1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Profil Perusahaan
CV. Sarana Cipta Sandang merupakan badan usaha yang bergerak di bidang produksi barang tekstil menjadi barang jadi, atau yang biasa dikenal dengan istilah konveksi. CV Sarana Cipta Sandang didirikan oleh Bapak Asep Aditya dan Ibu Ai Yuhati pada tahun 2009, masih berjalan hingga saat ini di tahun 2018. Perusahaan ini beralamat di Jalan Merkuri Timur VIII Blok Z No. 188, Komplek Margahayu Raya, Bandung. CV Sarana Cipta Sandang mampu memproduksi berbagai jenis pakaian, namun spesialisasi dari konveksi ini adalah memproduksi pakain muslim dan muslimah. Salah satu tujuan CV Sarana Cipta Sandang memilih spesialisasi di pakaian muslim dan muslimah adalah sebagai sarana dalam mensyiarkan ajaran Islam dalam berpakaian yang syar’i kepada masyarakat dan sebagai salah satu jalan dakwah dalam agama Islam.
Pada awal mula berdirinya, konveksi ini hanya memiliki 3 orang pegawai dan hanya mampu memproduksi 30 pasang pakaian perbulannya, seiring berjalannya waktu dan berkembangya perusahaan, kini CV. SCS sudah memiliki 10 orang pegawai dan dapat memproduksi hingga 1.500 pasang pakaian setiap bulannya. CV Sarana Cipta Sandang tidak mengeluarkan atau menjual langsung pakaian yang diproduksi ke konsumen pemakai, namun CV Sarana Cipta Sandang lebih berfokus pada bisnis B2B, CV Sarana Cipta Sandang memenuhi permintaan produksi beberapa merek pakaian seperti Pondok Sunnah, dan Elmika.
2 Selain memenuhi permintaan produksi merek-merek dagang diatas, CV SCS pun memproduksi untuk permintaan pembuatan seragam berbagai instansi dan seragam sekolah.
CV SCS masih berfokus kepada pemasaran berupa word of mouth atau mulut ke mulut, sehingga seiring perkembangan zaman yang serba digital seperti sekarang, CV SCS memiliki keinginan untuk mencoba menjadi bisnis e-commerce, namun masih terhambat oleh minimnya sumber daya manusia akan penggunaan aplikasi-aplikasi e-commerce yang baik dan efektif. Hingga pada bulan Oktober 2017, CV Sarana Cipta Sandang telah memiliki pendapatan penjualan pertahun sebesar lebih dari 1,5 Milyar rupiah.
1.1.2 Visi dan Misi Perusahaan a. Visi Perusahaan
Menjadi market leader perusahaan sandang yang bernafaskan keislaman (Busana muslim & muslimah). Dengan memproduksi lebih khusus pada pakaian muslim dan muslimah, perusahaan ini secara tidak langsung bermaksud untuk melakukan dakwah. Semakin banyak orang yang menggunakan pakaian yang menutup aurat, perusahaan ini mengharapkan pahala dari Allah SWT.
b. Misi Perusahaan
Memberikan pelayanan secara tepat, cepat dan memuaskan Menjaga kualitas dari setiap produksi yang dilakukan Meningkatkan kualitas sumber daya manusia
3 1.1.3 Struktur Organisasi
CV Sarana Cipta Sandang memiliki Struktur Organisasi untuk mengetahui pekerjaan dari setiap divisi dan jabatan. Berikut adalah Struktur Organisasi dari CV Sarana Cipta Sandang yang tercantum dalam gambar 1.2 :
Gambar 1.2 Struktur Organisasi CV Sarana Cipta Sandang
1.2 Latar Belakang Penelitian
Menurut Kemenperin, perolehan Produk Domestik Bruto (PDB) Industri pengolahan nonmigas pada triwulan I-2017 meningkat sebesar 4,71%, hasil tersebut meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2016 dalam periode yang sama sebesar 4,51 %, bahkan lebih besar juga dibandingkan dengan pertumbuhan sepanjang tahun 2016 yang hanya mencapai 4,42%. Industri pengolahan nonmigas juga menjadi penyumbang angka terbesar bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional dibandingkan sektor-sektor lainnya. Menurut Badan Pusat Statistik, industri pengolahan nonmigas mampu memberikan sumbangan mencapai 18,08% pada triwulan I tahun 2017.
Direktor Utama Direktur Operasional Staff Produksi Administrasi Direktur Marketing
4 Selain itu, sektor non migas juga memberikan angka tinggi berdasarkan nilai ekspor jika dibandingkan dengan sektor migas. Menurut data dari Kemenperin, sektor non migas menyumbang angka ekspor sebesar 90.33% pada tahun 2016, angka tersebut sangat besar jika dibandingkan dengan sektor migas yang hanya menyumbang nilai ekspor sebesar 9.07%. Dapat dikatakan jika sektor non migas menjadi tulang punggung dari meningkatnya nilai ekspor di Indonesia. Besarnya nilai ekspor yang berhasil diraih oleh sektor non migas tidak terlepas dari peran sektor industri didalamnya. Sektor industri menyumbang nilai ekspor sebesar 83.57%, yang artinya sektor industri menjadi faktor utama untuk sektor non migas dalam melakukan kegiatan ekspor.
Berikut adalah 5 industri dengan penyumbang nilai eskpor terbesar dalam periode 2013-2016.
Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa industri kreatif berkonstribusi cukup besar terhadap nilai ekspor tinggi pada sektor non migas. Pada tahun 2016 industri makanan berhasil menyumbang nilai ekspor sebesar 26.274.668,6 (dalam ribuan US$) dan menjadi penyumbang nilai ekspor tertinggi setiap tahunnya
INDUSTRI PENYUMBANG NILAI EKSPOR TERBESAR PERIODE 2013-2016 0 5 10 15 20 25 30 35 2013 2014 2015 2016 Industri Makanan Industri Bahan Kimia Industri Logam Dasar Industri Pakaian Jadi Industri Karet dan Plastik
Gambar 1.3 Grafik Industri dengan nilai ekspor terbesar (dalam satuan US$)
5 dengan nilai yang naik turun namun relatif stabil, begitu juga dengan industri kreatif lainnya yaitu industri pakaian jadi yang berhasil menyumbang nilai ekspor sebesar 7.212.597,3 (dalam ribuan US$) pada tahun 2016, meskipun selalu terjadi penurunan nilai dalam 4 tahun terahir, namun penurunan yang dialami tidak terlalu signifikan sehingga nilai ekspornya masih cenderung stabil setiap tahunnya.
Industri kreatif menurut Kementrian Perdagangan Indonesia merupakan industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan di lingkungan masyarakat dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Hadirnya industri kreatif ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan taraf ekonomi dengan berkecimpung didalamnya, atau yang biasa dikenal dengan istilah ekonomi kreatif.
Menurut hasil kerjasama Badan Ekonomi Kreatif dan Badan Pusat Statistik, Ekonomi Kreatif mampu menciptakan PDB sebesar 852 triliun pada tahun 2015, meningkat 4,38% dari jumlah PDB tahun 2014 sebesar 784,42 triliun.Dari 16 bidang ekonomi kreatif yang ada, sektor kuliner dan fashion menjadi sektor paling unggul dalam konstribusi terhadap Produk Domestik Bruto di Indonesia dengan presentase 41,69% pada sektor kuliner dan 18,15% pada sektor fashion.
Gambar 1.4 Hasil olah data Badan Ekonomi Kreatif dan Badan Pusat Statistik 2015
6 Dari beberapa data yang diperoleh dilihat dari konstribusi terhadap PDB dan terhadap nilai ekspor, dapat disimpulkan bahwa peran industri kreatif cukup besar, terutama pada bidang kuliner dan bidang fashion. Dalam penelitian ini, penulis ingin mendalami lebih dalam lagi tentang industri fashion.
Berhasilnya industri fashion menyumbang angka besar dalam pertumbuhan PDB dan nilai ekspor tidak terlepas dari kebutuhan pokok manusia berupa sandang, sehingga permintaan akan berbagai macam sandang tidak akan ada habisnya. Dalam rangka pertumbuhan industri fashion di Indonesia, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) konsisten menyelenggarakan acara Indonesia Fashion Week sejak tahun 2012 sampai 2017, acara IFW ini langsung didukung oleh Kementrian Perindustrian Republik dengan memfasilitasi sebanyak 462 stand pameran untuk para pelaku usaha Industri Kecil Menengah di bidang fashion. Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian memberikan apresiasi kepada APPMI yang secara konsisten menyelenggarakan acara Indonesia Fashion Week. Konstribusi dari Kemenperin terhadap acara IFW ini menggambarkan bahwa industri fashion menjadi salah satu industri yang paling berpengaruh untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pada penelitian ini penulis akan berfokus pada pertumbuhan industri fashion di kota Bandung. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kota Bandung, industri kecil sandang atau fashion memiliki angka terbesar dalam jumlah unit usaha dan tenaga kerja dibandingkan dengan 3 kategori industri lainnya.
Tabel 1.1 Kota Bandung Dalam Angka, BPS Kota Bandung 2015 POTENSI SENTRA INDUSTRI KECIL KOTA BANDUNG
TAHUN 2014
Kriteria Unit Usaha Tenaga Kerja
1. Industri Kecil Pangan 516 2.210
2. Industri Kecil Sandang 1.237 6.253
7
4. Industri Kecil Logam dan Eletronika 222 451
Dari data yang tertera dalam table diatas industri kecil sandang memiliki potensi terbesar dengan jumlah unit usaha sebanyak 1.237 unit dan 6.253 tenaga kerja, hal ini menandakan bahwa potensi industri kecil sandang di kota Bandung sangatlah besar, dan dengan potensi yang besar pula akan terjadi persaingan yang kompetitif dari sekian banyaknya pelaku usaha industri kecil sandang. Potensi dengan angka jumlah unit usaha dan tenaga yang besar diraih oleh industri kecil sandang tidaklah lepas dari kebutuhan sandang sebagai kebutuhan pokok yang tidak akan ada habisnya dan juga karena tersedianya berbagai macam tipe fashion
yang ada sekarang, sehingga tidak heran jika industri sandang dan fashion sangat diminati oleh masyarakat, termasuk industri fashion muslim.
Menurut Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Euis Saidah (2012), terdapat 20 juta penduduk Indonesia yang menggunakan hijab. Hal ini selaras dengan perkembangan industri fashion muslim yang angkanya mencapai tujuh persen setiap tahun. Dari 750 ribu IKM yang di Indonesia, 30 persennya merupakan industri fashion muslim. Jika hal ini berjalan seiringan bukan tidak mungkin IKM fashion muslim akan terangkat ekonominya, terangkat pula perekonomian Indonesia. Hal ini turut mengundang perhatian APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia) untukmengembangkan potensi fashion muslim. Menurut ketua APPMI, Taruna K Kusmayadi dalam acara Indonesia Islamic Fashion Fair 2012, APPMI memulai kampanye industri busana muslim dengan route map 2015 busana muslim Indonesia sudah mampu menembus pasar ASEAN, 2020 mampu menembus pasar Asia, dan 2025 sudah menempuh pasar dunia.
8 Gambar 1.5 Brand Fashion Muslim di Kota Bandung
(Sumber : http://www.infobdg.com/v2/daftar-butik-busana-muslimhijab-di-bandung/)
Maraknya brand yang ada ini menciptakan suatu peluang untuk perusahaan, namun secara bersamaan juga menuntut CV Sarana Cipta Sandang untuk mempertahankan eksistensinya karena tentunya akan banyak muncul juga pesaing yang kuat, khususnya di kota Bandung. CV Sarana Cipta Sandang harus mengetahui apa saja potensi yang bisa mereka manfaatkan dan hambatan-hambatan apa saja akan mereka hadapi untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnis mereka.
9 Gambar 1.6 Grafik Pendapatan CV SCS
Sumber : Pihak Internal CV Sarana Cipta Sandang
Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa pendapatan CV SCS masih fluktuatif, diawal tahun 2017 CV SCS meraup omset sebanyak IDR 157,984,000, lalu mengalami kenaikan yang signifikan di bulan Mei, CVC SCS berhasil meraup omset terbesar pada tahun 2017 di bulan Mei yaitu sebesar IDR 344,115,000, ini dikarenakan oleh trend di Indonesia yaitu membeli baju muslim setiap menjelang bulan Ramadhan dan lebaran sehingga permintaan akan baju muslim melesat naik. Setelah meraup omset yang besar pada bulan Mei, pendapatan CV SCS mengalami penurunan yang signifikan dalam 2 bulan berikutnya, puncak penurunan terjadi pada bulan Juli yaitu hanya berhasil meraup omset sebesar IDR 76,000,000 dikarenakan oleh produksi besar saat lebaran yang menyebabkan stock produk baju muslim masih tersebar banyak, lalu omset CV SCS kembali mengalami naik turun selepas dari berakhirnya nuansa lebaran, sampai di akhir bulan November mengalami kenaikan yang cukup besar kembali sebesar IDR 222,440,000.
Hal ini dikarenakan juga oleh sistem pemasaran di CV SCS yang masih mengandalkan pemasaran mulut ke mulut saja. Menurut pihak internal CV SCS, mereka memiliki keinginan untuk mencoba melebarkan sistem pemasaran mereka menuju dunia online, mereka ingin produk mereka dikenal oleh pihak banyak
0 50,000,000 100,000,000 150,000,000 200,000,000 250,000,000 300,000,000 350,000,000 400,000,000
Data Pendapatan CV Sarana Cipta
Sandang 2017 (dalam rupiah)
10 melalui aplikasi-aplikasi e-commerce yang ada. Namun hal itu masih terhambat dikarenakan oleh kualitas sumber daya manusia yang belum memadai, belum banyak sumber daya dari CV Sarana Cipta Sandang manusia yang belum mengerti akan apa itu e-commerce dan bagaimana cara memanfaatkan teknologi menjadi peluang yang sangat besar.
Pendapatan fluktuatif yang masih dikarenakan oleh ramainya peminat baju muslim dibulan ramadhan dan saat lebaran ini menggambarkan bahwa CV Sarana Cipta Sandang perlu membuat strategi agar bisa mendapatkan yang cenderung stabil diluar dari musim lebaran, dan memperluas target pasarnya juga bisa memiliki nilai lebih dibandingkan dengan para pesaingnya. Walaupun target omset tahun ini tercapai, dengan pendapatan yang masih fluktuatif, CV Sarana Cipta Sandang harus tetap memiliki strategi untuk mempertahankan eksistensinya di pasar, salah satunya dengan merancang bisnis model. Osterwalder dan Pigneur (2012:14), menyatakan bahwa sebuah model bisnis menggambarkan dasar pemikiran tentang bagaimana organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai. Maka dari itu peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian tentang “ Strategi Pengembangan Bisnis Melalui Pendekatan Business Model Canvas dan SWOT ”.
1.3 Rumusan Masalah
Besarnya prospek dan peminat dari industri fashion muslim ini dapat menjadi peluang bagi CV Sarana Cipta Sandang sebagai bisnis yang memproduksi barang-barang fashion muslim. Namun hal tersebut juga menandakan bahwa akan ada banyak kompetitor dari CV Sarana Cipta Sandang yang melihat peluang serupa. Selain itu, terjadinya angka penurunan pembelian yang besar setelah bulan Ramadhan dan hari besar islam membuat bisnis konveksi baju muslim kesulitan mencari pelanggan untuk memproduksi baju muslim.
Persoalan tersebut membuat CV Sarana Cipta Sandang harus mempertahankan bisnisnya dengan segala jenis ancaman dan memanfaatkan peluang yang ada, dengan cara menganalisis strategi pengembangan bisnis menggunakan alat bantu Business Model Canvas dan SWOT.
11 1.4 Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah, bisa dilihat belum adanya strategi bisnis yang baik dan kurangnya pemetaan berupa model bisnis untuk keberlangsungan usaha CV Sarana Cipta Sandang, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimana rancangan Business Model Canvas eksisting pada CV Sarana Cipta Sandang?
2. Bagaimana analisis SWOT dan Matriks TOWS dari CV Sarana Cipta Sandang?
3. Bagaimana usulan rancangan Business Model Canvas baru dari CV Sarana Cipta Sandang?
4. Bagaimana rumusan strategi pengembangan bisnis untuk CV Sarana Cipta Sandang ?
1.5 Tujuan Penelitian
Berikut ini adalah tujuan dari penelitian ini, antara lain adalah : 1. Mengetahui Business Model Canvas. Dari CV Sarana Cipta Sandang. 2. Mengetahui SWOT dan Matriks TOWS dari CV Sarana Cipta Sandang. 3. Merumuskan Business Model Canvas Baru untuk CV Sarana Cipta
Sandang.
4. Merumuskan Strategi Pengembangan Bisnis untuk CV Sarana Cipta Sandang.
1.6 Manfaat Penelitian 1.6.1 Manfaat Teoritis
Dari penelitian ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi berupa gagasan, penelitian dan kajian mengenai strategi pengembangan bisnis untuk analisis, pemetaan bisnis dan rancangan model bisnis dengan menggunakan pendekatan Business Model Canvas dan analisis SWOT .
12 1.6.2 Manfaat Praktis
Dari penelitian ini, diharapkan dapat berguna bagi CV SCS sebagai strategi bisnis untuk terus meningkatkan kinerja bisnisnya, dan dapat menjadi
market leader dalam persaingan bisnis di bidang yang serupa. 1.7 Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian ini berfokus pada strategi pengembangan bisnis CV Sarana Cipta Sandang dengan pendekatan Business Model Canvas dan analisis Matriks TOWS. Hasil dari Business Model Canvas saat ini dan Matriks TOWS tersebut adalah berupa Business Model Canvas Baru yang akan digunakan sebagai landasan untuk merancang strategi pengembangan bisnis baru untuk CV Sarana Cipta Sandang.
1.8 Sistematika Penulisan Tugas Akhir
Untuk memudahkan dalam memahami isi dari penelitian ini, maka penulisan tugas akhir ini disusun sebagai berikut:
BAB I: PENDAHULUAN
Bab ini memuat pengantar dari penelitian seperti gambaran umum objek penelitian, latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah, sistematika penulisan.
BAB II: TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisi tentang informasi mengenai dasar teori yang digunakan penulis dalam penelitian ini, tujuannya adalah untuk menyediakan pengetahuan mengenai teori yang relevan dengan penelitian tentang strategi pengembangan bisnis ini.
BAB III: METODE PENELITIAN
Bab ini berisi tentang metode, alat, dan teknik penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan serta menganalisis data penelitian.
13 Bab ini berisi tentang hasil dari analisis berupa pengolahan data Business Model Canvas, SWOT, dan strategi pengembangan bisnis.
BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini merupakan bagian dari tugas akhir yang menjelaskan kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan dan saran yang diberikan berdasarkan hasil dari penelitian.