Deti (20611011)
Meyta (20611005)
Salawati
A. MEAN 2 POPULASI, TIDAK BERPASANGAN
2 populasi dikatakan tidak berpasangan/saling
bebas apabila populasi 1 dan populasi 2 tidak
saling mempengaruhi, melibatkan 2 populasi
objek yang berbeda.
Pembagian kasus untuk uji hipotesis mean 2
populasi tidak berpasangan:
1.
σ
1
2
dan
σ
2
2
Diketahui
Jenis H
0dan H
1:
1. Uji Hipotesis 1 arah
H
0: (µ
1- µ
2) = µ
0H
1: (µ
1- µ
2) < µ
0H
0: (µ
1- µ
2) = µ
0H
1: (µ
1- µ
2) > µ
02. Uji Hipotesis 2 arah
H
0: (µ
1- µ
2) = µ
0H
1: (µ
1- µ
2)
≠ µ
0α
α
Apabila pada suatu kasus nilai σ12 dan σ22 diketahui, maka dilakukan
pengujian hipotesis dengan statistik uji z.
Setelah diperoleh nilai Z, dilanjutkan dengan menetukan nilai z pada
tabel distribusi z untuk taraf signifikansi α.
1.
σ
1
2
dan
σ
Apabila pada suatu kasus, nilai σ12 dan σ22 tidak diketahui, maka harus
dilakukan asumsi-asumsi.
Asumsi tersebut ada 2 macam, yaitu: Asumsi σ12 = σ22
Asumsi σ12 ≠ σ22
2.
σ
1
2
dan
σ
Untuk asumsi σ12 =σ22, maka dilakukan pengujian hipotesis dengan
statistik uji t:
Setelah diperoleh nilai T, dilanjutkan dengan menetukan nilai T pada
tabel distribusi t dengan taraf signifikansi α.
Derajat kebebasan yang digunakan:
a. Asumsi
σ
1
2
=
σ
Untuk asumsi σ12 ≠ σ22, maka dilakukan pengujian hipotesis dengan
statistik uji t:
Setelah diperoleh nilai T, dilanjutkan dengan menetukan nilai T pada
tabel distribusi t dengan taraf signifikansi α.
Derajat kebebasan yang digunakan:
b. Asumsi
σ
1
2
≠
σ
B. MEAN 2 POPULASI BERPASANGAN
Ciri 2 populasi berpasangan adalah:
a. Jumlah data untuk setiap populasi sama b. 2 populasi dikenai perlakuan yang sama c. Dilakukan terhadap objek yang sama
Untuk menguji 2 populasi yang berpasangan, dilakukan dengan cara: Membuat populasi baru dengan cara menghitung selisih antara
kedua populasi.
Menghitung nilai rata-rata untuk populasi baru
Menghitung nilai Sd (standar deviasi) untuk populasi baru Menggunakan statistik uji t:
Jenis H
0dan H
1:
1. Uji Hipotesis 1 arah
H
0: µ
d= µ
0H
1: µ
d< µ
0H
0: µ
d= µ
0H
1: µ
d> µ
02. Uji Hipotesis 2 arah
H
0: µ
d= µ
0H
1: µ
d≠ µ
0α
α
CONTOH SOAL UH MEAN 2 POPULASI,
σ
1
2
DAN
σ
Oncologist melakukan penelitian untuk melihat
pertumbuhan tumor pada tikus dengan bahan kimia A
dan B.
30 ekor tikus diberi zat kimia A dan 30 ekor lainnya
diberi zat kimia B. Setelah 4 minggu, diperoleh data
bahwa tikus yang diberi zat kimia A memiliki berat
tumor rata-rata 1,28 g dengan standar deviasi 0,31
dan tikus yang diberi zat kimia B memiliki rata-rata
1,53 g dengan deviasi 0,38.
Dengan signifikansi 5%, buktikan bahwa zat kimia A
dan B mempengaruhi pertumbuhan tumor!
SOLUSI
Diketahui:
Ditanya:
a. H1
≠
0
b. H1 < 0
c. H1 > 0
05
,
0
30
30
1444
,
0
0961
,
0
38
,
0
31
,
0
53
,
1
28
,
1
2 1 2 2 2 1 2 1 2 1=
=
=
=
=
=
=
=
=
α
σ
σ
σ
σ
n
n
X
X
H
0: (µ
1- µ
2) = 0
H
1: (µ
1- µ
2)
≠ 0
α
= 0,05
Statistik uji:
Daerah Kritis
Untuk
α
= 0,05, nilai Z tabel = 1,96
-1,96 1,96
Solusi pertanyaan a
Daerah Kritis Daerah Kritis
Statistik uji dengan data sampel
Kesimpulan
Tolak H
0karena Z
hit< -1,96, pada
α
= 5%. Dengan kata
lain, zat kimia A dan B yang digunakan oleh oncologist
mempengaruhi pertumbuhan tumor.
Solusi jawaban pertanyaan b
H
0: (
µ
1-
µ
2)
= 0
H
1: (
µ
1-
µ
2)
< 0
α
= 0.05
Nilai T hitung = -4,412
Daerah kritis :
Untuk α = 0,05, nilai z tabel = 1,645
Kesimpulan:
Tolak H
0karena Z
hit< -1,645 pada
α
= 5%.
Jadi, ada pengaruh dari zat kimia A ataupun zat kimia B terhadap
pertumbuhan tumor.
-1,645
Daerah Kritis
Solusi jawaban pertanyaan c
H
0: (
µ
1-
µ
2) = 0
H
1: (
µ
1-
µ
2)
> 0
α
= 0.05
Nilai T hitung = -4,412
Daerah kritis :
Untuk α = 0,05, nilai z tabel = 1,645
Kesimpulan:
H
0gagal ditolak karena Z
hit< 1,645 pada
α
= 5%.
Jadi, zat kimia A ataupun zat kimia B berpengaruh kecil terhadap
pertumbuhan tumor atau dapat tidak berpengaruh sama sekali.
1,645
Daerah Kritis
CONTOH SOAL UH MEAN 2 POPULASI,
σ
1
2
DAN
σ
Seorang peneliti melakukan penelitian mengenai dua cara menangkap ngengat, yaitu cara A dan cara B. Dari penelitian ini diperoleh data sebagai berikut:
Ujilah:
a. Beda mean banyaknya ngengat yang tertangkap dengan cara A dan cara B lebih dari 5.
b. Kurang dari 5.
c. Tidak sama dengan 5.
Banyaknya Ngengat Yang Ditangkap Dengan
Cara A (ekor)
Banyaknya Ngengat Yang Ditangkap Dengan
Cara B (ekor) 39 54 34 57 33 62 36 55 40 64 25 57 31 56 37 55 34
σ
1
2
DAN
σ
Dengan asumsi
σ
1 2=
σ
2 2
ujilah:
a. Beda mean banyaknya ngengat yang tertangkap dengan
cara A dan cara B lebih dari 5.
b. Kurang dari 5.
c.Tidak sama dengan 5.
Diketahui:
86 . 12 5 . 20 5 . 57 33 . 34 2 2 2 1 2 1 = = = = S S X X = 16.935 Sp = 4.12Solusi jawaban pertanyaan a
H
0: (
µ
1-
µ
2) = 5
H
1: (
µ
1-
µ
2)
> 5
α
= 0,05
Statistik uji
Daerah kritis
Dengan α = 0,05 dan , maka nilai T tabel = 1,753.
Statistik uji dengan data
Kesimpulan:
Thit < 1,753, maka H0 gagal ditolak pada α = 5%.
Jadi, beda mean ngengat yang tertangkap dengan cara A dan cara B adalah sama dengan 5. = 9 + 8 - 2 = 15 = - 14,071 1,753 Daerah Kritis
Solusi jawaban pertanyaan b
H
0: (
µ
1-
µ
2) = 5
H
1: (
µ
1-
µ
2)
< 5
α
= 0.05
Nilai T hitung = -14,071
Daerah kritis :
T tabel utk
α
= 0,05 dan df = 15 adalah -1,753
Kesimpulan:
Tolak H
0karena T
hit< -1,753 pada
α
= 5%.
Jadi, beda mean ngengat yang tertangkap dengan cara A dan cara B
adalah kurang dari 5.
-1,753
Daerah Kritis
Solusi jawaban pertanyaan c
H
0: (
µ
1-
µ
2) = 5
H
1: (
µ
1-
µ
2)
≠
5
α
= 0,05
Nilai T hitung = -14,071
Daerah kritis :
T tabel utk
α
/2 = 0,025 dan df = 15 adalah 2,131
Kesimpulan:
Tolak H
0karena T
hit< -2,131
pada α = 5%.Jadi, beda mean ngengat yang tertangkap dengan cara A dan cara B
adalah tidak sama dengan 5.
-2,131 2,131
Daerah Kritis
Daerah Kritis
σ
1
2
DAN
σ
JAWAB
Diketahui:
Ditanyakan:
a.H
1: (
µ
1-
µ
2) > 5
b.H
1: (
µ
1-
µ
2) < 5
c.H
1: (
µ
1-
µ
2)
≠ 5
8 9 86 . 12 5 . 20 5 . 57 33 . 34 2 1 2 2 2 1 2 1 = = = = = = n n S S X Xa. H0 : (µ1 - µ2) = 5 H1 : (µ1 - µ2) > 5 α = 0.05 Statistik uji Daerah kritis Dengan α = 0,05 dan = 13,604 ~ 14 maka nilai T tabel = 1,761
H0 ditolak jika t > 1,761
α
1,761
Daerah Kritis
Statistik uji dengan data:
= - 3,432
Kesimpulan
H0 gagal ditolak karena nilat Thitung < Ttabel = -3,432 < 1,761, tidak berada pada daerah penolakan H0 (daerah kritis) pada α = 5%.
Beda mean banyaknya ngengat yang ditangkap dengan cara A dan cara B tidak lebih dari 5.
b. H0 : (µ1 - µ2) = 5 H1 : (µ1 - µ2) < 5 α = 0.05 Statistik uji Daerah kritis Dengan α = 0,05 dan = 13,604 ~ 14 maka nilai T tabel = - 1,761
H0 ditolak jika t < -1,761
α
-1,761
Daerah Kritis
Statistik uji dengan data:
= - 3,432
Kesimpulan
H0 ditolak karena nilat Thitung < Ttabel = -3,432 < - 1,761, berada pada daerah penolakan H0 (daerah kritis) pada α = 5%.
Beda mean banyaknya ngengat yang ditangkap dengan cara A dan cara B kurang dari 5.
c. H0 : (µ1 - µ2) = 5 H1 : (µ1 - µ2) ≠ 5 α = 0.05 Statistik uji Daerah kritis Dengan α = 0,05; α/2 = 0,025 dan = 13,604 ~ 14 maka nilai T tabel = 2,145
H0 ditolak jika t < -2,145 atau jika t > 2,145
α/2 α/2 -2,145 2,145 Daerah Kritis Daerah Kritis
Statistik uji dengan data:
= - 3,432
Kesimpulan
H0 ditolak karena nilat Thitung < Ttabel = -3,432 < - 2,145, berada pada daerah penolakan H0 (daerah kritis) pada α = 5%.
Beda mean banyaknya ngengat yang ditangkap dengan cara A dan cara B tidak sama dengan 5.
Dari penelitian “Comparison of Sorbic Acid in Country Ham Before and After Storage” diperoleh data yang menyangkut perbandingan sisa asam sorbat (dinyatakan dalam bagian per sejuta) dalam daging ham setelah dicelupkan pada asam sorbat dan setelah disimpan selama 60 hari sebagai berikut:
Pertanyaan:
Ujilah bahwa lama penyimpanan selama 60 hari menyebabkan
penurunan asam sorbat tidak sama dengan 100 ppm.
Ujilah bahwa lama penyimpanan selama 60 hari menyebabkan
penurunan asam sorbat lebih dari 100 ppm.
Ujilah bahwa lama penyimpanan selama 60 hari menyebabkan
penurunan asam sorbat kurang dari 100 ppm.
Potongan Sisa Asam Sorbat dalam Ham
Sebelum disimpan (ppm) Setelah disimpan (ppm)
1 224 116 2 270 96 3 400 239 4 444 329 5 590 437 6 660 597 7 1400 689 8 680 576
JAWAB
Diketahui: Ditanyakan: a. H1 : µd ≠ 100 b. H1 : µd > 100 c. H1 : µd < 100Populasi 1 Populasi 2 PopulasiBaru (d)
1 224 116 108 2 270 96 174 3 400 239 161 4 444 329 115 5 590 437 153 6 660 597 63 7 1400 689 711 8 680 576 104 Rata-rata 583,5 384,875 198,625 σ 2 137504,9 50982,7 44169,41
a. H0 : µd = 100 H1 : µd ≠ 100 α = 0.05 Statistik uji Daerah kritis Dengan α = 0,05; α/2 = 0,025 dan = 7 maka nilai T tabel = 2,365
H0 ditolak jika t < -2,365 atau jika t > 2,365
α/2 α/2 -2,365 2,365 Daerah Kritis Daerah Kritis
Statistik uji dengan data:
= 1,2415
Kesimpulan
H0 gagal ditolak karena Thitung> Ttabel = 1,2415> -2,365 dan Thitung < Ttabel = 1,2415 < 2,365, tidak berada pada daerah penolakan H0 (daerah
kritis) pada α = 5%.
Dengan kata lain, lama penyimpanan selama 60 hari menyebabkan penurunan asam sorbat sebanyak 100 ppm.
b. H0 : µd = 100 H1 : µd > 100 α = 0.05 Statistik uji Daerah kritis Dengan α = 0,05 dan = 7 maka nilai Ttabel = 1,895
H0 ditolak jika t > 1,895
α
1,895
Daerah Kritis
Statistik uji dengan data:
= 1,2415
Kesimpulan
H0 gagal ditolak karena nilat Thitung < Ttabel = 1,2415 < 1,895, tidak berada pada daerah penolakan H0 (daerah kritis) pada α = 5%.
Lama penyimpanan selama 60 hari menyebabkan penurunan asam sorbat tidak lebih dari 100 ppm.
c. H0 : µd = 100 H1 : µd < 100 α = 0.05 Statistik uji Daerah kritis Dengan α = 0,05 dan = 7 maka nilai T tabel = 1,895
H0 ditolak jika t < -1,895
α
-1,895
Daerah Kritis
Statistik uji dengan data:
= 1,2415
Kesimpulan
H0 gagal ditolak karena nilat Thitung > -Ttabel = 1,2415 > - 1,895, tidak berada pada daerah penolakan H0 (daerah kritis) pada α = 5%.
Lama penyimpanan selama 60 hari menyebabkan penurunan asam sorbat tidak kurang dari 100 ppm.