MAKALAH AKIDAH ISLAM TENTANG MALAIKAT

17 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

1

AQIDAH ISLAM TENTANG

PARA MALAIKAT

Disusun oleh: Kelompok III

1. Lasinrang Aditia

2. Siti Fatimah

3. Ernawati

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

(2)

2 KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan

kita hidayah dan rahmat-Nya agar senantiasa dekat dengan diri-Nya dalam

keadaan sehat wal’afiat. Serta salam dan shalawat kita kirimkan kepada

Muhammad SAW, dimana nabi yang membawa ummat-Nya dari zaman

kegelapan menuju zaman yang terang benderang dan telah menjadi suri tauladan

bagi ummat-Nya.

Dalam makalah ini penulis akan membahas masalah mengenai ” Aqidah

Islam tentang para Malaikat “ karena sebagai seorang muslim maka kita perlu

mengetahui hal ini.

Penulis sangat mengharapkan agar pembaca dapat menambah keimanan

dan ketaqwaannya serta wawasan dan ilmu pengetahuan-Nya. Saran dan kritik

yang membangun tetap kami nantikan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir

kata tiada gading yang tak retak, begitu juga dengan manusia sendiri.

Samata-Gowa, 28 November 2013

(3)

3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... 2

DAFTAR ISI ... 3

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 4

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Manfaat Penulisan ... 5

BAB II PEMBAHASAN A. Malaikat Sebagai Makhluk Rohani ... 7

B. Iman Kepada Malaikat... 8

C. Sifat-Sifat Para Malaikat... 9

D. Kodrat dan Fungsi Malaikat ... 9

E. Makhluk Ghaib Lainnya ... 12

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ... 16

B. Saran ... 16

(4)

4

Yang bisa membedakan keduanya adalah pancaindera manusia. Segala sesuatu

yang tidak bisa dijangkau oleh salah satu pancaindera manusia digolongkan

kepada al ghaib, sedangkan yang bisa dijangkau oleh salah satu pancaindera

manusia digolongkan kepada as syahadah.

Salah satu makhluk gaib Allah adalah malaikat. Allah menciptakan

mahkluk-makhluk untuk menjalankan alam semesta ini. Di antara

makhluk-makhluk Allah, ada yang diciptakan nyata (yaitu meliputi seluruh zat dan

energi fisik, termasuk makhluk-makhluk biologis), dan ada yang diciptakan

ghaib . Hukum fisik real berlaku untuk mahkhuk nyata, dan hukum ghaib

berlaku untuk makhluk ghaib. Tidak banyak yang dapat diketahui manusia

tentang keghaiban, kecuali yang diinformasikan Allah melalui Rasul dan

kitab-Nya.

Iman kepada Malaikat merupakan rukun Iman yang kedua setelah

beriman kepada Allah SWT. Allah SWT menciptakan makhluk-Nya dalam dua

bentuk yaitu bentuk yang nyata dan yang tidak nyata. Makhluk nyata seperti

manusia, tumbuh-tumbuhan dan hewan. Dan yang tidak nyata seperti Malaikat,

Jin, Setan dan Iblis. Iman kepada Malaikat berarti percaya atau yakin dengan

sepnuh hati akan adanya Allah SWT yang gaib, yang diciptakan dari Nur

(cayaha).

Dalam kaitan diatas maka manusia wajib sepenuh jiwa dan raga

mempercayai serta meyakini bahwa Allah SWT menciptakan makhluk yang

bernama malaikat. Karena pada dasarnya banyak manusia yang tidak percaya

akan adanya malaikat karena malaikat berbadan halus sedang manusia

berbadan kasar. Oleh sebab itu manusia wajib meyakininya. Dengan demikian,

(5)

5 B. Rumusan Masalah

1. Menjelaskan malaikat sebagai makhluk rohani?

2. Apakah Iman Kepada Malaikat?

3. Apa sajakah Sifat-Sifat Para Malaikat?

4. Menjelaskan kodrat dan fungsi malaikat?

5. Apa Sajakah Makhluk Ghaib Lainnya?

C. Manfaat

1. Dapat mengetahui bahwa malaikat sebagai makhluk rohani.

2. Dapat mengetahui apa itu iman kepada malaikat.

2. Dapat mengetahui Sifat-Sifat Para Malaikat.

3. Dapat mengetahui kodrat dan fungsi malaikat.

(6)

6 BAB II

PEMBAHASAN

Orang yang beriman kepada malaikat akan semakin merasakan keagungan

Allah dan merasakan rahmat-Nya. Sebab Allah telah mengamanahkan kepada

para malaikat itu untuk mendo’akan orang-orang mukmin dan memintakan ampun

untuknya. Penjagaan diri seseorang dari kemaksiatan juga akan semakin ketat

manakala teringat bahwa para malaikat itu ada yang bertugas mencatat dan

membukukan setiap apa yang diucapkan dan apa yang dikerjakan. Akan muncul

pula sifat kepahlawanan dan keberanian untuk berjihad ketiika ia tahu bahwa di

antara para malaikat itu ada yang bertugas memperkuat barisan mujahidin dengan

perintah Allah SWT. Ia akan akan giat beramal agar bisa masuk surga dan

mendapatkan salam sejahtera dari para malaikat. Sebaliknya ia akan menjauhi

hal-hal yang menyebabkan masuk neraka agar tidak tergolong orang-orang yang

dijelek-jelekkan oleh para malaikat itu.

Nilai dan buah dari iman kepada para malaikat secara global adalah,

berusaha menyerupai mereka dalam menjalankan ketaatan dan menjauhi

kemaksiatan (kedurhakaan) serta menguatkan sisi kemalaikatan dalam diri

manusia. Maka untuk meyakini dan mengimani keberadaan malaikat bisa

ditempuh dengan dua cara.

Pertama, melalui berita (akhbar) yang disampaikan oleh firman Allah dalam Al-Qur‘an maupun sabda Rasulullah SAW dalam Hadits. Banyak sekali

ayat-ayat Al-Qur‘an dan hadits yang menjelaskan perihal malaikat. Karena kita

mengimani kebenaran sumber (Al-Qur‘an dan Hadits), maka berita tentang

malaikat pun kita imani adanya.

Kedua, kita dapat mengetahui dan mengimani wujud malaikat melalui bukti-bukti nyata yang ada di alam semesta yang menunjukkan bahwa malaikat

itu benar-benar ada. Misalnya, Malaikat Maut yang bertugas mencabut nyawa

manusia, dapat dibuktikan secara nyata dengan adanya peristiwa kematian

(7)

7 A. Malaikat Sebagai Mahkluk Rohani

Iman kepada Malaikat merupakan rukun iman yang kedua setelah

beriman kepada Allah SWT. hal ini dimaksudkan agar manusia memiliki

keyakinan bahwa Allah SWT. mempunyai mahluk yang senantiasa patuh dan

tidak pernah durhaka kepada-Nya, yakni malaikat, yang memiliki tugas pokok

bertasbih kepada Allah SWT. Malaikat termasuk salah satu jenis mahluk yang

gaib yaitu mahluk yang keberadaannya tidak dapat dibuktikan oleh panca

indera manusia. Segala sesuatu yang bersifat gaib hanya boleh dipercaya bila

bersumber dari Al Qur’an atau Hadis Nabi SAW.

Menurut bahasa, kata “Malaikat” merupakan kata jamak yang berasal

dari Arab malak (ﻚــﻠﻣ) yang berarti kekuatan, yang berasal dari kata mashdar “al-alukah” yang berarti risalah atau misi, kemudian sang pembawa misi

biasanya disebut dengan Ar-Rasul. Malaikat adalah makhluk Allah yang taat,

diciptakan dari cahaya, mempunyai tugas khusus dari Allah SWT.

Malaikat menurut istilah malaikat merupakan makhluk rohaniah yang

bersifat gaib, diciptakan dari Nur (cahaya). Karena sifatnya gaib, malaikat

tidak dapat didengar, dilihat atau diraba, namun, mereka diberi kekuasaan oleh

Allah untuk dapat menjelma dalam bentuk lainnya yang dapat dilihat manusia.

Adanya malaikat adalah pasti dan disebutkan dalam Al-Qur’an. Barang

siapa mengingkari sesuatu yang diberitakan oleh Al-Qur’an mengenai mereka,

maka ia telah kafir. Di antara berita dan sifat mereka yang disebutkan oleh

Al-Qur’an adalah sebagai berikut :

1. Mereka (para malaikat) diciptakan sebelum manusia. Allah memberitakan

kepada kita tentang malaikat itu bahwa ketika Allah hendak cipatkan

manusia.

2. Mereka diciptakan untuk taat secara murni. Mereka juga tidak pernah

mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan kepada mereka, dan

selalu mengerjakan apa yang diperintahkan itu.

3. Tatkala Allah telah selesai mencipta Adam, kemudian Dia mengajarkannya

(8)

8 Para malaikat tidak dapat mengetahuinya sehingga Adam mengajarkan

kepada mereka.

4. Mereka sekali waktu menampakkan diri dari bentuk aslinya dan kadang pula

dengan bentuk Bani Adam (manusia).

5. Tempat persemayaman mereka adalah di langit. Mereka turun menuju bumi

dengan perintah Allah SWT.

6. Mereka berkelas-kelas dan memiliki derajat masing-masing dalam hal asal

penciptaan maupun kedudukan ubudiyahnya. Allah menjadikan mereka

sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan). Mereka

mempunyai sayap, masing-masing ada yang dua, tiga, dan empat. Allah

menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendakinya-Nya.

7. Di antara pekerjaan (tugas) mereka yang diberitakan oleh Al-Qur’an adalah

bahwa mereka memperkuat kaum mukminin di medan perang.

B. Iman Kepada Malaikat

Iman kepada Malaikat berarti percaya, atau yakin dengan sepnuh hati

akan adanya makhluk Allah SWT yang ghaib. Maksud dari ghaib adalah tidak

dapat dilihat dengan panca indera manusia. Firman Allah SWT:



(9)

9 C. Sifat-Sifat Para Malaikat

Dalam Al-Qur’an ataupun hadits tidak menggambarkan wujud

Malaikat, tapi hanya menerangkan tentang sifat-sifat Malaikat, antara lain

sebagai berikut:

1. Malaikat selalu taat dan patuh kepada Allah SWT serta tidak pernah

durhaka kepada-Nya

2. Malaikat dapat berubah bentuk apa saja atas izin Allah SWT seperti

seorang laki-laki atau hewan

3. Malaikat senantiasa bertasbih kepada Allah SWT dan tidak pernah merasa

lelah dan bosan.

4. Malaikat tidak memiliki sesuatu keinginan atau nafsu

5. Malaikat tidak pernah sombong atau takabur dan selalu mengikuti perintah

Allah SWT

D. Kodrat dan Fungsi Malaikat

Kita dapat melihat bahwa Allah menciptakan segala sesuatunya dengan

derajat atau tingkat yang berbeda-beda. Allah menginginkan agar semua

makhluk dari yang paling rendah sampai ke yang paling tinggi berpartisipasi

dalam kebahagiaan yang dijanjikan oleh Allah.

Dari sisi kodrat, maka sesungguhnya malaikat mempunyai kodrat lebih

tinggi dibandingkan dengan kodrat manusia, karena malaikat diciptakan murni

spiritual sedangkan manusia diciptakan dengan kodrat yang terdiri dari tubuh

yang bersifat material dan jiwa yang bersifat spiritual. Ketinggian sesuatu yang

bersifat spiritual dapat dilihat dari kekekalan dan kemampuan.

Dari sisi kekekalan, maka sesuatu yang kekal lebih sempurna

dibandingkan dengan sesuatu yang bersifat sementara. Dengan prinsip ini,

maka kita melihat bahwa jiwa kita lebih utama tubuh kita, karena tubuh adalah

sementara, sedangkan jiwa adalah kekal. Kalau kita terapkan pada malaikat dan

(10)

10 tinggi derajatnya dari manusia, karena malaikat adalah murni spiritual

sedangkan manusia terdiri dari material (tubuh) dan spiritual (jiwa).

Dari sisi kemampuan, maka semakin sederhana (simple) sesuatu dalam spiritual, maka tingkatannya akan semakin tinggi. Karena manusia mempunyai

jiwa dan tubuh, maka hal ini membuat manusia menjadi lebih kompleks

dibandingkan malaikat. Sebagai contoh sederhana, malaikat tidak memerlukan

organ otak untuk bertindak dengan benar. Sebaliknya, walaupun manusia

mempunyai jiwa, namun kalau organ otaknya rusak, maka dia tidak dapat

bertindak dengan benar.

Fungsi dan macam-macam malaikat yaitu sebagai berikut :

1. Malaikat Jibril, disebut juga Ruhul Qudus atau Ruhul Amin. Ia merupakan penghulu para malaikat. Tugasnya menyampaikan wahyu dari Allah kepada

para Nabi dan Rasul sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad SAW.

Malaikat Jibril pula yang mengantar (mengawal) Nabi Muhammad SAW

melakukan Isra’ Mi’raj.

2. Malaikat Mikail, bertugas dan menyampaikan rezeki kepada seluruh makhluk Allah, termasuk juga mengatur hujan, angin, dan bintang-bintang.

Disamping itu, malaikat Mikail juga mendampingi Malaikat Jibril ketika

membedah dada Nabi dan menyucikannya dengan air zam-zam. Juga

mendampingi Malaikat Jibril mengantar Nabi Muhammad SAW dalam Isra mi’raj.

3. Malaikat Israfil, tugasnya adalah menipu trompet atau sangkakala di saat manusia dibangkitkan dari kubur.

4. Malaikat Izrail, bertugas mencabut nyawa seluruh makhluk termasuk malaikat, manusia, jin, dan nyawanya sendiri. Maka dia juga disebut

Malaikatul Maut.

5. Malaikat Raqib, tugasnya mencatat amal kebaikan yang dilakukan manusia sejak aqil baligh selama hidupnya.

6. Malaikat Atid, tugasnya mencatat amal kejahatan manusia selama hidupnya.

(11)

11

8. Malaikat Nakir, tugasnya sama dengan malaikat munkar menanyakan manusia tentang 6 pokok permasalahan, yakni Tuhan, Agama, Nabi/Rasul,

Kitab, Qiblat, dan teman (saudara).

9. Malaikat Malik, tugasnya menjaga pintu neraka tempat manusia menerima azab/siksa karena kedurhakaannya (kejahatannya).

10. Malaikat Ridwan, tugasnya menjaga pintu surga tempat hamba Allah menerima balasan dan ketakwaan.

Dengan mengetahui 10 Malaikat tersebut di atas diharapkan bagi

seorang Muslim untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,

sehingga beriman kepada Malaikat tersebut minimal memiliki Fungsi antara

lain :

1. Meningkatkan nilai dan martabat hidup manusia dengan bertambahnya

pengetahuan inderawi terhadap makhluk yang materinya tidak tampak.

Manusia yang meyakini adanya malaikat, maka tidak perlu memiliki

perasaan takut pada saat berkumpul dengan orang lain maupun pada saat

sendirian, sebab pada saat sendirian kemungkinan malaikat yang bersifat

gaib ada disekitarnya.

2. Dalam menghadapi berbagai persoalan, manusia yang beriman kepada

malaikat akan memiliki perasaan optimis. Perasaan tersebut timbul karena

manusia yang beriman kepada malaikat meyakini dan mengetahui bahwa

malaikat akan selalu membantu usaha manusia yang diijinkan dan diridhoi

Allah.

3. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia yang beriman kepada malaikat akan

selalu berhati-hati. Hal tersebut karena manusia yang beriman kepada

malaikat akan mengetahui adanya malaikat Atid dan Rokib yang bertugas

mengawasi dan mencacat segala gerak-gerik dan amal perbuatan setiap

manusia. Malaikat Atid mencatat gerak-gerik dan amal perbuatan yang baik,

(12)

12 D. Makhluk Ghaib Lainnya

Selain malaikat yang diciptakan sebagai makhluk halus, Allah SWT

menciptakan pula makhluk halus lainnya yaitu Jin, Syetan dan Iblis. Kalimat

jin, setan, ataupun juga Iblis seringkali disebutkan dalam Al-Qur`an, bahkan

mayoritas kita pun sudah tidak asing lagi mendengarnya. Sehingga

eksistensinya sebagai makhluk Allah SWT. tidak lagi diragukan, berdasarkan

Al-Qur`an dan As-Sunnah serta ijma’ ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah.

halus sehingga tidak dapat dilihat dengan panca indera manusia.

1. Jin

Al-jinnu berasal dari kata janna syai`un yajunnuhu yang bermakna

satarahu (menutupi sesuatu). Maka segala sesuatu yang tertutup berarti

tersembunyi. Jadi, jin itu disebut dengan jin karena keadaannya yang

tersembunyi.

Keberadaan jin merupakan hal yang tak dapat disangkal lagi

mengingat pemberitaan dari para Nabi sudah sangat mutawatir dan

diketahui orang banyak. Secara pasti, kaum jin adalah makhluk hidup,

berakal dan mereka melakukan segala sesuatu dengan kehendak. Bahkan

mereka dibebani perintah dan larangan, hanya saja mereka tidak memiliki

sifat dan tabiat seperti yang ada pada manusia atau selainnya. Jin lebih

dahulu diciptakan daripada manusia sebagaimana dikabarkan Allah SWT.

dalam firman-Nya:

ﺎَﻨْﻘَﻠَﺧ ْﺪَﻘَﻟَو ِمْﻮُﻤﱠﺴﻟا ِرﺎَﻧ ْﻦِﻣ ُﻞْﺒَﻗ ْﻦِﻣ ُهﺎَﻨْﻘَﻠَﺧ ﱠنﺎَﺠْﻟاَو . ٍنْﻮُﻨْﺴَﻣ ٍ ﺈَﻤَﺣ ْﻦِﻣ ٍلﺎَﺼْﻠَﺻ ْﻦِﻣ َنﺎ َﺴْﻧ ِﻹْ ا

(13)

13

Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Q.S.Al-Hijr : 26-27)

Jin berbeda jauh dengan malaikat. Karena jin dan malaikat serta

manusia diciptakan dari unsur yang berbeda. Rasulullah SAW. bersabda :

ْﻦِﻣ ُ ﺔَﻜِﺋَﻼَﻤْﻟا ِﺖَﻘِﻠُﺧ ْﻢُﻜَﻟ َﻒِﺻُو ﺎﱠﻤِﻣ ُمَدآ َﻖِﻠُﺧَو ٍرﺎَﻧ ْﻦِﻣ ٍ جِرﺎﱠﻣ ْﻦِﻣ ﱡنﺎَﺠْﻟا ِﺖَﻘِﻠُﺧَو ٍرْﻮُﻧ

Artinya : “Para malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan kepada kalian.” (HR. Muslim no. 2996 dari ’Aisyah radhiallahu ‘anha)

2. Setan yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu.” {Q.S.Al-An’am(6) : 112}

Dalam ayat ini Allah menjadikan setan dari jenis manusia, seperti

halnya setan dari jenis jin. Dan hanyalah setiap yang durhaka disebut setan,

karena akhlak dan perbuatannya menyelisihi akhlak dan perbuatan makhluk

yang sejenisnya, dan karena jauhnya dari kebaikan. Dan yang menyebabkan

adanya tafsiran mengenai setan dari hewan yaitu dari hadits Nabi

Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam riwayat Muslim:

(14)

14 Ibnu Katsir menyatakan: “Maknanya –wallahu a’lam– yaitu setan dari jenis

anjing.”

Setan adalah turunan Iblis, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

ًﻻَﺪَﺑ َﻦْﯿِﻤِﻟﺎﱠ ﻈﻠِﻟ َﺲْﺌِ ﺑ ﱞوُﺪَﻋ ْﻢُﻜَﻟ ْﻢُھَو ﻲِﻧْوُد ْﻦِﻣ َءﺎَﯿِﻟْوَ أ ُﮫَﺘﱠﯾﱢرُذَو ُﮫَﻧْوُﺬِﺨﱠﺘَﺘَﻓَ أ

Artinya : “Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim.”

{Q.S.Al-kesombongan dan analoginya yang rusak serta kedustaannya, mereka berani

menentang perintah Allah SWT. saat mereka enggan untuk sujud kepada

Adam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

َﻦْﯾِﺮِﻓﺎَﻜْﻟا َﻦِﻣ َنﺎَﻛَو َﺮَﺒْﻜَﺘْﺳاَو ﻰَﺑَ أ َﺲْﯿِﻠْﺑِ إ ﱠ ﻻِ إ اوُﺪَﺠَﺴَﻓ َمَدﻵ اوُﺪُﺠْﺳا ِﺔَﻜِﺋَﻼَﻤْﻠِﻟ ﺎَﻨْﻠُ ﻗ ْذِ إَو

rahimahullahu. Beliau menyatakan: “Iblis tidak pernah menjadi golongan malaikat sekejap matapun sama sekali. Dan dia benar-benar asal-usul jin, sebagaimana Adam adalah asal-usul manusia.”

Pendapat ini didasarkan pada firman Allah SWT.

ﺎَﻨْﻠُ ﻗ ْذِ إَو ِﮫﱢﺑَر ِﺮْﻣَ أ ْﻦَﻋ َﻖَﺴَﻔَﻓ ﱢﻦِﺠْﻟا َﻦِﻣ َنﺎَﻛ َﺲْﯿِﻠْﺑِ إ ﱠ ﻻِ إ اوُﺪَﺠَﺴَﻓ َمَدﻵ اوُﺪُﺠْﺳا ِﺔَﻜِﺋَﻼَﻤْﻠِﻟ

(15)

15 Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa iblis dari jin, dan jin

bukanlah malaikat. Ulama yang memegang pendapat ini menyatakan: “Ini

adalah nash Al-Qur`an yang tegas dalam masalah yang diperselisihkan ini.”

(16)

16 BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Dari uraian diatas kami dapat mengambil kesimpulan bahwa beriman

kepada Malaikat itu erat kaitannya dengan keimanan kepada Allah SWT, dan

kebenaran wahyu-Nya yang diterima oleh para Rasul untuk diteruskan kepada

umat manusia. Selain itu harus diyakini bahwa para Malaikat adalah hamba Allah

yang tidak dibenarkan dijadikan sekutu-kutu bagi Allah SWT.

B. Penutup

Demikian makalah ini kami buat, kami ucapkan banyak terima kasih

kepada pihak yang telah membantu atas terselesainya makalah ini. Kami

menyadari makalah yang kami buat ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu

kami mohon kritik dan saran yang sifatnya membangun, agar kami dapat

(17)

17 DAFTAR PUSTAKA

Ali Thanthawi, Syaikh, Aqidah Islam, Doktrin, dan Filosofi, cetakan pertama. Solo: ERA INTERMEDIA. 2004.

Al-Banna, Hasan, Majmu'atu ar-Rasail, Muassasah al-Risalah Beirut, al-Jazairy,

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...