• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANATOMI FISIOLOGI SISTEM PERSARAFAN PADA (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANATOMI FISIOLOGI SISTEM PERSARAFAN PADA (1)"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

ANATOMI FISIOLOGI SISTEM PERSARAFAN

Dosen : SEPSI D, S.Kep. NS

Disusun oleh:

Kelompok : IX

1. Akhlun nasar 2. Desi natalia 3. Difaturrahman 4. Mutmainah 5. Widyawati N

AKADEMI KEPERAWATAN PEMKAB KOTAWARINGIN TIMUR 2015

(2)

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa. Karena atas berkat dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas tentang anatomi fisiologi sistem persarafan.

Makalah ini dibuat sebagai bahan pembelajaran bagi mahasiswa, khususnya dalam pelajaran keperawatan. Makalah ini disusun dari berbagai sumber yang mempunyai relevansi yang sangat erat dengan pendidikan keperawatan yang diambil dari buku dan media elektronik. Makalah ini disusun dalam bentuk yang simple dan menarik agar mudah dimengerti oleh kita semua.

Akhirnya, penulis berharap semoga makalah ini dapat dipergunakan dengan semestinya dan dapat bermanfaat bagi kita semua. penulis juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu masukan-masukan baik berupa kritik dan saran sangat penulis harapkan demi penyempurnaan penyusunan makalah yang akan datang. .

Sampit, Mei 2015

Penyusun

(3)

DAFTAR ISI

Kata pengantar ... ii

Daftar isi ... iii

BAB I PENDAHULUAN : 1.1 Latar belakang ... 1

1.2 Rumusan masalah ... 1

1.3 Tujuan Penulisan ... 1

BAB II PEMBAHASAN : 2.1 Neuron ..…...………... 1

2.2 Macam-macam sel neuron ...………..………. 3

2.3 Neuroglia ...……… 4

2.4 SSP (sistem saraf pusat) ...………. 4

2.5 SST (sistem saraf tepi) ...……… ... 5

BAB III PENUTUP : 3.1 Kesimpulan ... 8

3.2 Saran ... 8 Daftar pustaka

iii

(4)

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem saraf manusia merupakan jalinan jaringan saraf yang saling berhubungan, sangat khusus, dan kompleks. Sistem saraf ini mengoordinasikan, mengatur, dan mengendalikan interaksi antara seorang individu dengan lingkungan sekitarnya. Sistem tubuh yang penting ini juga mengatur aktivitas sebagin besar sistem tubuh lainnya. Tubuh mampu berfungsi sebagai satu kesatuan yang harmonis karena pengaturan hubungan saraf diantara berbagai sistem (Price dan Wilson, 2005).

Fenomena mengenai kesadaran, daya pikir, daya ingat, bahasa, sensasi, dan gerakan semuanya berasal dari sistem ini. Oleh karena itu, kemampuan untuk memahami, belajar, dan berespon terhadap rangsangan merupakan hasil dari integrasi fungsi sistem saraf, yang memuncak dalam kepribadian dan perilaku seseorang (Price dan Wilson, 2005).

1.2 Rumusan masalah

Bagaimana anatomi dan fisiologi sistem saraf? 1.3 Tujuan

Tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui anatomi dan fisiologi sistem saraf.

(5)

PEMBAHASAN 2.1 Susunan Sistem Saraf

Sistem saraf terdiri dari neuron (sel saraf) dan sel gli 2.1.1 Neuron (sel saraf)

Neuron atau sel saraf yaitu merupakan sel yang terpanjang yang dimilki oleh tubuh manusia dan bertugas untuk menerima dan menghantarkan impuls ke tempat yang dituju.Fungsi sel saraf adalah mengirimkan pesan (impuls) yang biasanya sangat panjang. Sebaliknya, dendrit pendek.

Setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan minimal satu dendrit. Kedua serabut saraf ini berisi plasma sel. Pada bagian luar akson terdapat lapisan lemak disebut mielin yang merupakan kumpulan sel Schwann yang menempel pada akson. Sel Schwann adalah sel glia yang membentuk selubung lemak di seluruh serabut saraf mielin. Membran plasma sel Schwann disebut neurilemma. Fungsi mielin adalah melindungi akson dan memberi nutrisi. Bagian dari akson yang tidak terbungkus mielin disebut nodus Ranvier , yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls.

Nodus Ranvier adalah bagian atau titik pada akson yang tidak terbungkus selubung mielin. Nodus Ranvier memiliki diameter sekitar 1 mikrometer. Nodus Ranvier ditemukan oleh Louis-Antoine Ranvier. Selubung mielinberfungsi sebagai pelindung akson dan membungkusnya, namun selubung ini tidak membungkus secara keseluruhan, dan yang tidak terbungkus merupakan Nodus Ranvier.

Selubung Mielin adalah lapisan phospholipid yang mengelilingi akson pada banyak neuron. Sel Schwann mengsuplai mielin untuk neuron periferal, dimana oligodendrosit mengsuplai ke sistem saraf pusat. Mielin merupakan karakteristik dari vertebrata (gnathostome), tetapi juga diangkat oleh evolusi pararel beberapa invertebrata.

(6)

1. Saraf sensorik/aferen yaitu neuron yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat (SSP).

2. Saraf motorik/eferen yaitu neuron yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari SSP ke efektor.

3. Saraf asosiasi/interneuron yaitu neuron yang menghubungkan antara neuorn sensorik satu dengan neuron motorik yang lain. Berdasarkan tempatnya dibedakan menjadi neuron ajustor yang berfungsi untuk menghubungkan neuron sensorik dengan neuron motorik di dalam Sistem Saraf Pusat (SSP). Selain itu ada juga neuron konektor yang secara umum menghubungkan antara satu sel neuron dengan sel neuron yang lain.

b.Berdasarkan strukturnya

1. Neuron unipolar (neuron berkutub satu) yaitu neuron yang memiliki satu buah axon yang bercabang.

2. Neuron bipolar (neuron berkutub dua) yaitu neuron yang memiliki satu axon dan satu dendrite.

3. Neuron multipolar (neuron berkutub banyak) yaitu neuron yang memiliki satu axon dan sejumlah dendrite.

2) Komunikasi antar sel

Komunikasi antar sel saraf adalah melalui penghantaran impuls. Hubungan penyampaian impuls dari satu neuron ke neuron yg lain disebut Sinapsis. Biasanya terjadi di ujung percabangan axon dengan ujung dendrite neuron yang lain. Celah antara satu neuron dengan neuron yang lain disebut dengan celah sinapsis. Di dalam celah sinapsis inilah terjadi loncatan-loncatan listrik yang bermuatan ion, baik ion positif dan ion negatif. Di dalam celah sinapsis ini juga terjadi pergantian antara impuls yang satu dengan yang lain, sehingga diperlukan enzim kolinetarase untuk menetralkan asetilkolin pembawa impuls yang ada. Dalam celah sinapsis juga terdapat penyampaian impuls dengan bantuan zat kimia berupa asetilkolin yang berperan sebagai pengirim (neurotransmitter/neurohumor).

Muatan listrik yang terjadi dalam satu axon akan memiliki muatan listrik yang berbeda antara lapisan luar dan lapisan dalam axon.

(7)

b) Depolarisasi yaitu keadaan bekerjanya sel neuron yang memperlihatkan muatan listrik positif di bagian dalam dan muatan listrik negative di bagian luar. Keadaan ini merupakan keadaan sel neuron yang mendapatkan impuls atau menerima implus.

2.1.2 Neuroglia

Neuroglia merupakan suatu matriks jaringan penunjang khusus, fungsi neuroglia diantaranya adalah memberi nutrisi pada sel saraf. Macam-macam neuroglia diantaranya adalah astrosit, oligodendrogli, mikroglia, dan sel schwan. a. Mikroglia adalah tipe dari sel glial yang merupakan sel imun pada sistem saraf

pusat. Mikroglia, sel glial terkecil dapat juga beraksi sebagai fagosit, membersihkan debris sistem saraf pusat. Kebanyakan merupakan sebagai representatif sistem imun otak dan medula spinalis.Mikroglia adalah sepupu dekat sel fagosit lainnya, termasuk makrofaga dan sel dendritik. Mikroglia memainkan beberapa peran penting dalam melindungi sistem saraf.

b.Astrosit atau Astroglia berfungsi sebagai “sel pemberi makan“ bagi neuron yang ada di dekatnya.

Astrosit dibedakan atas:

1. Astrosit dengan beberapa juluran panjang disebut astrosit fibrosa dan berlokasi di substansia putih.

2. Astrosit protoplasmatis, dengan banyak cabang-cabang pendek ditemukan dalam substansi kelabu.

Badan sel Astrosit berbentuk bintang dengan banyak tonjolan dan kebanyakan berakhir pada pembuluh darah sebagai kaki ‘perivaskular’ atau ‘foot processes’. c. Oligodendrosit merupakan sel glia yang berperan membentuk selaput mielin

dalam SSP.Sel ini mempunyai lapisan dengan substansi lemak yang mengelilingi serabut-serabut akson sehingga terbentuk selubung mielin. Dibanding astrosit, oligodendrosit mempunyai badan sel yang relatif lebih kecil.

(8)

Neuroglia secara struktur menyerupai neuron, tetapi neuroglia tidak dapat menghantarkan impuls saraf, suatu fungsi yang merupakan bagian yang paling berkembang pada neuron.

Perbedaan lain yang penting adalah neuroglia tidak pernah kehilangan kemampuan untuk melakukan pembelahan. Kemampuan ini tidak dipunyai oleh neuron, khususnya neuron dalam SSP. Karena alasan inilah kebanyakan tumor–tumor otak adalah Gliomas atau tumor yang berasal dari sel–sel glia.

2.2 Jenis Sistem Saraf

2.2.1 SSP (Sistem Saraf Pusat) 1.Otak

Diselimuti oleh selaput otak yang disebut selaput meninges. Selaput meninges terdiri dari 3 lapisan :

a. Lapisan durameter yaitu lapisan yang terdapat di paling luar dari otak dan bersifat tidak kenyal. Lapisan ini melekat langsung dengan tulang tengkorak. Berfungsi untuk melindungi jaringan-jaringan yang halus dari otak dan medula spinalis.

b. Lapisan araknoid yaitu lapisan yang berada dibagian tengah dan terdiri dari lapisan yang berbentuk jaring laba-laba. Ruangan dalam lapisan ini disebut dengan ruang subaraknoid dan memiliki cairan yang disebut cairan serebrospinal. Lapisan ini berfungsi untuk melindungi otak dan medulla spinalis dari guncangan.

c. Lapisan piameter yaitu lapisan yang terdapat paling dalam dari otak dan melekat langsung pada otak. Lapisan ini banyak memiliki pembuluh darah. Berfungsi untuk melindungi otak secara langsung.

Otak dibagi menjadi beberapa bagian : a) Cerebrum/Otak besar

Cerebrum merupakan bagian otak yang memenuhi sebagian besar dari otak kita yaitu 7/8 dari otak. Mempunyai 2 bagian belahan otak yaitu otak besar belahan kiri yang berfungsi mengatur kegaiatan organ tubuh bagian kanan. Kemudian otak besar belahan kanan yang berfungsi mengatur kegiatan organ tubuh bagian kiri. Cerebrum terdiri dari koreteks serebri, basal ganglia dan rheniensefalon. 1) korteks serebri

(9)

sesuai dengan tulang kranium. Lapisan korteks mempunyai 4 macam lobus yaitu :

• Lobus frontal berfungsi sebagai pusat penciuman, indera peraba. • Lobus temporal berungsi sebagai pusat pendengaran

• Lobus oksipetal berfungsi sebagai pusat pengliihatan.

• Lobus parietal berfungsi sebagai pusat ingatan, kecerdasan, memori, kemauan, nalar, sikap.

Fungsi korteks serebri :

 korteks muncul primer (area 4,6,8)

- mengontrol gerakan volunter otot dan tulang pada sisi tubuh kontralateral

- lesi area 4 akan mengakibatkan paralisis kontralateral dari kumpulan otot yang disarafi

- area 6 dan 8 pada perangsangan akan timbul gerakan mata dan kepala

 Koteks sensorik primer (3,4,5) - Penerima sensasi umum - Menerima serabut saraf

- Terdapat homunkulus sensorik

 Korteks visual (penglihatan) area 17

-terletak dilobus oksipital pada fisura kalkarina - lesi iritatif menimbulkan halusinasi visual

- lesi destruktif menimbulkan gangguan lapangan pandang - menerima impuls dari radio-optika

 Korteks auditorik (pendengaran) primer area 41

-terletak pada transvers temporal girus di dasar visura lateralis serebri - menerima impuls dari radiasioauditorik yang berasal dari korpus genikulatum medialis

 Area penghidu (area reaptif olfaktorius)

-terletak di daerah yang berdekatan dengan girus parahipotalamus lobus temporalis

- kerusakan jalur olfaktorius menyebabkan anosmia - lesi iritasi menimbulkan halusinasi olfaktorius

 Area asosiasi

- korteks yang mempunyai hubungan dengan area sensorik maupun motorik

H - kerusakan daerah asosiasi akan menimbulkan gangguan dengan gejala yang sesuai dengan tempat kerusakan

(10)

H Basal ganglia merupakan nuklei subkortikalis yang berasal dari telensefalon. Basal ganglia terdiri dari beberapa elemen saraf sebagai berikut :

H -nukleus kaudatus dan putamen H - globus palidus

H - korpus amigdaloideum

H secara fungsional basal ganglia merupakan satu satuan fungsi dari :

H -nukleus kaudatus dan putamen H - nuklesus subtalmikus

H - subtansia nigra H - nukleus rubra H 3) Rinensefalon

H Rinensefalon merupakan bagian otak yang terdiri atas jaringan alo-korteks yang melingkar sekeliling hilus hemisfer serebri serta berbagai struktur lain yang lebih dalam yaitu amigdala, hipokampus dan nuklei septal. Fungsi rinensefalon :

H - perilaku makan

H - bersama dengan talamus memerangi perilaku seksual, emosi, serta motivasi

H -perubahan tekanan darah dan pernapasan H -hiperfagia dan komnifagia

b) Mesencephalon/Otak tengah

Mesencephalon merupakan bagian otak yang terletak di depan cerebellum dan jembatan varol. Berfungsi sebagai pusat pengaturanan refleks mata, refleks penyempitan pupil mata dan pendengaran.

c) Diencephalon/Otak depan

Diencephalon merupakan bagian otak yang terletak dibagian atas dari batang otak dan di depan mesencephalon.Diencephalon terdiri dari :

- Talamus yang berfungsi untuk stasiun pemancar bagi impuls yang sampai di otak dan medulla spinalis. asosiasi, dan nuklei proyeksi subkortikal

(11)

Cerebellum merupakan bagian otak yang terletak di bagian belakang otak besar. Berfungsi sebagai pusat pengaturan koordinasi gerakan yang disadari dan keseimbangan tubuh serta posisi tubuh.Terdapat 2 bagian belahan yaitu belahan cerebellum bagian kiri dan belahan cerebellum bagian kanan yang dihubungkan dengan jembatan varoli/ponds varoli yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari kedua bagian cerebellum. Jadi ponds varoli berfungsi sebagai penghantar impuls dari otot-otot kiri dan kanan tubuh.

Sifat dan fungsi saraf otak Urutan

saraf

Nama saraf Sifat saraf Memberikan saraf untuk dan fungsi saraf

I N. olfaktorius sensoris Hidung, sebagai alat penciuman

II N. optikus sensoris Bola mata, untuk penglihatan III N.okulomotariu

s

motorik Penggerak bola mata dan mengangkat kelopak mata IV N. troklearis motorik Mata, memutar mata dan

penggerak bola mata

Rahang atas, palatum, dan hidung

Rahang bawah dan lidah VI N. abdusen motorik Mata, penggoyang sisi mata VII N. fasialis motorik dan sensoris Otot lidah, penggerak sisi

lidah dan selaput lendir rongga mulut

VIII N. auditorius sensoris Telingga,rangsangan pendengaran

IX N.

glosofaringeus

Sensoris dan motorik Faring, tonsil, dan lidah. rangsangan cita rasa X N. vagus Sensoris dan motorik Faring, laring, paru dan

esofagus

XI N. aksesorius motorik Leher dan otot leher XII N. hipoglosus motorik Lidah, cita rasa, dan otot

lidah 2. Medula

(12)

Disebut juga dengan sumsum lanjutan atau penghubung atau batang otak.Terletak langsung setelah otak dan menghubungkana dengan medulla spinalis, di depan cerebellum.Susunan kortexmya terdiri dari neeurit dan dendrite dengan warna putih dan bagian medulla terdiri dari bdan sel saraf dengan warna kelabu.Berfungsi sebagai pusat pengaturan ritme respirasi, denyut jantung, penyempitan dan pelebaran pembuluh darah, tekanan darah, gerak alat pencernaan, menelan, batuk, bersin,sendawa.

b. Medulla spinalis

Disebut juga dengan sumsum tulang belakang dan terletak di dalam ruas-ruas tulang belakang yaitu ruas tulang leher sampai dengan tulang pinggang yang kedua.Berfungsi sebagai pusat gerak refleks dan menghantarkan impuls dari organ ke otak dan dari otak ke organ tubuh.

2.2.2 SST (Susunan Saraf Tepi/Perifer)

Merupakan sistem saraf yang menghubungkan semua bagian tubuh dengan sistem saraf pusat.

1. Sistem saraf sadar/somatik

Merupakan sistem saraf yang kerjanya berlangsung secara sadar/diperintah oleh otak. Indra somatik dapat digolongkan menjadi tiga jenis yaitu :

a. Inra somatik mekanoreseptif

Yang di rangsang oleh pemindahan mekanisme sejumlah jaringan tubuh, meliputi indra raba, tekanan, tekanan yang menentukan posisi relatif, dan kecepatan gerakan berbagai bagian tubuh,yang dikelompokkan sebagai berikut : 1) sensasi eksteroreseptif => sensasi dari permukaan tubuh

2) sensasi proprioseptif => sensasi yang berhubungan dengan keadaan fisik tubuh termasuk sensasi kinestetik, sensasi tendo dan otot, tekanan dari dasar kaki 3) sensasi viseral => sensasi dari visera tubuh organ dalam yang berasal dari

jaringan dalam seperti tulang atau fasia terutama meliputi tekanan nyeri dan getaran dalam

b. Indra termoreseptor, mendeteksi panas dan dingin

c. Indra nyeri, digiatkan oleh faktor apa saja yang merusak jaringan, perasaan kompleks karena menyertakan sensasi perasaan dan emosi

2.Sistem saraf Otonom

(13)

bagian yaitu saraf simpatik dan saraf parasimpatik yang keduanya bekerja secara antagonis/berlawanan.

a. Sistem saraf simpatik

Saraf simpatik merupakan 25 pasang simpul saraf (ganglion) yang terdapat di medulal spinalis. Disebut juga dengan sistem saraf thorakolumbar karena saraf ini keluar dari vertebrae thorak ke-1 sampai ke-12 dan vertebrae kolumbar ke-1 sampai dengan ke-3.Beberapa fungsi sistem saraf simpatik yaitu :

- Mempercepat denyut jantung - Memperlebar pembuluh darah - Menghambat pengeluaran air mata - Memperluas/memperlebar pupil - Menghambat sekresi air ludah - Memperbesar bronkus

- Mengurangi aktivitas kerja usus - Menghambat pembentukan urine b. Sistem saraf parasimpatik

Saraf parasimpatik merupakan sistem saraf yang keluar dari daerah otak.Terdiri dari 4 saraf otak yaitu saraf nomor III (okulomotorik), nomor VII (Facial), nomor IX (glosofaring), nomor X (vagus). Disebut juga dengan sistem saraf craniosakral karena saraf ini keluar dari daerah cranial dan juga dearah sakral. Beberapa fungsi sistem saraf parasimpatik yaitu :

- Memperlambat denyut jantung - Mempersempit pembuluh darah - Memperlancar pengeluaran air mata - Memperkecil pupil

- Memperlancar sekresi air ludah - Menyempitkan bronkus

(14)

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan

Sistem saraf manusia merupakan jalinan jaringan saraf yang mengoordinasikan, mengatur, dan mengendalikan interaksi antara seorang individu dengan lingkungan sekitarnya. Kemampuan khusus seperti iritabilitas, atau sensitivitas terhadap stimulus, dan konduktivitas, atau kemampuan untuk mentransmisi suatu respons terhadap stimulasi, diatur oleh sistem saraf dalam tiga cara utama: input sensorik, antivitas integratif, dan output motorik. Unit fungsional sistem saraf adalah neuron. Secara umum, setiap neuron terdiri dari: badan sel, dendrite, dan akson. Sistem saraf dibagi menjadi: sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan medulla spinalis. Sistem saraf perifer terdiri dari saraf cranial yang berasal dari otak dan saraf spinal yang berasal dari medulla spinalis.

(15)

Referensi

Dokumen terkait

!elaporan insiden keselamatan pasien merupakan kegiatan yang penting dalam mengupayakan keselamatan pasien, hal ini berman$aat sebagai proses pembelajaran bersama

Ketika dia membungkuk hendak mengambil Jimat Hati Dewa yang masih berada dalam genggaman tangan kiri Lasedayu tiba-tiba tidak disangka-sangka kaki kanan orang yang diduga

Selain itu media buku panduan objek wisata Kabupaten Pangandaran dinilai efektif bagi Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran karena dapat membantu wisatawan dan

Untuk menyebut di antara ilmuwan dimaksud adalah Fazlur Rahman dari Pakistan yang menunjukkan pentingnya hermeneutika dalam kajian Islam, Syahrur dari Syria yang

• Desa Kemang Kec.Lembak Kab.Muara Enim Prov. B, perihal kewaspadaan kebakaran hutan dan lahan tahun 2017, berkenaan dengan itu dimintakan kepada Bupati/Walikota untuk

Pada Gambar 1, secara garis besar penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahapan diantaranya studi literatur dan pengambilan data yang nantinya data tersebut digunakan

Alpriany (2011) menambahkan pengertian SMRS yaitu Sistim Informasi Manajemen Rumah Sakit adalah sistem komputerisasi yang memproses dan mengintegrasikan seluruh alur

Dimana dalam mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan rasa minat dan prestasi belajar pada siswa dengan menggunakan berbagai metode