• Tidak ada hasil yang ditemukan

DINAS KESEHATAN KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DINAS KESEHATAN KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2015"

Copied!
126
0
0

Teks penuh

(1)

DINAS KESEHATAN

KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2015

Jln. Khatib Sulaiman Lt II Kel. Padang Karambia Kec. Payakumbuh Selatan Telp/ Fax. ( 0752 ) 796688 Kodepos 26227 email : [email protected]

(2)
(3)

i

Profil Kesehatan Tahun 2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat-Nya kami telah dapat menyelesaikan buku “PROFIL KESEHATAN KOTA PAYAKUMBUH”, profil ini memuat data dan informasi untuk mengevaluasi pencapaian program yang telah dilaksanakan selama tahun 2014.

Diharapkan Profil Kesehatan ini dapat dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan yang didasari kepada data dan informasi serta digunakan sebagai rujukan data dan informasi.

Demikian Profil Kesehatan Tahun 2014 ini kami sajikan, walaupun sangat sederhana semoga dapat menjadi bahan evaluasi sampai sejauh mana Pembangunan Kesehatan yang dapat kita laksanakan, untuk lebih sempurnanya Profil Kesehatan, saran dan masukan dari semua pihak akan diterima.

Terimakasih

Payakumbuh, April 2015 Kepala Dinas Kesehatan

Kota Payakumbuh

Elzadaswarman, SKM.MPPM NIP. 19640813 198803 1 002

(4)

Profil Kesehatan Tahun 2014 ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ………. i DAFTAR ISI ……….. ii BAB I. PENDAHULUAN ……….. 1

BAB II. GAMBARAN UMUM A. KEADAAN GEOGRAFIS ……….. 4

B. KEADAAN PENDUDUK ………. 5

C. KEADAAN LINGKUNGAN ………. 5

BAB III. SITUASI DERAJAT KESEHATAN A. MORTALITAS ……… 9

B. MORDIBITAS ………. 11

C. STATUS GIZI ………... 13

BAB IV. SITUASI UPAYA KESEHATAN A. PELAYANAN KESEHATAN DASAR ……… 15

B. PEMANFAATAN OBAT GENERIK ………. 18

C. PEMBINAAN KESEHATAN LINGKUNGAN ………. 19

D. PEMBINAAN PERBAIKAN GIZI …... 19

BAB V. SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN A. SARANA KESEHATAN ………. 21

B. TENAGA KESEHATAN ………. 23

C. PEMBIAYAAN KESEHATAN ……… 24 BAB VI. PENUTUP

LAMPIRAN

I. GRAFIK

(5)

DAFTAR TABEL A. Demografi

Tabel 1 Luas Wilayah, Jumlah Desa/Kelurahan, Jumlah Penduduk, JumlahRumah Tangga Dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Hal 1 Tabel 2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Kelompok Umur, RasioBeban Tanggungan, Rasio Jenis Kelamin Dan Kecamatan Hal 2 Tabel 3 Jumlah Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas Yang Melek Hurufdan Ijazah Tertinggi Yang Diperoleh Menurut Jenis Kelamin Hal 3 Tabel 4 Jumlah Kelahiran Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan danPuskesmas Hal 4 Tabel 5 Jumlah Kematian Neonatal, Bayi dan Balita Menurut Jenis KelaminDan Kecamatan Hal 5 B. Gizi, Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA), Imunisasi, UKS

Tabel 6 Jumlah Kematian Ibu Menurut Kelompok Umur, Kecamatan, DanPuskesmas Hal 6 Tabel 29 Cakupan Kunjungan Ibu Hamil, Persalinan Ditolong TenagaKesehatan, Dan Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas Menurut

Kecamatan Dan Puskesmas Hal 29

Tabel 30 Persentase Cakupan Imunisasi TT Pada Ibu Hamil MenurutKecamatan Dan Puskesmas Hal 30 Tabel 31 Perentase Cakupan Imunisasi TT Pada Wanita Usia Subur MenurutKecamatan dan Puskesmas Hal 31 Tabel 32 Jumlah Ibu Hamil Yang Mendapatkan Tablet FE1 Dan FE3 MenurutKecamatan Dan Puskesmas Hal 32 Tabel 33 Jumlah Dan Persentase Penanganan Komplikasi Kebidanan DanKomplikasi Neonatal Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan

Puskesmas Hal 33

Tabel 34 Proporsi Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi, KecamatanDan Puskesmas Hal 34 Tabel 35 Proporsi Peserta KB Baru Menurut Jenis Kontrasepsi, KecamatanDan puskesmas Hal 35 Tabel 36 Jumlah Peserta KB Baru dan KB Aktif Menurut Kecamatan DanPuskesmas Hal 36 Tabel 37 Bayi Berat Badan Lahir Rendah Menurut Jenis Kelamin, KecamatanDan Puskesmas Hal 37 Tabel 38 Cakupan Kunjungan Neonatal Menurut Jenis Kelamin, kecamatanDan Puskesmas Hal 38 Tabel 39 Jumlah Bayi Yang Diberi ASI Eksklusif Menurut Jenis Kelamin,Kecamatan Dan Puskesmas Hal 39 Tabel 40 Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi Menurut Jenis Kelamin,Kecamatan Dan Puskesmas Hal 40 Tabel 41 Cakupan Desa/Kelurahan UCI Menurut Kecamatan Dan Puskesmas Hal 41

(6)

Tabel 42 Cakupan Imunisasi DPT, HB Dan Campak Pada Bayi Menurut JenisKelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 42 Tabel 43 Cakupan Imunisasi BCG Dan Polio Pada Bayi Menurut jenisKelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 43 Tabel 44 Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Bayi, Anak Balita, Dan IbuNifas Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 44 Tabel 45 Jumlah Anak 0-23 Bulan Ditimbang Menurut Jenis Kelamin,Kecamatan Dan Puskesmas Hal 45 Tabel 46 Cakupan Pelayanan Anak Balita Menurut Jenis Kelamin, KecamatanDan Puskesmas Hal 46 Tabel 47 Jumlah Balita Ditimbang Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan DanPuskesmas Hal 47 Tabel 48 Cakupan Balita Gizi Buruk Yang Mendapat Perawatan MenurutJenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 48 Tabel 49 Cakupan Pelayanan Kesehatan (Penjaringan) Siswa SD DanSetingkat Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 49 C. Pemberantasan Penyakit Menular (P2M)

Tabel 7 Jumlah Kasus Baru TB BTA +, Seluruh Kasus TB, Kasus Pada TB PadaAnak, Dan case Notifacation Rate (CNR) Per 100.000 Penduduk

Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan dan Puskesmas Hal 7

Tabel 8 Jumlah Kasus Dan Angka Penemuan Kasus TB Paru BTA+ MenurutJenis Kelamin, Kecamatan, Dan Puskesmas Hal 8 Tabel 9 Jumlah Angka Kesembuhan Dan Pengobatan Lengkap TB Paru BTA+Serta Keberhasilan Pengobatan Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan

Dan Puskesmas Hal 9

Tabel 10 Penemuan Kasus Pneumonia Balita Menurut Jenis Kelamin,Kecamatan Dan Puskesmas Hal 10 Tabel 11 Jumlah Kasus HIV, AIDS Dan Syphilis Menurut Jenis Kelamin,Kecamatan Dan Puskesmas Hal 11 Tabel 12 Persentase Donor Darah Diskrining Terhadap HIV-AIDS MenurutJenis Kelamin Hal 12 Tabel 13 Jumlah Kasus Yang Ditangani Menurut Jenis Kelamin, Kecamatandan Puskesmas Hal 13 Tabel 14 Jumlah Kasus Baru Kusta Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan DanPuskesmas Hal 14 Tabel 15 Kasus Baru Kusta 0-14 Tahun Dan Cacat Tingkat 2 Menurut JenisKelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 15 Tabel 16 Jumlah Kasus Dan Angka Prevalensi Penyakit Kusta Menurut JenisKelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 16 Tabel 17 Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat Menurut Jenis Kelamin,Kecamatan Dan Puskesmas Hal 17 Tabel 18 Jumlah Kasus AFP (Non Polio) Menurut Kecamatan Dan Puskesmas Hal 18

(7)

Tabel 19 Jumlah Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 19 Tabel 20 Jumlah Kasus Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi(PD3I) Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 20 Tabel 21 Jumlah DBD Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 21 Tabel 22 Kesakitan Dan Kematian Akibat Malaria Menurut Jenis Kelamin,Kecamatan Dan Puskesmas Hal 22 Tabel 23 Penderita Filariasis Ditangani Menurut Jenis Kelamin, KecamatanDan Puskesmas Hal 23 Tabel 24 Cakupan Pengukuran Tekanan Darah Menurut Jenis Kelamin,Kecamatan Dan Puskesmas Hal 24 Tabel 25 Cakupan Pemeriksaan Obesitas Menurut Jenis Kelamin, KecamatanDan Puskesmas Hal 25 Tabel 26 Cakupan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Dengan Metode IVA DanKanker Payudara Dengan Pemeriksaan Klinis (CBE) Menurut

Kecamatan Dan Puskesmas Hal 26

Tabel 27 Jumlah Pendderita Dan Kematian Pada KLB Menurut Jenis Kelamin Hal 27 Tabel 28 Desa/Kelurahan Terkena KLB Yang Ditangani < 24 Jam MenurutKecamatan Dan Puskesmas Hal 28 D. Pelayanan Kesehatan

Tabel 50 Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut Menurut Jenis Kelamin,Kecamatan Dan Puskesmas Hal 50 Tabel 51 Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Anak SD Dan SetingkatMenurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 51 Tabel 52 Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut Menurut Jenis Kelamin,Kecamatan Dan Puskesmas Hal 52 E. Promosi Kesehatan

Tabel 53 Jumlah Kegiatan Promosi Kesehatan Hal 53

Tabel 54 Cakupan Jaminan Kesehatan Menurut Jenis Jaminan Dan JenisKelamin, Kecamatan Hal 54 Tabel 55 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan, Rawat Inap, Dan KunjunganGangguan Jiwa Di Sarana Pelayanan Kesehatan Hal 55

Tabel 56 Angka Kematin Pasien Di Rumah Sakit Hal 56

Tabel 57 Indikator Kinerja Pelayanan Di Rumah Sakit Hal 57

Tabel 58 Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih Sehat MenurutKecamatan Dan Puskesmas Hal 58 F. Kesehatan lingkungan

Tabel 59 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan Dan Puskesmas Hal 59

Tabel 60 Penduduk Dengan Akses Berkelanjutan Terhadap Air MinumBerkualitas (Layak) Menurut Kecamatan Dan Puskesmas Hal 60 Tabel 61 Penduduk Dengan Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi Yang Layak(Jamban Sehat) Menurut Jenis Jamban, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 61 Tabel 62 Desa Yang Melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Hal 62

(8)

Tabel 63 Persentase Tempat-Tempat Umum Memenuhi Syarat KesehatanMenurut Kecamatan Dan Puskesmas Hal 63 Tabel 64 Persentase Pengelolaan Makanan (TPM) Menurut Status HigieneSanitasi Menurut Kecamatan Dan Puskesmas Hal 64 Tabel 65 Tempat Pengelolaan Makanan Dibina Dan Diuji Petik MenurutKecamatan Dan Puskesmas Hal 65 G. Ketersediaan Obat

Tabel 66 Ketersediaan Obat Menurut Jenis Obat Dan Vaksin Hal 66

H. Saranan Dan Tenaga Kesehatan

Tabel 67 Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Menurut Kepemilikan Hal 68

Tabel 68 Persentase Sarana Kesehatan (Rumah Sakit) Dengan KemampuanPelayanan Gawat Darurat (Gadar) Level 1 Hal 69 Tabel 69 Jumlah Posyandu Menurut Strata, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 70 Tabel 70 Jumlah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM)Menurut Kecamatan Hal 71

Tabel 71 Jumlah Desa Siaga Menurut Kecamatan Dan Puskesmas Hal 72

Tabel 72 Jumlah Tenaga Medis Di Fasilitas Kesehatan Hal 73

Tabel 73 Jumlah Tenaga Keperawatan Di Fasilitas Kesehatan Hal 74

Tabel 74 Jumlah Tenaga Kefarmasian Di Fasilitas Kesehatan Hal 75

Tabel 75 Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat Dan Kesehatan LingkunganDi Fasilitas Kesehatan Hal 76

Tabel 76 Jumlah Tenaga Gizi Di Fasilitas Kesehatan Hal 77

Tabel 77 Jumlah Tenaga Keterapian Fisik Di Fasilitas Kesehatan Hal 78

Tabel 78 Jumlah Tenaga Teknisi Medis Di Fasilitas Kesehatan Hal 79

Tabel 79 Jumlah Tenaga Kesehatan Lain Di Fasilitas Kesehatan Hal 80

Tabel 80 Jumlah Tenaga Penunjang/Pendukung Kesehatan Di FasilitasKesehatan Hal 81 I. Anggaran Kas

(9)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 1

BAB I

PENDAHULUAN

Tujuan Pembangunan Kesehatan menuju Indonesia Sehat 2015 adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal, melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia yang ditandai oleh meningkatnya derajat kesehatan masyarakat pada setiap tahunnya.

Undang-undang nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan menyatakan bahwa pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum yang menjadi tujuan Nasional.

Pembangunan Kesehatan yang merupakan integrasi dari pembangunan Nasional. Pembangunan Kesehatan sangat kompleks karena kesehatan sendiri sangat terkait dan menyentuh segala aspek kehidupan manusia seperti demografi, sosial ekonomi, pendidikan serta perkembangan fisik dan biologik.

Pembangunan kesehatan yang dijalankan selama ini memberi kontribusi yang cukup bermakna melalui peningkatan derajat kesehatan. Angka kematian bayi yang telah dapat ditekan, usia harapan hidup yang cenderung meningkat serta angka kematian yang semakin berkurang.

Status gizi yang diharapkan ternyata tidak terpenuhi sebagai akibat dampak krisis moneter yang berkepanjangan melanda Bangsa Indonesia, angka gizi buruk yang dilaporkan beberapa tempat dengan kategori rawan gizi menjadi tantangan sendiri dari Pemerintah Kota Payakumbuh walau program perbaikan gizi sudah berjalan dalam selang beberapa tahun terakhir, namun permasalahan gizi masih ditemukan di sebagian kecil kota.

Program-program investasi tetap dilakukan dalam rangka mengantisipasi agar kasus dapat dicegah dengan tujuan jangan sampai berdampak lebih luas dan apalagi yang bersifat kasus ledakan atau Kejadian Luar Biasa.

(10)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 2 Melalui Undang-undang nomor 36 tahun 2009 pemerintah kota diberi kewenangan di bidang kesehatan. Penyusunan rencana kerja dan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan daerah haruslah ditopang oleh data dan informasi yang akurat.

Pelaksanaan Visi dan Misi “Kota Payakumbuh Sehat tahun 2015 diikuti dangan Visi dan Misi Kecamatan Sehat tahun 2015”

Produk Data yang terbit secara berkala merupakan informasi kesehatan yang tertuang dalam Profil Kesehatan, diharapkan dapat menjadi sarana penyedia data dan bermanfaat dalam penyusunan perencanaan sekaligus juga berfungsi dalam rangka evaluasi tahunan.

Salah satu sarana yang dapat di gunakan untuk melaporkan hasil

pemantauan terhadap pencapaian Payakumbuh Sehat dan

Penyelenggaraan Pelayanan Minimal adalah “PROFIL KESEHATAN”. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Profil Kesehatan Kota Payakumbuh ini pada intinya berisi berbagai data/informasi yang menggambarkan tingkat pencapain Kota Sehat dan Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang kesehatan.

Sedangkan untuk mengukur keberhasilan pembangunan kesehatan tersebut diperlukan indikator antara lain Indikator Standar Pelayanan Minimal,MDGs. Sumber data dalam program baik di lingkungan Dinas Kesehatan maupun berasal dari lintas sektor yang terkait yaitu BPS, Kantor KB, Rumah Sakit Swasta. Penyusunan Profil Kesehatan Kota Payakumbuh ini menggambarkan Pencapaian Program Kesehatan mengacu kepada Sistim Kesehatan Nasional (SKN).

Sub sistem upaya kesehatan akan digambarkan tersendiri pada Bab IV. Sedangkan sub sistem pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan, obat dan perbekalan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat akan digambarkan pada Bab V dan Sub sistem menajemen kesehatan digambarkan pada Bab III. Sehingga Profil Kesehatan Kota Payakumbuh Tahun 2014 ini terdiri dari 6 (enam) bab,yaitu :

Bab I : Pendahuluan; bab ini menyajikan tentang Latar Belakang dan Tujuan diterbitkannya Profil Kesehatan Payakumbuh kegiatan Tahun 2014 serta sistematika penyajiannya.

(11)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 3 Bab II : Gambaran Umum; gambaran disajikan dalam bab ini meliputi aspek-aspek geografis, kependudukan, perekonomian, kesehatan lingkungan dan beberapa perilaku yang terkait dengan kesehatan.

Bab III : Situasi Derajat Kesehatan; bab ini berisi uraian tentang hasil-hasil pembangunan kesehatan yang mencakup tentang angka kematian, angka kesakitan dan keadaan status gizi.

Bab IV : Situasi Upaya Kesehatan; gambaran ini berisi uraian tentang upaya kesehatan yang telah dilaksanakan oleh bidang kesehatan untuk tercapainya dan berhasilnya program-program pembangunan di bidang kesehatan.

Bab V : Situasi Sumber Daya Kesehatan; bab ini

menguraikan tentang sumber daya yang mencakup tentang keadaan tenaga, sarana dan fasilitas kesehatan yang ada.

(12)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 4

BAB II

GAMBARAN UMUM

A. KEADAAN GEOGRAFIS

Secara goegrafis Kota Payakumbuh terletak pada posisi 00° 10' sampai dengan 00° 17' LS dan 100° 35' sampai dengan 100° 45' BT. Luas wilayah Kota Payakumbuh yaitu 80,43 Km² atau swetara dengan 0,19 persen dari luas propinsi Sumatera Barat.

Suhu udara Kota Payakumbuh berkisar antara 21 – 32° celcius dengan kelembaban udara berkisar antara 45 persen sampai dengan 50 persen. Keadaan topografi Kota Payakumbuh sebagian besar adalah dataran, dengan sedikit perbukitan. Ketinggian Kota Payakumbuh 514 meter di atas permukaan laut.

Keadaan Topografi Kota Payakumbuh bervariasi antara daratan dan berbukit dengan ketinggian 514 meter diatas permukaan air laut.

Berdasarkan penggunaan tanah di Kota Payakumbuh, 2.771 Ha merupakan tanah sawah, 198 Ha kolam, dan sisanya 5,074 Ha berupa tanah kering. Sebagian besar tanah kering dimanfaatkan untuk bangunan yaitu 2,863 Ha dan sisa untuk kebun, hutan rakyat dan lain-lainnya.

Letak Kota Payakumbuh sangat strategis bila dilihat dari segi lalu lintas darat antar Propinsi Sumbar-Riau. Kota Payakumbuh merupakan pintu gerbang dari arah Pekan Baru menuju Kota-kota penting di Sumatera Barat.Jarak Kota Payakumbuh ke kota Pekan Baru 188 Km dan dapat ditempuh selama 4,5 Jam perjalanan dengan angkutan pribadi, sedangkan jarak ke kota Padang sejauh 124 km.

(13)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 5

B. KEADAAN PENDUDUK

Kota Payakumbuh merupakan segi tiga emas, yang mana perlintasan Propinsi Riau dan Kabupaten Lima Puluh Kota, jumlah penduduknya yang relatif banyak. Besarnya jumlah penduduk tersebut disamping merupakan potensi daerah juga menimbulkan berbagai permasalahan sosial termasuk masalah kesehatan.

Jumlah penduduk Kota Payakumbuh berdasakan data dari Kantor Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh tahun 2014 berjumlah 125.224 jiwa dengan jumlah laki-laki 62.103 jiwa dan perempuan 63.121 jiwa, dimana penduduk perempuan lebih banyak dari penduduk laki-laki. Menurut Kecamatan penduduk yang terbanyak di Kecamatan Payakumbuh Barat (48.117 jiwa) dan Kecamatan Lomposi Tigo Nagari sedikit ( 9.215 jiwa).

Pada tahun 2014 jumlah pemegang jamkesmas tercatat sebanyak 34.128. Peningkatan produktifitas ekonomi Kota Payakumbuh didominasi sektor perdagangan, pertanian dan wisata. Meningkatnya aktifitas ekonomi berpengaruh terhadap peningkatan usaha kecil dan menengah pada sektor kerajinan dan industri kecil baik dalam pengadaaan bahan baku maupun dalam pemasaran.

C. KEADAAN LINGKUNGAN

Keadaan Lingkungan Kota Payakumbuh diuraikan dalam bentuk indikator-indikator persentase rumah sehat, persentase Tempat-tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) sehat dan keluarga yang memiliki akses terhadap air bersih.

1. RUMAH SEHAT

Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal memenuhi syarat kesehatan yaitu rumah yang memiliki jamban yang sehat, sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi rumah yang baik, kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah tidak terbuat dari tanah. Dari kompilasi data yang dikumpulkan melalui Profil Kesehatan Kota Payakumbuh, jumlah rumah yang ada 27.594 (tabel 58). Jumlah rumah yang memenuhi syarat 85,5 % Dilihat dari persentase KK yang mengggunakan jamban 86,7 % Jika dibandingkan dengan persentase 2013 terjadi peningkatan, adanya peningkatan jumlah sarana di masing-masing kecamatan dalam kepemilikan jamban keluarga,tempat sampah, dan saran pengolahan air limbah. Hal ini disebabkan terjadi perubahan prilaku hidup bersih dan sehat masyarakat Kota Payakumbuh.

(14)

Profil Kesehatan Tahun 2014 Page 6 JU M L A H S A R A N A JU M L A H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M L A H S A R A N A JU M L A H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M L A H S A R A N A JU M L A H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M L A H S A R A N A JU M L A H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M L A H S A R A N A JU M L A H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M L A H S A R A N A JU M L A H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M L A H S A R A N A JU M L A H P E N D U D U K P E N G G U N A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 1 Payakumbuh Barat Ibuh 20.128 283 1.274 276 1.236 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 18 6 18 0 0 0 0 4.101 18.853 4.101 18.853 20.107 99,9 2 Payolansek 15.518 852 3.025 774 2.697 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3.005 12.823 3.005 12.823 15.520 100,0 3 Parit Rantang 13.344 235 1.133 210 988 3 18 3 18 0 0 0 0 0 0 0 0 1 7 1 7 0 0 0 0 2.763 11.344 2.763 11.344 12.357 92,6 4 Payakumbuh Timur Tiakar 11.483 504 2.345 504 2.345 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1.847 9.650 1.847 9.650 11.995 104,5 5 Air Tabit 14.580 216 1.134 216 1.134 1 7 1 7 9 46 9 46 0 0 0 0 1 12 1 12 0 0 0 0 2.564 12.480 2.564 12.480 13.679 93,8 6Payakumbuh Utara Tarok 16.952 190 807 150 604 0 0 0 0 9 52 9 52 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3.269 15.651 3.269 15.651 16.307 96,2 7 Latina Lampasi 23.071 614 2.423 522 2.060 0 0 0 0 53 279 39 210 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3.792 18.903 3.792 18.903 21.173 91,8 8 Payakumbuh Selatan Pdg Karambia 10.148 146 660 146 660 1 4 1 4 0 0 0 0 0 0 0 0 22 84 22 84 0 0 0 0 1.960 8.391 1.960 8.391 9.139 90,1 JUMLAH (KAB/KOTA) 125.224 3.040 12.801 2.798 11.724 5 29 5 29 71 377 57 308 0 0 0 0 30 121 30 121 0 0 0 0 23.301 108.095 23.301 108.095 120.277 96,0 JUMLAH (KAB/KOTA) 250.448 6.080 25602 5596 23448 10 58 10 58 142 754 114 616 0 0 0 0 60 242 60 242 0 0 0 0 46.602 216.190 46.602 216.190 240.554 96 MEMENUHI SYARAT PERPIPAAN (PDAM,BPSPAM) JU M L A H S A R A N A MEMENUHI SYARAT PENAMPUNGAN AIR HUJAN JU M L A H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M L A H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M L A H S A R A N A MEMENUH I SYARAT MATA AIR TERLINDUNG JU M L A H P E N D U D U K P E N G G U N A

SUMUR GALI TERLINDUNG SUMUR GALI DENGAN

POMPA

SUMUR BOR DENGAN POMPA MEMENUHI SYARAT PENDUDUK DENGAN AKSES BERKELANJUTAN TERHADAP AIR MINUM LAYAK JU M L A H %

BUKAN JARINGAN PERPIPAAN

JU M L A H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M L A H S A R A N A MEMENUHI SYARAT JU M L A H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M L A H S A R A N A MEMENUH I SYARAT MEMENUHI SYARAT TERMINAL AIR JU M L A H S A R A N A JU M L A H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M L A H S A R A N A JU M L A H P E N D U D U K P E N G G U N A

Tabel 1. Akses Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Tahun 2014

KECAMATAN PUSKESMAS PENDU

DUK JU M L A H S A R A N A NO

(15)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 7

2. TEMPAT-TEMPAT UMUM DAN TEMPAT PENGOLAHAN MAKANAN Tempat-tempat Umum (TTU) dan Tempat Umum Pengelolaan Makanan (TUPM) merupakan sarana yang dikunjungi banyak orang, dan berpotensi menjadi tempat penyebaran penyakit. Jumlah Tempat-tempat umum yang ada sebanyak 187 buah dan yang memenuhi syarat kesehatan 174 buah ( 93%), sedangkan TUPM meliputi restoran, pasar dan lain-lain. TUPM sehat adalah tempat umum dan tempat pengelolaan makanan dan minuman yang memenuhi syarat kesehatan yaitu memiliki sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi yang baik, luas lantai yang sesuai dengan banyaknya pengunjung dan memilki pencahayaan ruang yang memadai. Dari 726 buah TUPM yang ada memenuhi syarat sebanyak 555 buah (76,4%).

3. AKSES TERHADAP AIR MINUM

Jumlah KK yang menggunakan Akses Air Bersih tahun 2014 dapat dibedakan menurut sumbernya antara lain : PAM sebanyak 23.301 sarana, jumlah sumur gali yang ada sebanyak 3.040 sarana yang memenuhi syarat sebanyak 2.798 buah (92%) dan lain-lain. Jumlah penduduk dengan akses terhadap air minum yang layak sebanyak 120.277 jiwa (96,05%). Jika dibandingkan dengan pencapaian tahun 2013 terjadi peningkatan cakupan akses air bersih di Kota Payakumbuh

(16)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 8

JUMLAH %

1 2 3 4 5 6 7

1 Payakumbuh Barat Ibuh 4,115 63 51 81.0

2 Payolansek 3,021 48 48 100.0

3 Parit Rantang 2,776 70 44 62.9

4 Payakumbuh Timur Tiakar 1,856 46 39 84.8

5 Air Tabit 2,442 27 27 100.0

6 Payakumbuh Utara Tarok 3,286 48 40 83.3

7 Latina Lampasi 3,802 51 36 70.6

8 Payakumbuh Selatan Padang Karambia 1,757 38 16 42.1

JUMLAH (KAB/KOTA) 23,055 391 301 77.0

Tabel. 2 Akses Terhadap Air Minum Tahun 2014

NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH PENYELENGGA RA AIR MINUM JUMLAH SAMPEL DIPERIKSA MEMENUHI SYARAT (FISIK, BAKTERIOLOGI, DAN

(17)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 9

BAB III

SITUASI DERAJAT KESEHATAN

Gambaran derajat kesehatan masyarakat Kota Payakumbuh terdiri dari: mortalitas, dan status gizi masyarakat.

A. MORTALITAS

Gambaran perkembangan derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat angka kematian juga dapat digunakan sebagai indikator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dari pembangunan kesehatan lainnya. Angka kematian ini dapat dihitung dengan melakukan berbagai survei dan penelitian.

1. Kasus Kematian Bayi

Ada banyak faktor yang mempengaruhi kematian bayi tetapi tidak mudah untuk menentukan faktor yang paling dominan dan faktor yang kurang dominan. Data kematian yang terdapat pada suatu komunitas dapat melalui survei, karena sebagian besar kematian terjadi di rumah sedangkan data kematian pada fasilitas pelayanan kesehatan hanya memperlihatkan kasus rujukan.Kasus kematian bayi tahun 2014 sebanyak 22 orang, kematian anak balita 2 orang. jika dilihat pada tahun sebelumnya terjadi penurunan 4 kasus kematian, terjadinya penurunan kasus di puskesmas Tiakar , Payolansek dan puskesmas Lampasi. Yang mempengaruhi tingkat kematian bayi ada beberapa faktor yaitu ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan yang kurang atau faktor aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan dan tenaga medis yang terampil serta kesediaan masyarakat untuk merubah kehidupan tradisional ke norma kehidupan modern dalam bidang kesehatan, hal ini merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap tingkat kematian bayi. Dewasa ini pelayanan kesehatan sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai akan tetapi belum ditunjang dengan aksebiliti yang baik dan tepat sasaran. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh kondisi masyarakat yang serba kekurangan.

(18)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 10

Grafik 3. Kasus Kematian Bayi Tahun 2010-2014

2. Kasus Kematian Ibu Maternal

Kasus kematian ibu maternal tahun 2014 sebanyak 4 orang, terjadinya peningkatan kasus kematian ibu hamil 3 orang di Puskesmas Air Tabit dan Puskesmas Lampasi. Sedangkan kematian ibu nifas 2 orang yakni di Puskesmas Tarok dan Puskesmas Lampasi. Di bandingkan dengan tahun 2013 terjadi peningkatan kasus kematian ibu. Angka ini diperoleh dari pelacakan kasus yang dilakukan Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh. Penyebab kematian ibu tersebut disebabkan karna Eklamsi dan adanya infeksi.

0 5 10 15 20 25 30 2010 2011 2012 2013 2014 17 24 21 28 22

(19)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 11

Grafik 4. Kasus Kematian Ibu Tahun 2010-2014

B. MORBIDITAS

Angka kesakitan penduduk didapat dari data yang berasal dari masyarakat diperoleh dari pendataan dasar puskesmas dan hasil pengumpulan data baik dari Dinas Kesehatan kota Payakumbuh maupun dari sarana pelayanan kesehatan yang diperoleh melalui sistem pencatatan dan pelaporan terpadu puskesmas (SP2TP).

Secara umum, gambaran angka kesakitan masyarakat di Kota Payakumbuh bisa dilihat di deretan 10 penyakit terbanyak di Puskesmas se-Kota Payakumbuh yakni :

0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5 5 2010 2011 2012 2013 2014 2 5 3 1 4

(20)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 12 Tabel. 10 Penyakit Dengan Kunjungan Terbanyak di Puskesmas se- Kota

Payakumbuh, Tahun 2014.

No Jenis Diagnosis Penyakit Jumlah Kunjungan

1. Infeksi akut saluran pernafasan atas 21.684

2. Hipertensi Primer 5.611

3. Penyakit Pulpa dan jaringan periapikal 4.268

3. Gasteristis 3.995 4. Rematoid 3.296 5. Commond cold 3.244 6. Dispepsia 2.549 7. Diabet Melitus 1.183 8. Dermatitis 1.516

9. Penyakit kulit alergi 1.349

10. Kelainan Reflaksi 1.156

Dari tabel diatas tergambar bahwa pola penyakit di Kota Payakumbuh juga mengalami double borned desease, selain penyakit infeksi yang berjangkit dan menular masih terjadi di Payakumbuh, namun penyakit degeneratif seperti hipertensi, Rematoid dan Diabet Melitus juga mulai mendominasi masyarakat di Kota Payakumbuh. 1. PENYAKIT MENULAR

Penyakit menular yang disajikan dalam Profil Kesehatan Kota Payakumbuh antara lain TB Paru, Kusta ,Diare dan Pneomonia.

a. Penyakit P2 TBC

Berbagai upaya yang telah dilakukan dalam penanggulangan penyakit P2 TBC telah banyak mencapai hasil, dimana perkiraan angka penemuan TB Paru Positif tahun 2014 sebanyak 200 orang sedangkan penemuan dan pengobatan BTA Positif sebanyak 111 orang (55,5%)di bandingkan dengan penemuan penderita pada tahun 2013 terjadinya peningkatan kasus yang signifikan (51,27%) terutama kasus di Puskesmas Ibuh, Air Tabit, Lampasi, Payolansek ,dan Tiakar .Kecendrungan peningkatan cakupan P2TBC ini ditunjang dengan adanya pelatihan dokter dan paramedis puskesmas, penyuluhan TB, pelatihan tenaga laboratorium dan bimbingan teknis dokter ahli paru.

(21)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 13

b. Pneumoni

Jumlah penderita Pneumonia Balita tahun 2014 sebanyak 356 kasus dan penderita yang ditangani 100%. Jika dilihat tahun 2013 sebanyak 468 kasus sehingga terjadi penurunan kasus pada tahun 2013. Ini terjadi karena pelayanan terpadu balita sakit di Puskesmas sudah berjalan dengan baik.

C. PENYAKIT POTENSI KLB / WABAH a. Diare

Kasus Diare di Kota Payakumbuh yang tercatat melalui Profil Kesehatan yaitu terlihat dari penderita diare pada balita dan dewasa yang datang dan dilayani sesuai standar pelayanan tahun 2014 sebanyak 2.081 kasus (77,68%) dan penderita ditangani 100% . Jika dilihat tahun 2013 sebanyak 2.597 kasus sehingga terjadi penurunan kasus pada tahun 2014. Ini disebabkan karena penyuluhan dan kesehatan lingkungan yang sudah lebih baik.

b. D B D

Kasus DBD di Kota Payakumbuh pada tahun 2014 sebanyak 9 kasus dan penderita yang ditangani 100% , terjadi penurunan jumlah kasus dibanding dengan tahun 2013 sebanyak 32 kasus. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan Penyuluhan Kesehatan serta peningkatan Kebersihan Lingkungan di masyarakat.

D. STATUS GIZI

Untuk indikator status gizi masyarakat dapat diukur melalui beberapa indikator antara lain bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), dan status gizi balita.

1. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Berat badan lahir rendah (kurang dari 2.500 gram) merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. Pada tahun 2014 di Kota payakumbuh jumlah bayi dengan berat badan lahir rendah sebanyak 49 bayi (1,9 %) dari 2.557 bayi yang lahir hidup,adanya penurunan penemuan kasus dibandingkan dengan tahun 2013 sebanyak (4%).

(22)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 14

Grafik 5. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah Tahun

2010-2014

2. Status Gizi balita

Pengukuran secara antropometrik yang menggunakan indeks berat badan menurun. Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara penilaian status gizi balita adalah pengukuran secara antropometrik yang menggunakan indeks berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) atau dengan grafik yang ada dalam KMS (Kartu Menuju Sehat). Dari pemantauan di Posyandu pada tahun 2014 terdapat 0,6 % balita dengan berat badan bawah garis merah (BGM) di kota Payakumbuh, terjadinya peningkatan balita dengan berat badan garis merah tahun 2013 ( 0,5%). 0 10 20 30 40 50 60 70 80 2010 2011 2012 2013 2014 16 53 58 74 49

(23)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 15

BAB IV

SITUASI DERAJAT KESEHATAN

Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, telah dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan masyarakat. Berikut ini diuraikan gambaran situasi upaya kesehatan khususnya pada tahun 2014.

A. Pelayanan Kesehatan Dasar

Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah awal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Dengan pemberian pelayanan kesehatan dasar secara cepat dan tepat, diharapkan sebagian besar masalah kesehatan masyarakat sudah dapat diatasi. Berbagai pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut :

1. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi

Seorang ibu mempunyai peranan yang sangat besar di dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Gangguan kesehatan yang dialami ibu bisa berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi dan anaknya.

a. Pelayanan Antenatal (K4)

Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan profesional (dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dokter umum, bidan dan perawat) kepada ibu hamil selama masa kehamilan, yang mengikuti program pedoman pelayanan antenatal yang titik beratnya pada kegiatan promotif dan preventif. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan pelayanan K1 dan K4. Cakupan K1 atau juga disebut akses pelayanan ibu hamil merupakan gambaran besaran ibu hamil yang telah melakukan kunjungan pertama ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan antenatal.

(24)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 16 Sedangkan K4 adalah gambaran besaran ibu hamil yang telah mendapatkan pelayanan ibu hamil sesuai dengan standar minimal yaitu paling sedikit empat kali kunjungan, dengan distribusi 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua dan 2 kali pada trimester ketiga. Angka ini dapat dimanfaatkan untuk melihat kualitas pelayanan kesehatan pada ibu hamil. Gambaran Kota Payakumbuh pada tahun 2014 dari 2867 ibu hamil dengan cakupan K4 sebanyak 2.539 ibu hamil (88,6%) adanya peningkatan jumlah kunjungan K4 dibandingkan tahun 2013 dimana pencapaian cakupan K4 ibu hamil tahun 2013 sebesar ( 86,6 %.), peningkatan kunjungan K4 terjadi di puskesmas Tiakar ( 5,3 % ), puskesmas Lampasi (11,3 %), puskesmas Payolansek (7,3 %), puskesmas Tarok (5,9%) .

Grafik 6. Kunjungan K4 Ibu Hamil Tahun 2010-2014

2150 2200 2250 2300 2350 2400 2450 2500 2550 2010 2011 2012 2013 2014 2468 2508 2297 2448 2539

(25)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 17

b. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan

Pertolongan persalinan adalahproses pelayanan persalian dimana pada kala I sampai kala IV persalinan. Sedangkan tenaga kesehatan yang memeiliki kompetensi kebidanan adalah tebnaga kesehatan yang memeliki kemampuan klinis kebidanan yang sesuai standar.

Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa kehamilan, hal ini disebabkan pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan. Hasil dari Profil Kesehatan tahun 2014 menunjukan bahwa 2.568 persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan sebanyak 2.568 persalinan (100%). Hal ini menunjukan bahwa ibu hamil telah memanfaatkan keberadaan tenaga kesehatan di Kota Payakumbuh.

Grafik 7. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan

Tahun 2010-2014.

2100 2150 2200 2250 2300 2350 2400 2450 2500 2550 2600 2010 2011 2012 2013 2014 2353 2369 2285 2519 2568

(26)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 18

2. Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah

Usia sekolah dan remaja merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan, baik fisik maupun mental, pada masa ini dibutuhkan pelayanan kesehatan dini. Pada kelompok anak pra sekolah, usia sekolah dan remaja pelayanan kesehatan dilakukan dengan cara pelaksanaan pemantauan dini terhadap tumbuh kembang dan pemantauan kesehatan anak pra sekolah, pemeriksaan anak sekolah dasar/ sederajat serta pelayanan kesehatan pada remaja baik yang dilakukan oleh tenaga kesehatan maupun peran serta tenaga terlatih lainnya seperti kader kesehatan, guru UKS dan dokter kecil. Dari hasil pengumpulan data Kota Payakumbuh menunjukan bahwa cakupan deteksi tumbuh kembang anak balita (pra sekolah) 7.704 anak balita (76,5 %) dari 10.068, orang anak balita dan penjaringan siswa SD Kelas 1 yang diperiksa sebanyak 4.352 siswa (97,2 %) dari 4.478 siswa.

3. Pelayanan Imunisasi

Universal Child Immunization adalah tercapainya imunisasi dasar secara lengkap pada bayi 0-11 bulan, ibu hamil, WUS, dan anak sekolah. Imunisasi dasar lengkap pada bayi meliputi : 1 dosis BCG, 3 dosis DPT, 4 dosis Polio, 4 dosis Hepatitis, 1 dosis Campak. Ibu hamil dan WUS meliputi 2dosis TT. Anak sekolah tingkat dasar meliputi 1 dosis DT, 1 dosis Campak dan 2 dosis TT.

Pencapaian Universal Child Immunization (UCI) pada dasarnya merupakan suatu gambaran terhadap cakupan sasaran bayi yang telah mendapatkan imunisasi secara lengkap. Pada Tahun 2014 Kota Payakumbuh telah mencapai 72 Kelurahan ( 94,74% ) dari 76 kelurahan yang ada di Kota Payakumbuh, dimana target nasional adalah 100% desa UCI. terjadinya peningkatan pencapaian kelurahan UCI 2,63 % dibandingkan dengan pencapaian tahun 2013. Cakupan Imunisasi BCG sebesar ( 97,2 % ), DPT3+HB3 ( 96,8 % ), Polio 4 ( 94,7 %) dan Campak ( 96,1 % ).

B. Pemanfaatan Obat generik

Pemanfaatan obat generik terlihat dari jumlah pelayanan pasien yang menggunakan obat generik. Penulisan resep obat generik yang dilaporkan sebanyak 122.148 resep dari 122.858 resep yang ada (99,42 %).

(27)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 19

C. Pembinaan Kesehatan Lingkungan

Untuk memperkecil resiko terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan sebagai akibat lingkungan yang kurang sehat. Untuk itu dilakukan berbagai upaya peningkatan kualitas lingkungan antara lain dengan pembinaan kesehatan lingkungan pada institusi yang dilakukan secara berkala.

Upaya yang dilakukan mencakup pemantauan dan pemberian rekomendasi terhadap aspek penyediaan fasilitas sanitasi dasar. Hasil dari data yang dilaporkan terhadap lingkungan yang ada sebanyak 151 buah, dibina dan memenuhi syarat kesehatan sebanyak 140 (92,72%). Dari jumlah institusi pendidikan yang da 129 buah dan memenuhi syarat kesehatan sebanyak 123 buah (87,85%), sarana kesehatan 11 buah yang dibina dan memenuhi syarat kesehatan sebanyak 11 buah (100%), sarana Hotel/penginapan sebanyak 11 yang dibina memenuhi syarat kesehatan 6 buah (54,7%),

D. Pembinaan perbaikan Gizi

Upaya perbaikan gizi masyarakat pada hakekatnya untuk menangani permasalahan gizi yang dihadapi masyarakat. Beberapa permasalahan gizi sering dijumpai pada masyarakat adalah kekurangan kalori protein, kekurangan vitamin A, gangguan akibat kekurangan yodium dan anemia gizi besi.

1. Pemantauan Pertumbuhan Balita

Upaya pemantauan terhadap pertumbuhan balita dilakukan melalui kegiatan penimbangan di posyandu secara rutin tiap bulan. Hasil dari data yang dilaporkan diperoleh jumlah balita yang ada sebanyak 10.098 balita yang ditimbang sebanyak 9.085 balita ( 90 %), Sementara itu balita dengan bawah garis merah (BGM) sebesar 51 balita (0,6 %) , dari hasil penimbangan jumlah balita di bawah garis merah terbanyak di puskesmas Tarok, Air Tabit dan puskesmas Lampasi.

(28)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 20

Grafik 8. Jumlah Balita ditimbang Tahun 2010-2014

2. Pemberian Kapsul Vitamin A

Cakupan pemberian kapsul vitamin A sebanyak 2 kali pada balita pada tahun 2014, yaitu Bayi sebanyak 1.192 (98,2 %) dari jumlah bayi 1.214 orang sedangkan jumlah anak balita mendapat vit.A 7.644 (98,7 %) balita yang ada sebanyak 7.741 orang, jumlah balita 8.955 balita dan yang mendapat vit.A 8.884 balita (99,2%) Target pencapaian sampai tahun 2014 sebesar untuk bayi 90 % , target balita 80 % . Pencapaian pemberian vit.A sudah diatas target berarti masyarakat sudah memahami kegunaan dari vitamin A bagi balita.

3. Pemberian Tablet Besi

Pada tahun 2014 jumlah ibu hamil yang ada sebanyak 2.816 dan yang mendapatkan tablet besi (Fe3) sebanyak 2.528 bumil ( 89,8 % ), adapun target pencapaian untuk tahun 2014 sebesar 95%. Pada tahun 2014 puskesmas yang mencapai target dalam pemberian tablet Fe 3 adalah puskesmas Padang Karambia, Tarok, Parit Rantang, Ibuh, Payolansek dan Puskesmas Tiakar. Dapat dikatakan bahwa ibu hamil di Kota Payakumbuh sudah peduli akan kebutuhan zat besi.

0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 2010 2011 2012 2013 2014 9314 9711 12186 12595 12822 7882 8082 9023 9767 9085 84,60% 79,90% 77,80% 77,50% 90,00%

(29)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 21

BAB V

SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN

Gambaran mengenai situasi sumber daya kesehatan dikelompokan dalam sajian data dan informasi mengenai sarana kesehatan dan tenaga kesehatan

A. Sarana Kesehatan

Pada bab ini akan diuraikan mengenai sarana kesehatan diantaranya Puskesmas, rumah sakit, sarana upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) dan tenaga kesehatan.

1. Puskesmas

Pada tahun 2014 jumlah Puskesmas di Kota Payakumbuh sebanyak 8 Puskesmas dengan jumlah Puskesmas rawatan 2 buah yaitu puskesmas Ibuh dan Puskesmas Lampasi. Secara konseptual Puskesmas menganut konsep wilayah dan diharapkan dapat melayani sasaran penduduk rata-rata 20.000 penduduk (minimal). Dengan jumlah Puskesmas tersebut berarti 1 puskesmas di Kota Payakumbuh rata-rata melayani sebanyak 15.375 jiwa. Puskesmas pembantu pada tahun 2014 berjumlah 23 buah.

2. Rumah Sakit

Indikator yang digunakan untuk menilai perkembangan sarana rumah sakit (RS) antara lain dengan melihat perkembangan fasilitas perawatan yang biasanya diukur dengan jumlah rumah sakit dan tempat tidur serta rasio terhadap jumlah penduduk. Jumlah rumah sakit di Kota Payakumbuh sebanyak 3 unit dengan rincian 1 rumah sakit pemerintah yaitu RSUD dr Adnaan WD (rumah sakit umum daerah) dan 1 rumah sakit swasta yaitu rumah sakit Islam “Ibnu Sina dan Rumah sakit Bedah.

(30)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 22

3. Sarana Produksi dan Distribusi Sediaan Farmasi

Salah satu indikator penting untuk menggambarkan ketersediaan sarana pelayanan kesehatan adalah jumlah sarana produksi dan distribusi sediaan alat farmasi. Data yang berhasil dikumpulkan Tahun 2014 adalah jumlah apotik di Kota Payakumbuh sebanyak 29 Apotik, 12 toko obat, 6 Klinik bersalin dan 1 Instalasi farmasi.

4. Sarana Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat

Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan pemanfaatan potensi dan sumber daya yang ada di masyarakat. Upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) diantaranya adalah posyandu, polindes dan desa siaga. Posyandu merupakan salah satu bentuk UKBM yang paling dikenal oleh masyarakat. Posyandu menyelenggarakan minimal 5 program prioritas, yaitu kesehatan ibu dan anak (KIA), keluarga berencana (KB), perbaikan gizi, imunisasi dan penanggulangan diare. Untuk memantau perkembangan posyandu dikelompokan menjadi 4 strata yaitu pratama, madya, purnama dan mandiri. Jumlah posyandu di Kota Payakumbuh sebanyak 165 posyandu dengan rincian yaitu : posyandu pratama dan madya sudah tidak ada , posyandu purnama 85 buah (51,5 %) dan posyandu mandiri 80 buah (48,5 %).

(31)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 23

Grafik 9. Jumlah Posyandu Tahun 2010-2014

B. Tenaga Kesehatan

Dewasa ini penyelenggaraan upaya kesehatan tidak hanya dilakukan pemerintah, akan tetapi juga diselenggarakan oleh pihak swasta. Berikut ini gambaran situasi ketersediaan tenaga kesehatan baik yang bekerja di sektor pemerintah maupun swasta.

Data ketenagaan ini diperoleh dari hasil pengumpulan data oleh Seksi Data dan Evaluasi / Pelaporan, Subdin Kendali Program. Data yang dapat dikumpulkan meliputi data jumlah dan jenis sumber daya manusia kesehatan yang ada pada dinas kesehatan, puskesmas dan rumah sakit pemerintah dan swasta. 165 165 165 165 165 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 2010 2011 2012 2013 2014

(32)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 24 Jumlah dan jenis sumber daya manusia kesehatan di Kota Payakumbuh terdiri dari, Dokter Umum 37 orang, Dokter spesialis 19 orang, dan Dokter gigi 15 orang, perawat 282 orang, Perawat gigi 25 orang, bidan 131 orang. Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh sudah mempunyai standar tenaga untuk kebutuhan puskesmas yaitu berdasarkan jumlah penduduk dan luas wilayah serta jumlah kelurahan yang ada diwilayah puskesmas bersangkutan.

C. Pembiayaan Kesehatan

Pembiayaan kesehatan yang bersumber dari pemerintah dan masyarakat. Anggaran pemerintah bersumber dari APBN dan APBD. Total anggaran APBD Kota Payakumbuh pada tahun 2014 di luar belanja PNS sebesar Rp. 87.296.971.957,- dimana sebesar Rp.40.736.992.702 ,- di alokasikan di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit di luar belanja PNS Kesehatan .Total persentase anggaran kesehatan dengan anggaran APBD Kota adalah sebesar 13,4 %.

(33)

Profil Kesehatan Tahun 2014

Page 25

BAB VI

PENUTUP

Data dan informasi merupakan sumber daya yang strategis bagi pimpinan dan organisasi dalam pelaksanaan manajemen. Penyediaan data dan informasi yang berkualitas sangat diperlukan sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan. Di bidang kesehatan, data dan informasi ini diperoleh melalui penyelenggaraan sistem informasi kesehatan.

Namun sangat disadari sistem informasi kesehatan yang ada saat ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan data dan informasi kesehatan secara menyeluruh. Hal ini berimplikasi pada kualitas data dan informasi yang disajikan dalam profil kesehatan yang diterbitkan saat ini belum sesuai dengan harapan. Walaupun demikian, diharapkan Profil Kesehatan Kota Payakumbuh Tahun 2014 ini dapat memberikan gambaran secara garis besar tentang seberapa jauh keadaan kesehatan masyarakat yang telah dicapai sampai tahun 2014 dalam mencapai Visi Misi Payakumbuh Sehat 2015.

(34)

KOTA PAYAKUMBUH 0 TAHUN 0

L P L + P Satuan

A. GAMBARAN UMUM

1 Luas Wilayah 80 Km2 Tabel 1

2 Jumlah Desa/Kelurahan 76 Desa/Kel Tabel 1

3 Jumlah Penduduk 62,023 63,201 125,224 Jiwa Tabel 2

4 Rata-rata jiwa/rumah tangga 4.5 Jiwa Tabel 1

5 Kepadatan Penduduk /Km2

1556.9 Jiwa/Km2 Tabel 1

6 Rasio Beban Tanggungan 58.5 per 100 penduduk produktif Tabel 2

7 Rasio Jenis Kelamin 98.1 Tabel 2

8 Penduduk 10 tahun ke atas melek huruf #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! % Tabel 3

9 Penduduk 10 tahun yang memiliki ijazah tertinggi

a. SMP/ MTs 0.00 0.00 0.00 % Tabel 3

b. SMA/ SMK/ MA 0.00 0.00 0.00 % Tabel 3

c. Sekolah menengah kejuruan 0.00 0.00 0.00 % Tabel 3

d. Diploma I/Diploma II 0.00 0.00 0.00 % Tabel 3

e. Akademi/Diploma III 0.00 0.00 0.00 % Tabel 3

f. Universitas/Diploma IV 0.00 0.00 0.00 % Tabel 3

g. S2/S3 (Master/Doktor) 0.00 0.00 0.00 % Tabel 3

B. DERAJAT KESEHATAN B.1 Angka Kematian

10 Jumlah Lahir Hidup 1,316 1,241 2,557 Tabel 4

11 Angka Lahir Mati (dilaporkan) 14 4 9 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 4

12 Jumlah Kematian Neonatal 13 4 17 neonatal Tabel 5

13 Angka Kematian Neonatal (dilaporkan) 10 3 7 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5

14 Jumlah Bayi Mati 4 1 5 bayi Tabel 5

15 Angka Kematian Bayi (dilaporkan) 3 1 2 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5

16 Jumlah Balita Mati 5 2 24 Balita Tabel 5

17 Angka Kematian Balita (dilaporkan) 4 2 9 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5

18 Kematian Ibu

Jumlah Kematian Ibu 4 Ibu Tabel 6

Angka Kematian Ibu (dilaporkan) 156 per 100.000 Kelahiran Hidup Tabel 6

RESUME PROFIL KESEHATAN

ANGKA/NILAI

(35)

L P L + P Satuan ANGKA/NILAI

NO INDIKATOR No. Lampiran

B.2 Angka Kesakitan 19 Tuberkulosis

Jumlah kasus baru TB BTA+ #REF! #REF! #REF! Kasus Tabel 7

Proporsi kasus baru TB BTA+ #REF! #REF! % Tabel 7

CNR kasus baru BTA+ #REF! #REF! #REF! per 100.000 penduduk Tabel 7

Jumlah seluruh kasus TB #REF! #REF! #REF! Kasus Tabel 7

CNR seluruh kasus TB #REF! #REF! #REF! per 100.000 penduduk Tabel 7

Kasus TB anak 0-14 tahun #REF! % Tabel 7

Persentase BTA+ terhadap suspek 11.03 5.34 8.20 % Tabel 8

Angka kesembuhan BTA+ 92.42 100.00 95.00 % Tabel 9

Angka pengobatan lengkap BTA+ 1.52 0.00 1.00 % Tabel 9

Angka keberhasilan pengobatan (Success Rate) BTA+ 93.94 100.00 96.00 % Tabel 9

Angka kematian selama pengobatan 6.32 0.00 3.13 per 100.000 penduduk Tabel 9

20 Pneumonia Balita ditemukan dan ditangani 34.78 23.23 28.43 % Tabel 10

21 Jumlah Kasus HIV 0 0 0 Kasus Tabel 11

22 Jumlah Kasus AIDS 0 0 0 Kasus Tabel 11

23 Jumlah Kematian karena AIDS 0 0 0 Jiwa Tabel 11

24 Jumlah Kasus Syphilis 1 0 1 Kasus Tabel 11

25 Donor darah diskrining positif HIV 0.04 0.00 0.04 % Tabel 12

26 Persentase Diare ditemukan dan ditangani 0.00 0.00 0.00 % Tabel 13

27 Kusta

Jumlah Kasus Baru Kusta (PB+MB) 0 2 2 Kasus Tabel 14

Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR) #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! per 100.000 penduduk Tabel 14

Persentase Kasus Baru Kusta 0-14 Tahun 100.00 % Tabel 15

Persentase Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 50.00 % Tabel 15

Angka Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 8.71 per 100.000 penduduk Tabel 15

Angka Prevalensi Kusta 0.00 0.32 0.32 per 10.000 Penduduk Tabel 16

Penderita Kusta PB Selesai Berobat (RFT PB) 0.00 0.00 0.00 % Tabel 17

Penderita Kusta MB Selesai Berobat (RFT MB) 0.00 100.00 100.00 % Tabel 17

28 Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi

AFP Rate (non polio) < 15 th - per 100.000 penduduk <15 tahun Tabel 18

Jumlah Kasus Difteri 0 0 0 Kasus Tabel 19

Case Fatality Rate Difteri #DIV/0! % Tabel 19

Jumlah Kasus Pertusis 0 0 0 Kasus Tabel 19

Jumlah Kasus Tetanus (non neonatorum) 0 0 0 Kasus Tabel 19

Case Fatality Rate Tetanus (non neonatorum) #DIV/0! % Tabel 19

Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum 0 0 0 Kasus Tabel 19

(36)

L P L + P Satuan ANGKA/NILAI

NO INDIKATOR No. Lampiran

Jumlah Kasus Campak #REF! #REF! #REF! Kasus Tabel 20

Case Fatality Rate Campak #REF! % Tabel 20

Jumlah Kasus Polio #REF! #REF! #REF! Kasus Tabel 20

Jumlah Kasus Hepatitis B #REF! #REF! #REF! Kasus Tabel 20

29 Incidence Rate DBD 2.40 4.79 7.19 per 100.000 penduduk Tabel 21

30 Case Fatality Rate DBD 0.00 0.00 0.00 % Tabel 21

31 Angka Kesakitan Malaria (Annual Parasit Incidence ) 0.00 0.00 0.00 per 1.000 penduduk berisiko Tabel 22

32 Case Fatality Rate Malaria 0 0 0 % Tabel 22

33 Angka Kesakitan Filariasis 0 0 0 per 100.000 penduduk Tabel 23

34 Persentase Hipertensi/tekanan darah tinggi 12.27 10.00 10.69 % Tabel 24

35 Persentase obesitas 11.16 16.43 15.24 % Tabel 25

36 Persentase IVA positif pada perempuan usia 30-50 tahun 15.38 % Tabel 26

37 % tumor/benjolan payudara pada perempuan 30-50 tahun 84.62 % Tabel 26

38 Desa/Kelurahan terkena KLB ditangani < 24 jam 0 % Tabel 28

C. UPAYA KESEHATAN C.1 Pelayanan Kesehatan

39 Kunjungan Ibu Hamil (K1) 97 % Tabel 29

40 Kunjungan Ibu Hamil (K4) 88.56 % Tabel 29

41 Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan 94.07 % Tabel 29

42 Pelayanan Ibu Nifas 91.39 % Tabel 29

43 Ibu Nifas Mendapat Vitamin A 93.81 % Tabel 29

44 Ibu hamil dengan imunisasi TT2+ 53.64 % Tabel 30

45 Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3 #REF! % Tabel 32

46 Penanganan komplikasi kebidanan 54.41 % Tabel 33

47 Penanganan komplikasi Neonatal 24.73 12.75 18.14 % Tabel 33

48 Peserta KB Baru 8.46 % Tabel 36

49 Peserta KB Aktif 79.51 % Tabel 36

50 Bayi baru lahir ditimbang 100 100 100 % Tabel 37

51 Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) 2.28 1.53 1.92 % Tabel 37

52 Kunjungan Neonatus 1 (KN 1) 106.11 81.87 92.78 % Tabel 38

53 Kunjungan Neonatus 3 kali (KN Lengkap) 105.47 81.54 92.31 % Tabel 38

54 Bayi yang diberi ASI Eksklusif 57.45 58.33 57.89 % Tabel 39

55 Pelayanan kesehatan bayi 100.47 82.20 90.42 % Tabel 40

56 Desa/Kelurahan UCI 94.74 % Tabel 41

57 Cakupan Imunisasi Campak Bayi 93.77 98.55 96.09 % Tabel 43

58 Imunisasi dasar lengkap pada bayi 93.92 99.27 96.52 % Tabel 43

(37)

L P L + P Satuan ANGKA/NILAI

NO INDIKATOR No. Lampiran

60 Anak Balita Mendapat Vitamin A 98.75 98.75 98.75 % Tabel 44

61 Baduta ditimbang 92.72 92.22 92.47 % Tabel 45

62 Baduta berat badan di bawah garis merah (BGM) 0.38 0.39 0.38 % Tabel 45

63 Pelayanan kesehatan anak balita 85.79 68.93 76.52 % Tabel 46

64 Balita ditimbang (D/S) 89.96 89.97 89.97 % Tabel 47

65 Balita berat badan di bawah garis merah (BGM) 0.51 0.61 0.56 % Tabel 47

66 Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan 100.00 100.00 100.00 % Tabel 48

67 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat #REF! #REF! #REF! %

Tabel 49

68 Rasio Tumpatan/Pencabutan Gigi Tetap 0.41 Tabel 50

69 SD/MI yang melakukan sikat gigi massal 61.96 sekolah Tabel 51

70 SD/MI yang mendapat pelayanan gigi 100.00 sekolah Tabel 51

71 Murid SD/MI Diperiksa (UKGS) 96.87 95.97 96.41 % Tabel 51

72 Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS) 26.30 24.32 25.16 % Tabel 51

73 Siswa SD dan setingkat mendapat perawatan gigi dan

mulut 26.30 24.32 25.16 % Tabel 51

74 Pelayanan Kesehatan Usila (60 tahun +) 44.23 62.20 54.11 % Tabel 52

C.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Persentase

75 Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 100.00 100.00 100.00 % Tabel 53

76 Cakupan Kunjungan Rawat Jalan 143.99 237.55 191.21 % Tabel 54

77 Cakupan Kunjungan Rawat Inap 93.56 94.95 94.26 % Tabel 54

78 Angka kematian kasar/Gross Death Rate (GDR) di RS 3.79 3.81 3.80 per 100.000 pasien keluar Tabel 55 79 Angka kematian murni/Nett Death Rate (NDR) di RS 1.58 1.68 1.63 per 100.000 pasien keluar Tabel 55

80 Bed Occupation Rate (BOR) di RS 55.55 % Tabel 56

81 Bed Turn Over (BTO) di RS 54.19 Kali Tabel 56

82 Turn of Interval (TOI) di RS 2.99 Hari Tabel 56

83 Average Length of Stay (ALOS) di RS - Hari Tabel 56

C.3 Perilaku Hidup Masyarakat

(38)

L P L + P Satuan ANGKA/NILAI

NO INDIKATOR No. Lampiran

C.4 Keadaan Lingkungan

88 Persentase rumah sehat #REF! % Tabel 58

89 Penduduk yang memiliki akses air minum yang layak #REF! % Tabel 59

90 Penyelenggara air minum memenuhi syarat kesehatan #REF! % Tabel 60

91 Penduduk yg memiliki akses sanitasi layak (jamban sehat) #REF! % Tabel 61

92 Desa STBM - % Tabel 62

93 Tempat-tempat umum memenuhi syarat #REF! % Tabel 63

TPM memenuhi syarat higiene sanitasi #REF! % Tabel 64

TPM tidak memenuhi syarat dibina #REF! % Tabel 65

TPM memenuhi syarat diuji petik #REF! % Tabel 65

D. SUMBERDAYA KESEHATAN D.1 Sarana Kesehatan

94 Jumlah Rumah Sakit Umum 1.00 RS Tabel 67

95 Jumlah Rumah Sakit Khusus 1.00 RS Tabel 67

96 Jumlah Puskesmas Rawat Inap 2.00 Tabel 67

97 Jumlah Puskesmas non-Rawat Inap 6.00 Tabel 67

Jumlah Puskesmas Keliling 8.00 Tabel 67

Jumlah Puskesmas pembantu 23.00 Tabel 67

98 Jumlah Apotek 29.00 Tabel 67

99 RS dengan kemampuan pelayanan gadar level 1 100.00 % Tabel 68

100 Jumlah Posyandu #REF! Posyandu Tabel 69

101 Posyandu Aktif #REF! % Tabel 69

102 Rasio posyandu per 100 balita #REF! per 100 balita Tabel 69

103 UKBM

Poskesdes #REF! Poskesdes Tabel 70

Polindes #REF! Polindes Tabel 70

Posbindu #REF! Posbindu Tabel 70

104 Jumlah Desa Siaga #REF! Desa Tabel 71

105 Persentase Desa Siaga #REF! % Tabel 71

D.2 Tenaga Kesehatan

106 Jumlah Dokter Spesialis #REF! #REF! #REF! Orang Tabel 72

107 Jumlah Dokter Umum #REF! #REF! #REF! Orang Tabel 72

108 Rasio Dokter (spesialis+umum) 2.00 per 100.000 penduduk Tabel 72

(39)

L P L + P Satuan ANGKA/NILAI

NO INDIKATOR No. Lampiran

110 Rasio Dokter Gigi (termasuk Dokter Gigi Spesialis) 0 per 100.000 penduduk

111 Jumlah Bidan #REF! Orang Tabel 73

112 Rasio Bidan per 100.000 penduduk - per 100.000 penduduk Tabel 73

113 Jumlah Perawat #REF! #REF! #REF! Orang Tabel 73

114 Rasio Perawat per 100.000 penduduk 7.00 per 100.000 penduduk Tabel 73

115 Jumlah Perawat Gigi #REF! #REF! #REF! Orang Tabel 73

116 Jumlah Tenaga Kefarmasian 0 1.00 1.00 Orang Tabel 74

117 Jumlah Tenaga Kesehatan kesehatan #REF! #REF! #REF! Orang Tabel 75

118 Jumlah Tenaga Sanitasi #REF! #REF! #REF! Orang Tabel 76

119 Jumlah Tenaga Gizi 0 0 0 Orang Tabel 77

D.3 Pembiayaan Kesehatan

120 Total Anggaran Kesehatan ######## Rp Tabel 81

121 APBD Kesehatan terhadap APBD Kab/Kota 13.35 % Tabel 81

(40)

TABEL 1

LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA,

LUAS JUMLAH RATA-RATA KEPADATAN

WILAYAH RUMAH JIWA/RUMAH PENDUDUK

(km2) TANGGA TANGGA per km2

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Payakumbuh Barat 19.7 0 22 22 48,990 11,594 4.2 2491.9

2 Payakumbuh Timur 22.7 0 14 14 26,063 5,516 4.7 1146.6

3 Payakumbuh Selatan 14.1 0 9 9 10,148 2,189 4.6 720.2

4 Payakumbuh Utara 14.5 0 25 25 16,952 3,578 4.7 1166.7

5 Lampasi Tigo Nagari 9.4 0 6 6 23,071 4,738 4.9 2449.2

JUMLAH (KAB/KOTA) 80.4 0 76 76 125,224 27,615 4.5 1,557

Sumber : - Estimasi DKK

DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2014 JUMLAH PENDUDUK JUMLAH NO KECAMATAN

DESA KELURAHAN DESA +

(41)

TABEL 2

JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR

JUMLAH PENDUDUK

LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN

1 2 3 4 5 6 1 0 - 4 6,667 6,794 13,461 98.13 2 5 - 9 6,487 6,611 13,098 98.12 3 10 - 14 6,202 6,320 12,522 98.13 4 15 - 19 5,458 5,561 11,019 98.15 5 20 - 24 4,217 4,298 8,515 98.12 6 25 - 29 5,210 5,308 10,518 98.15 7 30 - 34 5,086 5,182 10,268 98.15 8 35 - 39 4,589 4,676 9,265 98.14 9 40 - 44 4,031 4,107 8,138 98.15 10 45 - 49 3,536 3,600 7,136 98.22 11 50 - 54 3,286 3,349 6,635 98.12 12 55 - 59 2,356 2,401 4,757 98.13 13 60 - 64 1,364 1,391 2,755 98.06 14 65 - 69 1,240 1,264 2,504 98.10 15 70 - 74 1,178 1,201 2,379 98.08 16 75+ 1,116 1,138 2,254 98.07 JUMLAH 62,023 63,201 125,224 98.14

ANGKA BEBAN TANGGUNGAN (DEPENDENCY RATIO) 58

Sumber : - Data Estimasi DKK

NO KELOMPOK UMUR (TAHUN)

KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2014

(42)

DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIPEROLEH MENURUT JENIS KELAMIN

LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+

PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN

LAKI-LAKI+ PEREMPUAN

1 2 3 4 5 6 7 8

1 PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS 0

2 PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG

MELEK HURUF 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

3 PERSENTASE PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN:

a. TIDAK MEMILIKI IJAZAH SD 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

b. SD/MI 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

c. SMP/ MTs 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

d. SMA/ MA 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

e. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

f. DIPLOMA I/DIPLOMA II 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

g. AKADEMI/DIPLOMA III 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

h. UNIVERSITAS/DIPLOMA IV 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

i. S2/S3 (MASTER/DOKTOR) 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

Sumber: Dinkes Propinsi TABEL 3

JUMLAH PERSENTASE

PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF

NO VARIABEL

KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2014

(43)

TABEL 4

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Payakumbuh Barat Ibuh 200 3 203 214 0 214 414 3 417

2 Payolansek 163 3 166 156 1 157 319 4 323

3 Parit Rantang 157 5 162 147 1 148 304 6 310

4 Payakumbuh Timur Tiakar 118 0 118 113 0 113 231 0 231

5 Air Tabit 166 5 171 124 1 125 290 6 296

6 Payakumbuh Utara Tarok 174 1 175 159 0 159 333 1 334

7 Latina Lampasi 236 2 238 236 2 238 472 4 476

8 Payakumbuh Selatan Padang Karambia 102 0 102 92 0 92 194 0 194

JUMLAH (KAB/KOTA) 1,316 19 1,335 1,241 5 1,246 2,557 24 2,581

14.2 4.0 9.3

Sumber: Bidang Kesga

Keterangan : Angka Lahir Mati (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan Angka Lahir Mati yang sebenarnya di populasi KOTA PAYAKUMBUH

TAHUN 2014

NO KECAMATAN NAMA PUSKESMAS

HIDUP

PEREMPUAN

HIDUP MATI HIDUP + MATI

JUMLAH KELAHIRAN

ANGKA LAHIR MATI PER 1.000 KELAHIRAN (DILAPORKAN)

JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS

MATI HIDUP + MATI

LAKI-LAKI LAKI-LAKI + PEREMPUAN

(44)

TABEL 5

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

1 Payakumbuh Barat Ibuh 0 1 1 2 0 0 0 0 0 1 1 2

2 Payolansek 1 0 0 0 1 0 0 0 2 0 0 2

3 Parit Rantang 4 0 0 0 1 0 0 0 5 0 0 5

4 Payakumbuh Timur Tiakar 2 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 2

5 Air Tabit 1 0 0 0 1 0 0 0 2 0 0 2

6 Payakumbuh Utara Tarok 2 0 0 0 1 0 0 0 3 0 0 3

7 Latina Lampasi 3 1 0 1 0 1 1 2 3 2 1 6

8 Payakumbuh Selatan Padang Karambia 0 2 0 2 0 0 0 0 0 2 0 2

JUMLAH (KAB/KOTA) 13 4 1 5 4 1 1 2 17 5 2 24

10 3 1 4 3 1 1 2 7 2 1 9

Sumber: Bidang Kesga

Keterangan : - Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan AKN/AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi - a : kematian bayi termasuk kematian pada neonatal

JUMLAH KEMATIAN NEONATAL,BAYI DAN BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS KABUPATEN/KOTA PAYAKUMBUH

TAHUN 2014

BALITA

KECAMATAN PUSKESMAS

BALITA

ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN)

BAYIa BALITA BAYIa

NO ANAK BALITA ANAK BALITA NEONATAL NEONATAL BAYIa

LAKI - LAKI PEREMPUAN

ANAK BALITA

JUMLAH KEMATIAN

NEONATAL

(45)

TABEL 6

JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KELOMPOK UMUR, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS

< 20 tahun

20-34

tahun ≥35 tahun JUMLAH < 20 tahun

20-34

tahun ≥35 tahun JUMLAH < 20 tahun

20-34

tahun ≥35 tahun JUMLAH < 20 tahun

20-34

tahun ≥35 tahun JUMLAH

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

1 Payakumbuh Barat Ibuh 414 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

2 Payolansek 319 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

3 Parit Rantang 304 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

4 Payakumbuh Timur Tiakar 231 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

5 Air Tabit 290 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 2

6 Payakumbuh Utara Tarok 333 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1

7 Latina Lampasi 472 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1

8 Payakumbuh Selatan Padang Karambia 194 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

2,557 0 0 2 2 0 0 0 0 0 1 1 2 0 1 3 4

ANGKA KEMATIAN IBU (DILAPORKAN) 156

Sumber: Bidang Kesga Keterangan:

- Jumlah kematian ibu = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin + jumlah kematian ibu nifas - Angka Kematian Ibu (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi

KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2014

JUMLAH (KAB/KOTA)

NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH

LAHIR HIDUP JUMLAH KEMATIAN IBU HAMIL

KEMATIAN IBU

(46)

TABEL 7

L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 Payakumbuh Barat Ibuh 9,058 11,070 20,128 18 66.7 9 33.3 27 19 61.3 12 38.7 31 0 0.0 2 Payolansek 6,983 8,535 15,518 5 50.0 5 50.0 10 7 53.8 6 46.2 13 0 0.0 3 Parit Rantang 6,005 7,339 13,344 10 90.9 1 9.1 11 12 85.7 2 14.3 14 0 0.0 4 Payakumbuh Timur Tiakar 5,167 6,316 11,483 9 69.2 4 30.8 13 10 71.4

4 28.6 14 0 0.0

5 Air Tabit 6,561 8,019 14,580 13 59.1 9 40.9 22 15 53.6 13 46.4 28 0 0.0 6 Payakumbuh Utara Tarok 7,628 9,324 16,952 6 75.0 2 25.0 8 10 76.9 3 23.1 13 0 0.0 7 Latina Lampasi 10,382 12,689 23,071 12 75.0 4 25.0 16 19 73.1 7 26.9 26 0 0.0 8 Payakumbuh Selatan Pdg. Karambia 4,567 5,581 10,148 2 50.0 2 50.0 4 4 57.1

3 42.9 7 0 0.0

JUMLAH (KAB/KOTA) 56,351 68,873 125,224 75 67.6 36 32.4 111 96 65.8 50 34.2 146 0 0

CNR KASUS BARU TB BTA+ PER 100.000 PENDUDUK 133.09 52.27 88.64

CNR SELURUH KASUS TB PER 100.000 PENDUDUK 170.36 72.60 116.59

Sumber: Bidang P2PL Keterangan:

Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan, rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll

Catatan : Jumlah kolom 6 = jumlah kolom 7 pada Tabel 1, yaitu sebesar: 125224

KASUS TB ANAK 0-14 TAHUN L P L+P L P L+P KASUS BARU TB BTA+, SELURUH KASUS TB, KASUS TB PADA ANAK, DAN CASE NOTIFICATION RATE (CNR) PER 100.000 PENDUDUK

MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS

NO KECAMATAN PUSKESMAS

JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH KASUS BARU TB BTA+ JUMLAH SELURUH KASUS TB KOTA PAYAKUMBUH

(47)

TABEL 8

JUMLAH KASUS DAN ANGKA PENEMUAN KASUS TB PARU BTA+ MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS

TB PARU

L P L + P L P L + P L P L + P

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Payakumbuh Barat Ibuh 125 132 257 18 9 27 14.4 6.8 10.5

2 Payolansek 78 81 159 5 5 10 6.4 6.2 6.3

3 Parit Rantang 83 64 147 10 1 11 12.0 1.6 7.5

4 Payakumbuh Timur Tiakar 65 92 157 9 4 13 13.8 4.3 8.3

5 Air Tabit 96 92 188 13 9 22 13.5 9.8 11.7

6 Payakumbuh Utara Tarok 89 95 184 6 2 8 6.7 2.1 4.3

7 Latina Lampasi 76 65 141 12 4 16 15.8 6.2 11.3

8 Payakumbuh Selatan Pdg. Karambia 68 53 121 2 2 4 2.9 3.8 3.3

JUMLAH (KAB/KOTA) 680 674 1,354 75 36 111 11.0 5.3 8.2

Sumber: Bidang P2PL Keterangan:

Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan, rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll

KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2014

% BTA (+) TERHADAP SUSPEK BTA (+)

(48)

TABEL 9

L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % L P L+P L P L+P

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

1 Payakumbuh Barat Ibuh 9 6 15 7 77.8 6 100.0

13 86.7 1 11.1 0 0.0 1 6.7 88.9 100.0 93.3 1 0 1

2 Payolansek 5 3 8 4 80.0 3 100.0

7 87.5 0 0.0 0 0.0 0 0.0 80.0 100.0 87.5 1 0 1

3 Parit Rantang 10 3 13 10 100.0 3 100.0

13 100.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0 100.0 100.0 100.0 0 0 0

4 Payakumbuh Timur Tiakar 7 4 11 7 100.0 4 100.0

11 100.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0 100.0 100.0 100.0 0 0 0

5 Air Tabit 10 7 17 9 90.0 7 100.0

16 94.1 0 0.0 0 0.0 0 0.0 90.0 100.0 94.1 1 0 1

6 Payakumbuh Utara Tarok 9 5 14 9 100.0 5 100.0

14 100.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0 100.0 100.0 100.0 0 0 0

7 Latina Lampasi 9 3 12 8 88.9 3 100.0

11 91.7 0 0.0 0 0.0 0 0.0 88.9 100.0 91.7 1 0 1

8 Payakumbuh Selatan Pdg. Karambia 7 3 10 7 100.0 3 100.0

10 100.0 0 0.0 0 0.0 0 0.0 100.0 100.0 100.0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 66 34 100 61 92.4 34 100.0 95 95.0 1 1.5 0 0.0 1 1.00 93.9 100.0 96.0 4 0 4

ANGKA KEMATIAN SELAMA PENGOBATAN PER 100.000 PENDUDUK 6 0 3

Sumber: Bidang P2PL Keterangan:

Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan, rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll

ANGKA KESEMBUHAN DAN PENGOBATAN LENGKAP TB PARU BTA+ SERTA KEBERHASILAN PENGOBATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS

L L + P

ANGKA PENGOBATAN LENGKAP

(COMPLETE RATE) L P BTA (+) DIOBATI ANGKA KEBERHASILAN PENGOBATAN (SUCCESS RATE/SR) KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2014 P L + P ANGKA KESEMBUHAN (CURE RATE) NO KECAMATAN PUSKESMAS

JUMLAH KEMATIAN SELAMA PENGOBATAN

Gambar

Tabel 1. Akses Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Tahun 2014
Grafik 3. Kasus Kematian Bayi Tahun 2010-2014
Grafik 4. Kasus Kematian Ibu Tahun 2010-2014
Grafik  5.  Bayi  dengan  Berat  Badan  Lahir  Rendah  Tahun 2010-2014
+7

Referensi

Dokumen terkait

Seperti halnya di Stasiun Kota Lama Malang, bangunan Stasiun Pasar Turi Surabaya juga masih menggunakan struktur kayu pada bagian peronnya.. Penggunaan kayu pada

Apabila nilai barang yang menjadi objek atau sasaran tindak pidana tersebut tidak lebih dari Rp.25 (dua puluh lima rupiah), maka menurut KUHP kejahatan tersebut

Pertanyaan yang paling mendasar berkaitan dengan pengembangan kurikulum adalah apakah guru mampu mendesain, mengimpelementasikan dan mengevaluasi kurikulum muatan lokal

+alam kegiatan magang kerja yang erhuungan dengan strategi  pemasaran, mahasiswa menjadi mampu untuk mengemangkan strategi dalam kegiatan pemasaran

Pada hewan lambung tunggal (kelinci) organ saluran pencernaanya terdiri dari mulut, faring, kerongkongan, lambung (gastrum), usus halus (intestineum tenue), yang

Proses pengumpulan data dilanjutkan dengan proses analisis data yaitu dengan merumuskan data- data atau pengetahuan yang telah diperoleh agar sesuai dan dapat digunakan

Pada waktu menutup transaksi tersebut dan belum ada penyerahan valuta, oleh bank Mandiri akan dianggap sebagai komitmen tagihan dalam valuta asing dan

Masih dengan analisis yang sama, dilakukan input data parameter kesesuaian lahan dalam SIG dan akan dihasilkan peta kesesuaian lahan budidaya rumput laut di