BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini mengenal dua macam variabel yaitu : 2. Variabel terikat (Y) yaitu : Hasil belajar Sejarah

Teks penuh

(1)

13

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Varians Penelitian

3.1.1 Variabel Penelitian

Penelitian ini mengenal dua macam variabel yaitu : 1. Variabel bebas (X) yaitu : Berpikir formal 2. Variabel terikat (Y) yaitu : Hasil belajar Sejarah

3.1.2 Disain Penelitian

Penelitian ini termasuk jenis penelitian “korelasi“ yang merupakan salah satu jenis penelitian yang berbentuk hubungan antara variabel bebas dan variabel tak bebas, yang dapat digambarkan sebagai berikut :

X Y

(S. Margono, 1997 : 139)

Keterangan :

X = menyatakan berpikir formal Y = menyatakan hasil belajar Sejarah

3.2 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMA Prasetya Kota Gorontalo

3.3 Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan atau himpunan objek dengan ciri yang sama. Populasi dapat berupa himpunan orang, benda, kejadian, kasus, waktu atau tempat dengan sifat atau ciri yang sama, Bambang Sunggono,(1998:121)

(2)

14

Sudjana (1984:6) mengemukakan bahwa: Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin dari hasil menghitung atau pengukuran, kualitatitif maupun kuantitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota perkumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya.

Selanjutnya Arikunto (1991:102) mengemukakan bahwa: “Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian”

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas XI SMA Prasetya Kota Gorontalo yang memiliki kesempatan yang sama terhadap pelajaran Sejarah.

2. Sampel

Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik penarikan sampel secara acak (proporsi random sampling)

Menurut “Winarno Surachmat” (1990:57) yang menyatakan bahwa “bila populasi cukup homogen terhadap populasi dibawah 100 dapat digunakan jumlah sebesar 50 % dan di bawah 1000 sebesar 25 % dan bila di atas 1000 sebesar 15%. Karena populasi 60 orang maka jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

50 % x 60 = 30 siswa

3.4 Varians dan Sumber Data

Dalam penelitian ini digunakan dua jenis instrumen, yakni (1) tes berpikir formal dan (2) tes hasil belajar Sejarah.

Tes berpikir formal disusun berdasarkan materi pelajaran Sejarah Kelas XI SMA dalam bentuk pilihan jawaban berganda dan setiap butir soal dilengkapi

(3)

15

dengan 5 pilihan. Salah satu diantara ke-5 pilihan jawaban tersebut merupakan kunci jawaban, sedangkan pilihan jawaban lainnya merupakan jawaban salah atau pengecoh setiap butir soal diberi skor 1 bila menjawab benar dan 0 bila menjawab salah. Sedangkan tes hasil belajar Sejarah juga memiliki prosedur penyusunan instrumen yang sama.

Aspek yang diukur melalui tes hasil belajar Sejarah adalah aspek kognitif yang terdiri dari enam jenjang kemampuan, yaitu ingatan (C1), pemahaman (C2), analisis (C4), sintesis (C5), dan evaluasi (C6).

Langkah-langkah yang ditempuh dalam penyusunan dan pengmbangan tes berpikir formal dan tes hasil belajar Sejarah ini sebagai berikut:

a. Tahap pertama

Penyusunan instrumen tes berpikir formal dan tes hasil belajar Sejarah diarahkan pada kisi-kisi dua arah yang meliputi sub pokok bahasan dan aspek yang diukur. Khusus item-item hasil belajar Sejarah yang disusun diarahkan pada aspek kognitif.

Adapun tujuan sehingga hal ini dilakukan adalah untuk memenuhi validitas isi dan validitas susunan.

b. Tahap kedua

Semua item yang telah disusun diuji-cobakan kepada 30 responden siswa yang tidak termasuk dalam sampel penelitian. Dari data hasil uji coba dilakukan analisis item untuk mencari validitas item-item yang telah disusun.

c. Tahap ketiga

Setelah dilakukan perhitungan validitas item pada kedua tes tersebut, yakni tes hasil belajar Sejarah dan tes berpikir formal, maka langkah selanjutnya

(4)

16

adalah memilih item-item valid dengan menggunakan kriteria untuk tes berpikir formal digunakan P < 0,3 dan untuk tes hasil belajar P < 0.3 artinya item dianggap valid ialah item-item yang mempunyai korelasi dwiserial point lebih besar dari harga tabel.

d. Tahap keempat

Berdasarkan dari hasil uji-coba tersebut, diperiksa lagi validitas isinya. Dengan maksud apakah item-item tersebut telah mewakili semua materi Sejarah yang telah dipelajari oleh Siswa Kelas XI SMA Prasetya tahun ajaran 2011/2012. Begitupun dengan tes berpikir formal.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pengumpulan data.

1. Tahap persiapan

a. Pengaturan jadwal kegiatan pengumpulan data

b. Memperbanyak kedua instrumen dan lembar jawaban sesuai dengan jumlah sampel.

2. Tahap pengumpulan data

Pengambilan data dengan langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:

a. Peneliti menyampaikan beberapa penjelasan yang perlu kepada siswa sehubungan dengan pelaksanaan dan maksud pemberian tes yang akan diberikan.

(5)

17

c. Setelah pengambilan data selesai, dilanjutkan dengan pemerikasaan.

3.6. Pengujian Validitas dan Reliabilitas 3.6.1 Uji Validitas

Untuk menghitung validitas instrumen berpikir formal dan hasil belajar Sejarah dengan menggunakan rumus Pearson Product Moment adalah

2 2 2 2 . . . X X n Y Y n Y X Y X n r i i i i i i hitung (Sugiyono, 2006: 213) dimana:

rhitung = Koefisien korelasi ∑Xi = Jumlah skor item

∑Yi = Jumlah skor total (Seluruh item) n = Jumlah responden

Selanjutnya dihitung dengan Uji-t dengan rumus:

2 1 2 r n r thitung (Sugiyono, 2006: 215) dimana: t = Nilai t hitung

r = Koefisien korelasi hasil r hitung n = Jumlah responden

Untuk menghitung validitas instrumen hasil belajar sejarah menggunakan rumus Korelasi point biserial yaitu:

q p S M M r t t p pbis (Arikunto, 2005: 79)

(6)

18 dimana :

rpbis = Koefisien korelasi point biserial

Mp = Mean skor dari subjek-subjek yang menjawab benar item korelasinya dengan tes

Mt = Mean skor total (Skor rata-rata dari seluruh pengikut tes) St = Standar deviasi skor total

p = Proporsi subjek yang menjawab benar

q = Proporsi subjek yang menjawab salah ( q = 1 – p ) Distribusi untuk α = 0,05 dan derajat kebebasan ( dk = n – 2 ) Kaidah keputusan:

Jika t hitung > t table berarti valid, sebaliknya t hitung <t table berarti tidak valid.

3.6.2 Uji Reliabilitas

 Untuk menghitung reliabilitas instumen berpikir formal dengan menggunakan rumus alfa cronbach yaitu:

2 2 1 1 t i i s s k k r (Sugiyono, 2006;282)

 Untuk menghitung reliabilitas instrumen hasil belajar dengan menggunakan Metode Kuder Richardson-20 (KR-20).

2 2 11 1 t t s pq s k k r (Sugiyono, 2006: 278) dimana:

(7)

19 ∑pq = Jumlah hasil kali p dan q k = Banyaknya item

s2t = varians total Kaidah keputusan:

Jika r11 > r table berarti reliabel, sebaliknya r11 <r table berarti tidak reliabel

3.7 Metode Pengujian Regresi Berganda 3.7.1 Model Statistik

Data yang diperoleh dalam penelitian ini akan dianalisis dengan

menggunakan teknik statistik deskriptif dan statistik inferensial. Pengolahan yang dilakukan terdiri dari 2 tahap. Yaitu tahap pertama adalah analisis statistik untuk pengujian normalitas data dengan menggunakan Chi-kuadrat, tahap kedua ialah analisis statistik untuk mengolah data hasil penelitian. Pengolahan tahap kedua ini dibagi dua, yakni (1) statistik deskriptif, untuk menjawab masalah yang tidak dihipotesiskan (masalah nomor 1 dan 2) dan (2) statistik inferensial untuk menjawab masalah yang dihipotesiskan (masalah nomor 3 dan 4).

3.7.1 Teknik Pengujian Hipotesis

3.7.1.1 Pengujian ketepatan model (uji statistik F)

Untuk pengujian ketepatan model : (1) berpikir formal, dan (2) hasil belajar Sejarah, digunakan uij Chi-kuadrat dengan rumus :

Ei Ei Oi k i 2 1 2 ( ) ( Sudjana,2002: 273)

(8)

20 Keterangan :

2

= Nilai Chi-kuadrat

Oi = Frekuensi Hasil Pengamatan Ei = Frekuensi Harapan

k = Banyak kelas

Untuk keperluan uji normalitas data variabel y ditempuh langkah-langkah sebagai berikut:

a. Menentukan rentang data, yakni data terbesar dikurangi dengan data terkecil.

R = data terbesar – data terkecil (Sudjana, 2002: 47) b. Menentukan banyaknya kelas interval dengan rumus:

K = 1 + 3,3 log n (Sudjana, 2002: 47)

c. Menentukan panjang kelas interval dengan rumus: P = banyaknyakrentangelas (Sudjana, 2002: 47)

d. Membuat daftar distribusi frekuensi

e. Mencari nilai rata-rata (X ) dengan rumus:

i i i f x f X (Sudjana, 2002: 47)

f. Mencari standar deviasi dengan rumus:

1 ) ( 2 2 n x x f S i i (Sudjana, 2002: 95)

g. Menentukan harga Z untuk setiap batas kelas dengan rumus:

S X X Z i

(9)

21 dimana x = batas kelas interval

X = rata-rata skor S = standar deviasi

Kriteria pengujian adalah tolak Ho jika 2 lebih besar 2 (1-α)(k-1) dengan taraf nyata = 0,05, dalam hal ini Ho diterima. Dengan kata lain data berasal dari populasi yang berdistribusi normal bila hitung lebih kecil tabel diperoleh dari daftar 2 dengan dk = (k-1).

3.7.2.2 Pengujian Hipotesis secara Parsial (Uji T)

Pengujian Hipotesis secara parsial digunakan ialah tabel frekuensi, persentase, rata-rata, standar deviasi dan taksiran rata-rata, skor maksimum, skor minimum dan rentang yang dimaksudkan untuk mendapatkan karakteristik distribusi skor responden untuk masing-masing variabel penelitian. Pengkategorian ini didasarkan pada permasalahan interval taksiran rata-rata populasi yaitu sebagai berikut:

1 1 N n N n S t X N n N n S t Xp p (Sudjana, 2002:203) 3.7.2.3 Koefisien Determinan R2

Untuk mengetahui koefisien determinan R2 digunakan statistik non parametrik yang digunakan adalah nilai statistik Uji Wilcoxon Test dengan rumus yaitu: 2 ) 1 ( ) (Wn1n1 n2 E

(10)

22 Y sampel Jumlah n X sampel Jumlah n 2 1 Dimana: Ekspektasi Nilai W E)( 12 1 (1 2 2 1xnxnn n SE (Soepono,1997) Dimana : SE = Standar Error n1 = Ukuran sampel ke 1 n2 = Ukuran sampel ke 2

Selanjutnya untuk uji keberartian koefisien korelasi digunakan uji-z dengan rumus

z = SE W E W ( ) Dimana:

W = Jumlah peringkat pada sampel berukuran kecil E(W) = Nilai Ekspektasi

SE = Standar Eror

Kriteria pengujian : jika harga z perhitungan jauh lebih besar daripada harga z kritik maka Ho yang diajukan ditolak pada taraf 0,05 dengan demikian H1

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...