• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Modal Sosial dalam Sektor Perdagangan (Studi Pada Etnis Tionghoa, Batak, dan Minangkabau di Kota Medan)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pemanfaatan Modal Sosial dalam Sektor Perdagangan (Studi Pada Etnis Tionghoa, Batak, dan Minangkabau di Kota Medan)"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

KAJIANPUSTAKA

2.1. ModalSosial

Modalsosial merupakan satu dari5 modalyang adadi masyarakatyaitu

FinancialCapital, PhysicalCapital,HumanCapital, CulturalCapitaldanSocial

CapitalmenurutLight(dalamMasik, 2005).Meskipunmodalsosial ini analog

denganmodalekonomi,akantetapijenis modalinimemilikikeunikan tersendiri bila dibandingkan dengan jenis modal lainnya. Secara ringkas, Light (dalam Masik, 2005) menggambarkan keunikanmodalsosialdalam tabelberikut:

Tabel. 2.1. Capital Property

Property Formof

Capital

Generally Accessible

Taxable Storable Metamorphic

Financial No Yes Yes Yes

Physical No Yes Yes Yes

Human No No Yes Yes

Cultural No No Yes Yes

Social Yes No Yes Yes

Sumber: Light(dalamMasik, 2005)

Tabeldiatas memperlihatkanbahwakeunikanutamadarimodalsosial adalah secaraumumdapatdiakses, artinyapenduduk miskin masih dapat mengakses/memilikijenismodalini.Tidaksepertipadamodallainnya yang hanyadapatdikases olehorang-orangtertentudantidakmemungkinkanuntuk diaksesolehorangmenengahkebawah. Dalamhalperdagangan,modalsosialini merupakansatumodalyangsangatdibutuhkanselainmodaluang,modalsosial

(2)

pedagang sangatminim,sehinggausahaperdaganganyang dimilikinyamasih sangat sederhana, namun dengan memanfaatkan modal sosial mampu memberikan keuntungan terhadap kemajuan perdagangannya.

Modalsosial memilikidampak yang signifikan terhadap outcome pembangunansepertipertumbuhan ekonomi,pemerataan, danpemberantasan kemiskinan (Grootaert,1998).Grootaert(1998)menjelaskanbagaimanamodal sosialberpengaruh terhadap outcomeekonomi, melalui tigahalkunci, yaitu information sharing, coordinatin ofaktivities, collectivedecision making. Namun

demikiandiingatkannyajugabahwamodalsosialbukanlahpanacea,seperti jenis modalyang lain,modalsosialhanyaakanmemilikinilaiyangterbatasbilatidak dikombinasikandengan jenis modalyang lain.Sehinggadalamhalperdagangan dibutuhkankombinasiantaramodalmateridan modalsosialsehinggadapat mendorong perkembanganperdaganganyang dibangun.Dibidangekonomi, Grootaert(1998)menjelaskanbagaimanamodalsosial berkontribusi terhadap pertumbuhanekonomi.Padatingkatan mikroekonomi,modalsosialberperan dalampenyempurnaan terhadap fungsipasar, sedangkan padamakro ekonomi institusi, legal framework,danperanan pemerintahdalam mengorganisasikan produksi mempengaruhikinerja makroekonomi.

2.1.1. PengertianModalSosial

(3)

hubungandannormayangmembentukkualitasdankuantitasdariinteraksisosial masyarakat.

Sedangkan menurutFukuyama(2002), modalsosial adalah serangkaian nilai-nilai atau norma-norma informal yang dimiliki bersama di antarapara anggotasuatukelompokmasyarakatyangmemungkinkanterjalinnyakerjasama di antara mereka. Pendapat Fukuyama ini sejalan dengan pendapat Coleman (1988)bahwamodalsosialmerupakankemampuanmasyarakatuntukbekerja

samadengan mencapai tujuan bersamadidalamberbagaikelompok dan organisasi. Modalsosial menunjuk pada ciri-ciripadaorganisasisosialyang berbentuk jaringan-jaringan horisontal yang di dalamnya berisi norma-norma yang memfasilitasikoordinasi,kerjasama,dansalingmengendalikanyang

manfaatnyabisadirasakanbersamaanggotaorganisasi(PutnamdalamSiisiäinen, 2000).

Daribeberapadefinisidi atas,makayang dimaksuddenganmodalsosial adalah serangkaian nilai-nilai atau norma-norma informal, sepertirasasaling percaya,saling pengertian,adanyajaringan,hubungansosial,kesamaannilaidan perilaku, yang dimiliki bersama di antara para anggota suatu kelompok masyarakatyang memungkinkanterjalinnyakerjasamadiantaramerekadan akhirnya mencapaitujuan bersama.

Modalsosialdapatdidiskusikandalamkontekskomunikasiyang kuat (strongcommunity),masyarakatsipilyang kokoh,maupunidentitasbangsa

(nation-stateindenty). Modalsosial termasukelemen-elemennyaseperti kepercayaan,

(4)

mekanisme,seperti meningkatnyarasatanggungjawabterhadapkepentingan publik, meluasnyapartisipasidalamproses demokrasi, menguatnyakeserasian masyarakat, danmenurunnya tingkatkekerasan sertakejahatan.

Modalsosial merupakankonsep yang sering digunakanuntuk menggambarkankapasitassosialdalammemenuhikebutuhanhidup dan memeliharaintegrasi sosial.MenurutMariana(2006) pengertianmodal sosial yang berkembang selamainimengarahpadaterbentuknyatigalevelmodalsosial, yaknipada levelnilai, institusi, dan mekanisme, sebagaimanadapatdilihatpada gambar berikut.

Tabel. 2.2. Level ModalSosial

Nilai, Kultur, Persepsi: Simpatidan saling percaya

Institusi:

Ikatan dalaminstitusiatau antarinstitusi, jaringan

Sumber: Mariana, 2006.

Mekanisme:

Tingkah laku, kerjasama, sinergi

Berdasarkan pendapatdariMarianatersebut, modalsosialbisaberbentuk jaringansosialkelompokorangyangdihubungkanperasaansimpati,kewajiban,

(5)

modalsosialdapatmengambilbentukkerjasamasebagaiupayapenyesuaiandan koordinasi tingkah laku yangdiperlukan untuk mengatasikonflik.

Daridefenisi-defenisiyang dikemukakandiatas,dapatdilihatbahwa pandanganparaahli modalsosialsejalandengankenyataanyang adapada masyarakat,dimanamasyarakatyang memiliki modalsosial adalah masyarakat yang harmonisdandinamis.Haliniterjadikarenamodalsosialdapatjugaberupa kepekaan danrasatanggung jawabantarindividudalamkelompokyang mengarahkankehubunganhorizontalwalaupunperbedaanstatus ekonomimasih tetap dirasakan.

Selain itu, beberapa ahli juga banyak yang memberikan pendapatnya dalammembahastentangmodalsosial. Analisisdan kajian daribeberapa ahli juga menyimpulkanbahwamodalsosialmemilikibeberapa unsurpokok.Unsurpokok tersebutdapatdijelaskan sebagaiberikut:

1. Jaringan Sosial(SocialNetwork).

(6)

Satucirikhasteori jaringanadalahpemusatanperhatiannyapadastruktur mikrohinggamakro.Artinya,bagiteorijaringan, aktormungkinsajaindividu tetapi mungkin pulakelompok, perusahaan dan masyarakat.Hubungan inidapat terjadiditingkatstruktursosialskala luasmaupunditingkatyang lebih mikroskopik.Granovetermelukiskan hubunganditingkatmikro ituseperti tindakanyang “melekat”dalamhubunganpribadikonkretdandalamstruktur (jaringan)hubunganitu.Hubunganiniberlandaskangagasanbahwasetiap aktor mempunyaiaksesberbedaterhadapsumberdayayang bernilai(kekayaan, kekuasaan, informasi). Akibatnya adalahbahwasistemyangterstruktur cenderung terstrafikasi, komponen tertentu tergantungpada komponen yanglain (Ritzer,

2004).

Konsep keterlekatan menurutGranoveter (1985) merupakan tindakan ekonomi yang disituasikan secara sosial dan melekat dalam jaringan sosial personalyangsedang berlangsung diantaraparaaktor.Initidakhanyaterbatas terhadap tindakan aktorindividualsendiri tetapijugamencakup perilakuekonomi yang lebihluas,sepertipenetapan hargadaninstitusi-institusi ekonomiyang semuanya terpendamdalamsuatu jaringan sosial.

Haltersebuttergambardariikatanjaringansosialyangterbangunantara

(7)

tersebutmerasaberhutang budikarenakebaikanyang dilakukanolehpemilik perdagangantempatiabekerjadantidak merasaberatuntukmelepaskandiridari pekerjaanyang ia tekuni itu. Relasipatron klien dapat munculjikapemilik perdagangan mampu menumbuhkan jaringan sosialyangbaik dengan pekerjanya.

Jaringansosialtidakhanyadigunakansebatas suatualatpelengkapuntuk mencatatdan mengorganisasikan datadalamsebuah penelitian belaka, melainkan sebagai suatu alat analisis, yang bertujuan untuk menglasifikasikan tipe-tipe ikatan antarindividudan memilah-milahpola-polayang dibentuknyadalam ikatannya atas ketidakleluasaam pola perilaku, sikap dan tindakan bagi para pelaku yangmerupakan bagian dari jaringan (Agusyanto, 2007).

Konsep jaringan dalam kapital sosial lebih memfokuskan pada aspek ikatanantarasimpulyangbisaberupaorangataukelompok(organisasi).Dalam

haliniterdapatpengertian adanyahubungansosialyang diikatolehadanya kepercayaanyang manakepercayaanitudipertahankandandijagaolehnorma- normayangada.Padakonsepjaringanini,terdapatunsurkerjayangmelalui media hubungan sosial menjadi kerjasama. Pada dasarnya jaringan sosial terbentuk karenaadanyarasasaling tahu,saling menginformasikan,saling mengingatkan,dansaling membantudalammelaksanakanataupunmengatasi sesuatu.Intinya,konsepjaringandalam kapitalsosialmenunjukpadasemua hubungandenganorang ataukelompok lainyang memungkinkankegiatandapat berjalan secara efisien danefektif.

(8)

birokrasi, dan hasilnyalebih memuaskan. Hal inimenjadikan jaringan yang dimiliki orang benar-benar penting. Namun, dengan mengenal orang saja belumlah cukup, perlu adanyarasa memilikikesamaan satu sama lain. Jika memilikikesamaannilai,merekalebihcenderungbekerjasamauntukmencapai

tujuan(Field,2010).Orangmenempatititiktertentudalamjaringansosialyang munculsecaraalamidanterusberevolusidisekelilingkita. (Christakis, 2010)

Padakenyataan sosialdalamduniaperdagangan, pembeli akan lebih memilihberbelanjakepadapedagangyangsudahmerekakenal.Pembelibiasanya

akankembali membeliketempatbiasa iaberbelanjajikalauiasudah merasa nyamandankenaldenganpedagangnya.Haltersebutdapat terjadi jikalau pedagangmampumemupukjaringansosialterhadappembelinya.Pembeliyang

berbelanjasecaratemporerdapatdisebutsebagaipembelitemporeratauyang

biasadikenaldengan pelanggan. Memilikibanyak pelanggan merupakan aplikasi dari pemanfaatan modal sosial dalam dunia perdagangan, dan kenyataannya searahdenganmendapatkankeuntungan dalamsektor ekonomi. Karenabeberapa masalah dasar dari pedagang dapat diatasi dengan pembentukan sebanyak mungkinhubungansosialdenganpelanggan.Dengancara ini, merekaberharap untuk menyimpan sejumlah pelanggan tetap (Verfasser, 1999).

(9)

2. RasaSalingPercaya(Trust).

Trust atau rasa percaya (mempercayai) adalah suatu bentuk keinginan

untukmengambilresiko dalamhubungan-hubungansosialnyayang didasarioleh perasaanyakinbahwayang lainakanmelakukansesuatusepertiyang diharapkan danakansenantiasabertindakdalamsuatupolatindakanyangsaling mendukung, paling tidak.yang laintidakakanbertindakmerugikandiridankelompoknya (Putnam,1993). DalampandanganFukuyama(1995),trust adalah sikap saling mempercayaidimasyarakatyang memungkinkanmasyarakattersebutsaling bersatudenganyang laindanmemberikankontribusipadapeningkatanmodal sosial.

Kemampuanberasosiasi menjadimodalyang sangatpenting bukanhanya bagikehidupanekonomi,tetapijugabagisetiapaspek eksistensisosialyang lain. Tetapi,kemampuaninisangattergantungpadasuatutitik temunorma-normadan nilai-nilaibersama.Jikatitik temuetis normatif iniditemukan makapada gilirannyakepentingan-kepentinganindividualakantunduk padakepentingan- kepentingankomunitaskelompok.Darinilai-nilaibersamainiakanbangkitapa

yangdisebutkepercayaan (Fukuyama, 1995).

Modalsosial itu sendiri merupakan konsepyang munculsebagaihasildari interaksi masyarakatdalamjangkawaktuyang lamadanterusmenerus.Interaksi, komunikasi,dankerjasamayang adadipengaruhikeinginanuntuk mencapai tujuanbersamayangterkadangberbedadengantujuandirisendiri.Haliniakan

(10)

Dalamperdagangan,ketikatelahtumbuhrasasaling percayaakan memberikankemudahandalamproses transaksiperdagangan.Halitudapat terwujuddenganadanyapembayaranbelakanganantara transaksiyang dilakukan oleh pedagang dengan pemasok barang. Pemasok barang akan menyalurkan barangdaganganterhadappedagang,danmembayarnyadilakukanbelakangan.

Halituterjadikarena telahtumbuhnyarasapercayaantarapedagang danpemasok barang.Selainitu,antarpedagangdenganpedagangjugadapattumbuhdengan

wujud,jikalaupedagangyang satuharusmeninggalkanbeberapa menit perdagangannya,iabisamenitipkan tokodagangannyakepadapedagang disebelahnya.Hal itu jugahanyabisaterbangun jikalau telah tumbuh kepercayaan antar pedagang.Manfaat lain darikepercayaan adalah jikalau telah tumbuh kepercayaanantarapedagangdanpembeliyangbiasanyamerupakanpelanggan,

pembelikadangdapatmembelidengancaracashbonatauyangdikenaldengan “hutang”. Tentu saja hal tersebut hanya terjadi jikalau rasa percaya telah terbangun antarapedagangdengan pembeli.

3. Resiprositas(Resiprocity).

(11)

waktutertentu.Padamasyarakat,dan padakelompok-kelompoksosialyang terbentuk, yang didalamnyamemilikibobotresiprositaskuatakanmelahirkan suatu masyarakat yangmemilikitingkatkeuntungan lain,masyarakat tersebut akanlebih mudah membangundiri,kelompokdan lingkungansosialdanfisik merekasecararnengagumkan.

Dalamperdagangan,resiprositassalah satudari modalsosialyang dibutuhkanuntuk mempermudahprosespencapaiankemajuanperdagangan. Denganadanyaresiprositasyang terbangundalamduniaperdagangan,pedagang akan lebih terbantu karenaadanyasaling tukarkebaikan baik antarsesama pedagang maupunkepadadistributor ataupunpemasokbarang dagangan. Resiprositasdapattumbuhjikaseseorang mampumemanfaatkanmodalsosial dengan lingkungannya.Sehingga, jikadalamduniaperdagangan telah berhasil ditumbuhkanresiprositasmakatidakjarangakansangatmempermudahseorang

pedagangdalam melakukan kegiatan perdagangan miliknya.

4. NormaSosial.

Norma-normasosial akan sangatberperan dalammengontrolbentuk- bentukperilakuyang tumbuhdalammasyarakat.Pengertiannormaitusendiri adalahsekumpulan aturanyang diharapkandipatuhidandiikutioleh anggota masyarakatpadasuatu entitassosial tertentu.Norma-normainibiasanya terinstusionalisasidanmengandungsangsisosialyangdapatmencegahindividu

(12)

anggota masyarakatnyadan menentukan pola tingkah lakuyang diharapkan dalam kontekshubungan sosial.

Normasosialdalamduniaperdagangansangatpenting diperhatikanguna menjadiacuandalambertindak.Ketikapedagang melaukantindakanperdagangan sesuainormasosialyang telahdibangunsepertinormauntung rugi,tanggung jawabdan lainsebagainya,makakegiatanperdagangantersebutdapat

meminimalisirresikokerugian.Sepertihalnyadalamnormauntungrugi,semua

tindakanyang dilakukanharusmempertimbangkanuntung ruginyanamunharus sesuaidengannormasosialyang ada.Sehinggapedagangmendapatkan keuntunganyangsemestinya tanpamerugikan pihak lain.

Selainnormauntung rugi,normalainyang dapatmendukung perdagangan adalah tanggung jawab.Apabilapedagang mempertimbangkandanmelaksanakan tanggung jawabyang semestinya,makasecaraberkesinambunganperdagangan yang sedang iajalankanakanmeningkat.Pemaparansingattersebutmenunjukkan bahwanormasosialmerupakansalahsatudariwujudmodalsosialyangsangat

pentingdalamperdagangan.

5. Nilai-Nilai.

Nilai adalahsesuatu ideyang telahturuntemurundianggapbenardan pentingolehanggotakelompokmasyarakat.Nilaiinidibentukolehmasyarakat

dandianggappenting.Nilai-nilaidalammodalsosialyangseringdipakaioleh

(13)

membantuparapedaganguntukselalumendapatkeuntungandarisetiapproses perdagangannya.

6. Tindakan Proaktif.

Salahsatuunsurpenting modalsosialadalahkeinginanyangkuatdan anggotakelompok untuk tidak sajaberpartisipasi tetapisenantiasa mencarijalan bagiketerlibatan merekadalamsuatu kegiatan masyarakat. Idedasar dan premis ini,bahwaseseorang ataukelompok senantiasakreatif danaktif. Mereka melibatkandiridan mencarikesempatan yang dapatmemperkaya,tidaksajadan sisimaterial tapi jugakekayaanhubunganhubungansosial,danmenguntungkan kelompok,tanpamerugikanorang lain,secarabersama-sama.Merekacenderung tidakmenyukaibantuanyang sifatnyadilayani,melainkanlebihmemberipilihan untuk lebih banyak melayanisecaraproaktif.

(14)

menurutColeman(1988),modalsosialyang efektifcenderung lebihtertutupdan lebih ketat. Jaringan komunitas yang dikembangkan kelompok-kelompok perantaudiberbagaidaerahlazimnyadibuateksklusif,yang keanggotaannya didasarirelasikekerabatan dan kesamaandaerah, bahasa, etnis, dan agama.

Selamasatudekadeterakhir, modalsosialmenjadiperhatianserius dalam sosiologi, ekonomi, ilmu politik, kesehatan dan bahkan dikembangkan oleh kerja- kerjaagenpembangunaninternasional. Perhatianseriuspadamodalsosial tampaknyaparareldenganperhatiangoodgevormence, desentralisasi,demokrasi lokal,

civilsocietydan seterusnya. JamesColeman(1988) adalah sosiologpertama

yangmengusungmodalsosialkedalammainstreamilmusosialAmerika,yang kemudian semakin dipopulerkan oleh studiPutnam(dalamSiisiäinen, 2000).

Modalsosialtelahmenjadifokusperdebatanyangintenssejakawaltahun

1990-an.Sebagaijantungnyaadalah idebahwamasyarakatdapatmenggunakan koneksimerekadenganorang lain sebagaisumberdayayang penting.Mereka dapatmenggunakannyauntukberbagaitujuan.Orang dapatdatang kepadakawan ataukeluargaketikamerekamenghadapimasalahatausaatmembuatperubahan

dalamhidup.Sekelompokorang berhimpununtukmengejartujuanbersama;atau dalamderajatyang lebihluas,orang membentukorganisasisosialyang bertumpu padajaringanpertalianinterpersonalyang kompleksuntukmengikatmereka bersama(Scott, 2011).

(15)

berhubunganmelaluiserangkaianjaringandanmerekacenderung memiliki kesamaannilaidengananggotalaindalamjaringantersebut menjadisumberdaya dipandangsebagai modal.

Pemikiranmengenaikapitalsosialyang dibangundarihasilstudiliteratur telah memberikan arahpenting dalamkajiansosiologismaupun ekonomi. Pemanfaatansumberdayamaterialsaja tidaklagimemadaidalammenjelaskan fenomenapembangunankarenaterdapat keterbatasanindividudalampenguasaan sumber-sumber produksiberupakapitalmaterial. Terbatasnyapenguasaan sumber daya lahan, modalfinansial, dan teknologi menyebabkan perlunyaupayauntuk memberdayakan potensikapitalsosial. Pemberdayaan kapitalsosial tidak terlepas darisumber daya lokalyangmeliputiaspek struktur dan kelembagaanlokal.

2.2. DefinisiKonsep

Dalamhal inidigunakanbeberapakonsepyang relevandenganpenelitian yangnantinya akan dilakukan. Konsep-konsep tersebut adalah sebagaiberikut:

1. ModalSosial

(16)

2. Trust/Kepercayaan

Kepercayaanyangdimaksudkandalampenelitianiniadalahadanyarasa saling percayaterhadaporang lainsehinggaterbangunikatanemosionaluntuk mencapai tujuan dalamkegiatan perdagangan.

3. Cash Bon dengan distributor

Cashbondengandistributormerupakan suatuwujudkepercayaanyang telah terbangunantarapedagang ecerandengandistributorataupemasokbarang. Wujudcashbonyang dilakukanadalahdistributormenyalurkanbarang ke pedagang namunbayarandilakukanbelakangan.Kegiataninidilakukankarena

telahmunculnyarasasaling percayasehinggaprosesyang dilakukandapatlebih efisien. 4. Cash Bon pelanggan

Cashbonpelangganmerupakansuatu wujudkepercayaanyangtelah terbangunantarapedagang denganpelangganataupembelitemporer.Wujudcash bonyang dilakukanadalahpelanggandapatmembelidenganbayarantidak dilakukan saatitu juga, kegiataniniseringdikenaldengan sebutan “hutang”.

5. Menitip toko dengan pedaganglain

Menitipkan tokodenganpedagang lainmerupakan sebuahkegiatanyang dilakukan antarpedagangyang berdekatan.Kegiataninidilakukanjikasalahsatu pedagang harusmeninggalkanbarang dagangannyasebentarkarenasuatuhal. Sehinggapedagangtersebutmenitipkantokonyasebentarkepadapedaganglain

(17)

6. Dongan Sahuta

Dongan Sahuta adalah bahasaBatak yang artinyakawan sekampung. 7. Pertemanan

Pertemanandalamhal ini adalahsebuahjaringanyang terbangundari kegiatanbersamasepertiteman bermain, teman kecil,temansekolah, temansatu kegiatan dan lain sebainya.

8. Familisme

Familisme yang dimaksud dalam penelitian ini adalah suatu paham dimana seseoranglebihmemprioritaskansaudara dankerabatnya dalam melakukanperdagangan.MenurutWong dalamSuwarsonodanAlvin(2013), pranatafamily diCinadilihatnyasebagaikekuatandahsyattradisionalyang menimbulkannepotisme,merendahandisiplinkerja,menghalangiprosesseleksi

tenagakerjadipasar bebas,mengurangiinsentifindividualuntukinvestasi, menghalangitumbuhnyaproses berpikirrasional,dan merintangitumbuhnya norma-normabisnisuniversal.

9. Kawan Sekampung

Kawansekampungadalahorangyangberasaldarikampungyangsama, sehingga lebih diutamakan dalamhal perdagangan karena adanyakesamaan asal.

10. Induk Semang

(18)

11. Jaringan SosialPerdagangan

Jaringansosialyang dimaksuddalampenelitian iniadalah struktursosial yang terdiridarielemen-elemen individuataupunkelompok sosialdalam melakukan kegiatan perdagangan.

12. Jaringan SosialAntar Kerabat

Jaringansosial antarkerabat adalahsebuahjaringansosialyang dilakukan dengan sanak saudara ataupun kerabatnya dalam melakukan kegiatan perdagangan.

13. Inang-Inang Pasar

Inang-inang pasar merupakan sebuah julukan yang terbentuk dari constructsocialuntuk pedagang perempuanyang berjualan dipasar.KataInang-

inang pasarini munculkarenadipasartersebutdidominasiolehpedagangBatak dan berjenis kelamin perempuan. Sehingga munculah sebutan “Inang-Inang Pasar”.

14. Jaringan SosialNon Kerabat

Jaringansosialnonkerabatadalahsebuahjaringansosialyangdibangun

denganorang lainyang bukanmerupakan sanaksaudaraataupun tidak ada ikatan kekerabatan dengan orangtersebut.

15. Jaringan Dengan Pegawai

(19)

16. RelasiPatron Klien

MenurutScottdalamHariadi(1987), relasipatronklienmerupakan hubunganyang antaraduapihakyang menyangkutpersahabatan,dimanaseorang individudenganstatussosialekonomiyang lebih tinggi(patron)menggunakan pengaruhdansumber-sumberyangdimilikinyauntukmemberikanperlindungan dan atau keuntungan bagiseseorang yang statusnya lebih rendah (klien), dan sebaliknyasiklienmembalasdenganmemberikan dukungandanbantuan secara umum termasuk pelayanan pribadikepadapatron.

17. Jaringan Antar Pedagang

Jaringansosial antarpedagang merupakansebuahjaringansosialyang dibangun sesamapedagang gunauntuk mendapatkan tujuan bersama.

18. Jaringan Dengan Pembeli

Jaringandenganpembelimerupakansebuahjaringansosialyang dibangun olehpedagang denganpembelidalamduniaperdagangan.Haltersebut dimaksudkan agar pembeli mau berbelanja lagidi tempatperdagangannya.

19. PembeliTemporer/Pelanggan

Pembeli Temporer/Pelangganmerupakanorangyang berbelanjasecara temporer di suatu tempat. Hal itu terjadi karena pedagang sudah membuka jaringan dengan pembelitersebutyangbiasadisebutdengan pedagang.

20. Jaringan Dengan Distributor

(20)

21. Jaringan Dengan Pemerintah

Jaringandenganpemerintahadalahjaringansosialyang dibangundengan pemerintah oleh pedagang.

22. Tindakan Proaktif Keluarga

Tindakan proaktifkeluarga adalahtindakanterlibatnyaanggotakeluarga dalamkegiatan perdaganganyangdilakukan oleh keluarganyasendiri.

23. Tindakan Proaktif Pekerja

Tindakan proaktifpekerja adalah tindakanterlibatnyaseseorang dalam kegiatanperdagangan.Seseorang tersebutmerupakanbagiandariperdagangan yangberperansebagaipekerjadalamperdagangan tersebut.

24. Resiprositas

Resiprositasdalampenelitian ini adalahkecenderungansaling tukar kebaikanantar individu dalamsuatu kelompok atauantar kelompok itu sendiri.

25. NormaSosial

Normasosialdalampenelitianiniadalahsekumpulan aturanyang diharapkan dipatuhidandiikutioleh anggotamasyarakatpadasuatu entitassosial tertentu dalammenjalankan rodaperdagangan.

26. NormaUntungRugi

Norma untung rugi adalah norma-norma yang harus dipatuhi oleh pedagangdalam mempertimbangkan untungrugidalamperdagangannya.

27. Tindakan Proaktif

(21)

28. Nilai-nilai

Nilai-nilaidalampenelitianini adalahsesuatuideataugagasanyang telah turuntemurundianggapbenardanpenting olehanggotakelompoketnisdalam melakukan tindakan perdagangan.

29. EtosKerja

Etos kerjaadalahsemangatkerjayang menjadicirikhas dankeyakinan suatuetnisdalammelakukanperdagangangunauntukmendapatkankeuntungan

dalamperdagangannya. 30. Kejujuran

Kejujuran adalah suatu tindakan yang selalu menyatakan kenyataanyang sebenar-benarnya.

31. TanggungJawab

Tanggungjawab adalah suatu sikap yang dilakukan seseorangdalamdunia perdaganganyangdilakukan sesuaidengan kewajiban yangharusdipenuhi.

32. Keikhlasan

Keikhlasanadalahsuaturasaikhlasyang munculdalamdiriseseorang dalam menerimakenyataanyang ada.Dalampenelitianini,keikhlasandapat munculdariresiprositasyang telahterbangundidalamkelompok anggota masyarakat.

33. Retribusi

(22)

karenainginmembalasjasaatassegalakebaikanyangdilakukanolehoranglain. Dalamhal iniretribusiyangdilakukan terkaitdalamtindakan perdagangan.

34. Pertukaran

Gambar

Tabel. 2.1. Capital Property Property
Tabel. 2.2. Level ModalSosial

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian interpretasi yang diperoleh bahwa nilai Ft lebih kecil dari nilai Fe, berdasarkan hal tersebut maka Ho ditolak dan Hi yang diajukan dalam penelitian ini

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Nelayan Etnis Tionghoa di Bagansiapiapi memilih bekerja sebagai nelayan dikarenakan beberapa hal, yaitu karena merupakan pekerjaan

Sebagian besar etnis Tionghoa yang berada di kota Medan berprofesi sebagai pedagang. Sesuai dengan jenis pekerjaan mereka, maka untuk mereka terbuka

Judul penelitian ini adalah “Analisis kemampuan membaca aksara han pada etnis tionghoa di kota Medan yang difokus kan pada objek penelitian anak – anak usia 7-11 tahun. Metode

Organisasi sosial masyarakat Minangkabau di Kota Medan tidak hanya sebagai suatu institusi yang menawarkan romantisme melainkan berfungsi sebagai perekat diantara individu

Belum lagi karena sulitnya persaingan dan jarak daerah asal (Sumatra Barat) ke Tanjungpinang yang cukup jauh dengan perjalanan yang mengharuskan untuk memakai

Organisasi sosial masyarakat Minangkabau di Kota Medan tidak hanya sebagai suatu institusi yang menawarkan romantisme melainkan berfungsi sebagai perekat diantara individu

Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap para pengusaha etnis cina di kota medan, bahwa jaringan sosial yang terbentuk di pengusaha etni cina dikota medan bermula dari pertemanan