• Tidak ada hasil yang ditemukan

laporan lalat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "laporan lalat"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Pengendalian Vektor A

Identifikasi Lalat

DISUSUN OLEH :

Kelompok 2 Hiegene II (Reg B)

Emirra Dalfiyanti N (P07133115047)

Epi Anggraeni (P07133115048)

Evicka Sekar A.A (P07133115049)

Fefiana NurKhasanah (P07133115050)

Fitriana Indah M (P07133115051)

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA

PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN DIPLOMA 3

(2)

Hari/tanggal : Rabu, 16 November 2016

Materi Praktik : Identifikasi Lalat

Tujuan :

1. Dapat mengidentifikasi lalat yang penting dalam bidang kesehatan

2. Dapat membedakan jenis kelamin masing-masing spesies lalat.

A. Dasar Teori

(3)

Penularan penyakit dapat terjadi melalui semua bagian dari tubuh lalat seperti : bulu badan, bulu pada anggota gerak, muntahan serta faecesnya. Dalam upaya pengendalian penyakit menular tidak terlepas dari usaha peningkatan kesehatan lingkungan, salah satu kegiatannya adalah pengendalian vektor penyakit.

Pengendalian vektor penyakit merupakan tindakan pengendalian untuk mengurangi atau melenyapkan gangguan yang ditimbulkan oleh binatang pembawa penyakit, seperti lalat . Saat ini banyak sekali metode pengendalian lalat yang telah dikenal dan dimanfaat kan oleh manusia. Prinsip dari metode pengendalian lalat adalah pengendalianitu dapat mencegah perindukan lalat yang dapat menyebabkan gangguan terhadap kesehatan manusia.

B. Alat dan Bahan  Lalat  Klorofom  Pinset  Petridish  Lup

C. Cara Kerja

1. Memasukan kapas yang telah dibasahi kedalam gelas plastic yang berisi lalat, kemudian tutup rapat.

2. Menunggu lalat mati/pingsan.

3. Mengamati lalat yang telah mati menggunakan lup.

(4)

C. HASIL DAN PEMBAHASAN

Jenis Lalat Jumlah Cirri - Ciri

Musca domestica jantan

 Matanya besar menonjol

 Sepasang sungut terletak didepan mata,

tiap sungut terdiri atas ruas dasar berbentuk gada dengan sehelai rambut yang bercabang-cabang

 Torax dorsal bertanda 4 garis

membujur

 Abdomennya berwarna

kekuning-kuningan, ruas terakhir berwarna coklat kehitaman

 Tiga pasang kakinya ditutupi oleh

rambut lebat

 Sayapnya sepasang, tipis serta tembus

cahaya, warnanya kelabu pucat dan

 Berwarna hijau metalik atu mengkilat.  Ukuran ±1,5 kali lalat rumah.

 Sayap jernih dengan guratan urat-urat

yang jelas.

 Permukaan tubuh tertutup dengan

bulu-bulu pendek di selingi dengan sederetan bulu yang keras dan jarang letaknya.

 Tiap-tiap batas ruas terdapat duri keras

dan pendek yang melingkar.

(5)

Dari hasil analisa diatas, dapat disimpulkan bahwa hasil penangkapan lalat yaitu jenis

Referensi

Dokumen terkait

Kedua spesies lalat buah cenderung memilih untuk meletakkan telur pada tingkat kekerasan skala 5 dan 6 atau pada tingkat kematangan buah sedang dengan warna kulit

Fraktur yang mempunyai hubungan dengan dunia luar melalui luka pada kulit dan jaringan lunak, dapat berbentuk from within (dari dalam) atau from without (dari

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Cara penyerangan lalat buah yang terdapat di Kota Banda Aceh dimulai dari pemilihan bau, penususkan kulit

Dengan terbukanya barier jaringan lunak maka patah tulang tersebut terancam untuk terjadinya infeksi seperti kita ketahui bahwa periode 6 jam sejak patah tulang tebuka luka yang

Kerusakan pada kulit berhubungan dengan : suhu penyebab luka bakar, penyebab panas, lama terbakar, jaringan ikat yang terkena, lapisan dari struktur  kulit yang terkena menyebabkan

Osteomyelitis adalah infeksi dari jaringan tulang yang mencakup sumsum Osteomyelitis adalah infeksi dari jaringan tulang yang mencakup sumsum dan atau kortek

6  Indikasi umumnya pada fraktur humerus dengan non-union infeksi, defek atau kehilangan tulang, dengan luka bakar, serta pada luka terbuka dengan cedera jaringan lunak yang

Kontak seksual melalui vagina dan anal memiliki resiko yang lebih besar untuk menularkan HIV dibandingkan dengan kontak seks secara oral Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan