• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB V PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN

Tugas Pembantuan menurut Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa serta kabupaten/kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu.

Tugas pembantuan yang diterima Pemerintah Kabupaten Bogor pada tahun 2012 dari Pemerintah Pusat mencapai Rp.22.543.850.000,- Bentuk tugas pembantuan yang diterima tersebut berbentuk fisik barang yang berupa peralatan dan mesin. Keseluruhan tugas pembantuan yang diterima tersebut terdapat pada 7 OPD. Kesemuanya diintegrasikan kedalam program/kegiatan di masing-masing OPD.

Penyerapan dana tugas pembantuan yang diterima dari total anggaran sebesar Rp.22.543.850.000,- realisasinya sebesar Rp.20.647.922.236,- atau 91,59%. Dengan output berupa alsintan berjumlah 3.013 unit alsintan, alat uji lab 1 paket, induk ikan lele 125 paket, pakan 2,250 kg, hatchery indoor 1 unit, kolam percontohan 7 unit, bangunan gedung kantor berjulmah 2 unit, bangunan pasar 1 unit Pelatihan berjumlah 372 Orang dan berbentuk kendaraan roda tiga berjumlah 4 unit.

Uraian lebih lanjut tentang tugas pembantuan yang diterima maupun tugas pembantuan yang diberikan disajikan sebagai berikut :

A. TUGAS PEMBANTUAN YANG DITERIMA PADA URUSAN WAJIB Dinas Kesehatan

1. Dasar hukum

DIPA Nomor 2430/024-03.4.01/12/2012

2. Instansi pemberi tugas pembantuan adalah Kementerian Kesehatan RI 3. Pelaksanaan Program dan Kegiatan :

Program dan Kegiatan yang dilaksanakan adalah Program Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak dengan 1 kegiatan yaitu Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dengan keluaran jumlah Puskesmas yang mendapatkan bantuan operasional kesehatan dari target sebanyak 101 Puskesmas terealisasi sebanyak 101 Puskesmas atau tercapai 100 %.

4. Sumber angaran berasal dari :

(2)

5. Permasalahan dan Solusi dengan rincian sebagai berikut : a. Permasalahan

Kegiatan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yaitu SDM pengelola keuangan puskesmas sangat terbatas karena adanya kebijakan yang membatasi terhadap pemenuhan kebutuhan tenaga administrasi puskesmas sehingga tidak seluruh puskesmas mampu menyerap dana BOK 100%.

b. Solusi

Kegiatan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yaitu adanya kebijakan lokal daerah yang dapat mengakomodir kebutuhan tenaga administrasi puskesmas, disamping juga perlu adanya peningkatan kapasitas dan kemampuan khususnya dalam hal pengelolaan keuangan yang bersumber dana APBN.

Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman 1. Dasar hukum

DIPA Tahun Anggaran 2012 No. 7849/010-06.4.01/12/2012 tanggal 9 Desember 2012 2. Instansi pemberi tugas pembantuan adalah :

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia 3. Pelaksanaan Program dan Kegiatan :

Program Bina Pembangunan Daerah dengan 1 kegiatan yaitu kegiatan Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen Bina Bangda dengan 2 sub kegiatan yaitu : a. Pembangunan Kantor Kecamatan tenjo dengan keluaran jumlah bangunan kantor

kecamatan yang dibangun dari target sebanyak 1 unit bangunan kantor Kecamatan realisasi mencapai 100%

b. Pembangunan Gedung Pelayanan dengan jumlah gedung pelayanan yang dibangun dari target sebanyak 1 unit gedung pelayanan realisasi mencapai 100% lokasi Kantor Kecamatan Gunung Putri

4. Sumber angaran berasal dari :

APBN sebesar Rp. 2.000.000.000,- terealisasi sebesar Rp.1.901.443.500 atau 95,07% 5. Permasalahan dan Solusi dengan rincian sebagai berikut :

(3)

a. Permasalahan

Adanya keterlambatan penyelesaian pekerjaan selama 2 hari kalender untuk pekerjaan pembangunan gedung pelayanan di Kecamatan Gunung Putri.

b. Solusi

Pemberlakuan denda terhadap keterlambatan penyelesaian pekerjaan pembangunan gedung pelayanan di Kecamatan Gunungputri.

Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemeritahan Desa 1. Dasar hukum

DIPA No. 7243/010-05.4.01/12/2012

2. Instansi pemberi tugas pembantuan adalah Kementerian Dalam Negeri 3. Pelaksanaan Program dan Kegiatan :

Program Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa dengan 1 kegiatan yaitu : Kegiatan Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan Kelurahan dengan 1 sub kegiatan yaitu Bangunan Kantor Desa dengan keluaran Jumlah kantor desa yang dibangunan dalam rangka pemberian pelayanan kepada masyarakat dari target sebanyak 1 unit bangunan Kantor Desa sampai dengan akhir Tahun 2012 tida terealisasi lokasi di Kecamatan Rancabungur

4. Sumber angaran berasal dari :

APBN sebesar Rp.210.000.000,- sampai dengan akhir tahun 2012 tidak terealisasi 5. Permasalahan dan Solusi dengan rincian sebagai berikut :

a. Permasalahan

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan Kelurahan tidak terealisasi sampai dengan akhir tahun 2012 :

1) Sementara masih ditangguhkan di tingkat Pusat 2) Masih menunggu informasi selanjutnya dari Pusat b. Solusi

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan Kelurahan : 1) Melakukan Koordinasi ke tingkat Pusat

(4)

Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi 1. Dasar hukum

DIPA No. 1493/026-04.4.01/12/2012

2. Instansi pemberi tugas pembantuan adalah Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI 3. Pelaksanaan Program dan Kegiatan :

a. Program Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja dengan 1 kegiatan yaitu :

Kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Perluasan Kesempatan Kerja dengan 3 sub kegiatan yaitu :

1) Padat Karya Produktif dan Infrastruktur dengan keluaran Jumlah Penganggur yang Memperoleh Pekerjaan Sementara dari target sebanyak 352 orang terealisasi sebanyak 352 orang atau tercapai 100%. Lokasi kegiatan di Desa Benteng Kecamatan Ciampea, Desa Cibening Kecamatan Pamijahan dan Desa Banjar Waru Kecamatan Ciawi adalah kegiatan padat karya produktif budidaya ikan dan di Desa Gunung Bunder Kecamatan Pamijahan adalah padat karya perkerasan jalan.

2) Tenaga Kerja Mandiri (TKM) dengan keluaran jumlah pengangguran yang membentuk wirausaha baru dari target 20 orang terealisasi sebanyak 20 orang atau tercapai 100%. Jenis usaha yang dibantu adalah 1) Usaha Budidaya Ikan air tawar sebanyak 7 orang; 2) Usaha pembenihan ikan air tawar sebanyak 5 orang; 3) Usaha makanan kerupuk sebanyak 1 orang; 4) Usaha makanan pempek sebanyak 2 orang; 5) Usaha makanan kue kering sebanyak 1 orang; 6) Usaha makanan mie ayam sebanyak 1 orang; 7) Usaha makanan ketoprak sebanyak 1 orang; 8) Usaha jahit sebanyak 2 orang. Lokasi kegiatan di Hotel Laras Hati.

3) Teknologi Tepat Guna (TTG) dengan keluaran jumlah pengangguran yang membentuk wirausaha baru di bidang pembuatan pakan ikan dari target 20 orang terealisasi sebanyak 20 orang atau tercapai 100%. Lokasi kegiatan di Desa Cibitung Tengah Kecamatan Tenjolaya.

4. Sumber angaran berasal dari :

APBN sebesar Rp.929.000.000,- terealisasi Rp.923.781.500,- atau 99,44% . 5. Permasalahan dan Solusi dengan rincian sebagai berikut :

a. Permasalahan

(5)

1) Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Padat Karya Produktif maupun Padat Kaya Infrastruktur visi kegotong royongan masyarakat pedesaan sudah mulai berkembang sehingga banyak lahan dan tanaman masyarakat yang terkena kegiatan sulit untuk di bebaskan.

2) Tanah yang labil apabila terkena hujan terjadi longsor sehingga banyak pekerjaan yang dilakukan berulang kali.

3) Untuk kegiatan Tenaga Kerja Mandiri dan Terapan Teknologi Tepat Guna, masih banyak peserta yang kurang mampu dalam Sumber Daya Manusianya, sehingga untuk membangun semangat kewirausahaan sangat sulit sekali.

b. Solusi

1) Diadakan penyuluhan atau sosialisasi kepada aparat dan tokoh masyarakat setempat untuk memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat tentang pentingnya kegiatan padat karya bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

2) Meningkatkan koordinasi dengan instansi teknis tentang teknik penanggulangan banjir terutama kegiatan Padat Karya Produktif untuk kegiatan kolam dan kegiatan padat karya infrastruktur untuk teknis pemeliharaannya.

3) Memberikan pendidikan wirausaha yang mandiri kepada peserta Tenaga Kerja Mandiri dan Terap Teknologi Tepat Guna.

Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan 1. Dasar hukum :

DIPA No.0521/090-02.4.01/12/2012 Tanggal 9 Desember 2011.

2. Instansi pemberi tugas pembantuan adalah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri

3. Pelaksanaan Program dan Kegiatan :

Program Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, dengan 1 Kegiatan yaitu :

Kegiatan Pembangunan dan Pengembangan Sarana Distribusi Perdagangan dengan 1 sub kegiatan yaitu pembangunan Pasar Cikereteg dengan keluaran dari target sebanyak 1 Pasar yang dibangun terealisasi sebanyak 1 Pasar atau tercapai 100% lokasi di Kecamatan Caringin.

4. Sumber angaran berasal dari :

APBN sebesar Rp.4.000.000.000,- terealisasi sebesar Rp.3.635.659.000 atau 90,89%. 5. Permasalahan dan Solusi tidak ada

(6)

Dinas Peternakan dan Perikanan 1. Dasar hukum :

DIPA Nomor 5375/032-04.4.01/12/2012

2. Instansi pemberi tugas pembantuan adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan 3. Pelaksanaan Program dan Kegiatan :

Program Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya dengan 6 kegiatan yaitu :

a. Kegiatan Pengembangan Sistem Kesehatan Ikan dan Lingkungan dengan 1 sub kegiatan yaitu Laboratorium Uji yang Memenuhi Standar, dengan keluaran jumlah sarana (alat-alat laboratorium uji) dari target sebanyak 1 paket realisasi 1 paket atau 100% lokasi di Kecamatan Ciseeng.

b. Kegiatan Pengembangan Sistem Perbenihan Ikan dengan 1 sub kegiatan yaitu Produksi Induk Unggul, dengan keluaran jumlah produksi induk lele unggul dari target sebanyak 250 paket, pakan induk sebanyak 1 paket dan pakan benih sebanyak 1 paket realisasi 100%. Paket induk lele tersebut diperuntukkan bagi BBI Cibening (125 paket induk dan 7.500 kg pakan), Kelompok Multi Tani Sejahtera, Desa Putat Nutug Kecamatan Ciseeng (35 paket induk dan 1.900 kg pakan), Kelompok Mitra Tani, Desa Jampang Kecamatan Kemang (40 paket induk dan 2.050 kg pakan) dan Kolam percontohan Minapolis, Kecamatan Ciseeng (50 paket induk dan 2.700 kg pakan).

c. Kegiatan Pengembangan Sistem Prasarana dan Sarana Pembudidaya Ikan dengan 2 Sub kegiatan yaitu

1) Kawasan Perikanan Budidaya yang Memiliki Prasarana yang Memadai untuk Kawasan Laut, Payau dan Tawar, dengan keluaran jumlah saluran irigasi yang direhab dari target sebanyak 1 unit dan pembangunan bangunan hatchery indoor sebanyak 1 unit realisasi 100% lokasi di Kecamatan Ciseeng

2) Kawasan Minapolitan Berbasis Perikanan Budidaya, dengan keluaran jumlah operasional Pokja Minapolitan selama 10 bulan dan Rapat Pokja dari target sebanyak 3 kali realisasi 100%.

d. Kegiatan Pengembangan Sistem Produksi Pembudidaya Ikan dengan 1 sub kegiatan Pembudidaya yang Menerapkan Teknologi Anjuran Perikanan Budidaya Lele, dengan keluaran jumlah kolam percontohan dari target sebanyak 7 unit dan terlaksananya Temu Lapang untuk 30 orang dengan realisasi 100% lokasi di Kecamatan Ciseeng

e. Kegiatan Pengembangan Sistem Usaha Pembudidaya Ikan dengan 1 sub Kegiatan Pembudidaya yang Diberdayakan Melalui PUMP, dengan keluaran jumlah bantuan

(7)

operasional PUMP melalui honor Pelaksana Kegiatan untuk 10 bulan dan bantuan biaya perjalanan dinas dalam rangka CP/CL (50 OT), Sosialisasi PUMP (2 OT), Konsultasi ke Jakarta (2 OT), Konsultasi ke Bandung (2 OT) dan monitoring (50 OH) dengan realisasi 100%.

f. Kegiatan Peningkatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis lainnya Ditjen Perikanan Budidaya dengan 3 sub kegiatan yaitu :

1) Pengelola Satker dengan keluaran tersedianya biaya administrasi kegiatanh untuk pengelola Satker selama 12 bulan, biaya penyusunan dokumen dan ATK (1 paket), 2) Sub Kegiatan Pengelolaan Keuangan, Aset Milik Negara (SAI, SABMN, PNBP) dan

Administrasi Persuratan dengan keluaran tersedianya honor pengelola SAI dan SABMN selama 12 bulan dengan realisasi 100%.

3) Sub Kegiatan Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi, dengan keluaran pengadaan alat pengolah data berupa laptop sebanyak 1 unit dengan realisasi 100%.

4. Sumber Anggaran berasal dari :

APBN sebesar Rp.1.500.000.000,- terealisasi sebesar Rp.1.322.362.500,- atau 88,16%. 5. Permasalahan dan Solusi :

a. Permasalahan :

Masih terdapat kegiatan yang masuk dalam rekening belanja modal (Mata Anggaran Kegiatan 53)

b. Solusi :

Akan dilakukan proses hibah untuk fisik dari kegiatan yang dimaksud (kolam percontohan)

Dinas Pertanian dan Kehutanan 1. Dasar hukum

a. DIPA Nomor 5833/018-03.4.01/12/2012, Tugas Pembantuan dari Kementrian Pertanian Ditjen Tanaman Pangan.

b. DIPA Nomor 4681/018-04.4.01/12/2012, Tugas Pembantuan dari Kementrian Pertanian Ditjen Hortikultura.

c. DIPA Nomor 6527/018-07.4.01/12/2012, Tugas Pembantuan dari Kementrian Pertanian Ditjen Pengolahan dan Pemasaran hasil Pertanian

(8)

3. Pelaksanaan Program dan Kegiatan :

a. Program Peningkatan Produksi, Produktifitas dan Mutu Tanaman Pangan Untuk Mencapai Swasembada dan Swasenbada Berkelanjuatan dengan 9 kegiatan yaitu :

1) Kegiatan Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya pada Ditjen Tanaman Pangan; rancangan program, kegiatan dan rencana kerja tanaman pangan, dengan keluaran jumlah dokumen rancangan program, kegiatan dan rencana kerja tanaman pangan dari target sebanyak 1 rancangan terealisasi sebanyak 1 rancangan atau tercapai 100%.

2) Kegiatan Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia; laporan pengelolaan produksi serealia dengan keluaran jumlah laporan dari target sebanyak 1 laporan terealisasi sebanyak 1 laporan atau tercapai 100%.

3) Kegiatan Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan; laporan kegiatan perbenihan dengan keluaran jumlah laporan dari target sebanyak 1 laporan terealisasi sebanyak 1 laporan atau tercapai 100%.

4) Kegiatan Penguatan Perlindungan Tanaman Pangan dengan 2 sub kegiatan yaitu : a) Gangguan OPT dan DPI; gerakan pengendalian OPT tanaman pangan dengan

keluaran jumlah gerakan OPT tanaman pangan dari target sebanyak 1 kali terealisasi sebanyak 1 kali atau tercapai 100% Kegiatan ini dilaksanakan pada lokasi pengembangan PTT padi (Kecamatan rumpin, Dramaga, Pamijahan, Tenjolaya, Cijeruk, dan Sukamakmur)

b) Sarana penanggulangan OPT/DPI dengan keluaran jumlah sarana

penanggulangan OPT/DPI dari target sebanyak 1 paket (handsprayer sebanyak 55 unit, emposan tikus sebanyak 55 unit, jaring serangga sebanyak 60 unit, dan obatan agen hayati sebanyak 75 liter) terealisasi sebanyak 1 paket (handsprayer sebanyak 55 unit, emposan tikus sebanyak 55 unit, jaring serangga sebanyak 60 unit, dan obatan agen hayati sebanyak 75 liter) atau tercapai 100% pada lokasi pengembangan PTT padi (Kecamatan rumpin, Dramaga, Pamijahan, Tenjolaya, Cijeruk, dan Sukamakmur).

5) Kegiatan Penanganan Pasca Panen Tanaman Pangan dengan 2 sub kegiatan yaitu : a) Laporan penanganan pasca panen tanaman pangan dengan keluaran jumlah

laporan dari target sebanyak 1 laporan terealisasi sebanyak 1 laporan atau tercapai 100%.

b) Jumlah kelompok tani yang mendapatkan bantuan sarana pasca panen tanaman pangan dengan keluaran jumlah kelompok tani yang mendapatkan bantuan

(9)

sarana pasca panen tanaman pangan dari target sebanyak 3 kelompok terealisasi sebanyak 3 kelompok atau tercapai 100%. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Cariu, Desa Cariu, Keltan Tani Raharja; Kecamatan Pamijahan, Desa Gunungsari, keltan Sinar asih; dan Kecamatan Tamansari, Desa Pasir Eurih, Gapoktan Mekarwangi.

b. Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Tanaman Hortikultura Berkelanjutan dengan 3 kegiatan yaitu :

1) Kegiatan Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya pada Ditjen Hortikultura dengan 2 sub kegiatan yaitu:

a) Penataan dan pengelolaan laporan pelaksanaan kegiatan pengembangan hortikultura dengan keluaran jumlah laporan dari target sebanyak 1 laporan terealisasi sebanyak 0%.

b) Layanan perkantoran dengan keluaran jumlah honorarium dan administrasi kegiatan dari target sebanyak 12 bulan terealisasi sebanyak 12 bulan atau tercapai 100%.

2) Kegiatan Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Tanaman Buah Berkelanjutan dengan 3 sub kegiatan ;

a) Pengembangan kawasan buah dengan keluaran jumlah kawasan buah manggis dari target seluas 30 Ha terealisasi kawasan buah manggis 30 Ha atau tercapai 100%. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Nanggung, sekolah lapang GAP dengan keluaran jumlah sekolah lapang dari target sebanyak 2 kelompok terealisasi sebanyak 2 kelompok atau tercapai 100%. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Nanggung Desa Nanggung Keltan Jasa Harja dan Desa Bantar Karet Keltan Mekar Sari

b) Sekolah lapang GAP dengan keluaran jumlah sekolah lapang dari target sebanyak 2 kelompok terealisasi sebanyak 2 kelompok atau tercapai 100%. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Nanggung Desa Nanggung Keltan Jasa Harja dan Desa Bantar Karet Keltan Mekar Sari.

c) Sarana prasarana dengan keluaran jumlah Box container 100 unit, alat petik 10 unit, timbangan 2 unit, strapping mesin 1 unit, compressor 1 unit terealisasi sebanyak jumlah Box container 100 unit, alat petik 10 unit, timbangan 2 unit, strapping mesin 1 unit, kompressor 1 unit atau tercapai 100%. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Leuwisadeng.

(10)

3) Kegiatan Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Florikultura Berkelanjutan dengan 4 sub kegiatan yaitu :

a) Pengembangan kawasan tanaman florikultura dengan keluaran jumlah kawasan anggrek dari target seluas 1500 m2 terealisasi kawasan anggrek 1500 m2 atau tercapai 100%. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Gunungsindur.

b) Sekolah lapang GAP dengan keluaran jumlah sekolah lapang dari target sebanyak 2 kelompok terealisasi sebanyak 2 kelompok atau tercapai 100%. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Gunung Sindur, Desa Pangasinan kelompok tani Sukatani dan Desa Cibinong kelompok tani Sukamaju.

c) Sarana prasarana dengan keluaran jumlah sarana prasarana sebanyak 2 unit terealisasi sebanyak 2 unit atau tercapai 100%. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Gunung Sindur, Desa pengasinan keltan Sukatani dan Desa Cibinong keltan Sukamaju.

d) Sekolah lapang GHP dengan keluaran jumlah sekolah lapang dari target sebanyak 1 kelompok terealisasi sebanyak 1 kelompok atau tercapai 100% Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Gunung Sindur.

c. Program Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing, Industri Hilir, Pamasaran dan Ekspor Hasil Pertanian dengan 3 kegiatan yaitu :

1) Kegiatan Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian dengan 3 sub kegiatan yaitu :; Sumber angaran berasal dari :

a) Unit usaha pengolahan hasil hortikultura dengan keluaran jumlah unit usaha pengolahan hasil dari target sebanyak 3 kelompok usaha terealisasi sebanyak 3 kelompok usaha atau tercapai 100 %. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Cigombong, Desa Ciburuy, Keltan Rineka; Kecamatan Ciawi Desa Citapen, Keltan Silihasih; dan Kecamatan Cariu Desa Mekarwangi, Keltan Barokah.

b) Unit usaha pengolahan hasil perkebunan dengan keluaran jumlah unit usaha pengolahan hasil dari target sebanyak 3 kelompok usaha terealisasi sebanyak 3 kelompok usaha atau tercapai 100 %. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Tamansari dan Kecamatan Jasinga.

c) Layanan perkantoran dengan keluaran jumlah honorarium dan administrasi kegiatan dari target sebanyak 12 bulan terealisasi sebanyak 12 bulan atau tercapai 100%.

4. Sumber angaran berasal dari

(11)

5. Permasalahan dan Solusi dengan rincian sebagai berikut : a. Permasalahan

Permasalahan dalam melaksanakan tugas pembantuan yaitu :

1) Keterlambatan proses pencairan di KPKN karena pengajuan SPM harus dilakukan satu per satu secara berurutan untuk setiap kelompok sasaran.

2) Belum sinkronnya informasi alokasi program/kegiatan dari pusat ke daerah sehingga program dukungan dari daerah untuk kegiatan yang bersumber dari pusat/APBN masih belum optimal.

b. Solusi

1) Percepatan proses pencairan dengan menambah petugas yang menangani pengajuan SPM.

2) Meningkatkan koordinasi dengan pusat/Departemen Pertanian terhadap program-program yang alokasinya di daerah menjadi sasaran program-program dari pusat.

Referensi

Dokumen terkait

Bu çalışmada gerçekleştirilen hazır beton santrali otomasyonunda röle, kontaktör gibi elektromekanik devre elemanlarıyla yapılan kontrol sistemleri yerine

Apabila tradisi markusip dan martandang masih memungkinkan dilaknkan di desa- desa tertentu, maka markusip dan martandang itu pun masih boleh dilakukan karena tidak

Untuk indikator pengamanan yang meliputi pemahaman dan keterampilan dalam bekerja serta hubungan komunikasi antara dosen/asisten yang bersangkutan terhadap mahasiswa

Pengaruh Pursed Lip Breathing Dan Meniup Balon Terhadap Kekuatan Otot Pernapasan, Saturasi Oksigen Dan Respiratory Rate Pada Pasien Ppok.. Comparison Of Training Pursed

a. Membuat rencana pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi.. Membuat lembar observasi untuk melihat bagaimana guru mengajar dengan menggunakan metode demonstrasi,

Tahun 2020 bertujuan untuk meningkatkan perluasan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi mahasiswa warga negara Indonesia yang tidak mampu secara ekonomi,

Gambaran Epidemiologi Infeksi Oportunistik Tuberkulosis Pada Penderita HIV di Puskesmas Percontohan HIV/AIDS Kota Makassar Tahun 2015.. Pengembangan pengetahuan penyakit

ZAINUDDIN PEJABAT KESIHATAN DAERAH SEBERANG PERAI TENGAH LOT 89, MUKIM 17, BERAPIT 14000 BUKIT MERTAJAM PULAU PINANG.. BUKIT