BAB II
KAJIANPUSTAKA
2.1. ModalSosial
Modalsosial merupakan satu dari5 modalyang adadi masyarakatyaitu
FinancialCapital, PhysicalCapital,HumanCapital, CulturalCapitaldanSocial
CapitalmenurutLight(dalamMasik, 2005).Meskipunmodalsosial ini analog
denganmodalekonomi,akantetapijenis modalinimemilikikeunikan tersendiri bila dibandingkan dengan jenis modal lainnya. Secara ringkas, Light (dalam Masik, 2005) menggambarkan keunikanmodalsosialdalam tabelberikut:
Tabel. 2.1. Capital Property
Property Formof
Capital
Generally Accessible
Taxable Storable Metamorphic
Financial No Yes Yes Yes
Physical No Yes Yes Yes
Human No No Yes Yes
Cultural No No Yes Yes
Social Yes No Yes Yes
Sumber: Light(dalamMasik, 2005)
Tabeldiatas memperlihatkanbahwakeunikanutamadarimodalsosial adalah secaraumumdapatdiakses, artinyapenduduk miskin masih dapat mengakses/memilikijenismodalini.Tidaksepertipadamodallainnya yang hanyadapatdikases olehorang-orangtertentudantidakmemungkinkanuntuk diaksesolehorangmenengahkebawah. Dalamhalperdagangan,modalsosialini merupakansatumodalyangsangatdibutuhkanselainmodaluang,modalsosial
pedagang sangatminim,sehinggausahaperdaganganyang dimilikinyamasih sangat sederhana, namun dengan memanfaatkan modal sosial mampu memberikan keuntungan terhadap kemajuan perdagangannya.
Modalsosial memilikidampak yang signifikan terhadap outcome pembangunansepertipertumbuhan ekonomi,pemerataan, danpemberantasan kemiskinan (Grootaert,1998).Grootaert(1998)menjelaskanbagaimanamodal sosialberpengaruh terhadap outcomeekonomi, melalui tigahalkunci, yaitu information sharing, coordinatin ofaktivities, collectivedecision making. Namun
demikiandiingatkannyajugabahwamodalsosialbukanlahpanacea,seperti jenis modalyang lain,modalsosialhanyaakanmemilikinilaiyangterbatasbilatidak dikombinasikandengan jenis modalyang lain.Sehinggadalamhalperdagangan dibutuhkankombinasiantaramodalmateridan modalsosialsehinggadapat mendorong perkembanganperdaganganyang dibangun.Dibidangekonomi, Grootaert(1998)menjelaskanbagaimanamodalsosial berkontribusi terhadap pertumbuhanekonomi.Padatingkatan mikroekonomi,modalsosialberperan dalampenyempurnaan terhadap fungsipasar, sedangkan padamakro ekonomi institusi, legal framework,danperanan pemerintahdalam mengorganisasikan produksi mempengaruhikinerja makroekonomi.
2.1.1. PengertianModalSosial
hubungandannormayangmembentukkualitasdankuantitasdariinteraksisosial masyarakat.
Sedangkan menurutFukuyama(2002), modalsosial adalah serangkaian nilai-nilai atau norma-norma informal yang dimiliki bersama di antarapara anggotasuatukelompokmasyarakatyangmemungkinkanterjalinnyakerjasama di antara mereka. Pendapat Fukuyama ini sejalan dengan pendapat Coleman (1988)bahwamodalsosialmerupakankemampuanmasyarakatuntukbekerja
samadengan mencapai tujuan bersamadidalamberbagaikelompok dan organisasi. Modalsosial menunjuk pada ciri-ciripadaorganisasisosialyang berbentuk jaringan-jaringan horisontal yang di dalamnya berisi norma-norma yang memfasilitasikoordinasi,kerjasama,dansalingmengendalikanyang
manfaatnyabisadirasakanbersamaanggotaorganisasi(PutnamdalamSiisiäinen, 2000).
Daribeberapadefinisidi atas,makayang dimaksuddenganmodalsosial adalah serangkaian nilai-nilai atau norma-norma informal, sepertirasasaling percaya,saling pengertian,adanyajaringan,hubungansosial,kesamaannilaidan perilaku, yang dimiliki bersama di antara para anggota suatu kelompok masyarakatyang memungkinkanterjalinnyakerjasamadiantaramerekadan akhirnya mencapaitujuan bersama.
Modalsosialdapatdidiskusikandalamkontekskomunikasiyang kuat (strongcommunity),masyarakatsipilyang kokoh,maupunidentitasbangsa
(nation-stateindenty). Modalsosial termasukelemen-elemennyaseperti kepercayaan,
mekanisme,seperti meningkatnyarasatanggungjawabterhadapkepentingan publik, meluasnyapartisipasidalamproses demokrasi, menguatnyakeserasian masyarakat, danmenurunnya tingkatkekerasan sertakejahatan.
Modalsosial merupakankonsep yang sering digunakanuntuk menggambarkankapasitassosialdalammemenuhikebutuhanhidup dan memeliharaintegrasi sosial.MenurutMariana(2006) pengertianmodal sosial yang berkembang selamainimengarahpadaterbentuknyatigalevelmodalsosial, yaknipada levelnilai, institusi, dan mekanisme, sebagaimanadapatdilihatpada gambar berikut.
Tabel. 2.2. Level ModalSosial
Nilai, Kultur, Persepsi: Simpatidan saling percaya
Institusi:
Ikatan dalaminstitusiatau antarinstitusi, jaringan
Sumber: Mariana, 2006.
Mekanisme:
Tingkah laku, kerjasama, sinergi
Berdasarkan pendapatdariMarianatersebut, modalsosialbisaberbentuk jaringansosialkelompokorangyangdihubungkanperasaansimpati,kewajiban,
modalsosialdapatmengambilbentukkerjasamasebagaiupayapenyesuaiandan koordinasi tingkah laku yangdiperlukan untuk mengatasikonflik.
Daridefenisi-defenisiyang dikemukakandiatas,dapatdilihatbahwa pandanganparaahli modalsosialsejalandengankenyataanyang adapada masyarakat,dimanamasyarakatyang memiliki modalsosial adalah masyarakat yang harmonisdandinamis.Haliniterjadikarenamodalsosialdapatjugaberupa kepekaan danrasatanggung jawabantarindividudalamkelompokyang mengarahkankehubunganhorizontalwalaupunperbedaanstatus ekonomimasih tetap dirasakan.
Selain itu, beberapa ahli juga banyak yang memberikan pendapatnya dalammembahastentangmodalsosial. Analisisdan kajian daribeberapa ahli juga menyimpulkanbahwamodalsosialmemilikibeberapa unsurpokok.Unsurpokok tersebutdapatdijelaskan sebagaiberikut:
1. Jaringan Sosial(SocialNetwork).
Satucirikhasteori jaringanadalahpemusatanperhatiannyapadastruktur mikrohinggamakro.Artinya,bagiteorijaringan, aktormungkinsajaindividu tetapi mungkin pulakelompok, perusahaan dan masyarakat.Hubungan inidapat terjadiditingkatstruktursosialskala luasmaupunditingkatyang lebih mikroskopik.Granovetermelukiskan hubunganditingkatmikro ituseperti tindakanyang “melekat”dalamhubunganpribadikonkretdandalamstruktur (jaringan)hubunganitu.Hubunganiniberlandaskangagasanbahwasetiap aktor mempunyaiaksesberbedaterhadapsumberdayayang bernilai(kekayaan, kekuasaan, informasi). Akibatnya adalahbahwasistemyangterstruktur cenderung terstrafikasi, komponen tertentu tergantungpada komponen yanglain (Ritzer,
2004).
Konsep keterlekatan menurutGranoveter (1985) merupakan tindakan ekonomi yang disituasikan secara sosial dan melekat dalam jaringan sosial personalyangsedang berlangsung diantaraparaaktor.Initidakhanyaterbatas terhadap tindakan aktorindividualsendiri tetapijugamencakup perilakuekonomi yang lebihluas,sepertipenetapan hargadaninstitusi-institusi ekonomiyang semuanya terpendamdalamsuatu jaringan sosial.
Haltersebuttergambardariikatanjaringansosialyangterbangunantara
tersebutmerasaberhutang budikarenakebaikanyang dilakukanolehpemilik perdagangantempatiabekerjadantidak merasaberatuntukmelepaskandiridari pekerjaanyang ia tekuni itu. Relasipatron klien dapat munculjikapemilik perdagangan mampu menumbuhkan jaringan sosialyangbaik dengan pekerjanya.
Jaringansosialtidakhanyadigunakansebatas suatualatpelengkapuntuk mencatatdan mengorganisasikan datadalamsebuah penelitian belaka, melainkan sebagai suatu alat analisis, yang bertujuan untuk menglasifikasikan tipe-tipe ikatan antarindividudan memilah-milahpola-polayang dibentuknyadalam ikatannya atas ketidakleluasaam pola perilaku, sikap dan tindakan bagi para pelaku yangmerupakan bagian dari jaringan (Agusyanto, 2007).
Konsep jaringan dalam kapital sosial lebih memfokuskan pada aspek ikatanantarasimpulyangbisaberupaorangataukelompok(organisasi).Dalam
haliniterdapatpengertian adanyahubungansosialyang diikatolehadanya kepercayaanyang manakepercayaanitudipertahankandandijagaolehnorma- normayangada.Padakonsepjaringanini,terdapatunsurkerjayangmelalui media hubungan sosial menjadi kerjasama. Pada dasarnya jaringan sosial terbentuk karenaadanyarasasaling tahu,saling menginformasikan,saling mengingatkan,dansaling membantudalammelaksanakanataupunmengatasi sesuatu.Intinya,konsepjaringandalam kapitalsosialmenunjukpadasemua hubungandenganorang ataukelompok lainyang memungkinkankegiatandapat berjalan secara efisien danefektif.
birokrasi, dan hasilnyalebih memuaskan. Hal inimenjadikan jaringan yang dimiliki orang benar-benar penting. Namun, dengan mengenal orang saja belumlah cukup, perlu adanyarasa memilikikesamaan satu sama lain. Jika memilikikesamaannilai,merekalebihcenderungbekerjasamauntukmencapai
tujuan(Field,2010).Orangmenempatititiktertentudalamjaringansosialyang munculsecaraalamidanterusberevolusidisekelilingkita. (Christakis, 2010)
Padakenyataan sosialdalamduniaperdagangan, pembeli akan lebih memilihberbelanjakepadapedagangyangsudahmerekakenal.Pembelibiasanya
akankembali membeliketempatbiasa iaberbelanjajikalauiasudah merasa nyamandankenaldenganpedagangnya.Haltersebutdapat terjadi jikalau pedagangmampumemupukjaringansosialterhadappembelinya.Pembeliyang
berbelanjasecaratemporerdapatdisebutsebagaipembelitemporeratauyang
biasadikenaldengan pelanggan. Memilikibanyak pelanggan merupakan aplikasi dari pemanfaatan modal sosial dalam dunia perdagangan, dan kenyataannya searahdenganmendapatkankeuntungan dalamsektor ekonomi. Karenabeberapa masalah dasar dari pedagang dapat diatasi dengan pembentukan sebanyak mungkinhubungansosialdenganpelanggan.Dengancara ini, merekaberharap untuk menyimpan sejumlah pelanggan tetap (Verfasser, 1999).
2. RasaSalingPercaya(Trust).
Trust atau rasa percaya (mempercayai) adalah suatu bentuk keinginan
untukmengambilresiko dalamhubungan-hubungansosialnyayang didasarioleh perasaanyakinbahwayang lainakanmelakukansesuatusepertiyang diharapkan danakansenantiasabertindakdalamsuatupolatindakanyangsaling mendukung, paling tidak.yang laintidakakanbertindakmerugikandiridankelompoknya (Putnam,1993). DalampandanganFukuyama(1995),trust adalah sikap saling mempercayaidimasyarakatyang memungkinkanmasyarakattersebutsaling bersatudenganyang laindanmemberikankontribusipadapeningkatanmodal sosial.
Kemampuanberasosiasi menjadimodalyang sangatpenting bukanhanya bagikehidupanekonomi,tetapijugabagisetiapaspek eksistensisosialyang lain. Tetapi,kemampuaninisangattergantungpadasuatutitik temunorma-normadan nilai-nilaibersama.Jikatitik temuetis normatif iniditemukan makapada gilirannyakepentingan-kepentinganindividualakantunduk padakepentingan- kepentingankomunitaskelompok.Darinilai-nilaibersamainiakanbangkitapa
yangdisebutkepercayaan (Fukuyama, 1995).
Modalsosial itu sendiri merupakan konsepyang munculsebagaihasildari interaksi masyarakatdalamjangkawaktuyang lamadanterusmenerus.Interaksi, komunikasi,dankerjasamayang adadipengaruhikeinginanuntuk mencapai tujuanbersamayangterkadangberbedadengantujuandirisendiri.Haliniakan
Dalamperdagangan,ketikatelahtumbuhrasasaling percayaakan memberikankemudahandalamproses transaksiperdagangan.Halitudapat terwujuddenganadanyapembayaranbelakanganantara transaksiyang dilakukan oleh pedagang dengan pemasok barang. Pemasok barang akan menyalurkan barangdaganganterhadappedagang,danmembayarnyadilakukanbelakangan.
Halituterjadikarena telahtumbuhnyarasapercayaantarapedagang danpemasok barang.Selainitu,antarpedagangdenganpedagangjugadapattumbuhdengan
wujud,jikalaupedagangyang satuharusmeninggalkanbeberapa menit perdagangannya,iabisamenitipkan tokodagangannyakepadapedagang disebelahnya.Hal itu jugahanyabisaterbangun jikalau telah tumbuh kepercayaan antar pedagang.Manfaat lain darikepercayaan adalah jikalau telah tumbuh kepercayaanantarapedagangdanpembeliyangbiasanyamerupakanpelanggan,
pembelikadangdapatmembelidengancaracashbonatauyangdikenaldengan “hutang”. Tentu saja hal tersebut hanya terjadi jikalau rasa percaya telah terbangun antarapedagangdengan pembeli.
3. Resiprositas(Resiprocity).
waktutertentu.Padamasyarakat,dan padakelompok-kelompoksosialyang terbentuk, yang didalamnyamemilikibobotresiprositaskuatakanmelahirkan suatu masyarakat yangmemilikitingkatkeuntungan lain,masyarakat tersebut akanlebih mudah membangundiri,kelompokdan lingkungansosialdanfisik merekasecararnengagumkan.
Dalamperdagangan,resiprositassalah satudari modalsosialyang dibutuhkanuntuk mempermudahprosespencapaiankemajuanperdagangan. Denganadanyaresiprositasyang terbangundalamduniaperdagangan,pedagang akan lebih terbantu karenaadanyasaling tukarkebaikan baik antarsesama pedagang maupunkepadadistributor ataupunpemasokbarang dagangan. Resiprositasdapattumbuhjikaseseorang mampumemanfaatkanmodalsosial dengan lingkungannya.Sehingga, jikadalamduniaperdagangan telah berhasil ditumbuhkanresiprositasmakatidakjarangakansangatmempermudahseorang
pedagangdalam melakukan kegiatan perdagangan miliknya.
4. NormaSosial.
Norma-normasosial akan sangatberperan dalammengontrolbentuk- bentukperilakuyang tumbuhdalammasyarakat.Pengertiannormaitusendiri adalahsekumpulan aturanyang diharapkandipatuhidandiikutioleh anggota masyarakatpadasuatu entitassosial tertentu.Norma-normainibiasanya terinstusionalisasidanmengandungsangsisosialyangdapatmencegahindividu
anggota masyarakatnyadan menentukan pola tingkah lakuyang diharapkan dalam kontekshubungan sosial.
Normasosialdalamduniaperdagangansangatpenting diperhatikanguna menjadiacuandalambertindak.Ketikapedagang melaukantindakanperdagangan sesuainormasosialyang telahdibangunsepertinormauntung rugi,tanggung jawabdan lainsebagainya,makakegiatanperdagangantersebutdapat
meminimalisirresikokerugian.Sepertihalnyadalamnormauntungrugi,semua
tindakanyang dilakukanharusmempertimbangkanuntung ruginyanamunharus sesuaidengannormasosialyang ada.Sehinggapedagangmendapatkan keuntunganyangsemestinya tanpamerugikan pihak lain.
Selainnormauntung rugi,normalainyang dapatmendukung perdagangan adalah tanggung jawab.Apabilapedagang mempertimbangkandanmelaksanakan tanggung jawabyang semestinya,makasecaraberkesinambunganperdagangan yang sedang iajalankanakanmeningkat.Pemaparansingattersebutmenunjukkan bahwanormasosialmerupakansalahsatudariwujudmodalsosialyangsangat
pentingdalamperdagangan.
5. Nilai-Nilai.
Nilai adalahsesuatu ideyang telahturuntemurundianggapbenardan pentingolehanggotakelompokmasyarakat.Nilaiinidibentukolehmasyarakat
dandianggappenting.Nilai-nilaidalammodalsosialyangseringdipakaioleh
membantuparapedaganguntukselalumendapatkeuntungandarisetiapproses perdagangannya.
6. Tindakan Proaktif.
Salahsatuunsurpenting modalsosialadalahkeinginanyangkuatdan anggotakelompok untuk tidak sajaberpartisipasi tetapisenantiasa mencarijalan bagiketerlibatan merekadalamsuatu kegiatan masyarakat. Idedasar dan premis ini,bahwaseseorang ataukelompok senantiasakreatif danaktif. Mereka melibatkandiridan mencarikesempatan yang dapatmemperkaya,tidaksajadan sisimaterial tapi jugakekayaanhubunganhubungansosial,danmenguntungkan kelompok,tanpamerugikanorang lain,secarabersama-sama.Merekacenderung tidakmenyukaibantuanyang sifatnyadilayani,melainkanlebihmemberipilihan untuk lebih banyak melayanisecaraproaktif.
menurutColeman(1988),modalsosialyang efektifcenderung lebihtertutupdan lebih ketat. Jaringan komunitas yang dikembangkan kelompok-kelompok perantaudiberbagaidaerahlazimnyadibuateksklusif,yang keanggotaannya didasarirelasikekerabatan dan kesamaandaerah, bahasa, etnis, dan agama.
Selamasatudekadeterakhir, modalsosialmenjadiperhatianserius dalam sosiologi, ekonomi, ilmu politik, kesehatan dan bahkan dikembangkan oleh kerja- kerjaagenpembangunaninternasional. Perhatianseriuspadamodalsosial tampaknyaparareldenganperhatiangoodgevormence, desentralisasi,demokrasi lokal,
civilsocietydan seterusnya. JamesColeman(1988) adalah sosiologpertama
yangmengusungmodalsosialkedalammainstreamilmusosialAmerika,yang kemudian semakin dipopulerkan oleh studiPutnam(dalamSiisiäinen, 2000).
Modalsosialtelahmenjadifokusperdebatanyangintenssejakawaltahun
1990-an.Sebagaijantungnyaadalah idebahwamasyarakatdapatmenggunakan koneksimerekadenganorang lain sebagaisumberdayayang penting.Mereka dapatmenggunakannyauntukberbagaitujuan.Orang dapatdatang kepadakawan ataukeluargaketikamerekamenghadapimasalahatausaatmembuatperubahan
dalamhidup.Sekelompokorang berhimpununtukmengejartujuanbersama;atau dalamderajatyang lebihluas,orang membentukorganisasisosialyang bertumpu padajaringanpertalianinterpersonalyang kompleksuntukmengikatmereka bersama(Scott, 2011).
berhubunganmelaluiserangkaianjaringandanmerekacenderung memiliki kesamaannilaidengananggotalaindalamjaringantersebut menjadisumberdaya dipandangsebagai modal.
Pemikiranmengenaikapitalsosialyang dibangundarihasilstudiliteratur telah memberikan arahpenting dalamkajiansosiologismaupun ekonomi. Pemanfaatansumberdayamaterialsaja tidaklagimemadaidalammenjelaskan fenomenapembangunankarenaterdapat keterbatasanindividudalampenguasaan sumber-sumber produksiberupakapitalmaterial. Terbatasnyapenguasaan sumber daya lahan, modalfinansial, dan teknologi menyebabkan perlunyaupayauntuk memberdayakan potensikapitalsosial. Pemberdayaan kapitalsosial tidak terlepas darisumber daya lokalyangmeliputiaspek struktur dan kelembagaanlokal.
2.2. DefinisiKonsep
Dalamhal inidigunakanbeberapakonsepyang relevandenganpenelitian yangnantinya akan dilakukan. Konsep-konsep tersebut adalah sebagaiberikut:
1. ModalSosial
2. Trust/Kepercayaan
Kepercayaanyangdimaksudkandalampenelitianiniadalahadanyarasa saling percayaterhadaporang lainsehinggaterbangunikatanemosionaluntuk mencapai tujuan dalamkegiatan perdagangan.
3. Cash Bon dengan distributor
Cashbondengandistributormerupakan suatuwujudkepercayaanyang telah terbangunantarapedagang ecerandengandistributorataupemasokbarang. Wujudcashbonyang dilakukanadalahdistributormenyalurkanbarang ke pedagang namunbayarandilakukanbelakangan.Kegiataninidilakukankarena
telahmunculnyarasasaling percayasehinggaprosesyang dilakukandapatlebih efisien. 4. Cash Bon pelanggan
Cashbonpelangganmerupakansuatu wujudkepercayaanyangtelah terbangunantarapedagang denganpelangganataupembelitemporer.Wujudcash bonyang dilakukanadalahpelanggandapatmembelidenganbayarantidak dilakukan saatitu juga, kegiataniniseringdikenaldengan sebutan “hutang”.
5. Menitip toko dengan pedaganglain
Menitipkan tokodenganpedagang lainmerupakan sebuahkegiatanyang dilakukan antarpedagangyang berdekatan.Kegiataninidilakukanjikasalahsatu pedagang harusmeninggalkanbarang dagangannyasebentarkarenasuatuhal. Sehinggapedagangtersebutmenitipkantokonyasebentarkepadapedaganglain
6. Dongan Sahuta
Dongan Sahuta adalah bahasaBatak yang artinyakawan sekampung. 7. Pertemanan
Pertemanandalamhal ini adalahsebuahjaringanyang terbangundari kegiatanbersamasepertiteman bermain, teman kecil,temansekolah, temansatu kegiatan dan lain sebainya.
8. Familisme
Familisme yang dimaksud dalam penelitian ini adalah suatu paham dimana seseoranglebihmemprioritaskansaudara dankerabatnya dalam melakukanperdagangan.MenurutWong dalamSuwarsonodanAlvin(2013), pranatafamily diCinadilihatnyasebagaikekuatandahsyattradisionalyang menimbulkannepotisme,merendahandisiplinkerja,menghalangiprosesseleksi
tenagakerjadipasar bebas,mengurangiinsentifindividualuntukinvestasi, menghalangitumbuhnyaproses berpikirrasional,dan merintangitumbuhnya norma-normabisnisuniversal.
9. Kawan Sekampung
Kawansekampungadalahorangyangberasaldarikampungyangsama, sehingga lebih diutamakan dalamhal perdagangan karena adanyakesamaan asal.
10. Induk Semang
11. Jaringan SosialPerdagangan
Jaringansosialyang dimaksuddalampenelitian iniadalah struktursosial yang terdiridarielemen-elemen individuataupunkelompok sosialdalam melakukan kegiatan perdagangan.
12. Jaringan SosialAntar Kerabat
Jaringansosial antarkerabat adalahsebuahjaringansosialyang dilakukan dengan sanak saudara ataupun kerabatnya dalam melakukan kegiatan perdagangan.
13. Inang-Inang Pasar
Inang-inang pasar merupakan sebuah julukan yang terbentuk dari constructsocialuntuk pedagang perempuanyang berjualan dipasar.KataInang-
inang pasarini munculkarenadipasartersebutdidominasiolehpedagangBatak dan berjenis kelamin perempuan. Sehingga munculah sebutan “Inang-Inang Pasar”.
14. Jaringan SosialNon Kerabat
Jaringansosialnonkerabatadalahsebuahjaringansosialyangdibangun
denganorang lainyang bukanmerupakan sanaksaudaraataupun tidak ada ikatan kekerabatan dengan orangtersebut.
15. Jaringan Dengan Pegawai
16. RelasiPatron Klien
MenurutScottdalamHariadi(1987), relasipatronklienmerupakan hubunganyang antaraduapihakyang menyangkutpersahabatan,dimanaseorang individudenganstatussosialekonomiyang lebih tinggi(patron)menggunakan pengaruhdansumber-sumberyangdimilikinyauntukmemberikanperlindungan dan atau keuntungan bagiseseorang yang statusnya lebih rendah (klien), dan sebaliknyasiklienmembalasdenganmemberikan dukungandanbantuan secara umum termasuk pelayanan pribadikepadapatron.
17. Jaringan Antar Pedagang
Jaringansosial antarpedagang merupakansebuahjaringansosialyang dibangun sesamapedagang gunauntuk mendapatkan tujuan bersama.
18. Jaringan Dengan Pembeli
Jaringandenganpembelimerupakansebuahjaringansosialyang dibangun olehpedagang denganpembelidalamduniaperdagangan.Haltersebut dimaksudkan agar pembeli mau berbelanja lagidi tempatperdagangannya.
19. PembeliTemporer/Pelanggan
Pembeli Temporer/Pelangganmerupakanorangyang berbelanjasecara temporer di suatu tempat. Hal itu terjadi karena pedagang sudah membuka jaringan dengan pembelitersebutyangbiasadisebutdengan pedagang.
20. Jaringan Dengan Distributor
21. Jaringan Dengan Pemerintah
Jaringandenganpemerintahadalahjaringansosialyang dibangundengan pemerintah oleh pedagang.
22. Tindakan Proaktif Keluarga
Tindakan proaktifkeluarga adalahtindakanterlibatnyaanggotakeluarga dalamkegiatan perdaganganyangdilakukan oleh keluarganyasendiri.
23. Tindakan Proaktif Pekerja
Tindakan proaktifpekerja adalah tindakanterlibatnyaseseorang dalam kegiatanperdagangan.Seseorang tersebutmerupakanbagiandariperdagangan yangberperansebagaipekerjadalamperdagangan tersebut.
24. Resiprositas
Resiprositasdalampenelitian ini adalahkecenderungansaling tukar kebaikanantar individu dalamsuatu kelompok atauantar kelompok itu sendiri.
25. NormaSosial
Normasosialdalampenelitianiniadalahsekumpulan aturanyang diharapkan dipatuhidandiikutioleh anggotamasyarakatpadasuatu entitassosial tertentu dalammenjalankan rodaperdagangan.
26. NormaUntungRugi
Norma untung rugi adalah norma-norma yang harus dipatuhi oleh pedagangdalam mempertimbangkan untungrugidalamperdagangannya.
27. Tindakan Proaktif
28. Nilai-nilai
Nilai-nilaidalampenelitianini adalahsesuatuideataugagasanyang telah turuntemurundianggapbenardanpenting olehanggotakelompoketnisdalam melakukan tindakan perdagangan.
29. EtosKerja
Etos kerjaadalahsemangatkerjayang menjadicirikhas dankeyakinan suatuetnisdalammelakukanperdagangangunauntukmendapatkankeuntungan
dalamperdagangannya. 30. Kejujuran
Kejujuran adalah suatu tindakan yang selalu menyatakan kenyataanyang sebenar-benarnya.
31. TanggungJawab
Tanggungjawab adalah suatu sikap yang dilakukan seseorangdalamdunia perdaganganyangdilakukan sesuaidengan kewajiban yangharusdipenuhi.
32. Keikhlasan
Keikhlasanadalahsuaturasaikhlasyang munculdalamdiriseseorang dalam menerimakenyataanyang ada.Dalampenelitianini,keikhlasandapat munculdariresiprositasyang telahterbangundidalamkelompok anggota masyarakat.
33. Retribusi
karenainginmembalasjasaatassegalakebaikanyangdilakukanolehoranglain. Dalamhal iniretribusiyangdilakukan terkaitdalamtindakan perdagangan.
34. Pertukaran