STATISTIK DAERAH
KABUPATEN SORONG
2011
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
STATISTIK DAERAH
http://www.sorongkab.bps.go.id
STATISTIK DAERAH
KABUPATEN SORONG
http://www.sorongkab.bps.go.id
KABUPATEN SORONG
STATISTIK DAERAH KABUPATEN SORONG 2011
ISSN : -
No. Publikasi : 9107.11.04
Katalog BPS :
1101001.9107
Ukuran Buku : 17.6 cm x 25 cm
Jumlah Halaman : v + 42 halaman
Naskah :
Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sorong
Gambar Kulit :
Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sorong
Diterbitkan Oleh :
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sorong
Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya.
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik
http://www.sorongkab.bps.go.id
Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sorong
http://www.sorongkab.bps.go.id
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sorong
http://www.sorongkab.bps.go.id
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sorong
http://www.sorongkab.bps.go.id
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sorong
Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya.
http://www.sorongkab.bps.go.id
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmatNya penyusunan Publikasi Statistik Daerah Kabupaten Sorong Tahun 2011 dapat diselesaikan.hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
Publikasi Statistik Daerah Kabupaten Sorong Tahun 2011 diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Sorong, berisi data dan informasi terpilih disertai dengan analisis sederhana seputar Kabupaten Sorong. Dari publikasi ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dan pengguna data lainnya dalam memahami potensi dan perkembangan pembangunan di Kabupaten Sorong.
mmmmmmmmmmmmmmmmm
Publikasi Statistik Daerah Kabupaten Sorong Tahun 2011 diterbitkan untuk melengkapi publikasi-publikasi yang sudah terbit secara rutin setiap tahun. Publikasi ini menyajikan berbagai informasi dan indikator terpilih yang berkaitan dengan pembangunan di Kabupaten Sorong dan diharapkan dapat menjadi bahan rujukan dan kajian untuk perencanaan dan evaluasi kegiatan pembangunan di Kabupaten Sorong.
Kami sadari bahwa dalam proses penyusunannya masih banyak keterbatasan, untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat diharapkan guna penyempurnaan penerbitan mendatang. Akhirnya semoga publikasi ini mampu memenuhi tuntutan kebutuhan data statistik dan bermanfaat bagi semua pihak dalam penyusunan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Sorong, November 2011 Kepala Badan Pusat Statistik
Kabupaten Sorong Uddani Malewa, SE Kabupaten Sorong
http://www.sorongkab.bps.go.id
hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhttp://www.sorongkab.bps.go.id
hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhPublikasi Statistik Daerah Kabupaten Sorong Tahun 2011 diterbitkan oleh
http://www.sorongkab.bps.go.id
Publikasi Statistik Daerah Kabupaten Sorong Tahun 2011 diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Sorong, berisi data dan informasi terpilih disertai dengan
http://www.sorongkab.bps.go.id
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sorong, berisi data dan informasi terpilih disertai dengan analisis sederhana seputar Kabupaten Sorong. Dari publikasi ini diharapkan dapat membantu
http://www.sorongkab.bps.go.id
analisis sederhana seputar Kabupaten Sorong. Dari publikasi ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dan pengguna data lainnya dalam memahami potensi dan perkembangan
http://www.sorongkab.bps.go.id
pemerintah daerah dan pengguna data lainnya dalam memahami potensi dan perkembangan
Publikasi Statistik Daerah Kabupaten Sorong Tahun 2011 diterbitkan untuk melengkapi publikasi
http://www.sorongkab.bps.go.id
Publikasi Statistik Daerah Kabupaten Sorong Tahun 2011 diterbitkan untuk melengkapi publikasi publikasi yang sudah terbit secara rutin setiap tahun. Publikasi ini menyajikan berbagai informasi
http://www.sorongkab.bps.go.id
publikasi yang sudah terbit secara rutin setiap tahun. Publikasi ini menyajikan berbagai informasi dan indikator terpilih yang berkaitan dengan pembangunan di Kabupaten Sorong dan diharapkan
http://www.sorongkab.bps.go.id
dan indikator terpilih yang berkaitan dengan pembangunan di Kabupaten Sorong dan diharapkan
http://www.sorongkab.bps.go.id
dapat menjadi bahan rujukan dan kajian untuk perencanaan dan evaluasi kegiatan pembangunan
http://www.sorongkab.bps.go.id
dapat menjadi bahan rujukan dan kajian untuk perencanaan dan evaluasi kegiatan pembangunan
Kami sadari bahwa dalam proses penyusunannya masih banyak keterbatasan,
http://www.sorongkab.bps.go.id
Kami sadari bahwa dalam proses penyusunannya masih banyak keterbatasan,saran dari semua pihak sangat diharapkan guna penyempurnaan penerbitan mendatang.
http://www.sorongkab.bps.go.id
saran dari semua pihak sangat diharapkan guna penyempurnaan penerbitan mendatang. Akhirnya semoga publikasi ini mampu memenuhi tuntutan kebutuhan data statistik dan
http://www.sorongkab.bps.go.id
Akhirnya semoga publikasi ini mampu memenuhi tuntutan kebutuhan data statistik dan bermanfaat bagi semua pihak dalam penyusunan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
http://www.sorongkab.bps.go.id
bermanfaat bagi semua pihak dalam penyusunan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.Statistik Kunci
No Uraian Satuan 2010
(1) (2) (3) (5)
1 Jumlah Penduduk Orang 70 619
Laki-laki 37 502
Perempuan 33 117
2 Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio) Persen 113
3 Jumlah Rumah Tangga ruta 16 134
4 Jumlah Angkatan Kerja Orang 32 399
5 TPAK Persen 70,21
6 Tingkat Pengangguran Terbuka Persen 5,76
7 Pertumbuhan Ekonomi Persen 2,79
8 PDRB ADHB (juta) Rupiah 6 113 735,00
9 PDRB ADHK (juta) Rupiah 1 849 598,49
10 PDRB per Kapita (juta) Rupiah 86,57
11 Jumlah Penduduk Miskin (ribu) Orang 22,9
12 Persentase Penduduk Miskin Persen 32,58
13 Angka Partisipasi Sekolah 7-12 tahun Persen 93,68 14 Angka Partisipasi Sekolah 13-15 tahun Persen 88,10 15 Angka Partisipasi Sekolah 16-18 tahun Persen 52,63
16 Angka Harapan Hidup Tahun 67,85
17 Rata-rata Lama Sekolah Tahun 8,06
18 Angka Melek Huruf Persen 91,69
19 Paritas Daya Beli (PPP) (ribu) Rupiah 598,18
20 IPM Persen 68,50
http://www.sorongkab.bps.go.id
70 619http://www.sorongkab.bps.go.id
70 619http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
37 502http://www.sorongkab.bps.go.id
37 502 33 117http://www.sorongkab.bps.go.id
33 117http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
rutahttp://www.sorongkab.bps.go.id
rutahttp://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
Oranghttp://www.sorongkab.bps.go.id
Orang Persenhttp://www.sorongkab.bps.go.id
Persenhttp://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
Kapita (juta)http://www.sorongkab.bps.go.id
Kapita (juta) Jumlah Penduduk Miskin (ribu)http://www.sorongkab.bps.go.id
Jumlah Penduduk Miskin (ribu)http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
Persentase Penduduk Miskinhttp://www.sorongkab.bps.go.id
Persentase Penduduk Miskin Angka Partisipasi Sekolah 7
http://www.sorongkab.bps.go.id
Angka Partisipasi Sekolah 7http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
Angka Partisipasi Sekolah 13
http://www.sorongkab.bps.go.id
Angka Partisipasi Sekolah 13Angka Partisipasi Sekolah 13
http://www.sorongkab.bps.go.id
Angka Partisipasi Sekolah 13Penjelasan Teknis
♦
Penduduk adalah semua orang yangberdomisili di wilayah territorial Republik Indonesia selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan menetap.
♦
Kepadatan Penduduk adalah jumlah penduduk di suatu daerah dibagi dengan luas daratan daerah tersebut, biasanya dinyatakan sebagai penduduk per Km2.♦
Rasio Jenis Kelamin(sex ratio) adalah perbandingan antara banyaknya penduduk laki-laki dengan banyaknya penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu. Biasanya dinyatakan dengan banyaknya penduduk laki-laki setiap 100 penduduk perempuan.♦
Rumah Tanggaadalah seseorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik/sensus, dan biasanya tinggal bersama serta pengelolaan makan dari satu dapur. Yang dimaksud makan dari satu dapur adalah sehari-harinya dikelola bersama-sama menjadi satu.♦
Angkatan Kerjaadalah penduduk usia 15 tahun keatas yang bekerja atau sementara tidak bekerja, dan yang sedang mencari pekerjaan.♦
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja adalah perbandingan antara jumlah angkatan kerja dengan jumlah penduduk usia kerja.♦
Tingkat Pengangguran Terbuka adalah perbandingan antara jumlah pencari kerja dengan jumlah angkatan kerja.♦
Angka Kematian Bayi adalahprobabilita/peluang bayi meninggal sebelum mencapai usia satu tahun, dinyatakan dalam per seribu kelahiran.
♦
Angka Kematian Balita adalah peluang bayi meninggal sebelum mencapai usia lima tahun, dinyatakan dalam per seribu kelahiran.♦
Angka Harapan Hidup adalahperkiraan lama hidup rata-rata penduduk dengan asumsi tidak ada perubahan pola mortalitas menurut umur.
http://www.sorongkab.bps.go.id
(sex ratio) adalahhttp://www.sorongkab.bps.go.id
(sex ratio) adalahperbandingan antara banyaknya
http://www.sorongkab.bps.go.id
perbandingan antara banyaknyalaki dengan banyaknya
http://www.sorongkab.bps.go.id
laki dengan banyaknyapenduduk perempuan pada suatu
http://www.sorongkab.bps.go.id
penduduk perempuan pada suatudaerah dan waktu tertentu. Biasanya
http://www.sorongkab.bps.go.id
daerah dan waktu tertentu. Biasanyadinyatakan dengan banyaknya
http://www.sorongkab.bps.go.id
dinyatakan dengan banyaknyapenduduk laki
http://www.sorongkab.bps.go.id
penduduklaki-http://www.sorongkab.bps.go.id
-laki setiap 100http://www.sorongkab.bps.go.id
laki setiap 100 perempuan.http://www.sorongkab.bps.go.id
perempuan.sedang mencari pekerjaan.
http://www.sorongkab.bps.go.id
sedang mencari pekerjaan.Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
http://www.sorongkab.bps.go.id
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja adalah perbandingan antara jumlah
http://www.sorongkab.bps.go.id
adalah perbandingan antara jumlah an kerja dengan jumlah
http://www.sorongkab.bps.go.id
an kerja dengan jumlah penduduk usia kerja.
http://www.sorongkab.bps.go.id
penduduk usia kerja.♦
http://www.sorongkab.bps.go.id
♦
Tingkat Pengangguran Terbukahttp://www.sorongkab.bps.go.id
Tingkat Pengangguran Terbuka adalah perbandingan antara jumlah
http://www.sorongkab.bps.go.id
♦
Angka Melek Huruf adalah perbandingan antara jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis, dengan jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas.♦
Angka Partisipasi Sekolah adalah perbandingan antara jumlah penduduk kelompok usia sekolah (7-12 thn; 13-15 thn; 16-18 thn) yang bersekolah terhadap seluruh penduduk kelompok usia sekolah (7-12 thn; 13-15 thn; 16-18 thn). Bersekolah adalah mereka yang mengikuti pendidikan di jalur formal (SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA atau PT) maupun non formal (paket A, paket B, paket C).♦
Rata-rata Lama Sekolah adalah rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk usia 15 tahun atau lebih untuk menempuh suatu jenjang pendidikan formal yang pernah dijalani.♦
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah indeks komposit dari gabungan 4 (empat) indikator yaitu angka harapan hidup, angka melek huruf, rata-rata lama sekolah dan paritas daya beli.♦
Paritas Daya Beli (PPP)adalah ukuran daya beli penduduk dalam memenuhikebutuhan konsumsi makanan dan non makanan.
♦
Angka Koefisien Gini adalah ukuran kemerataan pendapatan yang dihitung berdasarkan kelas pendapatan. Angka koefisien gini terletak antara 0 (nol) dan 1 (satu). Nol mencerminkan kemerataan sempurna dan satu menggambarkan ketidakmerataan sempurna.♦
Garis Kemiskinan adalah besarnya nilai rupiah pengeluaran per kapita setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan dasar minimum makanan dan nonmakanan yang dibutuhkan oleh seorang individu untuk tetap berada pada kehidupan yang layak.♦
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu wilayah dalam suatu periode tertentu.♦
Produk Domestik Regional Bruto Per Kapita adalah Produk Domestik Regional Bruto dibagi dengan penduduk pertengahan tahun.http://www.sorongkab.bps.go.id
MK/MA atauhttp://www.sorongkab.bps.go.id
MK/MA atauPT) maupun non formal (paket A, paket
http://www.sorongkab.bps.go.id
PT) maupun non formal (paket A, paketrata Lama Sekolah
http://www.sorongkab.bps.go.id
rata Lama Sekolah adalahhttp://www.sorongkab.bps.go.id
adalahrata jumlah tahun yang dihabiskan oleh
http://www.sorongkab.bps.go.id
rata jumlah tahun yang dihabiskan olehpenduduk usia 15 tahun atau lebih
http://www.sorongkab.bps.go.id
penduduk usia 15 tahun atau lebihuntuk menempuh suatu jenjang
http://www.sorongkab.bps.go.id
untuk menempuh suatu jenjangpendidikan formal yang pernah dijalani.
http://www.sorongkab.bps.go.id
pendidikan formal yang pernah dijalani.berdasarkan kelas pendapatan. Angka
http://www.sorongkab.bps.go.id
berdasarkan kelas pendapatan. Angka koefisien gini terletak antara 0 (nol) dan
http://www.sorongkab.bps.go.id
koefisien gini terletak antara 0 (nol) dan 1 (satu). Nol mencerminkan
http://www.sorongkab.bps.go.id
1 (satu). Nol mencerminkan kemerataan sempurna dan satu
http://www.sorongkab.bps.go.id
kemerataan sempurna dan satu menggambarkan ketidakmerataan
http://www.sorongkab.bps.go.id
menggambarkan ketidakmerataan sempurna.http://www.sorongkab.bps.go.id
sempurna.♦
http://www.sorongkab.bps.go.id
♦
Garis Kemiskinanhttp://www.sorongkab.bps.go.id
Garis Kemiskinannilai rupiah pengeluaran per kapita
http://www.sorongkab.bps.go.id
Daftar Isi
Kata Pengantar i
Statistik Kunci ii
Penjelasan Teknis iii
Daftar Isi v
1. Geografi dan Iklim 1 11. Industri Pengolahan 21
2. Pemerintahan 3 12. Konstruksi 22
3. Kependudukan 6 13. Hotel dan Pariwisata 23
4. Ketenagakerjaan 8 14. Transportasi dan Komunikasi 25
5. Pendidikan 10 15. Perbankan dan Investasi 26
6. Kesehatan 12 16. Harga-harga 27
7. Perumahan 14 17. Pengeluaran Penduduk 28
8. Pembangunan Manusia 16 18. Perdagangan 29
9. Pertanian 18 19. Pendapatan Regional 30
10. Pertambangan dan Energi 20 20. Perbandingan Regional 32
Lampiran Tabel 33
http://www.sorongkab.bps.go.id
Industri Pengolahanhttp://www.sorongkab.bps.go.id
Industri Pengolahan Konstruksihttp://www.sorongkab.bps.go.id
Konstruksi 13.http://www.sorongkab.bps.go.id
13. Hotel dan Pariwisatahttp://www.sorongkab.bps.go.id
Hotel dan Pariwisata 14.http://www.sorongkab.bps.go.id
14. 12http://www.sorongkab.bps.go.id
12 14http://www.sorongkab.bps.go.id
14http://www.sorongkab.bps.go.id
Pembangunan Manusiahttp://www.sorongkab.bps.go.id
Pembangunan ManusiaPertambangan dan Energi
http://www.sorongkab.bps.go.id
Pertambangan dan EnergiGEOGRAFI DAN IKLIM
Kabupaten Sorong telah Melahirkan 5 Daerah Otonom Baru
Sebagai salah satu kabupaten induk di Provinsi Papua Barat, Kabupaten Sorong telah mengalami pemekaran menjadi Kota Sorong, Kab.Raja Ampat, Kab.Sorong
Selatan, Kab.Tambrauw, dan Kabupaten Maybrat
1
Kabupaten Sorong adalah salah satukabupaten di Provinsi Papua Barat yang telah melahirkan 5 daerah otonom baru yaitu Kota Sorong, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Tambrauw. Luas wilayah Kabupaten ini ± 13.603,46 Km2, terbagi dalam wilayah daratan seluas 8.457,10 Km2 dan wilayah lautan seluas 5.146,36 Km2.
Secara geografis, Kabupaten Sorong pada koordinat 130O 40’ 49” hingga 132O13’ 48” Bujur Timur dan 00O 33’ 42” hingga 01O 35’ 29” Lintang Selatan. Sedangkan batas administratif Kabupaten Sorong adalah:
•
Utara : Samudera Pasifik dan SelatDampir.
•
Selatan : Laut Seram•
Timur : Kabupaten Tambrauw dan Kabupaten Sorong Selatan•
Barat : Kota Sorong, Kabupaten Raja Ampat dan Laut Seram.Wilayah administrasi Kabupaten Sorong terdiri dari 19 distrik, 13 kelurahan dan 121 desa/kampung dengan Aimas sebagai ibukota kabupaten.
Gambar 1.1. Peta Kabupaten Sorong
Gambar 1.2. Luas Wilayah Kabupaten Sorong (Daratan dan Lautan), Km2
Sumber : Hasil Pembacaan Peta Rupa Bumi Bakosurtanal Skala 1:250.000 Pulau utama 8,354.07 Km2 pulau -pulau kecil 103.03 Km2 Lautan 5,146.36 Km2
Nama Sorong diambil dari nama sebuah perusahaan eksploitasi minyak belanda yaitu Seismic Ondersub Oil Niew Guines (Sorong)
http://www.sorongkab.bps.go.id
Selathttp://www.sorongkab.bps.go.id
Selat Thttp://www.sorongkab.bps.go.id
Tambrauw danhttp://www.sorongkab.bps.go.id
ambrauw dan Sorong Selatanhttp://www.sorongkab.bps.go.id
Sorong SelatanKota Sorong, Kabupaten Raja
http://www.sorongkab.bps.go.id
Kota Sorong, Kabupaten RajaAmpat dan Laut Seram.
http://www.sorongkab.bps.go.id
Ampat dan Laut Seram.Wilayah administrasi Kabupaten
http://www.sorongkab.bps.go.id
Wilayah administrasi Kabupatenterdiri dari 19 distrik, 1
http://www.sorongkab.bps.go.id
terdiri dari 19 distrik, 1http://www.sorongkab.bps.go.id
GEOGRAFI DAN IKLIM
Selama Lebih dari 9 Bulan Diguyur Hujan
Kabupaten Sorong memiliki curah hujan yang cukup tinggi. Hal ini ditandai dengan jumlah hari hujan yang terjadi selama tahun 2010 sebanyak 286 hari atau setara dengan 9 bulan lebih.
1
Tabel 1.1. Statistik Iklim Kabupaten Sorong 2009 – 2010
Uraian
2009
2010
(1) (2) (3)
Suhu Udara Maksimum (o
C) 31.49 31.60 Suhu Udara Minimum (o
C) 23.98 23.10
Rata-rata Suhu Udara (o
C) 26.30 27.30
Rata-rata Kelembaban Udara
(%) 85.33 85.33
Rata-rata Tekanan Udara (mbs) 1008.8 1008.8 Curah Hujan (mm) 2345.1 4306
Hari Hujan (hari) 214 286
Rata-rata Penyinaran Matahari
(%) 57.5 57.5
Sumber : Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sorong
Gambar 1.3. Peta Topografi Kabupaten Sorong
Sumber : BP3MD Kabupaten Sorong
Dengan batas di sebelah utara dan selatan adalah laut, serta di sebelah timur adalah pegunungan Tambrauw maka secara umum bentuk permukaan bumi atau morfologi wilayah Kabupaten Sorong adalah dataran rendah disebelah barat dan makin ke timur merupakan pegunungan atau dataran tinggi. Sekitar 25% dari wilayah kabupaten ini merupakan dataran rendah dan berawa dengan ketinggian 0-100 meter di atas permukaan laut dan sekitar 60% memiliki morfologi bergelombang hingga pegunungan.
Kabupaten Sorong pada umumnya beriklim tropis yang lembab dan panas. Pada tahun 2010, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sorong mencatat suhu maksimal Kabupaten Sorong sebesar 31,6oC dan suhu minimum sebesar 23,1oC dengan kelembaban udara rata-rata sebesar 85,33%.
Curah hujan di Kabupaten Sorong selama tahun 2010 cukup tinggi jika dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 4.306 mm pertahun. Sedangkan jumlah hari hujan selama 2010 sebanyak 286 hari atau hampir setara dengan 9 bulan. Sehingga dapat dikatakan bahwa selama tahun 2010 hampir 9 bulan Kabupaten Sorong diguyur hujan.
http://www.sorongkab.bps.go.id
rendah disebelah barat dan makin ke timur
http://www.sorongkab.bps.go.id
rendah disebelah barat dan makin ke timur pegunungan atau dataran tinggi.
http://www.sorongkab.bps.go.id
pegunungan atau dataran tinggi. dari
http://www.sorongkab.bps.go.id
dari wilayah kabupaten ini
http://www.sorongkab.bps.go.id
wilayah kabupaten ini
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
Klimatologi dan Geofisika
http://www.sorongkab.bps.go.id
Klimatologi dan GeofisikaGambar 1.3. Peta Topografi Kabupaten
http://www.sorongkab.bps.go.id
Gambar 1.3. Peta Topografi Kabupatenmerupakan dataran rendah dan berawa
http://www.sorongkab.bps.go.id
merupakan dataran rendah dan berawa dengan ketinggian
http://www.sorongkab.bps.go.id
dengan ketinggian permukaan lauthttp://www.sorongkab.bps.go.id
permukaan lautmorfologi bergelombang hingga pegunungan.
http://www.sorongkab.bps.go.id
morfologi bergelombang hingga pegunungan. Kabupaten Sorong pada umumnya
http://www.sorongkab.bps.go.id
Kabupaten Sorong pada umumnya beriklim tropis yang lembab
http://www.sorongkab.bps.go.id
beriklim tropis yang lembab tahun 2010http://www.sorongkab.bps.go.id
tahun 2010PEMERINTAHAN
Tak Akan Habis Hanya Karena Pemekaran
Kendati telah mekar menjadi Kabupaten Tambrauw, Jumlah distrik di Kabupaten Sorong justru bertambah menjadi 19 distrik dan menempati posisi ketiga
Kabupaten dengan jumlah distrik terbanyak se-Papua Barat
2
Kabupaten Sorong merupakan salah satu kabupaten induk di Provinsi Papua Barat. Selama berdirinya Kabupaten ini telah melahirkan 5 daerah otonom baru. Daerah otonom yang pertama dimekarkan oleh Kabupaten Sorong adalah Kota Sorong pada tahun 1999. Tiga tahun kemudian Kabupaten Sorong mekar menjadi Kabupaten Raja Ampat dan Kabupaten Sorong Selatan. Dan daerah otonom terakhir yang dilahirkan oleh Kabupaten Sorong adalah Kabupaten Tambrauw, yaitu pada tahun 2008. Sedangkan pada tahun 2009 Kabupaten Sorong Selatan yang merupakan kabupaten pecahan dari Kabupaten Sorong mengalami pemekaran menjadi Kabupaten Maybrat.
Jika dilihat struktur hierarki dalam pembagian administrasi pemerintahan Kabupaten Sorong terdiri dari distrik/kecamatan, kelurahan dan desa. Sebelum resmi berpisah dengan Kabupaten Tambrauw, wilayah administasi Kabupaten Sorong terdiri atas 16 distrik, 5 kelurahan dan 105 desa. Sedangkan setelah mengalami pemekaran, wilayah administrasi Kabupaten Sorong justru mengalami peningkatan menjadi 19 distrik, 13 kelurahan dan 121 desa pada tahun 2009 dan 2010. Hal ini disebabkan adanya pemekaran beberapa distrik dan kampung yang masih tetap menjadi wilayah Kabupaten Sorong.
Gambar 2.1. Sejarah Pemekaran Wilayah Kabupaten Sorong
Gambar 2.2. Jumlah Distrik, Kelurahan dan Desa di Kabupaten Sorong 2008-2010
Sumber: Kabupaten Sorong Dalam Angka 2011
Kabupaten Sorong
Kota Sorong (Tahun 1999) Raja Ampat (Tahun 2002) Sorong Selatan (Tahun 2002) Maybrat (Tahun 2009) Tambrauw (Tahun 2008) 0 50 100 150 2008 (sebelum pemekaran) 2009 (setelah pemekaran) 2010 16 19 19 5 13 13 105 121 121Distrik Kelurahan Desa
Tanggal 14 Juni adalah Hari Ulang Tahun Kabupaten
Sorong
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
Sorong Selatan yang merupakan kabupatenhttp://www.sorongkab.bps.go.id
Sorong Selatan yang merupakan kabupatenpecahan dari Kabupaten Sorong mengalami
http://www.sorongkab.bps.go.id
pecahan dari Kabupaten Sorong mengalamipemekaran menjadi Kabupaten Maybrat.
http://www.sorongkab.bps.go.id
pemekaran menjadi Kabupaten Maybrat.Jika dilihat struktur hierarki dalam
http://www.sorongkab.bps.go.id
Jika dilihat struktur hierarki dalamn administrasi pemerintahan
http://www.sorongkab.bps.go.id
n administrasi pemerintahanKabupaten Sorong terdiri dari
http://www.sorongkab.bps.go.id
Kabupaten Sorong terdiri daridistrik/kecamatan, kelurahan dan desa.
http://www.sorongkab.bps.go.id
distrik/kecamatan, kelurahan dan desa.Sebelum resmi berpisah dengan Kabupaten
http://www.sorongkab.bps.go.id
Sebelum resmi berpisah dengan KabupatenTambrauw, wilayah administasi Kabupaten
http://www.sorongkab.bps.go.id
Tambrauw, wilayah administasi KabupatenSorong terdiri atas 16 distrik, 5 kelurahan dan
http://www.sorongkab.bps.go.id
Sorong terdiri atas 16 distrik, 5 kelurahan danhttp://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
(Tahun
http://www.sorongkab.bps.go.id
(Tahun 2002)http://www.sorongkab.bps.go.id
2002)http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
Soronghttp://www.sorongkab.bps.go.id
Sorong Selatanhttp://www.sorongkab.bps.go.id
Selatan (Tahunhttp://www.sorongkab.bps.go.id
(Tahunhttp://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
PEMERINTAHAN
Kualitas PNS Pemda Kabupaten Sorong Relatif Cukup Baik
Dengan jumlah PNS berpendidikan sarjana sekitar 60% atau lebih banyak daripada yang berpendidikan SLTA ke bawah maka dapat dikatakan bahwa kualitas pendidikan PNS di Kabupaten Sorong relatif cukup baik
2
Gambar 2.3. Persentase PNS Pemda Kabupaten Sorong menurut Jenis Kelamin, 2010
Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sorong
Gambar 2.4. Persentase PNS Pemda Kabupaten Sorong menurut Tingkat Pendidikan, 2010
Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sorong
Komposisi Pegawai Pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Sorong terdiri atas 35,52 persen berjenis kelamin perempuan dan 64,48 persen berjenis kelamin laki-laki. Dilihat dari komposisinya ini terlihat bahwa jumlah PNS laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan PNS perempuan. Sehingga diperoleh informasi bahwa kesetaraan gender dalam pemerintahan di Kabupaten Sorong belum menunjukan kemerataan.
Tingkat pendidikan yang ditamatkan pegawai adalah salah satu aspek yang menentukan kualitas PNS. Berdasarkan tingkat pendidikan, sekitar 60,95 persen pegawai berlatar pendidikan sarjana yang terbagi menjadi 21,72 persen berpendidikan diploma dan 39,23 persen berpendidikan S1 dan S2. Sekitar 32,47 persen pegawai berpendidikan SMA. Sedangkan persentase PNS yang berpendidikan rendah (SD dan SMP) sekitar 6,58 persen. Dilihat dari komposisi pegawai berdasarkan tingkat pendidikan ini terlihat bahwa PNS dengan tingkat pendidikan tinggi (di atas SMA) lebih banyak dibandingkan PNS dengan tingkat pendidikan rendah, sehingga dapat diinformasikan bahwa kualitas SDM di lingkungan pemda Kabupaten Sorong cukup baik. Laki-laki 64,48 Peremp uan 35,52 SD 2,96 SMP 3,62 SMA 32,47 D1 0,05 D2 4,97 D3 16,61 0,09 D4 S1 36,46 S2 2,77
Selama 44 tahun berdiri, Kabupaten Sorong telah dipimpin oleh 9 orang kepala
daerah
http://www.sorongkab.bps.go.id
laki lebih banyak dibandingkan
http://www.sorongkab.bps.go.id
laki lebih banyak dibandingkan n PNS perempuan. Sehingga
http://www.sorongkab.bps.go.id
n PNS perempuan. Sehinggakesetaraan gender dalam
http://www.sorongkab.bps.go.id
kesetaraan gender dalam pemerintahan di Kabupaten Sorong belum
http://www.sorongkab.bps.go.id
pemerintahan di Kabupaten Sorong belum menunjukan kemerataan.
http://www.sorongkab.bps.go.id
menunjukan kemerataan.Tingkat pendidikan yang ditamatkan
http://www.sorongkab.bps.go.id
Tingkat pendidikan yang ditamatkan pegawai adalah salah satu aspek yang
http://www.sorongkab.bps.go.id
pegawai adalah salah satu aspek yang menentukan kualitas PNS.
http://www.sorongkab.bps.go.id
menentukan kualitas PNS. tingkathttp://www.sorongkab.bps.go.id
tingkathttp://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
SDhttp://www.sorongkab.bps.go.id
2,96SDhttp://www.sorongkab.bps.go.id
2,96 0,09http://www.sorongkab.bps.go.id
0,09 S1http://www.sorongkab.bps.go.id
S1 36,46http://www.sorongkab.bps.go.id
36,46http://www.sorongkab.bps.go.id
PEMERINTAHAN
Jumlah Perempuan di DPRD Kabupaten Sorong Hanya 1 orang
Dari 20 kursi yang diperebutkan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten
Sorong, hanya 1 kursi yang diduduki oleh perempuan
2
Peta perpolitikan di parlemen (DPRD) Kabupaten Sorong didominasi oleh Fraksi Golkar dengan menempati 10 kursi atau setengah dari total kursi yang tersedia. Posisi kedua adalah Fraksi Kerakyatan yang menempati 4 kursi parlemen. Sedangkan Fraksi Demokrat dan Fraksi Pembaharuan Bangsa berada di posisi ketiga dengan jatah kursi masing-masing 3.
Jika dilihat dari sisi gender, jumlah keterwakilan perempuan dalam DPRD Kabupaten Sorong belum merata. Jumlah perempuan yang duduk di kursi DPRD Kabupaten Sorong hanya berjumlah 1 orang saja dari 20 kursi yang tersedia. Hal ini menyiratkan arti bahwa masih terjadi ketimpangan gender dalam perpolitikan di Kabupaten Sorong.
Sedangkan jika dilihat dari sisi tingkat pendidikan terakhir yang ditamatkan oleh anggota DPRD Kabupaten Sorong, terdapat 55 persen atau 11 orang memiliki tingkat pendidikan SLTA. Sedangkan 45 persen anggota DPRD Kabupaten Sorong berpendidikan terakhir sarjana, yang terbagi menjadi 30 persen atau 6 orang berpendidikan S1 dan 15 persen atau 3 orang berpendidikan S2.
Tabel 2.5 . Jumlah Anggota DPRD Kabupaten Sorong menurut Fraksi dan Jenis Kelamin
Sumber : Sekretariat DPRD Kabupaten Sorong
Tabel 2.6. Jumlah dan Persentase Anggota DPRD Kabupaten Sorong menurut Tingkat
Pendidikan, 2010
Sumber : Sekretariat DPRD Kabupaten Sorong
0 5 10 Golkar Demokrat Kerakyatan Pembaharuan Bangsa 9 3 4 3 1 Perempuan Laki-laki SLTA 11 55% S1 6 30% S2 3 15%
Ketua DPRD yang sekarang telah menjadi ketua DPRD Kabupaten Sorong selama 2
periode
2
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
1 oranghttp://www.sorongkab.bps.go.id
1 orangsaja dari 20 kursi yang tersedia. Hal ini
http://www.sorongkab.bps.go.id
saja dari 20 kursi yang tersedia. Hal inimenyiratkan arti bahwa masih terjadi
http://www.sorongkab.bps.go.id
menyiratkan arti bahwa masih terjadian gender dalam perpolitikan di
http://www.sorongkab.bps.go.id
an gender dalam perpolitikan diSedangkan jika dilihat dari sisi tingkat
http://www.sorongkab.bps.go.id
Sedangkan jika dilihat dari sisi tingkatyang ditamatkan oleh
http://www.sorongkab.bps.go.id
yang ditamatkan olehanggota DPRD Kabupaten Sorong,
http://www.sorongkab.bps.go.id
anggota DPRD Kabupaten Sorong,55 persen atau 11 orang memiliki tingkat
http://www.sorongkab.bps.go.id
55 persen atau 11 orang memiliki tingkatpendidikan SLTA. Sedangkan 45 persen
http://www.sorongkab.bps.go.id
pendidikan SLTA. Sedangkan 45 persenSumber :
http://www.sorongkab.bps.go.id
Sumber : Sekretariat DPRD Kabupaten Soronghttp://www.sorongkab.bps.go.id
Sekretariat DPRD Kabupaten Sorong0
http://www.sorongkab.bps.go.id
0 3http://www.sorongkab.bps.go.id
3 4http://www.sorongkab.bps.go.id
4 1http://www.sorongkab.bps.go.id
1http://www.sorongkab.bps.go.id
Perempuanhttp://www.sorongkab.bps.go.id
Perempuanhttp://www.sorongkab.bps.go.id
KEPENDUDUKAN
Kabupaten Sorong didominasi Penduduk Usia Produktif
Dari 70.619 jiwa penduduk Kabupaten Sorong, sekitar 62,42 persen penduduk Kabupaten Sorong berada pada kelompok umur 15-64 tahun atau usia produktif
3
Gambar 3.1. Piramida Penduduk Kabupaten Sorong, 2010
Sumber: Hasil Sensus Penduduk 2010
Tabel 3.1. Indikator Kependudukan Kabupaten Sorong Tahun 2010
Uraian Satuan 2010
Jumlah Penduduk jiwa 70 619
Laki-laki Jiwa 37 502
Perempuan jiwa 33 117
Sex Ratio (L/P) % 113.24
Penduduk Menurut Kelompok Umur
0 – 14 Tahun % 34.98
15 – 64 Tahun % 62.42
65+ Tahun % 2.60
Kepadatan Penduduk Jiwa/Km2 5.19 Laju Pertumbuhan
Penduduk (2000-2010) % 1.17 Jumlah Rumah tangga ruta 16 134 Rata-rata anggota rumah
tangga Jiwa/ruta 4.38
Sumber: Hasil Sensus Penduduk 2010
Komposisi penduduk Kabupaten Sorong didominasi oleh penduduk usia muda. Hal ini dapat dilihat dari bentuk piramida penduduk Kabupaten Sorong yang besar di bagian bawah dan semakin ke atas semakin mengerucut. Jika dilihat persentase penduduk usia produktif (15-64 tahun) dan bukan usia produktif (0-14 tahun dan 65 tahun keatas), maka 62,42 persen penduduk Kabupaten Sorong merupakan penduduk usia produktif sedangkan sisanya sebesar 37,58 persen adalah penduduk bukan usia produktif. Hal ini dapat menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam kebijakan penyediaan lapangan pekerjaan.
Jumlah penduduk Kabupaten Sorong pada tahun 2010 sebanyak 70.619 jiwa Berdasarkan rasio jenis kelamin, penduduk Kabupaten Sorong didominasi oleh penduduk laki-laki dengan jumlah 13,24 persen lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk perempuan. Sedangkan banyaknya rumah tangga yang terdapat di Kabupaten Sorong sebanyak 16.134 rumah tangga dengan masing-masing rumah tangga dihuni oleh sekitar 4 orang.
Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Sorong adalah yang terkecil kedua di Papua Barat setelah Kab.Tambrauw
6.000 4.000 2.000 0 2.000 4.000 6.000 0 - 4 10 - 14 20 - 24 30 - 34 40 - 44 50 - 54 60 - 64 70 - 74
http://www.sorongkab.bps.go.id
abel 3.1. Indikator Kependudukan Kabupaten
http://www.sorongkab.bps.go.id
abel 3.1. Indikator Kependudukan KabupatenSatuan
http://www.sorongkab.bps.go.id
Satuanhttp://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
jiwahttp://www.sorongkab.bps.go.id
jiwahttp://www.sorongkab.bps.go.id
Jiwahttp://www.sorongkab.bps.go.id
Jiwahttp://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
Penduduk Menurut Kelompok Umur
http://www.sorongkab.bps.go.id
Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jika dilihat persentase penduduk
http://www.sorongkab.bps.go.id
Jika dilihat persentase penduduk 64 tahun)
http://www.sorongkab.bps.go.id
64 tahun) dan bukan usia
http://www.sorongkab.bps.go.id
dan bukan usia 14 tahun dan 65 tahun keatas)
http://www.sorongkab.bps.go.id
14 tahun dan 65 tahun keatas) 62,42 persen penduduk
http://www.sorongkab.bps.go.id
62,42 persen pendudukme
http://www.sorongkab.bps.go.id
merupakan penduduk usia produktif
http://www.sorongkab.bps.go.id
rupakan penduduk usia produktif sedangkan sisanya sebesar 37,58 persen
http://www.sorongkab.bps.go.id
sedangkan sisanya sebesar 37,58 persen adalah penduduk bukan usia produktif.
http://www.sorongkab.bps.go.id
adalah penduduk bukan usia produktif. ini dapat menjadi pedoman bagi pemerintah
http://www.sorongkab.bps.go.id
ini dapat menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam kebijakan penyediaan
http://www.sorongkab.bps.go.id
KEPENDUDUKAN
Aimas dan Mariat daerah terpadat di Kabupaten Sorong
Dengan akses transportasi dan komunikasi yang lebih baik daripada distrik yang lainnya menjadikan Distrik Aimas dan Mariat sebagai daerah yang terpadat dan diKabupaten Sorong, dengan tingkat kepadatan 88 hingga 89 jiwa setiap Km2
3
Menurut sebaran penduduk KabupatenSorong, dominan penduduk Kabupaten Sorong berada di Distrik Aimas, yaitu sekitar 28,19 persen. Selain Aimas, Distrik Mariat, Mayamuk dan Salawati adalah 3 daerah yang juga memiliki sebaran penduduk cukup tinggi, yaitu masing-masing 14,77 %, 14,14 % dan 12,96 %. Tingginya sebaran penduduk di keempat distrik ini kemungkinan disebabkan karena keempat daerah ini merupakan daerah transmigrasi dan memiliki akses transportasi dan komunikasi yang sudah baik dibandingkan distrik lainnya sehingga menjadi faktor penarik arus migrasi masuk.
Dibandingkan keempat distrik di atas, distrik-distrik yang lainnya hanya memiliki distribusi sebaran penduduk di bawah 12 persen bahkan hingga 0,4 persen.
Jika dilihat dari kepadatan penduduknya, setiap Km2 di Kabupaten Sorong dihuni oleh 5 jiwa. Daerah Aimas dan Mariat merupakan daerah yang memiliki kepadatan penduduk tertinggi yaitu masing-masing 89 jiwa dan 88 jiwa per Km2. Distrik Mayamuk menempati posisi ketiga daerah dengan kepadatan penduduk tertinggi yaitu dengan kepadatan penduduk 46 jiwa setiap Km2. Sementara distrik-distrik lainnya, kecuali Distrik Salawati,Klamono dan Salawati Timur, memiliki kepadatan penduduk yang cukup kecil yaitu hanya 1 hingga 2 jiwa per Km2.
Gambar 3.2. Persentase Distribusi Sebaran Penduduk Kabupaten Sorong 2010
Sumber: Hasil Sensus Penduduk 2010
Gambar 3.3. Peta Kepadatan Penduduk Kabupaten Sorong, 2010 2,43 0,43 3,02 0,59 1,43 6,35 0,90 0,85 12,96 14,14 2,76 4,37 1,94 2,91 28,19 14,77 1,40 0,56 0,00 5,00 10,00 15,00 20,00 25,00 30,00 Moraid Klaso MakbonKlayili Beraur Klamono Klabot Klawak Salawati Mayamuk SaltimSeget Segun Salsel Aimas Mariat Sayosa Maudus Sebaran penduduk Kabupaten Sorong menempati posisi ke-3 tertinggi se-Papua Barat
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
Dibandingkan keempat distrik di atas,http://www.sorongkab.bps.go.id
Dibandingkan keempat distrik di atas,memiliki
http://www.sorongkab.bps.go.id
memilikidistribusi sebaran penduduk di bawah
http://www.sorongkab.bps.go.id
distribusi sebaran penduduk di bawahpersen bahkan hingga 0,4 persen
http://www.sorongkab.bps.go.id
persen bahkan hingga 0,4 persen.http://www.sorongkab.bps.go.id
.ika dilihat dari kepadatan
http://www.sorongkab.bps.go.id
ika dilihat dari kepadatan, setiap Km
http://www.sorongkab.bps.go.id
, setiap Km2http://www.sorongkab.bps.go.id
2
Sorong dihuni oleh 5 jiwa
http://www.sorongkab.bps.go.id
Sorong dihuni oleh 5 jiwa. Daerah Aimas danhttp://www.sorongkab.bps.go.id
. Daerah Aimas danMariat merupakan daerah yang memiliki
http://www.sorongkab.bps.go.id
Mariat merupakan daerah yang memilikikepadatan penduduk tertinggi ya
http://www.sorongkab.bps.go.id
kepadatan penduduk tertinggi yaSumber: Hasil Sensus Penduduk 2010
http://www.sorongkab.bps.go.id
Sumber: Hasil Sensus Penduduk 2010
0,59
http://www.sorongkab.bps.go.id
0,59 1,43http://www.sorongkab.bps.go.id
1,43 6,35http://www.sorongkab.bps.go.id
6,35 0,90http://www.sorongkab.bps.go.id
0,90 12,96http://www.sorongkab.bps.go.id
12,96 14,14http://www.sorongkab.bps.go.id
14,14 Moraidhttp://www.sorongkab.bps.go.id
Moraid Klasohttp://www.sorongkab.bps.go.id
Klaso Makbonhttp://www.sorongkab.bps.go.id
MakbonKlayilihttp://www.sorongkab.bps.go.id
Klayilihttp://www.sorongkab.bps.go.id
KETENAGAKERJAAN
Dominan Penduduk Bekerja Berpendidikan Rendah
Dari 30.532 penduduk yang bekerja, sekitar 64,67 persen memiliki latar belakang pendidikan rendah atau SLTP ke bawah. Dan hanya sekitar 7,19 persen yang berlatar belakang pendidikan diploma dan sarjana.
4
Tabel 4.1 Indikator Ketenagakerjaan Kabupaten Sorong, 2009 - 2010
Uraian Satuan 2009* 2010
(1) (2) (3) (4)
Bekerja Orang 45 717 30 532 Pengangguran Orang 2 389 1 867 Angkatan Kerja Orang 48 106 32 399 Bukan
Angkatan Kerja Orang 23 865 13 745 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Persen 4.97 5.76 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Persen 66.84 70.21
Catatan : *) masih tergabung dengan Kab. Tambrauw Sumber: Sakernas Agustus, 2009 - 2010
Gambar 4.1. Penduduk Bekerja menurut Pendidikan, 2010
Sumber: Sakernas Agustus, 2010
Dari total penduduk usia kerja di Kabupaten Sorong pada tahun 2010, lebih dari 70 persen atau sekitar 32.399 jiwa merupakan angkatan kerja. Dari total angkatan kerja tersebut sekitar 30,58 persen merupakan penduduk usia muda 15-29 tahun dan 51,39 persen merupakan penduduk usia 30-49 tahun, sedangkan sisanya merupakan penduduk usia 50 tahun keatas.
Sedangkan dari total penduduk Kabupaten Sorong yang masuk dalam angkatan kerja, terdapat 94,24 persen atau 30.532 jiwa yang sudah terserap dalam dunia kerja atau telah berstatus bekerja sedangkan sisanya sebesar 5,76 persen atau sekitar 1.867 jiwa masih belum terserap dalam pasar tenaga kerja atau dengan kata lain masih berstatus pengangguran. Dari jumlah penduduk yang menganggur ini, mayoritas berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 1.444 orang (77 persen) sedangkan sisanya sebanyak 423 orang atau 23 persen berjenis kelamin perempuan.
Jika dilihat dari latar belakang pendidikan, penduduk Kabupaten Sorong yang bekerja dominan berpendidikan rendah (di bawah SLTA) yaitu sekitar 64,67 persen. Sedangkan yang berpendidikan diploma dan sarjana hanya sekitar 7,19 persen dari total penduduk yang berstatus bekerja.
dibawah SD 26,02 SD 19,10 SLTP 19,55 SLTA 28,14 Diploma/ Sarjana 7,19
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
Catatan : *) masih tergabung dengan Kab. Tambrauwhttp://www.sorongkab.bps.go.id
Catatan : *) masih tergabung dengan Kab. Tambrauw
.1. Penduduk Bekerja menurut
http://www.sorongkab.bps.go.id
.1. Penduduk Bekerja menurutPendidikan, 2010
http://www.sorongkab.bps.go.id
Pendidikan, 2010erupakan penduduk usia muda 15
http://www.sorongkab.bps.go.id
erupakan penduduk usia muda 15dan 51,39 persen merupakan penduduk usia
http://www.sorongkab.bps.go.id
dan 51,39 persen merupakan penduduk usia 49 tahun, sedangkan sisanya merupakan
http://www.sorongkab.bps.go.id
49 tahun, sedangkan sisanya merupakan penduduk usia 50 tahun keatas.
http://www.sorongkab.bps.go.id
penduduk usia 50 tahun keatas.Sedangkan dari
http://www.sorongkab.bps.go.id
Sedangkan dariKabupaten Sorong yang masuk dalam
http://www.sorongkab.bps.go.id
Kabupaten Sorong yang masuk dalam angkatan kerja, terdapat 94,24 persen atau
http://www.sorongkab.bps.go.id
angkatan kerja, terdapat 94,24 persen atau 30.532 jiwa
http://www.sorongkab.bps.go.id
30.532 jiwakerja atau telah berstatus bekerja sedangkan
http://www.sorongkab.bps.go.id
kerja atau telah berstatus bekerja sedangkan sisanya sebesar 5,76
http://www.sorongkab.bps.go.id
sisanya sebesar 5,76http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
SLTPhttp://www.sorongkab.bps.go.id
SLTP SLTPhttp://www.sorongkab.bps.go.id
SLTP 19,55http://www.sorongkab.bps.go.id
19,55http://www.sorongkab.bps.go.id
KETENAGAKERJAAN
Lulusan SLTA di Kabupaten Sorong Banyak yang Menganggur
Dari 1.867 penduduk Kabupaten Sorong yang berstatus pengangguran, ternyataterdapat 49,38 persen yang memiliki latar belakang pendidikan SLTA.
4
Menurut latar belakang tingkat pendidikan, mayoritas pengangguran memiliki tingkat pendidikan terakhir SLTA ke atas. Sebesar 54,52 persen pengangguran berasal dari latar belakang pendidikan tersebut, dengan rincian 49,38 persen berpendidikan SLTA dan hanya 5,14 persen berpendidikan diploma/sarjana. Rendahnya persentase pengangguran untuk pendidikan diploma dan sarjana diduga karena semakin banyaknya lapangan kerja yang hanya membuka lowongan bagi yang berpendidikan diploma atau sarjana.
Bila ditinjau dari TPT menurut pendidikan, TPT untuk SLTA ke atas sebesar 13,88 persen dan apabila dipisahkan maka diperoleh TPT untuk SLTA lebih TPT diploma/sarjana yaitu sebesar 9,69 persen sedangkan TPT diploma/sarjana sebesar 4,19 persen. Untuk TPT tingkat pendidikan di bawah SLTA, terlihat semakin rendah tingkat pendidikannya maka semakin rendah pula tingkat pengangguran terbukanya.
Rendahnya TPT pada level pendidikan di bawah SLTA diduga karena penduduk pada level pendidikan ini banyak yang terserap pada lapangan pekerjaan di sektor pertanian dan sektor informal lainnya serta diduga mereka yang berada pada level pendidikan ini memiliki kecenderungan yang sangat kecil dalam memilih-milih pekerjaan.
Gambar 4.2. Persentase Pengangguran menurut Tingkat Pendidikan, 2010
Sumber : Sakernas Agustus, 2010
Gambar 4.3. Tingkat PengangguranTerbuka (TPT) menurut Tingkat Pendidikan, 2010
Sumber: Sakernas Agustus, 2010
< SD 10,18 SD 14,41 SLTP 20,89 SLTA 49,38 Diploma/ Sarjana 5,14 0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 < SD SD SLTP SLTA > SLTA 2,34 4,41 6,13 9,69 4,19
TPT SLTA = 9,69 persen berarti bahwa dari setiap 100 orang angkatan kerja yang berlatar belakang pendidikan SLTA, terdapat 9 hingga 10 orang diantaranya berstatus pengangguran
http://www.sorongkab.bps.go.id
Bila ditinjau dari TPT menurut
http://www.sorongkab.bps.go.id
Bila ditinjau dari TPT menurutuntuk SLTA ke atas sebesar
http://www.sorongkab.bps.go.id
untuk SLTA ke atas sebesarpersen dan apabila dipisahkan maka
http://www.sorongkab.bps.go.id
persen dan apabila dipisahkan makadiperoleh TPT untuk SLTA lebih TPT
http://www.sorongkab.bps.go.id
diperoleh TPT untuk SLTA lebih TPTdiploma/sarjana yaitu sebesar 9,69 persen
http://www.sorongkab.bps.go.id
diploma/sarjana yaitu sebesar 9,69 persensedangkan TPT diploma/sarjana sebesar
http://www.sorongkab.bps.go.id
sedangkan TPT diploma/sarjana sebesar4,19 persen. Untuk TPT tingkat pendidikan di
http://www.sorongkab.bps.go.id
4,19 persen. Untuk TPT tingkat pendidikan dibawah SLTA, terlihat semakin rendah tingkat
http://www.sorongkab.bps.go.id
bawah SLTA, terlihat semakin rendah tingkatpendidikannya maka semakin rendah pula
http://www.sorongkab.bps.go.id
pendidikannya maka semakin rendah pulatingkat pengangguran terbukanya.
http://www.sorongkab.bps.go.id
tingkat pengangguran terbukanya.Sumber : Sakernas Agustus, 2010
http://www.sorongkab.bps.go.id
Sumber : Sakernas Agustus, 2010Gambar 4.3. Tingkat PengangguranTerbuka
http://www.sorongkab.bps.go.id
Gambar 4.3. Tingkat PengangguranTerbuka (TPT) menurut Tingkat Pendidikan, 2010
http://www.sorongkab.bps.go.id
(TPT) menurut Tingkat Pendidikan, 2010
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
< SDhttp://www.sorongkab.bps.go.id
< SD 10,18http://www.sorongkab.bps.go.id
10,18http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
PENDIDIKAN
Sekolah Dasar Di Kabupaten Sorong Kekurangan Ruang Kelas
Jika dibandingkan antara jumlah sekolah dengan jumlah ruang kelas maka setiap sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sorong rata-rata memiliki 5 buah ruang kelas sehingga memungkinkan adanya 1 buah ruang kelas dipergunakan untuk 2 kelas.
5
Tabel 5.1 Indikator Pendidikan Kabupaten Sorong, 2010
Uraian SD/MI SLTP/MTs SMU/MA/ SMK (1) (2) (3) (4) Jumlah Sekolah 124 31 24 Jumlah Guru 693 335 238 Jumlah Murid 15 236 4 734 2 567 Jumlah Kelas 650 183 151 Rasio Murid-Sekolah 122.87 152.71 106.96 Rasio Murid-Guru 21.99 14.13 10.79
Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong
Sesuai amanat negara yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 bahwa pemerintah berkewajiban memberikan pendidikan bagi setiap warga negara Indonesia. Agar tujuan ini dapat tercapai, perlu ditunjang ketersediaan fasilitas pendidikan. Pada tahun 2010 tercatat jumlah sekolah SD di Kabupaten Sorong sebanyak 124 sekolah dengan jumlah murid sebanyak 15.236 siswa. Sedangkan SLTA dan SMK memiliki jumlah yang lebih sedikit yaitu sebanyak 24 sekolah dengan jumlah murid 2.567 siswa.
Jika dilihat daya tampung sekolah terhadap murid (Rasio Murid-Sekolah) untuk jenjang SD diperoleh setiap SD dapat menampung sekitar 122 hingga 123 murid dengan setiap sekolah hanya memiliki 5 kelas saja. Hal ini berarti bahwa terdapat 1 ruang kelas yang dipergunakan untuk 2 kelas. Sedangkan untuk jenjang SLTP memiliki daya tampung yang lebih besar lagi yaitu sebanyak 152 hingga 153 murid setiap SLTP yang ada di Kabupaten Sorong. Setiap SLTP memiliki 5 hingga 6 kelas. Jika dilihat dari ketersediaan guru (Rasio Murid-Guru), Kabupaten Sorong masih dikatakan kekurangan guru terutama untuk jenjang SLTA. Sebuah SLTA rata-rata memiliki 10 hingga 11 guru, sehingga seorang guru dimungkinkan mengajar lebih dari 1 mata pelajaran.
Rasio murid terhadap guru jenjang SD = 21,99 berarti bahwa pada jenjang SD, seorang guru
rata-rata bisa mengajar 21 hingga 22 murid
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
perlu ditunjang ketersediaan fasilitas
http://www.sorongkab.bps.go.id
perlu ditunjang ketersediaan fasilitas Pada tahun 2010
http://www.sorongkab.bps.go.id
Pada tahun 2010 tercatat jumlah
http://www.sorongkab.bps.go.id
tercatat jumlah sekolah SD di Kabupaten Sorong sebanyak
http://www.sorongkab.bps.go.id
sekolah SD di Kabupaten Sorong sebanyak 124 sekolah dengan jumlah murid sebanyak
http://www.sorongkab.bps.go.id
124 sekolah dengan jumlah murid sebanyak 15.236 siswa
http://www.sorongkab.bps.go.id
15.236 siswa. Sedangkanhttp://www.sorongkab.bps.go.id
. Sedangkan memilikihttp://www.sorongkab.bps.go.id
memiliki jumlahhttp://www.sorongkab.bps.go.id
jumlahsebanyak 24 sekolah dengan jumlah murid
http://www.sorongkab.bps.go.id
sebanyak 24 sekolah dengan jumlah murid 2.567 siswa.
http://www.sorongkab.bps.go.id
2.567 siswa. terhadap muridhttp://www.sorongkab.bps.go.id
terhadap muridhttp://www.sorongkab.bps.go.id
PENDIDIKAN
Dominan Penduduk Kabupaten Sorong Berpendidikan Rendah
Berdasarkan persentase penduduk menurut ijazah tertinggi yang dimiliki diperolehbahwa hanya 23 persen penduduk memiliki ijazah tertinggi SMA dan sarjana,
sedangkan sisanya hanya memiliki ijazah SMP, SD bahkan tidak memiliki ijazah
5
Jika dilihat dari latar belakang pendidikan tertinggi yang ditamatkan, sekitar mayoritas penduduk Kabupaten Sorong berpendidikan rendah. Hal ini terlihat dari tingginya persentase penduduk dengan ijazah tertinggi hanya sampai jenjang SLTP, yaitu sekitar 33,55 persen penduduk tidak memiliki ijazah atau dengan kata lain tidak pernah sekolah atau pernah bersekolah hingga jenjang SD tetapi tidak sampai tamat. Sedangkan sekitar 25 persen penduduk hanya memiliki ijazah tertinggi hingga jenjang SD dan 18,42 persen hingga jenjang SLTP.
Angka partisipasi sekolah (APS) untuk kelompok umur 16-18 tahun terlihat lebih kecil jika dibandingkan kelompok umur lainnya yaitu hanya 52,63 persen. Hal ini menandakan bahwa dari total penduduk umur 16-18 tahun hanya 52,63 persen saja yang bersekolah sedangkan sisanya 47,37 persen tidak bersekolah lagi.
Angka partisipasi murni (APM) berfungsi untuk mengukur proporsi penduduk yang bersekolah tepat waktu (sesuai antara umur dengan jenjang sekolah yang sedang dijalani). Angka partisipasi murni untuk jenjang SMP sebesar 47,62 persen. Hal ini berarti bahwa dari 100 penduduk usia 13-15 tahun terdapat 48 orang yang sedang bersekolah di jenjang SMP.
Gambar 5.1. Penduduk Kabupaten Sorong menurut Ijazah Tertinggi yang Dimiliki, 2010
Sumber: Olahan Susenas, 2010
Tabel 5.2. APS, APM dan APK Kabupaten Sorong, 2010
Uraian Laki-laki Perempuan L + P
Angka Partisipasi Sekolah (APS)
7 – 12 94.23 93.02 93.68 13 -15 88.46 87.50 88.10 16 – 18 52.38 52.94 52.63 Angka Partisipasi Murni (APM)
SD 94.23 93.02 93.68
SMP 42.31 56.25 47.62
SMA 42.86 41.18 42.11
Angka Partisipasi Kasar
SD 113.46 123.26 117.89
SMP 53.85 68.75 59.52
SMA 85.71 58.82 73.68
Sumber: Olahan Susenas, 2010
Tidak punya ijazah 33,55 SD/MI 25 SLTP/MTs 18,42 SMU/SMK 17,93 Sarjana 5,1
Sekitar 32,06 persen dana otsus Kabupaten Sorong dialokasikan
untuk bidang pendidikan.
http://www.sorongkab.bps.go.id
untukhttp://www.sorongkab.bps.go.id
untuk18 tahun terlihat lebih kecil
http://www.sorongkab.bps.go.id
18 tahun terlihat lebih keciljika dibandingkan kelompok umur lainnya
http://www.sorongkab.bps.go.id
jika dibandingkan kelompok umur lainnyayaitu hanya 52,63 persen. Hal ini
http://www.sorongkab.bps.go.id
yaitu hanya 52,63 persen. Hal inimenandakan bahwa dari total penduduk umur
http://www.sorongkab.bps.go.id
menandakan bahwa dari total penduduk umur18 tahun hanya 52,63 persen
http://www.sorongkab.bps.go.id
18 tahun hanya 52,63 persenbersekolah sedangkan sisanya 47,37 persen
http://www.sorongkab.bps.go.id
bersekolah sedangkan sisanya 47,37 persensekolah lagi.
http://www.sorongkab.bps.go.id
sekolah lagi.http://www.sorongkab.bps.go.id
Angka phttp://www.sorongkab.bps.go.id
Angka pahttp://www.sorongkab.bps.go.id
artisipasi mhttp://www.sorongkab.bps.go.id
rtisipasi m berfungsi untuk mengukur proporsi pendudukhttp://www.sorongkab.bps.go.id
berfungsi untuk mengukur proporsi pendudukSumber: Olahan Susenas, 2010
http://www.sorongkab.bps.go.id
Sumber: Olahan Susenas, 2010Tabel 5.2. APS, APM dan APK Kabupaten
http://www.sorongkab.bps.go.id
Tabel 5.2. APS, APM dan APK Kabupaten
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
SD/MIhttp://www.sorongkab.bps.go.id
SD/MIhttp://www.sorongkab.bps.go.id
KESEHATAN
Angka Harapan Hidup Kabupaten Sorong Naik Lagi
Angka harapan hidup (AHH)Kabupaten Sorong mengalami peningkatan dari tahunke tahun. Pada tahun 2010 AHH Kabupaten Sorong sebesar 67,85 tahun, meningkat dari 67,12 tahun pada tahun 2008 dan 67,49 tahun pada tahun 2009.
6
Tabel 6.1 Indikator Kesehatan Kabupaten Sorong, 2010 Uraian Jumlah Jumlah Puskesmas 17 Jumlah Pustu 49 Jumlah Polindes/Poskesdes 29 Puskesmas Keliling Perahu 2 Mobil 6 Sepeda Motor 27
Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong
Gambar 6.1. Angka Harapan Hidup Kabupaten Sorong, 2008-2010
Sumber: IPM Kabupaten Sorong 2008-2010 Catatan : *) belum pisah dengan Tambrauw
**) 2010 masih merupakan angka Sementara
Peningkatan derajat kesehatan penduduk akan berimbas pada peningkatan angka harapan hidup (AHH) penduduk. Angka harapan hidup dihitung berdasarkan harapan hidup waktu lahir. AHH Kabupaten Sorong terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sebelum mekar menjadi Kabupaten Tambrauw, AHH Kabupaten Sorong sebesar 67,12 tahun pada tahun 2008. Dan pada tahun 2009 AHH Kabupaten Sorong meningkat 0,36 tahun menjadi 67,49 tahun. Di tahun 2010 AHH Kabupaten Sorong kembali meningkat menjadi 67,85 tahun.
Agar peningkatan derajat kesehatan penduduk Kabupaten Sorong terwujud harus ditunjang dengan peningkatan ketersediaan dan keterjangkauan fasilitas kesehatan serta peningkatan jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Sorong. Selama tahun 2010, sudah terdapat 17 puskesmas, 49 puskesmas pembantu serta 29 polindes yang tersebar di Kabupaten Sorong. Agar penduduk yang berada di wilayah yang agak terpencil juga mendapatkan layanan kesehatan, pemerintah daerah juga menyediakan puskesmas keliling. Terdapat 35 puskesmas keliling. Untuk menjangkau daerah darat terdapat 6 puskesmas dengan menggunakan mobil dan 27 puskesmas menggunakan sepeda motor. Sedangkan untuk daerah sungai/laut terdapat 2 puskesmas dengan menggunakan perahu.
67,12
67,49
67,85
2008* 2009 2010**)
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit yang paling
banyak diderita penduduk selama 2010, dengan jumlah kasus
sebanyak 11.712 kasus
http://www.sorongkab.bps.go.id
Gambar 6.1. Angka Harapan Hidup Kabupaten
http://www.sorongkab.bps.go.id
Gambar 6.1. Angka Harapan Hidup KabupatenSorong terus mengalami peningkatan dari
http://www.sorongkab.bps.go.id
Sorong terus mengalami peningkatan dari ke tahun. Sebelum mekar menjadi
http://www.sorongkab.bps.go.id
ke tahun. Sebelum mekar menjadi Kabupaten Tambrauw, AHH Kabupaten
http://www.sorongkab.bps.go.id
Kabupaten Tambrauw, AHH Kabupaten Sorong sebesar 67,12 tahun pada tahun
http://www.sorongkab.bps.go.id
Sorong sebesar 67,12 tahun pada tahun 2008. Dan pada tahun 2009 AHH Kabupat
http://www.sorongkab.bps.go.id
2008. Dan pada tahun 2009 AHH Kabupat Sorong meningkat 0,36 tahun menjadi 67,49
http://www.sorongkab.bps.go.id
Sorong meningkat 0,36 tahun menjadi 67,49 tahun. Di tahun
http://www.sorongkab.bps.go.id
tahun. Di tahunkembali meningkat menjadi 67,85 tahun.
http://www.sorongkab.bps.go.id
kembali meningkat menjadi 67,85 tahun.
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
67,85http://www.sorongkab.bps.go.id
67,85 67,85http://www.sorongkab.bps.go.id
67,85http://www.sorongkab.bps.go.id
KESEHATAN
Rata-rata Seorang Dokter Melayani 5.432 orang
Seorang dokter di Kabupaten Sorong rata-rata harus melayani sekitar 5.432 orang karena jumlah penduduk Kabupaten Sorong mencapai 70.619 orang sedangkan
jumlah dokter ada hanya 13 orang.
6
Selain ketersediaan fasilitas kesehatan, ketersediaan tenaga kesehatan juga merupakan hal penting bagi terwujudnya peningkatan derajat kesehatan penduduk Kabupaten Sorong. Jumlah tenaga kesehatan, khususnya tenaga dokter sangat minim jumlahnya. Untuk melayani seluruh penduduk Kabupaten Sorong, jumlah dokter yang tersedia hanya 13 orang, yang terdiri dari 10 orang dokter umum dan 3 orang dokter gigi. Jika dilihat rasio beban kerjanya, seorang dokter di Kabupaten Sorong harus melayani sekitar 5.432 orang.
Diantara seluruh wilayah Kabupaten Sorong, setengahnya tidak memiliki dokter, salah satunya adalah distrik Salawati Timur. Walaupun demikian daerah-daerah ini masih memiliki tenaga kesehatan lainnya yaitu perawat dan bidan sehingga penduduk di daerah-daerah ini masih bisa mendapatkan layanan kesehatan.
Kesadaran penduduk akan pentingnya keselamatan ibu dan bayi pada saat melahirkan di Kabupaten Sorong sudah cukup baik. Sekitar 72,22 persen penolong kelahiran akhir balita di Kabupaten Sorong adalah tenaga medis, utamanya bidan dengan persentase 58,33 persen. Sedangkan penolong kelahiran bukan tenaga medis sebesar 27,78 persen dengan 18,06 persen masih dilakukan oleh dukun beranak.
Tabel 6.2. Jumlah Tenaga Kesehatan dan Rasio Penduduk terhadap Dokter, 2010
Distrik Dokter Perawat Bidan Rasio Pendu duk per Dokter Umum Gigi Aimas 3 1 34 37 4978 Mayamuk 1 1 20 4 4992 Makbon 1 - 23 4 2130 Salawati 2 1 28 6 3050 Seget 1 - 10 2 3087 Salawati Selatan - - 5 2 - Segun - - 21 2 - Klamono 1 - 20 6 4483 Moraid 1 - 12 7 1717 Sayosa - - 15 1 - Beraur - - 7 2 - Klayili - - 6 1 - Klawak - - 3 1 - Klabot - - 3 1 - Klaso - - 3 - - Salawati Timur - - 15 2 - Maudus - - 5 - - Kab. Sorong 10 3 230 78 5432
Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, 2010
Gambar 6.2. Persentase Penolong Kelahiran Akhir Balita Kabupaten Sorong, 2010
Sumber: Olahan Susenas, 2010
dokter 11,11 bidan 58,33 tenaga medis lainnya 2,78 dukun beranak 18.06 keluarga 9,72
http://www.sorongkab.bps.go.id
34http://www.sorongkab.bps.go.id
34http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
20http://www.sorongkab.bps.go.id
20 -http://www.sorongkab.bps.go.id
- 23http://www.sorongkab.bps.go.id
23http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
1http://www.sorongkab.bps.go.id
1http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
-http://www.sorongkab.bps.go.id
-http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
-http://www.sorongkab.bps.go.id
-http://www.sorongkab.bps.go.id
Diantara seluruh wilayah Kabupatenhttp://www.sorongkab.bps.go.id
Diantara seluruh wilayah Kabupatensetengahnya tidak memiliki dokter,
http://www.sorongkab.bps.go.id
setengahnya tidak memiliki dokter,salah satunya adalah distrik Salawati Timur.
http://www.sorongkab.bps.go.id
salah satunya adalah distrik Salawati Timur.daerah ini masih
http://www.sorongkab.bps.go.id
daerah ini masihi tenaga kesehatan lainnya yaitu
http://www.sorongkab.bps.go.id
i tenaga kesehatan lainnya yaituperawat dan bidan sehingga penduduk di
http://www.sorongkab.bps.go.id
perawat dan bidan sehingga penduduk didaerah ini masih bisa mendapatkan
http://www.sorongkab.bps.go.id
daerah ini masih bisa mendapatkanlayanan kesehatan.
http://www.sorongkab.bps.go.id
layanan kesehatan.Kesadaran penduduk akan pentingnya
http://www.sorongkab.bps.go.id
Kesadaran penduduk akan pentingnyakeselamatan ibu dan bayi pada saat
http://www.sorongkab.bps.go.id
keselamatan ibu dan bayi pada saathttp://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
http://www.sorongkab.bps.go.id
-