirinya disembelih. Ini contoh yang luar biasa hubungan anak dengan orang tuanya. Anak wajib menghormati dan mematuhi perintah orang tua selama perintah itu tidak bertentangan dengan ajaran Allah swt. Nabi Muhammad saw. bersabda:

قلاخلا ةيصعم يف قولخمل ةعاط ل

Tidak ada kewajiban taat kepada sesama makhluk dalam maskiat kepada Allah.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar…

Jama'ah Sholat Idul Adha yang dimuliakan Allah…

Pertanyaannya kemudian: “Mengapa Nabi Ibrahim as. memiliki anak seorang Nabi Ismail yang begitu patuh kepada kedua orang tuanya? Ismail rela disembelih oleh ayahnya. Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus merujuk ke salah satu hadis Nabi saw.:

مكؤانبأ مكربت مكئابآ اورب

Berbuat baiklah kepada ayah-ibumu, niscaya anak-anakmu juga akan berbuat baik kepadamu.

Hadis ini menjelaskan hukum kausalitas. Sikap seseorang terhadap orang tuanya, ternyata kata Nabi, juga berpengaruh terhadap sikap anaknya terhadap orang itu. Nabi Ibrahim memiliki anak bernama Nabi Ismail dan dia merupakan anak yang sangat berbakti kepada Nabi Ibrahim, hal itu dikarenakan Nabi Ibrahim juga sangat berbakti kepada orang tuanya. Nabi Ibrahim sangat menghormati orang tuanya, walaupun berbeda keyakinan dan berbeda agama dengannya.

Allah swt. menceritakan bagaimana sikap Nabi Ibrahim terhadap orang tuanya di dalam Al-Qur’an (41-49: Maryam):

(3)

يبر ءاعدب نوكأ لأ ىسع ،يبر وعدأو هللا نود نم نوعدت

هككل اككنبهو هككللا نود نككم نودككبعي اككمو مهكلزتعا املف .ايقش

.ايبإن انلعج لكو بوقعيو قاحسإ

41. Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi.

42. Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya; "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?

43. Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.

44. Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.

45. Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan."

46. Berkata bapaknya: "Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama."

47. Berkata Ibrahim: "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. 48. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku."

49. Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak, dan Ya'qub. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi.

Allahu Akbar Walillahil Hamd.. Kaum Muslimin yang berbahagia…

Beberapa ayat Al-Qur’an itu menjelaskan betapa bagusnya sikap Nabi Ibrahim as. kepada ayahnya. Betapa lemah lembutnya Nabi Ibrahim memanggil ayahnya. Padahal, sebagaimana kita tahu bahwa ayah Nabi Ibrahim adalah penyembah berhala bahkan dia adalah salah satu produsen berhala. Tetapi, walaupun demikian, Nabi Ibrahim tetap menghormatinya sebagai ayah, sebagai orang tua.

Maka, pantas apabila Nabi Ibrahim kemudian diberikan keturunan oleh Allah swt. anak-anak yang berbakti dan menjadi Nabi; Nabi Ismail as., Nabi Ishak as., dan Nabi Ya’kub as. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat tersebut.

Allah sudah menjelaskan kepada kita bahwa kita harus ta’at dan hormat kepada kedua orangtua apapun keadaannya dan bagaimanapun sikapnya kepada kita. Allah swt. berfirman (QS: 8: Al-‘Ankabut):

ام يب كرشتل كادهاج نإو ،انسح هيدلاوب ناسإنلا انيصوو

امهعطت لف ملع هب كل سيل

Dan kami wasiatkan kepada manusia untuk berbuat baik (hormat) kepada kedua orangtunya. Dan apabila mereka berusaha mengajakmu untuk menyekutukanku dengan

sesuatu yang tidak kamu ketahui, maka janganlah kau taat kepada mereka.

(4)

اهكإناسلب ينيذؤت يهو اهيلع قفإنأ ةدلاو يل نإ هللا لوسر اي

؟عنصأ فيكف

Ya Rasulullah, saya punya seorang ibu yang selalu saya beri belanja dan saya penuhi kebutuhannya. Tetapi, ibu saya ini sering menyakiti hati saya dengan kata-katanya.

Harus bersikap seperti apa saya?

Rasulullah saw. menjawab pertanyaan sahabat tersebut:

امأ .اهقح عبر ت

أ يدأ ام ك

أ مأحكل ت

ل عأطق ول هللا وف .اهقح دنأ

.تاهملا مادقأ تحت ةنجلا نأ تملع

Penuhilah hak ibumu. Demi Allah, andaikan Ibumu memotong dagingmu, itu belum sebanding dengan ¼ haknya. Tidakkah kau tahu, bahwa Surga itu berada di bawah

telapak kaki para Ibu.

Lalu, sahabat itu diam. Ia pergi menemui ibunya dan mencium kedua telapak kakinya. Ia berkata kepada ibunya: Ibuku, seperti inilah perintah Rasulullah saw.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar… Kaum muslimin yang dirahmati Allah…

Diceritakan juga di zaman Umar ibn Khattab ra. Konon ada seorang pedagang yang sukses. Suatu hari, ibunya datang kepadanya untuk meminta uang sebagai biaya hidup. Isteri pedagang itu berkata sebelum si pedagang memberi uang kepada ibunya: Kalau terus-terusan minta uang begini, sama saja dengan ibumu mengharapkan kita menjadi orang miskin. Mendengar perkataan menantunya, sang Ibu menangis dan pergi tanpa menerima sepeserpun uang dari anaknya.

Suatu hari, si pedagang berangkat ke luar kota dengan membawa barang dagangnnya. Di tengah perjalanan, ia dicegat oleh perampok. Para perampok itu mengambil semua hartanya dan memotong tangan pedagang tersebut. Lalu ditinggalkan begitu saja di tengah jalan. Akhirnya, ada satu rombongan yang lewat jalan itu dan menemukan si pedagang terpotong tangannya dan berlumuran darah. Mereka pun membawa pulang pedagang tersebut. Saat saudara-saudara dan sanak famili mengunjunginya, ia berkata kepada mereka: Ini balasanku. Andaikan saya memberikan uang satu dirham saja kepada ibuku, niscaya aku tidak akan dirampok dan dipotong tanganku.

Mendengar berita perampokan anaknya, sang Ibu tidak tega dan segera berkunjung melihat anaknya. Ia tidak tega melihat keadaan anaknya. Ia berdoa kepada Allah swt. agar mengampuni anaknya. Si anak pun menangis meminta maaf dan keridloan ibunya. Hingga sang Ibu dengan ikhlas mengatakan kepada anaknya: Anakku, aku sudah ridlo denganmu. Ketika malam hari, Subhanallah. Berkat doa ibunya. Berkat keridloan ibunya. Dengan Qudrat Allah swt., tangan orang tersebut kembali utuh seperti semula.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamd…

Hadirin-hadirat, oleh karena itulah. Di momentum Idul Adha ini, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt. dan mari kita perbaiki sikap kita kepada kedua orang tua kita. Mudah-mudahan diberkahi dan dirahmati oleh Allah swt.

(5)

اهرك همأ هتلمح ،اناسحإ هيدلاوب ناسنلا انيصوو

ارهش نواثلاث هلاصفو هلمحو ،اهرك هتعضوو

.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...