• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gaya Hidup Perempuan Penyintas Kanker Payudara di RSUP H. Adam Malik Medan Chapter III VI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Gaya Hidup Perempuan Penyintas Kanker Payudara di RSUP H. Adam Malik Medan Chapter III VI"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 3

KERANGKA PENELITIAN

1. Kerangka konsep

Pada bab ini akan dibahas tentang kerangka konsep, yaitu suatu diagram

sederhana yang menunjukan variabel dan hubungan antara variabel. Kerangka

konsep pada penelitian ini menggambarkan gaya hidup wanita penderita kanker

payudara. Variabel pada penelitian ini adalah gaya hidup. Kerangka konsep pada

penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Skema 3.1. Kerangka penelitian dari Gaya Hidup Wanita Penyintas

Kanker Payudara di RSUP H. Adam Malik Medan.

Gaya hidup wanita penderita kanker payudara • Kosumsi zat-zat karsinogen

• Pengawet buatan • MSG

• Terpapar rokok • Mengandung alkohol

• Kosumsi makanan tinggi lemak • Aktifitas fisik

• Terapi hormon • Paparan kimia

• Paparan cahaya malam hari • Usia memiliki anak

(2)

2. Definisi operasional

Definisi operasional variabel adalah pengertian variabel (yang diungkap

dalam definisi konsep) tersebut, secara operasional, secara praktik, secara nyata

dalam lingkup obyek penelitian/obyek yang diteliti. Variabel yang digunakan

dalam penelitian ini adalah Gaya Hidup.

No Variable Definisi operasional Cara ukur Hasil ukur Skala

1 Gaya Hidup Pola tindakan dan

konsumsi, yang

digunakan oleh

orang-orang untuk memenuhi

kebutuhan dasar dalam

melakukan kegiatan,

kebiasaan dan

pelaksanakan kesehatan

yang mengandung faktor

resiko. Meliputi kosumsi

zatzat karsinogen,

kosumsi makanan tinggi

lemak, aktifitas fisik,

terapi hormon dan

paparan kimia yang

(3)

zat-zat karsinogen,

makanan tinggi lemak,

aktifitas fisik dan terapi

hormon.

2 Mengkonsumsi

Zat-zat

karsinogen

Zat yang menyebabkan

sel normal berubah

menjadi sel kanker

(paparan rokok, alkohol,

makanan yang

mengandung pengawet

buatan

(makanan siap saji,

makanan yang di kemas

dalam kaleng), makan

yang dicampur MSG

(Monosodium Glutamat)

(makanan yang memakai

penyedab, mie)

dari empat butir

pernyataan

lemak jenuh (Daging

babi, daging sapi, paha

ayam, keju, mayonese)

(4)

negatif Terdiri

dari satu butir

pernyataan

dengan pilihan

jawaban: 0= ya, 1

= tidak

4 Aktifitas fisik Pekerjaan yang

menggunakan aktifitas

fisik yang berat yang

dilakukan pasien

sebelum menderita

kanker payudara seperti

melakukan pekerjaan

yang intesitasnya berat,

aerobik, senam, lari

(joging), dan jalan 7 jam

perminggu.

dari satu butir

pernyataan

5 Terapi hormon Riwayat pemakaian

terapi hormon pengganti

pascamenapause atau

terapi hormon alat

kontrasepsi sebelum

negatif. Terdiri

dari satu butir

Frekuensi

dan

persentase

(5)

payudara pernyataan

dengan pilihan

jawaban: 1= ya, 0

= tidak

6 Paparan kimia Paparan kimia langsung

pada tubuh (makeup,

pelembab, deodorant,

produk perawatan

rambut, dan krim cukur /

gel produk plastik yang

kaku, makanan dan susu

formula yang dibungkus

dengan plastik, sikat gigi,

dan sisi mengkilap dari

kertas kasir)

Kuesioner dengan

menggunakan

skala Guttman

berupa pertanyaan

negatif. Terdiri

dari empat butir

pernyataan

dengan pilihan

jawaban: 1= ya, 0

= tidak

Frekuensi

dan

persentase

(6)

BAB 4

METODE PENELITIAN

1. Desain penelitian

Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode

deskriptif, yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama membuat

gambaran tentang suatu keadaan objektif, dalam hal ini untuk menggambarkan

perempuan penyintas kanker payudara yang berobat ke RSUP H. Adam Malik

Medan.

2. Populasi, sampel, dan teknik sampling

2.1 Populasi

Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek

yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang sudah di tetapkan

(Setiadi, 2013). Dalam hal ini populasi yang akan digunakan adalah wanita

penderita kanker payudara di RSUP. H Adam Malik Medan. Berdasarkan data

tahun 2016 terdapat pasien baru sebanyak 703 pasien yang mengalami kanker

payudara. Jadi dapat disimpulkan jumlah rata-rata perbulan wanita penderita

kanker payudara yang berobat di RS. H Adam Malik sebanyak 59 orang. Maka

diperkirakan jumlah total populasi yaitu sebanyak 59 orang.

2.2 Sampel

Sampel penelitian adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek

yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Setiadi, 2013). Adapun

(7)

untuk populasi kecil atau apabila diketahui ukuran populasinya menurut rumus

Slovin dalam Notoatmodjo (2005) sebagai berikut:

n = �

��2+ 1

Keterangan:

n = jumlah sampel

N = jumlah populasi

d² = presisi (tingkat kesalahan dalam pengambilan sampel) yang ditetapkan 10%

Berdasarkan jumlah populasi maka jumlah sampel yang didapat adalah sebagai berikut :

n = �

��2+ 1

=

= 37 orang

Dengan demikian, jumlah sampel dalam penelitian ini diperkirakan 37

orang perbulan. Pengambilan sampel dilakukan di RSUP H. Adam Malik Medan

selama 2 bulan, maka sampel diperkirakan selama 2 bulan sebanyak 74

perempuan penyintas kanker payudara.

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan

menggunakan teknik non probability sampling yaitu, dengan cara insidental

sampling. Sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu siapa saja yang secara

kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila

dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.

59

(8)

Agar karakteristik sampel tidak menyimpang dari populasinya, maka

sebelum dilakukan pengambilan sampel perlu ditentukan kriteria inklusi, maupun

eksklusi. Kriteruia inklusi adalah kriteria atau ciri-ciri yangf perlu di penuhi oleh

setiap anggoita populasi yang dapat di ambil sebagai sampel, sedangkan kriteria

eksklusi adalah ciri-ciri populasi yang tidak dapat diambil sampel (Notoatmodjo,

2012).

Adapun kriteria inklusi yaitu :

1. Wanita yang menderita kanker payudara

2. Pasien sedang melakukan rawat jalan di RSUP Haji Adam Malik

Medan

Kriteria eksklusi yaitu:

1. Laki-laki yang menderita kanker payudara

2. Penderita kanker payudara yang sedang mengalami nyeri

3. Tidak bersedia mengisi informed consent

4. Pasien yang rawat inap

3. Tempat dan waktu penelitian

3.1 Tempat penelitian

Penelitian ini dilakukan di RSUP. H. Adam Malik Medan. Pemilihan

lokasi ini dengan pertimbangan yaitu terdapat penderita kanker payudara dan

belum pernah dilakukan penelitian gaya hidup wanita penderita kanker payudara

di RSUP H. Adam Malik Medan yang beralamat di Jl. Bunga Lau No.17,

(9)

3.2 Waktu penelitian

Penelitian ini dimulai dengan penyusunan proposal skripsi pada bulan

Oktober 2016, seminar proposal skripsi pada bulan Januari 2017, dan dilanjutkan

dengan pengumpulan data sampai selesai pengumpulan data dimulai dari bulan

Februari 2017 sampai dengan Juni 2017.

4. Pertimbangan etik

Penelitian ini diawali dengan mengajukan izin kepada Program Studi Ilmu

Keperawatan Universitas Sumatera Utara dan dilanjukan dengan mengajukan

usulan kepada Komite etik Kesehatan Fakultas Keperawatan Universitas

Sumatera Utara untuk mendapatkan surat keterangan ethical clearence Program

studi Ilmu Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Setelah proses ini selesai

selanjutnya peneliti mengajukan permohonan izin penelitian ke RS H. Adam

Malik Medan. Setelah mendapatkan persetujuan, peneliti melakukan penelitian

dengan menekankan pertimbangan etik.

Polit & Beck (2012) menjelaskan bahwa dalam melakukan penelitian perlu

di perhatikan prinsip etik penelitian yaitu: beneficence, non-maleficence,

autonomy, anonimity, confidentiality, dan, informed concent. Beneficene,

penelitian yang di lakukan harus mempunyai keuntungan baik bagi peneliti

maupun responden. non-maleficence, penelitian ini tidak menimbulkan bahaya

bagi responden. Autonomy, penelitian ini memberikan kebebasan bagi responden

menentukan keputusan sendiri bersedia ikut atau tidak untuk menjadi responden

dalam penelitian ini tanpa adanya unsur paksaan atau pengaruh dari peneliti atau

(10)

mencantumkan nama responden tetapi diganti dengan nomer responden.

Confidentiality, kerahasiaan informasi responden dijamin peneliti dan hanya

kelompok dan tertentuyang akan dilaporkan. Informed concent, lembar

persetujuan ini diberikan kepada responden yang akan diteliti dengan memberikan

penjelasan tentang judul penelitian dan manfaat penelitian ini, responden dapat

menandatangani informed concert jika responden setuju namun jika responden

tidak setuju peneliti tidak memaksa dan menghormati keputusan yang telah

diambil.

5 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat-alat yang akan digunakan untuk

pengumpulan data (Notoatmodjo, 2012). Instrumen yang digunakan dalam

penelitian ini disusun oleh peneliti dengan mengacu kepada tinjauan pustaka dan

kerangka konsep. Instrumen penelitian yang peneliti gunakan berupa kuesioner.

5.1 Kuesioner data demografi

Kuesioner tentang data demografi adalah aspek data tentang responden

meliputi kode responden, umur, dan stadium kanker. Biodata ini diisi pada bagian

yang telah disediakan pada lembar kuesioner, Data demografi responden tidak

dianalisis dan hanya untuk mengetahui karakteristik responden.

5.7 Kuesioner gaya hidup

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat ukur berupa

lembar kuesioner berskala Guttman, data yang diperoleh berupa data interval atau

rasio dikotomi (dua alternatif) yaitu “Ya” dan “Tidak” sehingga dengan demikian

(11)

yang diteliti. Kuesioner gaya hidup berisi pernyataan dimana masing-masing

peryataan berisikan pernyataan-pernyataan yang digunakan sebagai kategori dari

Kosumsi zat-zat karsinogen, makanan tinggi lemak, aktifitas fisik, terapi hormon,

dan paparan kimia.

Kuesioner ini disusun dalam bentuk pernyataan negatif dan positif dengan

dua kategori yaitu ya dan tidak. Bobot nilai yang diberikan untuk setiap penyataan

negatif adalah ya bernilai 1, tidak bernilai 0 dan setiap pernyataan positif adalah

ya bernilai 0, tidak bernilai 1. Nomer 1,2,3,4 adalah pertanyaan mengenai riwayat

kosumsi zat yang mengandung karsinogen dalam bentuk pernyataan negatif,

nomer 5 pertanyaan mengenai mengkonsumsi makanan tinggi lemak dalam

bentuk pertanyaan negatif, nomer 6 adalah pertanyaan mengenai aktifitas fisik

dalam bentuk pernyataan positif, nomer 7 pernyataan mengenai terapi hormon

dalam bentuk pernyataan negatif, nomer 8 pernyataan mengenai paparan kimia

dalam bentuk pertanyaan negatif.

6. Validitas dan reabilitas

6.1 Validitas

Validitas adalah sejauh mana suatu instrumen mengukur apa yang harus

diukur (Polit & Beck, 2012). Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat

mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Uji validitas yang

dilakukan dalam penelitian ini adalah uji validitas isi, yaitu instrumen di buat

dengan mengacu pada isi yang sesuai dengan variabel yang diteliti. Apakah isi

atau subtansi ukurannya sudah mewakili muatan berupa karakteristik dan variabel

(12)

suatu instrumen mengukur isi (konsep) yang harus diukur. Content Validity Index

diukur dengan menetapkan ahli mengevaluasi instrumen dan menentukan

relevansi dan kesesuaian pernyataan. Uji validasi akan dilakukan oleh 1 dosen

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara yang ahli

dibidangnya.

6.2 Reliabilitas

Reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat

pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Hal ini berarti menunjukan

sejauh mana hasil pengukuran itu tetap konsisten atau tetap asas, bila dilakukan

pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama, dengan menggunakan

alat ukur yang sama (Notoatmodjo, 2012). Uji reliabilitas dilakukan di klinik

Harapanku yang beralamat di Jl. Stadion, Teladan Bar., Medan Kota, Kota

Medan, Sumatera Utara dengan jumlah sampel 30. Reliabilitas dalam penelitian

ini menggunakan rumus yang ditemukan Kurder dan Richardson KR-21 :

�11 = �

�11 = Reliabilitas tes secara keseluruhan n = Banyaknya item

1 = Bilangan konstan

�� = Mean total (rata-rata hitungan dari skor total)

��2 = Standart deviasi dari tes (standart deviasi adalah akar varians)

(13)

��2 = Varians total

n = Banyaknya item

∑X2

= Jumlah kuadrat skor total (∑X)2 = Jumlah skor total dikuadratkan

Untuk penafsiran harga reliabilitas tes, maka harga tersebut di konsultasikan ke tabel r product momentdengan α = 0,05. Jika rhitung > rtabel maka

dapat disimpulkan data tersebut dikatakan reliabel dan sebaliknya. Adapun menurut Arikunto (2010) kriteria reabilitas suatu tes dapat dilihat pada table 3.3 dibawah ini:

Tabel 3.3 Interprestasi Nilai r

Besarnya nilai r Interprestasi Antara 0,800 sampai dengan 1,00 Tinggi

Antara 0,600 sampai dengan 0,800 Cukup Antara 0,400 sampai dengan 0,600 Agak Rendah Antara 0,200 sampai dengan 0,400 Rendah

Antara 0,000 sampai dengan 0,200 Sangat Rendah (Tak berkorelasi)

Dari hasil perhitungan di peroleh bahwa nilai Rhitung = 0,694. Sementara itu

harga Rtabel diperoleh dari daftar r Product Moment dengan α = 0,05 dan N = 30

yaitu 0,361 . Dengan membandingkan harga Rhitung = 0,694 dengan harga Rtabel =

0,361 maka diperoleh Rhitung > Rtabel. Jadi dapat disimpulkan bahwa kuesioner

secara keseluruhan adalah reliabel atau di percaya kategori Cukup.

7. Pengumpulan data

Penelitian ini dimulai dengan terlebih dahulu meminta surat permohonan

izin melakukan penelitian kepada institusi pendidikan Fakultas Keperawatan

(14)

Penelitian Kesehatan, Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

Kemudian peneliti meminta izin RSUP. H. Adam Malik Medan untuk melakukan

penelitian. Selanjutnya peneliti meminta izin kepada kepala ruangan di RSUP. H.

Adam Malik Medan. Setelah data diperoleh, peneliti mengunjungi ruangan calon

responden untuk mendapat persetujuan sebagai responden penelitian.

Setelah mendapatkan calon responden, selanjutnya peneliti menjelaskan

kepada calon responden tersebut tentang tujuan, manfaat, dan proses pengisian

kuesioner. Calon responden yang bersedia diminta untuk menandatangani

informed consent (surat persetujuan). Setelah mendapat persetujuan responden,

peneliti melakukan wawancara terstruktur dengan menggunakan kuesioner

terhadap responden. Selama wawancara responden diberi kesempatan untuk

bertanya kepada peneliti bila ada pertanyaan yang tidak dipahami. Selanjutnya

data yang diperoleh dikumpulkan untuk dianalisa.

8 Pengolahan data dan analisa data

8.1 Pengolahan Data

Setelah data terkumpul, maka peneliti melakukan pengolahan dan analisa

data. beberapa tahapan pengolahan data, antara lain tahap pertama editing yaitu

memeriksa kelengkapan identitas responden serta memastikan bahwa semua

pertanyaan telah diisi sesuai petunjuk, tahap kedua coding yaitu memberi kode

atau angka tertentu pada kuisioner untuk mempermudah tabulasi dan analisa data,

tahap ketiga processing yaitu memasukkan data dari kuisioner ke dalam program

(15)

empat cleaning yaitu memeriksa kembali data yang telah dimasukkan untuk

mengetahui ada kesalahan atau tidak.

8.2 Analisa data

Data yang telah diolah kemudian dianalisis menggunakan analisis

univariate. Analisis univariate bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan

karakteristik setiap variabel penelitian. Bentuk analisis univariate tergantung dari

jenis datanya. Data demografi responden termasuk jenis data kategorik, data

tersebut akan dianalisis kemudian ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi

dan presentase. Sedangkan data data gaya hidup termasuk jenis data kategorik

(16)

BAB 5

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Hasil penelitian

Dalam bab ini akan diuraikan hasil penelitian mengenai Gaya Hidup

Perempuan Penyintas Kanker Payudara di RSUP Adam Malik Medan. Melalui

proses pengumpulan data yang telah dilakukan 2 bulan sejak tanggal 25 april 2017

sampai dengan tanggal 25 juni 2017 dengan jumlah responden sebanyak 74 orang.

Penyajian data dalam penelitian ini meliputi data demografi berupa karakteristik

responden dan deskripsi Gaya Hidup.

2. Data demografi responden

Karakteristik responden yang dipaparkan meliputi usia, agama, tahun,

status perkawinan, dan pekerjaan. Data yang diperoleh menunjukan bahwa

perempuan penyintas kanker payudara di RSUP H. Adam Malik Medan

responden berada pada mayoritas usia 46-55 sebanyak 41%, sudah menikah

sebanyak 80%, bekerja sebagai ibu rumah tangga 70%, lebih detailnya liat pada

tabel 5.2 Distribusi frekuensi dan presentasi berdasarkan data demografi

(17)

Karakteristik Responden Frekuensi Persentase (%) Ibu rumah tangga

14

3. Data Karakteristik Penyakit

Karakteristik penyakit yang dipaparkan meliputi tahun, dan stadium. Data

yang diperoleh menunjukan bahwa perempuan penyintas kanker payudara di

RSUP H. Adam Malik Medan yang menjadi responden memiliki stadium

mayoritas stadium 2 sebanyak 32,4% dan stadium 3 sebanyak 33,8%, terjadinya

peningkatan penderita setiap tahunnya dari tahun dan tertinggi di temukan pada

tahun 2017 yaitu sebanyak 32,4%. Lebih lengkapnya lihat pada tabel 5.3

(18)

Karakteristik Penyakit Frekuensi Persentase %

4. Gaya hidup perempuan penyintas kanker payudara

Berdasarkan table 3, diperoleh hasil penelitian bahwa perempuan

penyintas kanker payudara mengkonsumsi makanan yang mengandung pengawet

buatan 10 orang atau sebanyak 14%, mengkonsumsi makanan yang mengandung

MSG sebanyak 10 orang sebanyak 14%, 40 responden sering terpapar rokok

sebanyak 54%, 14 responden masih memakan makanan minuman mengandung

alcohol sebanyak 19%mayoritas responden 49 orang cenderung masih

mengkonsumsi makanan tinggi lemak sebanyak 66% responden, 41 responden

tidak melakukan aktifitas fisik atau sebanyak 55% dan menggunakan produk yang

dikemas dalam bahan plastik sebanyak 34 orang. Lebih lengkapnya liat pada tabel

(19)

Gaya Hidup Frekuensi Persentase%

Kosumsi Karsinogen

Kebiasaan mengkonsumsi memakan mengandung pengawet buatan dalam seminggu.

Kebiasaan mengkonsumsi makanan mengandung penyedap rasa MSG (Monosodium Glutamat)

Mengkonsumsi/terpapar rokok dalam seminggu

Mengkonsumsi makanan minuman berfermentasi mengandung alkohol dalam seminggu.

Makanan tinggi lemak

Kebiasaan mengkonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dalam seminggu

49 66

Aktifitas fisik

Kebiasaan aktifitas fisik yang berat dan melelahkan dalam seminggu

41 55

Terapi hormon

Kebiasaan menggunakan terapi hormonal (kontrasepsi hormonal, hormonal pasca menopause)

7 10

Paparan kimia

Kebiasaan menggunakan produk yang di kemas dalam bahan plastik dalam seminggu

(20)

5. Pembahasan

5.1 Karakteristik demografi

Data hasil penelitian menunjukan bahwa lebih dari setengah wanita

penyintas kanker payudara berada pada usia masa lansia awal yaitu 46-55 tahun

sebanyak 41%, sudah menikah sebanyak 80% dan sebagian besar memiliki

pekerjaan Ibu rumah tangga sebanyak 70%, penyintas kanker payudara diagnosa

ditemukan pada tahun 2017 sebanyak 32%, dan stadium terbanyak yaitu stadium

3 sebanyak 34%.

Adanya persamaan dan perbedaan karakteristik Usia perempuan penyintas

kanker payudara di RSUD Adam Malik Medan dengan penelitian sebelumnya.

Penelitian ini memiliki karakteristik yang sama dengan penelitian yang dilakukan

oleh setyaningsih (2013) di Puwokerto tetapi memiliki perbedaan dengan

karakteristik kanker payudara di bandung dimana Malik (2013) melaporkan

bahwa lebih dari setangah penderita kanker payudara memiliki umur lebih dari 50

tahun.

Kesamaan juga ditemukan dalam karakteristik status pernikahan

perempuan penyintas kanker payudara di RSUD Adam Malik Medan yang di

lakukan setyaningsih (2013) adanya perbedaan karakteristik responden Silalahi

(2015) di Medan dimana responden tidak memiliki perbedaan status pernikahan,

seluruh responden berstatus menikah.

Kesamaan dan perbedaan penelitian data responden pekerjaan penyintas

kanker payudara, dimana penelitian yang dilakukan setyaningsih (2013) di

(21)

perbedaan ditemukan pada penelitian yang dilakukan Megawati (2012) dimana

lebih dari setengah penyintas kanker payudara bekerja.

Penyintas kanker payudara diagnosa ditemukan pada tahun 2017 sebanyak

24 orang atau (32,4%) dari responden dan cenderung mengalami peningkatan

disetiap tahunnya, sesuai dengan data laporan rekam medis RSUP Adam Malik

Medan (2016) adanya peningkatan kasus baru wanita penderita kanker payudara

disetiap tahunnya.

Stadium 2 dalam penelitian ini hampir sama banyak dengan 3. Hal ini

berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan Abdulrahman & Rahman (2012)

melakukan penelitian di Afrika Timur melaporkan bahwa lebih dari 70% pasien

kanker payudara mengalami kanker payudara stadium III atau IV. Walau tidak

sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Abdulrahman & Rahman (2012),

dapat di ambil kesimpulan bahwa sudah lebih banyak penyintas kanker payudara

yang datang lebih awal, walaupun tidak pada stadium 1.

5.2 Gaya Hidup

Ada 3 faktor faktor resiko yang dapat menyebabkan kanker payudara yang

masih belum bisa dihindari oleh penyintas kanker payudara, yaitu paparan zat

5

7

5

3

10

7

13

24

<2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

(22)

karsinogen, mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan kurangnya melakukan

aktifitas fisik, namun 5 faktor resiko lainnya masih ada responden yang

melakukan gaya hidup beresiko yaitu memakan-makanan yang mengandung

pengawet buatan, mengkonsumsi makanan yang mengandung penyedap rasa

(MSG), mengkonsumsi makanan minuman yang mengandung alkohol,

menggunakan terapi hormon, dan paparan kimia, namun untuk bisa terbebas atau

memperkecil terjadinya kanker payudara para penyintas harus menghindari semua

faktor penyebab kanker payudara.

Lebih dari setengan reponden terpapar rokok. NBOCC (2009)

mengatakan bahwa adanya keterikatan antara merokok dan kanker payudara yang

dilihat dari seberapa lama waktu merokok, intesitas merokok serta lamanya waktu

merokok. Menurut American Cancer Socienty (2016) menyatakan bahwa perokok

pasif terpapar zat karsinogen yang ada dalam asap rokok. Zat karsinogen adalah

zat dapat menyebabkan kanker payudara. Semua responden yang terpapar rokok

menyatakan bahwa mereka memiliki pasangan hidup atau anggota keluarga yang

merokok. Hal ini membuktikan bahwa keterlibatan pihak keluarga sangatlah

0%

(23)

penting dalam upaya menghindari resiko kanker payudara terhadap perempuan

penyintas kanker payudara.

Mayoritas perempuan penyintas kanker payudara cenderung masih

mengkonsumsi makanan tinggi lemak. Rowan (2006) menyatakan bahwa asupan

kalori pada pasien kanker payudara yaitu melebihi rata-rata normal. Jing-hui wu et

al (2013) melakukan penelitian case kontrol untuk membandingkan pola diet

dengan resiko kanker payudara hasil menunjukan pasien yang mengkonsumsi

makanan tinggi lemak lebih beresiko terkena komplikasi kanker payudara. Semua

responden yang masih mmengkonsumsi makanan tinggi lemak menyatakan

bahwa mereka merasa bosan jika memakan ikan ikan saja.

Mayoritas responden tidak melakukan aktifitas fisik yang berat. Bernstein

et al (2005) menyatakan adanya hubungan timbal balik aktifitas fisik dan kanker

payudara, dimana aktifitas fisik dapat menurunkan tingkat keganasan kanker.

Menurut penelitian yang dilakukan Prok (2011) di cina menyatakan bahwa

semakin tinggi aktifitas fisik yang dilakukan akan menurunkan resiko terkena

kanker payudara. Sebagian besar responden yang tidak melakukan aktifitas fisik

menyatakan bahwa mereka merasa mudah kelelahan setelah terkena kanker

payudara dan responden lainnya menyatakan bahwa aktifitas fisik dapat

menyebabkan menyebaran kanker lebih cepat.

Sebagian kecil responden mengkosumsi makanan yang mengandung

pengawet dan MSG. Salah satu faktor yang menyebabkan kanker payudara adalah

makanan yang mengandung pengawet buatan. Menurut buletin yang dikeluarkan

(24)

memperpanjang masa penyimpanan dan penyimpanan dan untuk meningkatkan

warna, rasa, dan tekstur. Peran aditif pada makanan menyebabkan risiko kanker.

Tidak banyak penelitian tentang dampak penyedap rasa (MSG) menyebabkan

kanker payudara. Tetapi banyak sumber yang menyatakan bahwa penyedap rasa

(MSG) menyebabkan kanker payudara di karnakan penyedap rasa (MSG)

mengandung zat karsinogen. Menurut Hudayani (2012) bahwa pasien kanker

memiliki penurunan nabsu makan. Responden penelitian menyatakan

mengkonsumsi makanan mengandung penyedap rasa guna meningkatkan nafsu

makan.

Sebagian kecil perempuan penyintas kanker payudara masih

mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung alkohol. Rowan et al

(2006) menemukan bahwa sebagian besar penderita kanker payudara

mengkosumsi alkohol. Penelitian lain menyebutkan wanita yang setiap hari

minum dua sampai tiga gelas alkohol risiko terkena kanker payudara, risikonya

tergantung jenis dan dosis alkohol yang diminum (Ventiman 2001), Terry, Zhang

& Kabat, 2006). Alkohol dianggap komponen dalam jalur metabolisme produksi

estrogen. Jadi dengan meningkatkan tingkat sirkulasi estrogen, alkohol dapat

meningkatkan risiko kanker (Zhang, Lee & Manson, 2007). Perempuan penyintas

kanker payudara masih mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung

alkohol menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui makanan minuman mana

saja yang mengandung alkohol sehingga mereka masih mengkonsumsi makanan

(25)

Masih ada perempuan penyintas kanker payudara yang masih

menggunakan terapi hormon. Barry et al (2003) menemukan dalam penelitiannya

bahwa konsumsi hormon, kontrasepsi berkaitan dengan meningkatnya angka

kejadian kanker payudara. Kontrasepsi oral memiliki resiko lebih rendah

dibandingkan dengan kontrasepsi diinjeksi, resiko kanker payudara semakin

meningkat apabila kontrasepsi oral dikonsumsi selama lebih dari 10 tahun dan

kontrasepsi injeksi digunakan selama lebih dari 5 tahun. Barry et al (2003)

melaporkan terapi kombinasi hormon dari estrogen dan progesteron paska

menopause turut menjadi faktor resiko kanker payudara. Resikonya semakin

meningkat jika terapi tersebut berlangsung selama lebih dari 2 tahun dan

meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara stadium lanjut.

Menurut Daniel (2007) payudara sangat sensitif terhadap perubahan

hormon-hormon yang akan menyebabkan berkembangan jaringan menjadi lebih

besar dan memproduksi susu. Terdapat 3 hormon utama yang dapat

memperngaruhi payudara, yaitu ekstrogen, progresteron, dan prolaktin, ketiganya

menyebabkan perubahan jaringan glandular payudara dan uterus disetiap siklus

menstruasi. Speroff (2005) mengumpulkan beberapa penelitian mengenai

hubungan kanker payudara dengan pemberian estrogen dan progestin pada wanita

pasca menopause. Terdapat 11 penelitian yang melaporkan peningkatan bermakna

terhadap risiko kanker payudara dengan kisaran peningkatan 1,24-4,6 kali lipat.

Speroff (2005) juga menemukan 14 penelitian lainnya yang menyebutkan

terdapatnya peningkatan risiko kanker payudara sebesar 0,75-4,4 kali pada

(26)

menyatakan bahwa terdapat peningkatan resiko diantara pengguna pil kontrasepsi

oral. Risiko meningkat hingga 1,24 kali lebih tinggi pada penggunaan diatas 10

tahun sedangkan progesteron saja tidak meningkatkan risiko kanker payudara.

Semua responden yang masih menggunakan terapi hormonal menyatakan bahwa

mereka masih dalam kategori perempuan yang produktif sehingga mereka

menggunakan terapi hormon untuk pencegahan memiliki keterunan lagi.

Sebagian kecil penyintas kanker payudara yang masih menggunakan

produk yang di kemas dalam plastik. Keith et al (2001) melaporlan Wanita yang

pernah bekerja dibidang manufaktur plastik otomotif selama 10 tahun dinilai

sangat terpapar EDC atau karsinogen. Menurut Petralia et al (1998) di Shanghai

Risiko dua kali lipat terkena kanker payudara ditemukan dikalangan pekerja

industri plastik dan karet. Gardner et al (2002) dan Ji et all (2008) di Shanghai

melaporkan peningkatan risiko kanker payudara antara pekerja karet dan plastik.

Hal ini membuktikan adanya resiko terkena kanker payudara pada wanita yang

terpapar bahan plastik..

Menurut buletin yang dikeluarkan oleh Breastcancer.org (2016) bahwa

semua plastik dapat melepaskan bahan kimia jika digores atau dipanaskan.

Penelitian juga sangat mengesankan bahwa pada tingkat paparan tertentu,

beberapa bahan kimia dalam produk ini, seperti bisphenol A (BPA), dapat

menyebabkan kanker pada manusia. BPA adalah estrogen sintetis lemah yang

ditemukan di banyak produk plastik kaku, lapisan makanan dan sisi mengkilap

penerimaan kasir kertas (untuk menstabilkan tinta). Aktivitas seperti estrogen

(27)

dalam plastik. Pengganggu hormon dapat mempengaruhi bagaimana hormon

estrogen dan hormon lainnya bekerja dalam tubuh, dengan menghalangi atau

menirunya, yang menghilangkan keseimbangan hormonal tubuh. Karena estrogen

dapat membuat kanker payudara reseptor hormon positif tumbuh dan

berkembang, banyak wanita memilih untuk membatasi paparan bahan kimia ini

yang bisa bertindak seperti estrogen. Responden yang masih menggunakan

produk yang di kemas dalam plastik menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui

bahwa zat kimia dalam plastik yang terkena panas atau di pakai secara berulang

(28)

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

Beberapa kesimpulan dan saran mengenai gaya hidup perempuan penyintas

kanker payudara di RSUP H. Adam Malik Medan diuraikan sebagaiberikut.

1. Kesimpulan

Penelitian dilakukan pada tanggal sampai dengan tanggal 25 juni 2017.

Responden yang dilibatkan sebnyak 74 perempuan penyintas kanker payudara di

RSUD Adam Malik Medan dengan karakteristik responden adalah perempuan

sudah menikah bekerja sebagai Ibu rumah tangga dengan karakteristik kanker

diagnosa tahun 2017 dan stadium 3. Dari 8 faktor resiko mayoritas responden

masih melakukah 3 faktor resiko yaitu terpapar zat karsinogen, mengkonsumsi

lemak jenuh, tidak melakukan aktifitas fisik, namun 5 faktor resiko lainnya masih

ada responden yang melakukan gaya hidup beresiko yaitu memakan makanan

yang mengandung pengawet buatan, mengkonsumsi makanan yang mengandung

penyedap rasa (MSG), mengkonsumsi makanan minuman yang mengandung

alkohol, menggunakan terapi hormon, dan tidak satupun responden yang tidak

terhindar dari faktor penyebab kanker payudara. Hal ini dikarenakan para

perempuan penyintas kanker payudara masih mempunyai pengetahuan yang

kurang untuk menghindari faktor yang menyebabkan kanker payudara.

2. Saran

Penelitian ini merupakan hasil mengenai gaya hidup perempuan penyintas

kanker payudara di RSUP H. Adam Malik Medan. Dalam penelitian ini

ditemukan banyak aspek gaya hidup wanita penyintas kanker payudara. Berikut

(29)

2.1 Bagi para penyintas kanker payudara dianjurkan untuk menghindari

mengkonsumsi zat-zat karsinogen, menghindari makanan berlemak,

tidak melakukan terapi hormon, menghindari menggunaan produk

berbahan dasar kimia dan melakukan aktifitas fisik secara rutin untuk

mencegah terjadinya komplikasi.

2.2 Bagi pihak keluarga penyintas kanker payudara untuk turut seta

membantu dan memerhatikan makanan zat-zat karsinogen, makanan

berlemak, aktifitas fisik, terapi hormon dan paparan kimia yang

diterima penyintas kanker payudara. Karena peran dan dukungan

keluarga sangat membantu untuk menghindari terjadinya kanker

payudara berulang dan mencegah terjadinya kaker payudara pada

keturunan.

2.3 Dengan temuan ini diharapkan rumah sakit bisa memberikan pelayanan

kesehatan yang lebih intens dalam melaksanakan pendidikan kesehatan

kepada penyintas kanker payudara untuk menghindari faktor resiko

kanker terutama kosumsi karsinogen.

2.4 Hasil penelitian ini menunjukan bagaimana gaya hidup perempuan

penyintas kanker payudara di RSUP H. Adam Malik Medan. Yang

dapat dijadikan sebagai informasi untuk penelitian berikutnya tentang

perempuan penyintas kanker payudara. Penulis menyarankan pada

penelitian selanjutnya dapat mencari tahu tentang cara yang tepat untuk

mendukung gaya hidup yang sehat perempuan penyintas kanker

Gambar

Tabel 3.3 Interprestasi Nilai r

Referensi

Dokumen terkait

dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi penderita kanker payudara rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2013 berdasarkan lokasi kanker yang tertinggi adalah pada

Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui profil tentang penderita kanker payudara di Departemen Ilmu Bedah RSUP Haji Adam Malik pada tahun

American Cancer Society (2016) How is breast cancer staged..

Saya Dela Angela, mahasiswi yang sedang menjalani pendidikan S1 Ilmu Keperawatan di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara, saat ini sedang menjalankan penelitian

di atas dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi penderita kanker payudara rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan riwayat paritas tertinggi ialah yang

kanker payudara dibandingkan wanita yang tidak terkena kanker payudara. Berdasarkan hasil penelitian Sirait (2009), hasil akhir

Wanita yang tidak pernah hamil memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker.. payudara dibandingkan mereka

tambahan obat, dosis terlalu rendah, dosis terlalu tinggi, dan adverse drug reaction terjadi pada penderita kanker payudara di ruang rawat inap Rindu B.