Tipe Sistem Input Output Users TPS (Transactin Pricessing System) Transaksi data Laporan rinci Operasional SIM (Sistem Infirmasi Manajemen)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

1

Tipe Sistem

Input

Output

Users

TPS

(Transactin Pricessing

System)

Transaksi data

Laporan rinci

Operasional

SIM

(Sistem Infirmasi

Manajemen)

Data

besar,Laporan

rinci transaksi

Laporan

ringkasan,

periodik

Middle

Manajer

SPK

(Sistem Pendukung

Keputusan)

Analisis data

Model,simulasi

Manajer

ESS

(Executve Suppirt

System)

Data internal,

Data eksternal

Laporan ringkas

Eksekuti,

Top Manajer

2. Apa itu proses bisnis? Dan bagaimana kaitannya dengan sistem informasi?

Proses bisnis adalah suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan (demi meraih tujuan tertentu).

Serangkaian aktivitas yang berhubungan dengan logika mengenai bagaimana suatu tugas bisnis tertentu dikerjakan, serta mewakili cara unik suatu organisasi dalam mengoordinasikan pekerjaan, informasi, dan pengetahuan yang mereka miliki. Manajer harus memperhatikan proses bisnis karena mereka menentukan seberapa baik organisasi tersebut menjalankan organisasi bisnisnya, serta merupakan sumber dari keunggulan strategis. Pada setiap fungsi utama bisnis, terdapat proses-proses bisnis yang spesifik, tetapi banyak proses bisnis yang lintas area fungsional. Sistem informasi menstruktur bagian-bagian dari proses bisnis, serta mereka dapat membantu perusahaan merancang ulang dan memperlancar proses-proses bisnis. Dengan adanya sistem informasi, sebuah bisnis bisa lebih efisien dan efektif dalam pengelolaannya sesuai prinsip manajemen.

Peranannya dalam organisasi adalah Untuk dapat beroperasi, organisasi bisnis harus berurusan dengan banyak hal yang berbeda terkait informasi mengenai pemasok, pelanggan, pegawai, faktur, pembayaran, serta tentu saja produk layanan mereka. mereka harus mengatur aktifitas kerja yang menggunakan informasi ini agar dapat beroperasi secara efisien, Membuat keputusan yang lebih baik dan meningkatkan pelaksanaan proses bisnis mereka. organisasi bisnis pada umumnya memiliki sistem sistem yang mendukung proses Penjualan dan pemasaran, manufaktur dan produksi, keuangan dan akutansi, serta sumber daya manusia.

3. Bagaimana sistem melayani kelompok manajemen yang berbeda dalam suatu organisasi sistem?

(2)

Sistem yang melayani manajemen operasional adalah sistem pemrosesan transaksi transaction processing sistem seperti penggajian, atau pemprosesan pesanan dimana sistem tersebut memantau alur transaksi rutin harian yang diperlukan dalam menyelnggarakan kegiatan bisnis. Sistem informasi manajemen memberikan laporan guna membantu manajemen tingkat menengah dengan meringkas informasi yang diperoleh dari TPS, yang belum dianilisis secara mendalam. Sistem pendukung keputusan mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan pihak manajemen dengan menggunakan model analisis canggih yang unik dan cepat berubah-ubah. Seluruh jenis sistem yang disebutkan sebelumnya menyediakan aplikasi intelijen bisnis yang membantu para manajer dan karyawan perusahaan dalam membuat keputusan yang lebih berdasarkan informasi. Sistem-sistem yang menyediakan intelijen bisnis tersebut, menyajikan berbagai tingkatan manajemen, diantaranya sistem pendukung eksekutif untuk manajemen tingkat atas atau senior yang menyediakan data dalam bentuk grafis, diagram, dan dashboard yang dikirim via portal yang diambil berdasarkan berbagai sumber dari internal maupun eksternal perusahaan.

TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfung si pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh manajer. TPS dapat mengurangi waktu, meskipun orang masih harus memasukkan data ke sistem komputer secara manual. Transaction Processing System merupakan sistem tanpa batas yang memungkinkan organisasi berinteraksi dengan lilngkungan eksternal. Karena manajer melihat data-data yang dihasilkan oleh TPS untuk memperbaharui informasi setiap menit mengenai apa yang terjadi di perusahaan mereka. Dimana hal ini sangat peting bagi operasi bisnis dari hari ke hari agar sistem-sistem ini dapat berfungsi dengan lancar dan tanpa interupsi sama sekali.

Sistem Informasi Management (SIM) adalah Suatu Sistem Informasi Komputer yang menyediakan informasiI bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan dan juga dapat membantu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah disusun. Contoh : basis data. Sistem Pengolahan Transaksi (Transaction Processing System disingkat TPS) adalah sistem yang menjadi pintu utama dalam pengumpulan dan pengolahan data pada suatu organisasi. Tugas utama TPS adalah mengumpulkan dan mempersiapkan data untuk keperluan sistem informasi yang lain dalam organisasi, misalnya untuk kebutuhan sistem informasi manajemen, atau kebutuhan sistem informasi eksekutif. Sebuah Transaksi kadangkala juga disebut LUW (Logical Unit of Work), yang merupakan sederetan operasi yang berkedudukan sebagai satu kesatuan proses. Seluruh transaksi dianggap sukses, jika semua operasi berhasil dengan sukses dan perubahan disimpan ke dalam database. Seluruh transaksi dianggap gagal, jika ada satu operasi yang gagal dan perubahan tidak akan disimpan ke dalam database dan jika transaksi gagal, perubahan akan dihapus dari tabel dan diganti dengan nilai-nilai aslinya.

Istilah SPK mengacu pada suatu sistem yang memanfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan. Untuk memberikan pengertian yang lebih mendalam, akan

(3)

diuraikan beberapa difinisi mengenai SPK yang dikembangkan oleh beberapa ahli, diantaranya oleh Man dan Watson yang memberikan definisi sebagai berikut, SPK merupakan suatu sistem yang interaktif, yang membantu pengambil keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur maupun yang tidak terstruktur. Karakteristik sistem pendukung keputusan adalah dirancang untuk membantu pengambil keputusan dalam memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menambahkan kebijaksanaan manusia dan informasi komputerisasi. Dalam proses pengolahannya, sistem pendukung keputusan mengkombinasikan penggunaan model-model analisis dengan teknik pemasukan data konvensional serta fungsi-fungsi pencari / interogasi informasi.Sistem Pendukung Keputusan, dirancang sedemikian rupa sehingga dapat digunakan/dioperasikan dengan mudah. Sistem Pendukung Keputusan dirancang dengan menekankan pada aspek fleksibilitas serta kemampuan adaptasi yang tinggi.

Dengan berbagai karakter khusus diatas, SPK dapat memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Manfaat yang dapat diambil dari SPK adalah

1. SPK memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data / informasi bagi pemakainya.

2. SPK membantu pengambil keputusan untuk memecahkan masalah terutama berbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur.

3. SPK dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan. Walaupun suatu SPK, mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun ia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya, karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan.

Executive Support System (ESS) adalah data dari luar/lingkungan dan dari dalam. Contohnya seperti : • Processing: Interactive and graphical simulations

• Outputs: Projections • Users: Senior managers

Karena ESS mempunyai konsep dasar yang terdiri atas 3 hal yang berbeda dengan SPK, yaitu : a. Faktor penentu keberhasilan (critcal success factor) Adalah hal-hal (factor) yang menentukan keberhasilan atau kegagalan segala jenis kegiatan organisasi. Factor-faktor ini dalam setiap perusahaaan berbeda-beda tergantung dari kegiatan yang dilakukan.

b. Management By Exception (MBE), Perbandingan antara kinerja yang direncanakan dengan kinerja actual. Sehingga informasi dapat langsung didapat dan digunakan untuk menyelesaikan setiap permasalahan.

c. Model Mental, Peran utama EIS adalah membuat sari dari data dan informasi yang volumenya besar untuk meningkatkan kegunaannya. Pengambilan sari ini disebut penempatan informasi (information compression). Dimana menghasilkan suatu gambaran atau model mental dari operasi perusahaan. Model tersebut memungkinkan seseorang membuat penilaian dan

(4)

perkiraaan untuk memahami, memutuskan tindakan yang perlu diambil dan untuk mengembalikan pelaksanaannya.

4. Bagaimana sebuah sistem dapat menghubungkan antar perusahaan sehingga meningkatkan kinerja sebuah organisasi/perusahaan?

Aplikasi perusahaan dirancang untuk mengkoordinasikan beberapa fungsi dan proses bisnis sekaligus. Sistem perusahaan mengintegrasikan proses-proses bisnis yang penting di dalam lingkungan internal perusahaan ke dalam sebuah sistem tunggal terprogram guna meningkatkan koordinasi dan kinerja pengambilan keputusan. Sistem manajemen rantai pasokan membantu perusahaan dalam mengelola hubungannya dengan para pemasok dengan tujuan mengoptimalisasikan perencanaan, pemanfaatan sumber daya, penciptaan, dan pengiriman barang maupun jasa. Manajemen hubungan pelanggan mengordinasikan proses bisnis di sekeliling pelanggan perusahaan. Sistem manajemen pengetahuan memungkinkan perusahaan dalam mengoptimalkan penciptaan, pendistribusian, dan saling berbagi terkait bidang ilmu pengetahuan. Intranet dan ekstranet adalah jaringan khusus dalam perusahaan berdasarkan teknologi internet yang mengumpulkan informasi dari berbagai sistem yang terpisah. Ekstranet didesain untuk memberikan sebagian kecil akses ke jaringan intranet milik perusahaan kepada pihak luar.

Aplikasi enterprise (ERP) dapat meningkatkan kinerja organisasi/perusahaan dengan sistem informasi perusahaan yang dirancang untuk mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi dan aktifitas yang diperlukan untuk proses bisnis lengkap. Sistem ERP didasarkan pada database pada umumnya dan rancangan perangkat lunak modular. ERP merupakan software yang mengintegrasikan semua departemen dan fungsi suatu perusahaan ke dalam satu sistem komputer yang dapat melayani semua kebutuhan perusahaan, baik dari departemen penjualan, HRD, produksi atau keuangan. ERP merupakan software yang ada dalam organisasi/perusahaan yang bertujuan untuk:

- Otomatisasi dan integrasi banyak proses bisnis

- Membagi database yang umum dan praktek bisnis melalui enterprise - Menghasilkan informasi yang real-time

- Memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan

Supply Chain Management (SCM) memberikan keuntungan bagi seluruh bisnis perusahaan dengan menggunakan aplikasi terpadu yang memberikan dukungan sistem informasi kepada manajemen dalam hal pegadaan barang dan jasa bagi perusahaan sekaligus mengolola hubungan diantara mitra untuk menjaga tingkat kesediaan produk barang dan jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan secara optimal.SCM memiliki keterkaitan secara langsung dengan ERP terutama dari sisi logistik perusahaan, pebelian dan hutang serta manajemen mitra CRM lebih berfokus kepada upaya untuk memahami kebutuhan pelanggan agar dapat diberikan layanan secara cepat dan tepat serta meningkatkan kualitas hubungan antara organisasi dengan pelanggan. Dan KMS memberikan keuntungan bagi sebuah bisnis perusahaan dengan kumpulan perangkat, teknik, dan strategi untuk mempertahankan, menganalisa, mengorganisir, meningkatkan, dan membagikan pengertian dan pengalaman. Pengertian dan pengalaman semacam itu terbangun

(5)

atas pengetahuan, baik yang terwujudkan dalam seorang individu atau yang melekat di dalam proses dan aplikasi nyata suatu organisasi. Fokus dari MP adalah untuk menemukan cara-cara baru untuk menyalurkan data mentah ke bentuk informasi yang bermanfaat, hingga akhirnya menjadi pengetahuan.

Intranet dan ekstranet membantu perusahaan mengintegrasikan informasi dan proses bisnis dengan berbagai teknologi dan software yang sama platform sebagai internet. Mereka adalah cara mudah dan murah bagi perusahaan untuk meningkatkan integrasi dan mempercepat arus informasi dalam perusahaan (intranet saja) dan dengan pelanggan dan pemasok (extranet). Mereka menyediakan cara untuk mendistribusikan informasi dan menyimpan kebijakan perusahaan , program, dan data. Kedua jenis jaringan dapat disesuaikan oleh pengguna dan menyediakan satu titik akses ke informasi dari beberapa sistem yang berbeda. Bisnis dapat menghubungkan jaring untuk transaksi sistem pengolahan dengan mudah dan cepat. Antarmuka antara jaring dan TPS, MIS, DSS, dan ESS sistem menyediakan input dan output bagi pengguna.

5. Mengapa Sistem kolaborasi dan social business begitu penting dan teknologi apa yang digunakan ?

Kolaborasi adalah bentuk kerjasama, interaksi, kompromi beberapa elemen yang terkait baik individu, lembaga dan atau pihak-pihak yang terlibat secara langsung dan tidak langsung yang menerima akibat dan manfaat Sosial Business adalah bisnis dengan tujuan social yang memiliki tujuan sosial, perdagangan di pasar yang kompetitif dan menggunakan keuntungan mereka untuk manfaat masyarakat dalam sector industry. Kolaborasi dan sistem social business merupakan dua factor dalam penunjang naiknya nilai ekonomi dan taraf dari pendapat di dalam sebuah lingkungan masyarakat luas. Dengan manfaat , antara lain :

1. Bertumbuhnya nilai pendapatan

2. Hilangnya kesenjangan antar golongan

3. Adanya kualitas yang diperbaharui semakin baik dalam berbagai sektor bidang 4. Timbulnya banyak pekerja handal (Profesional Man)

5. Peningkatan Taraf hidup yang layak di dalam masyarakat

aktivitas yang terukur dan terstruktur untuk memproduksi output tertentu untuk kalangan pelanggan tertentu. Terdapat di dalamnya penekanan yang kuat pada “bagaimana” pekerjaan itu dijalankan di suatu organisasi, tidak seperti fokus dari produk yang berfokus pada aspek “apa”. Suatu proses oleh karenanya merupakan urutan spesifik dari aktivitas kerja lintas waktu dan ruang, dengan suatu awalan dan akhiran, dan secara jelas mendefinisikan input dan output merupakan salah satu yang mendukung untuk kolaborasi.

Beberapa alat – alat yang dapat menumbuhkan rasa kebersamaan untuk kolaborasi dan Sosial Business :

1. Perkataan yang jujur ke setiap manusia serta menjauhi kebohongan

(6)

3. Kemampuan dalam mengembangkan pola pikir imaginative dan inovatife

4. Menggunakan pola pikir dalam pengembangan

5. Meningkatkan kemampuan individual dalam melakukan pengajaran kelompok. Teknologi yang digunakan dengan sistem Komputerisasi baik Hardware maupun Sosftware dalam mengembangkan pola pikir yang imaginative dan inovatife yang meningkatkan kemampuan individual dalam membantu kelompok.

6.Apakah peran dan fungsi sistem informasi dalam bisnis ?

Teknologi informasi (TI) dan sistem informasi (SI) telah menjadi populer saat ini. Namun, para pemilik usaha yang masih awam terhadap SI mungkin masih belum mengetahui bagaimana kegunaan SI dalam bisnis mereka. Tentu saja sistem informasi yang dimaksud dalam tulisan ini adalah sistem informasi berbasis komputer. Berikut beberapa fungsi yang bisa dilakukan dengan menggunakan sistem informasi dalam proses bisnis:

1. Pemrosesan Transaksi

Sebuah toko atau swalayan menjual ratusan jenis barang (item). Toko/swalayan tersebut melayani banyak pembeli tiap harinya sehingga jumlah transaksinya juga banyak. Bayangkan jika pemrosesan transaksi (perhitungan harga) dilakukan secara manual oleh penjual, tentu saja hal tersebut akan memakan waktu yang lama dan peluang terjadinya kesalahan juga cukup besar. Waktu pemrosesan transaksi yang lama dan kesalahan dalam perhitungan harga bisa membuat pelanggan lari ke pesaing.

Kebanyakan toko dan swalayan saat ini telah memiliki mesin kasir untuk memproses transaksi penjualan. Mesin kasir tersebut umumnya terdiri dari barcode scanner untuk input barang, keyboard, CPU, monitor (ukurannya biasanya lebih kecil dibanding monitor komputer pada umumnya), printer untuk mencetak struk, dan juga perangkat lunak (software) untuk memproses transaksi. Daftar harga setiap barang telah tersimpan dalam basisdata dan dapat diperbarui (update) secara real-time. Perangkat lunak dalam mesin kasir telah diprogram untuk menerima input barcode dari barcode scanner atau kode barang dari keyboard lalu menentukan harga barang tersebut berdasarkan daftar harga pada basisdata. Selanjutnya, perangkat lunak tersebut akan mengalikan harga barang tersebut dengan jumlah pembeliannya dan kemudian akan menghitung total harga penjualan. Setelah pembeli melakukan pembayaran maka struk penjualan akan dicetak dengan printer.

Sistem yang dideskripsikan tadi dikenal dengan istilah Point of Sales (POS). Penggunaan POS tentu saja akan mempercepat pemrosesan transaksi dan meminimalkan peluang terjadinya kesalahan dalam perhitungan harga. Selain transaksi penjualan, tentu saja masih banyak terdapat jenis transaksi yang dapat dimudahkan pemrosesannya dengan teknologi informasi seperti transaksi pembelian, pembayaran hutang, pemberian piutang, dan sebagainya.

2. Pengawasan

Masih menggunakan ilustrasi toko/swalayan di atas, penggunaan POS juga memungkinkan pemilik usaha untuk mengawasi kinerja pegawainya (terutama kasir). Pemilik usaha dapat mengetahui berapa jumlah uang dan barang yang seharusnya ada saat ini untuk dicocokkan

(7)

dengan jumlah uang/barang sesungguhnya. Hal tersebut dapat dilakukan karena setiap transaksi yang diproses oleh POS akan tersimpan dalam basisdata. Demikian pula halnya dengan sistem informasi berbasis komputer selain POS, pengawasan dapat dilakukan karena setiap transaksi tersimpan dalam basisdata.

3. Pengingat

Sistem informasi berbasis komputer juga dapat digunakan untuk mengingatkan Anda terhadap tagihan yang harus dibayar besok atau jumlah piutang yang belum ditagih. Hal ini dapat dilakukan karena sistem akan menyimpan tagihan hutang atau piutang dalam basisdata dan akan melakukan pengecekan secara otomatis dan periodik apakah batas waktu tagihan sudah hampir terlewati atau belum. Keunggulan dari fungsi pengingat yang dimiliki oleh sistem informasi berbasis komputer adalah fungsi tersebut dijalankan secara otomatis tanpa pengguna harus mengecek sendiri.

4. Penggalian Informasi

Dengan disimpannya setiap transaksi dalam basisdata, maka kita dapat menggali informasi dari basisdata transaksi tersebut sesuai dengan kebutuhan kita. Baik laporan detail maupun laporan rekap penjualan harian dapat dihasilkan dari basisdata tersebut. Beberapa informasi lain yang sering dibutuhkan oleh pelaku usaha toko/swalayan adalah barang apa saja yang tingkat perputarannya tinggi, stok barang, jumlah hutang dan piutang, serta masih banyak lagi informasi menarik yang dapat diperoleh dari basisdata transaksi. Format laporan juga bisa disajikan dalam bentuk tabel, grafik, atau bahkan animasi. Informasi-informasi tersebut nantinya dapat digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan bisnis. Keunggulan utama dari sistem informasi berbasis komputer adalah sifatnya yang online dan real-time.

(8)

TUGAS

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

(9)

VIVI NOVIANA (1635010044) FAUZI SULTONI AS’AD (1635010055)

SITI ZAKIYATUL M. (1635010077)

KRISNA MURTI (1635010083)

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR

Figur

Memperbarui...

Related subjects :