ASEAN Association of South East Asian na

34  Download (0)

Full text

(1)

A. Latar Belakang

Pemahaman mengenai hukum internasional tidak dapat kita lepaskan dari organisasi internasional karena pada dasarnya organisasi internasional merupakan entitas1 yang tidak dapat dilepaskan dari dinamika hukum internasional. Seiring

dengan perkembangan zaman organisasi internasional menjadi bagian yang tidak terpisahkan karena berada dibawah hukum internasional. Ibarat dua sisi mata uang, keduanya saling melengkapi. Organisasi internasional telah timbul sejak beberapa negara-negara mengadakan hubungan internasional secara umum dikarenakan suatu negara sama halnya seperti manusia yang merupakan mahluk sosial, dalam hal ini manusia tidak akan bisa hidup tanpa bantuan dari manusia lain. Begitu pula dengan negara, bahwa negara tidak akan bisa berkembang dan tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bantuan dari negara lain. Sehingga negara-negara mengadakan hubungan internasional guna memenuhi kebutuhan satu sama lain. Hubungan internasional tersebut melibatkan dua atau lebih negara-negara yang mempunyai kepentingan dan tujuan bersama.2

1 Entitas (entity) adalah sebuah objek yang keberadaannya dapat dibedakan terhadap objek lain.

(2)

Organisasi internasional dijadikan suatu wadah atau alat untuk mencapai atau mewujudkan tujuan bersama tersebut yang menyangkut berbagai bidang kehidupan internasional salah satunya dibidang penindustrian.

Berdasarkan ruang lingkupnya organisasi internasional dibagi menjadi organisasi internasional universal/global dan organisasi internasional regional. Organisasi yang mencakup negara-negara di seluruh penjuru dunia. Sedangkan organisasi regional wilayah kegiatannya bersifat regional, dan keanggotaan hanya diberikan bagi negara-negara pada kawasan tertentu saja sesuai dengan kawasan dimana organisasi internasional tersebut berada. Kepentingan dan kebutuhan negara berdaulat dan merdeka (independent States and constituting a legally Organization States) tidak cukup hanya diselesaikan atau dikoordinasikan kepada lembaga atau organisasi internasional yang bersifat universal saja.

Ruang lingkup bidang yang diatur oleh organisasi internasional universal demikian luasnya, sehingga pengaturannya sering sulit di selesaikan. Akan lebih mudah jika semua hubungan internasional dalam belahan dunia tertentu diatur secara terbatas (tidak menyeluruh), yaitu dengan kerjasama secara regional. Bukan secara a world wide (seluruh dunia). Kerjasama regional lebih mudah dicapai karena secara geografis letak negara-negara berdekatan serta kebutuhan ekonomi maupun juga kebudayaanya tidak terlalu jauh berbeda.

ASEAN (Association of South East Asian nation) merupakan salah satu organisasi internasional regional yaitu organisasi internasional yang keanggotaannya hanya diberikan bagi negara-negara pada kawasan tertentu saja. ASEAN merupakan bentuk kerjasama yang dibentuk oleh negara-negara yang berada di Asia Tenggara saja. Pembentukan ASEAN ini merupakan langkah yang fenomenal dari negara-negara Asia Tenggara untuk menghadapi percepatan globalisasi dunia, dunia yang semakin mengglobal, mewujudkan perdamaian dunia khususnya kawasan Asia Tenggara, pengembangan kerjasama, dan memajukan pembangunan ekonomi.3

(3)

dicapai karena setiap negara menginginkan adanya proses perubahan perekonomian yang lebih baik dan ini akan menjadi faktor keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara. Dalam hal mempercepat pertumbuhan ekonomi ada banyak cara yang menjadi jalan keluar agar dapat memacu percepatan tersebut, baik dengan melakukan pembenahan internal kondisi perekonomian disuatu negara maupun juga dengan melakukan kerjasama internasional dalam segala bidang. Salah satu bentuk membentuk kerjasama internasional di ASEAN adalah dengan menbentuk ASEAN Economic Community (AEC) 2015 atau disebut juga dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang merupukan kerjasama antar negara-negara anggota ASEAN. Dengan adanya kerjasama tersebut diharapkan mampu membawa perubahan yang berarti dan dapat memberikan kontribusi positif demi percepatan pertumbuhan ekonomi di negara-negara Asia Tenggara.

Indonesia sebagai salah satu negara anggota ASEAN juga turut ikut serta dalam kerjasama internasional tersebut, yang tentunya akan mendapatkan dampak positif dan hasil dari ASEAN Economic Community (AEC) tersebut. Namun yang jadi pertanyaan adalah siapkah Indonesia dalam menghadapi program ASEAN Economic Community (AEC) ? karena tentunya akan menimbulkan persaingan secara positif yang sangat ketat antar negara-negara anggota ASEAN

(4)

1. Apakah tujuan ASEAN (Association of South East Asian nation) membentuk ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ?

2. Apakah Dampak/Manfaat MEA bagi Negara Indonesia sebagai salah satu Bagian Dari ASEAN Economic Community (AEC) Atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ?

3. Apakah Indonesia mampu menghadapi program/ajang ASEAN Economic Community (AEC) Atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui apakah tujuan ASEAN (Association of South East Asian nation) membentuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

2. Untuk mengetahui Dampak/Manfaat MEA Bagi Negara Indonesia

3. Untuk mengetahui mampukah indonesia dalam menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) Atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang tentunya akan menimbulkan persaingan positif yang sangat ketat bagi negara-negara anggota ASEAN

D. Metode Penulisan

Metode penulisan yang penulis gunakan adalah metode deduktif dimana penulis terlebih dahulu akan menggambarkan permasalahan secara umum lalu kemudian menarik kesimpulan yang bersifat khusus. Dalam teknik pengumpulan data, menelaah sejumlah literatur yang berkaitan dengan masalah yang diteliti berupa buku, jurnal, artikel dalam berbagai media, baik intenet maupun surat kabar harian.

E. Sistematika Penulisan

Dalam menguraikan penulisan kali ini agar lebih sistematis, maka penyajian makalah ini penulis bagi atas empat (4) bab, dan setiap bab dibagi lagi menjadi beberapasub bab yang lebih rinci. Adapun sistematika penulisannya adalah sebagai berikut:

1. BAB I. PENDAHULUAN, Terdiri dari latar belakang, perumusan masalah, dan tujuan penelitian, metode penulisan dan sistematika penulisan.

2. BAB II. LANDASAN TEORI, terdiri dari Fokus Bahasan dan Pengaturan Hukum Internasional. Apa sajakah yang menjadi inti pembahasan dan dasar hukum berlangsungnya dalam hubungan internasional.

3. BAB III. PEMBAHASAN, dalam bab ini Penulis membahas tentang apa peran ASEAN dalam membangun pertumbuhan ekonomi negara-negara anggota dan persiapan Indonesia sebagai salah satu negara anggota ASEAN dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

4. BAB IV. PENUTUP, yang terdiri dari kesimpulan yang diambil dari pembahasan, saran, dan daftar pustaka.

(5)

A. Fokus Bahasan

Makalah ini berfokus pada organisasi internasional regional di Asia Tenggara yaitu ASEAN (Association of South East Asian nation), dimana keanggotaan hanya diberikan bagi negara-negara pada kawasan Asia Tenggara saja. Jadi organisasi internasional regional tersebut merupakan bentuk kerjasama yang dibentuk oleh negara-negara yang berada di Asia Tenggara dan terbuka bagi negara-negara yang berada di Asia Tenggara saja. ASEAN didirikan untuk mencapai suatu ketentraman, menjaga peredamaian dan keamanan serta dalam hal melakukan kerjasama dalam berbagai bidang untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain.

Deklarasi bangkok (Bangkok Declaration) dan Piagam ASEAN (ASEAN Charter) menyatakan bahwa, salah satu tujuan didirikannya ASEAN adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan pengembangan kebudayaan negara-negara Asia Teggara.4 Diwujudkan dengan memajukan kerja

sama politik, keamanan, ekonomi, dan sosial budaya yang lebih luas.5

4

Deklarasi Bangkok (Bangkok Declaration), dapat diakses secara online pada situs resmi ASEAN : http://www.asean.org/news/item/the-asean-declaration-bangkok-declaration pada tanggal 7 januari pukul 20.00 WIB.

5

(6)

Dikarenakan Pertumbuhan ekonomi suatu negara merupakan salah satu hal yang sangat penting diperhatikan dan harus dicapai, karena setiap negara menginginkan adanya proses perubahan perekonomian yang lebih baik dan ini akan menjadi faktor keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara tersebut. Dalam hal mempercepat pertumbuhan ekonomi ada banyak cara yang menjadi jalan keluar yang dapat ditempuh ASEAN agar dapat memacu percepatan pertumbuhan ekonomi tersebut demi mewujudkan tujuan dari Deklarasi bangkok dan Piagam ASEAN tersebut, yaitu dengan melakukan pembenahan internal kondisi perekonomian disuatu negara maupun juga dengan melakukan kerjasama internasional dalam segala bidang.

Salah satu bentuk dalam membentuk kerjasama internasional di ASEAN adalah dengan menbentuk Economic Community 2015 atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang merupakan kerjasama antar negara-negara anggota ASEAN. Dengan adanya kerjasama tersebut diharapkan mampu membawa perubahan yang berarti dan dapat memberikan kontribusi positif demi percepatan pertumbuhan ekonomi di negara-negara anggota ASEAN.

B. Pengaturan Hukum Internasional

Organisasi internasional adalah suatu persekutuan negara-negara yang dibentuk dengan persetujuan antara para anggotanya dan mempunyai suatu sistem yang tetap atau perangkat badan-badan yang tugasnya adalah untuk mencapai tujuan kepentingan bersama dengan cara mengadakan kerjasama antar para anggotanya.6

6

(7)

menjadi organisasi internasional universal/global dan organisasi internasional regional. Organisasi yang mencakup negara-negara di seluruh penjuru dunia. Sedangkan organisasi internasional regional wilayah kegiatannya bersifat regional, dan keanggotaan hanya diberikan bagi negara-negara pada kawasan tertentu saja sesuai dengan kawasan dimana organisasi internasional tersebut berada.7 Baik organisasi internasional universal/global maupun organisasi

internasional regional merupakaan subjek hukum inmternasional yang terdiri dari negara-negara anggota baik global maupun kawasan tertentu saja/regional.8

7

D.W. Bowet, Hukum Organiasi Internasional, Terjemahan Bambang Iriana Atmaja, Jakarta, Sinar Grafika, Cet.1, Februari 1992., p.143

8

(8)

Salah satu contoh organisasi internasional regional adalah ASEAN. Dimana berdasarkan deklarasi bangkok ruang lingkup/keanggotaan ASEAN adalah “terbuka bagi semua negara, tapi hanya negara-negara yang termasuk didalam kawasan Asia Tenggara.”9 Pada dasarnya misi yang akan diperjuangkan oleh

ASEAN adalah menciptakan suasana penuh persahabatan, kedamaian dan penuh makmur di kawasan Asia Tenggara. Negara-negara anggota ASEAN harus mengusahakan kemajuan dalam perekonomian dan pembangunan, meningkatkan pertahanan/keamanan nasional dan regional serta menjaga kestabilam politik nasional maupun regoional.10 Oleh karena itu ASEAN membentuk Masyarakat

Ekonomi ASEAN (MEA) sebagai perwujudan kerjasama dalam bidang perekonomian guna mewujudkan tujuan atau misi dari ASEAN.

9

Bangkok Declaration, dapat diakses secara online di : http://www.asean.org/news/item/the-asean -declaration-bangkok-declaration pada tanggal 7 Januari Pukul 23.00 WIB.

10

(9)

Pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) berawal dari kesepakatan para pemimpin ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pada Desember 1997 di Kuala Lumpur, Malaysia.11 Menindaklanjuti KTT Ke-2 ASEAN, maka

pada KTT ke-6 ASEAN tanggal 16 Desember 1998 di Ha Noi, Vietnam. Pemimpin ASEAN mengesahkan Ha Noi Plan of Action (Rencana Aksi Ha noi) yang merupakan langkah awal untuk merealisasikan tujuan dari visi 2020 ASEAN. Pada KTT ini, para pemimpin juga mengeluarkan Statement on Bold Measure dengan tujuan untuk mengembalikan kepercayaan pelaku usaha, mempercepat pemulihan ekonomi, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi setelah krisis ekonomi dan financial.12

11

Second ASEAN Summit, 14-16 Desember 1997, malaysia dapat diakses secara online di situs resmi ASEAN : http://www.asean.org/news/item/highlights-of-the-second-informal-asean-summit-malaysia-14-16-december-1997

12

(10)

Pada KTT selanjutnya tanggal 5 November 2001 di Bandar Seri Begawan – Brunei Darussalam disepakati perlunya dibentuk Roadmap of Integration of ASEAN (RIA) guna memetakan tonggak penting yang harus dicapai berikut langkah-langkah spesifik dan jadwal pencapaiannya.13 Pada KTT ke-9 yang di

adakan di Bali tahun 2003 disetujui pembentukan Komunitas ASEAN. Pembentukan komunitas ini merupakan bagian dari upaya ASEAN untuk lebih mempererat integrasi. Juga merupakan upaya ASEAN untuk menyesuaikan cara pandang agar lebih terbuka dalam membahas permasalahan domestic yang berdampak pada kawasan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip utama ASEAN yaitu saling menghormati (mutual respect), tidak mencampuri urusan dalam negeri (non-interference), consensus, dialog dan konsultasi.14

13

Seventh ASEAN Summit, 5-6 November 2001, Bandar Seri Begawan, dapat diakses secara online di situs resmi ASEAN : http://www.asean.org/news/item/seventh-asean-summit-bandar-seri-begawan-5-6-november-2001-2

14

(11)

KTT selanjutnya yang diadakan di Vientiane, Laos tahun 2004 disetujui Vientiane Action Program (VAP) 2004-2010 yang merupakan strategi dan program kerja untuk mewujudkan ASEAN Vision.15 Tanggal 13 Januari 2007 di Cebu, Filipina

ditandatangani Cebu Declaration on the Accelaration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015. Para pemimpin ASEAN menyepakati percepatan pembentukan ASEAN Economic Community (AEC) dari tahun 2020 menjadi tahun 2015.16

Kemudian pada KTT ke-13 yang diadakan di Singapura, tahun 2007 dideklarasikan ASEAN Economic Community/Masyarakat Ekonomi ASEAN

15

Tenth ASEAN Summit, 29-30 November 2004, Viantine dapat diakses secara online di situs resmi ASEAN: http://www.asean.org/news/item/tenth-asean-summit-vientiane-29-30-november-2004-2

16

(12)

yang merupakan suatu pengesahan, persetujuan dari seluruh negara anggota serta pemberlakuan dari ASEAN Economic Community/Masyarakat Ekonomi ASEAN tersebut. 17

III PEMBAHASAN

A. Tujuan ASEAN Membentuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

1. ASEAN (Association of South East Asian nation)

ASEAN merupakan salah satu organisasi internasional regional yaitu organisasi internasional yang keanggotaannya hanya diberikan bagi negara-negara yang berada di Asia Tenggara saja. ASEAN sebagai suatu organisasi internasional merupakan wadah negara-negara di Asia Tenggara dalam menyelesaikan masalah, menjalankan tugas bersama, dan mencapai tujuan bersama dari negara anggotanya.18 Tujuan dibentuknya ASEAN

17

Thirteenth ASEAN Summit, 20 November 2007, dapat diakses secara online di situs resmi ASEAN : http: //www.asean.org/news/item/singapore-declaration-on-the-asean-charter-singapo re-20-november-2007

18

(13)

ASEAN yaitu :

Deklarasi Bangkok menyatakan tujuan ASEAN adalah19 :

a) Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan pengembangan kebudayaan negara-negara Asia Teggara melalui usaha bersama dalam semangat bersama bagi suatu masyarakat Asia Tenggara yang makmur dan damai;

b) Memelihara keamanan dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara tanpa ikut campur terhadap masalah dalam negeri anggota;

c) Mewujudkan kerjasama yang aktif dan saling membantu dalam masalah kepentingan bersama dibidang ekonomi, sosial, budaya, tehnik, ilmu pengetahuan, dan Administrasi;

d) Untuk menyediakan atau memberikan bantuan terhadap satu dengan yang lainnya dalam bentuk latihan dan fasilitas penelitian dalam bidang pendidikan, propesi, tehnik, dan administrasi;

e) Melakukan kerjasama yang lebih efektif untuk memanfaatkan industri dan pertanian, perluasan perdagangan termasuk studi

19

(14)

tentang masalah yang menyangkut komoditas perdagangan international, perbaikan fasilitas transfort dan komunikasi, serta peningkatan standar kehidupan masyarakat

f) Untuk mengembangkan studi tentang bangsa Asia Tenggara;

g) Untuk mempertahankan kerjasama yang erat dan menguntungkan dengan organisasi regional dan international yang mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama. dan meneliti semua cara untuk mengadakan kerjasama.

Sedangkan pada Pasal 1 Piagam ASEAN, tujuan didirikannya ASEAN adalah 20:

a) Untuk memelihara dan meningkatkan perdamaian, keamanan, dan stabilitas serta lebih memperkuat nilai-nilai yang berorientasi pada perdamaian di regional ;

b) Untuk meningkatkan ketahanan kawasan dengan memajukan kerja sama politik, keamanan, ekonomi, dan sosial budaya yang lebih luas;

c) Mempertahankan Asia Tenggara sebagai Kawasan Bebas Senjata Nuklir dan bebas dari semua jenis senjata pemusnah massal lainnya;

d) Menjamin bahwa rakyat dan Negara-Negara Anggota ASEAN hidup damai dengan dunia secara keseluruhan di lingkungan yang adil, demokratis, dan harmonis;

e) Menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang stabil, makmur, sangat kompetitif, dan terintegrasi secara ekonomis melalui fasilitasi yang efektif untuk perdagangan dan investasi,

20

(15)

investasi yang bebas; terfasilitasinya pergerakan pelaku usaha, pekerja profesional, pekerja berbakat dan buruh, dan arus modal yang lebih bebas;

f) Untuk mengurangi kemiskinan dan mempersempit kesenjangan pembangunan di ASEAN melalui bantuan dan kerja sama timbal balik;

g) Untuk Memperkuat demokrasi, meningkatkan tata kepemerintahan yang baik danaturan hukum, dan memajukan serta melindungi hak asasi manusia dankebebasan-kebebasan fundamental, dengan memperhatikan hak-hak dankewajiban-kewajiban dari Negara-Negara Anggota ASEAN;

h) Menanggapi dengan efektif, sesuai dengan prinsip keamanan yang menyeluruh, segala bentuk ancaman, kejahatan lintas-negara dan tantangan lintas-batas;

i) Untuk mendorong pembangunan berkelanjutan guna menjamin perlindungan lingkungan hidup di kawasan, sumber daya alam yang berkelanjutan, pelestarian warisan budaya, dan kehidupan rakyat yang berkualitas tinggi;

j) Untuk mengembangkan sumber daya manusia melalui kerja sama yang lebih erat di bidang pendidikan dan pembelajaran sepanjang hidup, serta di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk pemberdayaan rakyat ASEAN dan penguatan Komunitas ASEAN; k) Untuk meningkatkan kesejahteraan dan penghidupan yang

layak bagi rakyat ASEAN melalui penyediaan akses yang setara terhadap peluang pembangunan sumber daya manusia, kesejahteraan sosial, dan keadilan;

l) Untuk memperkuat kerja sama dalam membangun lingkungan yang aman dan terjamin bebas dari narkotika dan obat-obat terlarang bagi masyarakat ASEAN;

m) Untuk memajukan ASEAN yang berorientasi kepada rakyat yang di dalamnya seluruh lapisan masyarakat didorong untuk berpartisipasi, dan memperoleh manfaat dari itu, proses integrasi dan pembangunan komunitas ASEAN;

n) Untuk mengembangkan identitas ASEAN dengan meningkatkan kesadaran yang lebih tinggi akan keanekaragaman budaya dan warisan regional;

o) Untuk mempertahankan sentralitas dan peran proaktif ASEAN sebagai kekuatan penggerak utama dalam hubungan dan kerja samanya dengan para partner eksternal dalam arsitektur kawasan yang terbuka, transparan, dan inklusif.

(16)

merupakan salah satu hal yang sangat penting diperhatikan dan harus dicapai, karena setiap negara menginginkan adanya proses perubahan perekonomian yang lebih baik dan ini akan menjadi faktor keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara tersebut. Dalam hal mempercepat pertumbuhan ekonomi ada banyak cara yang menjadi jalan keluar yang dapat ditempuh ASEAN agar dapat memacu percepatan pertumbuhan ekonomi tersebut demi mewujudkan tujuan dari Deklarasi bangkok dan Piagam PBB tersebut, yaitu dengan melakukan pembenahan internal kondisi perekonomian disuatu negara maupun juga dengan melakukan kerjasama internasional dalam bidang stabilitas perekonomian dan pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi dunia yang sangat pesat dan perkembangan sistem perdagangan internasional mendorong masyarakat ASEAN untuk terus bersaing dan meningkatkan daya saing ASEAN dalam dunia perekonomian dan perdagangan agar tidak tertinggal dengan negara-negara lain. Diwujudkan dengan memajukan ekonomi, dan sosial budaya yang lebih luas. Dengan melakukan kerjasama internasional dalam bidang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tersebut. Salah satu bentuk membentuk kerjasama internasional dalam bidang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi adalah diwujudkan dengan menbentuk ASEAN Community 2015 atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Tujuan dibentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah untuk meningkatkan stabilitas perekonomian dikawasan ASEAN, serta diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah dibidang ekonomi antar negara ASEAN. Membuat ASEAN mempunyai karakteristik sebagai pasar tunggal yang berbasis produksi, wilayah ekonomi yang sangat kompetitif, wilayah pembangunan ekonomi yang adil, kawasan yang terintegrasi ke dalam ekonomi global.21 MEA juga bertujuan untuk

21

(17)

tujuan membuat ASEAN lebih dinamis dan kompetitif.22

2. Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)/ASEAN Economic Community 2015

a) Sejarah Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

Pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) berawal dari kesepakatan para pemimpin ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pada Desember 1997 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kesepakatan ini bertujuan meningkatkan daya saing ASEAN serta bisa menyaingi Tiongkok dan India untuk menarik investasi asing. Modal asing dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan warga ASEAN.23

22

Handbook, Thingking Globally, Prospering Reginally, ASEAN Economic Community 2015, p.3. dapat diakses secara online di http://www.asean.org/images/resources/2014/May/AECKeyMessa gesBooklet_FINAL30Apr2014.pdf

23

(18)

Menindaklanjuti KTT Ke-2 ASEAN, maka pada KTT ke-6 ASEAN tanggal 16 Desember 1998 di Ha Noi, Vietnam. Pemimpin ASEAN mengesahkan Ha Noi Plan of Action (Rencana Aksi Ha noi) yang merupakan langkah awal untuk merealisasikan tujuan dari visi 2020 ASEAN. Pada KTT ini, para pemimpin juga mengeluarkan Statement on Bold Measure dengan tujuan untuk mengembalikan kepercayaan pelaku usaha, mempercepat pemulihan ekonomi, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi setelah krisis ekonomi dan financial. 24

Pada KTT selanjutnya tanggal 5 November 2001 di Bandar Seri Begawan – Brunei Darussalam disepakati perlunya dibentuk Roadmap of Integration of ASEAN (RIA) guna memetakan tonggak penting yang harus dicapai berikut langkah-langkah spesifik dan jadwal pencapaiannya. 25 Pada KTT ke-9 yang di adakan di Bali tahun 2003

24

Sixth ASEAN Summit, 15-16 Desember 1998, Ha Noi dapat diakses secara online di situs resmi ASEAN : http://www.asean.org/news/item/sixth-asean-summit-ha-noi-15-16-december-1998

25

(19)

merupakan bagian dari upaya ASEAN untuk lebih mempererat integrasi. Juga merupakan upaya ASEAN untuk menyesuaikan cara pandang agar lebih terbuka dalam membahas permasalahan domestic yang berdampak pada kawasan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip utama ASEAN yaitu saling menghormati (mutual respect), tidak mencampuri urusan dalam negeri (non-interference), consensus, dialog dan konsultasi.26 Petinggi ASEAN mendeklarasikan bahwa

pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan dipercepat dan diadakan pada tahun 2015.27

26

Ninth ASEAN Summit, 7-8 Oktober 2003, Bali, dapat diakses secara online di situs resmi ASEAN : http://www.asean.org/news/item/the-ninth-asean-summit -2001-2

27

(20)

KTT selanjutnya yang diadakan di Vientiane, Laos tahun 2004 disetujui Vientiane Action Program (VAP) 2004-2010 yang merupakan strategi dan program kerja untuk mewujudkan ASEAN Vision. 28 Tanggal 13

Januari 2007 di Cebu, Filipina ditandatangani Cebu Declaration on the Accelaration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015. Para pemimpin ASEAN menyepakati percepatan pembentukan ASEAN Economic Community (AEC) dari tahun 2020 menjadi tahun 2015.29

Ada beberapa alasan mengapa pada Cebu Declaration 2007, Komunitas ini dipercepat menjadi 2015 antara lain :

28

Tenth ASEAN Summit, 29-30 November 2004, Viantine dapat diakses secara online di situs resmi ASEAN: http://www.asean.org/news/item/tenth-asean-summit-vientiane-29-30-november-2004-2

29

(21)

kompetisi global seperti dengan India dan China;

2) Adanya Potensi penurunan biaya produksi di ASEAN sebesar 10-20% sebagai dampak integrasi;

3) Untuk meningkatkan kemampuan kawasan dengan implementasi standard dan praktik internasional;

4) Diselaraskan dengan komitmen pencapaian MDGs 2015.

Kemudian pada KTT ke-13 yang diadakan di Singapura, tahun 2007 dideklarasikan ASEAN Economic Community/Masyarakat Ekonomi ASEAN yang merupakan suatu pengesahan, persetujuan dari seluruh negara anggota serta pemberlakuan dari ASEAN Economic Community/Masyarakat Ekonomi ASEAN tersebut.30

b) Pengertian dan karakteristik Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

1) Pengertian Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

ASEAN Economic Community 2015 atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah tempat dimana sepuluh negara ASEAN datang bersama dengan kesepakatan bersama untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat ASEAN. Sebelum mendengar Masyarakat Ekonomi ASEAN mungkin kita sebelumnya hanya mengenal ASEAN, karena ASEAN telah dibentuk sejak tahun 1967 namun kita dapat melihat bagaimana kerjasama antar negara ASEAN masih sangat terbatas, adanya ASEAN Community 2015 merupakan suatu upaya kerjasama untuk mengembangkan negara-negara anggota di ASEAN terutama dalam bidang perekonomian.31

30

Thirteenth ASEAN Summit, 20 November 2007, dapat diakses secara online di situs resmi ASEAN : http: //www.asean.org/news/item/singapore-declaration-on-the-asean-charter-singapo re-20-november-2007

(22)

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah realisasi tujuan akhir dari integrasi ekonomi yang didasarkan pada konvergensi kepentingan negara-negara anggota ASEAN untuk memperdalam dan memperluas integrasi ekonomi melalui inisiatif yang ada dan baru dengan batas waktu yang jelas. Dalam mendirikan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), ASEAN harus bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip terbuka, berorientasi ke luar, inklusif, dan berorientasi pasar ekonomi yang konsisten dengan aturan multilateral serta kepatuhan terhadap sistem untuk kepatuhan dan pelaksanaan komitmen ekonomi yang efektif berbasis aturan.32

2) Karakteristik Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

Nadia Aditio, Masyarakat Ekonomi Asean 2015, Dapat diakses secara online di : https://www. academia.edu/6759428/era_Masyarakat_Ekonomi_ASEAN_2015 pada tanggal 8 Januari pukul 14.00

32

(23)

(MEA) diharapkan akan membentuk ASEAN dengan karakteristik sebagai33 :

i. Pasar tunggal yang berbasis produksi

ASEAN pasar dan basis produksi tunggal akan terdiri dari lima elemen inti yaitu gratis arus barang, aliran bebas jasa, arus bebas investasi, arus modal yang lebih bebas, dan tenaga kerja yang terampil. Selain itu, pasar dan basis produksi tunggal juga mencakup dua komponen penting, yaitu, sektor integrasi prioritas, dan makanan, pertanian dan kehutanan.

ii. Wilayah ekonomi yang sangat kompetitif

Wilayah ekonomi yang sangat kompetitif yang mencakup kegiatan dalam bidang Kebijakan Persaingan, Perlindungan Konsumen, Pengembangan Infrastruktur, Hak Kekayaan intelektual (HKI), Perpajakan, E-Commerce atau meningkatkan perdagangan dengan media elektronik berbasis online.

iii. Wilayah pembangunan ekonomi yang adil

Wilayah pembangunan ekonomi yang adil yang diwujudkan dengan pengembangan program kerja yang strategis, langkah-langkah kebijakan dan output indikatif, dan inisiatif akan integrasi ASEAN dengan teknis dan kerja sama pembangunan untuk mengatasi kesenjangan pembangunan dan mempercepat ekonomi integrasi Negara-negara Anggota ASEAN yang kurang berkembang sehingga

33

(24)

manfaat dari ASEAN integrasi dibagi dan dinikmati oleh semua negara anggota ASEAN

iv. Kawasan yang terintegrasi ke dalam ekonomi global

ASEAN beroperasi dalam lingkungan yang semakin global, dengan pasar yang saling bergantung dan industri global. Memungkinkan ASEAN untuk bersaing secara internasional, membuat ASEAN yang lebih dinamis dan lebih kuat dari rantai pasokan global dan untuk memastikan bahwa pasar internal masih menarik untuk investasi asing. Aturan dan peraturan eksternal harus semakin diperhitungkan saat mengembangkan kebijakan yang berkaitan dengan AEC dengan mengadakan pendekatan hubungan eksternal dan partisipasi ditingkatkan dalam jaringan global .

B. Dampak/Manfaat adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di Indonesia

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang diadakan oleh petinggi ASEAN salah satunya membahas tentang suatu kerjasama internasional untuk mengembangkan pertumbuhan dan stabilitas perekonomian di Asia Tenggara, oleh karena pertumbuhan ekonomi dunia yang sangat pesat dan perkembangan sistem perdagangan internasional. Berawal dari kesepakatan para negara anggota dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pada Desember 1997 di Kuala Lumpur, Malaysia sampai KTT ke-13 yang diadakan di Singapura, tahun 2007 yang mendeklarasikan ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN dalam hal ini pengesahan dan pemberlakuan ASEAN Economic Community/Masyarakat Ekonomi ASEAN tersebebut. Indonesia sebagai salah satu negara anggota dari ASEAN tentunya juga turut menyetujui, dan berpatisipasi dalam ASEAN Economic Community, dalam hal ini menjadi anggota ASEAN Economic Community tersebut.

(25)

akan semakin meningkatakan tingkat profesionalitas dan bakat yang dimilikinya untuk mencari pekerja terbaik sesuai dengan kriteria yang diinginkan.34

Pada sisi investasi, kondisi ini dapat menciptakan iklim yang mendukung masuknya Foreign Direct Investment (FDI) yang dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi melalui perkembangan teknologi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia (human capital) dan akses yang lebih mudah kepada pasar dunia. Para investor dapat memperluas ruang investasinya tanpa ada batasan ruang antar negara anggota ASEAN.35 Dari aspek

ketenagakerjaan, terdapat kesempatan yang sangat besar bagi para pencari kerja karena dapat banyak tersedia lapangan kerja dengan berbagai kebutuhan akan keahlian yang beraneka ragam. Para tenaga kerja indonesia dapat bekerja di negara anggota ASEAN dengan bebas dan sesuai dengan keterampilan yang

34

UMY, Fajrianita Dewi, paper, Dampak Positif Berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean 2015 Bagi Indonesia, Dapat diakses secara online di : https://www.academia.edu/9385385/Dampak_ Positif_Berlakunya_Masyarakat_Ekonomi_Asean_2015 pada tanggal 8 Januari pukul 15.20

35

(26)

dimilikinya. Selain itu, akses untuk pergi keluar negeri dalam rangka mencari pekerjaan menjadi lebih mudah bahkan bisa jadi tanpa ada hambatan tertentu.36

Menurut data Sekretariat ASEAN yang dilansir oleh Kementerian Perdagangan, dalam pertemuan Senior Economic Officials Meetings ASEAN di Nay Pyi Taw, Myanmar, disebutkan bahwa MEA telah memberi banyak manfaat bagi Indonesia, yaitu sebagai berikut37:

1. Dari segi Kemiskinan Turun dari 45 persen pada 1990 menjadi 15,6 persen pada 2010.

2. Kelas Menengah Naik dari 15 persen (1990) menjadi 37 persen (2010).

3. Investasi

36

Ibid.

37

(27)

miliar (2012).

4. Produk Domestik Bruto (PDB)

PDB 2011 berkembang 5,7 persen dengan nilai US$ 2,31 triliun. PDB per kapita berkembang dari US$ 965 (1998) menjadi US$ 3.601 (2011).

5. Dalam hal Perdagangan

Perdagangan barang di kawasan ASEAN sebesar US$ 381,7 miliar (2012).

C. Indonesia Dalam Menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) Atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

1. Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) Atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

(28)

masyarakat sipil sedangkan di Indonesia, pemerintah belum ada strategi konkret dan penetapan sektor yang menjadi prioritas.38

Namun Pemerintah sendiri sangat optimis dengan MEA. Sejumlah pakar dan pengamat ekonomipun optimistis bahwa Indonesia mampu menghadapi Masyarakat ekonomi ASEAN. Mengingat ASEAN merupakan mitra-dagang yang penting, baik perdagangan barang maupun jasa. Selain itu, ASEAN juga merupakan pelaku investasi asing penting di Indonesia. Serta kawasan ASEAN juga merupakan penyerap tenaga kerja murah dari Indonesia dan masih banyak manfaat yang akan didapatkan seperti yang telah disebutkan diatas. 39 Indonesia sendiri merupakan pasar

terbesar di Asia Tenggara. Sepertiga potensi pasar ASEAN ada di

38

Beritasatu.com, Persiapan Indonesia Menghadapi Pasar Bebas ASEAN Masih Belum Optimal,

dapat diakses secara online di : http://www.beritasatu.com/ekonomi/147060-persiapan-indone sia-menghadapi-pasar-bebas-asean-masih-belum-optimal.html pada tanggal 8 Januari pukul 20.00

39

(29)

sampai ikut-ikutan memuji daya beli masyarakat Indonesia. Menurutnya, setiap tahun ada 7 juta orang Indonesia yang menjadi kelas menengah baru dan siap membeli berbagai jenis barang konsumsi.40 Besarnya potensi

tersebut mendorong Pemerintah dan pihak lain optimis.

Pemerintah dan para pengusaha perlahan terus berupaya untuk menghadapi MEA dengan memperbaiki segala kelemahan yang dimiliki Indonesia agar tercapai sinergi dan meningkatkan efektiitas serta efisiensi dalam pelaksanaan MEA tersebut. Yaitu dengan membuat langkah strategis dalam sektor tenaga kerja, sektor infrastuktur, sektor industri, Menciptakan SDM yang kompeten, mewujudkan konsolidasi perbankan nasional, peningkatan efisiensi produksi dan manajemen usaha, peningkatan daya serap pasar produk KUKM lokal, penciptaan iklim usaha yang kondusif, pembentukan panitia nasional MEA 2015 untuk melakukan kegiatan sosialisasi mengenai pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean 2015 kepada seluruh masyarakat, dan usaha-usaha lainnya. Terbukti usaha dari Pemerintah dan pihak lainnya berhasil sehingga mendapatkan manfaat dari MEA seperti yang telah diuraikan diatas.

2. Faktor Penghambat dan Kelamahan Indonesia Dalam Pelaksanaan MEA

Dalam melaksakan MEA Indonesia mempunyai hambatan dan kelemahan yang menjadi faktor hambatan dalam pelaksanaan program MEA dan mendapatkan hasil yang efektif dari pelaksanaan tersebut.

40

(30)

Pertama, mutu pendidikan tenaga kerja masih rendah, di mana hingga Febuari 2014 jumlah pekerja berpendidikan SMP atau dibawahnya tercatat sebanyak 76,4 juta orang atau sekitar 64 persen dari total 118 juta pekerja di Indonesia.41

Kedua, keterbatasan pasokan energi ketersediaan dan kualitas infrastuktur masih kurang sehingga memengaruhi kelancaran arus barang dan jasa. Sehingga menimbulkan kegagalan bagi proses perdagangan dan bahkan menimbulkan kerugian.42

Ketiga, lemahnya Indonesia dalam menghadapi serbuan impor. banyaknya barang impor yang akan mengalir dalam jumlah banyak ke Indonesia yang akan mengancam industri lokal dalam bersaing dengan produk-produk luar negri yang jauh lebih berkualitas. Hal ini pada akhirnya akan

41

National Graphic Indonesia, Tujuan dibentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) untuk meningkatkan stabilitas perekonomian dikawasan ASEAN. Dapat diakses secara online di : http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/12/pahami-masyarakat-ekonomi-asean-mea-2015 pada tanggal 9 Januari pukul 22.26

42

(31)

Sekarang produk impor Tiongkok sudah membanjiri Indonesia.43

Keempat, sektor industri yang rapuh, karena ketergantungan impor bahan baku dan setengah jadi. kemampuan produksi kita sangat lemah. Ekspor kita masih sangat bergantung pada bahan mentah: batubara, minyak, bauksit, gas, minyak kelapa sawit, dan karet. Jadinya, kalau liberalisasi perdagangan diberlakukan, kita hanya akan menjadi pasar bagi hasil produksi dari luar.44 Tidak tertutup kemungkinan juga eksploitasi45 yang

43

Ibid.

44

BerdikarionlineNews, Loc.Cit.

(32)

dilakukan perusahaan asing dapat merusak ekosistem di Indonesia, sedangkan regulasi investasi yang ada di Indonesia belum cukup kuat untuk menjaga kondisi alam termasuk ketersediaan sumber daya alam yang terkandung.

IV PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Berdasarkan uraian-uraian diatas dapat disimpulkan bahwa, ASEAN sebagai organisasi regional Asia Teggara menjadi wadah untuk kesejahtraan negara-negara anggotanya. ASEAN menjadi suatu wadah bagi negara-negara-negara-negara anggota ASEAN untuk melakukan kerjasama internasional dalam bidang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, yaitu dengan membentuk ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kerjasama internasional tersebut dibentuk karena pertumbuhan ekonomi

(33)

internasional yangbsemakin berkembang. Sehingga mendorong negara-negara anggota ASEAN membentuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tersebut untuk menjaga stabilitas perekonomian negara dan terus bersaing dan dalam dunia perekonomian dan perdagangan agar tidak tertinggal dengan negara-negara lain. Tujuan utamanya adalah membangun ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi dengan tujuan membuat ASEAN lebih dinamis dan kompetitif.

2. Berdasarkan uraian-uraian diatas dapat disimpulkan bahwa, pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menimbulkan banyak manfaat bagi negara-negara anggota ASEAN. Indonesia sebagai salah satu negara anggota ASEAN, tentu juga merasakan hasil dan manfaatnya. Menurut data Sekretariat ASEAN yang dilansir oleh Kementerian Perdagangan, dalam pertemuan Senior Economic Officials Meetings ASEAN di Nay Pyi Taw, Myanmar, disebutkan bahwa MEA telah memberi banyak manfaat bagi Indonesia, yaitu sebagai berikut:

1. Dari segi Kemiskinan Turun dari 45 persen pada 1990 menjadi 15,6 persen pada 2010.

2. Kelas Menengah Naik dari 15 persen (1990) menjadi 37 persen (2010).

3. Investasi tumbuh dari US$ 13,8 miliar (2010) menjadi US$ 19,9 miliar (2012).

4. Produk Domestik Bruto (PDB) 2011 berkembang 5,7 persen dengan nilai US$ 2,31 triliun.PDB per kapita berkembang dari US$ 965 (1998) menjadi US$ 3.601 (2011).

5. Dalam hal Perdagangan, perdagangan barang di kawasan ASEAN sebesar US$ 381,7 miliar (2012).

(34)

dan para pengusaha perlahan terus berupaya untuk menghadapi MEA dengan memperbaiki segala kelemahan yang dimiliki Indonesia agar meningkatkan efektiitas serta efisiensi dalam pelaksanaan MEA tersebut. Terbukti segala usaha dari Pemerintah dan pihak lainnya berhasil sehingga mendapatkan manfaat dari MEA seperti yang telah diuraikan diatas.

B. Saran

Berdasarkan uraian-uraian diatas Penulis memberikan saran sebagai berikut :

1. Dengan hadirnya ajang MEA ini, Indonesia memiliki peluang untuk memanfaatkan keunggulan skala ekonomi dalam negeri sebagai basis memperoleh keuntungan. Namun demikian, Indonesia masih memiliki banyak tantangan dan resiko-resiko yang dari pelaksanaan MEA. Indonesia harus mengantisipasi resiko-resiko tersebut, kolaborasi yang baik antara otoritas negara dan para pelaku usaha harus tetap dipertahankan.

2. infrastrukur baik secara fisik dan sosial (hukum dan kebijakan) perlu dibenahi

3. Perlu adanya peningkatan kemampuan SDM maupun pengelolaan bahan baku sehingga tidak ada lagi faktor penghambat pelaksanaan MEA tersebut.

Figure

Updating...

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in