• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH SUKU BUNGA BI, INFLASI DAN BOPO TERHADAP PROFITABILITAS BANK UMUM YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH SUKU BUNGA BI, INFLASI DAN BOPO TERHADAP PROFITABILITAS BANK UMUM YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

85| F a k u l t a s E k o n o m i U n i v e r s i t a s M u h a m m a d i y a h A c e h PENGARUH SUKU BUNGA BI, INFLASI DAN BOPO TERHADAP

PROFITABILITAS BANK UMUM YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

PERIODE 2014-2016

Lilik Nur Anisa

(Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Aceh)

Zuraidah

( Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Aceh)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh suku bunga BI (BI rate), inflasi, dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap profitabilitas (return on

assets) Bank Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2016.

Sampel yang digunakan sebanyak 30 Bank Umum yang terdaftar di BEI dikalikan dengan 3 periode 2014-2016, sehingga diperoleh 90 data keuangan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan Software SPSS versi 22,0. Selama periode pengamatan hanya variabel biaya operasional pendapatan operasional (BOPO) yang berpengaruh secara parsial terhadap profitabilitas (return on assets) dengan nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05. Sedangkan variabel suku bunga BI dan Inflasi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (return on assets). Dan secara simultan suku bunga BI, inflasi dan BOPO berpengaruh terhadap profitabilitas. Koefisien determinasi dari output SPSS adalah sebesar 0,727. Hal ini berarti 72,7% dari profitabilitas (return on

assets) dijelaskan oleh variabel suku bunga BI, inflasi dan BOPO, sedangkan sisanya

sebesar 27,3% dijelaskan oleh variabel-variabel yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian ini.

Kata Kunci: Suku bunga BI (BI rate), Inflasi, Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), Profitabilitas (return on assets), Bursa Efek Indonesia (BEI)

(2)

86| F a k u l t a s E k o n o m i U n i v e r s i t a s M u h a m m a d i y a h A c e h PENDAHULUAN

Kegiatan perekonomian manusia saat ini hampir keseluruhan tidak lepas dari bank. Bank merupakan lembaga keuangan yang dalam kegiatannya adalah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan kemudian menyalurkan dana tersebut kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit. Kredit yang diberikan dalam bentuk penyediaan

dana untuk masyarakat dalam

kegiatan usaha untuk mendorong perekonomian negara. Menurut UU No.10 tahun 1998 tentang perbankan, “bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat

dalam bentuk simpann dan

menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan

bentuk-bentuk lainnya dalam rangka

meningkatkan taraf hidup rakyat banyak”.

Putri Asrina (2015:2)

mengatakan “salah satu indikator untuk menilai kinerja keuangan suatu

bank adalah melihat tingkat

profitabilitasnya. Hal ini terkait sejauh mana bank menjalankan usahanya secara efisien. Semakin tinggi profitabilitas bank, maka

semakin baik pula kinerja bank tersebut”. ROA digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan

dalam menghasilkan keuntungan

dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya.

Telah banyak studi empiris yang dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi profitabilitas bank. Penelitian yang dilakukan oleh Rismana dan Yulistina (2017) di mana hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh terhadap profitabilitas bank, sedangkan BI Rate memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas bank. Hal ini berarti setiap 1% kenaikan BI Rate akan

menyebabkan profitabilitas bank

turun. Begitupun sebaliknya, jika BI

Rate turun maka profitabilitas bank

akan naik.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (IDX, 2016) terdapat 30 Bank Umum periode 2014-2016 yang dijadikan sebagai sampel penelitian. Dari data awal yang diperoleh, diketahui pada tahun 2014 saat tingkat suku bunga BI (BI

Rate) adalah senilai 7,54% dan

(3)

rata-87| F a k u l t a s E k o n o m i U n i v e r s i t a s M u h a m m a d i y a h A c e h

rata ROA Bank Umum sebesar 1,60% , namun pada 2015 saat BI

Rate dan inflasi turun menjadi 7,52%

dan 3,35% , ternyata diikuti oleh turunnya ROA Bank Umum menjadi rata-rata sebesar 1,56%. Dan pada 2016 saat BI Rate dan inflasi terus turun menjadi 5,93% dan 3,02%, rata-rata ROA Bank Umum meningkat menjadi 1,64%.

Jika dilihat dari segi rata – ratanya, penurunan ROA pada 2014-2015 memang terlihat tidak terlalu signifikan, dimana hanya senilai 0,04%. Namun jika dilihat satu-persatu, pada beberapa bank turunnya BI Rate dan inflasi menyebabkan turunnya ROA yang cukup besar. Dari kasus di atas diketahui bahwa teori yang menyebutkan turunnya BI

rate dan inflasi akan menyebabkan

profitabilitas bank naik, ternyata bertentangan dengan beberapa Bank Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2016.

Namun turunnya profitabilitas beberapa bank di atas tidak hanya disebabkan oleh naik-turunnya BI

Rate dan inflasi. Menurut Rismana

dan Yulistina (2017:511) dalam menjalankan operasinya, bank perlu

mempertimbangkan biaya yang

dikeluarkan untuk memperoleh hasil yang maksimal. Oleh karena itu rasio

biaya operasional pendapatan

operasional (BOPO) digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan

kemampuan bank dalam

melaksanakan operasinya. Mengingat kegiatan utama bank pada prinsipnya adalah menghimpun dana dari masyarakat, kemudian menyalurkan

kembali dana tersebut kepada

masyarakat dalam bentuk kredit, sehingga beban bunga dan hasil bunga merupakan porsi terbesar bagi bank.

Dalam penelitian ini, penulis juga telah mengumpulkan data BOPO Bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2016

(IDX, 2016). dapat diketahui

beberapa bank yang menunjukkan BOPO berpengaruh positif terhadap ROA yaitu: Bank Agris Tbk, dimana pada 2015 nilai ROA bank tersebut hanya sebesar 0,17% dengan BOPO yang sangat tinggi yaitu 98,41%. Namun pada 2016 saat BOPO bank tersebut turun menjadi 97,79%, ROA bank tersebut ikut menurun menjadi

(4)

88| F a k u l t a s E k o n o m i U n i v e r s i t a s M u h a m m a d i y a h A c e h

0,15%. Dan pada Bank Ganesha Tbk ditahun 2014-2015, di mana pada 2014 ROA bank tersebut 0,21% dengan BOPO 97,39%. Namun pada 2015 saat BOPO naik menjadi

97,51% ROA bank ini juga

meningkat menjadi 0,36%. Kasus serupa juga terjadi pada beberapa bank lain seperti Bank Jabar Banten Tbk, Bank Maybank indonesia Tbk, Bank Dinar Indonesia Tbk, Bank Nationalnobu Tbk, dan Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. Dimana

data bank-bank tersebut

menunjukkan bahwa naik turunnya BOPO berpengaruh positif terhadap ROA. Meskipun dampak positif BOPO terhadap ROA pada bank-bank tersebut terlihat tidak terlalu signifikan, namun hal ini juga

didukung oleh penelitian yang

dilakukan Rismana dan Yulistina (2017), di mana hasil penelitian

menunjukkan bahwa BOPO

berpengaruh positif terhadap

profitabilitas (ROA).

Dari berbagai kasus di atas terkait faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas bank, dapat diketahui bahwa beberapa bank menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara teori

yang sudah dijelaskan dengan data yang dikumpulkan. Selain itu dari

penelitian-penelitian sebelumnya

juga terlihat kesenjangan (gap) atau hasil yang bervariasi antara penelitian satu dengan lainnya. Oleh karena itu,

peneliti tertarik untuk meneliti

mengenai “Pengaruh Suku Bunga

BI, Inflasi, dan BOPO Terhadap Profitabilitas Bank Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2014-2016”.

Rumusan Masalah

1. Apakah terdapat pengaruh suku bunga BI terhadap profitabilitas Bank Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2016.

2. Apakah terdapat pengaruh inflasi

terhadap profitabilitas Bank

Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2016.

3. Apakah terdapat pengaruh

(5)

89| F a k u l t a s E k o n o m i U n i v e r s i t a s M u h a m m a d i y a h A c e h

Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2016.

4. Apakah terdapat pengaruh suku bunga BI, inflasi, dan BOPO

secara simultan terhadap

profitabilitas Bank Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2016.

Tujuan Penelitian

1. Untuk menguji pengaruh suku bunga BI terhadap profitabilitas Bank Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2016.

2. Untuk menguji pengaruh inflasi

terhadap profitabilitas Bank

Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2016.

3. Untuk menguji pengaruh BOPO

terhadap profitabilitas Bank

Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2016.

4. Untuk menguji pengaruh suku bunga BI, inflasi, dan BOPO

secara simultan terhadap

profitabilitas Bank Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2016.

KAJIAN KEPUSTAKAAN Profitabilitas

Menurut Hermuningsih

(2013:130) “profitabilitas merupakan

suatu alat untuk mengukur

kemampuan perusahaan dalam

memperoleh laba relatif terhadap penjualan yang dimiliki, total aktiva maupun modal sendiri. Perusahaan-perusahaan dengan profit tinggi

cenderung menggunakan lebih

banyak pinjaman untuk memperoleh manfaat pajak. Hal ini karena pengurangan laba dengan bunga

pinjaman akan lebih kecil

dibandingkan dengan perusahaan menggunakan modal yang tidak dikenai bunga”.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan ROA untuk mengukur tingkat profitabilitas bank. Menurut Susilowati dan Trianto (2011:19)

Return on Assets (ROA) menggambarkan kinerja keuangan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari aktiva yang digunakan untuk operasional perusahaan. ROA digunakan untuk mengetahui kinerja perusahaan berdasarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan jumlah aset yang dimiliki, ROA akan

(6)

90| F a k u l t a s E k o n o m i U n i v e r s i t a s M u h a m m a d i y a h A c e h

dapat menyebabkan apresiasi dan depresiasi harga saham.

Menurut Kalengkongan

(2013:738) Return On Assets

menfokuskan kemampuan

perusahaan untuk memperoleh

earning dalam operasi perusahaan.

Semakin besar tingkat ROA

menunjukkan inerja keuangan

semakin baik, karena tingkat

pengembalian returnnya semakin besar. Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

ROA = x 100%

Suku Bunga BI (BI Rate)

Menurut Zulifiah dan

Susilowibowo (2014:762) “BI Rate merupakan kebijakan suku bunga yang mencerminkan sikap atau stance kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan diumumkan kepada publik. BI Rate merupakan suku bunga kebijakan Bank Indonesia yang menjadi acuan suku bunga di pasar uang seperti suku bunga kredit”.

Berdasarkan data yang diperoleh dari situs BI (2017) Bank Indonesia

melakukan penguatan kerangka

operasi moneter dengan

memperkenalkan suku bunga acuan

atau suku bunga kebijakan baru yaitu BI 7-Day Repo Rate, yang berlaku efektif sejak 19 Agustus 2016. Selain BI rate yang digunakan sebelumnya, perkenalan suku bunga kebijakan yang baru ini tidak mengubah stance kebijakan moneter yang sedang diterapkan. Jadi BI Rate yang digunakan adalah BI Rate rata – rata dalam satu tahun periode 2014-2016.

Menurut Zulifiah dan

Susilowibowo (2014:762) “BI Rate juga ikut mempengaruhi profitabilitas bank. Ketika BI Rate naik maka akan diikuti oleh naiknya suku bunga deposito yang berakibat langsung terhadap penurunan sumber dana”. H1: BI Rate berpengaruh terhadap

profitabilitas.

Inflasi

Menurut Kalengkongan

(2013:739) “Inflasi adalah proses kenaikan harga barang secara umum dan terus menerus dalam waktu periode tertentu yang diukur dengan

menggunakan indeks harga

konsumen”. Secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya

(7)

91| F a k u l t a s E k o n o m i U n i v e r s i t a s M u h a m m a d i y a h A c e h

harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi (Bank Indonesia, 2017).

Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari

paket barang dan jasa yang

dikonsumsi masyarakat. Penentuan barang dan jasa dalam keranjang IHK dilakukan atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) yang dilaksanakan oleh

Badan Pusat Statistik (BPS).

Kemudian, BPS akan memonitor perkembangan harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di beberapa kota, di pasar tradisional dan modern terhadap beberapa jenis barang/jasa di setiap kota (Bank Indonesia, 2017).

Menurut Supardi, dkk (2016:19)

“dalam menghitung inflasi, di

Indonesia paling banyak

menggunakan indeks harga

konsumen. Dengan rumus

perhitungan sebagai berikut”:

LIt = x 100

Menurut Sari dan Abundanti (2016:7166) “meningkatnya inflasi

menyebabkan masyarakat akan

menarik dana yang disimpan di bank.

Hal ini akan menyebabkan

pendapatan bank menurun dan kredit yang disalurkan juga menurun. Selain itu peningkatan suku bunga pinjaman yang diakibatkan inflasi juga akan

menghambat bank dalam

menyalurkan kreditnya”.

H2: Inflasi berpengaruh terhadap profitabilitas.

Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO)

Menurut Eng (2013:155) “BOPO merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi

bank yang dihitung dengan

membandingkan total beban

operasional dengan total pendapatan operasional. Semakin rendah nilai BOPO pada suatu bank, menunjukkan pengelolaan operasi bank semakin efisien”.

(8)

92| F a k u l t a s E k o n o m i U n i v e r s i t a s M u h a m m a d i y a h A c e h

Bank Indonesia menetapkan

besarnya rasio BOPO tidak lebih dari 90%. Apabila lebih dari 90% maka

bank tersebut dinyatakan tidak

efisien. Menurut Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004, rumus rasio BOPO adalah:

BOPO = x 100%

Pendapatan operasional terdiri dari kegiatan usaha bank yang benar – benar telah diterima, sedangkan biaya operasional adalah semua biaya yang

berhubungan langsung dengan

kegiatan operasional bank. Semakin kecil angka rasio BOPO suatu bank, maka semakin baik kondisi bank tersebut. Dimana setiap peningkatan BOPO senilai 1% maka akan berpengaruh negatif terhadap ROA bank itu sendiri (Asrina, 2015). H3: BOPO berpengaruh terhadap

profitabilitas.

Gambar: 2.1 Kerangka Pemikiran

METODE PENELITIAN

Desain penelitian ini

menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian assosiatif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Waktu penelitian dimulai sejak Oktober 2017 sampai dengan penelitian ini selesai. Unit analisis pada Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan Unit Observasi adalah Bank Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2016.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Bank Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2016, yaitu 43 bank. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling.

BI Rate (X1) Inflasi (X2) BOPO (X3) Profitabilitas (Y)

(9)

93| F a k u l t a s E k o n o m i U n i v e r s i t a s M u h a m m a d i y a h A c e h

Sehingga dari kriteria penentuan sampel, yang dapat dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 Bank Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2016. Data yang diambil selama 3 periode yaitu 2014 sampai dengan 2016, sehingga jumlah data yang digunakan sebanyak 30 X 3 = 90 data keuangan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Uji hipotesis dilakukan dengan analisis regresi linear berganda yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen (suku bunga BI, inflasi, BOPO) terhadap variabel dependen (profitabilitas) baik secara simultan (bersama-sama) maupun secara parsial (individu) dengan bantuan aplikasi SPSS Versi 22.0 yang hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.2

Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstanda rdized Coefficie nts Standar dized Coeffici ents t Si g. B Std. Erro r Beta 1 (Const ant) 9,6 88 ,760 12,75 4 ,0 00 Suku Bunga BI ,04 7 ,091 ,035 ,520 ,6 05 Inflasi -,01 5 ,028 -,036 -,545 ,5 87 BOPO -,09 7 ,006 -,860 -15,49 7 ,0 00 a. Dependent Variable: Profitabilitas

Sumber: Data Sekunder diolah dengan SPSS Versi 22.0 (2018)

Berdasarkan hasil perhitungan regresi linier berganda pada tabel 4.2 di atas, dapat diketahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen yang dapat

(10)

94| F a k u l t a s E k o n o m i U n i v e r s i t a s M u h a m m a d i y a h A c e h

dirumuskan dalam persamaan sebagai berikut:

Y = 9,688a + 0,047X1 - 0,015X2 – 0,097X3

Uji F (Simultan)

Uji F menunjukkan semua variabel independen (suku bunga BI, Inflasi, BOPO) yang dimasukkan ke dalam model mempunyai pengaruh

secara bersama-sama terhadap

variabel dependen (profitabilitas). Hasil analisis uji F dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut:

Tabel 4.4 Hasil Uji Statistik F

ANOVAa Model Sum of Square s Df Mean Squar e F Sig. 1 Regres sion 69,634 3 23,21 1 80,1 64 ,00 0b Residu al 24,901 86 ,290 Total 94,536 89

a. Dependent Variable: Profitabilitas b. Predictors: (Constant), BOPO, Suku Bunga BI, Inflasi

Sumber: Data Sekunder diolah dengan SPSS Versi 22.0 (2018)

1. Tabel di atas menunjukkan nilai signifikansi 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Hal ini

menunjukkan bahwa semua

variabel independen yaitu suku

bunga BI, inflasi, BOPO

berpengaruh signifikan secara

simultan (bersama-sama) terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan Return On Assets (ROA). 2. Diketahui nilai Fhitung adalah

sebesar 80,164 dengan nilai Ftabel

2,712. Hal tersebut menunjukkan Fhitung > Ftabel yang berarti Ha

diterima dan H0 ditolak, dengan

demikian variabel independen (suku bunga BI, inflasi, BOPO) secara bersama-sama berpengaruh

terhadap variabel dependen

(profitabilitas).

Uji t (Parsial)

Uji t (parsial) dilakukan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel independen (suku bunga BI, inflasi, BOPO) mempengaruhi variabel dependen (profitabilitas) secara signifikan. Uji ini dilakukan dengan membandingkan nilai thitung

dengan ttabel. Berikut ini adalah tabel

(11)

95| F a k u l t a s E k o n o m i U n i v e r s i t a s M u h a m m a d i y a h A c e h Hasil Uji t (Parsial)

Coefficientsa Model Unstanda rdized Coefficie nts Standar dized Coeffici ents t Si g. B Std. Erro r Beta 1 (Const ant) 9,6 88 ,760 12,75 4 ,0 00 Suku Bunga BI ,04 7 ,091 ,035 ,520 ,6 05 Inflasi -,01 5 ,028 -,036 -,545 ,5 87 BOPO -,09 7 ,006 -,860 -15,49 7 ,0 00 a. Dependent Variable: Profitabilitas

Sumber: Data Sekunder diolah dengan SPSS Versi 22.0 (2018)

1. Tabel di atas menunjukkan

variabel suku bunga BI (X1) memiliki nilai signifikansi 0,605 yang berarti lebih besar dari 0,05 dengan nilai thitung sebesar 0,520

dan nilai ttabel 1,988 (thitung< ttabel).

Hasil analisis regresi menunjukkan

bahwa suku bunga BI tidak

berpengaruh terhadap

profitabilitas, yang berarti H1

ditolak dan H0 diterima.

2. Tabel di atas menunjukkan

variabel inflasi (X2) memiliki nilai signifikansi 0,587 yang berarti lebih besar dari 0,05 dengan nilai thitung -0,545 dan nilai ttabel-1,988

(thitung> ttabel). Hasil analisis regresi

menunjukkan bahwa inflasi tidak

berpengaruh terhadap

profitabilitas, yang berarti H2

ditolak dan H0 diterima.

3. Tabel di atas menunjukkan

variabel Biaya Operasional

Pendapatan Operasional yang

diproksikan dengan BOPO (X3) memiliki nilai signifikansi 0,000 yang berarti lebih besar dari 0,05 dengan nilai thitung sebesar -15,497

dan nilai ttabel sebesar -1,988

(thitung< ttabel). Hasil analisis regresi

menunjukkan variabel BOPO

berpengaruh terhadap

profitabilitas, yang berarti H2

diterima dan H0 ditolak.

KESIMPULAN

1. Suku bunga BI (BI rate) berpengaruh positif terhadap

(12)

96| F a k u l t a s E k o n o m i U n i v e r s i t a s M u h a m m a d i y a h A c e h

profitabilitas Bank Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2016 naum tidak signifikan.

2. Inflasi berpengaruh negatif

terhadap profitabilitas Bank

Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode

2014-2016 namun tidak

signifikan.

3. BOPO memiliki pengaruh

negatif signifikan terhadap

profitabilitas Bank Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2016. 4. Suku bunga BI (BI rate), inflasi,

dan BOPO secara simultan

(bersama-sama) berpengaruh

terhadap profitabilitas Bank

Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2016.

SARAN

1. Bagi Investor sebelum

memutuskan berinvestasi di Bursa Efek Indonesia khususnya pada

sektor perbankan, sebaiknya

terlebih dahulu memperhatikan

rasio Biaya Operasional

Pendapatan Operasional (BOPO)

bank yang menjadi tujuan

berinvestasi. Sesuai dengan hasil penelitian ini, BOPO berpengaruh negatif terhadap profitabilitas bank

yang akan berdampak pada

keuntungan masing-masing

investor selaku pemegang saham. Sedangkan untuk variabel suku bunga BI (BI rate) dan inflasi, walaupun dalam penelitian ini kedua variabel tersebut tidak

berpengaruh terhadap

profitabilitas bank, namun investor

harus tetap memperhatikan

keduanya.

2. Untuk penelitian selanjutnya,

sebaiknya objek penelitian

diperluas dengan meneliti seluruh sektor perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai

objek penelitian, sehingga

diperoleh hasil penelitian yang lebih baik (dapat digeneralisasi).

3. Pada penelitian berikutnya,

diharapkan memasukkan variabel lain di luar model penelitian ini. Hal ini di karenakan masih

terdapat variabel lain yang

mempengaruhi profitabilitas Bank Umum, seperti CAR, NPF, DPK, dan variabel-variabel lainnya.

(13)

97| F a k u l t a s E k o n o m i U n i v e r s i t a s M u h a m m a d i y a h A c e h

4. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan periode pengamatan yang lebih panjang, dengan tujuan untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih akurat dan relevan.

DAFTAR PUSTAKA

Alim, Syahirul (2014). Pengaruh Inflasi dan BI Rate terhadap

return On Assets (ROA)

BankSyariah. Modernisasi.

Volume 10. Nomor 3. Oktober. Amri. Maulana (2016). Pengaruh

Inflasi dan Suku Bunga

Terhadap Profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia Periode

2011-2015. Journal of

Economics and Bussiness Aseanomics (JEBA). Volume 1.

No.2. Hal.2010-220.

ISSN:2528-3634.

Asrina, Putri (2015). Analisis

Pengaruh PDB, Nilai Tukar

Rupiah, Non Performing

Finance (NPF), BOPO terhadap Profitabilitas (ROA) Perbankan Syariah di Indonesia

Periode 2008-2013. Jom

FEKON. Volume 2. No.1.

Hal.1-13.

Badan Pusat Statistik (2014-2016).

“Laporan Inflasi (Indeks Harga Konsumen)”.

http://www.bps.go.id. Diakses 21 Oktober 2017.

Badan Pusat Statistik (2017).

“Metodologi Indeks Harga Konsumen”.

http://www.bps.go.id. Diakses 1 November 2017.

Bank Indonesia (2017). “Pengenalan

Inflasi”. http://www.bi.go.id. Diakses 29 Oktober 2017.

Bank Indonesia (2017). “Penjelasan

BI Rate Sebagai suku Bunga Acuan”. http://bi.go.id. Diakses 28

Oktober 2017.

Bank Indonesia (2014-2016) “BI

Rate”. http://www.bi.go.id. Diakses 21 Oktober 2017. Bank Indonesia (2014-2016). “Penetapan BI Rate”. http://www.bi.go.id. Diakses 28 Oktober 2017.

(14)

98| F a k u l t a s E k o n o m i U n i v e r s i t a s M u h a m m a d i y a h A c e h

Bursa Efek Indonesia (2016).

“Laporan Keuangan dan Laporan Tahunan”. http://www.idx.co.id. Diakses 19 Oktober 2017.

Clementin, Felly Cintinia dan Priyadi, Patuh Maswar (2016). Pengaruh keputusan Investasi, Pendanaan,

Kebijakan Dividen dan

Profitabilitas terhadap Nilai

Perusahaan. Jurnal Riset Ilmu dan

Akuntansi. Volume 5. Nomor 4.

April 2016. Hal.1-16. ISSN: 2460-0585.

Dewi, Tania Melinda. Cahyono,

Hendry (2016). Pengaruh

Pertumbuhan Ekonomi, BI Rate, dan Inflasi Terhadap Investasi Asing Langsung Di Indonesia.

Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE). Volume 4 no 3 edisi

Yudisium 2016.

Eng, Tan Sau. (2013). Pengaruh NIM, BOPO, LDR, NPL dan CAR Terhadap ROA Bank Internasional dan Bank Nasional Go public

periode 2007-2011. Jurnal

Dinamika Manajemen. Juli-September. Vol.1. No.3. Hal.153-167. ISSN: 2338-123.

Fahmi, Irham. (2016). Pengantar

Manajemen Keuangan. Alfabeta.

Bandung

Hasibuan, Drs. H. Malayu. (2013).

Dasar – dasar Perbankan. Bumi

Aksara. Jakarta

Iba, Zainuddin. Wardhana, Aditya, (2012). Pengaruh Inflasi, Suku Bunga SBI, Nilai Tukar Rupiah terhadap USD, Profitabilitas, dan

Pertumbuhan Aktiva terhadap

Harga Saham Perusahaan

Pembiayaan di Bursa Efek

Indonesia (BEI). Jurnal

Kebangsaan. Volume 1. Nomor 1.

ISSN:2089-5917.

Ismail. (2016). Manajemen

Perbankan. Prenamedia Group.

Jakarta

Kalengkongan, Glenda. (2013).

Tingkat Suku Bunga dan Inflasi Pengaruhnya terhadap Return On

Asset (ROA) Pada Industri Perbankan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia. Jurnal

EMBA. Vol.1. No.4. Hal.737-747.

ISSN:2303-1174.

Kasmir. (2014). Analisis Laporan

Keuangan. Edisi 1. Rajawali Pers.

(15)

99| F a k u l t a s E k o n o m i U n i v e r s i t a s M u h a m m a d i y a h A c e h

Prasanjaya, Yogi. Ramantha, Wayan. (2013). Analisis Pengaruh Rasio CAR, BOPO, LDR dan Ukuran

Perusahaan terhadap

Profitabilitas Bank yang

Terdaftar di BEI. E-jurnal

Akuntansi Udayana. Vo.4. No.1.

Hal.230-245. ISSN:2303-8556. Rismana, Imelda. Yulistina (2017).

Analisis Pengaruh BOPO,

Inflasi dan BI Rate terhadap Profitabilitas dan Dampaknya

Kebangkrutan pada Bank

Rakyat Indonesia Unit Sukau Lampung Barat. SEMNAS IIB

Darmajaya. Lembaga Penelitian, Pengembangan Pembelajaran & Pengabdian Kepada Masyarakat. 25 Oktober 2017. Hal.510-521.

ISSN: 2598-0246.

E-ISSN:2598-0238.

Rumengan, Jemmy. Dkk (2013).

Statistik Penelitian. Citapustaka

Media Perintis. Bandung. Safitri. Wahyuati (2015). Pengaruh

struktur Modal dan Keputusan Investasi Terhadap Profitabilitas dan Nilai Perusahaan. Jurnal

Ilmu dan Riset Manajemen.

Vol.4. No.2. Februari. Hal.1-17

Sahara, Ayu Yanita. (2013). Pengaruh Inflasi, Suku Bunga BI, dan Produk Domestik Bruto terhadap Return On

Assets (ROA) Bank Syariah di

Indonesia. Jurnal Ilmu Manajemen. Januari 2013. Volume 1. Nomor 1. Sari, Ni Made Junita. Abundanti,

Nyoman. (2016). Pengaruh Dpk, Roa, Inflasi Dan Suku Bunga Sbi Terhadap Penyaluran Kredit Pada Bank Umum. E-Jurnal Manajemen

Unud. Vol. 5, No. 11, Hal:

7156-7184. ISSN: 2302-8912

Setiawan, Daniel Imanuel & Hanryono (2016) Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Bank, Tingkat Inflasi Dan BI Rate Terhadap Pertumbuhan Laba (Studi Pada Bank Swasta Devisa Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2013).

Journal of Accounting and Business Studies. Vol. 1, No. 1, September

2016. ISSN: 2540-8275.

Sianipar, Syarinah (2017). Pengaruh Struktur Modal dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan Pada Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jom FISIP. Vol.4. No.1. Hal. 1-14

(16)

100| F a k u l t a s E k o n o m i U n i v e r s i t a s M u h a m m a d i y a h A c e h

Sudaryono (2014). Teori dan Aplikasi

dalam Statistik. ANDI. Yogyakarta.

Sugiono (2014). Metode Penelitian

Manajemen. Alfabeta. Bandung.

Sukirno, Sadono (2011). Teori

Pengantar Makro Ekonomi.

Rajawali Pers. Jakarta.

Sulthoni, Hasan (2014). Faktor-faktor Penentu Tingkat Profitabilitas

Bank Umum Syariah di

Indonesia. Eksyar. Vol.01.

No.01. Hal.042-055.

Supardi, dkk (2016). Pengaruh Current

Ratio, Debt to Asset Ratio, Total Asset Turnover dan Inflasi Terhadap Return On Assets.

JIAFE. Volume 2. Nomor 2.

Hal.16-27.

Susilowati, Yeye. Turyanto, Tri

(2011). Reaksi Signal Rasio

Profitabilitas Dan Rasio

Solvabilitas Terhadap Return Saham Perusahaan. Dinamika

Keuangan dan Perbankan.

Volume 3. Nomor 1. Hal 17-37. ISSN:1979-4878.

Wibowo. Syaichu (2013). Analisis Pengaruh Suku Bunga, Inflasi, CAR, BOPO, NPF tethadap

Profitabilitas Bank Syariah.

Diponegoro Journal of Management. Vol.2. No.2. Hal.1-10. ISSN:2337-3792. Widodo, Putry Meilinda Rahayu

(2016). Pengaruh Keputusan

Investasi, Pendanaan, dan

kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Jurnal Ilmu dan

Riset Akuntansi. Volume 5.

Nomor 1. ISSN: 2460-0585.

Zulifiah. Susilowibowo (2014).

Pengaruh Inflasi, BI Rate,

Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Finance (NPF),

Biaya Operasional dan

Pendapatan Operasional (BOPO) Terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah Periode 2008-2012. Jurnal Ilmu Manajemen. Vol.2. No.3. Hal.759-770.

Referensi

Dokumen terkait

It shows the ambition of Willy Loman to achieve his American Dream by working hard although that every day he is always on the road every week, but he enjoys his job, because

Dalam tugas akhir ini objek yang akan dikenali adalah objek dengan warna merah silindris dan kotak berwarna coklat menyerupai C-4 .Berdasarkan pengamatan dan pengujian yang

Arahan Kebijakan &amp; Rencana Strategis Infrastruktur Bidang Cipta Karya|3- 13  pengembangan penyediaan perumahan untuk semua lapisan masyarakat; dan  pengembangan kawasan

This chapter introduced many concepts: invoking object and class methods, creating objects, and how to create

pekerjaan menjadi lebih global dengan kompesisi wanita semakin banyak, kompetitif, dan semakin berbasis pada teknologi maka ini akan meningkatkan tuntutan

Jika sekering yang berhembus cepat atau memiliki apa yang disebut waktu kliring pendek dipasang di sirkuit, flash busur berikutnya akan kecil karena tidak punya

Berdasarkan keputusan yang diperolehi daripada pembangunan dan pengujian topologi, saiz kekisi 0.380m dan jarak ke akses paling hampir digunakan dalam analisa

Sharp Elektronik Indonesia Cabang Palembang dimana belum adanya aplikasi khusus yang digunakan dalam pengolahan data pendistribusian dan penjualan barang elektronik