• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH VOLUME WADAH TERHADAP KELANGSUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH VOLUME WADAH TERHADAP KELANGSUN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH VOLUME WADAH TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN

PERTUMBUHAN IKAN HIAS LAUT LETTER SIX (Paracanthurus hephatus)

Oleh :

Rusli Raiba, I.G. Pattipeilohy dan Narulita Ely

Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon, Email :bbl [email protected]

Abstrak

Ikan letter six atau blue tang (Paracanthurus hepatus) merupakan salah satu ikan hias yang paling umum dan paling populer di seluruh dunia, mempunyai harga yang relatif mahal sehingga banyak diburu oleh para hobis dan pedagang. Sampai saat ini suplay pasar ikan hias laut letter six di Indonesia 100% masih berasal dari penangkapan di alam. Sehingga dikhawatirkan akan mengalami penurunan populasi dan bahkan akan mengalami kepunahan bila tidak diusahakan budidayanya. Domestikasi ikan letter six melalui perekayasaan pengaruh penggunaan volume wadah terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan hias laut letter six (Paracanthurus hephatus) merupakan langkah awal untuk upaya budidaya ikan letter six diwaktu yang akan datang.

Kegiatan ini berlangsung di instalasi keramba jaring apung Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon dengan 3 perlakuan. Perlakuan A menggunakan ukuran wadah 2x2x3 m, perlakuan B ukuran wadah 3x3x3 m, dan perlakuan C ukuran wadah 2x4x3 m.

Berdasarkan hasil yang diperoleh, perlakuan ukuran wadah 3x3x3 (B) memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan ukuran wadah 2x2x3 m (A) dan ukuran wadah 2x4x3 m (C) dengan laju pertumbuhan mutlak dan pertambahan bobot individu tertinggi dicapai 1.23 cm dan 0.472 gr/hari (B), (B), 1.20 cm dan 0.438 gr/hari (A) dan 0.82 cm dan 0.359 gr/hari (C). Kelangsungan hidup ikan letter six pada akhir masa pemeliharaan menunjukan bahwa perlakuan (A) memberikan nilai sintasan yang lebih baik yaitu 100% dan selanjutnya perlakuan (B) 93.75 % dan perlakuan (C) 87.5 %.

Kata kunci : Volume wadah, Kelangsungan hidup. Pertumbuhan dan Letter six

EFFECT OF CONTAINER VOLUME ON SURVIVAL RATE AND

GROWTH OF ORNAMENTAL FISH LETTER SIX (Paracanthurus hephatus)

By :

Rusli Raiba, I.G. Pattipeilohy and Hariyano

Ambon Mariculture Development Center, Email :bbl [email protected]

Abstract

Ornamental fish letter six or blue tang (Paracanthurus hepatus) is one of the most common ornamental fish and the most popular worldwide, has a high price so much hunted by the hobis and traders. Until now, the market supply of marine ornamental fish in Indonesia letter six 100% still comes from the catching in nature. So feared to have declining and even will become extinct if not cultivated. Domestication letter six fish effect of container volume on survival rate and growth of ornamental marine fish letter six (Paracanthurus hephatus) is the first step for fish farming efforts letter six time when that will come.

This activity takes place in the installation of floating net cages Center For Marine Water Aquaculture Development Ambon with 3 treatment. A treatment using container size 2x2x3 m, treatment container size 3x3x3 m B, and C treatment container size 2x4x3 m.

Based on the results obtained, the treatment container size 3x3x3 (B) gives better results than the container size 2x2x3 m (A) and container size 2x4x3 m (C) the absolute growth rate and achieved the highest individual weight gain 1:23 cm and 0.472 g/day (B), (B), 1:20 cm and 0.438 g/day (A) and 0.82 cm and 0359 g/day (C). Fish survival at the end of a six letter shows that maintenance treatment (A) provides a better survival rate of 100% and further treatment (B) 93.75% and treatment (C) 87.5%.

(2)

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Pembangunan perikanan budidaya diarahkan untuk memiliki beberapa karakteristik yang mudah diadopsi oleh masyarakat, yakni (i) dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat mulai dari pedesaan perkotaan (ii) mempunyai sifat usaha yang cepat menghasilkan (quick yielding) dengan margin keuntungan yang besar, (iii) mempunyai backward dan forward linkage yang cukup lebar, sehingga dapat menjadi pemicu tumbuhnya industri hulu maupun hilir, (iv) tersedianya teknologi terapan yang cukup banyak. Salah satu komoditas yang sangat potensi untuk dikembangkan secara terpadu tersebut adalah ikan hias.

Indonesia memiliki potensi sumberdaya ikan hias yang terbesar lebih dari 1,5 milyar ekor dengan spesies ikan hias air tawar lebih dari 400 spesies dari total 1.100 spesies di dunia, sedangkan ikan hias laut diperkirakan 650 spesies dan sekitar 18 % dari seluruh terumbu karang di dunia berada di wilayah Indonesia. Sementara pangsa pasar ikan hias Indonesia pada tahun 2011 sebesar 6,95% dari perdagangan ikan hias dunia tertinggal dari Singapura yang telah mencapai 21,6%, walaupun demikian lebih dari 70 % ekspor ikan hias Singapura merupakan spesies asli ikan hias Indonesia.

Salah satu ikan hias yang paling umum dan paling populer di seluruh dunia adalah ikan letter six atau blue tang (Paracanthurus hepatus). Lebih-lebih ketika ikan ini muncul dalam film kartun the finding nemo dengan nama si Dory. Dipasaran harga ikan ini relatif tinggi berkisar antara Rp 25.000,- sampai dengan 80.000,- per ekor untuk berbagai ukuran (www.kaskus.co.id/thread). Dengan harga yang relatif mahal tersebut membuat ikan ini banyak diburu oleh para hobis dan pedagang, bahkan dalam bisnis ikan hias laut ikan letter six termasuk primadona ikan hias laut.

Berdasarkan penelusuran di pasar ikan hias laut online (www.kaskus.co.id/thread, www.hewan.co, www.takabuh.blogspot.com, www.tokopedia.com, www.hoby- aquarium.blogspot.com), menunjukan bahwa suplay pasar ikan hias laut letter six di Indonesia 100% masih berasal dari penangkapan di alam. Dengan demikian apabila hal ini tidak disadari dan ditangani dengan bijaksana sejak dini maka kemungkinan besar ikan hias laut letter six akan mengalami penurunan populasi dan mengancam kelestariannya.

Menyikapi hal tersebut Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon sebagai UPT Pusat Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, di Wilayah Timur Indonesia yang mempunyai tupoksi melaksanakan teknik perbenihan dan pembudidayaan ikan laut serta pelestarian sumber daya induk/benih dan lingkungan, di tahun 2014 secara bertahap berupaya mengembangkan budidaya ikan hias laut letter six. Sebagai kegiatan rintisan dilakukan domestikasi ikan letter six. Salah satu upaya melakukan domestikasi tersebut adalah dengan melakukan kegiatan perekayasaan pengaruh penggunaan volume wadah terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan hias laut letter six(Paracanthurus hephatus).

1.2. Tujuan

Tujuan dari perekayasaan penggunaan volume wadah berbeda pada pemeliharaan ikan hias laut letter six (Paracanthurus hephatus) adalah Mengetahui pengaruh penggunaan ukuran wadah yang berbeda terhadap kelangsungan hidup ikan letter six (Paracanthurus hepahatus) dan Memperoleh calon induk ikan letter six (Paracanthurus hepahatus) unggul yang dapat digunakan untuk pemijahan.

II. BAHAN DAN METODE 2.1. Alat Dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan perekayasaan ini dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Alat dan Bahan yang Digunakan

Alat dan Bahan Kegunaan

Alat

Keramba Jaring Apung Tempat pemeliharaan ikan letter six

Mistar Untuk mengukur panjang ikan letter six

Timbangan digital Untuk menimbang berat ikan letter six

Kamera Untuk dokumentasi

Serokan/tango Untuk menyerok ikan letter six

Peralatan tulis Untuk mencatat data

Waring ukuran 2x2x3 m, 3x3x3 m dan 2x4x3 m Sebagai wadah pemeliharaan ikan letter six Bahan

Induk letter six Sebagai objek kegiatan

(3)

2.2. Waktu dan Tempat

Kegiatan ini dilaksanakan dari bulan April sampai Juli 2014 bertempat di Keramba Jaring Apung Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon di Perairan Teluk Ambon Dalam.

2.3. Metode kerja

a. Wadah Pemeliharaan

Wadah yang digunakan dalam kegiatan ini adalah waring yang ukurannya sesuai dengan perlakuan perekayasaan ini masing-masing perlakuan A ukuran waring 2x2x3 m, perlakuan B ukuran waring 3x3x3 m dan perlakuan C ukuran waring 4x2x3 m dengan jumlah penebaran ikan letter six pada masing-masing wadah adalah 16 ekor. Ikan letter six dipelihara selama 3 bulan atau 90 hari.

b. Pemberian Pakan

Jenis pakan yang diberikan adalah pakan ikan rucah dengan intensitas pemberian pakan 2 kali sehari.

c. Pengamatan

Data yang diamati pada ketiga wadah meliputi; Ukuran panjang dan berat tubuh, jumlah ikan yang dipelihara disetiap wadah. Pengambilan data berupa jumlah ikan, panjang ikan letter six setiap 1 bulan dan berlangsung selama 3 bulan. Pengambilan data kualitas air seperti suhu, salinitas, pH dan oksigen terlarut dilakukan setiap 2 (dua) pekan sekali. Pelaksanaan kegiatan selama 3 (tiga) bulan.

2.4. Metode Analisa Data a. Kelangsungan Hidup (SR)

kelangsungan hidup adalah perbandingan jumlah ikan yang hidup hingga akhir pemeliharaan dengan jumlah ikan pada awal pemeliharaan. Pada perekayasaan ini, untuk menghitung SR digunakan rumus :

(Effendi, 2002)

Keterangan :

SR = Survival Rate /Kelangsungan hidup (%) Nt = Jumlah Benih di akhir pemeliharaan (ekor) N0 = Jumlah Ikan di awal pemeliharaan (ekor)

b. Pertumbuhan

Pertumbuhan adalah gambaran perubahan bobot dan panjang rata-rata individu pada tiap perlakuan dari awal hingga akhir pemeliharaan. Pertumbuhan panjang mutlak (cm) ditentukan berdasarkan selisih panjang akhir (Lt) dengan panjang awal (L0) pemeliharaan. Pertumbuhan panjang dihitung berdasarkan rumus

berikut :

Pm = Lt – Lo (Effendi, 2002)

Keterangan :

Pm = Pertumbuhan panjang mutlak (cm) Lt = Panjang rata-rata akhir (cm) Lo = Panjang rata-rata awal (cm)

Laju pertumbuhan individu (g/hari) ditentukan berdasarkan selisih bobot rata-rata akhir dan awal pemeliharaan yang dibandingkan dengan waktu pemeliharaan. Laju pertumbuhan harian dihitung berdasarkan rumus berikut :

(Zonneveld et al, 1991)

Keterangan :

α = Laju pertumbuhan individu (gr/hari) wt = Bobot rata-rata akhir (g)

(4)

III. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. Kelangsungan hidup

Hasil perhitungan terhadap kelangsungan hidup (SR) ikan letter six selama 90 hari kegiatan perekayasaan tersaji pada tabel 2.

Tabel 2. Kelangsungan Hidup Ikan Letter six selama kegiatan perekayasaan

Dari tabel 2 dapat lihat bahwa Kelangsungan hidup ikan letter six yang dipelihara selama kegiatan perekayasaan ini tergolong baik yaitu berkisar antara 87.5 – 100 %. Nilai kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan A (ukuran wadah pemeliharaan 2x2x3m) yaitu 100% sedangkan kelangsungan hidup ikan letter six pada perlakuan B (ukuran wadah pemeliharaan 3x3x3 m) mencapai 93.75 % dan 87.5 % pada perlakuan C (ukuran wadah pemeliharaan 2x4x3 m). Perkembangan kelangsungan hidup ikan letter six selama 90 hari kegiatan perekayasaan dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 1. Kelangsungan hidup ikan Letter six (Paracanthurus hephatus) yang dipelihara dengan ukuran wadah berbeda selama 3 bulan.

Dari gambar 1 memperlihatkan perkembangan ikan letter six yang dipelihara selama kegiatan perekayasaan. Selama kegiatan perekayasaan ikan letter six yang seluruhnya hidup dari awal kegiatan perekayasaan sampai akhir perekayasaan adalah perlakuan A disusul perlakuan B (93.75%) dan Perlakuan C (87,5%).

Dilihat dari perolehan nilai survival rate (SR) diatas dan dihubungkan dengan ukuran ikan pada saat penebaran menunjukan bahwa ikan Letter six yang ukuran penebaran awalnya relatif kecil (perlakuan A dan B) mempunyai SR yang lebih baik dari ikan yang relatif lebih besar (perlakuan C). hal ini diduga berkaitan dengan kompetisi penggunaan ruang pada ikan Letter six ukuran besar relatif tinggi sehingga menyebabkan adanya pada ikan Letter six yang mati pada perlakuan B dan C dalam perekayasaan ini. Selain itu penyebab diduga berkaitan dengan tingkah laku ikan Letter six sendiri sebagaimana dikatakan dalam http://reefcorner.com/reef-database-index/fish-index/pacific-blue-tang-paracanthurus-hepatus/ bahwa ikan Letter six pada ukuran anakan akan hidup damai dalam kelompoknya, tapi akan saling bertengkar diantara mereka sendiri bila mereka telah berukuran dewasa.

13

Perlakuan A Perlakuan B Perlakuan .C.

Bulan I

Bulan Ke Perlakuan A Perlakuan B Perlakuan C

Bulan I 16 16 16

Bulan II 16 15 14

Bulan III 16 15 14

(5)

3.2. Pertumbuhan panjang dan bobot

Pertumbuhan merupakan rangkaian perubahan ukuran suatu organisme yang dapat berupa berat atau panjang dalam satuan waktu tertentu. Berdasarkan data panjang-berat rata-rata ikan Letter six selama perekayasaan dilakukan penghitungan pertumbuhan panjang dan berat. Pertumbuhan ikan Letter six selama kegiatan perekayasaan dapat dilihat pada tabel 3.

Tabel 3. Hasil Perhitungan pertumbuhan Ikan Letter six Selama Pemeliharaan

Perlakuan A Perlakuan B Perlakuan C bobot relatif lebih tinggi (1.23 cm dan 0.472 gr) dibandingkan dengan perlakuan A (1.2 cm dan 0.438 gr) dan perlakuan C (0.82 cm dan 0.359 gr).

Bila diperhatikan bahwa pertumbuhan pada perlakuan B dan A relatif tidak berbeda jauh dibandingkan dengan pertumbuhan dengan pada perlakuan C. meskipun jumlah padat penebaran ikan Letter six sama pada semua wadah (16 ekor tiap wadah) tetapi ukuran rata-rata ikan Letter six yang digunakan saat penebaran awal sedikit berbeda. Perbedaan ukuran penebaran awal ini dikarenakan ikan Letter six yang digunakan dalam perekayasaan ini berasal dari penangkapan di alam. Meskipun demikian ukuran ikan Letter six yang digunakan pada perlakuan B (15.76 cm dan 77.13 gr) dan A (15.63 cm dan 79.44 gr) relatif lebih kecil dibandingkan dengan perlakuan C yang relatif lebih besar (16.49 cm dan 89.13 gr).

Perbedaan ukuran pada penebaran awal mempengaruhi tingkat kompetisi terhadap penggunaan ruang dan alokasi penggunaan pakan pada ikan Letter six yang dipelihara.

Ikan Letter six yang berukuran relatif besar cenderung menggunakan ruang yang lebih luas dengan ikan Letter six yang berukuran kecil. Begitu pula dengan alokasi penggunaan pakan pada ikan, pada ikan dewasa alokasi pakan lebih difokuskan pada pemeliharaan kondisi tubuh dan pemijahan sedangkan pada kecil pakan dialokasikan lebih banyak pada pertumbuhan tubuh. Hal ini dapat dilihat pada gambar 2 dan 3.

Gambar 2. Pertumbuhan Panjang Ikan letter six (Paracanthurus hephatus) yang dipelihara dengan ukuran wadah yang berbeda selama 3 bulan.

(6)

Gambar 3. Pertambahan bobot Ikan letter six (Paracanthurus hephatus) yang dipelihara dengan ukuran wadah yang berbeda selama 3 bulan

Pada gambar 2 dan 3 terlihat trend pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan individu ikan letter six pada perlakuan C relatif stabil dibandingkan pada perlakuan A dan B dimana trend pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan individu naik signifikan dari bulan ke bulan.

3.3. Kualitas air

Kualitas air merupakan faktor fisika-kimia yang dapat mempengaruhi lingkungan tempat pemeliharaan dan secara tidak langsung akan mempengaruhi proses metabolism ikan letter six. Suhu, salinitas, pH dan Oksigen terlarut (DO) merupakan parameter kualitas air yang sangat penting karena keberadaannya mutlak diperlukan oleh ikan hias laut. Nilai parameter kualitas air selama kegiatan perekayasaan dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel 4. Nilai parameter kualitas air selama perekayasaan dengan perlakuan ukuran wadah yang berbeda

Perlakuan Suhu ⁰C Salinitas (ppt) pH DO (mg/L) A 28.3 - 29.1 32.3 - 32.6 8.03 - 8.25 4.58 - 5.23

B 28.3 - 28.6 32.4 8.28 - 8.37 4.71 - 4.88

C 28.3 - 29.7 32.6 - 33.5 8.23 - 8.31 4.49- 4.76

Berdasarkan tabel 4 dapat dilihat bahwa nilai parameter kualitas air pemeliharaan ikan letter six

selama kegiatan perekayasaan ini masih dalam kisaran normal dan sesuai dengan standar baku mutu

kualitas air pemeliharaan ikan letter six.

IV. KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan dari kegiatan perekayasaan ini dapat disimpulkan bahwa Ukuran Wadah yang memberikan pertumbuhan terbaik dalam perekayasaan ini adalah perlakuan B (ukuran wadah 3x3x3 m) dengan pertumbuhan mutlak dan pertumbuhan bobot (0.23 cm dan 0.474 gr).

Survival Rate (SR) tertinggi pada perekayasaan ini adalah pada perlakuan A (Ukuran Jaring 2x2x3 m) yaitu 100 %.

(7)

Daftar Pustaka

Effendi, M.I. 2002. Biologi Perikanan. Perikanan IPB. Yayasan Pustaka Nusatama, Yogyakarta. 163 hal

Zonneveld, N., E.A. Huisman dan J.H. Boon. 1991. Prinsip-prinsip budidaya ikan. Terjemahan. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 336 hal.

www.hewan.co/kisaran -daftar-harga ikan-hias www.hoby-aquarium.blogspot.com/../blue-tang www.kaskus.co.id/thread../letter-six-amp-engelfish www.takabuh.blogspot.com/..harga-hargaikan hias air laut www.tokopedia.com/ikan-ikan hias -air-laut

Gambar

Tabel 1. Alat dan Bahan yang Digunakan
Tabel  2.  Kelangsungan Hidup Ikan Letter six selama kegiatan perekayasaan
Tabel  3. Hasil Perhitungan pertumbuhan Ikan Letter six  Selama Pemeliharaan
Gambar 3. Pertambahan bobot Ikan letter six (Paracanthurus hephatus) yang dipelihara dengan ukuran wadah yang berbeda selama 3 bulan

Referensi

Dokumen terkait

PENGARUH PENGGUNAAN TINGKAT INTENSI- TAS CAHAYA LAMPU BAWAH AIR TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN HIAS LAUT DENGAN ALAT TANGKAP BAGAN RAKIT DI PERAIRAN CITEUREUP, PANDEGLANG,

Penjelasan tersebut kemungkinan kuda laut yang dipelihara di wadah berwarna biru, transparan dan hitam lebih banyak mengkonsumsi pakan Artemia dan diduga melukai saluran

Analisis usahatani ikan hias dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu (1) Produksi ikan hias, (2) penggunaan tenaga kerja, (3) biaya usahatani ikan hias, (4) penerimaan usahatani

Sampai saat ini metode atau manajemen pakan pada pemeliharaan benih ikan hias mandarin fish masih berpatokan pada pemeliharaan benih ikan kerapu dan referensi yang didapat,

Adapun kolam yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu: Kolam terpal merupakan wadah budidaya ikan yang tepat untuk pembesaran ikan nila dengan beberapa

Analisis usahatani ikan hias dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu (1) Produksi ikan hias, (2) penggunaan tenaga kerja, (3) biaya usahatani ikan hias, (4) penerimaan usahatani

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan biofilter pada sistem resirkulasi terhadap kualitas air yang digunakan untuk pengembangan budidaya ikan hias air

6 Wadah pemeliharaan larva ikan nila sultana Oreochromis niloticus: a) kolam pemeliharaan larva, b) saluran inlet, c) saluran outlet, d). kamalir dan e) kobakan