PENELITIAN
PERBEDAAN PERUBAHAN BERAT BADAN ANTARA AKSEPTOR KB SUNTIK 1 BULAN DENGAN AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN
DI DESA TERUNG WETAN KRIAN
OLEH :
MUFLIKHATUL UMAROH, SST NIK. 182.801.004
AKADEMI KEBIDANAN MITRA SEHAT SIDOARJO
ABSTRACT
Range of contraceptive method that is simple and modern contraceptive methods. The most widely used contraceptive is the KB injection. Side effects of the injection method is that there is weight gain. Early in the BPS survey obtained data from 10 participants of family planning acceptors injecting 3 months, 8 acceptors increased the average weight 3.38 kg. And 10 family planning acceptors injections 1 month, 9 acceptor increased the average weight 2.3 kg. The purpose of this research is studying the differences in weight change of family planning acceptors injecting 1 month and 3 months.
The design of this study is a comparative study with case control. The study population was all family planning acceptors injecting 1 month and 3 months with use of KB injecting at least one year in Terung Wetan Krian-Sidoarjo in 2011, amounting to 49 respondents. This study uses sampling techniques nonpropability incidentally with a large sample of 49 respondents. The collection of data by noting the results of weighing the present and see the results of the medical record. After collecting the data analyzed data using Chi-Square test.
Based on test results of Chi Square test analysis 2x2 tables, the assumption can not be met because there are 2 cells expectation value <5, so the test was changed analysis using Fisher's Exact, P = 0.01899 obtained value <α = 0.05 then Ho is rejected and Ha accepted.
Based on the results of the study concluded there is a difference between injecting a month of family planning acceptors of family planning acceptors by injecting 3 months in the weight change in Terung Wetan Krian-Sidoarjo in 2011. Midwifery as a profession are expected to provide information on family planning acceptors of injectable DMPA content can stimulate the appetite control centers in the hypothalamus causes of family planning acceptors injecting eat more than usual. Suggest calorie diet and exercise to maintain her weight.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
LEMBAR PERSETUJUAN ... ii
ABSTRACT... iii
DAFTAR ISI ... iv
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 4
1.3 Tujuan Penelitian ... 5
1.4 Manfaat Penelitian ... 5
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Keluarga Berencana Dan Kontrasepsi ... 7
2.1.1 Pengertian ... 7
2.1.2 Macam-Macam Kontrasepsi Suntikan ... 7
2.2 Konsep teori berat badan ... 26
2.2.1 Pengertian ... 26
2.2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan berat badan ... 27
2.3 Pengaruh KB suntik terhadap perubahan berat badan ... 28
2.4 Kerangka Patofisiologi perberdaan perubahan berat badan antara akseptor KB suntik 1 bulan dengan akseptor KB 3 bulan ... 31
BAB 3 METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Dan Rancang Bangun Penelitian ... 33
3.2 Populasi, sample, teknik sampling ... 33
3.3 Identifikasi variabel dan definisi operasional ... 35
3.3.1 Jenis Variabel ... 35
3.3.2 Definisi Operasional ... 36
3.4 Kerangka Kerja Frame Work ... 37
3.5 Tekhnik Pengumpulan Data ... 38
3.5.1 Instrumen Penelitian ... 38
3.5.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 38
3.6 Tekhnik Pengolahan dan Analisa Data ... 39
3.6.1 Pengolahan Data ... 39
3.6.2 Teknik Analisis Data ... 40
3.7 Etika Penelitian Menjadi Responden ... 43
3.8 Keterbatasan penelitian ... 44
BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 Deskripsi Daerah Penelitian ... 45
4.1.1 Wilayah Tempat Penelitian ... 45
4.1.2 Luas Wilayah Daerah Penelitian ... 45
4.1.3 Batas Wilayah ... 45
4.2 Hasil ... 46
4.2.1 Data Umum ... 46
BAB 5 PEMBAHASAN
5.1 Perubahan Berat Badan Akseptor KB Suntik 1 Bulan ... 48
5.2 Perubahan Berat Badan Akseptor KB Suntik 3 Bulan ... 49
5.3 Perbedaan Perubahan Berat Badan Antara Akseptor KB
Suntik 1 Bulan Dengan Akseptor KB Suntik 3 Bulan ... 50
BAB 6 SIMPULAN DAN SARAN
6.1 Simpulan ... 52
6.2 Saran ... 52
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di dunia jumlah penduduk tahun 2010 sebanyak 7.115 juta. Dan di
Indonesia tahun 1992 sebanyak 184.5 juta, tahun 2010 sebanyak 238.8 juta
(Hanafi Hartanto, 2004: 15). Sumber utama data kependudukan di Indonesia
diperoleh dari hasil sensus penduduk dan Survei Penduduk Antar Sensus
(SUPAS). Hasil sensus penduduk 1990 menunjukkan jumlah penduduk
sebanyak 179.321.641 orang. Rata-rata laju pertumbuhan penduduk
pertahun selama kurun waktu 1980-1990 adalah sebesar 1,97%.(Sarwono,
2002: 897). Indonesia merupakan negara dengan nomor urut keempat dalam
besarnya jumlah penduduk setelah China, India, dan Amerika Serikat.
Menurut data statistik dari BPS, jumlah penduduk Indonesia saat ini adalah
225 juta jiwa, dengan angka pertumbuhan bayi sebesar 1,39 % per tahun.
Angka pertumbuhan ini relatif lebih kecil dibandingkan dengan angka
pertumbuhan bayi pada tahun 1970, yaitu sebesar 2,34%. Dengan jumlah
penduduk sebesar 225 juta jiwa, maka pertambahan penduduk setiap
tahunnya adalah 3,5 juta jiwa . (http://izzahluvgreen.wordpress.com/2009
/04/04/dampak-permasalahan-penduduk-di-indonesia-terhadap-lingkungan-hidup/).Oleh karena itu pemerintah harus melakukan pengendalian jumlah
penduduk, salah satunya melalui program keluarga berencana (KB).
Pengertian keluarga berencana menurut UU no 10 th 1992 (tentang
perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera) adalah
pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan
ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan
sejahtera (Dyah Noviawati, 2009 : 28). Gerakan KB Nasional selama ini
telah berhasil mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam
membangun keluarga kecil yang makin mandiri. Keberhasilan ini mutlak
harus diperhatikan bahkan terus ditingkatkan karena pencapaian tersebut
belum merata. Dan informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah
Kabupaten Sidoarjo Tahun 2009 disampaikan kepada masyarakat, sebagai
informasi pelaksanaan pembangunan yang telah dilaksanakan serta
merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mendorong
akuntabilitas dan keterbukaan informasi publik yaitu peserta KB baru
43.698 akseptor dan peserta KB aktif 267.004 akseptor
(http://www.sidoarjokab.go.id/other/ILPPD.html)
Macam-macam metode kontrasepsi yaitu metode kontrasepsi
sederhana dan Metode Kontrasepsi Modern (Hanafi Hartanto: 42). Salah
satu alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah KB suntik.
Kontrasepsi suntikan di Indonesia merupakan salah satu kontrasepsi yang
populer. Kontrasepsi yang digunakan adalah long-acting progestin, yaitu
Noretisteron enantat (NETEN) dengan nama dagang Noristrat dan
Depomedroksi progesteron acetat (DMPA) dengan nama dagang
Depoprovera. Depoprovera diberikan tiga bulan sekali (Sarwono, 2002:
921). Dan jenis kontrasepsi suntikan yang lain yaitu suntikan kombinasi.
dan 5 mg Estradiol Sipionat dengan nama dagang cyclofem yang diberikan
sebulan sekali (Sarwono, 2006: 34).
Setiap metode KB suntik mempunyai keuntungan dan kerugian. Dari
kedua kontrasepsi suntik diatas terdapat efek samping yang sama yaitu
perubahan berat badan. Bukti menunjukkan kenaikan berat badan selama
penggunaan DMPA. Umummya pertambahan berat badan tidak terlalu
besar, bervariasi antara kurang dari 1 kg sampai 5 kg dalam tahun pertama.
Penyebab pertambahan berat badan tidak jelas, tampaknya terjadi karena
bertambahnya lemak tubuh, dan bukan karena retensi cairan tubuh. Hipotesa
para ahli : DMPA merangsang pusat pengendali nafsu makan di
hipotalamus, yang menyebabkan akseptor makan lebih banyak daripada
biasanya (Hanafi Hartanto, 2004: 171). Kenaikan berat badan yang
berlebihan sangat ditakuti oleh wanita sehingga dapat mempengaruhi tingkat
kepatuhan dan keikutsertaan wanita sebagai akseptor KB suntik.
Berdasarkan survey awal di desa Terung Wetan Krian didapatkan data
dari 10 peserta akseptor KB suntik 3 bulan, 8 akseptor mengalami kenaikan
berat badan dengan rata-rata 3,38 kg. Sedangkan dari 10 akseptor KB suntik
1 bulan terdapat 9 akseptor mengalami kenaikan berat badan rata-rata 2,3
kg. Hal ini berkaitan dengan efek samping penggunaan KB suntik. Efek
samping utama pemakaian DMPA adalah kenaikan berat badan. Sebuah
penelitian melaporkan peningkatan berat badan lebih dari 2,3 kilogram pada
tahun pertama dan selanjutnya meningkat secara bertahap hingga mencapai
7,5 kilogram selama 6 tahun. Sedangkan pemakaian cyclofem berat badan
terus bertambah selama tahun kedua (http://dr-suparyanto.blogspot.com/
2010/12/pengaruh-kb-suntik-terhadap perubahan.html)
Salah satu upaya untuk meningkatkan kepatuhan dan keikutsertaan
akseptor KB suntik adalah memberikan informasi mengenai kandungan
DMPA dari KB suntik yang dapat merangsang pusat pengendali nafsu
makan di hipotalamus yang menyebabkan akseptor KB suntik makan lebih
banyak dari biasanya. Dan anjurkan melakukan diet kalori dan olah raga
yang proporsional untuk menjaga berat badannya. Dari survey awal yang
diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa akseptor KB suntik banyak yang
mengalami perubahan berat badan, maka penulis merasa tertarik untuk
melakukan penelitian tentang “Perbedaan Perubahan Berat Badan Antara
Akseptor KB Suntik 1 Bulan Dengan Akseptor KB Suntik 3 Bulan di Desa
Terung Wetan Krian-Sidoarjo ”. Sehingga diharapkan dengan adanya
penelitian ini maka kita dapat mengetahui adakah perbedaan perubahan
berat badan yang signifikan antara KB suntik 1 bulan dengan 3 bulan.
1.2 Rumusan Masalah dan Batasan Masalah 1.2.1 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah
yaitu ”Adakah Perbedaan Perubahan Berat Badan Antara Akseptor KB
Suntik 1 Bulan Dengan Akseptor KB Suntik 3 Bulan Di Desa Terung Wetan
Krian-Sidoarjo tahun 2011?”
1.2.2 Batasan Masalah
Mengingat luasnya pembahasan sedang waktu dan kemampuan yang
tentang Perbedaan Perubahan Berat Badan Antara Akseptor KB Suntik 1
Bulan Dengan Akseptor KB Suntik 3 Bulan Di Desa Terung Wetan
Krian-Sidoarjo tahun 2011.
1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mempelajari perbedaan perubahan berat badan akseptor KB
suntik 1 bulan dengan akseptor KB suntik 3 bulan di Desa Terung Wetan
Krian-Sidoarjo tahun 2011.
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Mengidentifikasi berat badan akseptor KB suntik 1 bulan di Desa
Terung Wetan Krian-Sidoarjo tahun 2011.
2. Mengidentifikasi berat badan akseptor KB suntik 3 bulan di Desa
Terung Wetan Krian-Sidoarjo tahun 2011.
3. Mengetahui perbedaan perubahan berat badan antara akseptor KB suntik
1 bulan dengan akseptor KB suntik 3 bulan di Desa Terung Wetan
Krian-Sidoarjo tahun 2011.
1.4 Manfaat Penelitian 1. Bagi peneliti
Merupakan kesempatan untuk menerapkan teori yang sudah
diperoleh selama kuliah baik mengenai metode penelitian maupun
mengenai perbedaan perubahan berat badan antara akseptor KB suntik 1
bulan dengan akseptor KB suntik 3 bulan.
Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat dan dapat
digunakan sebagai bahan acuan serta prosedur pelayanan KB terutama
tentang perbedaan perubahan berat badan antara akseptor KB suntik 1
bulan dengan akseptor KB suntik 3 bulan.
3. Bagi institusi pendidikan
Sebagai masukan untuk tambahan materi pada mata kuliah KB