Mengapa kelupaan dapat terjadi?
1. Jika informasi tidak memasuki otak melalui reseptor-reseptor sensorik akibat pengaruh atensi. Hal ini menyebabkan terjadinya
kegagalan penyandian (failure to encode)
dan mengacu pada kegagalan memasukkan materi ke dalam LTM.
1. Jika informasi tidak memasuki otak melalui reseptor-reseptor sensorik akibat pengaruh atensi. Hal ini menyebabkan terjadinya
kegagalan penyandian (failure to encode)
Mengapa kelupaan dapat terjadi?
2. Menurut hukum Yerkes-Dodson (Yerkes &
Dodson, 1908), tingkat arousal yang sangat
rendah atau sangat tinggi menghambat kinerja memori dan proses kognitif yang lain.
Hal tersebut menyebabkan kelupaan karena memori yang disimpan mungkin hanya
berupa bagian emosional dari pengalaman tersebut.
2. Menurut hukum Yerkes-Dodson (Yerkes &
Dodson, 1908), tingkat arousal yang sangat
rendah atau sangat tinggi menghambat kinerja memori dan proses kognitif yang lain.
Hal tersebut menyebabkan kelupaan karena memori yang disimpan mungkin hanya
berupa bagian emosional dari pengalaman tersebut.
Mengapa kelupaan dapat terjadi?
3. Kegagalan konsolidasi (consolidation failure)
adalah hilangnya memori akibat gangguan organik yang terjadi saat pembentukan jejak memori yang berakibat pada terbentuknya memori yang tidak sempurna.
Dalam kegagalan konsolidasi, STM bekerja dengan normal namun gangguan terjadi
pada proses perpindahan informasi dari STM ke LTM.
3. Kegagalan konsolidasi (consolidation failure)
adalah hilangnya memori akibat gangguan organik yang terjadi saat pembentukan jejak memori yang berakibat pada terbentuknya memori yang tidak sempurna.
Dalam kegagalan konsolidasi, STM bekerja dengan normal namun gangguan terjadi
Mengapa kelupaan dapat terjadi?
4. Amnesia adalah sejenis kelupaan yang terjadi akibat adanya problem di otak.
Disebabkan oleh penyakit (seperti alzheimer dan sindrom korsakoff) atau cedera
traumatik di otak.
4. Amnesia adalah sejenis kelupaan yang terjadi akibat adanya problem di otak.
Disebabkan oleh penyakit (seperti alzheimer dan sindrom korsakoff) atau cedera
traumatik di otak.
Korsakoff Sindrom
Amnesia
• Amnesia Retrograde
Hilangnya memori mengenai peristiwa-peristiwa sebelum terjadinya cedera otak (retro = lama; tempo dulu memori lama menghilang).
Amnesia retrograde Dapat membentuk memori baru Tidak mampu
mengingat masa laluTidak mampu Dapat membentukmemori baru mengingat masa lalu
• Amnesia Anterograde
Hilangnya memori mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah cedera ( ante = setelah penderita amensia anterograde tidak mampu membentuk memori-memori baru).
Amnesia retrograde Tidak mampu membentuk memori baru
Film : 50 first date
Mengapa kelupaan dapat terjadi?
5. Decay adalah memudarnya memori seiring berlalunyawaktu atau akibat jarang digunakannya memori tersebut.
Contohnya : mengingat nomor telepon
6. Interferensi adalah bercampur-baurnya memori yang serupa.
Interferensi retroaktif, terjadi ketika memori baru menghambat pengambilan memori lama.
contoh: melupakan nomor induk pelajar saat SMA ketika sudah mendapatkan nomor mahasiswa.
Interferensi proaktif, terjadi saat memori lama menghambat pengambilan memori baru.
contoh: lupa menaruh kacamata karena ditaruh pada tempat yang tidak biasanya.
5. Decay adalah memudarnya memori seiring berlalunya waktu atau akibat jarang digunakannya memori tersebut.
Contohnya : mengingat nomor telepon
6. Interferensi adalah bercampur-baurnya memori yang serupa.
– Interferensi retroaktif, terjadi ketika memori baru
menghambat pengambilan memori lama.
contoh: melupakan nomor induk pelajar saat SMA ketika sudah mendapatkan nomor mahasiswa.
– Interferensi proaktif, terjadi saat memori lama menghambat
pengambilan memori baru.
Mengapa kelupaan dapat terjadi?
7. Kegagalan pengambilan (retrieval failure)
adalah ketidakmampuan menemukan isyarat memori (memory cue) yang diperlukan bagi pengambilan memori tersebut.
Kegagalan pengambilan memiliki problematika
tersendiri karena sulit dibedakan dengan decay
dan kegagalan penyandian.
7. Kegagalan pengambilan (retrieval failure)
adalah ketidakmampuan menemukan isyarat memori (memory cue) yang diperlukan bagi pengambilan memori tersebut.
Kegagalan pengambilan memiliki problematika
tersendiri karena sulit dibedakan dengan decay
dan kegagalan penyandian.
Mengapa kelupaan dapat terjadi?
8. Kelupaan yang disengaja (motivated
forgetting) adalah represi yang disadari terhadap memori, yang pada umumnya dilakukan seseorang untuk menghindari kenangan akan pengalaman yang traumatik.
8. Kelupaan yang disengaja (motivated
Mengapa kelupaan dapat terjadi?
9. Represi adalah tindakan mendorong
pemikiran-pemikiran, memori atau perasaan yang mengancam keluar dari kesadaran. Berdasarkan konsep Freud, represi dilakukan secara tidak sadar untuk melindungi ego.
Memori yang disingkarkan seseorang dari kesadarannya, terutama menyangkut memori yang menyakitkan.
9. Represi adalah tindakan mendorong
pemikiran-pemikiran, memori atau perasaan yang mengancam keluar dari kesadaran. Berdasarkan konsep Freud, represi dilakukan secara tidak sadar untuk melindungi ego.
Memori yang disingkarkan seseorang dari kesadarannya, terutama menyangkut memori yang menyakitkan.
Kekeliruan memori
• Pengaruh yang didapat setelah dibentuknya
memori, faktor-faktor perseptual, faktor
sosial, dan bahkan hasrat untuk mengingat suatu peristiwa, dapat mempengaruhi apa yang kita ingat. Pengaruh tersebut dapat
berbentuk suatu memori terkonstruksi, baru, namun secara faktual tidak tepat.
Pengaruh yang didapat setelah dibentuknya memori, faktor-faktor perseptual, faktor
sosial, dan bahkan hasrat untuk mengingat suatu peristiwa, dapat mempengaruhi apa yang kita ingat. Pengaruh tersebut dapat
berbentuk suatu memori terkonstruksi, baru, namun secara faktual tidak tepat.
Eksperimental oleh Roediger dan McDermott (1995)
Beristirahat, Bersantai, Seprei, Malam, Mendengkur, Ranjang, Terlelap, Bantal,
Bermimpi, Mengorok, Terjaga, Capek, Terbangun, Selimut, Pulas, Menguap,
Mengantuk
Beristirahat, Bersantai, Seprei, Malam, Mendengkur, Ranjang, Terlelap, Bantal,
Bermimpi, Mengorok, Terjaga, Capek, Terbangun, Selimut, Pulas, Menguap,
Mengantuk
Studi Roediger dan McDermott (1995) ini adalah studi eksperimen yang penting untuk memahami problem rumit mengenai kekeliruan memori
• Loftus dan Palmer (1974) menemukan bahwa
memori palsu dapat dibentuk menggunakan pertanyaan yang sengaja diarahkan untuk membentuk memori tersebut.
Loftus dan Palmer (1974) menemukan bahwa memori palsu dapat dibentuk menggunakan pertanyaan yang sengaja diarahkan untuk membentuk memori tersebut.
Faktor-faktor yang meningkatkan kinerja
memori :
1. Memusatkan perhatian kepada stimuli dalam lingkungan
2. Teknik Mnemonik
Teknik yang memudahkan penyimpanan,
atau penyandian dan pengingatan (recall)
terhadap informasi dalam memori.
1. Memusatkan perhatian kepada stimuli dalam lingkungan
2. Teknik Mnemonik
Teknik yang memudahkan penyimpanan,
atau penyandian dan pengingatan (recall)
terhadap informasi dalam memori.
Teknik teknik Mnemonik
Metode Loci
Sistem kata bergantung Metode kata kunci
Metode Loci
• Metode yang mengasosiasikan objek-objek
tertentu dengan tempat-tempat tertentu. Lokasi (loci) dapat berupa suatu kamar, sebuah jalan yang sering dilalui, atau bahkan sebuah rumah.
Metode yang mengasosiasikan objek-objek tertentu dengan tempat-tempat tertentu. Lokasi (loci) dapat berupa suatu kamar, sebuah jalan yang sering dilalui, atau bahkan sebuah rumah.
Sistem kata bergantung
• Seseorang mempelajari serangkaian kata yang
berfungsi sebagai gantungan untuk
menggantungkan item-item yang
dihafalkan.
Contohnya:
Three is a tree Four is a door Five is a hive Six is a stick
Seseorang mempelajari serangkaian kata yang
berfungsi sebagai gantungan untuk
menggantungkan item-item yang
Metode kata kunci
• Metode ini berguna dalam upaya mempelajari
kosakata bahasa asing (Atkinson, 1975;
Atkinson & Raugh, 1975; Raugh & Atkinson, 1975)
Metode ini berguna dalam upaya mempelajari kosakata bahasa asing (Atkinson, 1975;
Atkinson & Raugh, 1975; Raugh & Atkinson, 1975)
Teknik-teknik verbal
• Teknik akronim, yakni kata yang dibentuk
berdasarkan huruf-huruf pertama dalam sebuah frase atau kumpulan kata-kata.
Mengingat nama
• Lorayne dan Lucas (1974) menemukan bahwa
proses mempelajari sebuah nama yang
dihubungkan dengan memori mengenai wajah melibatkan tiga tahap.
– Tahap I: Mengingat nama itu sendiri kemudian
membentuk suatu frase pengganti bagi nama tersebut.
Tahap 2: Pencarian terhadap karakteristik yang menonjol di wajah seseorang
Tahap 3: Menghubungkan kata pengganti dengan karakteristik yang menonjol tersebut.
Lorayne dan Lucas (1974) menemukan bahwa proses mempelajari sebuah nama yang
dihubungkan dengan memori mengenai wajah melibatkan tiga tahap.
– Tahap I: Mengingat nama itu sendiri kemudian
membentuk suatu frase pengganti bagi nama tersebut.
– Tahap 2: Pencarian terhadap karakteristik yang
menonjol di wajah seseorang
– Tahap 3: Menghubungkan kata pengganti dengan
karakteristik yang menonjol tersebut.