* Tingkat penggerak aktual : 10.000 jam tenaga kerja
langsung, 8.000 jam mesin, 25 penyetelan, dan 15.000
pesanan.
MAKALAH AKUNTASI MANAJEMEN
PENGGUNAAN ANGGARAN UNTUK EVALUASI
KERJA
DISUSUN OLEH:
DEWI FEBY W.
1432501169
KHUSNA AULIA
1432502068
FRISKA DUMA RIA
1432500443
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan rahmat-Nya, penyusun telah dapat
menyelesaikan sebuah makalah berjudul “ Penggunaan Anggaran Untuk Evaluasi Kerja “. Tugas ini
disusun untuk menyelesaikan tugas dalam mata kuliah Akuntansi Manajemen pada program studi Akuntansi Universitas Budi Luhur. Melalui kesempatan ini penyusun menyampaikan ucapan terimakasih
kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian tugas ini.
Penyusun sudah berusaha sebaik mungkin dalam penyelesaian tugas ini. Namun, penyusun
menyadari dalam penyusunan tugas ini masih banyak terdapat kekurangan dan masih jauh dari
kesempurnaan , oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca.
Penyusun juga berharap tugas ini dapat memperkaya ilmu pengetahuan dibidang Akuntansi Manajemen.
Jakarta, Mei 2016
PENGGUNAAN ANGGARAN UNTUK EVALUASI KEJA
Anggaran adalah alat pengendalian yang berguna. Akan tetapi, dua pertimbangan utama harus diperhatikan agar dapat digunakan dalam evaluasi kinerja. Pertama adalah menetapkan bagaimana jumlah yang di anggarkan seharusnya dibandingan dengan hasil aktual. Pertimbangan kedua melibatkan dampak anggaran atas perilaku manusia.
Anggaran Statis versus Anggaran Fleksibel
Anggaran dapat digunakan untuk perencanaan dan pengendalian. Dalam perencanaan, perusahaan menyiapkan suatu anggaran induk berdasarkan perkiraan terbaik mereka atas tingkat penjualan yang akan dicapai pada tahun berikutnya. Akan tetapi, tingkat aktivitas aktual biasanya tidak sama dengan tingkat aktivitas yang dianggarkan. Akibatnya, jumlah yang dianggarkan tidak dapat dibandingkan dengan hasil aktual. Oleh karena itu, perusahaan dapat pula menyiapkan anggaran fleksibel utuk digunakan dalam evaluasi kinerja.
Anggaran Statis (Anggaran induk yang dikembangkan untuk Texas Rex) adalah suatu contoh anggaran statis. Anggaran statis (static budget) adalah anggaran untuk aktivitas tertentu. Bagi Texas Rex, anggaran dikembangkan berdasarkan prediksi penjualan tahunan sebanyak 5.700 kaus. Karena anggaran statis bergantung pada aktivitas tertentu, anggaran statis ini tidak terlalu berguna untuk menyiapkan laporan kinerja.
Anggaran Fleksibel Anggaran yang memungkinkan suatu perusahaan menghitung perkiraan biaya dalam suatu tingkat aktivitas disebut anggaran fleksibel (flexible budget). Kunci untuk penganggaran fleksibel adalah pengetahuan atas biaya tetap dan variabel. Berikut dua jenis penganggaran fleksibel :
dari berbagai tingkat aktivitas. Hal ini dapat digunakan untuk menghasilkan nilai keuangan dari sejumlah skenario yang masuk akal.
2. Penganggaran untuk tingkat aktivitas aktual. Jenis anggaran fleksibel ini digunakan sebagai fakta untuk menghitung biaya pada tingkat aktivitas aktual seharusnya. Kemudian, biaya-biaya yang diharapkan tersebut dibandingkan dengan biaya aktual untuk menilai kinerja.
Anggaran fleksibel adalah kunci untuk meberikan umpan balik secara lebih sering yang dibutuhkan para manajer untuk menerapkan pengendalian dan menjalankan rencana perubahan secara efektif.
Contoh Jenis Kasus pertama anggaran fleksibel Texas Rex:
aF berarti variansi ini menguntungkan(favorable)
bDari laporan 3{(1.060 x $3) : (1.060 x 5 x $0.20)} cU berarti variansi tidak menguntungkan:
dDari Laporan 4:
eLaporan 5 menyediakan jumlah agregat overhead yang dianggarkan (sebagai contoh variabel overhead agregat adalah 0,12 x 1.060 x $5 = $636 dan jumlah overhead tetap yang dianggarkan adalah $1.643).
Tampilan 8-7 Anggaran Produksi Fleksibel
Tingkat Produksi(Unit) Biaya
Biaya Produksi Variabel 1.000 1.200 1.400 Per Unit
Biaya Variabel : $4,00 $4.000 $4.800 $5.600 Bahan baku langsung 1,20 1.200 1.440 1.680 Tenaga kerja langsung
Overhead variabel :
Perlengkapan 0,45 450 540 630 Listrik 0,15 150 180 210 Jumlah biaya variabel $5,80 $5.800 $6.960 $8.120
Overhead tetap:
Supervisi $1.105 $1.105 $1.105 Penyusutan 540 540 540 Jumlah biaya tetap $1.645 $1.645 $1.645 Jumlah biaya produksi $7.445 $8.605 $9.765
akal. Ketika produksi meningkat, unit yang menyebarkan biaya tetap tersebut menjadi lebih banyak.
Anggaran fleksibel adalah alat pengendalian yang sangat bagus karena anggaran ini memungkinkan pihak manajemen untuk menghitung biaya yang seharusnya unuk tingkat aktual output tersebut. Tampilan 8-7 mengungkapkan biaya untuk tingkat aktivitas aktual seharusnya tersebut (1.200 unit). Hal ini adalah jenis kedua anggaran fleksibel dan laporan ini disajikan pada Tampilan 8-8.
Laporan kinerja yang direvisi pada Tampilan 8-8 menunjukkan gambaran yang sangat berbeda dari laporan pada Tampilaan 8-6. Sekarang, kita dapat melihat bahwa semua variansi yang terjadi cukup kecil. Bila mereka lebih besar daripada jumlah tersebut, pihak manajemen harus mencari penyebabnya dan mencoba untuk memperbaiki masalah.
Tampilan 8-8 Laporan Kinerja Aktual versus Fleksibel: Biaya Produksi
Kuartalan
Aktual Anggaran* Variansi
Unit yang diproduksi 1.200 1.200 - Biaya Produksi:
Bahan baku langsung $4.830 $4.800 $30 U Tenaga kerja langsung 1.440 1.440 0 Overhead variabel
Perlengkapan 535 540 (5) F
Listrik 170 180 (10)F
Jumlah biaya variabel $6.975 $6.960 $15 U
Overhead tetap
Supervisi $1.055 $1.105 $(50) F Penyusutan 540 540 0 Jumlah biaya tetap $1.595 $1.645 $(50) F Jumlah biaya produksi $8.570 $7.793 $35 F
*Dari Tampilan 8-7
Dimensi Perilaku dari Anggaran
atau melampaui tujuan yang direncanakan. Karena status keuangan dan karier seseorang manajer dapat dipengaruhi, anggaran dapat memiliki pengaruh perilaku yang siqnifikan.
Perilaku positif muncul ketika tujuan tiap manajer sejalan dengan tujuan organisasi dan manajer memiliki peggerak untuk mencapainya. Sejalannya tujuan manajerial dan tujuan organisasional sering disebut sebagai kesesuaian tujuan(goal congruence). Perilaku disfungsional (dysfunctional behavior) adalah perilaku individual yang pada dasarnya bertentangan dengan tujuan organisasi.
Sistem anggaran yang ideal adalah sistem anggaran yang mencapai kesesuaian tujuan secara utuh dan simultan, serta menciptakan suatu penggerak bagi manajer untuk mencapai tujuan organisasi secara etis. Fitur tersebut meliputi umpan balik yang sering atas kineja, insentif uang dan non uang, anggaran partisipatif, standar yang realistis, kemampuan pengendalian-biaya, dan berbagai ukuran kinerja.
Umpan Balik yang Sering Atas Kinerja
Para manajer perlu mengetahui kinerja mereka sejalan dengan berlalunya tahun. Dengan menyediakan laporan kinerja secara sering dan tepat waktu, mereka akan mengetahui ukuran keberhasilan usaha mereka selama ini dengan tujuan mengambil tindakan korektif dan mengubah rencana sebagaimana diperlukan.Insentif Uang dan Bukan Uang
Sistem Anggaran yang baik mendorong perilaku
yang sesuai dengan tujuan. Teori Organisasi tradisional berasumsi orang yang motivasi utamanya adalah penghargaan berupa uang, akan menolak pekerjaan, tidak efisien, dan tidak berguna.
Jadi, insentif uang (monetary incentive) digunakan untuk mengendalikan kecenderungan seseorang manajer untuk melalaikan dan membuang-buang sumber daya dengan menghubungkan kinerja anggaran pada kenaikan gaji, bonus, dan promosi. Orang juga dapat termotivasi dengan banyak faktor intrinsic psikologis,dan sosial, seperti kepuasan bila pekerjaan dilakukan dengan baik, penghargaan, tanggung jawab, harga diri, dan sifat pekerjaan itu sendiri. Jadi, insentif bukan uang (nonmonetary incentive) termasuk memperkaya pekerjaan (job enrichment), meningkatkan tanggung jawab dan ekonomi, progam penghargaan non uang, dan lain-lain-dapat digunakan untuk meningkatkan system pengendalian anggaran.kepada para manajer tingkat bawah. Karena Manajer tingkat bawah yang membuat anggaran, tujuan anggaran tampaknya akan lebih menjadi tujuan pribadi para manajer yang menghasilkan kesesuaian tujuan yang lebih besar.
Anggaran Partisipatif memiliki tiga potensi masalah:
1. Menetapkan standar yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.
2. Membuat kelonggaran dalam anggaran (sering disebut sebagai menutupi anggaran).
3. Partisipasi semu.
Standar yang Realistis
Tujuan yang ada dalam anggaran digunakan untuk mengukur kinerja. Jadi, tujuan ini harus berdasarkan kondisi dan harapan-harapan realistis. Anggaran seharusnya mencerminkan realita operasional, seperti tingkat aktivitas aktual, perubahan musiman, efisiensi, dan tren ekonomi umum.Keterkendalian Biaya
Idealnya, para manajer hanya dianggap bertanggng jawab atas biaya-biaya yang dapat mereka kendalikan. Biaya yang dapat dikendalikan (controllable cost) adalah biaya yang tingkatnya dapat dipengaruhi oleh manajer. Sebagai contoh, para manajer divisi tidak memiliki kuasa untuk mengotorisasi biaya ditingkat korporassi, seperti penelitian dan pengembangan, serta gaji para manajer atas. Oleh karena itu,mereka tidak seharusnya dianggap bertanggung jawab atas munculnya Biaya tersebut. Jika biaya yang tidak dapat dikendalikan muncul dalam anggaran manajer tingkat bawah untuk membantu mereka memahami bahwa biaya tersebut juga perlu dicakup, maka mereka seharusnya dipisahkan dari biaya yang dapat dikendalikan dan disebut tidak dapat dikendalikan.Anggaran Berdasarkan Aktivitas
Perusahaan-perusahaan yang mengimplementasikan sistem ABC dapat juga menggunakan sistem anggaran berdasarkan aktivitas (activity based budgeting system). Sistem anggaran pada tingkat aktivitas dapat menjadi pendekatan yang berguna untuk mendukung manajemen perbaikan dan proses yang berkelanjutan. Selanjutnya, karena aktivitas mengkonsumsi sumber daya, dan kemudian, menimbulkan biaya, anggaran berdasarkan aktivitas dapat terbukti merupakan alat perencanaan dan pengendalian yang jauh lebih baik dari pada pendekatan anggaran tradisional. Pendekatan anggaran berdasarkan aktivitas dapat digunakan untuk menekankan penurunan biaya melalui peniadaan aktivitas yang tidak berguna dan untuk memperbaiki efisiensi aktivitas yang diperlukan.
Anggaran Aktivitas Statis
dinilai. Jika suatu organisasi telah mengimplementasikan sistem ABC atau ABM, maka langkah 1 telah dipenuhi. Dengan asumsi bahwa ABC telah diimplementasikan, penekanan utama biaya anggaran berdasarkan aktivitas telah memperkirakan beban pekerjaan (permintaan) untuk tiap aktivitas dan kemudian menganggarkan sumber daya yang dibutuhkan untuk menompang beban kerja ini, beban kerja tiap aktivitas harus ditetapkan untuk mendukung aktivitas penjualan dan produksi yang diharapkan untuk periode berikutnya.
Sebagaimana dengan anggaran tradisional , anggaran berdasarkan aktivitas dimulai dengan anggaran penjualan dan produksi. Anggaran bahan baku langsung dan tenaga kerja juga berlaku dengan kerangka kerja ABC karena input produksi ini dapat langsung ditelusuri kesetiap produk. Perbedaan utama antara anggaran berdasarkan fungsi (tradisional) dan aktivitas, dapat ditemukan dalam katagori overhead serta beban penjualan dan administrasinya. Dalam pendekatan berdasarkan fungsi, anggaran dalam katagori-katagori ini biasanya dirinci berdasarkan elemen-elemen biayanya (tampilan gambar untuk contoh terinci anggaran overhead). Elemen-elemen biaya ini diklasifikasikan sebagai biaya variabel atau tetap berdasarkan unit yang diproduksi atau dijual. Lebih jauh lagi anggaran-anggaran ini biasanya dibuat dengan menganggarkan suatu bagian biaya disuatu departemen (fungsi) dan
kemudian memasukkannya naik kedalam anggaran induk overhead. Sebagai contoh, biaya supervisi dalam anggaran overhead Tampilan 8-5 adalah jumlah seluruh seluruh biaya supervisi berbagai departemen. Anggaran berdasarkan aktivitas dilain pihak mengidentifikasi aktivitas over head, penjualan dan administrasi, serta kemudian membangun suatu anggaran untuk tiap aktivitas, berdasarkan pada sumber daya yang dibutuhkan untuk menyediakan tingkat output aktivitas yang dibutuhkan. Biaya diklasifikasikan sebagai biaya variabel atau tetap berdasarkan penggerak aktivitasnya, tidak hanya berdasarkan pada unit yang dijual atau unit yang diproduksi.
dibawah ini (penyusutan pada meja dan komputer dan tingkat tinggal adalah biaya ruang kantor).
Gaji Penyusutan Perlengkapan Tingkat Tinggal Total $200.000 $5.000 $15.000 $6.000 $226.000
Dari sumber daya yang dipakai oleh aktivitas pembelian, perlengkapan adalah sumber daya yang fleksible dan untuk itu adalah suatu biaya variabel, sementara sumber daya lain yang dikonsumsi adalah sumber daya yang terikat dan menampilkan prilaku biaya tetap (suatu prilaku biaya tetap bertingkat dalam hal gaji dan penyusutan). Tetapi terdapat suatu perbedaan penting yang harus disebutkan : biaya pembelian tetap dan variabel ditentukan berdasarkan pada jumlah pesanan pembelian, bukan dengan jam tenaga kerja langsung atau unit yang diproduksi atau ukuran lain output produksi. Perilaku biaya tiap aktivitas ditetapkan dalam kaitannya dengan ukuran output. Mengetahui ukuran output memberikan pandangan mendalam untuk mengendalikan biaya aktivitas. Sebagai contoh dengan merancang kembali produk sehingga mereka menggunakan komponen yang lebih umum, angka pesanan pembelian dapat menurun. Dengan menurunkan jumlah pesanan pembelian yang diminta, permintaan atas sumber daya fleksibel menurun lebih jauh lagi, menurunkan jumlah pesanan pembelian yang diminta juga menurunkan kapasitas-kapasitas pembelian yang dibutuhkan, dan biaya akan menurun. Hal ini adalah suatu contoh manajemen berdasarkan aktivitas.
Anggaran Fleksibel Aktivitas
Kemampuan untuk mengidentifikasi perubahan dalam biaya aktivitas sejalan dengan perubahan output aktivitas, memungkinkan para manejer untuk lebih berhati-hati dalam merencanakan dan mengawasi peningkatan aktivitas. Anggaran fleksibel aktivitas (activity flexible budgeting) adalah prediksi berapa biaya aktivitas nantinya jika terdapat perubahan pada output aktivitas. Analisis varians dalam suatu kerangka kerja aktivitas memungkinkan perbaikan dalam pelaporan kinerja anggaran tradisional. Hal ini juga meningkatkan kemampuan untuk mengelola aktivitas.
Solusinya, tentu saja adalah dengan membuat rumusan anggaran fleksibel untuk lebih dari satu penggerak. Prosedur perkiraan biaya (metode tinggi rendah, motode least square dan lainnya) dapat dipergunakan untuk memperkirakan dan memvalidasi rumusan biaya untuk tiap aktivitas, pada prinsipnya, kompenen biaya variabel untuk tiap aktivitas seharusnya berhubungan dengan sumber daya yang diperoleh sebagaimana dibutuhkan (sumber daya fleksibel), dan komponen biaya tetap seharusnya berhubungan dengan sumber daya yang diperoleh sebelum penggunaan (sumber daya terikat).
Rumusan Biaya Jam Tenanga Kerja Langsung secara lebih akuran berapa biaya nantinya untuk tiap penggunaan tingkat aktivitas yang berbeda, sebagaimana diukur oleh ukuran output aktivitas. Biaya-biaya ini kemudian dapat dibandingkan dengan biaya aktual untuk membantu penilaian kinerja anggaran.
Penggerak : Jumlah Penyetelan
Laporan kinerja dalam tampilan ini membandingkan total biaya yang dianggarkan untuk tingkat aktivitas aktual dengan total biaya aktual untuk tiap aktivitas. Merupakan hal yang juga mungkin dilakukan untuk membandingkan biaya tetap aktivitas aktual dengan biaya tetap yang dianggarkan, serta biaya variabel aktivitas aktual dengan biaya variabel yang dianggarkan. Sebagai contoh, anggaplah bahwa biaya tetap inspeksi aktual adalah $82.000 dan bahwa biaya variabel inspeksi aktual adalah 43.500. varians antara anggaran tetap dan variabel untuk aktivitas inspeksi dihitung sebagai berikut :
Aktivitas Biaya Aktual Biaya yang Dianggarkan Variansi
Inspeksi :
Tetap $82.000 $80.000 $2.000 U
Variabel 43.500 52.500 9.000 F
Total $125.000 $132.500 $7.000 F