• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Pendahuluan Akut Lung Oedema

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Pendahuluan Akut Lung Oedema"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENDAHULUAN AKUT LONG

LAPORAN PENDAHULUAN AKUT LONG OEDEMA (ALO)OEDEMA (ALO)

A.

A. PEPENGNGERERTTIAIANN •

• Edema paru merupakan suatu keadaan terkumpulnya cairan patologi di ekstravaskular Edema paru merupakan suatu keadaan terkumpulnya cairan patologi di ekstravaskular 

d

daallaam m ppaarruu. . KKeellaaiinnaan n iinni i ddiisseebbaabbkkaan n oolleeh h dduua a kkeeaaddaaaann, , yyaaiittu u :: 1. Peningkatan tekanan hidrostatis.

1. Peningkatan tekanan hidrostatis.

2. Peningkatan permaebilitas kapiler paru.( Ari !utta"in, 2##$ % 2. Peningkatan permaebilitas kapiler paru.( Ari !utta"in, 2##$ %

•  Acute  Acute Lung Lung OedemaOedema (A&(A&'% '% adaladalah ah akumakumulaulasi si caicairan ran di di parparu u yanyang g terteradadi i secsecaraara

mendadak. (Aru ) *udoyo, +uku Aar lmu Penyaki -alam, 2##%. mendadak. (Aru ) *udoyo, +uku Aar lmu Penyaki -alam, 2##%.

•  Acute  Acute Lung Lung OedemaOedema  (A&'% adalah teradinya penumpukan cairan secara masi di  (A&'% adalah teradinya penumpukan cairan secara masi di

ron

rongga gga alvalveoleoli i yanyang g menymenyebabebabkan kan paspasien ien berberada ada daldalam am kedkedaruaruratratan an resrespirpirasi asi dandan ancaman gagal napas.

ancaman gagal napas.

•  Acute Lung  Acute Lung OedemaOedema (A&'% adalah terkumpulnya cairan ekstravaskuler yang patologis (A&'% adalah terkumpulnya cairan ekstravaskuler yang patologis

di dalam paru. (*oeparman/00%. di dalam paru. (*oeparman/00%.

B

B.. EETTIIOOLLOOGGII

Ketidak-seimbanan !ta"#in $%"&es Ketidak-seimbanan !ta"#in $%"&es : : a%

a% Peningkatan Peningkatan tekanan tekanan kapiler kapiler paru paru ::

 Peningkatan tekanan Peningkatan tekanan vena paru vena paru tanpa adanya tanpa adanya gangguan gangguan ungsi ungsi ventrikel ventrikel kiri kiri (stenosis(stenosis mitral%.

mitral%.

 Peningkatan tekanan Peningkatan tekanan vena paru vena paru sekunder oleh sekunder oleh karena karena gangguan ungsi gangguan ungsi ventrikel ventrikel kiri.kiri.  PeningPeningkatan tekkatan tekanan kapilanan kapiler paru seker paru sekunder oleh kaunder oleh karena rena peningpeningkatan tekakatan tekanan arternan arteriaia

 pulmonalis (over perusion pulmonary edema%.  pulmonalis (over perusion pulmonary edema%.  b%

 b% Penurunan tekanan onkotik plasma.Penurunan tekanan onkotik plasma.

 ipipoaloalbumbumineminemia sekunia sekunder oleder oleh karena penyh karena penyakit giakit ginalnal, , hathati, proti, proteineinlolosinsingg enteropaday, penyakit dermatologi atau penyakit n

enteropaday, penyakit dermatologi atau penyakit n utrisi.utrisi. c%

c% Peningkatan Peningkatan tekanan tekanan negati negati intersisial intersisial ::

 Pengambilan terlalu Pengambilan terlalu cepat pneumotorak atau cepat pneumotorak atau eusi pleura eusi pleura (unilateral%.(unilateral%.

 3e3ekankanan pleuan pleura yang sangra yang sangat negatat negati olei oleh karena obsh karena obstrutruksi ksi salsalurauran napas akutn napas akut  bersamaan dengan peningkatan ende4piratory volume (asma%.

 bersamaan dengan peningkatan ende4piratory volume (asma%. d%

d% Peningkatan Peningkatan tekanan tekanan onkotik onkotik intersisial.intersisial.

 *ampai seka*ampai sekarang belum ada contoh secarrang belum ada contoh secara percobaan maupun klinia percobaan maupun klinik.k.

1 1

(2)

'.

'. KLKLA!A!I$I$IKIKA!A!II

+erdas

+erdasarkan penyarkan penyebabnya, edeebabnya, edema paru terbma paru terbagi menadagi menadi 2, kardiogei 2, kardiogenik dan nik dan nonnon kardiogenik. al ini penting diketahui oleh karena pengobatannya sangat berbeda. kardiogenik. al ini penting diketahui oleh karena pengobatannya sangat berbeda. Edem

Edema a ParParu u KarKardiodiogenigenik k disdisebabebabkan kan oleoleh h adaadanya nya PayPayah ah 5an5antuntung g KirKiri i apaapapunpun seb

sebabnyabnya. a. EdeEdema ma ParParu u KarKardiodiogengenik ik yanyang g akuakut t disdisebaebabkabkan n oleoleh h adaadanya nya PayPayahah 5antung

5antung Kiri Kiri Akut. Akut. 3e3etapi dengan adanya tapi dengan adanya aktor presiaktor presipitasi, dapat pitasi, dapat teradi pula teradi pula padapada  penderita Payah 5antung Kiri Kronik.

 penderita Payah 5antung Kiri Kronik.

'a"di%eni& #m%na"* edema 'a"di%eni& #m%na"* edema

Edema paru kardiogenik ialah edema yang

Edema paru kardiogenik ialah edema yang disebdisebabkan oleh abkan oleh adanya kelainanadanya kelainan  pada

 pada organ organ antung. antung. !isalnya, !isalnya, antung antung tidak tidak bekera bekera semestinya semestinya seperti seperti antungantung memompa tidak bagus atau antung tidak kuat lagi memompa.

memompa tidak bagus atau antung tidak kuat lagi memompa. 6ar

6ardiodiogenigenic c pulpulmonmonary ary edemedema a berberakiakibat bat dardari i tektekanaanan n yanyang g titinggi nggi daldalamam  pembuluhpembuluh

 pembuluhpembuluh darah darah dari dari paru paru yang yang disebabkan disebabkan oleh oleh ungsi ungsi antung antung yangyang  buruk.

 buruk. 7agal 7agal antung antung kongesti kongesti yang yang disebabkan disebabkan oleh oleh ungsi ungsi pompa pompa antung antung yangyang  buruk

 buruk (datang (datang dari dari beragam beragam sebabsebab sebabsebab seperti seperti arrhythmias arrhythmias dan dan penyakitpenyakitpenyakitpenyakit atau kelemahan dari otot antung%, seranganserangan antung, atau klepklep antung atau kelemahan dari otot antung%, seranganserangan antung, atau klepklep antung yang abnormal dapat menurus pada akumulasi dari lebih dari umlah darah yang yang abnormal dapat menurus pada akumulasi dari lebih dari umlah darah yang  biasa

 biasa dalam dalam pembuluhpembuluh pembuluhpembuluh darah darah dari dari paruparu.ni paruparu.ni dapat, dapat, pada pada gilirannya,gilirannya, men

menyebyebabkaabkan n caicairan ran dardari i pempembulbuluhuhpempembulbuluh uh dardarah ah diddidoroorong ng kelkeluar uar ke ke alvalveoleolii ketika tekanan membesar.

ketika tekanan membesar.

N%n-&a"di%eni& #m%na"* edema N%n-&a"di%eni& #m%na"* edema++

 8oncardiogenic pu

 8oncardiogenic pulmonary edema lmonary edema ialah edeialah edema yang ma yang umumnya umumnya disebabkan disebabkan oleh haloleh hal  berikut:

 berikut:

2 2

(3)

o Acute respiratory distress syndrome (A9-*%

Pada A9-*, integritas dari alveoli menadi terkompromi sebagai akibat dari respon  peradangan yang mendasarinya, dan ini menurus pada alveoli yang bocor yang dapat

dipenuhi dengan cairan dari pembuluhpembuluh darah.

o kondisi yang berpotensi serius yang disebabkan oleh ineksiineksi yang parah,

trauma, luka paru, penghirupan racunracun, ineksiineksi paru, merokok kokain, atau radiasi pada paruparu.

o 7agal ginal dan ketidakmampuan untuk mengeluarkan cairan dari tubuh dapat

menyebabkan penumpukan cairan dalam pembuluhpembuluh darah, berakibat pada  pulmonary edema. Pada orangorang dengan gagal ginal yang telah lanut, dialysis

mungkin perlu untuk mengeluarkan kelebihan cairan tubuh.

o igh altitude pulmonary edema, yang dapat teradi disebabkan oleh kenaikan yang

cepat ke ketinggian yang tinggi lebih dari 1#,### eet.

o 3rauma otak, perdarahan dalam otak (intracranial hemorrhage%, seiureseiure yang

 parah, atau operasi otak dapat adakalanya berakibat pada akumulasi cairan di paru  paru, menyebabkan neurogenic pulmonary edema.

o Paru yang mengembang secara cepat dapat menyebabkan ree4pansion pulmonary

edema. ni mungkin teradi pada kasuskasus ketika paru mengempis (pneumothora4% atau umlah yang besar dari cairan sekeliling paru (pleural eusion% dikeluarkan,  berakibat pada ekspansi yang cepat dari paru. ni dapat berakibat pada pulmonary

edema hanya pada sisi yang terpengaruh (unilateral pulmonary edema%.

o 5arang, overdosis pada heroin atau methadone dapat menurus pada pulmonary

edema. 'verdosis aspirin atau penggunaan dosis aspirin tinggi yang kronis dapat menurus pada aspirin into4ication, terutama pada kaum tua, yang mungkin menyebabkan pulmonary edema.

o Penyebabpenyebab lain yang lebih arang dari noncardiogenic pulmonary edema

mungkin termasuk pulmonary embolism (gumpalan darah yang telah beralan ke  paruparu%, luka paru akut yang berhubungan dengan transusi atau transusion related acute lung inury (39A&%, beberapa ineksiineksi virus, atau eclampsia  pada ;anita;anita hamil.

D. MANI$E!TA!I KLINIK 

(4)

7eala yang paling umum dari pulmonary edema adalah sesak napas. ni mungkin adalah penimbulan yang berangsurangsur ika prosesnya berkembang secara perlahan, atau ia dapat mempunyai penimbulan yang tibatiba pada kasus dari  pulmonary edema akut. 7ealageala umum lain mungkin termasuk mudah lelah, lebih cepat mengembangkan sesak napas daripada normal dengan aktivitas yang  biasa (dyspnea on e4ertion%, napas yang cepat (tachypnea%, kepeningan, atau

kelemahan.

3ingkat oksigen darah yang rendah (hypo4ia% mungkin terdeteksi pada  pasienpasien dengan pulmonary edema. &ebih auh, atas pemeriksaan paruparu dengan stethoscope, dokter mungkin mendengar suarasuara paru yang abnormal, sepeti rales atau crackles (suarasuara mendidih pendek yang terputusputus yang  berkoresponden pada muncratan cairan dalam alveoli selama bernapas%.

!aniestasi klinis Edema Paru secara spesiik uga dibagi dalam < stadium:

 Stadium 1

Adanya distensi dan pembuluh darah kecil paru yang prominen akan memperbaiki pertukaran gas di paru dan sedikit meningkatkan kapasitas diusi gas 6'. Keluhan pada stadium ini mungkin hanya berupa adanya sesak napas saat  bekera. Pemeriksaan isik uga tak elas menemukan kelainan, kecuali mungkin adanya ronkhi pada saat inspirasi karena terbukanya saluran napas yang tertutup pada saat inspirasi.

 Stadium 2

Pada stadium ini teradi edema paru intersisial.+atas pembuluh darah paru menadi kabur, demikian pula hilus uga menadi kabur dan septa interlobularis menebal (garis Kerley +%. Adanya penumpukan cairan di aringan kendor intersisial, akan lebih memperkecil saluran napas kecil, terutama di daerah basal oleh karena  pengaruh gravitasi. !ungkin pula teradi releks bronkhokonstriksi.*ering terdapat takhipnea.!eskipun hal ini merupakan tanda gangguan ungsi ventrikel kiri, tetapi takhipnea uga membantu memompa aliran lime sehingga penumpukan cairan

(5)

intersisial diperlambat.Pada pemeriksaan spirometri hanya terdapat sedikit perubahan saa.

 Stadium 3

Pada stadium ini teradi edema alveolar. Pertukaran gas sangat terganggu, teradi hipoksemia dan hipokapnia. Penderita nampak sesak sekali dengan batuk   berbuih kemerahan. Kapasitas vital dan volume paru yang lain turun dengan nyata.

3eradi righttolet intrapulmonary shunt. Penderita biasanya menderita hipokapnia, tetapi pada kasus yang berat dapat teradi hiperkapnia dan acute respiratory acidemia. Pada keadaan ini morphin harus digunakan dengan hatihati (ngram and +raun;ald, 1=$$%.

E. PATO$I!IOLOGI

Edema Paru teradi ketika alveoli dipenuhi dengan kelebihan cairan yang merembes keluar dari pembuluhpembuluh darah dalam paru sebagai gantinya udara. ni dapat menyebabkan persoalanpersoalan dengan pertukaran gas (oksigen dan karbon dioksida%, berakibat pada kesulitan bernapas dan pengoksigenan darah yang buruk. Adakalanya, ini dapat diruuk sebagai >air dalam paruparu? ketika menggambarkan kondisi ini pada pasienpasien.Pulmonary edema dapat disebabkan oleh banyak aktor aktor yang berbeda.a dapat dihubungkan pada gagal antung, disebut cardiogenic  pulmonary edema, atau dihubungkan pada sebabsebab lain, diruuk sebagai non

cardiogenic pulmonary edema.

Pat,a* Pat%isi%#%i Edema Pa"

5 Ketidakseimban gan  Pnemonia  Aspirasi As. Lambung  Baan !oksik inalan  Pulmonar" #mbolism  #clamasia  $ig altitude Pulmonar " edema %agal &antung A'S( )nk*no*

Faktor Faktor non+

,su-siensi  Post. Lung transplan t  L"mpangit ic carsinomi closis

Pemasangan alat bantu naas /0entilator Al0eoli terisi

cairan

ardiac ouput

Akumulasi cairan berlebi /transudat airan berpinda ke

 !ekanan nkotik ,nterstitial   !ekanan 6egati0e ,nterstitial   !ekanan nkotik Plasma  !ekanan Kapiler Paru 

(6)

8 %angguan pertukaran gas 2 Kelelaan Area in Pemasanga n selang endotrake Bed rest -sik

Defsit perawat

(7)

$. DIAGNO!A PENUN/ANG

0 Peme"iksaan $isik 

 *ianosis sentral. *esak napas dengan bunyi napas seperti mukus berbuih.

 9onchi basah nyaring di basal paru kemudian memenuhi hampir seluruh lapangan paru, kadang disertai ronchi kering dan ekspirasi yang memanang akibat bronkospasme sehingga disebut sebagai asma kardiale.

9 'esiko tinggi Gangguan komunika si verbal Pengambila n 2  Gangguan perusi Intoleran si Gangguan pola

(8)

 3akikardia dengan *< gallop.  !urmur bila ada kelainan katup.

0 E#ekt"%ka"di%"ai.

+isa sinus takikardia dengan hipertroi atrium kiri atau ibrilasi atrium, tergantung  penyebab gagal antung. 7ambaran inark, hipertroi ventrikel kiri atau aritmia bisa

ditemukan.

0 Lab%"at%"im

 Analisa gas darah p'2 rendah, p6'2 mulamula rendah dan kemudian hiperkapnia.  Enim kardiospesiik meningkat ika penyebabnya inark miokard.

 -arah rutin, ureum, kreatinin, , elektrolit, urinalisis, oto thoraks, EK7, enim antung (6K!+, 3roponin 3%, angiograi koroner.

@oto thoraks Pulmonary edema secara khas didiagnosa dengan ray dada. 9adiograph (ray% dada yang normal terdiri dari area putih terpusat yang menyinggung antung dan  pembuluhpembuluh darah utamanya plus tulangtulang dari vertebral column, dengan  bidangbidang paru yang menunukan sebagai bidangbidang yang lebih gelap pada

setiap sisi, yang dilingkungi oleh strukturstruktur tulang dari dinding dada.

ray dada yang khas dengan pulmonary edema mungkin menunukan lebih banyak  tampakan putih pada kedua bidangbidang paru daripada biasanya. Kasuskasus yang lebih parah dari pulmonary edema dapat menunukan opaciication (pemutihan% yang signiikan pada paruparu dengan visualisasi yang minimal dari bidangbidang paru yang normal. Pemutihan ini me;akili pengisian dari alveoli sebagai akibat dari  pulmonary edema, namun ia mungkin memberikan inormasi yang minimal tentang  penyebab yang mungkin mendasarinya.

0 Gamba"an Radi%#%i *an ditemkan :

 Pelebaran atau penebalan hilus (dilatasi vaskular di hilus%  6orakan paru meningkat (lebih dari 1B< lateral%

 Kranialisasi vaskuler 

 ilus suram (batas tidak elas%

 nterstitial ibrosis (gambaran seperti granulomagranuloma kecil atau nodul milier%

(9)

7ambar hasil radiologi

Gamba" 1 2 Edema Intes"titia#

7ambaran underlying disease (kardiomegali, eusi pleura, diaragma kanan letak tinggi%.

Gamba" 3 2 Ka"di%mea#i dan edema a"

niltrat di daerah basal (edema basal paru%

Edema > butterly? atau +atCs )ing (edema sentral%

(10)

Gamba" 4 2 Bat5s 6in

Edema localied (teradi pada area vaskularisasi normal, pada paru yang mempunyai kelainan sebelumnya, contoh : emisema%.

D Ekokardiograi 7ambaran penyebab gagal antung : kelainan katup, hipertroi ventrikel (hipertensi%, *egmental ;all motion abnormally (Penyakit 5antung Koroner%, dan umumnya ditemukan dilatasi ventrikel kiri dan atrium kiri.

D Pengukuran plasma +type natriuretic peptide (+8P%

Alatalat diagnostik lain yang digunakan dalam menilai penyebab yang mendasari dari  pulmonary edema termasuk pengukuran dari plasma +type natriuretic peptide (+8P% atau 8terminal pro+8P. ni adalah penanda protein (hormon% yang akan timbul dalam darah yang disebabkan oleh peregangan dari kamarkamar antung. Peningkatan dari +8P nanogram (sepermilyar gram% per liter lebih besar dari beberapa ratus (<## atau lebih% adalah sangat tinggi menyarankan cardiac pulmonary edema. Pada sisi lain, nilainilai yang kurang dari 1## pada dasarnya menyampingkan gagal antung sebagai penyebabnya. D Pulmonary artery catheter (*;an7an%

Pulmonary artery catheter (*;an7an% adalah tabung yang panang dan tipis (kateter% yang disisipkan kedalam venavena besar dari dada atau leher dan dimaukan melalui ruang  ruang sisi kanan dari antung dan diletakkan kedalam kapilerkapiler paru atau  pulmonary capillaries (cabangcabang yang kecil dari pembuluhpembuluh darah dari  paruparu%. Alat ini mempunyai kemampuan secara langsung mengukur tekanan dalam  pembuluhpembuluh paru, disebut pulmonary artery ;edge pressure. )edge pressure dari 1$ mmg atau lebih tinggi adalah konsisten dengan cardiogenic pulmonary edema, sementara ;edge pressure yang kurang dari 1$ mmg biasanya menyokong non cardiogenic cause o pulmonary edema. Penempatan kateter *;an7an dan interpretasi data dilakukan hanya pada intensive care unit (6F%.

G. PENATALAK!ANAAN

 Posisi G duduk.

 'ksigen (H#  I#J% sampai $ literBmenit bila perlu dengan masker.

 5ika memburuk (pasien makin sesak, takipneu, ronchi bertambah, Pa'2 tidak bisa dipertahankan  # mmg dengan '2 konsentrasi dan aliran tinggi, retensi 6'2,

(11)

hipoventilasi, atau tidak mampu mengurangi cairan edema secara adekuat%, maka dilakukan intubasi endotrakeal, suction, dan ven tilator.

 nus emergensi. !onitor tekanan darah, monitor EK7, oksimetri bila ada.

 8itrogliserin sublingual atau intravena. 8itrogliserin peroral #,H  #, mg tiap I  1# menit. 5ika tekanan darah sistolik L =I mmg bisa diberikan 8itrogliserin intravena mulai dosis <  I ugBkg++.

 5ika tidak memberi hasil memuaskan maka dapat diberikan 8itroprusid M dimulai dosis #,1 ugBkg++Bmenit bila tidak memberi respon dengan nitrat, dosis dinaikkan sampai didapatkan perbaikan klinis atau sampai tekanan darah sistolik $I  =# mmg pada pasien yang tadinya mempunyai tekanan darah normal atau selama dapat dipertahankan perusi yang adekuat ke organorgan vital.

 !orin sulat <  I mg iv, dapat diulang tiap 2I menit, total dosis 1I mg (sebaiknya dihindari%.

 -iuretik @urosemid H#  $# mg M bolus dapat diulangi atau dosis ditingkatkan tiap H  am atau dilanutkan drip continue sampai dicapai produksi urine 1 mlBkg++Bam.  +ila perlu (tekanan darah turun B tanda hipoperusi% : -opamin 2  I ugBkg++Bmenit

atau -obutamin 2  1# ugBkg++Bmenit untuk menstabilkan hemodinamik. -osis dapat ditingkatkan sesuai respon klinis atau keduan ya.

 3rombolitik atau revaskularisasi pada pasien inark miokard.

 Mentilator pada pasien dengan hipoksia berat, asidosisBtidak berhasil dengan oksigen.  'perasi pada komplikasi akut inark miokard, seperti regurgitasi, M*- dan ruptur 

dinding ventrikel B corda tendinae.

KON!EP KEPERA6ATAN 1. Penka7ian

a. dentitas :

 b. Fmur : Klien de;asa dan bayi cenderung mengalami dibandingkan remaaBde;asa muda

c. 9i;ayat !asuk 

Klien biasanya diba;a ke rumah sakit setelah sesak naas, cyanosis atau batukbatuk  disertai dengan demam tinggiBtidak. Kesadaran kadang sudah menurun dan dapat

(12)

teradi dengan tibatiba pada trauma. +erbagai etiologi yang mendasar dengan masing masik tanda klinik mungkin menyertai klien

d. 9i;ayat Penyakit -ahulu

Predileksi penyakit sistemik atau berdampak sistemik seperti sepsis, pancreatitis, Penyakit paru, antung serta kelainan organ vital ba;aan serta penyakit ginal mungkin ditemui pada klien

e. Pemeriksaan isik  a% *istem ntegumen

*ubyekti : 

'byekti : kulit pucat, cyanosis, turgor menurun (akibat dehidrasi sekunder%,  banyak keringat , suhu kulit meningkat, kemerahan

 b% *istem Pulmonal

*ubyekti : sesak naas, dada tertekan

'byekti : Pernaasan cuping hidung, hiperventilasi, batuk

(produktiBnonprodukti%, sputum banyak, penggunaan otot bantu pernaasan,  pernaasan diaragma dan perut meningkat, &au pernaasan meningkat, terdengar 

stridor, ronchii pada lapang paru, c% *istem 6ardiovaskuler  *ubyekti : sakit dada

'byekti : -enyut nadi meningkat, pembuluh darah vasokontriksi, kualitas darah menurun, -enyut antung tidak teratur, suara antung tambahan

d% *istem 8eurosensori

*ubyekti : gelisah, penurunan kesadaran, keang

'byekti : 76* menurun, releks menurunBnormal, letargi e% *istem !usculoskeletal

*ubyekti : lemah, cepat lelah

'byekti : tonus otot menurun, nyeri ototBnormal, retraksi paru dan penggunaan otot aksesoris pernaasan

% *istem genitourinaria *ubyekti : 

'byekti : produksi urine menurunBnormal,

(13)

g% *istem digesti 

*ubyekti : mual, kadang muntah

'byekti : konsistensi eses normalBdiare . *tudi &aboratorik :

a% b : menurunBnormal

 b% Analisa 7as -arah : acidosis respiratorik, penurunan kadar oksigen darah, kadar karbon darah meningkatBnormal

c% Elektrolit : 8atriumBkalsium menurunBnormal

3. Dian%sa Kee"aatan

1% Ketidakeektian pola naas berhubungan dengan kelelahan dan pemasangan alat  bantu naas

2% 7angguan pertukaran 7as berhubungan dengan distensi kapiler pulmonar 

<% 9esiko tinggi ineksi berhubungan dengan area invasi mikroorganisme sekunder  terhadap pemasangan selang endotrakeal

H% +ersihan alan napas tak eekti b.d sekret yang kental atau hipersekresi sekunder  akibat A&'

I% Perubahan perusi aringan b.d gangguan transport '2 ke aringan sekunder akibat A&'

4. Inte"8ensi Kee"aatan

 8o -iagnosa 3uuan N K ntervensi 9asional

1 Ketidakeekti   an pola naas  berhubungan dengan keadaan tubuh yang lemah

Pola naas kembali eekti setelah dilakukan tindakan kepera;atan selama < O 2H am, dengan kriteria hasil:

 3idak teradi hipoksia atau hipoksemia

1. +erikan inormasi  pada pasien tentang  penyakitnya

2. Atur posisi semi o;ler 

<. 'bservasi tanda dan

1. normasi yang adekuat dapat memba;a pasien lebih kooperati dalam memberikan terapi 2. 5alan naas yang

(14)

 3idak sesak 

 99 normal (12# O B menit%  3idak terdapat kontraksi otot

 bantu naas

 3idak terdapat sianosis

geala sianosis H. +erikan terapi oksigenasi I. 'bservasi tanda tanda vital . 'bservasi timbulnya gagal naas. 0. Kolaborasi dengan tim medis dalam memberikan  pengobatan

longgar dan tidak ada sumbatan proses respirasi dapat  beralan dengan

lancar.

<. *ianosis merupakan salah satu tanda maniestasi

ketidakadekuatan suply '2 pada

 aringan tubuh perier. H. Pemberian oksigen

secara ade"uat dapat mensuplai dan memberikan cadangan oksigen, sehingga mencegah teradinya hipoksia. I. -yspneu, sianosis merupakan tanda teradinya gangguan naas disertai dengan kera antung yang menurun timbul takikardia dan capilary reill time yang

memanangBlama. . Ketidakmampuan

tubuh dalam proses respirasi diperlukan

(15)

intervensi yang kritis dengan menggunakan alat bantu pernaasan (mekanical ventilation%. 0. Pengobatan yang diberikan berdasar indikasi sangat membantu dalam  proses terapi kepera;atan. 15

(16)

2 7angguan  pertukaran 7as  berhubungan dengan distensi kapiler   pulmonar 

@ungsi pertukaran gas dapat maksimal setelah dilakukan tindakan kepera;atan selama < O 2H am dengan kriteria hasil:  3idak teradi sianosis

 3idak sesak 

 99 normal (12# O B menit%  +7A normal:

 partial pressure o o4ygen (Pa'2%: 0I1## mm g  partial pressure o carbon

dio4ide (Pa6'2%: <IHI mm g

 o4ygen content ('263%: 1I 2<J

 o4ygen saturation (*a'2%: =H1##J  bicarbonate (6'<%: 222 mE"Bliter   p: 0.<I0.HI 1. +erikan  penelasan pada  pasien tentang  penyakitnya 2. Atur posisi  pasien semi o;ler  <. +antu pasien untuk melakukan reposisi secara sering H. +erikan terapi oksigenasi I. 'bservasi tanda  tanda vital . Kolaborasi dengan tim medis dalam memberikan  pengobatan

1. normasi yang adekuat dapat memba;a pasien lebih kooperati dalam memberikan terapi 2. 5alan naas yang

longgar dan tidak ada sumbatan proses respirasi dapat

 beralan dengan lancar  <. Posisi yang berbeda

menurunkan resiko  perlukaan akibat

imobilisasi

H. Pemberian oksigen secara ade"uat dapat mensuplai dan memberikan cadangan oksigen, sehingga mencegah teradinya hipoksia I. -yspneu, sianosis merupakan tanda teradinya gangguan naas disertai dengan kera antung yang menurun timbul takikardia dan capilary reill time yang

memanangBlama.

(17)

. Pengobatan yang diberikan berdasar indikasi sangat membantu dalam  proses terapi kepera;atan < 9esiko tinggi ineksi  berhubungan dengan area invasi mikroorganis me sekunder  terhadap  pemasangan selang endotrakeal

neksi tidak teradi setelah dilakukan tindakan kepera;atan selama < O 2H am, dengan kriteria hasil:

 Pasien mampu mengurangi kontak dengan area

 pemasangan selang endotrakeal

 *uhu normal (<,Io6%

1. +erikan penelasan  pada pasien tentang

kondisi yang dialaminya 2. 'bservasi tanda tanda vital. <. 'bservasi daerah  pemasangan selang endotrakheal H. &akukan tehnik  pera;atan secara aseptik  I. Kolaborasi dengan tim medis dalam memberikan  pengobatan

1. normasi yang adekuat dapat memba;a pasien lebih kooperati dalam memberikan terapi

2. !eningkatnya suhu tubuh dpat diadikan sebagai indicator teradinya ineksi <. Kebersihan area

 pemasangan selang menadi actor resiko masuknya

mikroorganisme H. !eminimalkan

organisme yang

kontak dengan pasien dapat menurunkan resiko teradinya ineksi I. Pengobatan yang diberikan berdasar indikasi sangat membantu dalam 19

(18)

 proses terapi kepera;atan H +ersihan alan

napas tak eekti   b.d sekret yang

kental atau hipersekresi sekunder akibat A&'

Keadekuatan pola napas tercapai setelah pemberian intervensi selama 242H am.

Kriteria hasil:

• 99 dalam rentang

normal, 1H1$ kaliBmenit

• 3idak terdapat retraksi

otot bantu napas tambahan

• Ekspansi dada simetris

• Klien mengatakan tidak

sesak 

1. !otivasi klien untuk napas panang dan dalam apabila tidak terdapat kontra indikasi

2. Kolaborasi  pemberian diuretik 

sesuai indikasi <. Kolaborasi

aspirasi cairan paru (pungsi% sesuai indikasi

1. 8aas dalam dapat membantu membebaskan alan napas 2. -iuretic dapat membantu proses  pengeluaran cairan

dari dalam tubuh <. !embebaskan  alan napas I Perubahan  perusi  aringan b.d gangguan transport '2 ke aringan sekunder  akibat A&'

Perusi aringan adekuat setelah  pemberian intervensi selama

142H am Kriteria hasil:

 693 Q< detik 

 Akral hangat, kering, merah8adi dalam rentang normal, #1## kaliBmenit

• Ph darah dalam rentang

normal, 0,<I0,HI

• +7A dalam batas normal

1. 'bservasi vital sign  pasien

2. +erikan posisi semi o;ler  <. Kolaborasi  pemberian '2 sesuai indikasi H. !onitoring hasil laboratorium +7A secara berkala 1. !emantau kondisi klien 2. !emberi rasa nyaman serta

membantu pola napas

(19)

+. Im#ementasi

-idasarkan pada diagnosa yang muncul baik secara aktual, resiko, atau potensial. Kemudian dilakukan tindakan kepera;atan yang sesuai

9. E8a#asi

-isimpulkan berdasarkan pada seauh mana keberhasilan mencapai kriteria hasil, sehingga dapat diputuskan apakah intervensi tetap dilanutkan, dihentikan, atau diganti  ika tindakan yang sebelumnya tidak berhasil

-A@3A9 PF*3AKA

1. arrison. 1==I. Prinsipprinsip lmu Penyakit -alam. Molume<. Rogyakarta : Penerbit +uku Kedokteran E76

2. Price N )ilson. 2###. Patoisiologi Molume 2 Ed.  : E76 penerbit +uku Kedokteran. 5akarta

<. -epartemen Kesehatan 9 (1==%. Pusat Penyuluhan Kesehatan !asyarakat, -epkes / 5akarta.

H. 6arpenito, &ynda 5uall. 2##. -iagnosis Kepera;atan. 5akarta: E76

I. *imon, 7. 1=$1. -iagnostik 9ontgen untuk !ahasis;a Klinik dan -okter Fmum. Edisi kedua. 5akarta: Penerbit Erlangga

. rma;an. 2#1#. -iagnosis dan Pengelolaan Edema Paru Kardiogenik Akut. http:BB;;;.duniakesehatan.comB

0. !utta"in, A. 2##$. Asuhan Keperawatan dengan Gangguan Pernapasan. 5akarta: *alemba !edika

(20)
(21)

Referensi

Dokumen terkait

Indikator penanganan pengaduan, saran,dan masukan dalam Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan KTP-el Di Kantor Dispendukcapil Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban

215 Men/usun teks inteaksi 215 Men/usun teks inteaksi tansaksional lisan dan tansaksional lisan dan tulis pendek dan tulis pendek dan sedehana /ang sedehana /ang

Berdasarkan hal tersebut di atas diperoleh hasil bahwa pada tanah jenis lempung berdebu memiliki zat organik yang lebih rendah dari tanah berliat dan juga karena

Dynamic Data Envelopment Analysus (D-DEA) merupakan pengembangan dari model DEA yang lebih spesifik pada aktifitas-aktifitas yang terhubung dalam pe- riode yang berbeda.. Model

Total produksi ban Perusahaan pada tahun 2009 turun menjadi 27,8 juta ban dari 29,5 juta ban pada tahun 2008, terutama karena terjadi penurunan permintaan pasar

ARmsk atau Augmented Reality Markerless Support Kit adalah library yang baik untuk pengembangan aplikasi AR markerless pada platform Android.. Adapun fitur-fitur

Dilihat dari kondisi topografinya Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Ngotok bagian hulu berada di Kabupaten Jombang dan sebagian kecil dihilir berada di

Bineatama Kayone Lestari Kota Tasikmalaya pada pekerja laki-laki shift malam di bagian produksi BareCore Tahun 2016 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada