Manajemen Pemasaran Internasional id. docx

201 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Scope, Concepts,

and Drivers of

International

Marketing

(2)

KONSEP

a. Pengertian pemasaran

Ada beberapa definisi mengenai pemasaran diantaranya adalah :

a) Philip Kotler (Marketing) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.

b) Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.

c) Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan. d) Menurut W Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari

kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial.

b. Konsep pemasaran

Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.

Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi yaitu : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global.

1. Konsep produksi

(3)

Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka.

2. Konsep produk

Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri – ciri terbaik 3. Konsep penjualan

Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.

4. Konsep pemasaran

Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.

5. Konsep pemasaran sosial

Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripasda para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.

6. Konsep Pemasaran Global

Pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor- faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap. tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan.

c. Pengertian pemasaran internasional

(4)

pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan yang menekankan pada efisiensi biaya dan upaya yang menembus batas negara dan regional, kesempatan mentransfer produk, merek, dan ide lain yang melampaui negara, memenuhi kebutuhan pelanggan global dan mengembangkan koordinasi antara infrastruktur pemasarannasional menjadi infrastruktur pemasaran global’(Keegan, 1999:2).

Oleh karena itu pemasaran internasional selalu melibatkan dua pihak yaitu negara asal dan negara tujuan. Meski demikian, jika kita sudah membicarakan soal pemasaran internasional strategik batas kedua negara tersebut mulai kabur, persoalan pemasaran antar negara jadi lebih kompleks

Ruang Lingkup Pemasaran

Internasional

Didalam ruang lingkup terdapat beberapa pengertian sebaga berikut:

 pemasaran internasional adalah kegiatan operasinya melewati batas-batas lebih dari satu negara.

 Pemasaran global adalah kegiatan pemasaran oleh perusahaan (global) yang mempunyai bisnis (global) dengan strategi pemasaran (global), pasar (global), maupun produk (global) yang sama (standar) diberbaga negara. Dengan kata lain pemasaran global sebagai proses memfokuskan sumber daya (manusia, uang dan asset fisik) dan tujuan-tujuan dr suau organisasi untk memproleh kesempata dan menannggapi ancaman pasar global.

 Pemasaran asing adalah kegiatan pemasaran dilingkunan yang berbeda dengan linkungan asalnya.

(5)

Tahapan perusahaan di pasar dunia: 1. Perusahaan domestik

Perusahaan yang memfokuskan orientasi dan strateginya pada pasar, pemasok, dan pesaing domestic.

2. Perusahaan internasional

Perusahaan yang melayani pasar domestik dinegaranya sendiri dan pasar nasional di negara lain. Orientasinya bersfat ETNOCENTRIC (Domestik Primer, Internasional sekunder)

3. Perusahaan multinasional

Perusahaan yang menjual prosuknya kebanyak negar, yang setiap negara diperlakukan pasar yang berbeda, orientasi POLICENTRIC (Pasar di negara lain unik---- program independen)

4. Perusahaan global/transnasional

Perusahaan yang memperlakukan dunia sebagai suatu pasar, dasar pemikirannya bahwa pasar dunia bergerak kearah keseragaman, orientasi bisnisnya GEOCENTRIC.

Orientasi yang mendasari

bisnis internasional

(6)

1. Etnosentris

Etnosentris adalah suatu asumsi atau keyakinan bahwa negeri asal sendirilah yang unggul. Orientasi etnosentris ini didasarkan konsep pengembangan pasar domestik. Dalam perusahaan etnosentris, pemasardan di luar negeri dianggap kurang penting dibandingkan pemasaraan domestik dan terutama dilakukan untuk melempar kelebihan produksi domestic. Strategi, teknik, serta SDM dalam negeri dianggap lebih unggul. Rencana pengembangan pasar internasional dilakukan oleh divisi internasional. Etnosentris juga merupakan karakteristik perusahaan lokal & Internasional dan Peluang diluar pasar lokal yang berkembang diberbagai unsur-unsur bauran pemasaran.

2. Polisentris

Polisentris adalah keyakinan yang didasari bahwa setiap negara unik dan berbeda serta cara utuh meraih sukses di setiap negara adalah menyesuaikan diri dengan perbedaan unik dari setiap negara. Polisentris berpedoman pada pengembangan pasar multi-domestik. Dalam tahap polisentris, anak perusahaan didirikan di pasar luar negeri. Setiap anak perusahaan bekerja secara independen dan terdesentralisasi dan menetapkan tujuan dan rencana pemasaran sendiri. Serta sangat minim koordinasi dengan kantor pusat. Perencanaan strategi pemasaran diorganisasikan secara spesifik dengan dasar negara per negara, dengan setiap negara mempunyai kebijakan pemasaran unik sendiri. Hasilnya adalah tidak adanya skala ekonomi, fungsi banyak ditiru, dan biaya produk akhir yang lebih tinggi. Polisentris merupakan suatu karakteristik perusahaan multinasional dan bauran pemasaran diadopsi manajer-manajer di suatu negara

3. Regiosentris

(7)

berbeda. Divisi yang disusun berdasarkan lokasi. Kantor regional mengkoordinasikan aktivitas pemasaran. Regiosentris merupakan orientasi geosentris yang terbatas pada suatu wilayah regional artinya manajemen harus mempunyai suatu pandangan dunia ke arah wilayah regional, tapi akan memandang sisa dunia dengan orientasi etnosentris atau polisentris, atau kombinasi keduanya. 4. Geosentris

Dipandu oleh konsep pemasaran global. Dunia ini dianggap sebagai total pasar dengan segmen yang dapat diidentifikasi, serta bersifat homogen. Strategi pemasaran berupa segmen pasar, bukan dilihat dari lokasi geografisnya. Mencapai posisi sebagai produsen dengan biaya rendah dan pemasar lini produk. Memberikan standar produk atau layanan di seluruh dunia.

Motivasi masuk pasar Internasional

Ada beberapa motif memasuki pasar nternasional, antara lain: 1. Untuk mendapakan Customer baru

Seringkali perusahaan mencari pasar internasional karena keterbatasan pangsa pasar pada pasar Domestik sehingga mendapatkan konsumen baru. Dengan demikian menambah “Costumer Base” perusahaan.

2. Mendapat akses sumber daya baru/lain.

Perusahaan kadang bisa mendapatkan bahan baku yang lebih murah dinegara lain dan sekaligus mendapatkan pasar pada negara lain.

3. Membagi risiko bisnis berkat “Market Base” yang lebih luas

Dengan semaki luasnya pasar dari perusahaan maka risiko kegagalan disuatu pasar bisa dialokasikan pada pasar negara lain yang mempunyai daya serap dan keuntungan yang lebih baik.

4. Mencapai Lower Cost

(8)

Pemasaran Global

Pemasaran Global enurut Keegen (1995) yaitu proses mmefokuskan sumber daya (manusia, uang aset dn asset fisik) dan tujuan-tujuan dari suau organisai untuk memperoleh kesempatan dan menanggapi ancamn pasar global”.

Pemasaran : Suatu Disiplin Universal

Konsep pemasraan domestik dan pemasaran golbal tidaklah berbeda yaitu sama-sama disiplin universal untuk memuasakan konsumen. Pemasaran : dari konsep lama ke strategis

Konsep pemasaran telah berkembang dari konsep “lama” dengan foku pada produk ke konsep “baru” dengan focus pada pelanggan. Dan saat ini termasuk dalam konteks peasaran global, merupakan konsep pemasaran yang bersifat “strategis” dengan fokus pada cara melakukan bisnis.

Tiga prinsip pemasaran (universal):

Inti pemasaran dapat disingkat kedalam tiga prinsip dasar: 1. Nilai pelanggan dan persamaan nilai

Intisari pemasaran adalah menciptakan nilai pelanggan yang lebih besar dari nilai yang dapat diberkan oleh pesaing (nilai=V=B/ P; B = manfaat yang dirasakan ; P=harga). Berdasarkan persamaan nilai tersebut, maka nilai pelanggan dapat dinaikan jika memperluas atau memperbaiki kualitas produk, atau menunkn harga atau gabungan dari keduanya.

2. Keungglan kompetitif atau deferensial

Keunggulan kompetitif adalah penawaran total, dihadapkan pada persaingan yang relean, yang lebh menarik pelanggan. Keunggulan tersebut bisa berasal dari unsur produk, harga, tempat pejualan atau distribusi dan promosi.

3. Fokus

(9)
(10)

The

Economic

Environment

CHAPTER

(11)

TINJAUAN EKONOMI DUNIA

Ekonomi dunia telah mengalami perubahan revolusioner dalam 50 tahun terakhir. Perubahan yang paling besar dan mendasar adalah munculnya pasar global dan persaingan global, yang dengan mantap menggantikan pesaing lokal. Dalam dekade , terdapat 5 perubahan besar :

1. Perpindahan modal menjadi kekuatan yang mendorong ekonomi dunia, bukan lagi perdagangan

2. Preduksi telah ”terlepas” dari tingkat orang yang bekerja 3. Produk primer telah ”terlepas” dari ekonomi industri

4. Ekonomi dunia dapat dikendalikan. Ekonomi makro negara tidak lagi mengendalikan hasil ekonomi.

5. Kontes selama 75 tahun antara kapitalisme dan sosialisme telah berakhir. Keberhasilan yang jelas dari sistem kapitalis dibandingkan model komunis yang terkendali dan terpusat telah menyebabkan runtuhnya komunisme sebagai sebuah model mengorganisasi kegiatan ekonomi dan sebagai sebuah ideologi.

SISTEM EKONOMI

Di dunia ini terdapat 3 tipe sistem ekonomi yaitu : 1. Kapitalis

2. Sosialis 3. Campuran.

Klasifikasi ini didasarkan pada metode mengalokasikan sumber daya dalam sistem, yang masing-masing berupa :

1. Alokasi Pasar

(12)

memberikan suara mengenai barang sesuai dengan pilihan Anda. Pelanggan dan konsumen membuat rencana ekonomi dari sistem alokasi pasar dengan keputusan mereka membeli dan minat membeli. AS, Eropa Barat dan Jepang adalah contoh sistem alokasi pasar yang menonjol. 2. Alokasi Berdasarkan Perintah (komando)

Dalam sistem alokasi perintah, keputusan alokasi sumber daya (yaitu, produk mana yang harus dibuat dan cara membuatnya) dibuat oleh perencana pemerintah. Jumlah mobil, sepatu, baju , sepeda motor, televisi dan ukuran, warna, sifat , mutu dsb dari setiap produk ditentukan oeh perencana pemerintah. Di bawah sistem pemerintah, konsumen bebas untuk membelanjakan uangnya pada barang yang tersedia, tetapi keputusan mengenai apa yang dibuat dan, oleh karena itu, barang apa yang tersedia oleh perencana pemerintah. Mantan Uni Soviet dan Cina adalah contoh utama negara yang mengandalkan pada alokasi perintah.

3. Sistem Campuran

Sebenarnya tidak ada sistem alokasi pasar atau perintah yang murni. Semua sistem pasar mempunyai sektor perintah dan sistem perintah mempunyai sektor pasar. Semua sistem pasar kapitalis adalah ”campuran” (artinya, mereka mempunyai elemen alokasi pasar dan perintah). Alokasi perintah dari ekonomi pasar adalah proporsi produk domestik bruto yang dikenai pajak dan dikeluarkan oleh pemerintah.

Produktifitas di Seluruh Dunia

(13)

PERKEMBANGAN PASAR

Tahap-tahap Perkembangan Pasar

Pasar negara global berada dalam tahap perkembanan yang berbeda. PNB per kapita merupakan dasar segmentasi demografis yang berguna. Dengan dasar ini, kita telah membagi pasar global menjadi 5 kategori :

1. Negara Berpenghasilan Rendah

Negara berpenghasilan rendah, juga dikenal sebagai ”dunia ketiga” atau negara praindustri dalah negara yang mempunyai penghasilan kurang dari $ 400 perkapita di tahun 1992.

Karakteristik yang dimiliki oleh negara dengan tingkat penghasilan ini adalah sbb:

a. Industrilisasi terbatas dan persentase tinggi untuk penduduk dengan pekerjaan bidang pertanian dan hidup minimal.

b. Tingkat kelahiran tinggi c. Tingkat buta hurug tinggi

d. Amat bergantung pada bantuan luar negeri e. Politik tidak stabil dan banyak gejolak

f. Terkonsentrasi di Afrika, sebelah selatan Sahara 2. Negara Berpenghasilan Menengah Bawah

Negara ini juga dikenal sebagai negara berkembang, yang memiliki PNB antara $ 400 dan kurang dari $ 2000 perkapita pada tahun 1992. Negara ini dalam tahpa awal industrilisasi.

3. Negara Berpenghasilan Menengah Atas

(14)

4. Negara Berpenghasilan Tinggi

Juga dikenal sebagai negara industri maju, pasca industri atau Dunia pertama, adalah negara yang mempunyai PNB diatas $ 12.000 per kapita.

POLA KONSUMSI

Hukum Engel

Pendapatan merupakan variabel paling penting yang mempengaruhi pasar potensial untuk sebagian besar produk. Bagaimana pendapatan mempengaruhi konsumsi ? Sifat elastisitas pendapatan untuk makanan pertama kali diamati dan dirumuska oleh ahli statistik bangsa Prusia di abad 19, Ernst Engel. Engel menemukan kondisi seragam di negara Eropa, dimana kalau pendapatan tumbuh diatas angka minimum tertentu, pengeluaran untuk makanan dalam persentasi pendapatan total akan menurun, walaupun angaka pengeluaran untuk makanan tidak berubah atau naik.

Tingkat Kejenuhan Produk

Tingkat kejenuhan produk atau persentse pembeli potensial atau jumlah rumah tangga yang memiliki produk ttn, naik kalau pendapatan nasional per kapita naik. Akan tetapi dalam pasar dengan pendapatan cukup bagi konsumen membeli produk ttn, faktor lain harus dipertimbangkan.

(15)

NERACA PEMBAYARAN

Adalah catatan dari semua transaksi ekonomi antara penduduk dari sebuah negara dengan penduduk bagian dunia lainnya. Neraca pembayaran memiliki perkiraan yang disebut perkiraan berjalan dan modal. Perkiraan berjalan adalah catatan dari seluruh transaksi perdagangan barang dan jasa, transaksi hibah swasta dan bantuan masyarakat antar negara yang terjadi berualang. Perkiraan modal mencatat semua investasi langsung, investasi portofolio dan arus keluar masuk modal jangka pendek serta jangka panjang.

Prubahan dalam cadangan moneter yang juga disebut kesalahan serta penghilangan bersiha adalah perkiraan yang membuat neraca pembayaran menjadi seimbang.

POLA PERDAGANGAN

Perdagangan Barang

Di tahun 1990, nilai perdagagan dunia kira-kira $ 3,5 trilyun, dengan 75 % ekspor dunia dihasilkan oleh negara industri, 25% negara berkembang.

Perdagangan Jasa

Pertumbuhan perdagangan dunia yang paling cepat adalah perdagangan dalam bidang jasa. Namun sayangnya statistik dan data mengenai perdagangan dalam bidang jasa tidak selengkap perdagangan barang. Banyak negara berkembang mengalami kerugian dalam menegakkan hak cipta internasional dan UU paten hingga menyebabkan pemasukan negatif dalam bidang jasa terhadap negara yang menciptakan produk jasa seperti perangkat lunak dan alat hiburan video.

(16)

Berbagai negara di dunia memegang kendali atas serangkaian luas transfer internasional. Jenis yang ditransfer tidak hanya barang dan jasa tetapi juga uang, manusia, teknologi dan hak. Semua unsur ini merupakan aspek penting dari bauran pemasaran multinasional, terutama barang, uang dan manusia.

Ada beberapa motif untuk mengendalikan transfer internasional. Motif utama adalah mencapai sasaran ekonomi. Sasaran ekonomi paling awal dari kendali terhadap transfer interansional adalah untuk menghasilkan sumber pendapatan pemerintah. Sekarang, dengan perkecualian negara-negara berkembang, motif pendapatan bukan faktor prinsip yang menjadi pedoman kebijakan nasional di bidang ini. Motif yang lebih umu sekarang adalah perlindungan terhadap industri lokal dan memperkuat pembangunan perusahaan lokal.

Mengapa Mengidentifikasi Motif Pengendalian ?

Identifikasi motif untuk mengendalikan transfer internasional penting karena ini adalah langkah pertama dalam pembentukan model tingkah laku dari pemerintah dalam bidang kebijakan ekonomi. Tidak dapat disangkal lagi, model tingkah laku dari suatu bangsa akan merupakan pendekatan kasar terhadap kenyataan yang dicoba untuk diuraikan.

Contohnya adalah situasi di Jepang yang baik mengenai bagaimana banyak motif mempengaruhi kendali nasional atas transfer internasional. Jepang telah membangun reputasi di seluruh dunia atas keketatan hambatan untuk masuk ke dalam ekonomi dan pasar Jepang. Perusahaan asing sulit sekali untuk membangun operasi langsung yang berhasil di Jepang. Dalam banyak industri seperti mobil, misalnya, Jepang membatasi bentuk asing apa pun untuk masuk ke pasar sampai industri mereka mempunyai dasar yang kuat di Jepang maupun di ekonomi interansional.

(17)

Pemanasan global, penggundulan huta, penipisan lapisan ozon, dan biodiversifikasi merupakan contoh isu kritis di tahun 1990-an. Konferensi Tingkat Tinggi Bumi kedua, The United Nations Conference on Environment and Developement di Rio de Janeiro, memunculkan agenda yang menempatkan pertanyaan mengenai masa depan anak-anak kita, sumber daya bumi dan cara yang paling efisien dalam mengelola sumber daya ini agar melestarikan pertumbuhan dan kemakmuran dunia. Pertemuan ini berhasil mengumpulkan lebih dari 100 pemimpin dunia dan 30.000 peserta yang lain dalam apa yang dianggap peristiwa terbesar yang pernah terjadi dalam kategori tersebut. Dasar pendapat sentral dari KTT bumi adalah masalah lingkungan tidak dapat lagi ditangani di tingkat nasional. Beberapa argumen yang menyolok mata dan diungkapkan dalam KTT tersebut adalah :

a. Peringatan untuk Bumi

 AS memiliki 5 % populasi dunia, menggunakan 25 % energi dunia, mengedarkan 22 % dari semua CO2 yang dihasilkan, dan mengusai 25 % PNB dunia, sedangkan,

 India memiliki 16 % populasi di dunia, menggunakan 3 % energi dunia, membuang 3 % dari semua CO2 yang dihasilkan, dan mengusai 1 % PNB dunia.

 Dekade terakhir, tingkat lapizan ozon di stratosfer, yang melindungi kehidupan dari radiasi sinar ultraviolet yang berbahaya.

b. Penyelamat Bumi

 Bila AS secara rata-rata menambah efisiensi penggunaan bahan bakar mobil dari 11 km/jam menjadi 16 km/l, secara keseluruhan negara ini akan menghemat 2,4 juta barrel dan dapat mencegah penambahan 440 juta ton karbon dioksida ke atmosfer setiap tahun.

(18)

The Cultural

Environment

CHAPTER

(19)

Defenisi dan Elemen-Elemen

Budaya

Budaya didefenisikan sebagai total jumlah pengetahuan tentang kepercayaan, nilai-nilai dan kebiasaan untuk melayani secara langsung perilaku konsumen dari anggota masyarakat khusus.

Budaya adalah sebuah system yang teritegrasi mempelajari pola perilaku dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh anggota masyarakat. Perspektif pemasaran global menekankan kesamaan konsumen diseluruh dunia dan merupakan lawan dari strategi pasar lokal yang menekankan perbedaan konsumen pada bangsa-bangsa berbeda beserta orientasi budaya spesifik mereka. Jika masuk pasar multinasional para pemasar harus siap menyesuaikan bauran pemasaran dengan kebiasaan khusus pada setiap negara pasar sasaran.

Ciri-ciri dari budaya :

1. Budaya dipelajari, dibagi, dan ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

2. Budaya disampaikan dari orang tua ke anak, oleh organisasi masyarakat, seperti kelompok hobbi khusus pemerintah, sekolah dan tempat ibadah.

3. Budaya adalah multidimensional, konsisten pada sejumlah elemen-elemen umum yang saling terkait.

Elemen-elemen budaya 1. Bahasa

a. Bahasa diartikan sebagai cara kita berbomunikasi secara verbal. b. Bahasa digunakan untuk bersosialisasi dan mengkomunikasikan

bagaimana nilai-nilai diekspresikan dan dimengerti.

c. Terdapat lebih dari 20 keluarga bahasa yang berbeda yang memotong batas-batas lintas nasional.

(20)

Empat peran bahasa :

a. Bahasa membantu dalam mengumpulkan dan mengevaluaasi informasi.

b. Bahasa menyediakan akses ke masyarakat lokal.

c. Kemampuan bahasa yang meningkat penting artinya dalam komunikasi perusahaan.

d. Bahasa menyediakan lebih dari kemampuan untuk berkomunikasi karena melewati mekanisme yang panjang untuk

menginterpretasikan konteks apa yang mempengaruhi operasi bisnis .

2. Agama

Para anggota semua kelompok agama kadang-kadang mungkin mengambil keputusan membeli dipengaruhi oleh identitas agama mereka. Perilaku konsumen biasanya dipengaruhi secara langsung oleh agama dalam hal produk yang secara simbolik dan ritualistik berkaitan dengan perayaan berbagai hari besar keagamaan.

a. Agama meliputi nilai-nilai dan norma-norma kunci yang merefleksikan jalan hidup yang dianutnya.

b. Orang mencoba untuk mengadopsi praktek bisnis mereka yamng akan memuaskan priinsip-prinsip religiusnya tanpa mengorbankan praktek bisnis modern yang mereka lakukan.

3. Nilai-nilai dan sikap

(21)

Terdapat empat dimensi budaya yang dikemukakan oleh Hofstede untuk menjelaskan variabilitas,yaitu :

a. Power distance, pengaruh perbedaan kekuasaan ketika terjadi hubungan antar pribadi.

b. Uncertainty avoidance, persetujuan masyarakat terhadap ancaman, situasi ragu-ragu dan dan kepercayaan pada institusi yang membantu mereka menghindari ketidak pastian.

c. Masculinity/feminimity, peran jenis kelamin sangat menentukan tentang perilaku pria dan wanita yang dapat diterima.

d. Individualism, nilai-nilai budaya sejahtera individu versus kelompok. Terdiri atas dua yaitu

Collectivism culture, orang-orang yang menjadi anggota kelompok bekerjasama untuk mencapai tujuan.

Individualism culture, tujuan individu lebih penting. 4. Manner dan customs

Jalan potensial dimana negosiator tidak mungkin membandingkan : a. Mengerti jalan pemikiran yang berbeda.

b. Perhatian pada kebutuhan menyelamatkan muka

c. Pengetahuan dan appresiasi terhadap negara tuan rumah. d. Pengenalan proses pembuatan keputusan dan peran untuk

hubungan pribadi dan kepribadian e. Mengalokasikan waktu untuk negosiasi. 5. Elemen material

a. Budaya merial mengenai hasil teknologi yang secara langsung dihubungkan dengan bagaimana sebuiah organisasi masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonominya.

b. Ini dimanifestasikan dalam ketersediaan dan kecukupan ekonomi dasar, sosial, finansial, dan infrastruktur marketing untuk bisnis internasional pada sebuah pasar.

(22)

Tanpa interpretasi yang benar atas nilai estetika pada suatu negara, sejumlah besar masalah pemasaran dapat timbul. Kurangnya sensitifitas pada nilai estetika dapat menyinggung, menciptakan kesan negatif dan secara umum membuat usaha-usaha pemasaran menjadi tidak efektif atau bahkan merugikan. Estetika pada sebuah negara tercermin dari : a. Selera yang baik diekspresikan melalui warna, bentuk dan musik. b. Arti warna dan bermacam-macam simbol dari negara ke negara. 7. Pendidikan

a. Pendidikan formal dan informal memainkan peran penting dalam menceritakan dan membagi budaya.

b. Perusahaan-perusahaan internasional butuh untuk mengerti berbagai penekanan pada skills khusus dan tingkatan pendidikan secara menyeluruh yang tersedia.

8. Lembaga sosial

a. Strata sosial adalah divisi dari populasi khusus dalam sebuah kelas. b. Kelompok referensi memberikan nilai-nilai dan sikap yang

berpengaruh pada perilaku. Referensi utama kelompok meliputi keluarga dan rekan kerja.

c. Organisasi sosial menetukan peran manajer dengan anggotanya dan bagaimana mereka berhubungan antara satu dengan yang lainnya.

Perbandingan Lintas Budaya

(23)

Produsen harus belajar segala sesuatu yang penting untuk penggunaan produk mereka di negara lain dimana mereka beroperasi, seperti :

1. Pertama mereka harus berpikir dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai, keyakinan dan kebiasaan dari masyarakat atau bangsa yang menjadi tujuan mereka.

2. Kedua supaya produk dilihat dari segi budaya merupakan produk yang baru bagi suatu masyarakat namun bisa diterima oleh masyarakat tersebut, dalam hal ini pemasar harus membujuk anggota masyarakat untuk meninggalkan tradisinya. Cara ini sebenarnya sulit dilakukan karena tradisi biasanya sudah mendarah daging dalam kehidupan subkultur tertentu.

Bagaimana pergerakan budaya memberikan arti bagi kehidupan melalui produk yang digunakan setiap hari dan bagaimana arti pergerakan ini terhadap sebuah masyarakat konsumer.

Beradaptasi dengan Budaya

Adaptasi adalah sebuah konsep penting dalam pemasaran internasional dan kesediaan untuk beradaptasi merupakan sikap yang krusial. 10 panduan proses adaptasi dalam berurusan dengan individu, perusahaan atau orang-orang yang berkuasa di negara-negara asing adalah : 1. Toleransi terbuka

2. Fleksibilitas 3. Kerendahan hati 4. Keadilan/kejujuran

5. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan tempo yang beragam 6. Rasa ingin tahu/minat

7. Pengetahuan akan negara tersebut 8. Rasa suka terhadap orang lain

9. Kemampuan untuk mempunyai rasa hormat

(24)

Budaya organisasi perusahaan didefenisikan sebagai suatu pola membagi nilai-nilai dan kepercayaan untuk membantu individu mengerti fungsi organisasional dan selanjutnya menyediakan kepada mereka norma-norma perilaku didalam organisasi. Pembagian kepercayaan berhubungan dengan gaya kepemimpinan, attribute organisasi dan mekanisme mempersatukan dalam organisasi. Perbedaan organisasi organik dengan proses mekanistik adalah : organisasi organic meliputi : menekankan pada fleksibilitas, spontanitas dan individualitas sedangkan organisasi dengan proses mekanis lebih menkankan pada pengendalian, stabilitas dan pesanan.

Global Account Management

(GAM)

Pengukuran pelanggan global dapat dilakukan dengan : 1. Single point contact

2. Coordination of resources for serving customer 3. Uniform price and term of trade

4. Standarized product and service

5. Consistence in service quality and performance

6. Supporting countries where the company has no presence

Customer Relationship

Management Global (CRM)

Munculnya SCM dilatar belakangi oleh 2 hal pokok, yaitu:

1. Praktek manajemen logistik tradisional yang bersifat adversarial pada era modern ini sudah tidak relevan lagi, karena tidak dapat menciptakan keunggulan kompetitif

(25)

Perkembangan lingkungan industri yang dinamis pada era global seperti sekarang ini menjadi pemicu bagi banyak organisasi perusahaan untuk menggali potensi yang dimiliki, serta mengidentifikasi faktor kunci sukses untuk unggul dalam persaingan yang semakin kompetitif. Teknologi yang juga berkembang pesat menjadi sebuah kekuatan untuk diterapkan dalam iklim persaingan. Usaha-usaha yang dilakukan pada akhirnya diarahkan untuk memberikan produk terbaik kepada konsumen.

Konteks produk yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen dalam pengertian manajemen produksi dan operasi adalah kombinasi produk barang dan jasa. Industri manufaktur tidak akan dapat bersaing apabila produk yang ditawarkan murni hanya barang, dan industri jasa juga tidak memiliki daya tarik apabila yang ditawarkan kepada konsumen murni berupa layanan. Keberhasilan perusahaan dalam memberikan produk terbaik kepada konsumen meliputi kombinasi di antara keduanya, yaitu barang dan jasa dalam porsi masing-masing yang ideal menurut perusahaan. Menyajikan produk dalam arti luas tersebut merupakan tantangan sekaligus peluang bagi sistem produksi operasi yang harus dijalankan perusahaan. Mulai dari mengidentifikasi selera konsumen sampai dengan mengupayakan seluruh kebutuhan input dari pemasok untuk memproduksi dan mendistribusikan produk tersebut sesuai dengan selera konsumen yang dibidik.

(26)

Salah satu upaya untuk mereduksi biaya tersebut adalah melalui optimalisasi distribusi material dari pemasok, aliran material dalam proses produksi sampai dengan distribusi produk ke tangan konsumen. Distribusi yang optimal dalam hal ini dapat dicapai melalui penerapan konsep Supply Chain Management (SCM). SCM sesungguhnya bukan merupakan suatu konsep yang baru. Menurut Jebarus (2001) SCM merupakan pengembangan lebih lanjut dari manajemen distribusi produk untuk memenuhi permintaan konsumen. Konsep ini menekankan pada pola terpadu yang menyangkut proses aliran produk dari supplier, manufaktur, retailer hingga kepada konsumen. Dari sini aktivitas antara supplier hingga konsumen akhir adalah dalam satu kesatuan tanpa sekat pembatas yang besar, sehingga mekanisme informasi antara berbagai elemen tersebut berlangsung secara transparan. SCM merupakan suatu konsep menyangkut pola pendistribusian produk yang mampu menggantikan pola-pola pendistribusian produk secara optimal. Pola baru ini menyangkut aktivitas pendistribusian, jadual produksi, dan logistic.

Supply Chain Management (SCM) menekankan pada pola terpadu menyangkut proses aliran produk dari supplier, manufaktur, retailer hingga pada konsumen akhir. Dalam konsep SCM ingin diperlihatkan bahwa rangkaian aktivitas antara supplier hingga konsumen akhir adalah dalam satu kesatuan tanpa sekat yang besar. Mekanisme informasi antara berbagai komponen tersebut berlangsung secara transparan.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Supply Chain Management (SCM) adalah suatu konsep yang menyangkut pola pendistribusian produk yang mampu menggantikan pola-pola pendistribusian produk secara tradisional. Pola baru ini menyangkut aktivitas pendistribusian, jadwal produksi, dan logistik.

(27)

akhir, dimana di dalamnya tercakup berbagai komponen, yaitu: the supplier of raw materials, the manufacturing units, warehouses, transporters, retailers, and finally selling.

Dari 2 definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa fokus utama dari SCM adalah sinkronisasi proses untuk kepuasan pelanggan. Semua supply chain pada hakekatnya memperebutkan pelanggan dari produk atau jasa yang ditawarkan. Semua pihak yang berada dalam satu rantai supply chain harus bekerja sama satu dengan lainnya semaksimal mungkin untuk meningkatkan pelayanan dengan harga murah, berkualitas, dan tepat pengirimannya.

Persaingan dalam konteks SCM adalah persaingan antar rantai, bukan antar individu perusahaan. Kelemahan praktek tradisional yang bersifat adversarial adalah terfokusnya ukuran keberhasilan dan aktivitas pada bagian-bagian kecil dari supply chain yang justru sering berlawanan dengan tujuan akhir untuk meningkatkan pelayanan pada pelanggan atau konsumen akhir.

Secara umum penerapan konsep SCM dalam perusahaan akan memberikan manfaat yaitu (Jebarus, 2001) kepuasan pelanggan, meningkatkan pendapatan, menurunnya biaya, pemanfaatan asset yang semakin tinggi, peningkatan laba, dan perusahaan semakin besar.

1. Kepuasan pelanggan. Konsumen atau pengguna produk merupakan target utama dari aktivitas proses produksi setiap produk yang dihasilkan perusahaan. Konsumen atau pengguna yang dimaksud dalam konteks ini tentunya konsumen yang setia dalam jangka waktu yang panjang. Untuk menjadikan konsumen setia, maka terlebih dahulu konsumen harus puas dengan pelayanan yang disampaikan oleh perusahaan.

(28)

3. Menurunnya biaya. Pengintegrasian aliran produk dari perusahan kepada konsumen akhir berarti pula mengurangi biaya-biaya pada jalur distribusi.

4. Pemanfaatan asset semakin tinggi. Aset terutama faktor manusia akan semakin terlatih dan terampil baik dari segi pengetahuan maupun keterampilan. Tenaga manusia akan mampu memberdayakan penggunaan teknologi tinggi sebagaimana yang dituntut dalam pelaksanaan SCM.

5. Peningkatan laba. Dengan semakin meningkatnya jumlah konsumen yang setia dan menjadi pengguna produk, pada gilirannya akan meningkatkan laba perusahaan.

6. Perusahaan semakin besar. Perusahaan yang mendapat keuntungan dari segi proses distribusi produknya lambat laun akan menjadi besar, dan tumbuh lebih kuat.

Keenam manfaat yang sudah dijelaskan seperti tersebut di atas merupakan manfaat tidak langsung. Secara umum, manfaat langsung dari penerapan SCM bagi perusahaan adalah :

1. SCM secara fisik dapat mengkonversi bahan baku menjadi produk jadi dan mengantarkannya kepada konsumen akhir. Manfaat ini menekankan pada fungsi produksi dan operasi dalam sebuah perusahaan. Dalam fungsi ini dilakukan penggunaan dari seluruh sumber daya yang dimilki dalam sebuah proses transformasi yang terkendali, untuk memberikan nilai pada produk yang dihasilkan sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan dan mendistribusikannya kepada konsumen yang dibidik. 2. SCM berfungsi sebagai mediasi pasar, yaitu memastikan apa yang

(29)

dan dilakukan pengujian maka produk dapat diproduksi. Sehingga SCM akan berperan dalam memberikan manfaat seperti point 1 tersebut. Ditinjau dari segi ongkos, masing-masing fungsi di atas berkaitan dengan ongkos, yaitu:

1. Fungsi pertama berkaitan dengan ongkos-ongkos fisik, yakni ongkos material, ongkos penyimpanan, ongkos produksi, ongkos transportasi, dan sebagainya.

2. Fungsi kedua berkaitan dengan biaya-biaya survey pasar, perancangan produk, serta biaya-biaya akibat terpenuhinya aspirasi konsumen oleh produk yang disediakan oleh rantai supply chain. Ongkos-ongkos ini bisa berupa ongkos markdown, yakni penurunan harga produk yang tidak laku dengan harga normal, atau ongkos kekurangan supply yang dinamakan dengan stockout cost.

Dalam perkembangannya, SCM telah banyak mengalami evolusi yang dapat digambarkan dalam 4 (empat) tahap sebagai berikut (Indrajit dkk, 2002): 1. Tahap 1, ada semacam kesendirian dan ketidak-saling-tergantungan

fungsi produksi dan fungsi logistik. Mereka menjalankan program-program sendiri yang terlepas satu sama lain (in-complete isolation). Contohnya adalah bagian produksi yang hanya memikirkan bagaimana membuat barang sesuai dengan mutu dan yang telah ditetapkan, dan sama sekali tidak mau ikut memikirkan penumpukan inventory dan penggunaan ruang gudang yang menimbulkan biaya persediaan yaitu biaya simpan.

2. Tahap 2, perusahaan sudah mulai menyadari pentingnya integrasi perencanaan walaupun dalam bidang yang masih terbatas, yaitu di antara fungsi internal yang paling berdekatan, misalnya produksi dengan inventory control dan functional integration yang lain.

3. Tahap 3, integrasi perencanaan dan pengawasan atas semua fungsi yang terkait dalam satu perusahan (internal integration).

(30)

pelaksanaan, dan pengawasan (manajemen) yang telah dicapai dalam tahap 3 dan diteruskan ke upstreams yaitu suppliers dan downsterams

sampai ke pelanggan.

(31)

The Legal,

Political Trade

Environment

CHAPTER

(32)

Peran hukum dalam bisnis

(33)

secara tidak langsung atau tanpa disadari, walaupun secara umum dapat dikatakan perusahaan telah mematuhi hukum yang berlaku ? Apakah perlu membuat standar yang mengatur hubungan atau komunikasi antara karyawan dan pelanggan atau antara karyawan dan pihak ketiga, agar informasi-informasi rahasia tetap terjaga ? dan sebagainya. Tentu masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang dapat dikembangkan sesuai dengan relevansinya.

Hukum Internasional

Semua negara mengatur perdagangan dengan negara lain dan mengawasi akses orang asing terhadap sumber daya nasional. Setiap negara mempunyai sistem hukum, peraturan dan tradisi sendiri yang unik, yang menimbulkan dampak pada kemampuan pemasar global untuk mengarahkan pada peluang pasar dalam suatu negara.

Ada peraturan untuk mengekspor dan mengimpor berbagai barang, orang, uang dan pengalaman melintasi batas negara. Kemudian peraturan ini dikonvensikan menjadi hukum internasional.

Hukum internasional dapat didefinisikan sebagai peraturan dan prinsip-prinsip yang dipandang sebagai mengikat oleh berbagai negara dan bangsa.

Negara Kebangsaan dan Kedaulatan

Kedaulatan suatu negara berarti bahwa pemerintah negara tersebut memegang pengawasan kegiatan ekonomi dalam batas-batas negara. Generalisasi ini harus ditempatkan dalam 2 kriteria penting :

1. Tahap perkembangan dari negara bersangkutan (yaitu negara maju, industri baru atau sedang berkembang)

(34)

politik sosialis atau komunis; kapitalistik demokrasi berorientasi pasar, atau sistem politik dan ekonomi campuran)

Jadi berbagai negara mengusai perkembangan industri atau ekonomi mereka sendiri termaksud menjalankan praktik proteksionis atau hambatan (kebijakan, hukum, peraturan dst.) untuk mempromosikan industri perintis atau melindungi sektor ekonomi yang tidak bersaing dari barang-barang impor yang lebih murah. Sebaliknya kalau negara yang menerapkan sistem ekonomi pasar dan berkembang ke tingkat pembangunan ekonomi yang maju, mereka menetapkan peraturan yang mempromosikan persaingan yang adil (hukum dan peraturan yang menentang monopoli) dan menyatakan bahwa konglomerasi atau persengkongkolan yang menghambat perdagangan bebas adalah tidak sah.

 Konflik hukum

Biasanya semua kegiatan ekonomi dalam batas suatu negara diatur oleh UU nasional. Tetapi hukum nasional mana yang berlaku untuk transaksi yang melintasi batas-batas negara ?

Jawabannya : adalah semua pihak harus menetapkan kontrak hukum mana yang berlaku untuk kontrak dengan persetujuan bersama. Bila terjadi perselisihan, mana yang harus dipatuhi oleh pihak yang dirugikan, apakah pengadilan atau panel arbitrasi ?

Didalam kontrak harus dicantumkan, apakah peraturan yang berlaku adalah yang ditempat domisili atau kantor bisnis salah satu pihak, tempat kontrak dibuat atau tempat kontrak dilaksanakan ?

Karena hasil perselisihan tidak selalu dapat diperkirakan, lebih baik berhati-hati untuk menyetujui hukum yang berlaku selama negosiasi dan masukkan dengan nyata dalam kontrak.

 Jangkauan Ekstrateritorial

(35)

 Kebebasan Kontrak yang tidak boleh dianggap pasti berlaku

Prinsip-prinsip kebebsan kontrak dianggap pasti berlaku oleh eksekutif dari negara-negara maju. Di negara maju agar kontrak bersifat mengikat dan mempunyai kekuatan hukum harus ada tawar menawar, pertimbangan, berbagai batasan dan kepatuhan hukum. Di negara berkembang pemerintah kadang-kadang campur tangan dalam kontrak dagang.

Bentuk-bentuk Pemerintahan

Bentuk pemerintahan yang ada di dunia berbeda atas pandangan yang bermacam-macam. Beberapa mempunyai aturan mengenai hak pilih yang tidak lazim seperti di Bolivia, anda dapat memberikan suara pada umur 18 tahun jika anda telah menikah, dan pada umur 21 tahun jika belum menikah. Di Peru polisi dan personel militer tidak dapat memberikan suara. Di Kroasia, anda dapat memberikan suara pada umur 16 tahun jika sudah bekerja. Di Libanon hanya wanita dengan tingkat pendidikan setidaknya sekolah dasar yang dapat memberi suara. Dan di Arab Saudi wanitak tidak diperbolehkan memberikan suaranya. Yang terakhir tampaknya merupakan satu-satunya negara yang benar-benar masih berada pada abad pertengahan sehubungan dengan hak pilih. Jadi bentuk pemerintahan yang berbeda memberikan nilai yang berbeda pula dalam ruang gerak bisnis di suatu kawasan. Seperti di Arab Saudi peran laki-laki lah yang sangat dominan melakukan bisnis.

Partai-partai Politik

(36)

apapun yang menyebabkan pergantian tersebut. Singkatnya suatu penilaian dari filosofi dan sikap politik dalam sebuah negara adalah penting untuk mengukur stabilitas dan daya tarik sebuah pemerintahan dalam hubungannya dengan potensi pasar.

Nasionalisme

Nasionalisme ekonomi dan kultural, yang dalam tingkat tertentu ada dalam semua negara, adalah faktor lain yang penting dalam menilai iklim bisnis. Nasionalisme paling sesuai dideskripsikan sebagai perasaan yang intens akan harga diri dan kesatuan nasional, suatu kesadaran dari penduduk sebuah bangsa akan harga diri terhadap negara ereka. Harga diri ini dapat mengambil bentuk prasangka anti bisnis asing, dimana pelecehan dan pengendalian terhadap investasi asing didukung, atau justru dihargai. Nasionalisme ekonomi mempunyai tujuan untuk melindungi otonomi ekonomi nasional di mana penduduknya mengidentifikasikan kepentingannya dengan perlindungan kedaulatan negara dimana mereka tinggal. Perasaan akan nasionalisme mewujud dalam berbagai cara termasuk seruan untuk memmbeli hanya pada produk negara mereka. Ini dapat dilakukan dengan melakukan pembatasan impor, tarif pajak tinggi dan rintangan-rintangan lainnya dalam perdagangan.

Ketakutan/kebencian yang terarah

(37)

itu orang Amerika beranggapan bahwa ancaman ekonomi dari Jepang adalah lebih besar dibandingkan ancaman militer dari Univ Soviet. Hal serupa terjadi di Cina yang menjelek-jelekan Jepang atas perubahan dalam buku sejarah Jepang akhir-akhir ini, yang mengecilkan kekejaman yang dilakukannya selama perang dunia II.

Perselisihan Perdagangan

Akhirnya perselisihan perdagangan sempit itu sendiri daapt mengganggu pasar internasional yang lebih luas. Tiga isu panas seputar tahun 2005 adalah pengenduran kuota pada tekstil yang diperintahkan oleh WTO, subsidi pertanian di negara-negara maju, dan perang yang membara sejak lama antara Airbus dengan Boeing perihal subsidi. Salah satu dari tiga isu tsb bisa saja mendidih dan mempengaruhi aspek-aspek lain dari perdagangan internasional

Pemecahan Konflik, Penyelesaian

Perselisihan dan Proses Pengadilan

 Alternatif terhadap proses pengadilan untuk penyelesaian perselisihan Salah satu sumber mendasar dari hukum internasional adalah hukum perdagangan, yang banyak dirujuk dalam aturan dan sejarah legal, banyak diantarannya yang ditetapkan berabad-abad yang lalu yang muncul karena adanya perselisihan dalam perdagangan dan pengapalan.

Penyelesaian perselisihan modern dalam pasar global mempunyai berbagai bentuk. Bentuk diluar pengadilan untuk penyelesaian perselisihan dalam bisnis internasional adalah arbitrasi. Ada juga cara lain seperti pencarian fakta, konsiliasi, mediasi dan tentu saja negosiasi antara pihak-pihak yang terlibat.

 Beberapa elemen kritis dalam Arbitrasi

(38)

’standar yang sudah dipersiapkan” dalam kontrak, yang menunjuk arbitrasi di ICC di Paris.

Namun banyak isu yang sukar untuk diselesaikan misalnya: memilih arbitrator, wewenang arbitrator, tempat abitrasi, hukum yang dipakai, prosedur dan aturan hukum arbitrasi yang akan dipakai, lembaga atau agen yang mengurus, jangka waktu untuk mencapai keputusan, mata uang yang dipakai, bahasa dari acara dan bukti dan pemaksaan hasil arbitrasi.

Risiko-risiko Politis dari bisnis global

Isu-isu kedaulatan, filosofi politik yang erbeda dan nosionalisme terwujud dalam sejumlah besar tindakan-tindakan pemerintah yang meningkatkan risiko bisnis global. Risiko dapat berbentuk penyitaan yang paling kasar sapai pada banyak aturan dan regulasi pemerintah yang lebih lunak tetapi tetap signifikan seperti pengendalian perdagangan pembatasan impor dan pengendalian harga yang secara langsung mempengaruhi kinerja aktivitas bisnis. Meskipun tidak selalu direstui secara resmi pada awalnya, kelompok aktivis sosial datu politik dapat memancing pemerintah untuk melakukan tindakan yang merugikan bagi bisnis. Dari semua risiko politik yang paling merugikan adalah tindakan-tindakan yang mengakibatkan pemindahan ekkuiti dari perusahaan kepada pemerintah dengan atau tanpa kompensasi yang memadai.

(39)

Risiko Ekonomi

Meskipun pengabil alihan dan penyitaan telah surut sebagai risiko melakukan bisnis di luar negeri, perusahaan-perusahaan internasional masih dihadapakan apda berbagai risiko ekonomi yang dapat terjadi tanpa adanya peringatan yang berarti. Pengekangan pada kativiatas bisnis dapat diterapkan atas nama keamanan nasional untuk melindungi industri yang baru berdiri, untuk melindungi nilai tukar mata uang asing, untuk meningkatkan pendapatan, atau untuk membalas praktik-praktik perdagangan yang tidak adil dan alasan-alasan nyata maupun imajiner lainnya.

a. Pengendalian nilai tukar

Pengendalian nilai tukar disebabkan oleh kekurangan dalam pertukaran devisa yang dilakukan oleh sebuah negara. Ketika sebuah negara menghadapi kekurangan dalam pertukaran devisa dan sejumlah besar modal meninggalkan negara tsb, kendali dapat diterapkan atas semua pergerakan modal, atau secara selektif thd perusahaan-perusahaan yang paling rentan secara politik untuk menjaga persediaan devisa untuk hal yang paling penting.

b. Hukum kandungan lokal

Sebagai tambahan atas pembatasan impor thdp barang-barang pentinig dalam upaya memaksa pembelian barang lokal, berbagai negara sering mengharuskan sebagian dari semua produk yang dijual dalam negara tsb untuk memiliki kandungan lokal, yaitu untuk memasukkan kandungan bagian-bagian yang dibuat di dalam negeri. Thailan contohnya mengharuskan semua produk susu mengandung paling sedikit 50 % susu dari para peternak susu lokal.

c. Pembatasan impor.

(40)

d. pengendalian pajak

Pajak harus digolongkan sebagai risiko politik ketika digunakan sebagai cara untuk mengendalikan investasi asing. Kasus seperti ini pajak tsb dinaikkan tanpa disertai peringatan, dan dengan melanggar persetujuan formal. India contohnya memajaki Pepsi Cola dan Coca Cola sebanyak 40 % atas semua soda y ang dibotolkan di India.

e. Pengendalian harga

Produk penting yang menimbulkan minat publik yang besar, seperti farmasi, makanan , bahan bakar dan obil sering kali berpengaruh pada pengendalian harga. Kendali ini terjadi selama masa inflasi dapat digunakan untuk mengendalikan biaya hidup. Selain itu dapat juga digunakan untuk memaksa perusahaan-perusahaan asing menjual ekukitas kepada pengusaha lokal. Efek samping ekonomi lokal dapat digunakan untuk memperlambat atau bahkan menhentikan penanaman modal

f. Permasalah pekerja

(41)

Isu Bisnis yang Relevan

 Pendirian

Dengan kondisi seperti apa, saya diperbolehkan mendirikan usaha dagang ? untuk menjalankan bisnis, warga negara dari suatu negara harus mendapat jaminan bahwa mereka akan diperlakukan adil di negara lain. Sehingga hal ini diperlukan perundingan atau persetujuan bersama, contohnya dalah persetujuan ekonomi di Uni Eropa.

Apabila kita mendirikan perusahaan di negara yang berada pada iklim ketidakpastian, maka pasar ini menunjukkan resiko politik yang tinggi dan kemungkinan besar kekuatan politik dapat mengubah lingkungan bisnis secara drastik hanya dengan pemberitahuan singkat yang mempengaruhi laba dan tukuan bisnis yang lain.

 Paten dan Merek Dagang

Apakah hak paten dan merek dagang saya akan dilindungi ? Tidak ada hak paten internasional. Hak paten dan merek dagang yang dilindungi di satu negara belum tentu dilindungi di negara lain. Jadi pemasar internasional harus memastikan bahwa setiap produknya didaftarkan di setiap negara tempat mereka ingin berdagang.

Ada sejumlah perjanjian paten terpisah, seperti International Convention for the protection of Industrial property yang diikuti oleh 45 negara. Perjanjian ini menjamin kalau Anda merupakan pendaftar di negara yang ikut menandatangani, tanggal pendaftaran akan dipakai sebagai maksud-maksud prioritas.

Kemudian adalah perjanjian kerjasama paten (PCT, Paten Corporation Treaty) dan European Patent System (EPS). PCT diakui oleh 39 negara dan EPS dipatuhi oleh negara anggota Uni Eropa, yang memungkinka pemohon paten mendaftarkan aplikasi tunggal yang mencakup semua negara yang mengakui konvensi tsb.

(42)

Untuk melindungi diri biasanya para eksekutif bisnis memilih untuk melakukan arbitrasi perselisihan. Arbitrasi pada umumnya mencakup usaha konsiliasi, mendengarkan semua pihak yang terlibat sebelum panel dari 3 anggota, dan keputusan yang semua pihak setuju terlebih dahulu untuk mematuhinya.

Pengacara menyarankan agar klausul arbitrasi harus dimasukkan ke dalam semua kontrak. Mereka juga menyarankan agar semua kontrak sebaiknya berisi klausul yang menetapkan peraturan perundangan yang akan dipergunakan kalau terjadi konflik. Juridiksi pada umumnya ditetapkan atas dasar :

1. Klausul Juridiksi 2. Dimana kontrak dibuat

3. dimana syarat kontrak akan dilaksanakan.

Karena pasar bersifat global, dapat diharapkan para pelakunya akan mengatur diri sendiri dangan sikap yang sesuai dengan peraturan yang mengikat, yang didefinisikan sebagai hukum internasional.

 Pajak

Pajak apa saja yang harus dibayar oleh perusahaan saya diluar negeri ? bagaimana perhitungan pajaknya ? Tidak ada hukum universal yang mengatur pungutan pajak atas perusahaan yang melakukan bisnis melintas batas-batas nasional. Akan tetapi, kebijakan pajak dari negara asal dan tuan rumah dapat memberikan dampak negatif dan positif pada perusahaan.

 Menyebar kontrol atas modal dasar

(43)

1. Telitilah berbagai kemungkinan. Tidak ada satu pun penyelesaian terbaik, dan setiap perusahaan harus meneliti diri mereka sendiri dan sitausi negara sewaktu memutuskan strategi apa yang diambil.

2. Gunakanlah UU untuk mencapai tujuan Anda sendiri. Dengan memenuhi tuntutan pemerintah, ada kemungkinan untuk mengambil keuntungan dalam bentuk konsesi, subsisidi dan perlindungan pasar oleh pemerintah.

3. Antisipasilah perubahan kebijakan pemerintah. Semakin cepat perusahaan dapat mengetahui kemungkinan gerakan dan inisiatif pemerintah, semakin cepat perusahaanitu mampu mengajukan usul rencananya sendiri untuk membantu negara itu mencapai tujuannya. 4. Dengarkanlah apa yang dikatan oleh manajer setempat. Manajer

setempat memahami lingkungan politik dan pengalaman menunjukkan bahwa mereka dalam posisi terbaik untuk mengetahui kapan isu akan muncul dan bagaimana mengubah kerugian potensial menjadi peluang lewat respon kreatif.

 Penyitaan

Mengacu pada tindakan pemerintah utuk menghapuskan sebuath perusahaan atau investor dari harta kekayaan dengan memberikan kompensasi. Kalau kompensasi tidak dilakukan, maka tindakan itu lebih tepat disebut konfiskasi.

Sangsi Politis

(44)

mengabaikan sangsi tsb. Ini adalah kasus yang terjadi di Kuba, kore Utara dan Iran.

Aktivis Politis dan Sosial dan

organisasi Nonpermerintah

Satu dari aksi Aksi yang paling efektif an terkemuka adalah terhadap Nestle dan penjualan susu formula bayi di pasar dunia ketiga. Boikot yang mendunia pada produk nestle berakibat pada perubahan substansial pemasaran perusahaan tsb. Para aktivis Free Burma Campaign telah memberikan cukup tkenaan yang menyebabkan perusahaan garmen AS berhenti mengimpor tekstil dari Burma. Aktivis Green Peace telah berhasil membangkitkan keraguan mengenai keamanan dari makanan dimodifikasi secara genetis.

Kekerasan dan terorisme

Terorisme mempunyai banyak tujuan berbeda. Perusahaan multinasional dijadikan sasaran untuk mempermalukan sebuah pemerintahan dan hubungannya dengan berbagai perusahaan, menggalang dana dengan menculik para eksekutif untuk membiayai tujuan teroris.

Menilai kerentanan Pollitis

(45)

kukota pengendalian devisa dan rintangan-rintangan investasi lainnya. Dalam sebuah tawaran untuk menarik investasi asing dan meningkatkan ekspor, india mengumumkan sebuah kebijakan perdaganan baru yang melonggarkan pengekatan dan menawarkan pembebasan pajak untuk perusahaan-perusahaan yang mengembangkan dan memelihara infrastruktur.

Memperkecil Kerentanan Politis

Meskipun perusahaan tidak dapat secara langsung mengendalikan atau mengubah lingkukngan politik di negara tempat perusahaan itu beroperasi, usaha bisnis tertentu bisa mengambil tindakan untuk mengurangi derajat kerentanan terhadap risiko politis. Investor asing sering dituduh mengeksploitasi kekayaan suatu negara dengan mengorbankan populasi nasional, dan hanya untuk keuntungan investor tsb. Beberapa langkah untuk mengurangi anggapan tsb pemerintah setempat dapat melakukan strategi:

a. kerja sama

Kerjasama dapat dilakukan dengan perusahaan multinasional lokal atupun negara ketiga lainnya yang akan membatasi keterbukaan finansial perusahaan dan biasanya lebih jarang terkena pelecehan politis. Kerja sama dengan lokal membantu meminimalkan perasaan anti perusahaan multinasional, dan kerja sama dengan perusahaan multinasional lainnya menambahkan kekuatan negara pihak ketiga dalam menawar

b. pengembangan basis investasi

(46)

c.Memberi Lisensi

UU AS tidak mengatur proses pemberian lisensi, seperti halnya Uni Eropa, Austria dan Jepang. Tidak terdapat pembatasan terhadap jangka waktu perjanjian atau jumlah royalti yang dapat diterima.

Namun ada beberapa pertimbangan penting dalam memberikan lisensi :

1. analisis mengeai aset apa yang dimiliki oleh perusahaan Anda yang ditawarkan untuk memberikan liesensi

2. Berapa harga set yang ingin Anda berikan lisensinya

3. Apakah hanya memberikan hak untuk “membuat” produk atau menambahkan hak untuk “menggunakan” dan untuk “menjual” produknya juga.

4. Apakah termaksud hak untuk memberikan sublisensi.

5. Apakah perlu lisensi silang ? lisensi silang adalah cara untuk memastikan bahwa Anda memperoleh manfaat dari setiap perkembangan dan perbaikan apa pun yang dikembangkan oleh penerima lisensi Anda.

d. Domestikasi terencana

Dalam kasus dimana negara tuan rumah menuntut partisipasi lokal, solusi jangka panjang yang paling efektif adalah penghapusan bertahap terencana, yaitu domestikasi terencana. Solusi ini bukan praktik bisnis yang disukai, tetapi alternatifnya yaitu domestikasi yang diprakasai pemerintah, dapat menjadi malapetaka seperti penyitaan. Sebagai respons yang masuk akal terhadap potensi adanya domestikasi, domestikasi terencana bisa menguntungkan, dan secara operasional bijaksana untuk investor asing. Domestikasi terencana pada intinya adalah proses bertahap partisipasi nasional dalam semua fase operasi perusahaan. e. Tawar menawar Politis

(47)

menerpakan kukota ekspor mobil di masa lalu, ketika perusahaan mobil Amerika sedang berjuang. Dan di tengah kritik amerika dan eropa yang terus meningkat, Cina setuju untuk menerpakan kuota ekspor tekstilnya dan menaikkan nilai mata uangnya.

f. Penyuapan politis

Satu pendekatan untuk berurusan dengan kerentanan politis adalah penyuapan politis usaha untuk mengurangi risiko politis, dengan membayar mereka yang berkuasa untuk campur tangan atas kepentingan perusahaan multinasional. Bagaimanapun juga , tidak pendekan ini tidak etis,tetapi pesaing anda mungkin menggunakan taktik seperti ini. Penyuapan politik atau sogokan telah digunakan untuk mengurangi pengaruh negatif dari berbagai masalah. Membayar kepala negara untuk menghindari pajak penyitaan atau pengusiran, membayar uang kepada agen untuk memastikan penerimaan kontrak penjualan, dan pemberian bantuan keuangan kepada berbagai macam orang yang tindakannya dapat mempengaruhi efektivitas program perusahaan merupakan keputusan yang sering kali dihadapi para manajer multinasional.

Hukum Pemasaran Internasional

a. Hukum adat dan kode

(48)

yang melakukan kontrak harus melakukannya dalam kesesuaian dengan iman yang baik dan seperti ditentukan oleh adat dan moral yang baik.

b. Hukum Islam

Landasan syariat isalam meliputi berbagai aspek sehubungan dengan kegiatan duniawi. Berbagai kegiatan masyarakat penganutnya tunduk kepada aturan yang digariskan oleh agama islam. Melakukan konsumsi barang haram, halal dan makruh menjadi pedoman bagi pemeluknya untuk dipatuhi dengan sangsi yang diyakininya. Larangan terhadap pembayaran bunga sangat mempengruhi perbankan dan praktis bisnis. Hipotik untuk properti sulit dilakkukan karena pembiaya yang membeli properti tsb dan kemudian menjualnya kepada mereka sebagai pembayaran kembali atas kapital tsb. Dan bukan untuk mengambil bunga, pembiaya dapat menjual properti tsb pada harga yang lebih tinggi atau pada harga yang sama namun mengambil pembayaran tambahan untuk menutup biaya yang seharusnya merupakan bunga..

c. Antitrust

UU antitrust (anti monopoli) ada untuk melwan prakti bisnis terbatas di AS dan negara lain. Praktik bisnis terbatas didefinisikan sebagai penetapan harga, membatas produksi , alokasi pasar, pengkangan teknologi atau berbagai skema lain yang diberlakukan dengan tujuan khusus untu menghindari persaingan.

Lembaga Pengatur

Salah satu pengaruh penting dalam masalah bisnis adalah tindakan badan pengatur (IEO, Internatinal Economic Organization) yang mengawasi hal-hal seperti pengendalian harga, penentapan nilai impor dan ekspor, praktik perdagangan, pemberian label, pengaturan makanan dan obat-obatan, kondisi tenaga kerja, tawar menawar kolektif, isi iklan, praktik persaingan dsb.

(49)

GATT adalah kumpulan norma dan prosedur yang telah diterima oleh 92 negara untuk menciptakan hubungan perdagangan internasional yang teratur dan dapat diperkirakan.

Ada 3 prinsip dasar GATT:

a. nondiskiriminasi, dalam arti setiap negara anggota harus memperlakukan perdagangan dari semua negara anggota dengan cara yang sama.

b. Pasar terbuka yang didorong oleh GATT lewat larangan segala bentuk proteksi kecuali tarif bea dan cukai.

c. Perdagangan yang adil, yang melarang subsidi ekspor atas produ manufaktur dan membatasi penggunaan subsidi ekspor untuk produk primer.

Kasus hukum internasional dalam

praktek dumping

(50)

dalam bidang perdagangan ini sulit untuk dipastikan. Bagi sebagian orang atau kelompok tertentu, suatu perbuatan dapat dianggap fair, tetapi bagi kelompok lain perbuatan yang sama dianggap unfair. Hal itu bergantung di mana kita berdiri, untuk dapat memandang suatu perbuatan tertentu sebagai fair atau unfair. Praktek dumping merupakan praktek dagang yang tidak fair, karena bagi negara pengimpor, praktek dumping akan menimbulkan kerugian bagi dunia usaha atau industri barang sejenis dalam negeri, dengan terjadinya banjir barang-barang dari pengekspor yang harganya jauh lebih murah daripada barang dalam negeri akan mengakibatkan barang sejenis kalah bersaing, sehingga pada akhirnya akan mematikan pasar barang sejenis dalam negeri, yang diikuti munculnya dampak ikutannya seperti pemutusan hubungan kerja massal, penggangguran dan bangkrutnya industri barang sejenis dalam negeri. Dengan kata lain hakikat dumping sebagai praktek curang bukan hanya karena dumping dipergunakan sebagai sarana untuk merebut pasaran di negara lain. Praktek banting harga itu pun dapat berakibat menggerogoti, bahkan mematikan perusahaan domestik yang menghasilkan produk sejenis. Tindakan tersebut mengharuskan pemerintah suatu negara mengadakan pembatasan-pembatasan tertentu terhadap berbagai praktek bisnis. Pembatasan tersebut berupa berbagai peraturan perundang-undangan yang secara eksplisit memasukkan berbagai tindakan sebagai suatu perbuatan yang dilarang dan dapat juga dinyatakan sebagai suatu tindakan kejahatan. Bagi Indonesia dalam konteks persaingan global cukup banyak masalah-masalah yang dihadapi dan cukup berat. Masalah-masalah tersebut menyangkut persaingan :

(1) produk dalam negeri terhadap produk impor sesama negara anggota, (2) produk dalam negeri terhadap produk impor nonanggota, dan

(51)

menjadi kewenangan dari lembaga lain (KADI) dan bagaimanakah praktek dumping dalam perspektif persaingan usaha.

Menurut Kamus Lengkap Perdagangan Internasional dumping adalah penjualan suatu komoditi di suatu pasar luar negeri pada tingkat harga yang lebih rendah dari nilai yang wajar, biasanya dianggap sebagai tingkat harga yang lebih rendah daripada tingkat harga di pasar domestiknya atau di negara ketiga. Sementara itu menurut Kamus Ekonomi (Inggris-Indonesia) dumping adalah suatu bentuk diskriminasi harga, di mana misalnya seorang produsen menjual pada dua pasar yang berbeda atau dengan harga-harga yang berbeda, karena adanya penghalang tertentu antara pasar-pasar tersebut dan terdapat elastisitas permintaan yang berbeda antara kedua pasar tersebut. Menurut Ilmu ekonomi dumping diartikan : Dumping is traditionally defined as selling at a lower price in one national market than in another.3 Sedangkan menurut Kamus Hukum ekonomi (Inggris-Indonesia) dumping adalah praktik dagang yang dilakukan eksportir dengan menjual komoditi di pasaran internasional dengan harga kurang dari nilai yang wajar atau lebih rendah daripada harga barang tersedia di negerinya sendiri atau daripada harga jual kepada negara lain, pada umumnya, praktik ini dinilai tidak adil karena dapat merusak pasar dan merugikan produsen pesaing di negara pengimport. Dari pengertian-pengertian dan definisi tersebut di atas maka dapat dikatakan dumping apabila memenuhi 3 kriteria :

(1) Produk ekspor suatu negara telah diekspor dengan melakukan dumping. (2) Akibat dumping tersebut telah mengakibatkan kerugian secara material

(3) Adanya hubungan kausal (causal link) antara dumping yang dilakukan dengan akibat kerugian (injury) yang terjadi.

(52)

atau petunjuk teknis Kepmenperindag No. 216/MPP/Kep/9/1996 sebagaimana diubah dengan Kepmenperindag No. 216/MPP/Kep/7/2001 sebagai ketentuan hukum acara (formil) dan ketentuan pembentukan Komite Anti Dumping Indonesia (selanjutnya disebut KADI)berdasarkan Kepmenperindag No. 427/MPP/Kep/10/2000 dan Kepmenperindag No. 3 428/MPP?Kep/10/2000 serta struktur kepegawaian KADI berdasarkan Keputusan Ketua KADI No. 346/KADI/Kep/10/2000.

Ditinjau dari ketentuan hukum baik materiil maupun formil sebagaimana tersebut di atas maka dumping termasuk pada rezim perdagangan internasional. Sekarang bagaimana kaitannya dengan Hukum Persaingan Usaha.

Hukum Persaingan Usaha dan Praktik

dumping

(53)

masyarakat. Agar persaingan dapat berlangsung, maka kebijakan ekonomi nasional di negaranegara berkembang pertama-tama diperlukan adalah mewujudkan pasar yang berfungsi dan mekanisme harga. Dalam konteks tersebut adalah penyediaan akses pasar sebebas mungkin dan pada saat yang sama menyediakan insentif untuk meningkatkan jumlah dari pengusaha nasional. Akhirnya, suatu kebijakan moneter yang berorientasi stabilitas merupakan prasyarat bagi berfungsinya ekonomi persaingan. Dalam rangka mewujudkan tatanan persaingan yang kondusif, prasyarat hukum sangat diperhatikan. Ekonomi persaingan bukan hanya menawarkan peluang meraih keuntungan, tetapi juga kerugian, bagi pengusaha. Tetapi prinsip tanggungjawab pasar bebas ini, yang menjamin sikap berhati-hati pengusaha dan pemanfaatan sumberdaya yang ekonomis, tergantung kepada persyaratan bahwa sistem hukum memungkinkan pemilikan sarana produksi oleh pihak swasta. Dalam kerangka mendukung adanya teori kebijakan persaingan yang sampai hari ini masih belum mampu menawarkan konsep yang jelas dan konklusif mengenai prasyarat kebijakan persaingan dan implementasi dari undang-undang antimonopoli. Oleh karena itu peran dari lembaga-lembaga pengawas persaingan merupakan satusatunya instrumen yang dapat digunakan untuk mengamankan proses persaingan.

Suatu ekonomi persaingan yang sudah mapan mengalami ancaman dari dua sisi: pertama, pemerintah dan kebijakan ekonominya, dan kedua pelaku pasar swasta yang berupaya menghindari persaingan melalui berbagai strategi yang menghambat persaingan. Dalam upaya menghindari kecenderungan hilangnya ekonomi pasar melalui tindakan-tindakan penghambat persaingan, perlu disusun regulasi persaingan yang bersifat resmi demi perlindungan persaingan. Regulasi hukum untuk perlindungan persaingan perlu menyertakan standarstandaryang bertujuan menghindarkan terbentuknya atau meningkatnya posisi-posisi dominasi pasar, atau penyalahgunaan dominasi pasar yang sudah terwujud, yaitu :

1. Standar-standar yang mengihindarkan perjanjian kartel yang menghambat persaingan, termasuk perilaku selaras;

(54)

3. Standar-standar yang menghindarkan penggabungan yang bersifat anti persaingan;

standar yang menghindarkan penyalahgunaan kekuatan pasar oleh perusahaanperusahaan

yang kuat.

Dalam pasal 3 dinyatakan bahwa tujuan pembentukan UU No. 5 Tahun 1999 adalah sebagai berikut :

1. Menjaga kepentingan umum dan meningkatkan efisiensi ekonomi nasional sebagai salah satu uapaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

2. Mewujudkan iklim usaha yang kondusif melalui pengaturan persaingan usaha yang sehat sehingga menjamin adanya kepastian kesempatan berusaha yang

sama

bagi pelaku usaha besar, pelaku usaha menengah, dan pelaku usaha kecil. 3. Mencegah praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat yang ditimbulkan oleh pelaku usaha

4. Terciptanya efektifitas dan efisiensi dalam kegiatan usaha.

(55)

menitikberatkan pada pengaturan pangsa pasar (market share) dan mengaitkannya dengan konsentrasi industri, sedangkan pendekatan perilaku dititikberatkan pada memerangi perilaku dan praktik bisnis yang bersifat antipersaingan seperti upaya pelaku usaha memperoleh posisi dominan serta melalui kebijakan harga (pricing policy) dan praktik-praktik bisnis lain yang cenderung bersifat antipersaingan.

Praktik dumping dan kebijakan harga

dalam Hukum Persaingan Usaha

Figur

Gambar : Tipe Hubungan Antara Variabel
Gambar Tipe Hubungan Antara Variabel. View in document p.74
Gambar : Klasifikasi Data Sekunder
Gambar Klasifikasi Data Sekunder. View in document p.78
Gambar : Klasifikasi Data Primer
Gambar Klasifikasi Data Primer . View in document p.81
Tabel 1. Hubungan Variabel antara Periklanan dan GNP
Tabel 1 Hubungan Variabel antara Periklanan dan GNP. View in document p.141
Gambar : Logistik Global
Gambar Logistik Global. View in document p.151
Tabel 1. Para Pelaku Ekspor Impor dan Dokumen Yang Diterbitkannya
Tabel 1 Para Pelaku Ekspor Impor dan Dokumen Yang Diterbitkannya. View in document p.170
Tabel 11. Koordinasi Antar Bagian di Perusahaan Dalam Kegiatan Ekspor Impor
Tabel 11 Koordinasi Antar Bagian di Perusahaan Dalam Kegiatan Ekspor Impor. View in document p.172
Tabel : Strategi Pengembangan Merek
Tabel Strategi Pengembangan Merek. View in document p.187

Referensi

Memperbarui...