• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Akuntansi Keuangan Menengah Depl

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah Akuntansi Keuangan Menengah Depl"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Dengan menyebut nama Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Kami panjatkan puji syukur atas Kehadirat-Nya,yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah Nya kepada kami,sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Deplesi,Revaluasi dan Pelaporan ini dengan baik.Tak lupa Sholawat serta salam kami panjatkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak selaku Dosen mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah 2,Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan tugas ini kepada kami.

Makalah ini telah kami buat dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi tugas Akuntansi Keuangan Menengah 2.Kami berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita tetang Deplesi,Revaluasi dan Pelaporan.

Demikian yang dapat kami sampaikan,mohon maaf apabila ada salah kata yang kurang berkenan.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita.

Wasalamu’alaikum Wr.Wb.

Surakarta,27 Maret 2016

(2)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar……….….1

Daftar Isi………....2

BAB I (PENDAHULUAN) A. Latar Belakang……….……...4

B. Rumusan Masalah……….………..4

C. Tujuan dan Manfaat……….………...4

BAB II (PEMBAHASAN) A. DEPLESI 1. Definisi Deplesi………5

2. Dasar dalam penetapan Deplesi………...…6

3. Metode perhitungan Deplesi………...….7

4. Rumus mencari besarnya Deplesi per unit………...……7

5. Contoh kasus Deplesi………...……7

B. REVALUASI 1. Definisi Revaluasi………..…...8

2. Tujuan,manfaat dan Kendala Revaluasi………..….8

3. Kelebihan dan Kekurangan Revaluasi……….….…9

4. Dasar Hukum Revaluasi………..…..9

5. Syarat Revaluasi………..10

6. Prosedur Revaluasi………..11

7. Contoh Kasus Revaluasi………..13

C. PELAPORAN 1. Definisi Pelaporan……….15

2. Pihak yang memerlukan informasi Akuntansi………..16

3. Definisi Laporan Keuangan………..17

4. Jenis Laporan Keuangan………..……17

5. Tujuan Laporan Keuangan………...19

(3)

BAB III (PENUTUP)

Simpulan……….22

(4)

BAB I

(PENDAHULUAN)

A. Latar Belakang

Dengan adanya penyusutan yang dialami sebuah benda baik alami atau tidak dan dapat diperbarui atau tidak,maka diperlukan sebuah perhitungan untuk mengetahui berapa penyusutan yang dialami oleh benda tersebut.Penyusutan untuk benda alami yang tidak dapat diperbarui yaitu disebut dengan Deplesi.

Selain mengetahui tentang penyusutan sebuah benda,perlu juga untuk mengetahui tentang penilaian kembali sebuah aset di dalam perusahaan.Dengan mengetahui aset apa saja yang bisa dinilai kembali kita bisa mengelompokkan aset-aset tesebut dalam berbagai kelompok atau golongan.Dengan demikian kita bisa menilai sebuah aset berdasarkan kelompok atau golongan sehingga dapat dipilah-pilah mana aset yang sangat penting dan aset yang penting saja.

Setelah diadakannya berbagai kegiatan yang berkenaan dengan keuangan tersebut,kita bisa menyusun sebuah laporan keuangan yang berguna untuk mengevaluasi apakah terjadi keuntungan atau justru kerugian dalam perusahaan kita.Dengan adanya laporan keuangan kita bisa mengintrospeksi kegiatan yang telah dilakukan menguntungkan atau justru merugikan untuk selanjutnya kita perbaiki agar sesuai dengan tujuan perusahaan.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana penjelasan tentang Deplesi? 2. Bagaimana penjelasan tentang Revaluasi? 3. Bagaimana penjelasan tentang Pelaporan?

C.

Tujuan dan Manfaat

(5)

BAB II

(PEMBAHASAN)

A. DEPLESI

1. Definisi Deplesi

Deplesi adalah kata lain penyusutan yang terjadi pada sesuatu benda yang bersifat alami dan tidak dapat diperbaharui. Deplesi merupakan salah satu istilah ekonomi geografi yang digunakan dalam dunia pertambangan untuk menyatakan penyusutan pada sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, seperti misalnya bijih besi, hasil tambang, kayu hutan dan lain-lain.Deplesi terkadang juga di gunakan dalam ilmu biologi sebagai penganti istilah penyusutan,berkurangnya jumlah suatu senyawa organik yang terjadi dalam sel.Kata deplesi digunakan jika penyusutan yang terjadi tidak bersifat merugikan tetapi mempunyai manfaat bagi bagian-bagian yang menerima hasil dari penyusutan tersebut.Jadi,dapat disimpulkan dari semua pengertian di atas bahwa Deplesi adalah pengurangan nilai yang terjadi atas sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, seperti pertambangan, sumur minyak dan gas bumi, dan lain-lain.

(6)

2. Dasar dalam penetapan Deplesi

Biaya eksplorasi adalah biaya yang berhubungan dengan pemerolehan hak dengan eksplorasi,melakukan studi-studi topografis,geologis,geokemis dan geofisis ; eksplorasi,penyampelan dan aktivitas pengevaluasian kelayakan teknis dan komersial penambangan sumber daya mineral.Sedangkan evaluasi adalah suatu proses dalam menyediakan informasi untuk mengetahui sejauh mana kegiatan pengiriman. Karena aktiva ini dapat dipindahkan dari satu lokasi pengeboran atau penambangan ke lokasi lainnya maka biaya peralatan berwujud biasanya tidak diperhitungkan dalam dasar deplesi.Peralatan harus dikelola terpisah layaknya aset tetap.

2. Biaya pengembangan tak berwujud

Dianggap sebagai bagian dasar deplesi. Biaya ini adalah untuk pos-pos seperti biaya pengeboran, terowongan, gua, dan sumur yang tidak memiliki karakteristik berwujud tetapi diperlukan dalam menambang sumber daya alam.Biaya pengembangan tak berwujud harus dipertimbangkan sebagai komponen penentuan deplesi.

d. Biaya Restorasi atau perbaikan

(7)

3. Metode perhitungan Deplesi

a. Metode Biaya

Satuan deplesi ditentukan dengan membagi basis harga dengan jumlah satuan tersisa yang masih dapat ditambang atau dipanen. Pengurangan deplesi dihitung sebagai hasil perkalian antara jumlah satuan terjual pada tahun tersebut dengan satuan deplesi dalam dolar. Diterapkan untuk semua tipe properti yang dikenai deplesi dan lebih umum digunakan.

b. Metode persentase

Deplesi dihitung sebagai suatu persentase dari pendapatan kotor, asalkan jumlah yang dibebankan tidak melebihi 50% dari pendapatan bersih (100% untuk properti gas dan minyak) sebelum pengurangan deplesi. Digunakan untuk hampir semua tipe tambang logam, deposit geotermal, dan tambang batubara, tapi tidak untuk sumber hutan. Jika metode persentase diterapkan untuk suatu properti, beban

deplesi harus dihitung dengan kedua

metode. Beban yang lebih besar dapat digunakan untuk mengurangi basis properti.

4. Rumus mencari besarnya Deplesi per unit Total Biaya – Nilai sisa

Total estimasi hasil yang diperoleh

5. Contoh Kasus Deplesi

PT Latanusa memperoleh hak untuk menggunakan tanah seluas 1000 are di daerah Gunung Kidul untuk mengeksplorasi sumber minyak.Proyek ini dikenal dengan proyek A.Biaya sewa yang dikeluarkan untuk proyek A sebesar Rp 100.000.000 , biaya eksplorasi yang berkaitan langsung dengan penemuan sumber alam tersebut sebesar Rp 1.200.000.000.Diperkirakan sumber daya mineral yang ditemukan tersebut akan menghasilkan 1.000.000 barrel minyak,maka deplesi per barrel dihitung sebagai berikut :

- Biaya sumber daya mineral = Rp 1.500.000.000

- Nilai residu = Rp 0

- Taksiran unit tersedia = 1.000.000 barrel - Tarif deplesi dihitung sebagai berikut :

Rp 1.500.000.000 – Rp 0

(8)

Jika PT Latanusa mengekstraksi sebanyak 50.000 barrel pada tahun pertama,deplesi untuk tahun ini adalah Rp 1.500 x 100.000 barrel = Rp 150.000.000.

Ayat Jurnal untuk mencatat deplesi adalah :

Sediaan minyak Rp 150.000.000

Deplesi Akumulasian Rp 150.000.000

B. REVALUASI

1. Definisi Revaluasi

Revaluasi adalah penilaian kembali aset tetap perusahaan, yang diakibatkan adanya kenaikan nilai aset tetap tersebut di pasaran atau karena rendahnya nilai aset tetap dalam laporan keuangan perusahaan yang disebabkan oleh devaluasi atau sebab lain, sehingga nilai aset tetap dalam laporan keuangan tidak lagi mencerminkan nilai yang wajar.

2. Tujuan,Manfaat dan Kendala Revaluasi

a. Tujuan Revaluasi

Tujuan penilaian kembali aset tetap perusahaan dimaksudkan agar perusahaan dapat melakukan perhitungan penghasilan dan biaya lebih wajar sehingga mencerminkan kemampuan dan nilai perusahaan yang sebenarnya.

b. Manfaat Revaluasi

Revaluasi aktiva tetap mempunyai manfaat bagi perusahaan, diantaranya yaitu: 1. Dapat menciptakan performance of balance sheet yang lebih baik, sebagai

akibat meningkatnya nilai aktiva dan modal

2. Meningkatkan kepercayaan para pemegang saham, karena kenaikan nilai aktiva dapat dicatat sebagai tambahan nilai saham (saham bonus)

(9)

4. Penghematan pajak yang terjadi sebagai akibat bertambah besarnya nilai penyusutan aktiva,yang dapat memberikan penghematan pajak sebesar 30% dari nilai tambah penyusutan.Sementara keuntungan dari revaluasi aktiva hanya dikenakan pajak final sebesar 10%

c. Kendala Revaluasi

Kegiatan revaluasi ini tergolong kegiatan yang tidak mudah untuk dilaksanakan dan memerlukan biaya yang besar untuk membayar jasa penilai.

3. Kelebihan dan Kekurangan Revaluasi

a. Kelebihan Revaluasi

- Neraca akan menunjukkan posisi kekayaan yang wajar sehingga pemakai laporan keuangan dapat memperoleh informasi yang lebih akurat dan tepat. - Selisih lebih penilaian kembali juga akan meningkatkan struktur modal sendiri,

yang artinya perbandingan antara pinjaman (debt) dengan modal sendiri (equity) atau DER membaik.

- Dengan membaiknya DER, perusahaan dapat menarik dana melalui pinjaman dari pihak ketiga maupun emisi saham.

b. Kekurangan Revaluasi

- Naiknya beban penyusutan aktiva tetap yang dibebankan dalam laba rugi atau dibebankan ke harga pokok produksi.

- Dari sisi perpajakan, selisih lebih yang diakibatkan dari revaluasi aktiva tetap merupakan objek pajak yang dikenai pajak final 10%.

4. Dasar Hukum Revaluasi

a. undang RI nomor 17 tahun 2000 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan

*Pasal 4 huruf m : yang menjadi objek pajak penghasilan adalah selisih lebih karena penilaian kembali aktiva.

(10)

b. Keputusan Dirjen Pajak KEP-519/PJ/2002 tanggal 2 Desember 2002 tentang Tata Cara Prosedur Pelaksanaan Penilaian Kembali Aktiva Tetap Perusahaan untuk Tujuan Perpajakan

c. Keputusan Menteri Keuangan RI No. 486/KMK.03/2002 tentang Penilaian Kembali Aktiva Perusahaan untuk Tujuan Perpajakan.

d. Peraturan Menteri Keuangan nomor 79/PMK.03/2008 tentang Penilaian Kembali Aktiva Perusahan untuk Tujuan Perpajakan.

5. Syarat Revaluasi

a. WP badan dalam negeri (PT, CV, BUMN, Koperasi, Yayasan). Wajib Pajak Orang Pribadi dalam negeri yang menyelenggarakan pembukuan tidak termasuk WP yang dapat melakukan revaluasi.

b. Telah memenuhi kewajiban pajak sampai dengan masa pajak terakhir sebelum melakukan revaluasi. Kewajiban pajak tersebut adalah :

a. SPT Masa atau Tahunan, sepanjang belum ada SKP.

b. SKP, walaupun Wajib Pajak mengajukan keberatan dan belum ada keputusan keberatan.

c. Keputusan Keberatan, walaupun WP mengajukan banding dan belum ada putusan Banding dari pengadilan pajak.

d. Keputusan PK dari MA.

e. STP, walaupun WP mengajukan permohonan pengurangan / penghapusan sanksi administrasi atau pembetulan kembali pembetulan STP, tetapi belum mendapatkan keputusan.

c. Yang dapat dinilai kembali aktiva tetap berwujud yang berada di Indonesia dan dipergunakan untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan yang merupakan obyek pajak. Aset Tetap SGU dengan hak opsi tidak dapat direvaluasi sebelum menggunakan hak opsi, aktiva tidak berwujud tidak dapat direvaluasi. d. Dapat dilakukan terhadap seluruh aktiva tetap atau sebagian aktiva, dapat

dilakukan setiap tahun atau satu kali dalam setahun. Dilakukan oleh perusahaan penilai yang mendapat ijin pemerintah.

(11)

f. Dalam hal nilai revaluasi yang ditetapkan tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya maka Direktorat Jendral Pajak dapat menetapkan kembali nilai revaluasi. Setelah WP melakukan revaluasi dan sudah mendapat persetujuan dari KPP, kemudian dilakukan pemeriksaan, pemeriksa pajak dapat melakukan koreksi nilai revaluasi, dengan hasil :

1. Nilai revaluasi lebih rendah daripada harga pasar 2. Nilai revaluasi lebih tinggi daripada harga pasar.

Apabila nilai revaluasi lebih tinggi daripada harga pasar maka terdapat Selisih Lebih Revaluasi, yaitu Nilai Pasar ( Nilai Revaluasi ) dikurangi Nilai Buku Fiskal pada awal bulan dilakukan revaluasi dan dikenakan pajak revaluasi sebesar 10 % Final setelah dikurangi / dikompensasi terlebih dulu dengan sisa kerugian fiskal.

Kompensasi Rugi Fiskal : a. Tidak lebih dari 5 tahun.

b. Kalau belum dilakukan pemeriksaan pajak rugi fiskal berdasarkan SPT WP. c. Sudah ada SKP, berdasarkan SKP meskipun WP mengajukan keberatan.

g. Bagi WP yang melakukan penggabungan usaha, PPh yang terutang 10% dapat dibayar dalam jangka waktu paling lama 5 tahun sejak dilakukan penilaian kembali aktiva tetap. PPh yang harus dilunasi setiap tahun paling sedikit sebesar 20%.

6. Prosedur Revaluasi

Prosedur permohonan revaluasi :

a. Wajib pajak (WP) yang dapat mengajukan permohonan untuk melakukan penilaian kembali aktiva tetap adalah WP Badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak termasuk WP yang memperoleh ijin menyelenggarakan pembukuan dengan mata uang asing.

b. Syarat-syarat pengajuan permohonan :

1. WP dapat mengajukan permohonan dengan syarat telah memenuhi semua kewajiban pajaknya sampai dengan masa pajak terakhir sebelum masa pajak dilakukannya penilaian kembali.

2. Aktiva tetap yang dapat dinilai kembali adalah aktiva tetap berwujud yang terletak atau berada di Indonesia yang dimiliki dan dipergunakan untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan.

(12)

kembali berdasarkan ketentuan yang berlaku. Dan hanya dapat dilakukan penilaian kembali paling banyak satu (1) kali dalam satu tahun buku.

4. WP yang melakukan penilaian kembali aktiva tetap wajib mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Wilayah yang membawahi KPP tempat WP terdaftar (KPP domisili) paling lambat 30 hari kerja setelah tanggal dilakukan penilaian kembali aktiva tetap dengan melampirkan :

a. Fotokopi surat ijin usaha jasa penilai yang dilegalisir oleh instansi 8pemerintah yang berwenang untuk menerbitkan surat ijin usaha tersebut.

b. Laporan penilaian perusahaan jasa penilai atau ahli penilai profesional yang diakui pemerintah.

c. Daftar Penilaian Kembali aktiva tetap perusahaan untuk tujuan perpajakan.

d. Laporan keuangan tahun buku terakhir sebelum penilaian kembali aktiva tetap yang telah diaudit oleh akuntan publik.

e. Surat keterangan tidak mempunyai tunggakan pajak dari KPP tempat WP terdaftar.

5. Permohonan WP yang terlambat diajukan atau tidak dilengkapi dengan lampiran sampai dengan batas waktu sebagaimana diatur tidak dapat dipertimbangkan.

6. Apabila permohonan WP menurut hasil penelitian telah memenuhi persyaratan formal dan material, maka Kepala Kantor Wialayah wajib menerbitkan Keputusan persetujuan atau penolakan Direktur Jendral Pajak paling lambat 30 hari kerja setelah tanggal diterimanya permohonan WP.

7. Apabila setelah lewat batas waktu 30 hari kerja Kepala Kantor Wilayah belum menerbitkan Keputusan persetujuan atau penolakan, maka permohonan WP dianggap diterima dan Kepala Kantor Wilayah wajib menerbitkan keputusan paling lambat tiga (3) hari setelah tanggal berakhirnya batas waktu tersebut.

 Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan revaluasi :

1. Revaluasi parsial atau menyeluruh

(13)

revaluasi tanah tidaklah menarik karena selisih revaluasi akan terkena pajak final sebesar 10% padahal tanah tidak disusutkan sehingga tambahan biaya penyusutan tahun-tahun berikutnya hanya dari selisih lebih revaluasi atas aktiva tetap selain tanah. Karena hal tersebut maka perusahaan lebih untung jika tidak merevaluasi tanah.

2. Pembayaran PPh 10% yang bersifat final

Bagi perusahaan yang akan melakukan revaluasi perlu melakukan penghitungan apakah membayar PPh 10% itu lebih menguntungkan dibanding dengan tariff PPh badan sebesar 25%. Aktiva tetap yang sudah direvaluasi dan biaya penyusutan akan mengurangi Penghasilan Kena Pajak (PKP). Umur aktiva akan kembali seperti semula, meskipun sebenarnya telah digunakan lebih dari separuh umur.

3. Pembayaran pajak lebih dari lima (5) tahun untuk perusahaan yang melakukan penggabungan.

 Perencanaan Pajak Terhadap Revaluasi Aktiva Tetap

Pertimbangan yang harus diperhatikan dalam perencanaan pajak terhadap revaluasi aktiva tetap antara lain :

a) Kondisi perusahaan b) Laba dan rugi perusahaan c) Dampak revaluasi, dan

d) Apakah perusahaan mempunyai atau tidak mempunyai rugi fiskal.

7. Contoh kasus Revaluasi

Revaluasi Hotel Montana Dua Malang

Selisih nilai pada aktiva tetap sebelum dan sesudah revaluasi sebesar Rp. 5.420.090.031,24. Dari selisih revaluasi tersebut dikenakan pajak 10% bersifat final, sehingga pajak yang harus dibayar akibat adanya revaluasi adalah sebesar Rp. 542.009.003,12. Selisih revaluasi akan tampak pada neraca sisi pasiva di bagian modal. Sedangkan pengaruhnya terhadap laporan laba rugi perusahaan terlihat pada biaya usaha pada poin depresiasi aktiva tetap.

 Perhitungan penghematan pajak

(14)

- Bangunan permanent (20 tahun) Rp 1.200.000.000.

- Akumulasi penyusutan bangunan 7 tahun (Rp 420.000.000) - Peralatan dan kendaraan kelompok 2 Rp 1.600.000.000.

- Akumulasi penyusutan peralatan dan kendaraan 7 tahun (Rp 1.400.000.000). Hasil penilaian sesuai harga pasar

- Tanah Rp 3.960.000.000 - Bangunan Rp 2.420.000.000

- Peralatan / kendaraan Rp 920.000.000

Prediksi laba tahun 2002 (sebelum penyusutan) : Rp 350.000.000

 Jika melakukan revaluasi Jumlah pajak yg harus dibayar Rp 551.250.000

 Jika tidak melakukan revaluasi

14

Laba Rp 350.000.000

Penyusutan

Bangunan (Rp 60.000.000)

(15)

C. Pelaporan

1. Definisi Pelaporan

Pelaporan adalah suatu kegiatan yang dilakukan bawahan untuk menyampaikan hal-hal yang berhubungan dengan hasil pekerjaan yang telah dilakukan selama satu periode tertentu.

Pelaporan keuangan meliputi segala aspek yang berkaitan dengan penyediaan dan penyampaian informasi keuangan.Aspek-aspek tersebut antara lain : lembaga yang terlibat,misalnya,penyusunan standar,badan pengawas dari pemerintah atau pasar modal,peraturan yang berlaku termasuk PABU (prinsip akuntansi berterima umum).Laporan keuangan hanyalah salah satu medium dalam penyampaian informasi.

Pelaporan adalah aktivitas yang berlawanan arah dari pengawasan.Jika pengawasan dilakukan oleh pihak atasan untuk mengetahui semua hal yang menyangkut pelaksanaan kerja bawahan,sedangkan pelaporan adalah jawaban dari kegiatan pengawasan tersebut.

Laporan yang disampaiakan kepada atasan tidak harus berupa uraian lengkap seperti memorandum akhir jabatan,atau tidak juga seperti lapran penelitian yang wujudnya tebal dengan sistematika baku,tetapi dapat disusun mulai dari bentuk yang paling sederhana sampai yang paling lengkap.

2. Pihak-pihak yang memerlukan informasi Akuntansi Pemakai informasi akuntansi dibagi menjadi :

a. Pihak Internal

Pihak Internal adalah pihak yang berada dalam struktur organisasi.Manajemen adalah pihak yang paling membutuhkan laporan akuntansi yang tepat dan akurat untuk mengambil keputusan yang baik dan benar.Contohnya, seperti manajer yang melihat posisi keuangan perusahaan untuk memutuskan apakah akan membeli gedung untuk kantor cabang baru atau tidak.

(16)

1. Investor

Investor membutuhkan informasi keuangan perusahaan untuk menentukan apakah akan menanamkan modalnya atau tidak.Jika dalam prediksi investor akan memberikan keuntungan yang baik,maka investor akan menyetorkan modal ke perusahaan dan begitu juga sebaliknya.

2. Pemegang Saham/pemilik perusahaan

Para pemilik perusahaan yang mempunyai bagian saham perusahaan membutuhkan informasi keuangan perusahaan untuk dapat mengetahui sejauh mana kemajuan atau kemunduran yang dialami perusahaan.Pemegang saham akan mendapatkan keuntungan dari dividen yang akan semakin besar jika perusahaan untung besar.

3. Pemerintah

Besarnya pajak yang harus dibayarkan perusahaan atau organisasi kepada pemerintah sebagian besar berdasarkan atas informasi pada laporan keuangan perusahaan.

4. Kreditur

Jika perusahaan sedang terdesak dan membutuhkan dana segar perusahaan mungkin akan meminjam uang pada kreditur seperti meminjam uang di bank,berhutang barang pada supplier/pemasok.Kreditur akan memberikan dana jika perusahaan memiliki kondisi keuangan yang baik dan tidak akan memiliki potensi yang besar untuk merugi.

5. Pihak lainnya

Sebenarnya masih banyak pihak lain dari luar perusahaan yang mungkin saja akan menggunakan laporan/informasi auntansi suatu organisasi,seperti para

karyawan,serikat pekerja,auditor akuntan

public,polisi,pelajar/mahasiswa,wartawan dan banyak lagi lainnya.

3. Definisi Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan.Laporan Keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.

4. Jenis Laporan Keuangan

(17)

a. Neraca

Neraca adalah bagaian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode tersebut.Neraca terdiri dari 3 unsur,yaitu aset,kewajiabn dan ekuitas.

Aset = Kewajiban + Ekuitas

Informasi yang dapat disajikan di neraca antara lain posisi sumber kekayaan entitas dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan entitas tersebut dalam suatu periode akuntansi (triwulan,caturwulan atau tahunan).

Bentuk Neraca :

1. Neraca bentuk Staffel

Neraca bentuk staffel adalah bentuk neraca yang disusun dengan menyusun kebawah dan meletakkan saldo pada bagian samping dengan kolom debet kredit.Tabel neraca ini mirip dengan Model Jurnal Umum.

2. Neraca bentuk Scontro

Neraca bentuk Scontro adalah neraca yang memisahkan antara aktiva dan pasiva pada posisi kanan dan kiri atau saling sebelah menyebelah.

b. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsure-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.Unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinerja dalam laporan laba rugi adalah :

(18)

Manfaat laporan Laba Rugi :

1. Menetapkan besarnya pajak penghasilan

2. Menilai keberhasilan perusahaan dengan memperhitungkan tingkat profitabilitas (keuntungan).

3. Menilai laba perusahaan dengan membandingkan dengan laba dalam laporan tahun lalu.

4. Menilai efisiensi perusahaan dengan melihat besarnya biaya/beban dan jenis komposisinya.

Susunan laporan laba rugi dapat dibuat dengan bentuk : 1. Single step

Dalam bentuk single step semua jenis pendapatan (pendapatan usaha,pendapatan luar usaha dan pendapatan lain-lain) disusun dan dijumahakan dalam satu kelompok.Kemudian disisihkan dengan jumlah semua jenis beban.Selisih jumlah pendapatan dengan jumlah beban merupakan saldo (sisa) laba atau saldo (sisa) rugi.Bentuk ini banyak digunakan dalam perusahaan jasa.

2. Multi step

Penyusunan laporan laba rugi dalam bentuk ini disusun secara bertahap mulai dari kelompok pendapatan dan beban usaha,pendapatan luar usaha dan beban luar usaha.Sampai dengan kelompok pendapatan lain-lain dan beban lainlain.Bentuk multi step ini banyak digunakan di perusahaan dagang atau perusahaan industry.

c. Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan Perubahan ekuitas adalah laporan keuangan yang menunjukkan perubahan ekuitas selama satu periode.Laporan perubahan ekuitas terdiri dari saldo awal modal pada neraca saldo setelah disesuaikan di tambah laba bersih selama satu periode dikurangi dengan pengambilan prive.

d. Laporan perubahan posisi keuangan

(19)

menunjukkan aliranmasuk dan keluar uang (kas) perusahaan.Unsur yang berkaitan langsusng dengan pengukuran posisi keuangan :

a. Aktiva (Asset)

Aktiva adalah sumber daya yang dikuasai perusahaan sebagai hasil dari peristiwa masa lalu dan dari manfaat ekonomi yang diharapkan akan diperoleh perusahaan pada masa yang akan datang.

b. Kewajiban (liabilitas)

Kewajiaban adalah utang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu.Penyelesaian utang mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi (aktiva)

c. Modal (Ekuitas)

Modal adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban.

e. Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan menginformasikan kebijaksanaan akuntansi yang mempengaruhi posisi keuangan dari hasil keuangan perusahaan.

5. Tujuan Laporan Keuangan

Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan,kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

Tujuan Laporan Keuangan secara umum :

1. Memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai aktiva,kewajiban dan modal.

2. Membantu para pemakai dalam memperkirakan potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.

3. Memberi informasi penting lainnya mengenai perubahan sumber-sumber ekonomi dan kewajiban seperti informasi mengenai aktivitas belanja.

4. Mengungkapkan informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan keuangan.

(20)

Biasanya relevansi suatu informasi harus dihubungkan dengan maksud penggunaannya karena jika informasi tersebut tidak relevan maka informasi tersebut tidak ada gunanya bagi pemakai informasi tersebut.Terkadang suatu informasi mempunyai tingkat relevansi yang tinggi untuk satu pengguna tetapi belum tentu untuk pengguna yang lain.

2. Dapat Dimengerti

Informasi harus dapat dimengerti yang disesuaikan dengan batas pengertian para pemakainya,sehingga pemakai diharapkan mempunyai kemampuan mengenai aktivitas perusahaan,proses akuntansi dan laporan keuangan.

3. Daya Uji

Untuk dapat meningkatkan manfaatnya maka harus dapat diuji kebenarannya oleh pengukur yang independen dengan menggunakan metode pengukuran yang sama,namun ini bersifat subyektif.

4. Netral

Informasi harus untuk kepentingan umum pemakai tidak boleh tergantung pada kebutuhan atau keinginan pihak tertentu.

5. Tepat Waktu

Hal ini dimaksudkan supaya dapat digunakan secepat mungkin dan menghindari tertundanya suatu keputusan hanya karena tidak tepat waktu.

6. Daya saing

Laporan akan lebih berguna jika laporan tersebut disajikan secara komparatif,misalnya dikomparatifkan dengan tahun sebelumnya atau misalnya dikomparatifkan dengan laporan keuangan dengan perusahaan yang sejenis pada tahun yang sama.

7. Lengkap

Maksudnya bahwa tidak hanya menghendaki pengungkapan fakta keuangan yang penting saja melainkan juga menghendaki penyajian fakta tersebut sedemikian rupa sehingga tidak menyesatkan bagi para pemakainya.

6. Karakteristik Laporan Keuangan

Terdapat 4 karakteristik kualitatif pokok,yaitu : a. Dapat dipahami

(21)

b. Relevan

Laporan keuangan dianggap jika informasi yang disajikan didalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna.

c. Keandalan

Informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material.

d. Dapat diperbandingkan

Informasi yang disajikan akan lebih berguna bila dapat diperbandingkan dengan laporan keuangan pada periode sebelumnya.

BAB III

(Penutup)

Kesimpulan

(22)

evaluasi,3.Biaya pengembangan dan 4.Biaya restorasi atau perbaikan.Sedangkan metode dalam perhitungan deplesi ada 2,yaitu metode biaya dan metode persentase.

Revaluasi adalah penilaian kembali aset tetap perusahaan, yang diakibatkan adanya kenaikan nilai aset tetap tersebut di pasaran atau karena rendahnya nilai aset tetap dalam laporan keuangan perusahaan yang disebabkan oleh devaluasi atau sebab lain, sehingga nilai aset tetap dalam laporan keuangan tidak lagi mencerminkan nilai yang wajar. Tujuan penilaian kembali aset tetap perusahaan dimaksudkan agar perusahaan dapat melakukan perhitungan penghasilan dan biaya lebih wajar sehingga mencerminkan kemampuan dan nilai perusahaan yang sebenarnya.

Pelaporan adalah suatu kegiatan yang dilakukan bawahan untuk menyampaikan hal-hal yang berhubungan dengan hasil pekerjaan yang telah dilakukan selama satu periode tertentu.Serta pihak yang memerlukan informasi akuntansi ada pihak internal dan pihak eksternal.

DAFTAR PUSTAKA

1. Ferdinan,Efraim.Akuntansi Keuangan Menengah 1 : edisi 1.2012.Yogyakarta : UPP STIM YKPN.

2. http://ratnadestiningrum.blog.com/2014/09/28/materi-pengantar-bisnis-bab11akuntansi-dan-laporan-keuangan/

(23)

Referensi

Dokumen terkait

Variabel pada penelitian ini yaitu SIMDA berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan di Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman (Ha),

Tahun 2009 dengan hasil 2,65 % dikategorikan Baik karena tidak melebihi dari standar yang ditetapkan oleh pada BPR BKK Jepara Cabang Mlonggo yaitu sebesar 5%. Tahun

Selisih Revaluasi Nilai Aset Tetap mencerminkan koreksi atas kesalahan pencatatan kuantitas aset pada laporan keuangan Rincian untuk tahun 2020 adalah sebagai

Dari hasil observasi dan wawancara yang penulis lakukan bahwa tata letak ruang SMK Negeri 4 Banjarmasin dari tata letak meja sirkulasi sudah tepat yang berdekatan dengan

Revaluasi tersebut berasal dari Selisih Revaluasi Nilai Aset Tetap mencerminkan koreksi atas kesalahan pencatatan kuantitas aset pada laporan keuangan Rincian untuk tahun 2020

Koreksi ini berasal dari transaksi koreksi nilai aset tetap dan aset lainnya yang bukan karena revaluasi nilai Rincian Koreksi Aset Tetap/Lainnya Non Revaluasi untuk periode

Berdasarkan hasil analisis deskriptif diperoleh bahwa pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada materi pokok Perbandingan di SMPN 2 Megaluh dikatakan efektif dengan kriteria

Masalah utama akuntansi untuk aset tetap adalah saat pengakuan aset, penentuan nilai tercatat, serta penentuan dan perlakuan akuntansi atas penilaian kembali dan penurunan nilai