Karakterisasi dan Uji Efek Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Teripang Pearsonothuria graeffei(semper) Pada Tikus Yang Diinduksi Kafein dan Hati Ayam

Teks penuh

(1)

vi

KARAKTERISASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK ETANOL TERIPANG Pearsonothuria graeffei

(Semper) PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI KAFEIN DAN HATI AYAMFa

rmasi ABSTRAK

Teripang merupakan salah satu biota laut yang banyak tersebar diseluruh perairan laut Indonesia. Masyarakat Indonesia menggunakannya sebagai sumber makanan dan diekspor keluar negeri. Teripang juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber obat tradisional karena kandungan Senyawa triterpen dan saponin yang terdapat didalamnya mempunyai berbagai khasiat diantaranya, dapat menurunkan asam urat dengan cara menghambat aktivitas xantin oksidase pada purin sehingga akan menurunkan produksi asam urat.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik simplisia

teripang Pearsonothuria graeffei (Semper) dan uji aktivitas antihiperurisemia

pada tikus putih jantan yang diinduksi kafein dan hati ayam.

Tahapan-tahapan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan dan pengolahan bahan, pembuatan simplisia, karakterisasi simplisia meliputi pemeriksaan makroskopik, pemeriksaan mikroskopik, penetapan kadar air simplisia dengan metode azeotropi (destilasi toluen), penetapan kadar sari larut air dan penetapan kadar sari larut etanol, penetapan kadar abu total dan penetapan kadar abu tidak larut asam dengan menggunakan metode gravimetri, pembuatan ekstrak etanol teripang dengan menggunakan metode perkolasi dan uji aktivitas antihiperurisemia dari ekstrak etanol teripang dengan menggunakan alat Easy

Touch® dan sebagai penginduksinya adalah kafein dan hati ayam segar. Ekstrak

etanol teripang dengan dosis 100, 200 dan 300 mg/kg bb diberikan secara oral dan pengamatan dilakukan selama 9 hari setelah kondisi tikus hiperurisemia. Allopurinol dosis 10 mg/kg bb digunakan sebagai kontrol positif dan Natrium-karboksimetilsellulosa (Na-CMC) 0,5% sebagai kontrol negatif. Masing-masing kelompok perlakuan terdiri dari 5 ekor tikus jantan. Data hasil pengujian kemudian dianalisis dengan metode analisis variansi (ANAVA), kemudian

dilanjutkan dengan Post Hoc Tukey HSD.

Hasil Penetapan kadar air serbuk simplisia teripang adalah 9,47%, kadar sari larut air 36,6%, kadar sari larut etanol 24,01%, kadar abu total 28,75%, kadar abu tidak larut asam 3,66%. Hasil uji aktivitas antihiperurisemia pada tikus jantan menunjukkan bahwa ekstrak etanol teripang efektif pada dosis 200 mg/kg bb.

Kata Kunci : teripang Pearsonothuria graeffei (Semper), asam urat, kafein dan

(2)

vii

CHARACTERIZATION AND ACTIVITY TEST ANTIHIPERURISEMIA OF ETHANOL EXTRACT OF SEA CUCUMBER Pearsonothuria graeffei (Semper) ON MALE RATS WHICH ARE INDUCED BY CAFFEINE AND

HOMOGENATED CHICKEN LIVER

ABSTRACT

Sea cucumbersareone of many marine biota which is widely spreads throughout themarineregions inIndonesia. Indonesian people use it generally as a source of food and being exported overseas. Sea cucumbers are also being used as a source of traditional medicine due to Triterpene and Saponin that contained in it, which has a variety of efficacious for reducing uric acid level by inhibit the activity of xantin oxide in purine, in order to decrease the production of uric acid.

The purpose of this study is to determine the simplicia characteristic of sea

cucumber Pearsonothuria graeffei (Semper) and antihiperurisemiaactivity

testonmale rats which are induced bycaffeineand homogenated chickenliver.

The phases in this study are gathering and processing the materials, simplicia manufacturing, simplicia characterization including macroscopicalexamination, microscopical examination, determination of simplicia

water contentbyazeotrophmethod(toluene distillation), the assay ofthe

watersoluble extractandethanolsoluble extractassay byusing gravimetricmethod, determination oftotalash content, the assay ofacid insoluble ash, manufacture of ethanol extract ofsea cucumberby usingpercolationmethod and antihiperurisemia

activity testof ethanol extract ofsea cucumberby usingthe EasyTouch® instrument

with caffeine and fresh homogenated chicken liver as the inducers. Ethanol extractof sea cucumbers with doses are 100, 200 and 300 mg/Kg which is given orally and observation for 9 days after rats reach hyperuricemia condition. Allopurinol with dose 10 mg/Kg used as positive control and Natrium Carboxymethylcellulose (Na-CMC) 0.5% as negative control. Eachtreatment groupconsistedof5male rats.

Test results data analyzedbyanalysis ofvariance(ANAVA) method, then followed byPostHocTukeyHSD. The water content determination result ofsimplicia powder of sea cucumberis9.47%, watersoluble extractcontent is36.6%, soluble extractethanol content is24.01%, total ash content is 28.75%, acid insolubleash content is3.66%. The result of antihiperurisemia activity test on male rats showed that ethanol extract of sea givesdecreasing effect onuricacid levelsin male ratswithan effective doseis 200mg/kg.

Keywords: sea cucumbers Pearsonothuria graeffei (Semper), uric acid,

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...