1. Perilaku setiap individu dalam organisasi berbeda-beda karena : 1. Manusia berbeda karena berbeda kemampuannya. Setiap manusia memiliki perbedaan

Teks penuh

(1)

1. Perilaku setiap individu dalam organisasi berbeda-beda karena :

1. Manusia berbeda karena berbeda kemampuannya. Setiap manusia memiliki perbedaan dalam berperilaku karena teori pertama menyatakan perbedaan itu dibawanya sejak lahir, teori kedua karena proses penyerapan informasi yang berbeda dari individu tersebut. bahkan kedua teori tersebut mempengaruhi perilaku seseorang dalam bertindak.

2. Manusia berbeda perilakunya karena adanya perbedaan kebutuhan. Hal ini merupakan bagian dari teori motivasi yang di temukan oleh para ilmuwan psikologi seperti, Maslow, Mcleland,McGregor, dan lain-lain. yang pasti kebutuhan manusia menjadi motif secara intrinsik individu tersebut dalam berperilaku.

3. Manusia Berbeda karena mempunyai lingkungan yang berbeda dalam mempengaruhinya. Faktor lingkungan sangat berpengaruh pada manusia, suatu keputusan yang di buat oleh individu dapat dipengaruhi dengan apa yang terjadi di luar dari dirinya dengan kata lain motivasi exsternal berperan disini. lingkungan membentuk manusiam menjadi baik kah atau menjadi jahat, ramah atau sombong, dan lain-lain.

4. Manusia berbeda mempunyai masa depan sehingga cara berpikirnya pun berbeda. Setiap mimpi yang dibuat oleh manusia mempengaruhi bagaimana individu tersebut berpikir dalam aktivitas kesehariannya dan bagaiman individu tersebut bertindak untuk mencapai tujuan jangka pendek atau jangka panjangnya.

5. Faktor Like or Dislike with Something. Percaya atau tidak faktor ini juga mempengaruhi seseorang dalam berperilaku, apabila seseorang tidak suka pada atasannya dalam memimpin, maka apapun yang dikatakan atasan hanya merupakan masukan tidak langsung di lakukan.

6. Faktor X. Faktor X ini terjadi diluar kemampuan manusia artinya bahwa segala perilaku akan berubah oleh karena faktor alam yang tidak dapat di identifikasi penyebabnya. Maka apabila ada perubahan perilaku manusia dan tidak dapat di pahami penyebabnya hal itu terjadi karena segala sesuatu telah di tentukan oleh Alam.

Dari penjelasan diatas dapat dikatakan bahwa manusia itu unik dan berbeda, dari perbedaan itu pula yang menyebabkan adanya interaksi sosial diantara manusia. Terkadang manusia merasa nyaman dengan perbedaan tetapi ada juga yang tidak merasa nyaman dalam perbedaan yang ada.

(2)

Perbedaan individu berarti bahwa manajemen dapat memperoleh motivasi terbesar dikalangan para pegawai dengan memperlakukan mereka secara berbeda. Apabila bukan karena perbedaan individual tentu dapat diterapkan standar tertentu yang berlaku untuk semua orang dalam hal manajemen pegawai. Perbedaan individu mengharapkan bahwa keadilan dan kepantasan perlakuan terhadap para pegawai sepantasnya bersifat individual.

2. Faktor yang menyebabkan perbedaan individu dalam organisasi yaitu :

Perilaku ditentukan oleh 2 faktor atau karakteristik, yaitu karakteristik individu dan karakteristik lingkungan.

 Karakteristik individu yang berpengaruh terhadap perilaku individu : kemampuan, kebutuhan, kepercayaan, pengharapan dan pengalaman masa lalunya.

 Karakteristik lingkungan (organisasi) yang berpengaruh : hirarki, tugas, wewenang, sistem reward, sistem kontrol dan lain sebagainya.

Selain itu, semua perilaku individu pada dasarnya dibentuk oleh kepribadian dan pengalamannya. Sajian berikut ini akan diarahkan pada empat variabel tingkat-individual, yaitu karakter biografis, kemampuan, kepribadian, dan pembelajaran. Berikut ini adalah penjelasan dari keempat variabel tersebut.

1 Karakteristik Biografis

Karakteristik biografis merupakan karakteristik pribadi yang terdiri dari: a Usia

Ada keyakinan yang meluas bahwa produktivitas merosot sejalan dengan makin tuanya usia seseorang.

b Jenis Kelamin

Perbedaan antara pria dan wanita dapat mempengaruhi kinerja, terapi ada juga yang berpendapat tidak ada perbedaan yang konsisten antara pria dan wanita dalam kemampuan memecahkan masalah, keterampilan analisis, dorongan kompetitif, motivasi, sosiabilitas, atau kemampuan belajar.

c Status Perkawinan

Perkawinan biasanya akan meningkatkan rasa tanggung jawab seorang karyawan terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, karena pekerjaan nilainya lebih berharga dan penting karena bertambahnya tanggung jawab pada keluarga.

d Masa Kerja

Masa kerja yang lebih lama menunjukkan pengalaman yang lebih seorang dibandingkan dengan rekan kerjanya yang lain.

(3)

Kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan tidak sama satu dengan yang lainnya. Setiap manusia mempunyai kemampuan berfikir masing-masing. Seluruh kemampuan seorang individu pada hakekatnya tersusun dari dua faktor, yaitu kemampuan intelektual dan kemampuan fisik.

a Kemampuan Intelektual

Ada tujuah dimensi yang paling sering dikutip yang membentuk kemampuan intelektual, yaitu:

 Kecerdasan Numerik

Kemampuan untuk berhitung dengan cepat dan tepat.  Pemahaman Verbal

Kemampuan memahami apa yang dibaca dan didengar serta menghubungkan kata satu dengan yang lain.

 Kecepatan Konseptual

Kemampuan mengenali kemiripan dan beda visual dengan cepat dan tepat.  Penalaran Induktif

Kemampuan mengenali suatu urutan logis dalam suatu masalah dan kemudian memecahkan masalah itu.

 Penalaran Deduktif

Kemampuan menggunakan logika dan menilai implikasi dari suatu argumen.  Visualilasi Ruang

Kemampuan membayangkan bagaimana suatu objek akan tampak seandainya posisinya dalam ruang diubah.

 Ingatan

Kemampuan menahan dan mengenang kembali pengalaman masa lalu. b Kemampuan fisik

Kemampuan fisik memiliki makna penting khusus untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang kurang menuntut keterampilan. Ada sembilan kemampuan fisik dasar, yaitu kekuatan dinamis, kekuatan tubuh, kekuatan statis, kekuatan, keluwesan extent, keluwesan dinamis, koordinasi tubuh, keseimbangan, dan stamina.

3 Kepribadian

Kepribadian adalah organisasi dinamis pada tiap-tiap sistem psikofisik yang menentukan penyesuaian unik pada lingkungannya dan kepribadian merupakan total jumlah dari seorang individu dalam beraksi dan berinteraksi dengan orang lain, atau dapat pula dikatakan bahwa kepribadian adalah himpunan karakteristik dan kecenderungan yang stabil serta menentukan sifat umum dan perbedaan dalam perilaku seseorang.

4 Pembelajaran

Pembelajaran adalah setiap perubahan yang relatif permanen dari perilaku yang terjadi sebagai hasil pengalaman. Dapat dikatakan bahwa perubahan-perubahan perilaku menyatakan pembelajaran telah terjadi dan bahwa pembelajaran merupakan suatu perubahan perilaku.

(4)

3. Faktor perkawinan, faktor usia, faktor jenis kelamin perlu menjadi bahan pertimbangan dalam merekrut pegawai karena :

1. Faktor Perkawinan

Faktor pekawinan memang harus diperhatikan ketika akan merekrut tenaga kerja, tenaga kerja yang sudah berkeluarga tentunya memiliki tanggung jawab yang lebih banyak daripada yang masih lajang atau belum menikah. Dengan perkawinan biasanya akan meningkatkan rasa tanggung jawab seorang karyawan terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, karena pekerjaan nilainya lebih berharga dan penting karena bertambahnya tanggung jawab pada keluarga.

2. Faktor Usia

Dalam merekrut pegawai faktor usia perlu diperhatikan karena faktor usia juga dapat mempengaruhi produktivitas kerja pegawai. Apabila merekrut pegawai yang sudah terlalu tua maka akan berbeda tingkat produktivitasnya dengan pegawai yang memang lebih muda. Maka faktor umur sangat perlu diperhatikan ketika akan merekrut pegawai agar dapat menghasilkan produktivitas kerja yang yang lebih baik. Ketika umur pegawai semakin meningkat maka produktivitas kerjanya akan menurun hal ini karena ketika umur bertambah maka akan menurunnya kecepatan, kecekatan, dan kekuatan pegawai dalam bekerja. Juga meningkatnya kejenuhan atau kebosanan, dan kurangnya rangsangan intelektual.

3. Faktor Jenis Kelamin

Faktor jenis kelamin juga perlu diperhatikan dalam merekrut pegawai. Sebelum merekrut pegawai perlu diperhatikan jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan pegawai baru nantinya karena tidak semua pekerjaan yang dapat dilakukan laki-laki bisa dilakukan oleh perempuan sebaik yang dilakukan laki-laki. Maka dari itu jenis kelamin perlu untuk dipertimbangkan saat merekrut tenaga kerja.

4. A. Perbedaan kelompok terbuka dan kelompok tertutup

Kelompok Terbuka adalah suatu kelompok yang secara ajeg mempunyai rasa tanggap akan perubahan dan pembaharuan. Sedangkan kelompok tertutup adalah kecil kemungkinannya menerima perubahan dan pembaharuan, atau mempunyai kecenderungan tetap menjaga kestabilan. Kelompok terbuka berbeda dengan kelompok tertutup dilihat dari empat dimensi berikut ini :

a) Perubahan Keanggotaan Kelompok

Suatu kelompok terbuka secara ajeg adalah dapat dengan bebas menerima dan melepas angota-anggotanya. Kelompok tertutup memelihara kestabilan keanggotaan

(5)

kelompok, dengan sedikit sekali kemungkinan adanya penambahan dan pelepasan anggota setiap saat. Hubungan status dan kekuasaaan biasanya lebih mapan dalam kelompok tertutup. Perbadaan lainnya ialah anggota-anggota baru mempunyai kekuasaan yang relatif agak lebih luas pada kelompok terbuka dibandingkan pada kelompok tertutup

b) Kerangka Referensi

Oleh karena kelompok terbuka mempunyai kemungkinan kebebasan menerima dan meleoas anggota, maka pada giliran menerima anggota baru, anggota ini membawa suatu perspektif baru bagi kelompok. Anggota baru mempunyai banyak ide-ide baru dan masih segar untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan kelompok dan memecahkan persoalan-persoalannya. Dengan tidak segan-segannya anggota baru memberikan tantangan pespektif bagi kelompok. Perluasan kerangka referensi dalam kelompok terbuka ini dapat menambah kreativitas. Sedangkan dalam kelompok tertutup oleh karena kestabilan keanggotaan yang diutamakan maka kerangka referensinya sempit. Anggota-anggota terutama yang baru kurang teransang untuk membawa ide-ide baru yang segar yang menuju kearah pembaharuan dan perubahan.

c) Perspektif Waktu

Kelompok terbuka dalam perspektif waktu ini lebih berfikir untuk masa sekarang dan masa depan yang dekat. Hal ini disebabkan karena kelompok ini tidak stabil keanggotaanya dan kecendrungan secara ajeg menerima perubahan dan pembaharuan. Apa yang baik sekarang ini dicapai dalam waktu dekat sudah tidak baik lagi. Itulah sebabnya berfikir jangka pendek adalah merupakan ciri dari kelompok terbuka ini. Adapun kelompok tertutup sebaliknya, mampu memelihara horizon waktu dalam pespektif yang berjangka panjang. Banyak dari anggota kelompok ini menimbang sejarah masa lalu, dan mengharapkan bisa melanjutkan untuk masa-masa yang panjang, dengan suatu perencanaan jangka panjang. Orientasi masa depan selalu dikaitkan dengan sejarah masa lalu. Bagi mereka kata-kata yang terkenal untuknya adalah “Tiada arti masa lalu kecuali ia sebagai suatu pendahuluan masa yang akan dating”

d) Keseimbangan

Keseimbangan adalah keadaan adanya suatu sistem yang menjaga kestabilan setelah mempunyai keadaan yang memporak-porandakan. Keadaan tidak seimbang, tidak selaras, dan adanya keporak-porandaan jelas akan merugikan pelaksanaan kerja dari suatu kelompok. Oleh karena itu, kelompok terbuka lebih mengarah kurang adanya keseimbangan dibandingkan dengan kelompok yang stabil yakni kelompok tertutup. Kelompok terbuka, mempunyai mobilisasi yang tinggi terhadap penerimaan anggota

(6)

baru yang membawa ide-ide baru, sehingga suatu sistem yang belum lama berjalan ada kemungkinan berubah dengan cepat. Ini pertanda adanya keseimbangan. Lain halnya dengan kelompok tertutup yang menjaga adanya kestabilan yang mengutamakan adanya keseimbangan dibandingkan kegoncangan.

B. Perbedaan kelompok formal dan informal

Kelompok formal adalah suatu kelompok yang sengaja dibentuk untuk melaksanakan suatu tugas tertentu. Anggota-angotanya biasanya diangkat oleh organisasi. Tetapi itu tidak harus sedemikian pada setiap kasus. Sejumlah orang yang ditetapkan untuk melaksanakan suatu tugas tertentu merupakan bentuk dari kelompok formal ini. Dan contoh dari kelompok formal ini antaranya komite atau panitia, unit-unit kerja tertentu seperti bagian, laboratorium riset dan pengembangan, tim manajer, dan lain sebagainya.

Adapun kelompok informal adalah suatu kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan-kebutuhan seseorang. Anggota kelompok tidak diatur dan diangkat, keanggotaan ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu dan kelompok. Kelompok informal ini sering timbul berkembang dalam kelompok formal, karena adanya beberapa anggota yang secara tertentu mempunyai nilai-nilai yang sama yang perlu ditularkan sesama anggota lainnya. Kadangkala kelompok informal berkembang atau keluar dari organisasi formal.

Suatu studi klasik dalam bidang organisasi industrenjelaskan tiga pola dari kelompok informal ketiga pola tersebut antara lain:

a) Klik Mendatar (Horizontal Clique) b) Klik Menegak (Vertikal Clique) c) Klik Acak (Random Clique)

Klik mendatar adalah suatu klik yang anggota-anggotanya terdiri dari orang-orang yang terbatas pada derajat dan bidang kerja yang sama. Adapun klik yang vertikal adalah klik yang terdiri orang-orang yang berbeda dari tingkatan hirarkinya di dalam satu organisasi atau departemen dari organisasi tersebut. Kelompok klik ini sering kali berkembang karena adanya kebutuhan keamanan atau pencapaian sesuatu hasil yang perlu dibagi ratakan, atau karena adanya minat bersama untuk mengatasi jarak sosial antara atasan dan bawahan. Sedangkan klik acak adalah terdiri dari orang-orang yang berasal dari berbagai derajat, tingkat, bagian dan lokasi.

1) Struktur Organisasi Formal Organisasi Garis Ciri-ciri:

(7)

 Adanya kesatuan Perintah

 Pembagian Kerja jelas dan mudah dilaksanakan  Organisasi tergantung pada satu pemimpin Kelebihan

 Pengambilan keputusan cepat  Pengendalian lebih mudah  Solidaritas antar karyawan tinggi Kelemahan

 Pemimpin cenderung otokratis

 Ketergantungan kepada atasan sangat tinggi

 Membatasi kesempatan karyawan untuk berkembang 2) Struktur Organisasi Formal Organisasi Garis & Staf

Ciri-ciri:

 Umumnya digunakan untuk organisasi besar

 Bidang tugas beraneka ragam sehingga memerlukan bantuan staf.  Pengawasan dan Spesialisasi berkembang dengan baik

Kelebihan

 Pembagian tugas jelas

 Mendorong timbulnya spesialisasi dan disiplin yang tinggi  Penempatan orang pada tempat yang tepat

 Koordinasi mudah dijalankan Kelemahan

 Membutuhkan biaya yang besar untuk operasionalnya  Ditingkat operasinal tidak jelas antra perintah dan nasehat  Solidaritas antar karyawam rendah

3) Kelebihan dan Kekurangan Organisasi Informal Kelebihan

 Memberi dukungan terhadap organisasi\

 Menstimulasi komunikasi sebagai alat komunikasi tambahan  Pemuas kepentingan social

 Kompensasi bagi manajer yang kurang memiliki kapabilitas Kekurangan

 Sumber desas desus  Menciptakan konflik

(8)

5. Hubungan persepsi dan komunikasi

Persepsi pada hakikatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang didalam memahami informasi tentang lingkungannya, baik lewat penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan dan penciuman. Sedangkan komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan berita atau informasi dari seseorang ke orang lain. Kedua istilah ini yaitu pesepsi dan komunikasi sangat penting untuk diketahui dalam rangka mengenal lebih jauh perilaku organisasi. Sebagai suatu sistem, kedua istilah ini sangat erat hubungannya dan bahkan saling adanya ketergantungan. Komunikasi sangat tergantung pada persepsi, dan sebaliknya persepsi juga tergantung pada komunikasi. Persepsi timbul karena adanya dua faktor baik internal maupun eksternal. Faktor internal antaranya tergantung pada proses pemahaman sesuatu termasuk didalamnya sistem nilai tujuan, kepercayaan dan tanggapannya terhadap hasil yang dicapai. Faktor eksternal berupa lingkungan. Kedua faktor ini menimbulkan persepsi karena didahului oleh suatu proses yang dikenal dengan komunikasi. Demikian pula proses komunikasi ini terselenggara dengan baik atau tidak tergantung persepsi masing-masing orang yang terlibat dalam proses komunikasi tersebut.

Komunikasi timbul karena seseorang ingin menyampaikan informasi kepada orang lain. Informasi ini membuat seseorang sama pengertiannya dengan orang lain da nada kemungkinan berlainan, karena informasi yang dikomunikasikan tersebut membuat oran-orang mempunyai kesamaan dan perbedaan pengertiaan. Kesamaan atau perbedaan ini disebabkan persepsi orang-orang yang terlibat dalam proses komunikasi tersebut.

Komunikasi merupakan hal yang amat penting dalam perilaku organisasi. Sayangnya, komunikasi yang amat penting ini jarang dapat dimengerti secara jelas sehingga menimbulkan beberapa hambatan. Komunikasi tidak sekedar proses penyampaian informasi yang simbol-simbolnya dapat dilihat, didengar, dan dimengerti, tetapi proses penyampaian informasi secara keseluruhan termasuk di dalamnya perasaaan dan sikap dari orang yang menyampaikan tersebut. Pada umunya seseorang menangkap hanya informasinya saja, dan dilupakan bagaimana perasaan dan sikap dari orang yang mempunyai informasi tersebut. Itulah sebabnya terjadi hambatan-hambatan yang dijumpai dalam praktek komunikasi. Informasi adalah berasal dari proses pemikiran seseorang, dan didalam berfikir orang akan melibatkan cita rasanya. Demikian pula ketika informasi yang dihasilkan dari proses berfikir tadi ingin disampaikan kepada orang lain, orang tersebut akan mempertimbangkan perasaan dan sikap yang tepat sehingga informasi itu membentuk pengertian dan persepsi yang sama pada penerima.

(9)

6. Piramida kebutuhan maslow dan implikasinya dalam perusahaan

Abraham Maslow dikenal sebagai pelopor aliran psikologi humanistik. Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya. Salah satu hal menarik di awal karirnya adalah ketika melihat beberapa kebutuhan lebih didahulukan dibanding yang lainnya. Sebagai contohnya, ketika haus dan lapar, maka Anda akan terlebih dahulu mengatasi haus dibandingkan lapar. Karena tanpa makanan kita dapat bertahan selama beberapa minggu, tetapi tanpa minuman hanya beberapa hari saja. Sehingga dapat dikatakan bahwa kebutuhan akan minuman lebih kuat dibandingkan dengan makanan. Maslow mengambil ide ini dan menciptakan apa yang saat ini dikenal dengan Hierarchy of Needs.

Gambar 1. Maslow’s Hierarchy of Human Needs

Maslow menggunakan piramida (gambar 1) sebagai peraga untuk memvisualisasikan gagasannya mengenai teori hierarki kebutuhan. Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hierarki, mulai yang paling rendah (bersifat dasar) sampai yang paling tinggi. Maslow membagi kebutuhan manusia menjadi lima tingkatan, antara lain sebagai berikut:

1. The Physiological Needs

Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang paling mendasar dan sangat penting untuk bertahan hidup. Diantaranya adalah kebutuhan udara, air, makanan, tidur, dll. Maslow percaya bahwa kebutuhan fisiologis sangat penting dan naluriah di dalam hierarki kebutuhan karena kebutuhan yang lain menjadi sekunder sampai kebutuhan ini terpenuhi.

Kebutuhan ini dinamakan juga basic needs yang jika tidak terpenuhi dalam keadaan yang sangat ekstrim maka manusia yang bersangkutan kehilangan kendali atas perilakunya

(10)

sendiri karena seluruh kapasitas manusia tersebut dikerahkan dan dipusatkan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya itu.

2. The Safety and Security Needs

Ketika kebutuhan fisiologis telah terpenuhi maka akan muncul kebutuhan akan keamanan. Diantaranya; physical security (aman dari kejahatan dan agresi), security of employment (keselamatan kerja), security of revenues and resources (keamanan sumber daya), moral and physiological security (keamanan fisiologis), familial security (keamanan keluarga), security of health (keamanan kesehatan), dan security of personal property against crime (keamanan kekayaan pribadi dari kejahatan).

Karena adanya kebutuhan inilah maka dibuat aturan, undang-undang, mengembangkan kepercayaan, membuat sistem asuransi, pensiun, dan sebagainya. Sama halnya dengan basic needs, kalau safety needs ini terlalu lama dan banyak tidak terpenuhi maka pandangan seseorang tentang dunianya bisa terpengaruh dan pada gilirannya pun perilakunya akan cenderung ke arah negatif.

3. The Love and Belonging Needs

Manusia biasanya membutuhkan rasa dimiliki dan diterima, apakah datang dari kelompok sosial yang luas (kelompok, kantor, perkumpulan keagamaan, organisasi profesional, tim olahraga, geng, dll.) atau koneksi sosial yang kecil (anggota keluarga, pasangan, mentor, teman kuliah, sahabat karib). Mereka membutuhkan untuk mencintai dan dicintai oleh yang lainnya. Tidak terpenuhinya kebutuhan ini maka orang akan menjadi rentan merasa sendirian, gelisah, dan depresi. Kekurangan rasa cinta dan dimiliki juga berhubungan dengan penyakit fisik seperti penyakit hati.

4. The Esteem Needs

Menurut Maslow, semua manusia membutuhkan penghargaan, menghargai diri sendiri, dan juga menghargai orang lain. Orang perlu melibatkan diri untuk mendapatkan pengakuan dan mempunyai kegiatan atau kontribusi kepada orang lain dan juga nilai diri, baik di dalam pekerjaan ataupun hobi.

Terdapat dua tingkatan kebutuhan penghargaan/penghormatan. Tingkatan yang lebih rendah terkait dengan unsur-unsur ketenaran, rasa hormat dan kemuliaan. Tingkatan yang lebih tinggi mengikat pada konsep kepercayaan diri, kompetensi, dan prestasi. Tingkatan yang lebih rendah umumnya dianggap miskin. Hal ini tergantung orang lain atau seseorang membutuhkan diyakinkan karena harga diri yang lebih rendah. Orang dengan harga diri yang rendah membutuhkan penghargaan dari orang lain. Namun, keyakinan, kompetensi, dan

(11)

prestasi hanya membutuhkan satu orang dan orang lain tidaklah penting untuk kesuksesan sendiri.

Semua empat tingkatan sebelumnya disebut deficit needs, atau D-needs. Yaitu, jika Anda tidak memiliki cukup sesuatu (defisit) maka akan merasa perlu. Tetapi jika Anda mendapatkan semua yang dibutuhkan maka tidak akan merasakan apa-apa. Seperti halnya, “You don’t miss your water till your well runs dry!”

5. Self Actualization Needs

Aktualisasi diri adalah kebutuhan naluriah manusia untuk memanfaatkan kemampuan mereka yang unik dan berusaha menjadi yang terbaik. Maslow menggambarkan aktualisasi diri sebagai berikut:

Self Actualization is the intrinsic growth of what is already in the organism, or more accurately, of what the organism is. (Psychological Review, 1949)

Selain menggambarkan apa yang dimaksud dengan aktualisasi diri dalam teorinya, Maslow juga mengidentifikasi beberapa karakteristik kunci dari aktualisasi diri seseorang, antara lain:

§ Acceptance and Realism

Mempunyai persepsi realistis dari diri mereka sendiri, orang lain dan lingkungan di sekitar mereka.

§ Problem-centering

Prihatin dengan pemecahan masalah di luar diri mereka, termasuk membantu orang lain dan mencari solusi terhadap permasalahan di lingkungan luar mereka. Orang-orang seperti ini sering termotivasi oleh tangggung jawab pribadi dan etika.

§ Spontaneity

Spontan dalam pikiran internal dan perilaku mereka keluar. Mereka dapat menyesuaikan diri dengan aturan dan harapan sosial, cenderung terbuka dan tidak konvensional.

§ Autonomy and Solitude

Karakteristik lain dari aktualisasi diri seseorang adalah kebutuhan akan kebebasan dan privasi.

§ Continued Freshness of Appreciation

Melihat dunia dengan penghargaan, kekaguman yang berlangsung terus menerus. Bahkan, pengalaman sederhana terus menjadi sumber inspirasi dan kesenangan.

§ Peak Experiences

Individu yang mencapai aktualisasi diri sering memiliki apa yang dimaksud pengalaman puncak Maslow, atau saat suka cita. Setelah semua pengalaman ini orang merasa terinspirasi, diperkuat, diperbaharui atau ditransformasikan.

Untuk tingkatan yang terakhir (kelima) ini sedikit berbeda. Maslow telah menggunakan berbagai istilah untuk merujuk ke tingkat ini. Dia menyebutnya growth

(12)

motivation (berbeda dengan motivasi defisit), being needs (atau B-needs, berbeda dengan D-needs), dan self-actualization itu sendiri.

Maslow percaya bahwa satu-satunya alasan bahwa orang tidak akan bergerak dengan baik dari arah aktualisasi diri adalah karena kendala di masyarakat. Maslow menyatakan bahwa pendidik harus menanggapi potensi individu telah untuk tumbuh menjadi orang yang mengaktualisasi dirinya sendiri. Sepuluh poin yang harusnya menjadi acuan bagi pendidik adalah sebagai berikut:

§ Kita harus mengajar orang untuk menjadi otentik, untuk menyadari diri batin mereka dan mendengar perasaan mereka.

§ Kita harus mengajar orang untuk mengatasi pengkondisian budaya mereka dan menjadi warga negara dunia.

§ Kita harus membantu orang menemukan panggilan mereka dalam hidup, nasib atau takdir. Hal ini terutama difokuskan pada menemukan karir dan pasangan yang tepat.

§ Kita harus mengajarkan orang bahwa hidup ini berharga, bahwa ada sukacita yang harus dialami dalam kehidupan, dan jika orang yang terbuka untuk melihat yang baik dan gembira dalam semua jenis situasi, itu membuat hidup layak.

§ Kita harus menerima orang seperti dia dan membantu orang belajar sifat batin mereka. Dari pengetahuan bakat dan keterbatasan, kita potensi apa yang membangun.

§ Kita harus melihat kebutuhan dasar orang dipenuhi.

§ Mengajarkan orang untuk menghargai keindahan dan hal-hal baik lainnya di alam dan dalam hidup.

§ Mengajarkan kontrol yang baik, dan meninggalkan yang buruk. Dibutuhkan kontrol untuk meningkatkan kualitas hidup di semua daerah.

§ Mengajarkan untuk mengatasi masalah sederhana dan bergulat dengan masalah serius dalam kehidupan.

§ Mengajarkan untuk menjadi pemilih yang baik. Implikasinya dalam perusahaan yaitu :

Dalam setiap perusahaan tentunya mempunyai pegawai yang berbeda tingkat jabatan/kedudukannya. Pegawai yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi (kelompok atas) tentunya memiliki jenis kebutuhan yang berbeda dengan yang memiliki kedudukan yang lebih rendah (kelompok bawah). Misalnya saja seorang manajer akan membutuhkan fasilitas yang lebih banyak daripada bawahnya hal ini karena tingkat pekerjaan dari manajer itu lebih berat dan lebih banyak. Sebagai contoh seorang manajer memerluakan sebuah laptop untuk

(13)

menunjang pekerjaanya sedangkan bawahnya masih bisa menggunakan computer. Selain itu gaji yang didapatkan manajer akan lebih banyak daripada bawahanya karena tanggung jawab yang diembannya juga lebih banyak.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :