• Tidak ada hasil yang ditemukan

DALAM URANIUM DIOKSIDA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DALAM URANIUM DIOKSIDA"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

~

'"

Prosiding Pertemuan dan Presentasi llmiah

P3TM-Batan, Yogyakarta 14-15 Juli1999

86 Buku II

~

ANALISIS GAS NITROGEN

SECARA TIDAK LANGSUNG

DALAM URANIUM DIOKSIDA

Rachmat Pratomo, R.Didiek H, Bambang Suwondo

P3TM-Batan, .fl. Babarsari Katak Pas 1008, Yagyakarta 55010

ABSTRAK

ANAL/SIS GAS NITROGEN DALAM SERB UK URANIUM DIOKSIDA SECARA TIDAK LANGSUNG. Telah dilakukan analisis gas nitrogen yang telkandung dalam serbuk UO2 secara tidak langsung. Analisis dilakukan dengan menambahkan larutan asam nitrat pekat ke dalam serbuk UO2. Gas NO yang keluar dati reaksi diserap dan dioksidasi oleh larutan KMnO4. Selanjutnya bersama dengan gas NO2 yang ada dalam serbuk, diserap dengan larutan Saltzman dan dianalisis memakai UV-Vis. Hasil menunjukkan bahwa kadar total NO2 dati serbuk UO2 tipe A adalah :0,995,u Ug UO2, tipe B:2,271,u llg UO2, tipe C: 2,850,u Ug UO2 dan tipe D : 4,407 ,u Ilg UO2. Temyata tinggi kadar N2 pada waktu pembuatan serbuk UO2, akan menunjukkan tinggi kadar NO2 nya. Kesimpulannya, analisis tidak langsung jni dapat digunakan.

ABSTRACT,

INDIRECT ANAL YSIS OF NITROGEN GAS ON URANIUM DIOXIDE. Analysis of the nitrogen gas concentration in uranium dioxide has been done. The uranium powder was dissolved in a HNO3 solution. The NO gas released from the uranium dioxide, was absorbed and oxidized by KMNO4 .The analysis of NO2 product was done by UV-Vis. The experiment proved that the total concentration of N2 gas in UO2 type A was 0,995.u I/g UO2, type B was 2,271 .u IIg UO2, type C was 2,850.u I/g UO2, and UO2 type D was 4,407.u IIg .It can be concluded that the higher of N2 concentration in the preparation of UO2 powder the higher the concentration of the NO2, and thus the indirect analysis could be used.

PENDAHULUAN

V arakteristik serbuk uranium dioksida, meliputi

.l""-sifat fisis clan sifat kimia akan mempengaruhi keberhasilan suatu serbuk uranium dioksida untuk

dapat dibuat sebagai elemen bahan bakar nuklir. Sifat-sifat fisis tersebut meliputi ukuran butir, distribusi serbuk, densitas clan perbandingan O/U.

Sedangkan sifat kimia meliputi jumlah tak murnian,

baik yang berupa gas, seperti nitrogen, hidrogen atau oksigen, clan yang berbentuk logam misalnya boron, cadmium, aluminium atau besi. Adanya tak

murnian ini dapat terjadi karena kurang

sempurnanya proses atau terjadinya tak mumian pengotor selama proses pembuatan serbuk uranium dioksida. Proses pembuatan serbuk terdiri dari

beberapa tahap : pelarutan, pemurnian, pengeringan,

kalsinasi clan reduksi.

Dalam penelitian ini titik berat

permasalahannya adalah pada analisis kadar gas

nitrogen yang terkandung dalam serbuk uranium dioksida. Proses reduksi merupakan tahapan yang paling besar kemungkinannya untuk menyumbang

gas nitrogen. Hal ini disebabkan karena pada proses

tersebut banyak digunakan gas nitrogen, baik sebagai campuran gas hidrogen maupun sebagai pendingin. Banyak sedikitnya gas nitrogen yang dikandung dalam serbuk uranium dioksida akan mempengaruhi sifat bahan. Makin banyak gas nitrogen ada dalam serbuk, maka serbuk akan bersifat rapuh, mudah pecah, sebaliknya makin sedikit jumlah gas nitrogen dalam serbuk, maka

serbuk akan lebih mampat. Perbedaan jumlah gas

yang ada dalam serbuk uranium dioksida dapat

dikendalikan pada proses reduksi.

Pada proses reduksi akan terjadi reaksi antara serbuk triuranium oktosida dengan gas

hidrogen pada suhu tinggi sebagai berikut :

U30S + 2 H2 <::> 3 UO2 + 2 H2O (1)

Beberapa faktor yang berpengaruh pada reaksi reduksi ini antara lain adalah :

1. Suhu Reduksi

Faktor ini berpengaruh terhadap harga konstanta

keseimbangan reaksinya, makin tinggi suhu

reaksi harga konstantanya makin besar

pula. Tetapi faktor ini dibatasi oleh adanya

Rachmat Pratomo, dkk

Kimia Nuklir ISSN 0216-3128

(2)

Metode analisis untuk menentukan kandungan gas nitrogen dalam serbuk uranium dioksida dalam penelitian ini merupakan analisis tidak langsung. Artinya basil yang diperoleh tidak

secara langsung menunjukkan kadar gas

nitrogennya dalam serbuk. Melainkan kadar gas nitrogen ini diperoleh dengan menghitung dari data yang diperoleh. Data yang diperoleh menunjukkan jumlah kandungan gas nitrogen dalam serbuk uranium dioksida (UO2). Hasil ini dapat diperoleh dengan menangkap gas tersebut dengan larutan khusus, yaitu larutan salztman. perhitungan dapat dilakukan dengan adanya harga konstanta

keseimbangan gas NO2, yaitu sebesar log Kf =

-9,082.

Gas N02 yang di analisis merupakan jumlah daTi gas N02 yang dikandung oleh serbuk U02 dan gas NO yang terjadi daTi proses pelarutan serbuk U02 dengan asam nitrat pekat. Dimana gas tersebut dioksidasi terlebih dahulu menjadi gas N02 dengan KMnO. menjadi gas

N02-Reaksi pelarutan serbuk U02 adalah sebagai berikut, 3U02 + 8HN03 ~ 3U02(N03)2 + 2NO + 4H20 (2) Sedangkan untuk menentukan jumlah gas N2, dapat dilakukan melalui persamaan keseimbangan. Reaksi keseimbangannya adalah :

2 N02 <=> N2 + 2 02. (3) Kandungan gas yang terdapat dalam serbuk U02 terdiri daTi beberapa macam : CO2, H2O, CO, N2, O2 dan H2. Dari semua gas tersebut diatas pada waktu analisis akan langsung keluar daTi reaktor. Sedangkan gas NO akan terlebih dahulu akan dioksidasi oleh KMnO. menjadi N02. Selanjutnya total gas N02 diserap oleh penyerap khusus yaitu larutan Salztrnan. Untuk menjaga agar semua gas N02 dapat terserap semuanya oleh larutan, maka perlu ditentukan terlebih dahulu kejenuhan larutan penyerap.tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan memakai penyerapan. Demikian juga jumlah larutan salztrnan sendiri dapat divariasi volumenya.

peristiwa sintering, sehingga dalam penelitian reduksi dilakukan pada suhu 800 °C.

2. Waktu kontak

Pengaruh dari faktor ini adalah makin panjang waktu kontak reaksi, maka reduksi akan semakin baik. Hal tersebut disebabkan karena makin

panjang waktu kontak akan menyebabkan makin

sempurna kontak kedua rase terse but Tetapi

faktor inipun dibatasi oleh waktu optimum, dan

untuk penelitian ini waktu kontak adalah 3 jam.

3. Ukuran butir serbuk U3Og

Serbuk dengan ukuran butir yang lebih kecil akan mempunyai luas bidang kontak yang lebih besar

dibandingkan dengan serbuk dengan ukuran butir

yang lebihbesar.

4. Kemurnian gas hidrogen yang dipakai

Kemurnian atau kadar gas hidrogen yang dipakai

akan berpengaruh pada kesempurnaan reaksinya,

makin murni gas hidrogen yang dipakai reaksi akan makin sempurna, untuk mengubah kemurnian gas hidrogen ini dapat dilakukan

dengan mencampur dengan gas nitrogen dengan

perbandingan yang tertentu pula.

Seperti telah disebutkan didepan bahwa kadar nitrogen dalam serbuk uranium dioksida dapat

dikendalikan dengan proses reduksi, hal terse but

dapat dilakukan dengan cara:

1. Memvariasi kadar hirogen dengan mencampur gas nitrogen kedalamnya. Pada penelitian ini

variasi dimulai dengan perbandingan sebagai berikut:

Ii. % Hz I 20 1 40 150 160 I 12. % Nz I 80 I 60 I 50 I 40 I

2. Waktu pendinginan

Pacta proses ini pendinginan dilakukan dengan dua tara yaitu pendinginan dengan udara luar dan dengan mengalirkan gas nitrogen kedalarn reaktor untuk menggantikan gas hidrogen. Pacta

penelitian ini pengaruh pendinginan tidak dilakukan.

Pergantian gas hidrogen oleh gas nitrogen dilakukan

pacta suhu yang sarna yaitu setelah suhu 300 °c.

tercapai. TATA KERJA

Dengan proses reduksi diatas kita

memperoleh serbuk uranium dioksida dengan kadar

nitrogen yang berbeda-beda dan ini kita jadikan

cuplikan untuk mencoba mengembangkan analisis

kadar gas nitrogen dalam serbuk uranium dioksida. Sebagai hipotesa dapat disebutkan bahwa makin rendah kadar gas hidrogen (berarti kadar gas nitrogen makin besar) yang digunakan untuk

mereduksi , akan menyebabkan makin besar pula

kandungan gas nitrogen dalam serbuk uranium dioksida.

Bahan yang digunakan:

Serbuk uranium dioksida sebagai cuplikan

buatan BTP P3TM, Asam nitrat pekat pa, Air bebas mineral, Larutan KMnO4 0,1 N, Larutan Salztman, Gas hidrogen teknis, Gas nitrogen teknis, Gas LPG teknis, Gas argon pa

Alat-alat yang digunaklan

Reduktor Opa/e Furnace, Seperangkat alat

analisis, Spektro photometer UV -Vis

(3)

Prosiding Perlemuan dan Presentasi llmiah P3TM-Batan, Yogyakarla 14-15 Juli 1999

88 Buku II

Cara kerja

Membuat serbuk UO2 dari serbuk

UaOs dengan variasi H2/N2

1. Serbuk U02 basil variasi H2/N2 dimasukkan dalam reaktor

2. Larutan HN03 pekat ditambahkan perlahan-lahan kedalam reaktor

3. Pemanas dan pengadukan dijalankan

4. Subu operasi dipertahankan sekitar 80 °c.

5. Alirkan gas argon kedalam reaktor untuk mengusir gas yang terjadi

:. Tunggu sampai waktu kontaknya 3 jam (pada T 80 °c.)

Pemanas dimatikan

v. Gas NO yang terjadi akan dioksidasi oleh KMn04 menjadi N02 dan akan diserap larutan salztman

J. Analisis kadar gas N02 dengan UV-Vis dalam

tiap-tiap tingkat penyerapan

h

7

R

0

HASIL DAN PEMBAHASAN

uranium dioksida yang dalam pembuatannya memakai perbandingan N2: H2 = 1 : 4 dan

pemakaian gas argon yang ditambahkan ke dalam

reaktor belum dilakukan. Data dari percobaan

pendahuluan ini dapat dilihat pada tabel 1.

Dari tabel 1 tersebut terlihat bahwa pada

percobaan yang pertama mengalami kegagalan total.

Sedangkan untuk percobaan yang kedua kesulitan

sedikit dapat diatasi. Pada percobaan selanjutnya kesulitan barulah dapat diatasi, sehingga dapat

memperoleh basil. Melihat basil analisis, temyata

kadar gas N02 yang terserap dalam penyerap ke dua

cukup kecil, yaitu 0,006 ~Vgram. Dengan kenyataan ini dapat diambil kesimpulan bahwa kejenuhan

larutan penyerap ada pada penyerap pertama, yaitu

sebesar 0,070 ~Vgram 002. Alat analisis dapat

bekerja dengan baik pada panjang gelombang antara

190 sampai 900 nano meter. Sedangkan untuk percobaan dipakai panjang gelombang 545 nano meter. Hasil menunjukkan besamya simpangan

baku 0,07284,0,09135 clan 0,00206 (TabeI2).

Tabel 2 dan Tabel 3 menunjukkan data

analisis penyerapan gas NO2 oleh larutan Salztman,

dimana pelaksanaan percobaan dilakukan dengan

menambahkan aliran gas argon dari luar. Temyata

fungsi dari aliran gas argon tersebut, selain untuk

menanggulangi kesulitan karena adanya arus balik

juga berfungsi untuk mendorong gas yang ada dalam reaktor dan pipa atau slang menuju ketempat

penyerapan. Hal..ini mengakibatkan jumlah gas yang

terserap akan bertambah clan ini akan merubah

harga kejenuhan gas N02 seperti yang tertera dalam

tabel 1. Ontuk itu perlu adanya penambahan jumlah

tingkat yang tadinya dua menjadi tiga atau bahkan lebih.

Tabel2. Hasil penyerapan NO2 ol.eh larutan

Salztman. Dengan berat 4 gram 002 dan

100 ml HN03 No. penyerap III 0,0031 0,0015 0,0013 0,0026 0,0018 0,316 0,411 0,473 0,519 0.495 0,248 0,367 0,452 0,491 0.483 1 2 3 4 5

Pada awal daTi penelitian ini dimana belum

ada penambahan gas argon kedalam reaktor dialami

beberapa kesulitan dalam pelaksanaannya. Kesulitan

tersebut terjadi pada akhir penelitian, dimana saat pemanas dimatikan dan mulai terjadi pendinginan. Pada waktu tersebut, akan terjadi arus balik baik

larutan Salztman maupun larutan KMn04 masuk kedalam reaktor. Kesulitan tersebut dapat diatasi

dengan jalan pendinginan secara bertahap. Artinya

pemanas tidak lagsung dimatikan, tetapi suhunya diturunkan perlahan lahan dengan mengatur skala daTi pemanasnya. Tetapi untuk pelaksanaan ini diperlukan waktu yang cukup lama, selain itu dapat pula dibantu dengan membuka kran 'atas yang

menghubungkan reaktor dengan udara luar. Karena

adanya kesulitan ini, beberapa percobaan

mengalami kegagalan.

Tabell. Penentuan kejenuhan penyerapan larutan

Salztman dengan berat 4 gram 002 dan volume 100 ml HN03o

Kadar NO2, (1.11 tiap 9 UO2)

No. 1 2 3 4 5 Keterangan gagal penyerapl 0,0007 0,0028 0,0552 0,0688 0,0703 penyerap II 0,0009 0,0106 0,0071 0.0065

Pacta percobaan ini temyata kecepatan aliran gas argon berpengaruh terhadap jumlah gas NOz .Makin besar kecepatan aliran gas argon, jumlah gas NOz yang dapat diserap akan bertambah pula. Hal ini dapat terlihat pacta percobaan pertama, dim ana jika dibandingkan dengan yang kedua, ketiga daD selanjutnya jumlahnya paling kecil. Pacta percobaan kedua kecepatan aliran kita tambah

sedikit dan pacta percobaan ketiga kita tambah lagi. Sedangkan untuk percobaan keempat daD kelima

Sebagai percobaan pendilhuluan akan ditentukan dahulu sampai sejauh mana kejenuhan

penyerapan gas NO2 oleh larutan Salztman. Untuk

itu percobaan hanya dilakukan untuk satu macam serbuk UO2 saja. Dalam hat ini dipakai serbuk

Rachmat Pratomo, dkk

(4)

..

dipakai kecepatan yang sarna dengan percobaan tiga.

kekurangannya. Untuk itu masih diperlukan adanya perbaikan dengan mencoba metoda lain. Antara lain untuk melepaskan gas NO2 dari serbuk tidak ditambahkan larutan asam nitrat, tetapi dengan memanaskan serbuk UO2 menjadi U3Og atau pelarut lainnya.

UCAP AN TERIMA KASIH

Ucapan ini disampaikan kepada semua pihak yang telah turnt membantu jalannya penelitian ini sehingga terselesaikan penenlitian ini.

Pacta percobaan pendahuluan ini digunakan uranium dioksida yang tidak divariasi, karena disini kita baru akan mencari kejenuhan penyerapan

larutan Salztman. Setelah kita ketahui berapa kebutuhan penyerapan, kecepatan aliran gas argon dan teknis pelaksanaannya, barulah kita menggunakan serbuk uranium yang divariasi kadar gas nitrogennya.

Tabel 3. Hubungan antara kadar NO2 yang diserap larutan SaIztman dengan tipe serbuk VO2 berat 4 gram.

DAFT AR PUST AKA

penyerap III I 0,008 0,003 0,005 0,002 0,003 .0,007 0,006 0.008

1. "Characterization of Uranium Dioxide II Oak Ridge National Laboratory, December 12 -13, 1961 TID 7637

2. "Fuel Elements Conference" Paris, November 18 -23, 1957. United States Atomic Energy Till 7546 Book 2.

3. "Fuel Elements Conference" Paris, November 18 -23,1957, United States Atomic Energy Till 7546 Book 1.

4. "Hand Book of Chemistry and Physics" Robert C. Weast, Ph.D., 51 st Edition.

Keterangan :

ripe A = Perbandingan N2iHz = 200;0/80% ripe B = Perbandingan Nz/Hz = 400;0160% ripe C = Perbandingan Nz/Hz = 500;0150% Tipe 0 = Perbandingan NzlHz = 600;0140%

Penelitian dilanjutkan dengan variasi serbuk uranium dioksidanya. Untuk memperoleh bahan ini dilakukan dengan mengubah kadar hidrogennya, dengan mencampur gas nitrogen. Perbandingan ini dimulai daTi 20% : 80% , 40% :

60, 50% : 50% dan60% : 40%. Dengan mengubah perbandingan ini diharapkan kadar nitrogen dalam

serbuk uranium dioksida akan berbeda pula. Hal ini

terbukti dari tabel 3, bahwa makin naiknya harga kadar N2 dalam serbuk, maka jumlah kadar NO2 yang terserap oleh larutan Salztman pun bertambah

pula, pada penelitian ini tidak dibandingkan dengan

SRM.

TANYA JAWAB

KESIMPULAN

DAN SARAN.

Sumijanto

> Pada penyerapan NO2 dengan larutan Saltzman I

dan II untuk 002 tipe A didapat basil :!: sarna.

Sedangkan pada Saltzman III turun drastis. Apa

perbedaan larutan Saltzman I, II, dan III

sehingga dapat demikian.

Rachmat P.

-<:>- Maksud adanya tiga buah tabung adalah untuk menjaga kalau adanya gas NO2 yang

cukup banyak, sehingga tabung I akan

menangkap NO2 sampai jenuh. Dan NO2 yang masih lolos dapat ditangkap oleh tingkat ke II. Pada percobaan, pada I hampir sarna dengan IL disebabkan karena ko'1Sentrasi larutan Saltzman sarna.

Sahat Simbolon

> Bagaimana reaksi larutan Saltzman dengan N02?

> Berapa panjang gelombang yang digunakan?

> Bagaimana kurva kalibrasi yang digunakan?

Dengan melihat data yang diperoleh dari awal hingga akhir penelitian dapat disimpulkan bahwa analisis tidak langsung kadar N2 dalarn serbuk UO2 dengan metode penyerapan gas NO2 ini dapat digunakan. Hal ini terbukti dengan makin besarnya kadar N2 dalarn serbuk UO2, maka jumlah NO2 dalarn serbuk juga akan bertambah besar pula. Untuk tipe A diperoleh kadar NO2 total adalah 0,535 illig, tipe B = 2,271 illig, tipe C = 2,850 illig dan tipe D = 4,407 illig.

Walaupun anal is is ini sudah dapat memberikan hasil yang cukup baik, tetapi masih ada

ISSN 0216-3128 Kimia Nuklir

(5)

Prosiding Perlemuan dan Presentasi llmiah P3TM-Batan, Yogyakarla 14-15 Juli 1999

90 Buku II

Supriyanto

~ Dari judul penelitian yang dianalisis adalah gas

nitrogen sedang dalam kesimpulan diperoleh gas

NO2o Apakah sudah dilakukan konversi? Mohon

penjelasan.

Rachmat P.

-.t>- Pada makalah ini diketahui harga besaran log Kf = -9,082, sehingga untuk menghitung besarnya gas N] adalah dengan reaksi : 2NO] ~ N] + 20]0 Percobaan ini adalah analisis tidak langsung.

» Bagaimana reaksi pengusiran gas nitrogen?

Rachmat p.

~ Pertanyaan ini, sl!Yang saar ini belum dapat

dijawab, karena belum sl!Ya pelajari. ~ Panjang gelombang alar ini antara 190

-900 nano. Pada penelitian dipakai 545 nanometer.

~ Pada percobaan ini kilo secara langsung

memakai panjang gelombang 545

nanometer.

~ Reaksi pengusiran gas nitrogen adalah

dengan melarutkan UO] dengan HNOj.

Kimia Nuklir Rachmat Pratomo, dkk

Gambar

Tabel 2  dan  Tabel 3  menunjukkan data analisis penyerapan  gas NO2 oleh larutan Salztman, dimana pelaksanaan  percobaan dilakukan dengan menambahkan  aliran gas argon dari luar
Tabel 3.  Hubungan  antara kadar  NO2 yang  diserap larutan  SaIztman dengan tipe  serbuk VO2 berat 4 gram.

Referensi

Dokumen terkait

diibaratkan seperti teknologi penginderaan jarak jauh menggunakan citra satelit yang digunakan untuk mendeteksi potensi sumber daya alam di suatu titik lokasi,

Menyusun kubus menyerupai stupa, digunakan untuk , mengenalkan warna mengenalkan jumlah motorik halus konsentrasi Harga Rp.45.000,- Menara Balok Digunakan untuk :

a. Memastikan jam pelaksanaan praktek kerja dilakukan secara proporsional dengan jam istirahat agar tidak menimbulkan kelelahan sangat yang dapat

 Dalam welfare state, hak kepemilikan diserahkan kepada swasta sepanjang hal tersebut memberikan insentif ekonomi bagi pelakunya dan tidak merugikan secara sosial,

menurut sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi Islam, adapun permasalahan tentang nilai waktu uang menurut sistem ekonomi konvensional dan sistem ekonomi Islam sudah ada

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya maka peneliti menyimpulkan bahwa jenis kesalahan yang cenderung dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal tipe Higher Order

Sebagai sastra lisan seloko adat Jambi mempunyai fungsi informasional karena muncul dan berkaitan dengan pemanfaatan seloko adat Jambi itu sendiri yang digunakan untuk penyampaian

• 2.134 Requiring law enforcement agencies to analyze the data collected and report the data to their respective governing bodies (The Commissioners Court).. Racial breakdown of