• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Group Therapy Terhadap Psychological Well-Being Remaja Panti Asuhan - Ubaya Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Group Therapy Terhadap Psychological Well-Being Remaja Panti Asuhan - Ubaya Repository"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

xvi

Fenny Yonatan. (91241606). Pengaruh Group Therapy terhadap Psychological Well-being Remaja Panti Asuhan. Tesis. Program Magister Psikolog. Surabaya: Fakultas Psikologi Universitas Surabaya, Psikologi Klinis (2015).

INTISARI

Remaja membutuhkan kehadiran keluarga khususnya orang tua, sebagai unit terkecil bagi anak, untuk dapat memiliki PWB yang optimal. Sebaliknya, ketidakhadiran orang tua seperti yang dirasakan oleh anak yang tinggal di panti asuhan menghambat individu untuk menjadi pribadi yang matang, harmonis, dan memiliki PWB yang optimal. Dalam usaha mengoptimalkan PWB remaja di panti asuhan, salah satu intervensi yang dapat diberikan adalah group therapy. Proses

group therapy memberikan beberapa manfaat yaitu partisipan tidak merasa

menghadapi masalah seorang diri (saling mendukung dan menguatkan melalui

sharing), belajar menjalin hubungan interpersonal yang baik dalam kelompok,

belajar akan penyelesaian masalah bersama, dan mendapat insight tentang masalah pribadi.

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh group therapy dalam meningkatkan PWB. Partisipan dalam penelitian ini adalah enam orang remaja yang tinggal di panti asuhan “X” (usia 12-18 tahun), mempunyai PWB yang tidak optimal, dan bersedia mengikuti group therapy. Pertemuan group therapy diadakan selama lima pertemuan (minimal satu pertemuan dalam seminggu).

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental dengan menggunakan desain penelitian one group pretest-posttest design. Teknik pengukurannya menggunakan angket tertutup PWB 84 aitem yang dimodifikasi dari Christie (2008) dan angket terbuka dan tertutup PWB. Kedua alat ukur ini berdasar pada teori PWB Ryff (1989). Hasil analisis statistik angket tertutup PWB (84 aitem) menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan PWB yang signifikan (0.293; p>0.05). Akan tetapi, dari hasil analisis statistik angket terbuka dan tertutup PWB menunjukkan adanya perbedaan PWB yang signifikan (0.048; p<0.05). Hal ini dikarenakan angket tertutup PWB (84 aitem) mengandung aspek kognitif, afektif, dan perilaku (pengalaman), sedangkan angket tertutup dan terbuka PWB hanya mengandung aspek kognitif dan afektif. Berdasarkan hasil angket tertutup dan terbuka diketahui bahwa pemberian intervensi group therapy dapat meningkatkan dimensi PWB penguasaan lingkungan (0.039), tujuan hidup (0.027), dan pertumbuhan pribadi (0.042) secara signifikan.

(2)

xvii

Fenny Yonatan. (91241606). Effect of Group Therapy on Psychological Well-being of Youth Orphanage. Thesis. Program Magister Psikolog. Surabaya: Fakultas Psikologi Universitas Surabaya, Psikologi Klinis (2015).

ABSTRACK

Adolescents need the presence of the family, especially the parents, as the smallest unit for children, to be able to have optimal PWB. Conversely, the absence of parents as perceived by children living in orphanages hamper private individuals to become mature, harmonious, and have optimal PWB. In an effort to optimize the PWB teenagers at the orphanage, one of the interventions that can be given is group therapy. The process of group therapy can provide some benefits that participants do not feel face the problem alone (mutual support and strengthen through sharing), learn to establish good interpersonal relationships within the group, learn about problem solving together, and get insight about their personal problems.

This study aims to look at the effect of group therapy in improving the PWB. Participants in this study were adolescents who lived in the orphanage "X" (12-18 years old), has a PWB that is not optimal, and willing to participate in group therapy. Group therapy meetings held over five times (at least once a week).

This study is an experimental quantitative research using one group pretest-posttest design research. Measurement technique using a 84-item closed questionnaire modified from Christie (2008) and the open and closed questionnaire. Both this measure is based on the theory of Ryff’s PWB (1989). Statistical analysis of closed questionnaire (84-item) showed that there was no significant difference in the PWB (0.293; p> 0.05). However, from the results of statistical analysis of open and closed questionnaire showed significant differences in the PWB (0.048; p <0.05). This is because the closed questionnaire (84-item) contain cognitive, affective, and behavioral (experience) aspects, while the closed and open questionnaire contain only the cognitive and affective aspects. Based on the results of open and closed questionnaire is known that the group therapy intervention can improve PWB, especially dimension the environmental mastery (0.039), the purpose of life (0.027), and personal growth (0.042) significantly.

Referensi

Dokumen terkait

Can you think of other risks to cultural heritage?.. Examples of different types of events and processes that cause damage and loss of value to heritage assets. Image courtesy

Untuk memantau angka lempeng sediaan uji yang telah diinokulasi, gunakan media agar yang sama seperti media untuk biakan awal mikroba yang bersangkutan, Jika tersedia inaktivator

Reduksi sulfat yang dilakukan oleh bakteri pereduksi sulfat di air panas sarongsong setelah 7 hari perlakuan, pada stasiun tiga (S3) lebih besar dibandingan pada S1

Analisis Kesalahan Siswa Berdasarkan Kategori Kesalahan Menurut Watson Dalam Menyelesaikan Permasalahan Statistika Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 2 Genteng; Nanik Mujayanti,

7.3 Sumber ketiga untuk nama badan usaha, kawasan, dan bangunan ialah bahasa asing yang sulit dicari padanannya dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah atau

Oleh sebab itu, hal tersebut mwnjadi dasar bagi tujuan penelitian ini yaitu: mensintesis senyawa imina turunan vanilin dan 2-hidroksi asetofenon

( market-based view ); (4) Masukan bagi konsumen jasa pendidikan tinggi swasta sebagai bahan evaluasi apakah keinginan mereka ( voice of the customers ) telah

Pembelajaran berjalan dengan lancer, yang diawali dengan presentasi kelompok yang bertugas dalam menjadi pemateri, kemudian ada sesi tanya jawab sekaligus diluruskan oleh