• Tidak ada hasil yang ditemukan

K a b a r I t a h. Berbagi Rasa dari Review Tahunan Editorial. Edition 30 : Oktober - Desember 2011

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "K a b a r I t a h. Berbagi Rasa dari Review Tahunan Editorial. Edition 30 : Oktober - Desember 2011"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Editorial

Memasuki tahun yang baru selalu menarik, karena ada banyak hal yang tak terduga.

Tahun 2011 adalah persiapan panjang dalam perluasan semua proyek kami, dan untuk memulai beberapa proyek baru – salah satunya di Kalimantan Timur dan satunya lagi di Gunung Mas bersama perangkat daerahnya. Kabar baru lainnya adalah tentang Ka-limantan Gold yang baru saja menan-datangani dua perjanjian kerjasama di awal tahun. Ini memungkinkan kami untuk mempekerjakan staf baru dan memperluas dukungan terhadap masyarakat yang telah kami berikan. Selain itu, mitra kami dalam program merkuri, Blacksmith Institute, berhasil mendapatkan pendanaan tamba-han dari UN Environment Program, sehingga kami bisa menyusun standar dan membukukan pengalaman kami dalam memerangi pelepasan racun air raksa ke lingkungan.

Selanjutnya, Ford Foundation juga mendanai kegiatan kami dalam bidang yang baru, yaitu mendukung tatacara pemerintah menangani anggaran dan perencanaan program dan layanan masyarakat.

Semua inisiatif ini baru saja dimulai tahun 2011, maka bisa dipastikan tahun 2012 akan membawa banyak tekanan dalam kinerja kami. Doa dan dukungan dari anda kami harapkan mengiringi langkah kami memasuki kesibukan yang baru ini.

Semoga kami untuk semakin bijak menyongsong akhir tahun.

Salam Hangat, Bardolf Paul

Berbagi Rasa dari Review Tahunan 2012

Bulan Desember lalu dalam pertemuan Review Tahunan YTS 2011, muncul beberapa hal di luar kebiasaan, yang membawa stimu-lasi intelektual dan emosional bagi para peserta.

Pertama-tama, pertemuan dibuka dengan presentasi tentang sejarah dan riwayat YTS serta faktor-faktor utama yang membawanya menjadi LSM seperti sekarang ini. Salah satu dari faktor tersebut adalah ra-gam nilai yang mendasari pemben-tukan YTS, yang kemudian mem-bentuk keseluruhan tujuan dan program YTS. Serangkaian nilai ini diusung oleh para pendiri Kali-mantan Gold yang ingin memasti-kan bahwa masyarakat setempat mendapat manfaat dari pembangu-nan tambang di kemudian hari. Se-lain itu, juga ada nilai yang dibawa dari pergerakan partisipatif yang muncul di akhir 1980 di India. Setelah presentasi interaktif ini,

animasi yang menarik tentang ‘empati’.

Pagi berikutnya, Ridwan Lowther, Operations Manager PT KSK mem-presentasikan tentang kegiatan yang sedang dimulai perusahaan dalam persiapan eksplorasinya. Penting bagi YTS untuk mema-hami apa saja rencana perusahaan karena semua itu akan mempenga-ruhi kegiatan dan interaksi yayasan dengan masyarakat dan pemerin-tah setempat.

Hari kedua diakhiri dengan presen-tasi dari Dewi Elyana, representatif UNORCID, yaitu perwakilan kantor PBB untuk koordinasi REDD+ di Indonesia, dimana beliau menjelaskan fungsi koordinasi dari badan tersebut. Kami berharap bisa menjadi peserta aktif dalam agenda REDD+ di Kalimantan di tahun 2012, mengingat masyarakat dampingan kami sebagian besar hidup di di sekitar wilayah dengan

Edition 30 : Oktober - Desember 2011

K a b a r I t a h

Dino (kiri) dari bagian Training dan Vita (tengah) dan Horma (kanan) dari Media mendiskusikan harapan dalam kinerja antar dua tim tersebut dalam review tahunan YTS di Rungan Sari

(2)

Tahun 2011, didanai oleh Ford Foun-dation, YTS bekerja sama dengan Credit Union Betang Asi menyusun satu program pelatihan baru dan inovatif. Program ini bertujuan untuk memberikan layanan keuangan dan pelatihan manajemen keuangan bagi ketujuh kelurahan di Bukit Batu. Selain menghubungkan langsung masyarakat dengan Credit Union, program pelatihan keterampilan ini juga dimaksudkan membangun ka-pasitas kelompok kerja desa dan ke-lompok peminat program yang ada agar bisa mengelola usaha mereka, seperti peternakan ayam atau ikan yang mereka miliki.

Di awal tahun, YTS melatih Kelom-pok Kerja Desa dampingan agar ke-mudian melakukan analisis finansial mendalam untuk melihat pola penda-patan dan pengeluaran di tingkat rumah tangga. Kelompok Kerja Desa

mempromosikan program baru ini kepada masyarakat dan mengundang mereka dalam pendidikan dasar peningkatan keterampilan manajemen keuangan rumah tangga.

Pada bulan April, mulai diadakan pelatihan selama dua hari di tiap kelurahan, dengan tenaga ahli dari Credit Union. Pelatihan ini membantu masyarakat mengerti cara mengelola keuangan rumah tangga dengan lebih baik dengan fokus menabung. Peserta yang mengikuti pelatihan secara penuh akan memenuhi syarat menjadi anggota Credit Union. Mereka juga membentuk kelompok

peminat program yang akan menerima pelatihan lanjutan kewirausahaan dari YTS.

Melihat tingginya minat masyarakat, pendidikan dasar ini akhirnya terlaksana lebih banyak dari yang dijadwalkan, sehingga pada akhir tahun 2011, sebelas pelatihan telah berhasil diadakan. Hasilnya, 130 peserta telah membuka rekening di Credit Union. Anggota-anggota baru ini bisa mengakses layanan keuangan lainnya, seperti pinjaman kecil dan asuransi. Seiring dengan tuntutan yang semakin banyak, YTS akan memfasilitasi lagi pelatihan serupa di Bukit Batu pada tahun 2012.

Program pelatihan kewirausahaan dari YTS dilaksanakan setelah pendidikan dasar ini, dalam tiga tahap di sembilan lokasi di tujuh kelurahan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran keuangan dan keterampilan manajemen, untuk membantu anggotanya agar bisa menyusun rencana usaha serta mendapat akses menuju pasar dan dampingan teknis dan keuangan. Program ini melengkapi dukungan teknis yang diberikan oleh YTS pada tahun 2010.

Dalam tiap pelatihan ini, para fasilitator YTS bekerja ber-dampingan dengan seorang tenaga ahli dari Jawa. Beliau merancang pelatihan untuk membangun pengetahuan dari satu tahap ke tahap lainnya. Tahap pertama dilaksanakan di bulan Juli, yaitu pelatihan motivasi untuk mengkaji cara memilih usaha yang tepat serta menganalisa kesempatan dan resiko. Tahap kedua di bulan September dirancang untuk meningkatkan keterampilan manajemen keuangan, dengan fokus pembukuan. Bulan Nopember, dilangsungkan tahap ketiga yang berfokus pada tema pemasaran.

Secara keseluruhan, program pelatihan dari CU dan YTS bertujuan untuk merubah cara tiap rumah tangga mengelola pendapatan mereka, bertransaksi, membukukan keuangan dan menabung laba. Para peserta kini semakin mengerti bagaimana mencari modal kerja, membuat proyeksi keuangan dan memantau aliran keuangan.Mereka juga belajar tentang pasar lokal dan bagaimana mengurangi resiko usaha.

Oktober lalu di Jakarta, YTS mengikuti lokakarya ber-sama 20 lembaga lain yang umumnya dari Bank Dunia. Tema lokakarya ini adalah ‘Extractives for Development (E4D)’ atau Sektor Ekstraktif bagi Pembangunan. Acara ini disebut sebagai ‘Dialog Pembelajaran dan Pengetahuan Regional’, berfokus pada pengalaman di bidang ekstraktif - minyak bumi, gas dan pertambangan, dalam agenda pembangunan di wilayah Asia Timur dan Pasifik.

Empat hal yang didiskusikan adalah:

1) Ke mana arah agenda E4D dalam sudut pandang para pemangku kepentingan?

2) Apa saja gap pengetahuan yang paling menonjol dari pengalaman berbagai negara?

3) Membangun landasan bagi pengetahuan tentang E4D 4) Menjaring kemitraan efektif dalam E4D

Pengalaman kami mendampingi masyarakat dan kabupaten merupakan hal yang unik dan bisa menjadi masukan yang bermanfaat bagi dasar pengetahuan yang sedang disusun, terutama dalam pentingnya keterlibatan masyarakat dan pemerintah lokal serta membangun kemitraan yang baik dengan mereka.

Tahap akhir dari rangkaian program pelatihan kewirausahaan ini membawa masyarakat Banturung untuk menyusun rencana usaha dan membuka akses ke pasar dan kepada dukungan teknis dan keuangan

Mendukung Kewirausahaan

Dialog tentang Extractives for

(3)

Setelah kunjungan lapangan, tim kami berangkat langsung ke Jakarta untuk

mempresentasikan teknologi ini di Lokakarya Nasional Pertama tentang Raksa dalam Tambang Tradisional yang diselenggarakan di Jakarta,13 Desember 2011. Indonesia sudah berkomitmen untuk mengesahkan perjanjian hukum terkait peraturan tentang raksa. Karenanya, Pemerintah kini harus membuat draft Rencana Strategis untuk masalah raksa. Lokakarya ini merupakan acara yang diharapkan bisa memulai langkah perencanaan tersebut.

Pertama-tama, Blacksmith Institute mempre-sentasikan hasil inventarisasi lokasi tambang emas secara nasional. Blacksmith memulai kajian lapangan tentang lokasi beracun di Indonesia di tahun 2009. Basis data yang dihasilkan menunjukkan bahwa raksa adalah senyawa polutan penting di Indonesia, den-gan 500.000 orang beresiko terkontaminasi. Presentasi ini kemudian disambung dengan presentasi oleh Dinas Lingkungan Hidup yang menunjukkan kerangka kerja peraturan yang ada dan garis besar rencana strategis nasional yang sedang disusun.

Peter W.U. Appel dari Geological Survey of Denmark & Greenland (GEUS) mempresen-tasikan tentang Metode Borax. Ini adalah metode ini pengolahan emas bebas raksa yang digunakan oleh 15.000 penambang di Filipina. Kami berharap bisa bekerja sama lebih dengan GEUS di tahun 2012 dalam me-nyebarkan metode ini di seluruh Indonesia. Terakhir, Sumali Agrawal mempresentasikan berbagai pendekatan yang digunakan YTS dalam mengurangi emisi raksa di Kalimantan Tengah sejak tahun 2007. Kegiatan ini dihadiri oleh dinas pemerintah dari tingkat pusat, provinsi dan kabupaten.

Dalam lima tahun terakhir, YTS berusaha mencari solusi sederhana bagi ancaman raksa yang semakin meningkat dari kegiatan tambang tradisional. Di tahun 2006, kami merancang sistem kondensor sederhana yang murah dan efektif untuk digunakan di toko emas; perangkat ini berpotensi besar mengurangi tingkat bahaya emisi raksa yang mengancam kota-kota dan desa di mana amalgam emas diperdagangkan di Indonesia. Sejak saat itu, selain membagikan retort kepada para penambang, kami juga terus membantu memasang perangkat kondensor ini di toko-toko emas di Kalimantan Tengah. Tahun depan, kami akan mulai melatih lembaga lainnya untuk melakukan intervensi ini. Kami akan mengadakan training-of-trainers berdasarkan apa yang sudah berhasil kami lakukan, sehingga lembaga lainnya bisa mulai melakukan intervensi ini di tempat lain di Indonesia. Kami juga akan membuat paket informasi teknis untuk pemerintah dan pihak terkait. Kontaminasi raksa kini menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia di seluruh dunia, sehingga mengadopsi teknologi sederhana ini di mana-mana akan menjadi langkah yang besar.

Selanjutnya, terimakasih kami kepada dukungan dana dari USEPA-UNEP-Global Mercury Partnership, kini kami sedang menjajaki demonstrasi cara mengganti raksa dalam tambang batu besar.

Sebuah action-research sudah dilaksanakan di lapangan untuk melihat kemungkinan mengganti penggunaan raksa dalam tromol dengan memperkenalkan proses konsentrasi gravitasi sebagai alternatif teknik pengolahan emas.

Hal penting lainnya adalah kami berharap segera bisa memperke-nalkan metode bebas raksa dalam pengolahan konsentrat dengan ‘Metode Borax’ yang telah berhasil dipakai oleh 15.000 penambang tradisional selama lebih dari 30 tahun di Filipina. Akhir tahun ini kami akan mendemonstrasikan metode ini kepada para penambang di Gunung Muro.

Kami meyakini bahwa para penambang bisa beralih dari penggunaan raksa - kepada penggunaan metode lainnya - tanpa harus menderita kerugian. Bahkan, dengan jumlah yang hilang bersama dengan raksa, kami yakin justru pendapatan akan meningkat jika tidak lagi menggu-nakannya.

Kita hanya akan tahu kepastiannya dengan bekerja langsung bersama para penambang tradisional; dengan harapan bisa memperkenalkan alternatif lebih baik yang bisa diterapkan.

Penggunaan raksa besar-besaran dalam tambang tradisional menciptakan ancaman kesehatan dan lingkungan di seluruh Indonesia Peter Appel (kiri) dari Denmark dan Leoncio Na-Oy (tengah) dari Filipina bersama masyarakat tambang Gunung

Muro meneliti tentang penggunaan borax untuk mengganti raksa dalam proses pengolahan

Racun Raksa

Lokakarya Nasional Pertama di

(4)

Bulan Oktober dan Nopember 2011, dua desa baru - Tum-bang Koroi dan Batu Tangkui masing-masing didamp-ingi dalam empat hari proses analisis dan perencanaan masyarakat – yang dikenal dengan CLAP.

Di Tumbang Koroi, pertemuan malam dihadiri oleh banyak warga yang berpartisipasi aktif, terutama kaum perempuan, anak muda dan anak-anak. Kaum tetua juga nampak aktif. Desa Tumbang Koroi tertata rapi dengan perumahan teratur dan sumber air langsung dari gunung. Warga membangun sistem air tersebut secara swadaya. Desa ini aman dan penuh dengan berbagai macam tanaman buah. Ada pohon cabe yang bahkan lebih tinggi dari rumah. Ciri unik lainnya adalah tiang bendera besi tinggi yang telah berumur ratusan tahun. Tiang ini adalah peninggalan dari jajahan Jepang. Warga sangat positif dengan kehadiran YTS, meskipun ada beberapa yang curiga YTS akan mengambil kekayaan alam dari desa mereka.

Sebagian besar warga berasal dari desa lain yang berdekatan. Desa tersebut terkena wabah ‘benes’ yang mengakibatkan banyak orang meninggal dunia. Inilah alasan mereka pindah ke desa yang sekarang.

Keadaan di Batu Tangkui sedikit berbeda. Partisipasi masyarakat terlihat tidak terlalu antusias, karena alasan tertentu. Pertama, masyarakat memiliki akses mudah ke ibu-kota kecamatan, Tumbang Miri dan sebagian besar warga berdagang di sana. Kedua, karena usaha mereka, warga lebih banyak mengenal hal luar, sehingga kehadiran YTS tidak dianggap sebagai sesuatu yang baru dan menarik. Meskipun demikian, partisipasi masyarakat tetap baik. Kaum perempuan sangat aktif dalam pemetaan tata guna lahan dan infrastruktur. Mereka memberikan informasi penting tentang batas-batas dan kepemilikan lahan. Saat ini ada masalah terkait batas antara masyarakat dengan perusahaan sawit, dan warga berharap YTS bisa membantu

mereka menyelesaikan sengketa ini. Tetua masyarakat juga aktif terlibat dalam menyusun dan menganalisa sejarah desa. Mereka bercerita dengan senang tentang masa lalu, mengingat berbagai peristiwa penting yang terjadi.

Satu hal yang berkesan dalam pertemuan malam terakhir di Batu Tangkui adalah warga yang menciptakan lagu khusus untuk YTS dan dinyanyikan dalam gaya Karungut. Karena banyak anak-anak bermain di luar, hal ini menarik perhatian warga lain. Menutup pertemuan malam itu, YTS menampilkan beberapa video tentang kegiatan yayasan dan kegiatan eksplorasi perusahaan, PT Kalimantan Surya Kencana. Kesempatan ini menjadi cara yang tepat untuk menutup kegiatan yang berlangsung selama empat hari di desa ini dalam suasana kekeluargaan.

Bulan Desember, YTS memfasilitasi kegiatan analisis dan perencanaan partisipatif di desa Tumbang Kaminting, bekerja sama dengan PT. Agro Wana Lestari, cabang dari grup sawit Good Hope. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dua staf YTS dan satu staf dari PT. AWL. Prosesnya berjalan dengan baik, berkat kerja sama antar pemerintah desa dan sembilan fasilitator lokal yang dilatih YTS. Dua belas perangkat analisis digunakan dalam proses ini: Jalan-jalan di Desa, Sejarah Desa, Analisis Trend, Kalender Musim, Peta Pemukiman, Peta Tata Guna Lahan, Ranking Kesejahteraan, Peta Sosial, Penelusuran Wilayah, Analisis Kelembagaan, Matriks Ekonomi

dan Analisis Rumah Tangga. Setiap malam diadakan pertemuan untuk mereview hasil proses siang hari, dan pertemuan malam terakhir untuk konsolidasi data, menyusun prioritas untuk Rencana Pembangunan Desa dan memiilih Kelompok Kerja Desa untuk mewakili kepentingan masyarakat selanjutnya.

Banyak peserta menyatakan bahwa hasil dari CLAP membantu mereka memahami kondisi desa mereka

dengan lebih baik. Misalnya, dalam analisis kelembagaan, pemerintah desa melihat lebih dekat bagaimana tiap lembaga menjalankan tugas dan fungsinya. Mereka jadi lebih paham bagaimana tiap lembaga membangun hubungan dengan masyarakat, dan juga melihat kelemahan tiap lembaga. Selain itu, hasil dari analisis rumah tangga, terutama keuangan rumah tangga, membuat banyak orang sadar akan pentingnya mencatat keuangan dan menyeimbangkan antara pendapatan dan pengeluaran rumah tangga.

Analisis Tata Guna Lahan memetakan status sumberdaya desa, dan menimbulkan kepedulian masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa banyak dari lahan desa terjual kepada perusahaan sawit, dan lahan-lahan ini tidak bisa dimasuki untuk kegiatan tani dan berburu lagi .

YTS berencana untuk menindaklanjuti kegiatan ini dengan memfasilitasi Musrenbang desa; menyelesaian rencana pembangunan desa 2012; dan melatih KKD dalam keterampilan organisasional, keterampilan keuangan dan administrasi.

Kaum perempuan di Batu Tangkui termasuk yang paling aktif dalam memetakan tata guna sumberdaya dan infrastruktur dalam proses analisis dan perencanaan ini

Dua desa dampingan YTS yang baru

(5)

Bulan November menjelang akhir tahun, semua staf kami terlibat aktif dalam mereview dan mengkaji program lapangan yang sudah dilaksanakan.

Penting bagi kami untuk melihat dengan jelas bagaimana kegiatan dilaksanakan sepanjang tahun, tidak hanya dari sudut pandang dari tim lapangan, tetapi juga dari sudut pandang masyarakat dan staf pemerintah yang selama ini bekerja dengan kami. Untuk itu, kami mengadakan review tahunan di semua desa dan kelurahan yang kami dampingi. Review ini dimulai di tiap desa, dan semua masyarakat diundang hadir. Review ini kemudian dilanjutkan di tingkat kecamatan dengan wakil dari tiap desa berkumpul di satu kecamatan. Setiap kecamatan dihadiri oleh tujuh desa.

Kami memulai review di 19 Desa di Kahayan pada minggu pertama Desember. Prosesnya berlangsung selama tiga hari, dengan tim lapangah YTS bekerja secara bersamaan di ketiga kecamatan. Di Bukit Batu, proses review dimulai seminggu kemudian. Warga, pemimpin desa dan staf

pemerintah berkumpil dalam pertemuan ini untuk membicarakan masalah dan memberikan saran dan tanggapan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja YTS. Dalam pertemuan ini ada waktu khusus untuk mendiskusikan penda-pat

masyarakat tentang proses Musrenbang dan keterlibatan mereka di dalamnya. Hampir di semua tempat, warga

menyatakan puas dengan dan berharap YTS tetap mendampingi mereka. Namun di sisi lain, banyak yang menyatakan kecewa dengan cara pemerintah melaksanakan pro-sesnya, terutama dalam menanggapi proposal yang mereka ajukan.

Ketika membicarakan dukungan YTS dalam kegiatan mata pencaharian, masyarakat secara umum puas dan tetap ingin didampingi YTS di tahun berikutnya. Beberapa KKD meminta dampingan untuk meningkatkan keterampilan manajemen. Tahun 2011 lalu, banyak peruhagan dalam tim YTS dan struktur pemerintahan di beberapa desa. Hal ini mempengaruhi hubungan YTS dengan desa. Agar bisa menjalankan kegiatan pendampingan dengan baik, YTS perlu memperkuat upaya komunikasi dan koordinasinya. Dengan kegiatan eksplorasi yang mungkin bertambah tahun depan, YTS nampaknya akan menghadapi tantangan yang lebih besar. Karenanya, kami berharap hasil dari review ini bisa membantu memastikan bahwa setiap orang terjawab kebutuhannya dalam kegiatan kami di tahun mendatang.

Di awal Desember, YTS mengadakan lokakarya mul-tipihak di Kuala Kurun, bersama pemerintah kabupaten

Gunung Mas. Lokakarya ten-tang tata kelola kabupaten ini memberikan kes-empatan bagi pe-sertanya secara terbuka mengkaji kebutuhan dalam meningkatkan kualitas forum perencanaan ta-hunan kabupaten (Musrenbang). Hal yang sangat

menggugah adalah bahwa kegiatan ini didukung baik oleh pemerintah maupun masyarakat sipil. Secara khusus, Yansiterson, Kepala Bappeda memberikan pernyataan positif dalam sambutan Beliau:

“Sebagai kepala Bappeda, saya mendukung kerjasama dengan YTS ini. Karena itu, jangan ragu menyampaikan rekomendasi anda kepada kami, agar kami bisa menin-gkatkan kinerja dalam perencanaan dan penganggaran kabupaten Gunung Mas. Saya dan semua pemimpin di sini menyambut masukan anda dengan tangan terbuka…” Pernyataan beliau secara umum mendorong tim YTS untuk bekerja keras memastikan bahwa program ini berjalan optimal hingga tahun 2013; dan agar dukungan dana dari Ford Foundation untuk program ini akhirnya tidak sia-sia, serta bisa menciptakan tata kelola

pemerintahan yang lebih baik di kabupaten Gunung Mas.

Yansiterson, Kepala Bappeda Kabupaten Gunung Mas menyatakan dukungan beliau terhadap program YTS dalam mendorong perencanan dan penganggaran

Menapaki Satu Langkah Maju

Refleksi Kembali, Bergerak Maju

Dalam Review Tahunan di tingkat kecamatan, Ketua KKD Penda Rangas, Yepso, menyatakan harapan desa agar tetap didampingi oleh YTS dalam proses perencanaan pemerintah

(6)

Kelurahan Tumbang Tahai merupakan yang terbesar dari ketujuh kelurahan yang ada di kecamatan Bukit Batu. Berdiri tahun 1935, desa ini terdiri atas wilayah seluas 420 km2 yang bisa dijangkau dengan jalan darat, sejauh sekitar 29 km dari Palangka Raya.

Sejak tahun 2009, YTS telah mendampingi 80 orang dalam Kelompok Peminat Program budidaya ayam dan ikan. Kelu-rahan ini dihuni oleh 579 kepala keluarga dari berbagai suku, seperti Dayak, Jawa, Madura, dan Banjar. Tiap kelompok suku berkelompok secara terpisah, seperti di Sidomulyo, Pembataan, dan KM23 mayoritas penduduk adalah Jawa. Meskipun penduduknya padat dan arealnya besar kondisi infrastruktur di kelurahan ini masih buruk. Hanya jalan utama yang sudah diaspal. Jalan lainnya menuju pemukiman masih perlu diperbaiki. Jembatan-jembatan desa terbuat dari kayu di sekitarnya, dan kondisinya rusak atau darurat. Tetapi kelurahan Tumbang Tahai memiliki potensi pembangunan yang besar. Lokasi ini dipakai untuk konservasi orang utan, dan memiliki banyak sungai dan danau.

Mata pencaharian sebagian besar warga adalah membuat bata, dengan tanah liat dari sekitar desa. Tumbang Tahai sudah lama menjadi sumber batu bata bagi wilayah di sekitarnya. Meskipun demikian, banyak warga masyarakat, terutama perempuan, yang tertarik untuk meningkatkan pendapatan mereka dari mata pencaharian lainnya. Karena itu YTS mendampingi masyarakat dalam pelatihan budidaya dengan memanfaatkan sumber daya mereka saat ini.

Susila Dharma Indonesia (SDI) mengadakan pertemuan di Cipanas, tanggal 18-20 Nopember, untuk membangun hubungan antara SDI dan anggotanya dengan memperkuat dan mempertajam komunikasi; memahami kebutuhan dan harapan anggota serta membuat langkah dan rencana tindak lanjut. Dua puluh tiga orang menghadiri pertemuan ini, dan tiap peserta

mempresentasikan lembaganya, menjelaskan program dan masalah yang dihadapi. Di akhir kegiatan, para peserta sepakat untuk bertemu dua kali setahun, dan setiap lembaga diminta untuk memberikan laporan kegiatan setiap triwulan kepada SDI.

Profil Desa: Tumbang Tahai

Menyambut staf baru:

Selamat datang bagi staf baru kami Dian Anggraeni, Hendra, Annaliza, Willem Molle, dan selamat jalan untuk Maria, Desi Wulandari dan Jhonly. Sukses mengiringi mereka di tempat yang baru.

Mendampingi Musrenbang

YTS kembali mendampingi Musrenbang selama tiga bulan ke depan. Di bulan Januari staf akan mendampingi tiap desa dengan perencanaan mereka dan di bulan Februari mendampingi perencanaan di tingkat kecamatan. Bulan Maret, staf akan mendampingi warga di tingkat kabupaten untuk bertemu dengan staf teknis dan proses perencanaan kabupaten.

Kunjungan KPP ke lokasi Pilot Project YUM

Bulan Februari, KPP di tujuh kelurahan di kecamatan Bukit Batu akan mengunjungi lokasi pilot project program Biochar milik Yayasan Usaha Mulia (YUM). Anggota kelompok sudah diidentifikasi di tahun 2011, dan kelompoknya akan dibentuk di bulan Januari 2012. Kelompok ini akan belajar tentang produksi Biochar dan menjajaki kesempatan usaha baru.

Kegiatan Jelai yang Menjanjikan

Tim baru, beranggotakan Annaliza dan Willem Molle akan memulai kembali pro-gram pemberdayaan masyarakat di tiga desa di Jelai awal Januari nanti. Kegiatan ini bersamaan dengan dimulainya kegiatan eksplorasi di area konsesi PT Jelai Cahaya Minerals. Indikasi awal menunjukkan bahwa masyarakat senang menden-gar YTS akan memulai kembali kegiatan di wilayah mereka.

Kilas Berita

Tumbang Tahai, kelurahan dengan 579 kepala keluarga yang meskipun dekat dengan Palangka Raya, hanya memiliki satu jalan aspal. Jalan lainnya masih dalam kondisi jalan tanah dan rusak

Agenda

Diterbitkan oleh:

Yayasan Tambuhak Sinta Jl. Badak VII No. 2 Bukit Tunggal Palangka Raya 73112 Kalimantan Tengah-Indonesia Telp. +62 (0536) 3237184 Fax. +62 (0536) 3229187 Email:[email protected] Website: www.tambuhaksinta.com Rekening Bank:

Yayasan Tambuhak Sinta BNI 1946

Cabang Palangka Raya Kalimantan Tengah INDONESIA Nomor 0114981608 Swift: BNINIDJA

Kabar Itah

Kabar Itah adalah media informasi yang diterbitkan setiap triwulan oleh Yayasan Tambuhak Sinta (YTS), afiliasi PT. Kalimantan Surya Kencana (KSK), sebuah perusahaan eksplorasi mineral.

Januari

Musrenbang desa dan kelurahan

Lokakarya perencanaan dan penganggaran pemerintah

Pelatihan KKD di desa-desa di Kahayan Pembukaan program Biochar

Pembukaan program di Jelai

Februari

Musrenbang kecamatan Pelatihan KKD di Jelai

Pendidikan Dasar CU di Bukit Batu Lokakarya Mercury di Malang & Lombok

Maret

Musrenbang kabupaten

Seminar kesehatan tentang air raksa Kunjungan mahasiswa Jepang tentang raksa Kunjungan tenaga ahli ke desa

Perencanaan pembangunan di Romang

Referensi

Dokumen terkait