Karangharja,
Desa di Ujung Senja
Editor: Mukmin Suprayogi, M.SiLEMBAR TIM PENYUSUN
Karangharja, Desa di Ujung Senja
Buku ini adalah laporan hasil kegiatan kelompok KKN-PpMM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2016 di Desa Karangharja, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.
©Casuarina 2016_Kelompok KKN 154
ISBN 978-602-6670-26-7
Tim Penyusun
Editor Mukmin Suprayogi, M.Si
Penyunting Muhammad Syarif Nasution, SH.I
Penulis Angga Saputra, Shalahuddin Al Qadr, Ema Herviana, Anifah Ayu Fitriyah, Siti Nurkomara, Ahmad Sofyan, Alfian Aji, dan Irfan Rizki Nuryanto Haas, Sarah Hanan Sahara, Sumi Sumiati
Layout Anifah Ayu Fitriyah, Angga Saputra, dan Alfian Aji
Design Cover Angga Saputra
Kontributor Agung Wahyu Prasetyo, Muhammad Hafizh Rahim, Mayudin, Babeh Ali, dan Aa Adung.
Diterbitkan atas kerja sama Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan kelompok KKN Casuarina 2016
iv
LEMBAR PENGESAHAN
Buku Laporan Hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian pada Masyarakat oleh Mahasiswa Kelompok KKN Nomor 154 di Desa Karangharja Kecamatan Cisoka yang berjudul: Karangharja, Desa di Ujung Senja telah diperiksa dan disahkan pada tanggal, 12 Juli 2017.
Dosen Pembimbing Koord. Program KKN-PpMM
Mukmin Suprayogi, M.Si Eva Nugraha, M. Ag NIP. 196203011999031001 NIP. 197102171998031002
Mengetahui,
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Djaka Badranaya, ME NIP. 19770530 2007011008
v | Karangharja, Desa di Ujung Senja
“Hiduplah seperti pohon kelapa meski
diterpa angin kencang namun tetap
bermanfaat dari akar hingga daunnya”
vi
KATA PENGANTAR
Puji serta syukur tak henti-hentinya penulis haturkan kehadirat Allah
Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan banyak kelimpahan rezeki dan nikmat sehat walafiat, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan KKN-PpMM dalam bentuk buku ini. Shalawat teriring salam tak lupa juga penulis hanturkan kepada junjungan kita, suri tauladan kita Nabi Agung Muhammad Shallahu ‘Alayhi wa Sallam yang telah membawa kita ke zaman keemasan seperti sekarang.
Dalam penyusunan laporan ini penulis banyak mendapat saran, dorongan, bimbingan serta keterangan-keterangan dari berbagai pihak yang merupakan pengalaman yang tidak dapat diukur secara materi, namun dapat membukakan mata penulis bahwa sesungguhnya pengalaman dan pengetahuan tersebut adalah guru yang terbaik bagi penulis. Oleh karena itu, dengan segala hormat dan kerendahan hati perkenankanlah penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Dede Rosyada, MA selaku Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah melepaskan dan mendoakan secara resmi anak-anak didiknya untuk melakukan kegiatan KKN 2016. 2. Bapak Djaka Badranaya, MA selaku kepala PPM UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan kami pengetahuan yang luas mengenai Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan juga sebagai Penyunting. 3. Bapak Eva Nugraha, M. Ag selaku Koordinator KKN PpMM yang dengan sabar memberikan pengarahan dalam penyusunan laporan KKN Casuarina.
4. Bapak Muhammad Syarif Nasution, SH.I. sebagai penyunting buku yang membimbing dan memberikan pengarahan dalam penulisan buku laporan hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN).
5. Bapak Mukmin Suprayogi, M.Si selaku Dosen Pembimbing yang telah mendampingi, membimbing, dan memberikan semangat kepada kami baik sebelum kegiatan KKN dimulai, saat KKN berlangsung maupun pada saat penyusunan laporan KKN.
6. Ibu Hj. Aliyah, selaku Kepala Desa Karangharja yang telah banyak membantu KKN Casuarina dalam segala hal yang menyangkut perizinan serta memberikan izin kepada kami untuk dapat mengabdi di Desa Karangharja.
Karangharja, Desa di Ujung Senja | vii
7. Bapak Jainudin, selaku Sekretaris Desa Karangharja yang telah banyak membantu KKN Casuarina dalam pelaksanaan program-program KKN terutama mengenai data dan administrasi.
8. Bapak Ustad Kurtusi, selaku Tokoh Agama Desa Karangharja yang telah mengenalkan kami secara langsung kepada warga lewat acara pengajian rutin warga Karangharja.
9. Bapak Aziz, selaku Jaro 2 Kampung Batok yang sangat membantu kami ketika mengadakan acara di RW 2 tempat KKN Casuarina mengabdi. 10. Ibu Sumiati, selaku Kepala Sekolah SDN Karangharja 1 yang telah banyak membantu kami dan memberikan izin untuk bisa mengajar di SDN Karangharja 1.
11. Staf guru SDN Karangharja 1, yang telah memberikan kami waktu mengajar serta kesempatan untuk melaksanakan beberapa kegiatan KKN Casuarina.
12. Kelompok KKN 152 (KKN SAIK), yang telah banyak membantu KKN Casuarina dan bekerja sama untuk saling membantu di saat mengabdi di Desa Karangharja.
13. Kelompok KKN 153 (KKN KOPI), yang juga membantu dalam melaksanakan pengabdian di daerah yang tidak terjangkau oleh KKN Casuarina dan KKN Saik.
14. Kak Edy Fajar beserta tim Eco Business Indonesia sebagai pendukung dalam acara Pemanfaatan Limbah di Desa Karangharja yang telah membantu dalam penyebaran ilmu tentang pentingnya pemanfaatan limbah kepada warga Desa Karangharja.
15. Kak Miftah Habibi dan Satgas Gerakan Anti Narkoba (GAN) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai pendukung dalam acara NAPZA yang telah membantu memberikan ilmu tentang bahaya NAPZA kepada adik-adik SMP di Desa Karangharja.
16. Kak Rifki Rif’an Fauzi, S.E CA sebagai pendukung dalam acara Pembuatan Laporan Keuangan yang telah membantu dalam membagikan ilmunya tentang cara membuat laporan kepada warga Desa Karangharja.
17. Perpusnas RI, Dompet Dhuafa dan lain-lain sebagai donatur yang telah memberikan bantuan dana kepada kelompok kami untuk kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat.
viii | Karangharja, Desa di Ujung Senja
18. Kelompok Ibu-ibu PKK Desa Karangharja atas bantuan dan kerja sama dalam melaksanakan program-program penyuluhan kepada warga Desa Karangharja.
19. Seluruh warga Desa Karangharja yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan KKN yang tidak dapat disebutkan satu-persatu namun tidak mengurangi rasa hormat kami.
Tidak lupa kami sebagai penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada para orang tua kami, yang telah memberikan kami semangat serta dukungan baik moril maupun materil sehingga kami dapat menyelesaikan laporan KKN ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari kata sempurna baik dari segi penyusunan, bahasa ataupun penulisannya. Akhir kata kami berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan pihak-pihak lain.
Jakarta, September 2016
Karangharja, Desa di Ujung Senja | ix
“Sebaik-baik pakaian adalah ketakwaan”
x
DAFTAR ISI
LEMBAR TIM PENYUSUN ... iii
LEMBAR PENGESAHAN ... iv
KATA PENGANTAR ... vi
DAFTAR ISI... x
DAFTAR TABEL ... xii
TABEL IDENTITAS KELOMPOK ... xvi
RINGKASAN EKSEKUTIF ... xviii
PROLOG ... xx
BAB I PENDAHULUAN ...1
A. Dasar Pemikiran...1
B. Kondisi Umum Desa Karangharja ... 2
C. Permasalahan ... 3
D. Profil Kelompok KKN-PpMM 154 ... 4
E. Fokus dan Prioritas Program ... 7
F. Sasaran dan Target ... 8
G. Jadwal Pelaksanaan Program ... 11
H. Pendanaan dan Sumbangan ... 12
I. Sistematika Penyusunan ... 13
BAB II METODE PELAKSANAAN PROGRAM ... 15
A. Metode Intervensi Sosial ... 15
B. Pendekatan dalam Pemberdayaan Masyarakat ... 16
BAB III KONDISI DESA KARANGHARJA KECAMATAN CISOKA ... 19
A. Sejarah Singkat Desa Karangharja ... 19
B. Letak Geografis ... 19
C. Struktur Penduduk ... 21
D. Sarana Prasarana ... 23
BAB IV DESKRIPSI HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN DI DESA KARANGHARJA ... 27
A. Kerangka Pemecah Masalah ... 27
B. Bentuk dan Hasil Kegiatan Pelayanan pada Masyarakat ... 37
C. Faktor-faktor Pencapaian Hasil ... 62
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI ... 63
A. Kesimpulan ... 63
Karangharja, Desa di Ujung Senja | xi
EPILOG ...67
A. Kesan Masyarakat atas Pelaksanaan KKN ...67
B. Penggalan Kisah Insiratif KKN ... 69
DAFTAR PUSTAKA ... 175
BIOGRAFI SINGKAT ... 177
LAMPIRAN I ... 185
LAMPIRAN II ... 203
xii
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1: Bidang dan Program KKN ... 7
Tabel 1.2: Sasaran dan Target ... 8
Tabel 1.3: Pra KKN 2016 ... 11
Tabel 1.4: Pelaksanaan Program KKN ... 12
Tabel 1.5: Laporan dan Evaluasi ... 12
Tabel 1.6: Asal Dana ... 12
Tabel 1.7: Asal Sumbangan ... 12
Tabel 3.1: Mata Pencaharian Penduduk Karangharja ... 21
Tabel 3. 2: Tingkat Pendidikan Penduduk Karangharja ... 22
Tabel 3.3: Sarana prasarana di Desa Karangharja ... 23
Tabel 4.1: Matriks SWOT Bidang Pendidikan ... 27
Tabel 4.2: Matriks SWOT Bidang Ekonomi ... 29
Tabel 4.3: Matriks SWOT Bidang Kesehatan ... 32
Tabel 4.4: Matriks SWOT Bidang Sosial ... 34
Tabel 4.5: Matriks SWOT Bidang Infrastruktur ... 36
Tabel 4.6: Kegiatan Belajar Mengajar ... 37
Tabel 4.7: Science is Fun ... 39
Tabel 4.8: Sekolah Rakyat ... 40
Tabel 4.9: Penyuluhan Perpustakaan Sekolah ... 42
Tabel 4.10: Taman Baca Masyarakat (TBM) ... 43
Tabel 4.11: Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) ... 45
Tabel 4.12: Penyuluhan dan Praktik Mencuci Tangan ... 46
Tabel 4.13: Kegiatan Pelayanan Posyandu... 48
Tabel 4.14: Penyuluhan NAPZA ... 49
Tabel 4.15: Peringatan HUT RI ke 71 ... 51
Tabel 4.16: Pembuatan Buku Desa... 53
Tabel 4.17: Pengelolaan Limbah Menjadi Peluang Usaha ... 54
Tabel 4.18: Pelatihan Bisnis Online ... 56
Tabel 4.19: Pembuatan Laporan Keuangan ... 57
Tabel 4.20: Pembuatan Plang Nama Jalan ... 59
Karangharja, Desa di Ujung Senja | xiii
“Tetaplah bersabar dalam melakukan
kebaikan karena indahnya akhirat
hanya tuk mereka yang bersabar.
Semua kebahagiaan didapat dengan
perjuangan”
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1: Gambar Logo Casuarina. ... 4
Gambar 3.1: Peta Desa Karangharja, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang ... 20
Gambar 3.2: Peta Jangkauan Wilayah Pengabdian, Desa Karangharja, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang... 20
Gambar 3.3: Histogram Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin ... 21
Gambar 3. 4: Histogram Penduduk Berdasarkan Tingkat Ekonomi... 22
Gambar 3.5: Histogram Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 23
Gambar 3.6: Sarana Pemerintahan ... 24
Gambar 3.7: Sarana Pendidikan ... 24
Gambar 3.8: Sarana Peribadatan ... 25
Gambar 3.9: Sarana Olahraga ... 25
Gambar 4.1: Kegiatan Belajar Mengajar ... 39
Gambar 4.2: Science is Fun ... 40
Gambar 4.3: Sekolah Rakyat ... 41
Gambar 4.4: Penyuluhan Perpustakaan Sekolah ... 43
Gambar 4.5: Taman Baca Masyarakat (TBM) Casuarina... 45
Gambar 4.6: Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) ... 46
Gambar 4.7: Penyuluhan dan Praktik Mencuci Tangan ... 48
Gambar 4.8: Kegiatan Pelayanan Posyandu ... 49
Gambar 4.9: Penyuluhan NAPZA ... 51
Gambar 4.10: Penyelenggaraan HUT RI ke 71 ... 52
Gambar 4.11: Pembuatan Buku Desa ... 54
Gambar 4.12: Pengelolaan Limbah Mejadi Peluang Usaha ...55
Gambar 4.13: Pelatihan Bisnis Online ... 57
Gambar 4.14: Pembuatan Laporan Keuangan ... 59
Gambar 4.15: Pembuatan Plang Jalan ... 60
xv
“Bukalah matamu, jangan kau acuh
terhadap apa yang ada di sekelilingmu,
karena bisa jadi hal tersebut yang
membuat hidupmu penuh makna”
xvi
TABEL IDENTITAS KELOMPOK Kode 02/Tangerang/Cisoka/154
2.1.8.
154
Desa Karangharja [08] Kelompok Casuarina 2016 Dana Rp17.250.000,- J. Mhswa 12 Orang J. Keg. 13 Kegiatan J.Pembangunan Fisik 3 Kegiatan− Pembuatan Plang Papan Jalan − Inventaris Ibadah
Karangharja, Desa di Ujung Senja | xvii
“Senja, hilangkanlah semua asa untuk
cita-cita yang tak akan pernah sirna”
xviii
RINGKASAN EKSEKUTIF
Buku ini disusun berdasarkan hasil kegiatan KKN-PpMM di Desa Karangharja, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, selama 32 hari. Ada 12 orang mahasiswa yang terlibat dalam kelompok ini dan berasal dari 7 fakultas yang berbeda. Kami namai kelompok ini Casuarina dengan nomor kelompok 154. Kami dibimbing oleh Bapak Mukmin Suprayogi, M.Si, beliau adalah dosen Ilmu Perpustakaan di Fakultas Adab dan Humaniora. Tidak kurang dari 16 kegiatan yang kami lakukan di desa tersebut, yang sebagian besar merupakan pelayanan kepada masyarakat dan sebagian kecilnya adalah pemberdayaan. Dengan fokus pada 1 RW yang terdiri dari 6 RT, kegiatan-kegiatan yang kami lakukan menghabiskan dana sekitar Rp17.250.000,-. Dana tersebut kami dapatkan dari iuran anggota kelompok KKN sebesar Rp1.000.000,- setiap orang dan dana penyertaan Program Pengabdian pada Masyarakat oleh Dosen (PpMD) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Rp5.000.000,- serta sumbangan sponsor Rp250.000,-.
Dari hasil kegiatan yang kami lakukan, terdapat sejumlah keberhasilan yang telah kami raih yaitu:
1. Meningkatkan peran masyarakat dalam membangun desa.
2. Bertumbuhnya motivasi peserta didik di SD dan SMP untuk melanjutkan kuliah.
3. Bertambahnya pengetahuan masyarakat mengenai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
4. Bertambahnya pembangunan fisik untuk perbaikan bangunan berupa inventaris rumah ibadah dan plang-plang jalan yang menunjukkan arah jalan dan tempat yang di desa.
Saat merencanakan dan implementasi kegiatan, terdapat sejumlah kendala yang kami hadapi, antara lain:
1. Kurangnya waktu untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, baik internal anggota kelompok, dosen pembimbing, pihak sponsor, dan desa.
2. Kurangnya dana yang bisa terkumpul untuk memaksimalkan rencana kegiatan yang telah disusun.
3. Sejumlah masyarakat kurang merespon kegiatan kami karena lokasi KKN dengan perkotaan dengan sebagian besar masyarakat urban dan juga masyarakat sendiri memiliki kesibukannya masing-masing.
Karangharja, Desa di Ujung Senja | xix
Namun, sekalipun demikian, pada akhirnya kami bisa merampungkan sebagian besar rencana kegiatan kami. Adapun kekurangan-kekurangannya adalah
1. Kekurangan dalam program kerja, terlalu banyak acara seperti seminar yang mengharuskan masyarakat untuk hadir dalam kegiatan, padahal masyarakat mempunyai aktivitas sendiri yang tidak memungkinkan untuk mengikuti kegiatan tersebut.
2. Adanya keterbatasan dana, sehingga inventaris yang kami berikan di tempat ibadah hanya menjangkau sebagian kecil keperluan masjid di RW tersebut dan kami tidak menjangkau mushalla-mushalla yang ada dalam wilayah RW tersebut.
3. Untuk program taman baca masyarakat, koleksi buku masih terbilang belum lengkap dan jumlahnya sangat terbatas.
4. Karena untuk meminimalisasi dana, pembuatan plang dibuat dengan bahan seadanya sehingga hasil plang dirasa belum optimal.
xx
PROLOG
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas rahmat dan ridho-Nya sehingga kami dapat melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada tahun 2016 di Desa Karangharja, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Program KKN diselenggarakan mulai dari tanggal 25 Juli hingga 25 Agustus oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di bawah unit Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM). Kegiatan ini kami fokuskan pada beberapa bidang yaitu, bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan infrastruktur. Dalam bidang pendidikan, mencakup beberapa macam program, antara lain Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), Science is Fun, Pendidikan Sekolah Rakyat, Workshop Perpustakaan, Taman Baca Casuarina, dan Pelayanan TPQ. Dalam bidang kesehatan, mencakup program penyuluhan mencuci tangan dengan sabun, Pelayanan Posyandu, dan Penyuluhan NAPZA. Dalam bidang sosial, mencakup program peringatan HUT Republik Indonesia yang ke-71 tahun dan pengadaan buku desa. Dalam bidang ekonomi, mencakup program Workshop Pengelolaan Limbah, Pemberdayaan Bisnis Online, dan Pelatihan Pembuatan Laporan Keuangan. Lalu, yang terakhir dalam bidang infrastruktur, mencakup program pembuatan plang jalan dan inventaris ibadah.
Dalam pelaksanaan kegiatan KKN, program dan kegiatan yang telah dilaksanakan merupakan hasil bimbingan dari pembimbing dan juga dukungan dari segenap masyarakat Desa Karangharja serta kerja sama tim yang dibangun dengan kuat. Pelaksanaan KKN ini sangat erat hubungannya dengan Tri Darma Perguruan Tinggi karena merupakan refleksi dari bentuk pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan KKN ini bukanlah hanya sebagai penggugur kewajiban tugas yang diberikan oleh universitas, namun juga bentuk nyata kontribusi mahasiswa untuk turut bersinergi dengan pemerintah dalam pembangunan masyarakat. Karena itu dalam pelaksanaannya regulasi yang diterapkan dari waktu ke waktu terus mengalami perubahan. Hal ini tidak terlepas dari keperdulian pemegang kewenangan dalam mewujudkan tujuan utama program ini diberlangsungkan. Begitu juga dengan pelaksanaan KKN tahun 2016 ini.
Karangharja, Desa di Ujung Senja | xxi
Alhamdulillah, pada tahun ini kami diamanahkan untuk membina Kelompok KKN dengan nomor kelompok 154 yang bernama Casuarina. Pemilihan kata Casuarina untuk nama kelompok 154 memiliki alasan yang kuat. Casuarina adalah singkatan dari Cita-cita dan Inovasi untuk Negeri Tercinta. Pohon cemara (nama Indonesia untuk Casuarina) memiliki filosofi untuk tumbuh berdampingan tapi berjarak agar tak saling menginjak, tetap hidup bersama tapi tak saling menyakiti. Kelompok ini juga merupakan salah satu dari banyak kelompok mahasiswa peserta KKN yang terdiri dari 7 Fakultas yaitu FEB, FST, FAH, FSH, FUF, FIDIKOM, dan FISIP. Adapun nama mahasiswa/i tersebut yaitu, Angga Saputra, Sarah Hanan Sahara, Anifah Ayu, Ema Herviana, Siti Nurkomara, Sumi Sumiati, Irfan Rizky Haas, Muhammad Hafiz, Alfian Aji, Agung Wahyu, Shalahuddin Al Qadr, dan Ahmad Sofyan. KKN Casuarina yang ditempatkan di Desa Karangharja dengan fokus kegiatan di wilayah RW 02.
Pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan KKN diikuti masing-masing kelompok mahasiswa dengan penempatan satu desa satu kelompok KKN. Pada tahun ini kegiatan KKN berbeda dari sebelumnya karena dalam satu desa terdapat tiga kelompok KKN dengan masing-masing program yang diunggulkan. Oleh sebab itu, terdapat pula tiga orang dosen pembimbing yang masing-masing harus saling bantu membantu dan membina kelompok masing-masing serta saling berkoordinasi. Ketika ditunjuk sebagai dosen pembimbing kegiatan KKN, kami merasakan kegiatan KKN di UIN Jakarta semakin menunjukkan kualitasnya yang baik dengan adanya hasil kegiatan KKN dalam bentuk laporan buku ini. Hal ini dalam rangka mewujudkan
world classs university, dimana hasil kegiatan KKN tersebut juga merupakan
sebuah hasil penelitian lapangan di masyarakat, sehingga penelitian tersebut dapat meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah dengan standar internasional.
Perbedaan lainnya juga terlihat dari teknis pemberian bantuan dana yang diberikan untuk pembangunan fisik pada wilayah yang di tuju. Setiap kebijakan baru ini tentunya akan menimbulkan dampak kekurangan dan kelebihannya sebagai dasar evaluasi nantinya. Pada pembagian wilayah misalnya, di Desa Karangharja ditempatkan sekitar 34 mahasiswa dengan pembagian masing-masing kelompok berjumlah 11-12 mahasiswa yang terdiri dari berbagai fakultas dan kejuruan. Dalam pembangunan daerah terutama infrastruktur, hal ini sangat membantu karena setiap kelompok
xxii | Karangharja, Desa di Ujung Senja
memiliki fokus program infrastruktur di setiap rw yang menjadi wilayah pembangunan. Sehingga pembangunan infrastruktur di wilayah desa dapat merata. Selain itu, dua sampai tiga kelompok juga dapat saling mengisi pemahaman terkait permasalahan yang ada di desa sehingga dalam mengidentifikasi permasalahan yang kompleks tidak datang dari satu arah saja tetapi bisa saling bersinergi dan bisa menjadi lebih ringan karena ada pembagian prioritas program. Kekurangan dalam sistem pembagian ini adalah adanya kegiatan yang sejenis dan melibatkan satu desa sehingga terkadang menimbulkan sedikit permasalahan dengan kelompok lain. Namun demikian, kelebihan dan kekurangan ini dapat diambil pelajaran yang sangat berguna bagi kematangan psikologi mahasiswa dalam lingkungan masyarakat.
Untuk pelaksanaan selanjutnya, kami menyarankan harus ada kerja sama dengan aparat terkait yang lebih baik. Selain itu, mahasiswa harus benar-benar mampu mengidentifikasi dengan baik kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat desa tersebut sehingga program yang dijalankan dapat bermanfaat dan berkelanjutan bagi kesejahteraan warga desa. Harapannya agar mahasiswa yang sedang belajar dalam tahap ini dapat lebih mudah dalam melaksanakan program pemberdayaan dan pelayanan di lingkungan masyarakat jika ada dukungan penuh dari aparat terkait di desa tersebut. Dukungan ini mungkin akan lebih optimal dan menyeluruh jika ada peran penyelenggara dalam hal ini UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk terlebih dahulu membangun komunikasi dan pengertian kepada para aparat pemerintah khususnya kepala desa untuk lebih bekerjasama dengan mahasiswa dalam mengoptimalkan program yang ada. Selain itu, dengan adanya identifikasi yang menyeluruh, program yang direncanakan kedepannya akan dapat dilaksanakan secara maksimal dan efektif. Sehingga hasil KKN yang terpublikasi ini dapat ditindak lanjuti, baik dalam kegiatan penelitian ilmiah maupun tindak lanjut program nyata dari pemerintah daerah setempat. Jangan KKN ini hanya sekedar dijadikan seremonial akademik UIN yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen dalam rangka pelaksanaan pengabdian dosen terhadap masyarakat, melainkan dapat dijadikan ajang amaliah yang berkesinambungan.
Dosen pembimbing ideal adalah dosen yang tidak hanya sekedar pandai memberi contoh tapi menjadi contoh itu sendiri. Selaku dosen pembimbing, saya berharap semoga Desa Karangharja bukan hanya sekedar
Karangharja, Desa di Ujung Senja | xxiii
tempat untuk saling silaturahim antar anggota Casuarina, yang ujung-ujungnya cuma mengejar secarik sertifikat bernilai, agar bisa dijadikan persyaratan sidang skripsi kelak, melainkan hendaknya menjadi menjadi ladang amaliah, ladang bakti mahasiswa UIN kepada masyarakat disana dan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Casuarina tidak sekedar jadi slogan tentatif di ranah terbatas, Desa Karangharja, melainkan harus berkemistri menjadi obsesi, orientasi, dan ambisi pribadi untuk hidup nan lebih baik di masa mendatang, yakni insan cendekia muslim yang memiliki cakrawala alam semesta yang tetap menjaga nilai-nilai ukhuwah nan responsif, dan inovatif, demi tercipta kehidupan sejahtera, fid dunya wal akhirat.
Terakhir, kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh warga Desa Karangharja yang telah berkenan menerima mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melakukan program KKN serta para pemuka desa dan pemuka agama Desa Karangharja. Penghargaan setinggi-tingginya tak lupa kami ucapkan kepada pihak pemerintah desa yang telah memberi izin sehingga kegiatan KKN Casuarina dapat berjalan dengan baik dan didukung penuh oleh warga.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Karangharja, 19 September 2016 Dosen Pembimbing KKN Kelompok 154
1
BAB I PENDAHULUAN A. Dasar Pemikiran
Indonesia adalah negeri yang sarat makna. Di dalamnya terkandung sejarah panjang, gagasan, harapan dan cita-cita yang luhur serta semangat juang yang tinggi dan kerelaan berkorban untuk negeri tercinta. Sejarah mencatat api semangat pernah berkobar 71 tahun yang lalu, demi cita-cita Indonesia merdeka. Hal itu bukan berarti api itu telah padam. Namun generasi muda saat ini masih memiliki semangat api juang yang tinggi. Tangan generasi muda menjadi penyambung perjuangan para pahlawan sebelumnya, meskipun perjuangan kami bukanlah melawan penjajah. Terlebih, Indonesia menjadi salah satu negara yang terkena dampak globalisasi, yang memaksa pembangunan dalam segala aspek dan berakselerasi dengan waktu.
Indonesia kini mengalami pembangunan yang begitu pesat guna mengarah pada cita-cita bangsa yaitu sebagai bangsa yang maju, unggul dan berpengaruh di mata dunia. Pembangunan tersebut mencakup pembangungan infrastruktur, sumber daya alam dan juga sumber daya manusia. Dalam membangun sumber daya manusia, tidak hanya perlu memperhatikan segi kuantitas, tetapi juga dari segi kualitas. Lemahnya kualitas sumber daya manusia yang dihadapi bangsa ini tentu menjadi kendala untuk mewujudkan cita-cita bangsa.
Demi mewujudkan cita-cita bangsa tersebut, segala potensi manusia harus terus digali dan dikembangkan dengan cara meningkatkan pengetahuan dan pendidikan mereka, kemudian dikembangkan dan diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat sehingga terciptanya masyarakat yang kreatif, cerdas, dinamis dan inovatif. Salah satu cara untuk mewujudkan cita-cita tersebut adalah dengan peran aktif mahasiswa dalam rangka membangun bangsa. Mahasiswa memposisikan dirinya sebagai media transformasi dan informasi untuk mengunggah kepedulian sosial masyarakat untuk dapat sama-sama membangun masyarakat yang memiliki kualitas dan kuantitas yang baik.
Peran seluruh lapisan masyarakat sangat penting. Khususnya mahasiswa sebagai agen perubahan yang mengemban tanggung jawab yang besar harus berperan aktif dalam membangun bangsa ini. Kuliah Kerja Nyata
2 | Karangharja, Desa di Ujung Senja
(KKN) menjadi salah satunya. Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi salah satu institusi yang memiliki Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya adalah pengabdian masyarakat. Di mana setiap warga kampus memiliki tanggung jawab yang besar dalam pembangunan masyarakat. KKN menjadi contoh nyata di mana mahasiswa terjun ke desa-desa untuk ikut membantu proses pembangunan.
Dengan demikian pelaksanaan KKN ini diharapkan mampu untuk mengikuti derap langkah pembangunan yang semakin dinamis untuk meningkatkan sumber daya manusia baik bagi mahasiswa maupun bagi masyarakat dalam pemanfaatan dan pengolahan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Kuliah Kerja Nyata sebagai suatu studi yang dilakukan di tengah-tengah masyarakat guna mengimplementasikan keilmuan yang dimiliki oleh setiap mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu yang untuk selanjutnya dapat diterapkan di tengah-tengah masyarakat.
Untuk itu, kami mahasiswa lintas Fakultas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, bermaksud menjalankan program Kuliah Kerja Nyata Tahun Akademik 2016 di bawah bimbingan PPM dan dosen pembimbing yang bertempat di Kabupaten Tangerang. Sebagai mahasiswa yang telah dibekali dengan ilmu yang didapat, sudah sepantasnya untuk kembali menyumbangkan ilmu dan kemampuan yang ada pada lingkungan masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan dan ketidakberdayaan masyarakat tersebut. Oleh karena itu, harapan kami sebagai mahasiswa dapat membangun dan memberikan perubahan terhadap Indonesia melalui program KKN ini.
Di tempat indah seperti Desa Karangharja tempat kami 12 orang mahasiswa dan mahasiswi dari UIN Jakarta akan melakukan pengabdian, desa di mana setiap ufuk senja selalu memberikan keindahan yang tiada tara. Itulah mengapa kami menamai judul buku ini dengan Karangharja, Desa di Ujung Senja desa yang berada di ujung Kabupaten Tangerang dengan senjanya yang indah. Kami berharap desa ini nantinya akan menjadi desa yang indah seperti senja di setiap sorenya.
B. Kondisi Umum Desa Karangharja
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2016 dilaksanakan mulai tanggal 25 Juli 2016 sampai 25 Agustus 2016. Salah satu tempat pelaksanaan kegiatan KKN
Karangharja, Desa di Ujung Senja | 3
adalah di Desa Karangharja, Cisoka, Tangerang. KKN di Desa Karangharja, Cisoka, Tangerang diikuti 12 peserta dari berbagai fakultas. KKN ini dituntut untuk melaksanakan tiga program kerja utama yakni infrstruktur, ekonomi, dan sosial budaya. Salah satu kegiatan di bidang ekonomi yang dilaksanakan di Desa Karangharja adalah kegiatan pelatihan keterampilan wirausaha dari barang bekas. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif warga lewat home industry, di mana sasaran kegiatan pelatihan ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang mempunyai kemauan kuat untuk bisa dan maju dengan berbagai macam kegiatan yang kami laksanakan di sana.
Berdasarkan posisi geografis, Desa Karangharja dapat ditempuh dari Ibu Kota Jakarta dengan jarak 59,7 km dan menghabiskan waktu 3 jam perjalanan, sedangkan jika dari UIN Syarif Hidayatullah sendiri ditempuh dengan jarak 54,7 km ditempuh dalam waktu 1 jam 20 menit. Kecamatan Cisoka terletak di Kabupaten Tangerang sebelah timur, dengan luas wilayah ± 228 hektar.1
Karangharja adalah sebuah tempat yang menarik dan membuat kami bersemangat untuk benar-benar bisa memberikan yang terbaik dari apa yang kami miliki. Tentunya kami tidak sendirian, ada sahabat-sahabat yang baik hati yang juga sama hebatnya dalam menjalankan program ini semua. Kami memiliki kesempatan banyak untuk belajar dari masyarakat lokal tentang usaha, bisnis, kebersahajaan, toleransi, perjuangan, dan rela berkorban. Persepsi awal yang kami bawa adalah prasangka yang baik serta penuh harap bahwa desa ini dapat diajak kerja sama dalam membawa Indonesia lebih baik.
C. Permasalahan
Beberapa hal yang cukup menjadi persoalan di Desa Karangharja antara lain adalah sebagai berikut :
1. Bidang Pendidikan
Tidak adanya SMPN dan SMAN, di mana ketika ada seseorang yang dengan keterbatasan biaya ingin sekolah, mereka harus menunda
1 Profil Desa Karangharja tahun 2015, Dokumen dalam bentuk file yang diberikan kepada Sekertaris Desa Karangharja pada 12 Agustus 2010.
4 | Karangharja, Desa di Ujung Senja
keinginannya tersebut, sebab bila disekolahkan di sekolah swasta relatif mahal biayanya.
2. Bidang Kesehatan
Hanya tersedia satu buah puskesmas yang berjarak cukup jauh dari Desa Karangharja yang membuat masyarakat kurang memperhatikan pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pengobatan jika gejala penyakit menyerang.
3. Bidang Sosial
Kurangnya perhatian anak-anak di kalangan pemuda maupun tua di Desa Karangharja untuk membuat KTP, padahal usia mereka adalah usia yang sudah seharusnya memiliki KTP, sehingga hal ini akan lebih baik bila diperhatikan oleh pemimpin desa setempat dan tidak terdapatnya rekapan tentang kondisi desa yang membuat pendatang bingung jika ingin melihat data tentang bagaimana kondisi Desa Karangharja.
4. Bidang Ekonomi
Masih banyaknya nomor pengangguran di kalangan remaja Karangharja dan masih banyaknya warga yang hanya bergantung menjadi buruh pabrik ataupun menggarap sawah/ladang milik orang lain sehingga membuat ekonomi mereka hanya berputar di sekitar itu saja.
5. Bidang Infrastruktur
Kurang efektifnya penggunaan aula dan penjagaan inventaris yang masih harus diteliti dengan seksama.
D. Profil Kelompok KKN-PpMM 154 Arti nama dan Logo Kelompok
Gambar 1.1: Gambar Logo Casuarina.
Casuarina adalah nama kelompok KKN-PpMM 154. Casuarina adalah akronim dari Cita-cita dan Inovasi untuk Negeri Tercinta. Nama Casuarina diambil dari bahasa latin yang merupakan nama ilmiah untuk pohon cemara.
Karangharja, Desa di Ujung Senja | 5
Pohon cemara memiliki filosofi untuk tumbuh berdampingan tapi berjarak agar tak saling menginjak, tetap hidup bersama tapi tak saling menyakiti.
Dengan hasil perumusan nama kelompok, visi dan misi serta tujuan kegiatan, maka kami membuat logo yang mencerminkan identitas dari kelompok KKN Casuarina. Dari setiap elemen yang ada pada logo memiliki filosofi sebagai berikut:
Nama Casuarina, merupakan identitas kelompok kami, yaitu kelompok 154.
Pohon, menandakan keteduhan, manfaat dan kehidupan. Kemudian pada batang pohon dibuat menyerupai orang yang memiliki arti, harapan kelompok kami yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Daun-daun memiliki warna yang berbeda-beda menandakan keragamaan fakultas, suku, dan ciri khas masing-masing yang dimiliki oleh anggota kelompok KKN Casuarina yang akhirnya bersatu seperti sebuah pohon.
Kelompok KKN Casuarina terdiri dari 12 orang dari latar belakang fakultas yang berbeda.
Angga Saputra adalah mahasiswa Jurusan Matematika di Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang ilmu pengetahuan terutama Ilmu Matematika Murni. Selain itu, ia juga berkompeten pada jenis-jenis keterampilan seperti: desain grafis, olahraga dan teknologi. Posisi dia saat ini adalah ketua kelompok.
Sarah Hanan Sahara adalah mahasiswa Jurusan Sosiologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang ilmu sosial terutama Ilmu Sosiologi. Selain itu, ia juga berkompeten pada jenis-jenis keterampilan seperti: administrasi dan olahraga. Posisi dia saat ini adalah sekretaris kelompok.
Anifah Ayu Fitriyah adalah mahasiswa Jurusan Perbandingan Agama di Fakultas Ushuludin (FU). Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang ilmu agama terutama Ilmu Perbandingan Agama. Ia juga berkompeten pada jenis-jenis keterampilan seperti: mengajar, olahraga dan modelling. Posisi dia saat ini adalah bendahara kelompok.
Ema Herviana adalah mahasiswa Jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang ilmu ekonomi terutma Ilmu Akuntansi. Ia juga berkompeten pada jenis-jenis keterampilan seperti: mengajar, memasak, olahraga dan pembuatan laporan
6 | Karangharja, Desa di Ujung Senja
keuangan. Posisi dia saat ini adalah divisi hubungan masyarakat (humas) kelompok.
Agung Wahyu Prasetyo adalah mahasiswa Jurusan Akhwal As-syakhsiyyah di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH). Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang ilmu hukum terutama Ilmu Hukum Keluarga. Ia juga berkompeten pada jenis-jenis keterampilan seperti: olahraga, teknik kelistrikan dan pertukangan. Posisi dia saat ini adalah divisi perlengkapan kelompok.
Alfian Aji adalah mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam di Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDIKOM). Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang ilmu komunikasi terutama Ilmu Komunikasi Islam. Ia juga berkompeten pada jenis-jenis keterampilan seperti: komputer, penyiar, musik dan olahraga. Posisi dia saat ini adalah divisi publikasi dan dokumentasi.
Sumi Sumiati adalah mahasiswa Jurusan Kimia di Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang ilmu pengetahuan terutama Ilmu Kimia Murni. Ia juga berkompeten pada jenis-jenis keterampilan seperti: mengajar, menulis, dan membaca puisi. Posisi dia saat ini adalah divisi akomodasi kelompok.
Shalahuddin Al Qadr adalah mahasiswa Jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang ilmu ekonomi terutama Ilmu Akuntansi. Ia juga berkompeten pada jenis-jenis keterampilan seperti: mengajar, public speaking, dan desain. Posisi dia saat ini adalah divisi acara kelompok.
Irfan Rizki Nuryanto Haas adalah mahasiswa Jurusan Manajemen Haji dan Umrah di Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDIKOM). Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang ilmu komunikasi terutama Ilmu Manajemen Dakwah Haji dan Umroh. Ia juga berkompeten pada jenis-jenis keterampilan seperti: mengajar dan qira’ah. Posisi dia saat ini adalah divisi acara kelompok.
Siti Nurkomara adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan di Fakultas Adab dan Humaniora (FAH). Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang ilmu sastra terutama Ilmu Perpustakaan. Ia juga berkompeten pada jenis-jenis keterampilan seperti: mengajar, mengaji dan kepustakaan. Posisi dia saat ini adalah divisi konsumsi kelompok.
Karangharja, Desa di Ujung Senja | 7
Ahmad Sofyan adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan di Fakultas Adab dan Humaniora (FAH). Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang ilmu sastra terutama Ilmu Perpustakaan. Ia juga berkompeten pada jenis-jenis keterampilan seperti: pemrograman, olahraga dan desain. Posisi dia saat ini adalah divisi akomodasi kelompok.
Muhammad Hafizh Rahim adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan di Fakultas Adab dan Humaniora (FAH). Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang ilmu sastra terutama Ilmu Perpustakaan. Ia juga berkompeten pada jenis-jenis keterampilan seperti: mengajar, olahraga dan story telling. Posisi dia saat ini adalah divisi perlengkapan kelompok.
E. Fokus dan Prioritas Program
Berdasarkan hasil identifikasi masalah, Kelompok KKN Casuarina menyusun prioritas program dan kegiatan untuk membantu masyarakat dalam mengurangi permasalahan di Desa Karangharja. Dalam melaksanakan kegiatan KKN ini, kami telah membuat sejumlah kegiatan berdasarkan kondisi Desa Karangharja dan sesuai dengan potensi anggota KKN Casuarina. Adapun program-program yang kami berikan, antara lain:
Tabel 1.1: Bidang dan Program KKN
Fokus Permasalahan Prioritas Program dan Permasalahan
Bidang Pendidikan
Karangharja Berwawasan
− Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) − Science is Fun
− Sekolah Rakyat
− Penyuluhan Perpustakaan Sekolah − Taman Baca Masyarakat (TBM) − Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ)
Bidang Kesehatan
Karangharja Sehat dan Bersih
− Penyuluhan dan Praktik Mencuci Tangan − Kegiatan Pelayanan Posyandu
− Penyuluhan NAPZA Bidang Sosial
Karangharja Bersahaja
− Penyelenggaraan HUT RI ke 71 − Pembuatan Buku Desa
8 | Karangharja, Desa di Ujung Senja
− Pengolahan Limbah Menjadi Peluang Usaha
− Pelatihan Bisnis Online
− Pembuatan Laporan Keuangan Bidang Infrastruktur
Karangharja Maju Jaya − Pembuatan Plang Jalan − Inventaris Mushalla F. Sasaran dan Target
Dalam menjalankan program-program yang telah kami buat untuk Desa Karangharja, tentulah perlu adanya pemikiran dalam menentukan sasaran dan target apa yang hendak dicapai, berikut adalah penjabarannya:
Tabel 1.2: Sasaran dan Target
No Kegiatan Sasaran Target
1. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Guru- guru SDN Karangharja 1 15 orang guru SDN Karangharja 1 terbantu dalam kegiatan belajar mengajar siswa dan siswinya
2. Science is Fun Siswa-siswi SDN Karangharja 1 25 siswa-siswi SDN Karangharja 1 mendapatkan materi tambahan pelajaran sains dasar.
3. Sekolah Rakyat Anak-anak TK, SD/MI, dan SMP di Desa Karangharja 30 anak TK SD/MI, dan SMP di Desa Karangharja mendapatkan materi tambahan di luar jam sekolah. 4. Penyuluhan Perpustakaan Sekolah Guru-guru dari 3 sekolah di Desa Karangharja 6 guru dari 3 sekolah di Desa Karangharja terbantu dalam
Karangharja, Desa di Ujung Senja | 9
memahami
pengelolaan sistem perpustakaan yang baik dan benar. 5. Taman Baca Masyarakat
(TBM)
Taman Baca 1 taman baca tersedia di Desa Karangharja. 6. Taman Pendidikan
al-Qur’an (TPQ) Anak-anak di Desa Karangharja 30 anak di Desa Karangharja mendapatkan materi tambahan mengenai ilmu agama.
7. Penyuluhan dan Praktik Mencuci Tangan Siswa-siswi SDN Karangharja 1 80 siswa-siswi SDN Karangharja 1 mendapatkan informasi pentingnya menjaga kebersihan diri sejak dini dan praktik tentang bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar. 8. Kegiatan Pelayanan Posyandu Tim Medis Posyandu Brokoli
8 orang tim medis Posyandu Brokoli terbantu dalam melakukan pelayanan kesehatan untuk balita dan ibu hamil
10 | Karangharja, Desa di Ujung Senja
9. Penyuluhan NAPZA Siswa-siswi SMPI Insan Ma’arif
50 siswa-siswi SMPI Insan Ma’arif mendapatkan informasi mengenai bahaya narkoba, prikotropika dan zat adiktif. 10. Penyelenggaraan HUT RI ke 71 Warga Desa Karangharja dan SDN Karangharja 1 180 warga Desa Karangharja dan SDN Karangharja 1 terbantu dalam penyelenggaraan perlombaan HUT RI ke 71.
11. Pembuatan Buku Desa Sekretaris Desa Karangharja
1 Sekretaris Desa Karangharja terbantu dalam peringkasan kondisi desa dalam bentuk sebuah buku.
12. Pengelolaan Limbah Menjadi Peluang Usaha
Warga Desa Karangharja 50 warga Desa Karangharja mendapatkan pengetahuan tentang bahaya limbah dan memberikan pelatihan dalam memanfaatkan limbah tersebut menjadi barang bernilai jual. 13. Pelatihan Bisnis Online Warga Desa
Karangharja
50 orang warga Desa Karangharja mendapatkan
Karangharja, Desa di Ujung Senja | 11
informasi mengenai cara
mengembangkan bisnis online, baik bagi mereka yang tidak memiliki modal maupun yang sudah memiliki modal. 14. Pembuatan Laporan Keuangan Pengusaha di Desa Karangharja 25 pengusaha di Desa Karangharja mendapatkan informasi mengenai cara pembuatan laporan keuangan yang baik dan benar.
15. Pembuatan Plang Nama Jalan
Plang Jalan 7 buah plang jalan tersedia di 5 lokasi jalan utama di Desa Karangharja 16. Penyediaan Inventaris Rumah Ibadah Masjid di Desa Karangharja 1 masjid di Desa Karangharja mendapatkan sarana pra-sarana beribadah.
G. Jadwal Pelaksanaan Program
Pelaksanaan program KKN-PpMM Casuarina ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu yang pertama: Pra KKN-PpMM, kedua: Implementasi Program di Lokasi KKN Desa Karangharja, ketiga: Laporan dan Evaluasi Program. 1. Pra-KKN PpMM 2016 (Mei-Juli 2016)
Tabel 1.3: Pra KKN 2016
No Urutan Kegiatan Waktu
1 Pembentukan Kelompok Mei 2016
12 | Karangharja, Desa di Ujung Senja
3 Pembekalan Mei 2016
4 Survei Mei-Juli 2016
5 Pelepasan 25 Juli 2016
2. Pelaksanaan Program di Lokasi KKN (25 Juli-25 Agustus 2016) Tabel 1.4:Pelaksanaan Program KKN
No Urutan Kegiatan Waktu
1 Pembukaan di Lokasi KKN 27 Juli 2016 2 Pengenalan Lokasi dan Masyarakat 28 Juli 2016 3 Implementasi Program 29 Juli 2016
4 Penutupan 25 Agustus 2016
5 Kunjungan Dosen Pembimbing 10 Agustus 2016 3. Laporan dan Evaluasi Program (September-Desember 2016)
Tabel 1.5: Laporan dan Evaluasi
No Urutan Kegiatan Waktu
1 Penyusunan Buku Laporan Hasil KKN-PpMM
1 Sept-15 Okt 2016 2 Penyelesaian dan Pengunggahan Film
Dokumenter
1 Sept-15 Okt 2016 3 Pengesahan dan Penerbitan Buku
Laporan Juli 2017
4 Pengiriman Buku Laporan Hasil KKN-PpMM
Juli 2017
H. Pendanaan dan Sumbangan 1. Pendanaan
Tabel 1.6:Asal Dana
No Uraian Asal Dana Jumlah
1 Kontribusi mahasiswa anggota
kelompok, @1.000.000,- Rp12.000.000,- 2 Dana penyertaan Program
Pengabdian Masyarakat oleh Dosen (PpMD 2016)
Rp5.000.000,-
Total Rp17.000.000,-
2. Sumbangan
Tabel 1.7:Asal Sumbangan
No Uraian Asal Sumbangan Bentuk/Jumlah
1 Dompet Dhuafa Republika Rp250.000,- 2 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 42 Buku Bacaan
Karangharja, Desa di Ujung Senja | 13
I. Sistematika Penyusunan
Berikut ini adalah sistematika penulisan yang akan dibuat: BAB I. Pendahuluan
Pada bab ini penulis akan menjelaskan gambaran umum dari pelaksanaan kegiatan KKN kelompok 154 di Desa Karangharja. Dengan demikian, tim penyusun buku dapat menunjukan alasan mengapa melakukan KKN di Desa Karangharja. Adapun rincian pada bab I terdiri dari: dasar pemikiran, kondisi umum Desa Karangharja, permasalahan, profil kelompok KKN 154, fokus dan prioritas program, sasaran dan target, jadwal pelaksanaan program, pendanaan dan sumbangan dari kegiatan yang akan dilakukan.
BAB II. Metode Pelaksanaan Program
Pada bab ini penulis akan menjelaskan metode yang digunakan dalam pelaksanaan program. Metode tersebut terbagi menjadi dua, yaitu, metode curah pendapat dan Focus Group Discussion. Metode yang pertama akan menguraikan hal-hal terkait dalam memperoleh informasi yang dilakukan oleh para peserta KKN dalam lingkungan masyarakat. Untuk metode yang kedua, pendekataan yang dilakukan adalah pendekatan Focus Group Discussion.
BAB III. Kondisi Wilayah Karangharja
Pada bab ini akan dijelaskan secara singkat lokasi tempat KKN, yaitu Desa Karangharja. Penjelasan tentang desa akan dimulai dari sejarah singkat Desa Karangharja, letak geografis, struktur penduduk dan sarana dan prasarana yang tersedia di Desa Karangharja.
BAB IV. Deskripsi Hasil Pelayanan Dan Pemberdayaan
Pada bab ini penulis akan menjelaskan deskripsi hasil pelayanan dan pemberdayaan. Deskripsi dimulai dari pembuatan kerangka pemecahan masalah dalam bentuk analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities dan Threaths). Setelah kerangka berpikir, akan diuraikan bentuk hasil kegiatan pelayanan dan pemberdayaan pada masyarakat dalam bentuk tabel yang disertai dengan gambar kegiatan.
14 | Karangharja, Desa di Ujung Senja BAB V. Penutup
Pada bab ini penulis akan mengambil kesimpulan dari seluruh kegiatan yang telah dilakukan, baik yang mengindikasikan keberhasilan atau ketidakberhasilan secara umum dan selanjutnya akan disertai dengan rekomendasi yang berisi hal-hal apa saja yang harus direkomendasikan kepada pemerintah setempat, PPM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pemangku kebijakan di tingkat kecamatan dan kabupaten dan untuk kelompok KKN-PpMM selanjutnya yang akan ditempatkan di Desa Karangharja.
15
BAB II
METODE PELAKSANAAN PROGRAM A. Metode Intervensi Sosial
Intervensi Sosial biasa diartikan sebagai cara atau strategi memberikan bantuan kepada masyarakat, baik itu individu, kelompok, maupun komunitas. Istilah intervensi sosial banyak digunakan dalam praktik di lapangan pada bidang pekerjaan sosial, psikologi, dan kesejahteraan sosial. Tujuan adanya intervensi sosial yakni untuk memperbaiki fungsi sosial kelompok sasaran perubahan. Bila kondisi fungsi sosial seseorang itu baik maka berimplikasi pada kondisi kesejahteraannya. Sehingga intervensi sosial sendiri bisa dikatakan sebagai upaya membantu masyarakat yang mengalami gangguan baik secara internalnya maupun secara eksternalnya yang menyebabkan seseorang itu tidak dapat menjalankan peran sosialnya sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat.
Menurut cara pandang Isbandi Rukminto Adi metode intervensi sosial adalah perubahan terencana yang dilakukan oleh pelaku perubahan terhadap berbagai sasaran perubahan yang terdiri dari level mikro, level mezzo, dan level makro.2
Menurut Louise C. Johnson metode intervensi sosial bertujuan untuk memperbaiki fungsi sosial individu, kelompok, maupun masyarakat yang merupakan sasaran perubahan. Ketika fungsi sosial seseorang baik, diasumsikan bahwa kondisi kesejahteraannya akan mudah dicapai. Di mana kesejahteraan sosial dapat terwujud apabila jarak antara harapan dan kenyataan tidak terlalu lebar. Melalui metode ini, Louise berharap hambatan sosial yang dihadapi kelompok sasaran perubahan akan mudah diatasi. Dengan kata lain, memperkecil jarak antara harapan dan kondisi kenyataan klien.3
Menurut Miftachul Huda metode intervensi sosial dapat pula diartikan sebagai suatu upaya untuk memperbaiki fungsi sosial dari sasaran
2 Isbandi Rukminto Adi, Intervensi Komunitas Pengembangan Masyarakat sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat, (Jakarta, PT Rajagrafindo Persada, 2008), hlm. 49
3 Louise C. Johnson, Praktik Pekerjaan Sosial (Suatu Pendekatan Generalist), terj. Tim Penerjemah STKS Bandung (Bandung, 2011), hlm. 52
16 | Karangharja, Desa di Ujung Senja
perubahan yang dalam hal ini terdiri dari individu, kelompok, maupun masyarakat.4
Sedangkan Edi Suharto menjelaskan adapun pelaksanaan dalam pekerjaan sosial, intervensi sosial dapat dibagi menjadi tiga level yaitu intervensi mikro, intervensi mezzo, dan intervensi makro.5
1. Intervensi mikro adalah keahlian pekerja sosial untuk mengatasi masalah yang dihadapi individu dan keluarga.
2. Intervensi mezzo adalah keahlian pekerja sosial untuk mengatasi masalah yang dihadapi kelompok dan organisasi.
3. Intervensi makro adalah keahlian pekerja sosial untuk mengatasi masalah yang dihadapi komunitas, masyarakat, dan lingkungan atau sistem sosialnya.
Fungsi dilakukannya metode intervensi sosial dalam pekerjaan sosial, di antaranya:
1. Mencari penyelesaian dari klien masalah secara langsung yang tentunya dengan metode-metode pekerjaan sosial.
2. Menghubungkan klien dengan sumber sistem. 3. Membantu klien menghadapi masalahnya.
4. Menggali potensi dari dalam diri klien sehingga bisa membantunya untuk menyelesaikan masalahnya.
B. Pendekatan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan masyarakat di lokasi KKN dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, salah satunya adalah pendekatan pemecahan masalah atau yang biasa disebut dengan problem solving approach. Made Wena berpendapat bahwa “Problem solving approach adalah petunjuk melakukan suatu tindakan yang berfungsi untuk membantu seseorang dalam menyelesaikan suatu permasalahan.”6
4 Miftachul Huda, Pekerjaan Sosial dan Kesejahteraan Sosial (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), hlm. 40
5 Edi Suharto, Pekerja Sosial di Dunia Industri (Bandung, PT Refika Aditama, 2007), hlm. 4
6 Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer Suatu Tinjauan Konseptual Operasional (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), Cet. IV, hlm. 61
Karangharja, Desa di Ujung Senja | 17
Secara operasional, tahap-tahap problem solving approach terdiri atas empat tahap, yaitu:
1. Memahami masalah
2. Membuat rencana penyelesaian 3. Melaksanakan rencana penyelesaian 4. Memeriksa kembali hasilnya
Sedangkan, menurut Eva Nugraha: “tahap-tahap implementasi pendekatan pemecahan masalah dalam pengembangan masyarakat terdiri atas lima tahap, yaitu:”7
1. Identifikasi masalah
Identifikasi masalah adalah suatu kepekaan, sebagai bagian dari komunitas yang terpengaruh oleh masalah yang ada.
2. Menggerakkan sumber daya yang diperlukan
Menggerakkan sumber daya yang diperlukan dilakukan untuk mengaktifkan beragam jenis kemampuan warga komunitas, mengaktifkan enerji dan imajinasi sebagai suatu proses penting dalam pengembangan komunitas.
3. Perencanaan program pengembangan masyarakat
Perencanaan disini membutuhkan semua faktor yang mempengaruhi komunitas. Dalam kerangka perencanaan warga komunitas harus mempunyai kesempatan untuk mengkritik dan memberikan saran membangun.
4. Pemecahan masalah
Pemecahan masalah adalah tindakan nyata dari perencanaan program. Dalam hal ini, perencanaan diimplementasikan langsung pada sasaran. 5. Evaluasi
Dalam setiap pengaplikasian rencana mungkin tidak akan berjalan sesuai rencana. Terdapat masalah-masalah baru yang mungkin timbul. Oleh karena itu, evaluasi sangat penting untuk mempertimbangkan apakah tujuan terlaksana dengan baik atau tidak. Selain itu, evaluasi juga diperlukan
7 Eva Nugraha, Panduan Penyusunan Buku Laporan Hasil KKN-PpMM 2016 (Ciputat: Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, 2016), hlm. 24
18 | Karangharja, Desa di Ujung Senja
agar selanjutnya kesalahan yang sama tidak terulang dan program dapat berjalan lebih baik daripada sebelumnya.
19
BAB III
KONDISI DESA KARANGHARJA KECAMATAN CISOKA A. Sejarah Singkat Desa Karangharja
Desa Karangharja, Kecamatan Cisoka Tangerang berdiri pada tahun 1993. Awalnya desa ini bagian dari wilayah Desa Cempaka kemudian oleh Bapak Masyudi, Desa Karangharja ini memisahkan diri dari Desa Cempaka dan membentuk desa baru yaitu Desa Karangharja, dengan tujuan bisa membangun desa yang mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Jadi bisa dikatakan Desa Karangharja merupakan perpecahan dari Desa Cempaka. Selama 5 tahun desa ini dipimpin oleh Pak Masyudi sebagai kepala desa pertama di desa ini (1993-1998), kemudian dilanjutkan oleh Pak Hamdani (1998-2003), Pak Didi (2003-2008), Pak Syafe’I (2008-2013), dan sekarang oleh H. Aliyah (2014- Sekarang ).8
Alasan Desa ini bernama Karangharja adalah karena adanya sejarah Nyi Mas Cempaka. Dulu ditemukan adanya kuburan keramat Nyi Mas Cempaka di Desa Karangharja. Cerita dulu menyebutkan bahwa Nyi Mas Cempaka senang membawa-bawa karang. Karang-karang ini berada di Cempaka bukan di Karangharja. Desa Cempaka sering juga disebut Kampung Cikarang. Entah bagaimana kelanjutan ceritanya, melalui diskusi pejabat setempat disepakatilah nama desa tersebut yaitu Desa Karangharja. B. Letak Geografis
Data Monografi Desa:
1. Nama Desa : Desa Karangharja 2. Nomor Kode Pos : 15730
3. Kecamatan : Cisoka
4. Kabupaten/ Kota : Tangerang 5. Provinsi : Banten
Berdasarkan hasil survei, Karangharja memiliki luas wilayah 2.285 Km2. Dengan rincian 140 Ha merupakan wilayah persawahan, dan 130 Ha
perkebunan dan 35 Ha lahan non pertanian. Desa Karangharja merupakan didaerah dataran rendah. Memiliki batas wilayah:
Sebelah Utara : Desa Bojong Loa
20 | Karangharja, Desa di Ujung Senja Sebelah Selatan : Desa Cempaka
Sebelah Barat : Desa Carenang dan Desa Cempaka Sebelah Timur : Desa Carenang
Gambar 3.1:Peta Desa Karangharja, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang
Gambar 3.2: Peta Jangkauan Wilayah Pengabdian, Desa Karangharja, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang
Karangharja, Desa di Ujung Senja | 21
C. Struktur Penduduk
Penduduk Desa Karangharja berdasarkan data terakhir hasil Sensus Penduduk tahun 2015 dengan jumlah penduduk sebanyak 5.229 jiwa. Dari jumlah penduduk 5.229 jiwa terdapat 2.691 jiwa yang berjenis kelamin laki-laki, 2.538 jiwa berjenis kelamin perempuan. Dengan didominasi oleh penduduk yang berusia lanjut sebanyak 1.614 jiwa.9
1. Kondisi Penduduk menurut Jenis Kelamin
Gambar 3.3: Histogram Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin 2. Kondisi Penduduk menurut Agama
Desa Karangharja memiliki mayoritas kepala keluarga beragama islam. Hanya ada dua kepala keluarga yang beragamakan non muslim. Kondisi ini didukung oleh sarana dan pra sarana masjid, mushalla dan majlis ta’lim. 3. Kondisi Penduduk menurut Ekonomi
Tabel 3.1: Mata Pencaharian Penduduk Karangharja
No Jenis Pencaharian Jumlah
1. Pegawai Negeri Sipil (PNS) 13
2. Pensiunan PNS/TNI 8
3. Peternak 180
Jumlah 201
9 Profil Desa Karangharja tahun 2015, Dokumen dalam bentuk file yang diberikan kepada Sekertaris Desa Karangharja pada 12 Agustus 2010.
2,691 2,538 1614 0 500 1,000 1,500 2,000 2,500 3,000
Laki-laki Perempuan Usia Lanjut
Jumlah Penduduk
Laki-laki Perempuan Usia Lanjut
22 | Karangharja, Desa di Ujung Senja
Gambar 3. 4: Histogram Penduduk Berdasarkan Tingkat Ekonomi
Penduduk Desa Karangharja didominasi oleh buruh, petani, karyawan, dan pedagang. Tetapi masih banyak dari mereka menggarap sawah maupun ternak milik warga lainnya. Data yang kami dapat dari kelurahan setempat memang minim sekali dan sulit, terkadang data yang kami butuhkan pun tidak tersedia, hanya terdapat data di atas, akan tetapi setelah mengamati kondisi langsung yang ada di sana menunjukkan bahwa masyarakat Desa Karangharja berada pada tingkat masyarakat menengah ke bawah.
4. Kondisi Pendidikan
Tabel 3. 2: Tingkat Pendidikan Penduduk Karangharja
No Tingkat Pendidikan Penduduk Jumlah
1. Tidak Tamat Sekolah 102
2. Tamat SD / Sederajat 100
3. Tamat SMP / Sederajat 130
4. Tamat SMA / Sederajat 170
5. Tamat akademik / Sederajat 20 6. Tamat Perguruan Tinggi / Sederajat 33
7. Buta Huruf 13 Jumlah 568 13 8 180 0 50 100 150 200 PNS Pensiunan PNS Peternak Ekonomi PNS Pensiunan PNS Peternak
Karangharja, Desa di Ujung Senja | 23 Gambar 3.5: Histogram Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Sama seperti yang kami sampaikan sebelumnya, data yang kurang lengkap hanya memberikan kami informasi seperti di atas. Menurut hasil pengamatan kami secara langsung, kondisi pendidikan di Desa Karangharja ternilai kurang karena masih adanya beberapa warga yang masih belum mengenal huruf dan masih banyaknya anak-anak yang hanya tamat di tingkat SD dan SMP.
D. Sarana Prasarana
Tabel 3.3: Sarana prasarana di Desa Karangharja
Jenis Sarana Sarana dan Prasarana Jumlah
Sarana Pemerintah Kantor Desa 1
Sarana Pendidikan SD/MI 2
Madrasah Diniyah 1
SLTP/MTs 1
SLTA 1
TPA As-Syafiq 1
Sarana Olahraga Lapangan Voli 2
Tenis Meja 1
Sarana Peribadatan Mushalla 16
Masjid 4 102 100 130 170 20 33 13 0 50 100 150 200 Tingkat Pendidikan
Tidak Tamat Sekolah SD/Sederajat SMP/Sederajat SMA/Sederajat
24 | Karangharja, Desa di Ujung Senja
Gambar 3.6: Sarana Pemerintahan
Karangharja, Desa di Ujung Senja | 25 Gambar 3.8: Sarana Peribadatan
26 | Karangharja, Desa di Ujung Senja
“Hidup hanya sekali, maka
manfaatkanlah sebaik-baiknya”
27
BAB IV
DESKRIPSI HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN DI DESA KARANGHARJA
A. Kerangka Pemecah Masalah
Dalam mempermudah analisis terhadap satu per satu permasalahan desa dapat dilakukan dengan menggunakan metode analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, and Threaths). Metode analisis SWOT adalah metode praktis yang digunakan untuk mencari tahu kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan hambatan dari setiap permasalahan. Dalam satu permasalahan, dapat digali kekuatan atau potensi yang memang sudah dimiliki, kemudian dicari tahu kelemahan yang ada sehingga hal tersebut menjadi satu permasalahan. Lebih jauh lagi, upaya pemecahan masalah digali melalui kesempatan atau dukungan suportif yang dimiliki serta meluruskan hambatan yang ada. Penjelasan permasalahan desa melalui metode analisis SWOT adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1: MatriksSWOT Bidang Pendidikan Matriks SWOT 01. Bidang Pendidikan
Internal STRENGTHS (S) WEAKNESS (W) Dukungan masyarakat. Antusiasme peserta didik. Fasilitas yang memadai. Adanya koordinasi dan kerja yang baik dengan pihak-pihak instansi pendidikan terkait. Adanya hubungan
Banyaknya peserta didik yang belum bisa
calistung.
Kurangnya tenaga pengajar.
Kurangnya buku bacaan untuk menunjang pendidikan.
Kurangnya kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan. Pergaulan anak-anak
28 | Karangharja, Desa di Ujung Senja Eksternal
timbal balik yang baik dari guru-guru dan para akademisi di lingkungan desa. Lokasi sekolah yang dekat. OPPOTURNITIES
(O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Jarak yang lumayan dekat ke pemda tangerang. Adanya kelompok KKN Casuarina yang mampu menyediakan sejumlah buku bacaan. Tersedianya tenaga pengajar dari kelompok kami perihal ilmu pengetahuan, ilmu sosial, dan ilmu agama untuk membantu menunjang kegiatan belajar. Membawakan pelajaran yang menarik. Menjalin hubungan baik dengan pihak sekolah. Mengajak anak-anak untuk belajar. Berbagi ilmu tentang banyak hal. Bekerja sama dengan pemda setempat terkait pendistribusian buku ke taman baca yang akan dibuat agar koleksi buku bertambah.
Menyediakan buku-buku bacaan untuk dibuat taman baca di Desa Karangharja Memberikan tenaga pengajar terbaik. Memberikan pengajaran tambahan. Mengadakan acara nonton bersama.
Karangharja, Desa di Ujung Senja | 29 Tabel 4.2: Matriks SWOT Bidang Ekonomi
Arus globalisasi. Jarak ke perpustakaan nasional jauh sehingga kemungkinan sulit mendapat buku terbaru. Pendekatan kepada orang tua untuk lebih memperhatikan anak didiknya. Pendekatan personal kepada tokoh desa untuk membangun pendidikan di desa menjadi lebih baik. Berkomunikasi dengan guru tentang efektifitas waktu belajar. Memberikan santunan berupa buku bacaan. Memberikan tauladan
yang baik.
Memberikan bimbingan di luar jam sekolah. Memberikan arahan
tentang ilmu dan sains. Memberikan
pengetahuan dengan porsi yang lebih banyak.
Dari matriks SWOT di atas, maka kelompok kami menyusun program-programKarangharja Berwawasansebagai berikut:
1. Taman Baca Masyarakat 2. Kegiatan Belajar Mengajar 3. Taman Pendidikan al-Qur’an 4. Sekolah Rakyat
Matriks SWOT 02. Bidang Ekonomi
Internal STRENGTHS (S) WEAKNESS (W) Sebagian besar masyarakat Desa Karangharja terbuka dan ramah. Kurangnya keahlian dalam mengolah barang bekas menjadi bermanfaat
30 | Karangharja, Desa di Ujung Senja Eksternal
Kebanyakan warga senang dengan
hal-hal baru. Banyak masyarakat
yang memiliki sawah dan memiliki hewan ternak serta kolam
ikan.
Banyak masyarakat yang memiliki usaha
sendiri baik UKM kecil maupun
menengah. Ibu-ibu di desa aktif
dalam kegiatan PKK Kurangnya informasi mengenai peluang usaha dengan pemanfaatan potensi desa Kurangnya pengetahuan masyarakat yang memiliki usaha dalam menyusun laporan keuangan yang baik dan benar
OPPOTURNITIES
(O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Adanya lembaga dari luar desa yang dapat memberikan pelatihan kerajinan tangan. Adanya lembaga (atau SDM) dari luar desa yang dapat memberikan pelatihan pembuatan laporan keuangan. Mengajukan kerja sama dengan lembaga pelatihan kerajinan tangan yang dapat memberikan pelatihan kerajinan tangan. Mengajukan kerja sama dengan lembaga (atau SDM) pelatihan pembuatan laporan keuangan yang dapat memberikan pelatihan pembuatan laporan keuangan. Mengadakan pelatihan kerajinan tangan. Mengadakan pelatihan pembuatan laporan keuangan. Berkomunikasi
dengan pihak desa agar dapat memberikan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat seperti mengadakan Workshop tentang
Karangharja, Desa di Ujung Senja | 31 Dibuat agenda
untuk ibu-ibu PKK dan majlis ta’lim yaitu pelatihan pembuatan kerajinan tangan dengan mengolah sampah. Dibuat agenda untuk masyarakat yang memiliki usaha untuk mengikuti pelatihan pembuatan laporan keuangan. pemanfaatan potensi desa.
THREATHS (T) STRATEGI (ST) STRATEGI (WT)
Lokasi pasar yang cukup jauh. Sudah banyak makanan yang berkelas dan barang-barang seperti tas,
dompet yang lebih modern.
Mencari ide kreatif untuk berinovasi dengan bahan-bahan yang ada sehingga tetap mampu bersaing dengan yang lain.
Manfaatkan peluang di pasar malam atau pasar mingguan untuk menjualkan makanan dan barang hasil kerajinan tangan. Selalu berusaha untuk mencari tahu perkembangan terupdate yang diminati masyarakat.
Dari matriks SWOT di atas, maka kelompok kami menyusun program-program Karangharja Preneur sebagai berikut:
32 | Karangharja, Desa di Ujung Senja
Tabel 4.3: Matriks SWOT Bidang Kesehatan
2. Pelatihan pembuatan laporan keuangan untuk UKM kecil dan menengah
Matriks SWOT 03. Bidang Kesehatan
Internal
Eksternal
STRENGTHS (S) WEAKNESS (W)
Aparat desa yang bertugas di bidang kesehatan dapat diajak berkoordinasi dengan baik Lokasi posyandu dan puskesmas masih mudah dijangkau Kemampuan dalam bidang kesehatan yang baik Adanya dukungan dari warga desa untuk diadakannya program-program bidang kesehatan di desa Masih ada masyarakat yang belum menyadari pentingnya memeriksa kesehatan Fasilitas kurang memadai
OPPOTURNITIES (O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Adanya anggota KKN yang mengetahui ilmu di bidang kesehatan Adanya anggota KKN yang mempunyai
Pihak bidan desa memberikan kesempatan kepada anggota KKN untuk membantu dalam kegiatan posyandu Anggota KKN membantu mendata masyarakat yang mengikuti kegiatan posyandu
Karangharja, Desa di Ujung Senja | 33 kerabat yang berkerja di bidang kesehatan Pihak sekolah memberikan kesempatan kepada anggota KKN untuk memberikan penyuluhan mengenai kesehatan Anggota KKN memberikan penyuluhan kepada anak-anak sekolah mengenai pentingnya menjaga kesehatan
THREATHS (T) STRATEGI (ST) STRATEGI (WT)
Banyaknya jajanan yang kurang sehat karena tidak adanya pengawasan terhadap jajanan itu sendiri Kurangnya ketersediaan waktu untuk mencakup seluruh posyandu Mengadakan suatu kegiatan mengenai kesehatan Berkomunikasi aktif dengan masyarakat, pemerintah desa dan aparat desa untuk lebih membangun kerja sama dengan petugas kesehatan
Dari matriks SWOT di atas, maka kelompok kami menyusun program-program Karangharja Sehat dan Bersih sebagai berikut:
1. Penyuluhan mengenai mencuci tangan menggunakan sabun yang baik dan benar
2. Membantu pemeriksaan kesehatan bersama Posyandu Brokoli di Desa Karangharja
34 | Karangharja, Desa di Ujung Senja
Tabel 4.4: Matriks SWOT Bidang Sosial Matriks SWOT 04. Bidang Sosial
Internal Eksternal STRENGTHS (S) WEAKNESS (W) Banyak pemuda yang memiliki keterampilan potensial Budaya masyarakat yang kental dengan tradisi Adanya tokoh-tokoh masyarakat yang dihormati Kurangnya kegiatan gotong-royong setiap minggu.
Kepedulian warga yang kurang ketika adanya kegiatan desa.
Kurangnya kegiatan-kegiatan karang taruna
OPPOTURNITIES (O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Adanya mahasiswa KKN yang dapat membangun komunikasi yang baik dengan aparat dan warga desa. Adanya lembaga
dari luar desa yang dapat memberikan informasi tentang pemanfaatan limbah. Adanya kegiatan-kegiatan KKN yang dapat meningkatkan hubungan sosial masyarakat. Adanya fasilitas sosial yang Melakukan koordinasi yang baik dan mengajak tokoh masyarakat untuk membantu mengajak warga lainnya bergabung dengan kegiatan kami Menyesuaikan program kerja KKN dengan budaya di masyarakat Mengajak masyarakat untuk ikut bergabung dengan kegiatan kelompok KKN kami dengan cara menemui secara langsung saat kegiatan tersebut akan berlangsung. Mengadakan kegiatan yang dapat memberikan warga informasi tentang pemanfaatan limbah.