PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM
1.BAKTERIOLOGI
Parameter Satuan Kadar maksimum yang diperbolehkan 100 ml sample
0
penyakit diare
kolera
disentri
Tifus
hepatitis A
poliomelistis
anterior akut
b. Air yang masuk sistem distribusi
E. Coli atau fecal coli
Total Bakteri Coliform
Jumlah per 100 ml sampel
Jumlah per 100 ml sampel
0
0
penyakit diare
kolera
disentri
Tifus
hepatitis A
poliomelistis
anterior akut
c. Air pada sistem distribusi
E.Coli atau fecal coli
Total Bakteri Coliform
Jumlah per 100 ml sampel
Jumlah per 100 ml sampel
0
0
penyakit diare
kolera
disentri
Tifus
hepatitis A
poliomelistis
A. Bahan-bahan inorganik (yang memiliki pengaruh langsung pada
kesehatan)
Parameter Satuan Kadar Maksimum yang diperbolehkan
Dampak Terhadap Kesehatan Manusia
1 2 3 4
Antimony (mg /liter) 0.005 Sakit kepala
Depresi
Air raksa (mg /liter) 0.001 Air raksa bisa terserap oleh
kulit, masuk peredaran darah kemudian dapat merusak ginjal
Arsenic (mg /liter) 0.01 Efek akut terhadap kesehatan berupa
nyeri kepala nyeri perut Mencret
muntah sampai syok
Sedangkan efek kronik biasanya terjadi gejala
Gastrointestinal neuropati
perifer,terutama
sensorik,
kerusakan hati
perubahan karsinogenik
di paru dan kulit
Efek Arsenic terhadap
mata adalah gangguan penglihatan dan kontraksi mata pada bagian perifer sehingga mengganggu daya pandang (visual fields) mata.
Pada kulit menyebabkan
seperti bubul (clavus), infeksi kulit (dermatitis) dan mempunyai efek pencetus kanker (carcinogenic).
Pada darah,
menyebabkan kegagalan fungsi sungsum tulang dan terjadinya pancytopenia (yaitu menurunnya jumlah sel darah perifer).
Pada liver, mempunyai
efek yang signifikan pada paparan yang cukup lama (paparan kronis), berupa meningkatnya aktifitas enzim pada liver (enzim SGOT, SGPT, gamma GT), ichterus (penyakit kuning), liver cirrhosis (jaringan hati berubah menjadi jaringan ikat dan ascites (tertimbunnya cairan dalam ruang perut).
Pada ginjal, Arsen (As)
akan menyebabkan kerusakan ginjal berupa renal damage (terjadi ichemia and kerusakan jaringan).
Pada saluran
pernafasan, akan menyebabkan timbulnya laryngitis (infeksi laryng), bronchitis (infeksi bronchus) dan dapat pula menyebabkan kanker paru.
Pada pembuluh darah,
darah, sehingga dapat mengakibatkan penyakit arteriosclerosis (rusaknya pembuluh darah), portal hypertention (hipertensi oleh karena faktor pembuluh darah potal), oedema paru dan penyakit pembuluh darah perifer (varises, penyakit bu rger).
Pada sistem reproduksi,
efek arsen terhadap fungsi reproduksi biasanya fatal dan dapat pula berupa cacat bayi waktu dilahirkan, lazim disebut effek malformasi.
Pada sistem immunologi,
terjadi penurunan daya tahan tubuh / penurunan kekebalan, akibatnya peka terhadap bahan karsinogen (pencetus kanker) dan infeksi virus.
Pada sistem sel, efek
terhadap sel mengakibatkan rusaknya mitochondria dalam inti sel menyebabkan turunnya energi sel dan sel dapat mati.
Pada Gastrointestinal
(saluran pencernaan) , Arsen akan
menyebabkan perasaan mual dan muntah, serta nyeri perut, mual (nausea) dan muntah (vomiting).
Barium (mg /liter) 0.7
Boron (mg /liter) 0.3 sakit kepala
mual
Pusing
Diare
Hipotermia
Gelisah
kerontokan kulit dan
rambut
kerusakan ginjal
kematian akibat shock
kolapsnya peredaran
darah
penurunan aktivitas
seksual dan jumlah sel reproduksi.
Cadmium (mg /liter) 0.003 Meningkatnya tekanan
darah.
Cadmium berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh dan bisa merusak:
Hati
gagal ginjal
testes sistem imunitas
susunan saraf dan darah.
Terpapar akut oleh
nampak jika terabsorbsi 0,043 mg/kg per hari (Ware, 1989) .Gejala akut dan kronis akibat keracunan Cd ( Kadnium).
Gejala akut :
a. Sesak dada.
b. Kerongkongan kering dan dada terasa sesak ( constriction ofchest )
c. Nafas pendek.
d. Nafas terengah-engah , distress dan bisa berkembang ke arah penyakit radang paru-paru.
e. Sakit kepala dan menggigil. f. Mungkin dapat diikuti kematian.
Gejala kronis:
a. Nafas pendek.
b. Kemampuan mencium bau menurun.
c. Berat badan menurun
d. Gigi terasa ngilu dan berwarna kuning keemasa n. Selain menyerang pernafasan dan gigi, keracunan yang bersifat kronis menyerang juga saluran pencernaan, ginjal, hati dan tulang.
Kromium (mg /liter) 0.05 Efek Kromium pada
kesehatan berupa:
karsinoma paru ginjal
kulit serta hati
terhadap chromium (Cr), dapat berakibat buruk terhadap saluran pernafa san, kulit, pembuluh darah dan ginjal. Efek chromium (Cr) terhadap s istem saluran
pernafasan(Respiratory sistem effects) , berupa anker paru dan ulkus kronis/ perforasi pada septum nasal. Pada kulit (Skin effects), berupa ulkus
kronis pada permukaan kulit.
Pada pembuluh darah (Vascular effects), berupa penebalan oleh plag pada pembuluh aorta (Atherosclerotic aortic plaque). Sedangkan pada ginjal (Kidney effects), kelainan berupa nekrosis tubulus ginjal.
Tembaga (mg /liter) 2 Tembaga yg terlarut dalam air akan masuk kedalam tubuh dengan cepat dan masuk ke peredaran darah sehingga menimbulkan kerusakan ginjal,
sebagian lagi menumpuk dalam hati dan ginjal, sehingga menyebabkan penyakit anemia dan tuberkulosis.
Sianida (mg /liter) 0.07 Sianida yang berlebihan dapat menimbulkan gejala pada tubuh, termasuk pada:
saraf pusat jantung
sistem endokrin sistem otonom sistem metabolisme.
Bila masuk ke tubuh akan
mengganggu fungsi otak, jantung, menghambat jaringan pernapasan, sehingga terjadi asphyxia, yaitu orang menjadi seperti tercekik dan cepat diikuti oleh kematian.
Kadar sianida yang tinggi
dalam darah dapat menyebabkan efek yang berbahaya, seperti jari tangan dan kaki lemah, susah berjalan, pandangan yang buram, ketulian, dan gangguan pada kelenjar gondok.
Fluoride (mg /liter) 1.5 Pada konsentrasi kecil sekitar
1,5 mg/l akan bermanfaat pada kesehatan gigi.
Apabila konsentrasi tinggi
(lebih dari 2 mg/l) menyebabkan kerusakan gigi (gigi bercak-bercak).
Bila kadarnya lebih besar (3-6
mg/l), bisa menyebabkan kerusakan pada tulang.
Timah (mg /liter) 0.01 Timah dalam tubuh tidak mudah diserap melalui saluran pencernaan. Efek kesehatan akut tidak spesifik dengan gejala
sembelit
nyeri otot dan tidak nafsu
makan.
Efek kronik berupa:
neuropati motorik perifer anemia
kerusakan ginjal dan
ensepalopati
Molybdenum (mg /liter) 0.07 Molibdenum adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Mo dan nomor atom 42.
Nikel (mg /liter) 0.02 Nikel merupakan bahan yang bisa menyebabkan:
kanker (karsinogenig) pada
paru-paru dan rongga hidung.
nitrat (sebagai NO3-)
(mg /liter) 50 Efek racun yang akut dari nitrat adalah :
methemoglobinemia, Penyakit
ini adalah kondisi haemoglobin di dalam darah berubah menjadi methaemoglobin, sehingga darah kekurangan oksigen sehingga darah kekurangan oksigen. nitrit (sebagai
NO2)
(mg /liter) 3 Nitrit dapat mengakibatkan:
penurunan tekanan darah
karena efek vasodilatasinya berupa nausea, vomitus, nyeri abdomen, nyeri kepala, pusing, mual, dan diare.
Keracunan akut pada bayi
dapat mengakibatkan timbulnya baby blue syndrome
berlebih dapat menyebabkan:
penyakit kuku
rambut rontok
kerusakan sel-sel saraf dan
kejang-kejang pada perut.
Kekurangan Mineral Selenium
Akan Menimbulkan Penyakit Degeneratif, Seperti: Stroke, Epilepsi, Parkinson, Asam urat, Pusing, Stress, Susah tidur, Kanker, Artheriosklerosis, Diabetes, Leukemia, Asma, Hepatitis, Alergi, Katarak, Tekanan darah tinggi/rendah, Jantung, Anemia,
Tenggorokan gondok, Kegemukan, Ginjal, Impoten, Ambeien, Gigi, Caries, Sembelit, Maag, Sariawan, Tulang retak, Sakit pinggang, Kelelahan, Kram, Arthritis sendi, Pengapuran, Penyakit kukit, Batuk, Jerawat, Kerontokan.
B. Bahan-bahan inorganik (yang kemungkinan dapat menimbulkan keluhan
pada konsumen)
Parameter Satuan Kadar Maksimum yang diperbolehkan
Dampak Terhadap Kesehatan Manusia
1 2 3 4
Ammonia mg/l 1.5 Bahan ini sangat berbau tajam sehingga tidak boleh sama sekali terdapat dalam air minum.
Kontak dengan gas amonia
menyebabkan kerusakan paru-paru dan bahkan kematian.[5] Sekalipun amonia di AS diatur sebagai gas tak mudah terbakar, amonia masih digolongkan sebagai bahan beracun jika terhirup, dan pengangkutan amonia
berjumlah lebih besar dari 3.500 galon (13,248 L) harus disertai surat izin.
Alumunium mg/l 0.2 Akselerasi/perkembangan penyakit Alzheimer.
Al dan Fe dalam air dapat
menimbulkan keluhan pada konsumen yaitu menimbulkan warna, rasa dan bau serta masalah teknis pada perpipaan serta menimbulkan karat tetapi tidak memiliki pengaruh secara langsung terhadap kesehatan. Walaupun secara hipotesa kehadiran Al dalam air minum menjadi faktor resiko akselerasi/perkembangan penyakit Alzheimer (Alzheimer Disease, AD) pada Guidelines for Drinking Water Quality, WHO 2004.
Klorida mg/l 250 Klorin dapat merusak:
vitamin B, C dan E dalam tubuh.
Apabila bereaksi dengan asam dari tumbuhan yang membusuk akan terbentuk trihalomethans (THMs) yang bersifat karsinogen. Ini merupakan penyebab dari berbagai penyakit seperti :
darah rendah dan cacat lahir. Juga menyebabkan pengendapan kolesterol dalam darah dan stroke.
Copper mg/l 1 Cu (copper) untuk menjaga
kesehatan kulit, sebagai komponen enzym-enzym, membantu
memproduksi energi dalam sel, meningkatkan daya tahan terhadap stress dan penyakit. Kekurangan Mineral Copper Akan Menimbulkan Penyakit Degeneratif, Seperti: Stroke, Epilepsi, Parkinson, Asam urat, Pusing, Stress, Susah tidur, Kanker, Artheriosklerosis, Diabetes, Leukemia, Asma, Hepatitis, Alergi, Katarak, Tekanan darah
tinggi/rendah, Jantung, Anemia, Tenggorokan gondok, Kegemukan, Ginjal, Impoten, Ambeien, Gigi, Caries, Sembelit, Maag, Sariawan, Tulang retak, Sakit pinggang, Kelelahan, Kram, Arthritis sendi, Pengapuran, Penyakit kukit, Batuk, Jerawat, Kerontokan.
Kesadahan mg/l 500 Batu ginjal
Hidrogen sulfida
mg/l 0.05 Kerusakan sumsum tulang
belakang
Anemia aplastik
Besi mg/l 0.3 Minum air dengan kadar besi dan mangan tinggi secara terus-menerus dapat mengganggu:
kesehatan ginjal, karena besi
dan mangan akan terakumulasi di organ ginjal
Kekurangan Mineral Besi Akan
Degeneratif, Seperti: Stroke, Epilepsi, Parkinson, Asam urat, Pusing, Stress, Susah tidur, Kanker, Artheriosklerosis, Diabetes, Leukemia, Asma, Hepatitis, Alergi, Katarak, Tekanan darah tinggi/rendah, Jantung, Anemia, Tenggorokan gondok, Kegemukan, Ginjal, Impoten, Ambeien, Gigi, Caries, Sembelit, Maag, Sariawan, Tulang retak, Sakit pinggang, Kelelahan, Kram, Arthritis sendi, Pengapuran, Penyakit kukit, Batuk, Jerawat, Kerontokan. Mangan mg/l 0.1 Mangan dapat masuk ke dalam
saluran cerna,diabsorbsi dan didistribusikan ke hati. Zat ini dapat menembus sawar darah otak dan plasenta. Mangan dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat dan paru-paru. Tanda pertama keracunan mangan adalah gangguan kapasitas mental.
pH mg/l 6.5 – 8.5 Air yang pH-nya terlalu rendah akan terasa asam, sedangkan bila pH-nya terlalu tinggi akan terasa pahit. Derajat keasaman dan sedimentasi itu sangat berpengaruh terhadap :
pencernaan, dan bisa
menyebabkan adanya gangguan lambung, ginjal dan pemubuluh darah.
Seperti:
Stroke, Epilepsi, Parkinson, Asam urat, Pusing, Stress, Susah tidur, Kanker, Artheriosklerosis, Diabetes, Leukemia, Asma, Hepatitis, Alergi, Katarak, Tekanan darah
tinggi/rendah, Jantung, Anemia, Tenggorokan gondok, Kegemukan, Ginjal, Impoten, Ambeien, Gigi, Caries, Sembelit, Maag, Sariawan, Tulang retak, Sakit pinggang, Kelelahan, Kram, Arthritis sendi, Pengapuran, Penyakit kukit, Batuk, Jerawat, Kerontokan.
Sulfate mg/l 250 rasa mual dan ingin muntah.
Asam sulfat mempunyai
rumus kimia H2SO4, merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat. Zat ini larut dalam air pada semua perbandingan. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan, termasuk dalam kebanyakan reaksi kimia. Kegunaan utama termasuk pemrosesan bijih mineral, sintesis kimia, pemrosesan air limbah dan pengilangan minyak. Reaksi hidrasi (pelarutan dalam air) dari asam sulfat adalah reaksi eksoterm yang kuat. Jika air ditambah kepada asam sulfat pekat, terjadi pendidihan.
yang menyebabkan hujan asam Total padatan
terlarut
mg/l 1000 kandungan total padatan terlarut melebihi standar yang ditetapkan lambat laun akan mengakibatkan penyakit anemia apabila diserap oleh darah. Total padatan terlarut bisa mempertinggi resiko:
penyakit kanker
mengerasnya pembuluh darah
serta mengurangi penyerapan vitamin dalam sayuran apabila dicuci dengan air yang
mengandung kaporit.
Seng mg/l 3 Zinc bersifat sangat tahan korosi. Efek kesehatan akut berupa:
demam uap logam.
Gejala berupa influenza. Pemulihan terjadi cepat tanpa cacat.
C. Bahan-bahan Organik (yang memiliki pengaruh langsung pada
kesehatan)
Parameter Satuan Kadar Maksimum yang diperbolehkan
Toluene
mengganggu mata dan
lendir membranes
membius pada
konsentrasi tinggi
meninggal
amnesia
tidaksadarkan diri,
gangguan fungsi hati
dan ginjal. edetic acid (EDTA) Tributyltin oxide
D. Bahan-bahan organik (yang kemungkinan dapat menimbulkan keluhan
pada konsumen)
Parameter Satuan Kadar Maksimum yang diperbolehkan
Dampak Terhadap Kesehatan Manusia
1 2 3 4
Toluene g/liter 24-170
Xylene g/liter 20-1800
Ethylbenzene g/liter 2-200 menyebabkan
kanker hati
peningkatan insiden
lahir cacat di antara wanita hamil. Styrene g/liter 4-2600 sistem saraf pusat
dan termasuk keluhan dari kepala, kelelahan, pusing, kebingungan, perasaan mengantuk, rasa tidak enak, kesulitan berkonsentrasi, rasa mabuk.
menyebabkan
kanker Trichorobenzenes(Total) g/liter 5-50 Desinfektan dan hasil
sampingannya
Parameter Satuan Kadar Maksimum yang diperbolehkan
Dampak Terhadap Kesehatan Manusia
1 2 3 4
Alachlor g/liter 20 untuk jangka waktu yang singkat: sedikit iritasi kulit dan mata
Aldicarb g/liter 10 Sangat beracun pada dosis rendah.
aldrin/ dieldrin g/liter 0.03 menderita kejang dan
mati.untuk waktu yang lama itu sakit kepala
lekas marah
muntah, dan tak
terkendalikan gerakan otot.
Atrazine g/liter 2
Bentazone g/liter 30 Pusing, sakit kepala, mual, muntah, motor
hiopereksitabilitas hipereflexia, kejang otot, rasa sakit menyeluruh, kejang – kejang, umumnya sawan
Pusing, sakit kepala, hipereksitabilitas,
hiperrefleksia, kejang otot, psikologis, termasuk insomnia, cemas, irritabilitas, pola EEC berubah, kehilangan kesadaran, epilepsi, sawan.
Carbofuran g/liter 5
Chlordane g/liter 0.2
Chlorotoluron g/liter 30
DDT g/liter 2 Cacat lahir
pengaruh kronis
1,2-dibromo-
3-chloropropane g/liter 1
2,4-D g/liter 30
1,2-dichloropropane g/liter 20 1,3-dichloropropene g/liter 20 Heptachlor and
Heptachlor epoxide
g/liter 0.03
Hexachlorobenzene g/liter 1
Isoproturon g/liter 9
Lindane g/liter 2
MCPA g/liter 2
Methoxychlor g/liter 20
Metolachlor g/liter 10
Molinate g/liter 6
Pendimethalin g/liter 20
Pentachlorophenol g/liter 9
Permethrin g/liter 20
Pyridate g/liter 100
Simazine g/liter 2
Trifluralin g/liter 20
Chlorophenoxy herbicides selain 2,4-D dan MCPA 2,4-DB
F. Desinfektan dan hasil sampingannya
Parameter Satuan Kadar Maksimum yang diperbolehkan
Dampak Terhadap Kesehatan Manusia
1 2 3 4
Monochloramine mg/liter 3
Chlorine mg/liter 5
Bromate g/liter 25
Chlorite g/liter 200
Chlorophenol
2,4,6-trichlorophenol g/liter 200
Formaldehyde g/liter 900
Trihalomethanes Chlorinated acetic
acids
Dichloroacetic acid Trichloroacetic acid
Dibromoacetonitrile Trichloracetonitrile
g/liter g/liter
100 1 Cyanogen chloride
(sebagai CN) g/liter 70
3. RADIOAKTIFITAS
Parameter Satuan Kadar Maksimum yang diperbolehkan
Dampak Terhadap Kesehatan Manusia
1 2 3 4
Gross alpha activity Gross beta activity
(Bq/liter) (Bq/liter)
0.1 1
-Efek pada sel yang dilintasi oleh sebuah partikel alpha masih kontroversial. Sebagian besar sel yang dilintasi oleh sebuah partikel alpha akan mati akibat deposit energi yang besar dalam inti sel dan kerusakan pada Deoxyribonucleat Acid (DNA). Efek ini dapat bersifat tidak letal dan pada sebagian sel yang terpajan yang dapat bertahan hidup akan mengalami kejadian mutagenik.
4. FISIK
diperbolehkan Manusia
1 2 3 4
Parameter Fisik Warna
Rasa dan Bau
Temperatur
Kekeruhan
TCU
-ºC
NTU
15
-Suhu udara + 3 ºC
5
penyimpangan ini akan mengakibatkan :
mengganggu estetika, air tersebut tidak dapat diterima oleh masyarakat.
Biasanya bau dan rasa terjadi bersama-sama, yaitu akibat adanya dekomposisi bahan organik di dalam air. Demikian juga senyawa tertentu menyebabkan rasa di dalam air, seperti NaCl, menyebabkan air menjadi asin. Jika air mempunyai rasa tidak disukai oleh masyarakat konsumen, jadi mengganggu estetika.
Penyimpangan terhadap ketetapan tersebut akan mengakibatkan air tidak disukai oleh konsumen, meningkatkan data/ tingkat toksisitas bahan kimia atau bahan pencemar dalam air dan pertumbuhan mikroba dalam air.
Penyimpangan terhadap standar kualitas dalam hal kekeruhan melebihi batas yang telah ditetapkan akan menyebabkan