• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengukuran Value at Risk Investasi Saham

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengukuran Value at Risk Investasi Saham"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

1 ABSTRAK

Untuk mengatasi risiko investasi maka investor dapat melakukan pengukuran nilai risiko. Dengan mengukur nilai risiko, investor dapat mengetahui kerugian maksimal yang dihadapi dan meminimalisir risiko kerugian yang akan dihadapi. Pada penelitian kali ini pengukuran nilai risiko dilakukan dengan menggunakan metode Value at Risk dengan menggunakan pendekatan Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (ARCH) dan Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (GARCH).

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai risiko yang dihadapi investor dalam investasi saham khususnya saham BBCA, BBNI, dan BMRI sehingga investor dapat mengambil keputusan investasi. Penelitian ini dilakukan dengan cara mencari Value at Risk Single Instrument lalu dilanjutkan dengan mencari Value at Risk Portfoliodengan menggunakan pendekatan ARCH/GARCH.

Hasil dari penelitian ini, pada periode 31 Januari 2009 sampai dengan 30 Maret 2010, saham BBCA memiliki volatilitas yang paling tinggi yang mengakibatkan tingginya risiko investasi, sedangkan saham BBNI memiliki volatilitas yang paling rendah dengan tingkat risiko yang juga rendah. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa investasi saham secara portofolio menghasilkan risiko yang lebih rendah dibanding investasi saham secara individual.

Referensi

Dokumen terkait

Berkaitan dengan tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis risiko investasi dari tujuh bank selama periode delapan tahun, maka dapat disimpulkan bahwa risiko investasi saham

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran risiko saham, pengembalian saham dan pengaruh risiko investasi saham terhadap pengembalian saham pada perusahaan makanan

Dengan demikian maka dalam penelitian ini ingin didapatkan model MLAR dengan pendekatan Bayesian MCMC yang terbentuk dan hasil pengukuran risiko saham syariah pada data return

Return yang diperoleh dalam berinvestasi pada saham lebih besar dibandingkan dengan alternatif investasi lainnya, namun juga memiliki risiko kerugian yang

02 Maret ABBA HMETD Periode Perdagangan 23 Februari – 02 Maret 2022, rasio pembagian HMETD adalah setiap 7 saham lama yang dimiliki akan mendapatkan 3 HMETD, dengan harga

Return yang diperoleh dalam berinvestasi pada saham lebih besar dibandingkan dengan alternatif investasi lainnya, namun juga memiliki risiko kerugian yang

Dengan demikian diharapkan para investor tertarik dengan saham syariah karena memiliki potensi risiko yang lebih kecil dan investor juga tidak perlu khawatir dengan potensi risiko

Koefisien risiko investasi b4 = 0,279 Pada variabel risiko investasi mempunyai koefisien regresi yang positif terhadap minat investasi saham syariah pada Mahasiswa Yogyakarta, dengan