• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI MANAJEMEN SUMBER DAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) KUALASIMPANG.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IMPLEMENTASI MANAJEMEN SUMBER DAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) KUALASIMPANG."

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

IMPLEMENTASI MANAJEMEN SUMBER DAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) KUALASIMPANG

Hendra Kurniawan

Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hikmah Medan e-mail: hendraleokurniawan@gmail.com

Abstract: State Islamic Senior High School Kualasimpang is a superior school in Aceh province in academic and non-academic. proven by passing the national final exam until 100%, go to reputable public and private universities. This study aims to identify and describe the implementation of management functions teacher resources to improve the quality of education in State Islamic Senior High School Kualasimpang. This research is a field with a qualitative approach. Subject researchers determined by purposive sampling with snow ball sampling technique. The results showed that: Planning teacher resources to improve the quality of education in State Islamic Senior High School Kualasimpang do recruitment, selection and orientation, and placement in a professional teacher resources. Organizing do assigning to each teacher. Implementation of teacher resources do with education and training activities, deliberations subject teachers, teacher professional development, and compensation payments. Supervision is do universally, monitoring every class. Teacher evaluations formative and summative conducted to assess the performance of teachers.

Keyword : Management, Teacher Resources, Quality of Education.

Abstrak: Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kualasimpang merupakan madrasah yang unggul di Provinsi Aceh, baik prestasi akademik maupun non akademik. Terbukti dengan kelulusan UN 100%, masuk PTN dan PTS ternama. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi dan mendeskripsikan implementasi fungsi-fungsi manajemen sumber daya guru untuk meningkatkan mutu pen-didikan di MAN Kualasimpang. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Subjek peneliti ditentukan secara purposive

sampling dengan teknik snow ball sampling. Hasil penelitian menunjukkan

bahwa: Perencanaan sumber daya guru untuk meningkatkan mutu pendidikan di MAN Kualasimpang dilakukan rekrutmen, seleksi dan orientasi, serta penem-patan sumber daya guru secara profesional. Pengorganisasian dilakukan dengan memberikan tugas kepada masing-masing guru. Pelaksanaan sumber daya guru dilakukan dengan kegiatan pendidikan dan pelatihan, musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), pengembangan profesional guru, dan pemberian kompensasi. Pengawasan dilakukan secara universal, melakukan monitoring setiap kelas. Penilaian kinerja guru (PKG) formatif dan sumatif dilakukan untuk menilai kinerja guru

Kata Kunci : Manajemen, Sumber Daya Guru, Mutu Pendidikan. PENDAHULUAN

Pendidikan yang bermutu merupa-kan harapan bagi bangsa yang dapat

me-lahirkan masyarakat Indonesia seutuhnya, demikian diamanatkan oleh aturan nor-matif. Pendidikan yang bermutu harus

(2)

| disediakan melalui jalur, jenis, dan jenjang

yang ada dalam sistem pendidikan.1

Kerja-sama antar pemerintah, lembaga, tenaga pendidik, masyarakat, dan keluarga dapat berkomitmen untuk menghasilkan pendi-dikan yang bermutu. Semua elemen ter-sebut mempunyai andil yang sama dalam mendukung keberhasilan pendidikan.

Sistem pendidikan harus melakukan pembaruan atau modernisasi agar sesuai dengan tuntutan yang terus berkembang. Gagasan program modernisasi pendidikan Islam mempunyai akar-akar dalam modernisasi pemikiran dan institusi secara keseluruhan (Azyumardi, 2000). Sumber daya guru yang modernis dan memahami peluang perkembangan zaman merupakan alasan utama selektif dalam sistem perekrutan guru agar mampu men-jawab tantangan dan mampu menuntun peserta didik ke arah yang baik sesuai dengan tujuan pendidikan Islam. Betapa pentingnya peran guru dalam trans-formasi dan integritas mutu pendidikan tanpa adanya kesadaran perubahan dan peningkatan kualitas guru. Karena guru merupakan kunci dalam sistem pendi-dikan termasuk di madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam.

Penyelenggaraan pendidikan men-jadi tanggung jawab daerah yang menun-tut kesiapan sumber daya manusia, ren-cana strategis dan sarana prasarana. Guru yang berkompeten dan mempunyai kuali-tas, diperlukan sebagai subjek untuk melakukan akselerasi dalam pem-bangunan di setiap daerah. Guru adalah salah satu faktor utama dalam keber-langsungan proses pendidikan. Walaupun gedung sekolah dibangun dengan megah, kelengkapan buku perpustakaan lengkap, dan sarana prasarana lainnya tersedia, mustahil jika tidak ada guru akan terjadi kegiatan belajar mengajar. Mutu tidaknya pendidikan, bukan hanya ditentukan oleh bagusnya kurikulum saja, akan tetapi

1 El Widdah, Minnah, et. al., Kepemimpinan Berbasis Nilai dan Pengembangan Mutu Madrasah,

(Bandung: Alfabeta, 2012). hlm. 18

didukung oleh guru-guru yang mem-punyai kualitas tinggi.

Melihat fenomena di atas, kualitas sumber daya manusia dalam hal ini adalah guru, yang sangat diperlukan pada periode yang serba mutakhir seperti saat ini tentunya tidak akan muncul dalam kurun waktu yang singkat akan tetapi merupa-kan proses yang didalamnya diperlumerupa-kan program pendidikan yang diarahkan dalam persiapan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia yang sesuai dengan transformasional sosial yang ber-kembang pesat. Sumber daya manusia yang berkualitas mutlak memerlukan manajemen yang. Dengan demikian di-perlukan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan sehingga mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

Keselarasan antara sumber daya guru dan fungsi manajemen merupakan jalan utama guna menumbuhkembangkan pendidik yang profesional yang berperan proaktif untuk keberhasilan organisasi secara menyuluruh serta pengembangan dan usaha meraih keunggulan serta peningkatan mutu pendidikan.

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kualasimpang merupakan salah satu lembaga yang diharapkan masyarakat sekitar mampu mencetak generasi-generasi intelek yang Islami. Namun hal yang itu tidak terlepas dari peran seorang guru dalam kegiatan belajar mengajar. Guru yang memiliki profesionalitas tinggi dan berkompeten diharapkan dapat mem-bawa diri untuk menjadi pedoman bagi peserta didik, bukan hanya perintah secara lisan tetapi tulisa juga harus di-teladani agar mampu menjadikan siswa betapa pentingnya keseriusan dalam menguasai materi.

Madrasah ini juga merupakan satu diantara dua Madrasah Aliyah Negeri dan belasan Madrasah Aliyah Swasta lainnya, juga termasuk madrasah yang unggul baik prestasi akademik maupun non akademik misalnya sudah menjuarai berbagai

(3)

kompetisi bidang agama dan umum tingkat kabupaten dan mampu menjadi pesaing berat di tingkat provinsi. Hal ini menarik para orangtua untuk memberi kesempatan pada anaknya agar belajar di madrasah tersebut. Keunikan yang dirasakan adalah fungsi manajemen yang berjalan di madrasah tersebut sudah sepenuhnya berjalan aktif atau hanya sekedar pelaksanaan manajemen biasa tanpa adanya perencanaan matang yang mampu meningkatkan kualitas madrasah.

Berangkat dari permasalahan inilah penelitian disusun, kemudian berupaya menemukan solusi bagi upaya merekons-truksi kembali kelemahan-kelemahan manajerial di sekolah yang pada umumnya selama ini masih terjadi, khususnya tentang implementasi manajemen sumber daya manusia di lingkungan sekolah serta faktor lain yang dapat mendukung dan menghambat pelaksanaan manajemen sumber daya manusia dalam upaya me-ningkatkan mutu pendidikan. Berdasar-kan latar belaBerdasar-kang di atas, permasalahan yang akan dijawab adalah bagaimana perencanaan, pengorganisasian, pelak-sanaan, dan pengawasan sumber daya guru dalam meningkatkan mutu pendi-dikan di MAN Kualasimpang.

HAKIKAT MANAJEMEN

Syaiful Sagala Mendifinisikan mana-jemen dengan menjalankan fungsi peren-canaan, penggerakkan dan pengendalian menjadi suatu rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh dalam proses pendayagunaan segala sumber daya secara efesien disertai penetapan cara pelaksanaanya oleh seluruh jajaran dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.2

2Syaiful Sagala, Manajemen Stratejik dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan (Bandung: Alfabeta

2007), hlm. 52.

1. Fungsi Manajemen Tabel 1:

Fungsi Manajemen Menurut Para Ahli3 Nama Ahli Fungsi-fungsi Manajemen Henri

Fayol

Planning, organizing, com-manding, coordinating, con-trolling

Luther Gullich

Planning, organizing, com-manding, staffing, directing, coordinating, reporting, budgetting

Sondang P.

Siagian Planning, motivating, controlling organizing,

George R.

Terry Planning, organizing, actua-ting, controlling

William H. Newman

Planning, organizing, assem-bling resorces, directing, con-trolling

Louis A.

Allen Leading, planning, organi-zing, controlling

Winardi

Planning, organizing, coor-dinating, actuating, leading, leading, communicating, controlling

a) Perencanaan (Planning)

Perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.4

b) Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian dapat diartikan sebagai penentuan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan, pengelompokan tugas-tugas dan membagi-bagikan pekerjaan kepada

setiap karyawan, penetapan

departemen-departemen serta penen-tuan hubungan-hubungan. Organisasi hanya merupakan “alat” dan “wadah” tempat manajer melakukan kegiatan-kegiatannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Bila proses organizing

3 U. Saefullah, Manajemen Pendidikan Islam (Bandung: Pustaka Setia, 2012), hlm. 4

(4)

| baik, maka organisasi pun akan baik

tujuan pun relatif mudah dicapai.5

c) Pelaksanaan (Actuating)

Actuating adalah kegiatan yang

menggerakkan dan mengusahakan agar para pekerja melakukan tugas dan kewajibannya.6 Sumber daya

manusia harus bekerja sesuai dengan keahlian dan proporsinya segera melaksanakan rencana dalam aktivitas konkret yang diarahkan pada tujuan yang ditetapkan, dengan selalu meng-adakan komunikasi yang baik dengan meningkatkan sikap dan moral setiap anggota organisasinya.

d) Pengawasan (Controlling)

Pengawasan adalah keseluruhan upaya pengamatan pelaksanaan kegiatan operasional guna menjamin bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam pandangan Islam, pengawasan dilakukan untuk melurus-kan yang tidak lurus, mengoreksi yang salah dan membenarkan yang hak.7

Dengan karakteristik tersebut dapat dipahami bahwa pelaksanaan berbagai perencanaan yang telah disepakati akan bertanggung jawab kepada manajernya dan Allah Swt., sebagai yang maha mengetahui. Cara ini lebih menitikberat-kan pada kesadaran dan keikhlasan dalam bekerja.

PELAKSANAAN MANAJEMEN SUMBER DAYA GURU

Manajemen sumber daya manusia merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi perencanaan, pelaksanaan dan

5Jamaluddin Idris, Manajerial dan Mana-jemen (Bandung: Citapustaka Media, 2013), hlm.

104.

6 U. Saefullah, Manajemen..., hlm. 42.

7Didin Hafifuddin dan Hendri Tanjung, Manajemen Praktik, (Bandung: Gema Insani, 2010),

hlm. 2.

dalian.8 Manajemen sumber daya manusia

memiliki fokus, yaitu MSDM sebagai penarikan, seleksi, pengembangan, peng-gunaan dan pemeliharaan sumber daya manusia oleh organisasi.9

1. Karakteristik Sumber Daya Guru. Sumber daya manusia yang berkualitas sebagaimana yang dikata-kan oleh Hidayat Syarief mencakup kualitas fisik jasmani dan mental rohani dan ciri-cirinya sebagai berikut; a. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, yang diciri-kan dengan kejujuran dan akhlak mulia.

b. Berbudaya IPTEK sehingga mampu menerapkan, mengembangkan dan menguasai IPTEK yang berakar pada budaya bangsa Indonesia. c. Menghargai waktu dan mempunyai

etos kerja, disiplin yang tinggi, kreatif, dan produktif.

d. Memiliki kemampuan manajemen yang handal.

e. Mempunyai ketangguhan moral, tanggung jawab dan solidaritas yang tinggi.

f. Mempunyai kesehatan fisik yang prima sehingga dapat berfikir dan bekerja secara produktif.10

2. Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia.

Menurut Yeti Heryati fungsi manajemen sumber daya di lembaga pendidikan, adalah:

a. Membuat Keputusan

Pembuatan kepoutusan me-rupakan salah satu fungsi adminis-trasi yang perlu dilakukan oleh para administrator yang akan

membawa dampak terhadap

8 Veithzal Rivai, Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan dari Teori ke Praktik

(Jakarta, Raja Grafindo, 2003), hlm. 1.

9Soekija Notoatmodjo, Pengembangan Sumber Daya Manusia (Jakarta: Kencana, cet. 4,

2009), hlm. 85.

10 Hidayat Syarief, Membangun Sumber Daya Manusia Berkualitas (Bogor: IPB, 1997), hlm. 8.

(5)

seluruh organisasi, perilaku, dan hasil keputusan.11

b. Merencanakan

Merencanakan merupakan persiapan untuk mengantisipasi tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan. Menurut Stephen P. Robbins dan Marry Coulter peren-canaan sumber daya manusia adalah “the procces by which

managers ensures that they have the right personel, who care capable of completing those tasks that help organization reach its objectives.12

c. Mengorganisasikan

Mengorganisasikan merupa-kan kegiatan dalam menyusun

struktur dan membentuk

hubungan-hubungan untuk mem-peroleh kesesuaian dalam usaha mencapai tujuan yang telah di-sepakati. Proses suatu lembaga pendidikan, manajer menetapkan pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab secara rinci ber-dasarkan bagian dan bidangnya masing-masing sehingga terinteg-rasikan hubungan kerja yang sinergis, kooperatif, harmonis dan seirama dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.13

d. Mengkomunikasikan

Komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam mem-peroleh pekerjaan melalui aktivitas organisasi, karena itu sistem komu-nikasi yang baik menjadi syarat mutlak untuk mencapai tujuan organisasi. Lewis menjelaskan bahwa “Management’s job is to get

work done trought its people, and

11 Yeti Heryati dan Mumuh Muhsin, Mana-jemen Sumber Daya Pendidikan (Bandung: Pustaka

Setia, 2014), hlm. 41.

12 Stephen P. Robbins dan Mary Coulter, Management (New Jersey: Practice-Hall

Inter-national, Inc, Sixth Edition, 1999), hlm. 8.

13 Syafaruddin dan Nurmawati, Pengelolaan Pendidikan (Medan: Perdana Publishing, 2011),

hlm. 129.

this can be accomplished only through a good communication system”14 Mengomunikasikan

me-miliki tujuan mempengaruhi sikap dan perilaku anggota organisasi pendidikan secara individual mau-pun kelompok.

e. Mengawasi

Menurut Oteng Sutisna dalam Yeti Heryati, mengawasi adalah suatu proses fungsi dan prinsip administrasi untuk melihat apa yang terjadi sesuai dengan apa yang seharusnya terjadi.15 Dengan

kata lain pengawasan sebagai layanan yang bersifat membimbing, memfasilitasi, memotivasi, serta menilai sumber daya manusia (guru) dalam pelaksanaan pem-belajaran dan pengembangan profesinya secara efektif.16

Kegiatan mengawasi dalam dunia pendidikan merupakan proses yang benar-benar fokus terhadap objek (guru) dalam membantu dan memfasilitasi agar guru-guru semakin profesional sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. f. Menilai

Penilaian dapat diartikan sebagai seperangkat kegiatan yang dapat menentukan baik tidaknya program atau kegiatan organisasi yang sedang dilakukan guna mencapai tujuan yang ditetapkan. Fungsi penilaian meliputi;

1) Komprehensif; penilaian men-cakup keseluruhan unsur 2) Kooperatif; melibatkan semua

yang terkait

14 Philip V, Lewis, Organizational Communi-cation: The Essence of Effective Management (New

York: John Willey & Sons, Third Edition, 1987), hlm. 201.

15Yeti Heryati dan Mumuh Muhsin, Mana-jemen…, hlm. 43

16 Abdul Kadim Masaong, Supervisi Pembela-jaran dan Pengembangan Kapasitas Guru

(6)

| 3) Ekonomis; tidak ada

pem-borosan, 17 MUTU PENDIDIKAN

Pengertian Mutu Pendidikan

Mutu menciptakan lingkungan bagi pendidik, orang tua, pejabat pemerin-tahan, wakil-wakil masyarakat dan pemuka bisnis untuk bekerja sama guna memberikan kepada siswa sumber daya yang dibutuhkan untuk memenuhi tantangan masyarakat, bisnis, dan akademik.18 Karena sekolah yang unggul

tidak hanya memberikan manfaat kepada peserta didik di sekolah saja, tetapi harus memberikan resonansi sosial kepada lingkungan sekitarnya.19

1. Mutu Sumber Daya Guru dalam Pendidikan Islam.

Guru profesional melalui proses pembelajaran, dimana guru harus mampu menyelesaikan problem dalam pem-belajaran. Guru dituntut meningkatkan kompetensi pelayanan pembelajarannya. Guru yang hebat dan profesional harus aktif dan kreatif dalam menemukan situasi dan kondisi dalam memotivasi peserta didiknya. Berikut ada beberapa tips menjadi guru profesional, yaitu:

a. Guru harus memiliki komitmen tentang keguruan.

b. Guru harus menguasai proses pembelajaran, dengan kata lain tidak boleh berhenti melakukan inovasi untuk kemajuan pem-belajaran.

c. Guru harus mengerti apa yang diajarkannya, harus memberi tau kepada siswa tujuan dari di-laksanakannya pembelajaran.

17 Yeti Heryati dan Mumuh Muhsin, Manajemen..., hlm. 44

18 Jerome S. Arcaro, Quality in Education: An Implementaion Handbook terj. Yosal Iriantara

(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, cet ke II, 2005), hlm. 77.

19 Sugeng Listyo Prabowo, Manajemen Pengembangan Mutu Sekolah/Madrasah (Malang:

UIN-Malang Press, 2008), hlm. 66.

d. Guru harus mampu berbagi, ber-negosiasi dan kerjasama antar siswa dengan seorang guru, orang tua dan masyarakat.

e. Guru harus mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi dalam pembelajaran.20

2. Mutu Peserta Didik dalam Pendidikan Islam.

Mutu peserta didik di madrasah perlu dikembangkan dengan mengacu pada karakteristik pendidikan Islam itu sendiri. Karakteristik peserta didik dapat dicirikan sebagai orang yang sedang men-cari ilmu. Dalam ilmu pendidikan Islam hakikat ilmu berasal dari Allah swt., sedangkan proses memperolehnya dilaku-kan melalui kegiatan belajar mengajar.

Berdasarkan uraian ayat di atas, Kedudukan peserta didik adalah sebagai partner bagi guru dalam proses belajar mengajar. Walaupun dalam hal tertentu tidak dapat dihindarkan bahwa peserta didik adalah objek dalam pendidikan yang menyerap ilmu dari guru. Namun di sisi lain guru juga dapat menjadi objek yang menerima masukan dari peserta didik. Guru dan peserta didik harus saling mem-berikan masukan dalam hal menciptakan iklim belajar yang kondusif agar tujuan awal dapat terealisasikan. Dengan demikian, dalam kaca mata islam guru dan peserta didik berkedudukan sebagai subjek dalam pendidikan yang dapat saling mengisi satu sama lainnya.

METODE PENELITIAN

Berdasarkan jenisnya, penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yaitu pene-litian yang hanya menggambarkan feno-mena yang terjadi secara detail. Sumber informasi didapatkan melalui sumber primer, sekunder, dan kepustakaan. Sedangkan teknik pengumpulan data

20 Burhanuddin, Guru dan Pembelajaran, dalam harian Waspada (25 November 2015).

(7)

peneliti melakukan observasi, wawancara, dan dokumen.

HASIL PENELITIAN

1. Perencanaan Sumber Daya Guru dalam Meningkatkan Mutu Pendi-dikan di MAN Kualasimpang

Pimpinan madrasah melakukan perencanaan perekrutan tenaga honorer berdasarkan evaluasi, data, dan kebutuhan tenaga serta selalu melibatkan semua unsur pengelola madrasah di akhir tahun pelajaran. Dalam proses perekrutan dan seleksi juga mempertimbangkan kemam-puan sumbangsih sumber internal dan eksternal dengan tidak mengabaikan kom-petensinya. Hal ini termasuk pemanfaatan salah satu unsur sumber daya manusia yang diterapakan oleh kepala madrasah. Didalam perencanaan sumber daya manusia untuk meningkatkan mutu pendidikan, MAN Kualasimpang melaku-kan beberapa tahapan, yaitu:

a) Rekrutmen Sumber Daya Guru Proses perekrutan di MAN Kuala-simpang terlaksana sebagaimana pada umumnya di madrasah-madrasah lain. Pihak madrasah khususnya pimpinan yang mempunyai prioritas besar hanya bisa menentukan tenaga kerja (pendi-dik/kependidikan) sebagai tenaga honor-er saja tidak lebih, sedangkan tenaga pendidik dan kependidikan yang berstatus CPNS (calon pegawai negeri sipil) pihak madrasah tidak mempunyai kekuatan untuk menentukan kelulusan dan penem-patannya.

b) Seleksi dan Orientasi

Seleksi untuk menentukan tenaga honorer yang akan menempati posisi yang dibutuhkan oleh madrasah sesuai dengan kualifikasinya. Selain itu, calon tenaga baru (honorer) harus mengetahui per-aturan internal dari pimpinan yang ter-masuk ke dalam kegiatan manajemen yang diterapkan oleh kepala madrasah di MAN Kualasimpang. Hal ini sesuai dengan apa yang dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa tugas seleksi adalah menilai

sebanyak mungkin calon untuk memilih seorang atau sejumlah orang (sesuai dengan jumlah yang diperlukan) yang paling memenuhi syarat pekerjaan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sedangkan kegiatan seleksi untuk CPNS pihak madrasah tidak memberikan konsekuensi apapun, karena persyaratan sudah ditentukan oleh pemerintahan dalam hal ini Kementerian Agama melalui BKD (Badan Kepegawaian Daerah) secara tertulis maupun online yang ditulis di website seleksi penerimaan CPNS.

Orientasi terhadap tenaga baru (pendidik dan kependidikan) di MAN Kualasimpang pada umumnya dilakukan secara formal dan non formal sesuai bentuk orientasi yang dilakukan dan tetap memberi peluang kepada tenaga baru untuk kiranya aktif bersosialisasi dan melakukan pendekatan demi kenyamanan bagi tenaga baru dan pendekatan kepada seluruh stakeholder madrasah.

c) Penempatan Sumber Daya Guru MAN Kualasimpang sudah melaku-kan penempatan tenaga pendidik secara tepat dan memberikan kesesuaian bagi tenaga yang baru maupun tenaga yang lama. Penempatan tenaga baru honorer maupun PNS, disisi MAN Kualasimpang maupun Kementerian Agama Provinsi Aceh tetap memperhatikan kompetensi, kinerja, loyalitas serta kedisiplinan waktu, terlebih di MAN Kualasimpang sangat terkenal dengan kedisiplinannya. Untuk itu, pihak madrasah terutama pimpinan sudah secara tepat menempatkan be-berapa tenaga honorer di MAN Kuala-simpang dan dapat menyatukan keduanya termasuk patuh terhadap peraturan yang dirancang dan diimplementasikan oleh tenaga pendidik dan kependidikan MAN Kualasimpang.

2. Pengorganisasian Sumber Daya Guru dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MAN Kualasimpang a) Tenaga Kependidikan

Tenaga kependidikan di MAN Kuala-simpang dilengkapi dengan struktur

(8)

| organisasi yang sistematis. Tenaga

kepen-didikan di madrasah ini merupakan salah satu faktor keberhasilan keaktifan dan kelulusan siswa. Bagaimana mereka mengelola data siswa maupun guru-guru harus dikuasai dengan tenaga adminis-trasi seperti bagian tata usaha. Selanjut-nya untuk data-data yang bersangkutan dengan sumber daya guru semuanya ditangani oleh bagian tata usaha serta staf-stafnya.

b) Tenaga Pendidik

Kepala madrasah dalam hal ini me-miliki tanggung jawab sepenuhnya ter-hadap manajemen yang diterapakan di madrasahnya. Namun untuk memudahkan proses manajemen serta kegiatan belajar mengajar kepala madrasah menunjuk para wakil-wakilnya yang mampu memberikan komntribusi bagi peningkatan mutu pendidikan serta tidak terlepas dari kompetensi dan profesionalitas masing-masing wakilnya, seperti bidang kuri-kulum, sarana prasarana, kesiswaan, dan humas. Pada skema di atas wali kelas juga mempunyai peran aktif mengatur kelas-nya dan memberikan masukan atau teguran bagi guru yang masuk di kelas mereka. Segala sesuatu yang dilakukan oleh wali kelas bertujuan untuk mening-katkan kekreatifan serta minat belajar guna meningkatkan mutu pendidikan di MAN Kualasimpang.

3. Pelaksanaan Sumber Daya Guru dalam Meningkatkan Mutu Pendi-dikan di MAN Kualasimpang

a) Penataran, Pendidikan dan Pelatihan

MAN Kualasimpang sering

mengirimkan guru-guru untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan, baik pelatihan kurikulum, pemanfaatan media, bidang studi, kewirausahaan dan pelatihan lain-nya. Namun ketidakmaksimalan masih dirasakan pihak madrasah dan guru terutama guru yang bukan PNS, karena mayoritas pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah diperuntukkan untuk guru PNS, walaupun ada pelatihan yang

dilakukan oleh madrasah tidak seimbang dengan apa yang diberikan saat mengikuti pelatihan pemerintah.

Untuk mengatasi hal tersebut, kepala madrasah sebagai pimpinan utama di MAN Kualasimpang mensiasati hal ter-sebut dengan menitip “oleh-oleh” kepada guru-guru sepulangnya dari mengikuti pelatihan untuk diberikan kepada teman-teman guru yang lain termasuk kepala madrasah sendiri. Untuk itu, semua guru mendapatkan ilmu baru dari yang didapat oleh guru-guru yang mengikuti penataran, pendidikan, dan pelatihan.

b) Musyawarah Guru Mata Pelajaran Kegiatan yang dilakukan dalam forum MGMP MAN Kualasimpang harus dilalui secara maksimal dan dapat di-manfaatkan. Untuk itu, dalam kegiatan ini setiap guru harus dituntut mengeluarkan segala kemampuan serta keluh kesah dalam setiap menghadapi anak didik. Semua akan dibahas dalam forum MGMP yang setiap rekan harus paham akan solusi dari segala pertanyaan yang diaju-kan oleh sesama anggota MGMP. Dengan demikian kegiatan yang diikuti tidak akan sia-sia belaka dan dapat menambah ke-percayaan diri dalam memotivasi anak didik serta mampu meningkatkan mutu pendidikan di MAN Kualasimpang.

c) Pengelolaan dan Pendayagunaan Kepala madrasah benar-benar menerapkan sistem pemanfaatan waktu dengan mengaplikasikannya untuk pega-wai, guru, sampai ke siswa/i MAN Kuala-simpang. Ketika pendekatan yang dilaku-kan kepala madrasah sudah dapat di-pahami oleh target (guru dan siswa), maka proses selanjutnya akan lebih mudah untuk diterapkan di lingkungan MAN Kualasimpang. Seperti kedisiplinan waktu, kepala madrasah memberikan kete-ladanan dengan datang lebih awal dan pulang paling telat. Hal ini bertujuan untuk membiasakan diri para guru dan siswa untuk menghargai waktu dengan memanfaatkannya saat waktu kosong.

(9)

d) Pengembangan Karier Profesi Guru Ketika ada waktu dan dana untuk guru yang ingin meningkatkan mutu melalui studi lanjutan, pihak pemerintah mempersulit pengurusan surat izin bela-jar. Walaupun tidak semua tenaga pendi-dik mengalami hal yang sama dengan guru bidang studi MAN Kuala-simpang. Akan tetapi, hal ini merupakan harapan bagi siapa saja yang hendak meningkatkan mutu melalui kegiatan pengembangan agar kiranya dipermudah pengurusan administrasi karena kegiatan tersebut semata-mata bertujuan untuk meningkat-kan kemampuan guru guna memotivasi kreativitas anak didik agar mutu pendi-dikan di suatu lembaga termasuk MAN Kualasimpang meningkat secara continue. e) Kompensasi

Manajemen MAN Kualasimpang menyadari bahwa apa yang telah diberi-kan pegawainya tidak sesuai dengan apa yang mereka terima. Untuk itu pimpinan madrasah membuat senyaman mungkin pegawainya untuk tetap bekerja men-dedikasikan dirinya di madrasah ini. Pelaksanaan manajemen sumber daya guru dalam aspek kompensasi atau balas jasa dilakukan sesuai dengan prosedur sebuah organisasi pendidikan. Pemberian kompensasi di MAN Kualasimpang dilaku-kan dengan memanfaat dana bantuan yang telah disiapkan masing-masing sesuai dengan tugas masing-masing.

4. Pengawasan Sumber Daya Guru dalam Meningkatkan Mutu Pendi-dikan di MAN Kualasimpang

a) Pengawasan Kinerja Guru

Pengawasan yang dilakukan pim-pinan madrasah sudah sesuai dengan prosedur walaupun tidak merata yang dilakukan oleh kepala MAN Kualasimpang. Pengawasan yang dilakukan semata-mata bertujuan untuk membiasakan diri ter-utama ketika kepala madrasah tidak di tempat. Selain itu guru-guru yang hadir tepat waktu, secara psiklogi guru tersebut memberikan tauladan kepada siswa/i MAN Kualasimpang.

b) Penilaian Kinerja Guru

Penilaian kinerja dibagi menjadi dua, yaitu Penilaian Kinerja Guru Formatif sebagai target kerja dan Penilaian Kinerja Guru Sumatif sebagai evaluasi hasil kerja. Keduanya dibuat untuk semua sumber daya guru dan sekaligus berguna untuk tenaga pendidik yang berstatus PNS sebagai salah satu persyaratan kenaikan pangkat. Dengan melihat laporan dan tugas yang dbuat setiap awal dan akhir tahun ajaran, kepala madrasah dapat melihat tenaga pendidik mana yang mempunyai kinerja bagus serta loyalitas terhadap tugas yang diberikan.

KESIMPULAN

Perencanaan sumber daya guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di MAN Kualasimpang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pengadaan sumber daya manusia. Dengan demikian, MAN Kualasimpang melakukan rekrutmen sumber daya guru, seleksi dan orientasi, serta penempatan sumber daya guru yang sesuai dengan kompetensi dan profesi-onalitasnya. Pengorganisasian dilakukan sesuai dengan profesionalitas masing-masing sumber daya guru. Kepala madrasah memiliki andil besar dalam memberikan posisi utama maupun tam-bahan yang bertujuan untuk memak-simalkan sistem organisasi.

Pelaksanaan sumber daya guru me-lakukan kegiatan penataran, pendidikan dan pelatihan, Musyawarah Guru Mata Pelajaran, pengelolaan dan pendayaguna-an sumber daya guru, mengembpendayaguna-angkpendayaguna-an profesional seorang guru, serta pemberian kompensasi atau balas jasa. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh. Kepala madrasah sebagai pimpinan melakukan pengawasan dengan cara kunjungan kelas dan mengawasi kinerja dari setiap guru. Selanjutnya melakukan penilaian kinerja dengan cara pembuatan PKG formatif sebagai target awal tahun dan PKG sumatif sebagai evaluasi hasil kinerja.

(10)

| DAFTAR BACAAN

Arcaro, Jerome S., Quality in Education: An Implementaion Handbook terj. Yosal Iriantara Yogyakarta: Pustaka Pelajar, cet ke II, 2005.

Burhanuddin, Guru dan Pembelajaran, Harian Waspada, 25 November 2015.

El-Widdah, Minnah, et. al., Kepemimpinan Berbasis Nilai dan Pengembangan Mutu

Madrasah, Bandung: Alfabeta, 2012.

Hafifuddin, Didin dan Hendri Tanjung, Manajemen Praktik, Bandung: Gema Insani, 2010. Heryati, Yeti dan Mumuh Muhsin, Manajemen Sumber Daya Pendidikan, Bandung: Pustaka

Setia, 2014.

Idris, Jamaluddin, Manajerial dan Manajemen, Bandung: Citapustaka Media, 2013.

Masaong, Abdul Kadim, Supervisi Pembelajaran dan Pengembangan Kapasitas Guru Bandung: Alfabeta, 2013.

Notoatmodjo, Soekija, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Jakarta: Kencana, cet. 4, 2009. Philip V, Lewis, Organizational Communication: The Essence of Effective Management (New

York: John Willey & Sons, Third Edition, 1987.

Prabowo, Sugeng Listyo, Manajemen Pengembangan Mutu Sekolah/Madrasah (Malang: UIN-Malang Press, 2008.

Robbins, Stephen P. dan Mary Coulter, Management, New Jersey: Practice-Hall International, Inc, Sixth Edition, 1999.

Saefullah, U., Manajemen Pendidikan Islam, Bandung: Pustaka Setia, 2012.

Sagala, Syaiful, Manajemen Stratejik dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2007.

Syafaruddin dan Nurmawati, Pengelolaan Pendidikan, Medan: Perdana Publishing, 2011. Syarief, Hidayat, Membangun Sumber Daya Manusia Berkualitas, Bogor: IPB, 1997.

Referensi

Dokumen terkait

Perlu saya jelaskan bahwa yang mengetik/membuat surat tertanggal 10 Agustus 2010, perihal : Permohonan Penerbitan SKSKB yang ditujukan kepada Bapak IRWAN EFENDI (P2SKSKB)

Jika dalam periode 24 bulan setelah tanggal efektif Anda , dalam kaitannya dengan kondisi yang sudah ada Anda telah mengalami tanda atau gejala; meminta saran (termasuk

Pada hari yang sama, untuk proses presensi kedatangan maupun kepulangan seorang karyawan sebaiknya dilakukan oleh satu teller.. Hal ini disarankan agar tidak terjadi

ajar memuat penjelasan konsep materi yang dipelajari yang dapat digunakan siswa,lembar diskusi siswa, dan kuis. Hasil analisis penilaian validasi logic , data yang

penanggulangan bencana, kelompok gerakan sosial tanggap bencana membangun sistem kekerabatan antar anggota maupun antar kelompok untuk suatu penanganan yang terfokus,

Hubungan Kualitas Pelayanan Patient Relations RS Pondok Indah dalam menangani keluhan komunikasi antara pasien dan dokter dengan sikap pasien termasuk

Untuk itu peneliti ingin mengetahui faktor apa saja yang bisa mempengaruhi konsumen untuk tetap memilih makan di rumah makan Padang Salero Bundo seperti faktor

[r]