Setelah membaca bab ini maka mahasiswa dapat

17 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB I

MEMPERKENALKAN

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Tujuan Pelajaran

Setelah membaca bab ini maka mahasiswa dapat

1. Menjelaskan mengapa pengetahuan sIstem informasi sangat penting dalam dunia bisnis , khususnya Rumah Sakit dan mengidentitaskan lima area dari sistem informasi yang mereka butuhkan.

2. Memberikan beberapa contoh dengan ilustrasi bagaimana sistem informasi dapat menolong dan mendukung suatu operasional Rumah Sakit , Manajerial Rumah Sakit dalam pengambilan keputusan dan keunggulan strategi.

3. Mengidentifikasikan bagaimana Teknologi Informasi dapat digunakan untuk keunggulan bersaing Rumah Sakit.

4. Mendefinisikan sistem informasi, menjelaskan kebutuhan informasi Rumah Sakit pada level manajement yang berbeda di dalam organisasi.

1.1. Pendahuluan

(2)

telah kadaluarsa. Perkembangan ini memungkinkan berbagai aplikasi yang tidak mungkin sebelumnya. Perkembangan ini diikuti denganperkembangan perangkat lunaknya (software), sehingga pembuatan program aplikasi menjadi jauh lebih mudah dan cepat hal ini akan memperluas pemanfaatan komputer dalam masyarakat.

Dalam lingkungan Rumah Sakit , komputer adalah alat bantu yang mutlak diperlukan. Tidak terbayangkan bagaimana berbagai Rumah Sakit dapat tumbuh dan berkembang tanpa adanya komputer. Penerapan Sistem Informasi Manajemen menjadi kebutuhan yang mutlak dan dapat memberikan keunggulan kompetitif.

Semua perkembangan ini baru dapat direalisir manfaatnya jika didukung dengan sumber daya manusia yang baik. Semakin lama telah semakin banyak tenaga terlatih yang dapat menggunakan komputer secara efektif. Sistem pendidikan memegang peranan terdepan dalam pembinaan sumber daya manusia.

1.2 Mengapa Rumah Sakit dan Bisnis membutuhkan Teknologi Informasi

Sampai dengan tahun 80’an manajer pada umumnya tidak tahu bagaimana informasi di kumpulkan, di proses dan di distribusikan di dalam organisasi dengan teknologi yang minimal pada saat itu. Informasi pada saat itu tidak dianggap hal penting di dalam perusahaan. Manajemen memprosesnya dengan tatap muka, pada setiap personal, tetapi saat ini manager dapat menggunakan bagaimana informasi digunakan dan ditangani oleh organisasi.

Mengapa harus mempelajari sistem informasi ? Itu adalah pertanyaan yang sama mengapa seseorang harus mempelajari accounting, keuangan , manajemen operasional , pemasaran dan sumber daya manusia atau disiplin ilmu lainnya. Informasi saat ini sudah merupakan komponen yang vital yang akan membuat perusahaan dapat mencapai sukses. Karena itu kenapa kebanyakan manager bisnis mengambil kursus tentang sistem informasi.

1.3

Pentingnya Manajemen Informasi harus diperbaiki

1. Meningkatnya kompleksitas kerja, hal tersebut disebabkan

(3)

 Pengaruh ekonomi

 Meningkatnya kompleksitas dari teknologi yang digunakan dalam organisasi.

 Menyempitnya waktu untuk bertindak bagi para manajer.

 Meningkatnya tekanan kompetisi dan tekanan sosial.

2. Membaiknya perangkat pengambil keputusan (Decision Making).

 Meningkatnya ukuran organisasi

 Pengaruh ekonomi

 Meningkatnya kompleksitas dari teknologi yang digunakan dalam organisasi.

 Menyempitnya waktu untuk bertindak bagi para manajer.

 Meningkatnya tekanan kompetisi dan tekanan sosial.

Lingkungan bisnis yang kompetitive

Ada tiga hal utama yang terjadi perubahan pada lingkungan bisnis di dunia ini. Pertama emergensi dan kekuatan dari global ekonomi. Kedua perubahan pada transformasi pada lingkungan ekonomi industri , perubahana konsep bisnis dan informasi yang mendukungnya. Ketiga transportasi dari bisnis enterprise. Perubahan didalam lingkungan dan cuaca bisnis.

Tabel 1.1. the changing Contemporary Business Environment

Globalization

 Manajemen dan mengawasan di dalam pemasaran global.

 Kompetisi dalam pasar dunia  Global work goup

 Global delivery sistem

Transformation of Industrial Economics

 Pengetahuan dan information berdasarkan ekonomik  Produktivitas.

(4)

 Kepemimpinan.

 Time-based competition  Shorter product life  Turbulent environment  Limited employee Enterprise Transformation of the Enterprise  Flattening

 Decentralization  Flexibility

 Location independence

 Low transaction and coordination costs  Empowerment

 Collaboration work and teamwork

1.3 Pengertian Informasi

Informasi adalah suatu sumber daya yang tersedia bagi manajer. Informasi dapat dikelola seperti halnya sumber daya yang lain, dan perhatian pada topik ini bersumber dari dua pengaruh. Pertama, bisnis telah menjadi semakin kompleks, dan kedua komputer telah mencapai kemampuan yang semakin baik. Output informasi dari komputer digunakan para manajer, non manajer serta orang-orang dan organisasi-organisasi dalam lingkungan perusahaan. Manajer berada pada semua tingkat organisasional perusahaan, dan dalam semua area fungsional. Manajer melaksanakan berbagai fungsi dan peran dan untuk berhasil manajer memerlukan keahlian dalam komunikasi dan pemecahan masalah. Manager perlu mengerti komputer (computer literate), tetapi yang lebih penting, mereka perlu mengerti informasi (information literate).

1.4. Data, Informasi dan knowledge

Tujuan utama system informasi adalah memproses data secara ekonomis ke dalam Informasi atau knowledge.

(5)

suara atau gambar. Contoh data items seperti tanggal kunjungan pasien, jumlah pasien yang ke klinik selama seminggu, dan jumlah jam kerja karyawan, suster atau dokter selama seminggu.

Informasi merujuk pada data yang sudah di atur sehingga mempunyai arti dan nilai terhadap penerima. Contoh nilai jumlah kunjungan pasien adalah data, tetapi nama nama pasien dihubungkan dengan kunjungan dalam suatu periode adalah informasi. Penerimana menginterpretasikan arti dan gambaran kesimpulan dan implikasi dari informasi.

Knowledge terdiri dari data dan informasi yang sudah diorganisir dan diproses untuk mendapatkan pemahaman, pengalaman, akumulasi pembelajaran, dan para pakar untuk diaplikasi di masalah bisnis. Contoh rumah sakit harus mempunyai pengetahuan akan hari kunjungan pasien yang yang sangat banyak, cara bayar pasien kas, debet atau asuransi.

Manajemen informasi berkenaan dengan aktivitas.  mengolah data menjadi informasi

 menyajikan informasi dalam bentuk dan waktu yang tepat kepada individu di dalam organisasi sehingga dapat membantu proses manajemen.

 menghapus/menghilangkan informasi yang sudah lama, tidak lengkap, salah dan menggantinya dengan informasi yang berguna.

1.5. Apa sistem Informasi ?

Suatu sistem informasi adalah kombinasi dari manusia, hardware, software dan jaringan komunikasi dan kumpulan data di dalam organisasi. Sistem Informasi dapat juga dikatakan sekumpulan komponan yang dikumpulkan , diproses, disimpan dan didistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan mengontrolnya di dalam organisasai. Untuk mendukung pengambilan keputusan, mengkoordinasikannya dan mengontrolnya sistem informasi membutuhkan manajer dan pekerja yang menganalisa masalah.

(6)

Dengan sistem informasi kita memasukkan data dimana data tersebut mempunyai arti yang dan digunakan oleh manusia. Data dalam arti kontrasnya adalah serangkaian fakta yang menggambarkan kejadian didalam organisasi atau secara physikal sebelum di organisasi dan disusun kedalam suatu formula yang dapat dimengerti oleh pemakainya atau mengguna informasi tersebut.

Tiga aktivitas didalam suatu sistem informasi menghasilkan informasi organisasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, mengontrol operasi dan menganalisa masalah dan menciptakan produk baru atau pelayanan. Aktivitas ini adalah input, prosesing dan output. Input mendapatkan atau mengumpulkan data mentah didalam organisasi atau dari lingkungan luar.

Prosesing merubah data mentah (input) menjadi lebih berarti. Output hasil prosess informasi ke personal atau manusia atau ke aktivitas dimana output tersebut akan digunakan.

Sistem Informasi juga termasuk FEEDBACK, dimana kembali ke anggota di dalam organisasi untuk membantu mereka mengevaluasi input, prosess transformasi maupun output yang telah terjadi.

Sistem Informasi informal (seperti gossip di kantor) menghasilkan hal yang berlawanan dengan kesepakatan dan pengertiannya tergantung pada perilaku personal di dalam organisasi. Tidak ada kesepakatan pada informasi atau bagaimana informasi tersebut diproses dan di simpan. Hal ini sangat penting untuk kehidupan didalam organisasi tetapi analisa kualitas tergantung pada scope di text ini.

(7)

1.6 Bagaimana Informasi dikelola

Kita dapat melihat dengan mudah bagaimana manajer mengelola sumber daya fisik, tetapi manajemen mencakup pengelolaan sumber daya konseptual. Manajer memastikan bahwa data mentah yang diperlukan terkumpul dan kemudian diproses menjadi informasi yang berguna. Ia kemudia memastikan bahwa orang yang layak dalam organisasi menerima informasi tersebut dalam bentuk yang tepat pada saat yang tepat sehingga informasi dapat dimanfaatkan. Akhinya manajer membuang informasi yang tidak berguna lagi dan menggantikannya dengan informasi yang mutakhir dan akurat. Seluruh aktivitas ini : memperoleh informasi menggunakan seefektif mungkin dan membuangnya pada saat yang tepat disebut juga manajemen informasi.

Siapakah Para Pemakai

Awalnya pemakai output komputer adalah pegawai administrasi di bagian akuntansi, dimana komputernya melaksanakan aplikasi sebagai pembayaran gaji, pengelolaan persediaan dan penagihan. Sebagian informasi juga disediakan bagi para manajer, tetapi hanya sebagai produk sampingan dari aplikasi akuntansi.

Gagasan untuk menggunakan komputer sebagai suatu sistem informasi manajemen (SIM), merupakan suatu terobosan besar, karena menyadari kebutuhan para manajer akan informasi untuk memecahkan masalah.

Kita juga mengetahui bahwa para pemakai komputer meliputi

 CEO, Direktur Rumah Sakit

 Para pekerja medis, administrasi Rumah sakit dan customer dalam hal ini adalah pasien.

 Environment. Seperti Depkes, Dinkes, supplier alat alat kesehatan organisasi atau konsultan kesehatan maupun Negara asing yang bekerja sama.

1.7. Dunia nyata Sistem Informasi Rumah Sakit

(8)

Real Word Case

Petugas Medis Senang, Pasien pun Tenang

Praktik e-Hospital diyakini memberikan banyak manfaat, tidak saja membantu urusan manajemen rumah sakit, tapi juga meningkatkan kualitas layanan kepada pasien.

apak lansung saja ke kasir untuk pembayaran. Nanti obatnya bisa di ambil lansung ke Apotek, ” Ujar seorang dokter setelah memeriksa pasiennya sambil mengetikkan data ke komputer yang ada di mejanya. Sang pasien sebut saja, Kusnandar masih melongo kebingungan. ” Tapi, dokter belum menuliskan resep obatnya untuk saya, ”ucap Kusnandar dengan wajah penuh tanya, ” Tidak perlu saya sudah membuatkan resepnya melalui komputer yang terhubung ke Apotek. Jadi , nanti di apotek Bapak cukup sebutkan nama saja, ” sang dokter menjelaskan sambil tersenyum. Itulah sekelumit kejadian di RS Meilia Cibubur.

B

Sebenarnya, keheranan si pasien tersebut bisa di maklumi. Pasalnya, sampai sejauh ini hampir semua rumah sakit (RS) di Indonesia masih menggunakan pola konvensional dengan secarik kertas dalam menuliskan resep obat pasiennya. Layanan e-prescription

yang tak membutuhkan kertas resep (paperless) masih sangat jarang ditemukan di RS di Tanah Air. Bahkan, lebih jauh lagi, pemanfatan teknologi informasi (TI) untuk menopang proses bisnis dan meningkatkan kualitas layanan RS belum dilakukan secara signifikan. Menurut sejumlah sumber dari sekitar1.200 RS di Indonesia, 92% masih menggunakan cara manual dalam melayani pasien, sedangkan 5% sudah menerapkan komputerisasi dan baru 3% yang sudah menerapkan TI secara masif. ”Secara umum RS di Indonesia masih setengah hati melirik TI sebagai aset pengembang kemajuan, baik pada penggunaan internal maupun pelayanan kepada masyarakat, ’ Ujar pengamat TI dari UI Siti Nur Aryani. Komentar Nur Aryani tersebut dibenarkan Anis Fuad Peneliti Informatika kedokteran . Beliau menilai RI di Indonesia umumnya belum memanfaatkan Ti secara optimal. Kalaupun ada TI baru di manfaatkan pada ranah administratif, bisnis inti RS adalah pelayanan medis. Tidak menggerankan, implementasi TI yang paling sering ditemukan baru di level transaksional seperti sistem billing. Akibatnya manfaat yang diterima baru sebatas peningkatan efisiensi, seperti pencegah kebocoran uang, mempermudah pernghitungan dan pembayaran jasa medis, memperbaiki efektivitas seperti mempercepat antrean regristrasi dan pembayaran tagihan dan semacamnya.

(9)

mestipun tidak secara lansung berdampak pada pasien, jika RS memiliki sistem

inventory yang baik –misalnya terkait dengan barang farmasi , bahan habis pakai, dan alat medis – peningkatan efisiensi akan merata.

Berdasarkan pengamatan, bagian-bagian yang mesti berbasis TI tersebut nampaknya sudah di jalankan oleh RS kelas atas di seputar Jakarta. Bahkan beberapa sudah menjangkau aspek lain yang lebih terpadu. Oleh karenanya , mereka pun berani mengklaim sudah meng implementasi e-hospital secara menyeluruh. Sudah tentu mereka menjalankannya lewat proses panjang.

RS Pondok Indah (RSPI), misalnya pembenahan sistem TI di RSPI mulai dilakukan pada tahun 2003. Untuk keperluan itu, RSPI telah mengimplementasikan Vesalius – software yang diproduksi Malaysia, Nova MSC. Adapaun untuk aplikasi keuangan menggunakan Oracle Finance.

Aplikasi Vesalius ini memiliki dua modul utama, yakni Hospital Information System (HIS) dan Critical Information System (CIS). HIS merupakan modul yang mengotomatisasi seluruh order management proses back office atau administrasi – termasuk modul aplikasi keuangan. Lebih lengkapnya , HIS mencakup modul-modul administrasi pasien dan dokter (rosster/jadwal dokter, appointment, registrasi), farmasi, sistem billing dan kasir, purchasing, inventori, medical record tracking, sistem informasi lab dan radiologi, serta meal order. Sementara CIS merupakan modul yang meng-cover seluruh proses klinis., baik inpatient maupun outpatient. Di dalam modul ini tercakup proses untuk e-prescription atau resep elektronik yang memungkinkan dokter tinggal menggetikkan obat-obat yang hendak diberikan ke pasien melalui komputer. Lebih lengkapnya, CIS mencangkup modul-modul :

Outpatient Clinical Management (terdiri dari, electronik medical record ! EMR,

prescription dan medical alerts) serta Inpatient Clinical Management.

Semua modul tersebut akan bertumpu dan harus terintegrasi dengan EMR, yakni seluruh catatan riwayat sakit dan pengobatan pasien yang sudah terkomputerisasi. Selain itu, idealnya seluruh modul ini harus teritegrasi sehingga akan diperoleh hasil yang maksimal berupa peningkatan efisiensi dan produktivitas secara signifikan. Namun diakui , sejauh ini beberapa modul seperti EMR, sistem informasi lab dan radiologi, belum bisa di implementasikan. Untuk mencapai yang benar-benar e-hospital butuh waktu. Tahap awal yang kami otonomi adalah bagian dasar dulu , mulai dari proses pendaftaran pasien , purchasing, inventori dan farmasi. Hal yang basic itu harus ada dulu. Diluar aplikasi itu, RSPI juga mengimplentasikan TB Views. Aplikasi ini digunakan untuk melihat dan menganalisis performa RS dari sisi manajerial dan financial. Melalui penerapan TB views ini menjadikan RSPI sebagai RS pertama di Tanah Air yang menerapkan Konsep Balance Scorecard in Industri RS.

Selain itu juag RSPI sudah pulan memanfaatkan layanan berbasis short message service (SMS) sejak Desembaer 2006, tetapi fungsi layanan SMS ini sebatas reminder ke pasien, di samping bisa sebagai media pendaftar. Misalnya untuk mengingatkan pasien terutama pasien exekutif, mengenai waktu kontrol kesehatannya; untuk promosi layanan terbaru hingga promosi mengikuti kegiatan yang diselenggarakan RSPI, seperti seminar kesehatan dan sebaginya.

(10)

mengaktifkan self rregistration dengan membuat fasilitas SelfKiosk. Melalui kiosk yang mirip ATM ini, si pasien tidak perlu lagi mendaftar ke bagian admission, tapi bisa dilakukan sendiri, karena setiap pasien yang pernah berobat ke RSPI akan menerima kartu. Cara pendaftarannya mirip seperti akan ber transaksi di ATM. Setelah kartu dimasukkan ke layar akan muncul informasi mengenai dirinya. Lalu di tinggal pilih, menu yang tertera di layar sentuh (touch screen). Jika semua sudah di implementasikan RSPI sudah di bilang full digital atau full paperless.

Setali tiga uang dengan RSPI adalah RS International Bintaro (RSIB). Di RS mewah yang berada di bawah kelompok Ramsay Health Care Australia inipun EMR dan e-prescription belum di implementasikan. Diluar itu, seperti diklaim Wildan A.Djohany Manajer Divisi TI Ramsay Health care Indonesia, RSIB sudah menerapkan e-hospital

secara terintegrasi. ” RSIB sudah menerapkan e-hospital di hampir seluruh bagian RS, baik untuk pelayanan pasien maupun internal manajemen” Wildan mengklaim.

Dijelaskan Wildan, untuk menopang proses bisnis dan manajemen sistem TI di RSIB pihaknyan menerapkan tiga aplikasi utama yang saling terkait. Pertama, Mendtrak, merupakan aplikasi yang diproduksi TrakHeath Pty.Ltd, Australis, dengan modul-modul, Outpatient Management, Inpatient Management, Clinical Management, Pharmacy Management, Diet Management, Operating Theatre , Resource Management , Administration Discharge & Transfer, Order Management dan Billing System.

Memerlukan waktu kurang lebih setahun mempersiapkannya, Medtrak sudah go live

sejak Juli 2003. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengimplementasi Medtrak, menurut Wildan, karena hampir seluruh bagian operasional RS menggunakan Medtrak . Mulai dari bagian pendaftaran, dokter, medical record, perawat, kamar operasi, F&B, cleaning service, unit penunjang medis (farmasi, lab dan radiologi), fisioterapi, gudang sampai kasir.

Aplikasi kedua adalah Landrak (juga di produksi TrakHelath). Aplikasi ini menyediakan fungsi (modul) Laboratory Information System. Labtrak digunakan sejak September 2002. Aplikasi ketiga Prodigios buatan Mtech Private Ltd, India, yang menyediakan funngsi (modul) :Financial & Accounting System, Purchase Order Good Receiving, Fixed Asset Management dan Doctor’s Fee. Prodigious dipakai sejak Juli 2004. Menurut Wildan, diluar ke tiga aplikasi utama tersebut RSIB juga memiliki beberapa aplikasi yang digunakan untuk keperluan internal manajemen. Antara lain:

Attendance system. Payroll System (ABS) , Telephone Management System (teritegrasi dengan Medtrak), Work Order System (Maintenance & TI dan Sistem Dokumentasi ISO).

Integrasi aplikasi tersebut, misalnya bila dilihat pada inventori obat. Untuk mengetahui jumlah persediaan (inventori stok) obat bisa dilihat di setiap saat di Medtrak. Barang yang diterima dari pemasok akan di-input ke Prodigious. Kemudian Prodigious secara otomatis mentrasfet informasi itu ke Medtrak. Proses trasfer barang dari satu gerai (store) ke gerai apotek lainnya di lakukan di Medtrak. Setiap order barang/obat yang dilakukan akan mengurangi jumlah stok. Medtrak akan memberi warning jika barang/obat yang dipesan jumlahnya tidak mencukupi. Adapun untuk jadwal dokter diatur di Medtrak (Resource Schedule/Res). Jika ada dokter yang absen petugas meng-update-nya di ReS. Ini sangat berguna jika melakukan perjanjian dengan dokter.

(11)

berfungsi sebagai alat pendaftaran atau membuat perjanjian dengan dokter. Caranya, pasien mengirim SMS ke nomor yang disediakan RSIB. Isi pesan ini menginformasikan tentang dokter yang dituju dan waktu yang dikehendaki. Petugas pendaftaran kemudian meng-input informasi itu ke Medtrak. Menurut Wildan, tidak semua dokter di RSIB melayani perjanjian (appointment). Sebab saat ini di RSIB baru ada lima dokter yang melayani pasien dengan perjanjian.

Wildan mengatakan belum di implentasikannya rekam medis elektronik dan resep elektronik lebih karena masalah hukum dan change management, sedangkan dari sisi infrastruktur teknologi sudah sangat siap. Pasalnya , aplikasi Medtrak sebenarnya mempunyai fitur untuk menyimpan informasi pasien di dalam electronic patient record. Namun karena pertimbangan hukum, fitur ini belum bisa digunakan. Seperti diketahui, dokumen MR yang diakui secara legal adalah dokumen hard copy yang berisi tulisan tangan dokter, selain itu Medtrak sebenarnya juga memiliki fasilitas

computerizedphysician order entry – sebagai pengganti resep dokter. hal itu sudah di coba di RSIB. Akan tetapi, mengingat tidak semua dokter familier dengan komputer,dan juga ada kecenderungan dokter lebih fokus dengan ke komputer dibandingkan ke pasien, maka untuk sementara rencana di hentikan. RS ke sulitan menerapkan paperless. Yang lebih mungkin adalah less paper.

Solusi Teknologi Informasi

Kasus diatas adalah merupakan jawaban dari keglamoran menggunakan Teknologi Informasi dan kenikmatan bagi pasien, pekerja dan management rumah sakit untuk memudahkan dalam bekerja dan mendapatkan informasi sehingga bias mengambil keputusan.

Sebuah jaringan komputer yang terintegrated dapat meningkatkan pelayanan kepada pasien. Dan dengan pelayanan yang baik dapat meningkatkan profit rumah sakit.

Keuntungan Rumah Sakit Menggunakan Sistem Informasi

 Direktur Rumah Sakit dan para Manajer Rumah Sakit akan lebih banyak waktu bersama dengan dokter , pasien dan mempunyai banyakk waktu untuk menganalisa bisnisnya khususnya rumah sakit dan pengurangan waktu untuk kegiatan admnistrasi.

 Perencanaan kegiatan manajemen dilakukan secara otomatis.

 Informasi dari setiap kegiatan Rumah Sakit dapat diterima sesegera mungkin.

(12)

 Direktur Rumah sakit dapat mempunyai informasi yang akurat tentang penyakit pasien rawat inap maupun rawat jalan.

 Pengiriman resep dengan cepat ke apotik.

 Apotik Rumah Sakit dapat mengetahui Penjualan obat harian dan diproses dengan cepat sehingga dapat dengan segera mengetahui stok akhir obat.

Pertanyaan :

1. Seberapa penting peran Teknologi Informasi dan sistem informasi yang berdasarkann computer membuat success suatu Rumah Sakit.

2. Kegiatan Operasinal apa yang paling utama di rumah sakit ?

3. Keuntungan apa yang didapat Rumah Sakit dengan menggunakan computer ?

1.8 Pandangan Bisnis pada sistem informasi

Dari pandangan bisnis dan manajemen sistem informasi yang lebih jauh , sistem informasi tidak hanya suatu input-proces- output saja. Dari pandangan bisnis suatu sistem informasi adalah organisasi dan solusi manajemen berdasarkan teknologi informasi untuk pengambil kesempatan dengan lingkungan bisnis.

Sistem informasi menunjang solusi organisasi untuk mendukung penyelesaian masalah.

Untuk mengerti sistem informasi menjadi sistem informasi sesuai dengan literatur maka manager harus mengerti tentang organisasi, manajemen dan dimensi teknologi sistem informasi dan kemampuannya untuk mendukung solusi yang terjadi didalam bisnis.

Tecnologi

organi

(13)

Kita akan memulai diagram diatas untuk menolong anda untuk menganalisa dari kasus-kasus yang ada. Anda dapat menggunakan diagram ini untuk menganaliasa sistem informasi atau pun masalah yang ada di organisasi.

Gambar 1.3.

Sistem informasi tidak hanya komputer. Menggunakan sistem informasi lebih efektive bila mengerti tentang organisasi, manajemen dan teknologi informasi. Seluruh konsep dari sistem informasi dapat dijelaskan pada organisasi dan manajemen solusi menjawan tantangan yang datang dari lingkungannya.

Kita memulai setiap bagian dengan menggunakan diagram diatas dan akan membantu anda untuk melakukan analisa pada setiap kasus dari sistem informasi.

Untuk merancang dan menggunakan sistem informasi secara efektif,pertama-tama anda harus mengerti lingkungan, struktur , fungsi dan politiks didalam organisasi, sebaik anda mengerti tentang aturan manajemen dan manajemen pengambilan keputusan. Anda harus dapat menjelaskan kemampuan dan kemungkinan dukungan kontemporary teknologi informasi untuk mendukung solusi.

KEGUNAAN

Sales dan Marketing Menjual produk dan service dari organisasi

Manufacturing Memproduksi produk dan services Keuangan Mengatur organisasi asset keuangan

(cash,

, stock, bonds dll)

Accounting Merawat organisasi, record-record

keuangan (penerimaan,

disbursements, pembayaran cheks dsb) akuntansi untuk the flow of funds.

(14)

Suatu organisasi mengkoordinasi pekerjaan melalui hirarki struktur, formal, dan standar operasional prosedur. Hirarki mengatur orang di dalam struktur piramida membangun wewenang dan tanggung jawab dari setiap level diatas, dimana hirarki terdiri dari manajerial, profesional dan pegawai tehnik, sedangkan level yang dibawah terdiri dari orang-orang yang profesional.

SOP (Standar Operating procedure) adalah aturan formal untuk melakukan kegiatan yang telah ditentukan untuk jangka panjang; aturan merupakan petunjuk untuk pegawai dalam berbagai prosedur mulai menulis invoice untuk laporan pelanggan yang komplain. Kebanyakan prosedur adalah formal dan tertulis tetapi banyak juga prosedur yang informal dan berada dalam praktek pekerjaan.

Banyak perusahaan Standar Operational Prosedur adalah ada di dalam sistem informasi, seperti bagaimana untuk membayar supplier atau bagaimana untuk mengkoreksi suatu kesalahan dari tagihan.

Organisasi membutuhkan orang banyak dengan kemampuan yang berbeda. Sebagai tambahan untuk manajer, pekerja trampil (seperti engineers, architectur atau scientis) merancang produk atau pelayanan dan pekerja data seperti sekretaris, pembukuan atau pegawai. Organisai berproses dengan kertas kerja. Produksi atau pekerja pelayana (seperti masinis, assembler atau palkers) memproduksi produk atau pelyanan dari organisasi.

Setiap organisasi memiliki kulture yang unik atau atas dasar sekumpulan asumsi, nilai atau cara untuk melakukan sesuatu yang harus diterima oleh seluruh anggota. Bagian dari kultur organisasi akan selalu dapat menemukan (embeded) menyeleksinya didalam sistem Informasi. Sebagai contoh konsentrasikan dengan mengambil pelayanan untuk pelanggan pertama itu adalah suatu aspek di dalam kultur organisasi. Level yang berbeda dan spesialist di dalam organisasi menghasilkan (membuat) gambaran yang berbeda. Kadang-kadanag pandangan ini adalah merupakan konflik. Konflik merupakan dasar untuk organisasi politik. Sistem Informasi mendatang mempunyai pandangan yanng berbeda, komponen konflik, dan persetujuan yang alami bagian dari seluruh organisasi.

Manajemen

(15)

sumber daya manusia dan keuangan untuk mengaktifkan strategi dan mengkoordinasikan pekerjaan.

Keluaran yang harus mereka kerjakan adalah tanggung jawab kepemimpinan. Sistem Informasi di dalam bisnis menggambarkan refleksi dari harapan, impian dan realitas dunia manajer. Manager ini secara konvensional bertanggung jawab.

Tetapi kekurangan pengertian/pengetahuan didalam kenyataannya manager harus melaksanakan lebih dari memanage apa yang terjadi. Mereka juga menciptakan produk baru, service dan kadang juga mengcreate organisasi dari waktu ke waktu. Substantial dari bagian manajemen adalah menciptakan pekerjaan yang kreatif yang motor yang didapat dari pengetahuan baru dan informasi. Teknologi Informasi dapat memainkan dengan baik untuk meyakinkan secara tidak langsung dan merancang ulang organisasi.

Teknologi

Teknologi Sistem informasi teknologi adalah salah satu dari banyak cara yang ada bagi manajer dalam melakukan perubahan. Banyak hal penting saat ini, melekat dan menentukan organisasi. Ini adalah instrumen dari manajemen mengontrol dan membuat dan ini merupakan arah untuk manager quiver. CBIS menggunakan komputer hardware, software, storage dan telekomunikasi teknologi.

Computer hardware adalah peralatan physik yang digunakan untuk input, processing dan aktivitas output didalam sistem informasi. Computer hardware terdiri dari processing unit, variasi input, output dan storage devices, dan media physical yang akan dihubungkan dengan media lainnya.

Computer software terdiri dari instrukdi program yang mengontrol dan mengkordinasikan komponen hardware computer dalam sistem informasi.

Pandangan Lingkungan Bisnis Rumah Sakit

(16)

kebutuhan bisnis untuk efisiensi operational, efektivitas manajemen dan keunggulan bersaing. Bagaimanapun juga jika sistem informasi tidak segera mendukung tujuan strategi , operasional bisnis ataupun kebutuhan pada lingkungan manajemen , maka secara serius akan merusak kesempatan untuk survival dan keberhasilan. Karena itu, manajemen sistem informasi merupakan kesempatan yang paling besar untuk menager dan karena itu sistem informasi mempunyai fungsi :

 Fungsi utamanya pada area bisnis adalah sangat penting untuk keberhasilan bisnis sebagai fungsi akuntansi, keuangan, operasional manajemen, pemasaran dan manajemen sumber daya manusia.

 Bagian utama yang lainnya adalah sumber daya suatu lingkungan dan its cost of doing bisnis, thus posting a major resources kesempatan manajemen.

 Suatu faktor yang sangat penting untuk melakukan operasinal efisiensi, produktivitas pegawai , moral dan kepuasan pelanggan dan satisfaction.

 Sumber daya yang utama dari informasi dan mendukung kebutuhan untuk mempromosikan kebutuhan efektif yang dilakukan oleh manager.

 Hal utama lainnya adalah membangun keunggulan bersaing produk dan services yang memberikan organisasi suatu keuanggulan bersaing dalam global marketplace.

 Suatu vitalitas, dinamik dan kesempatan karir untuk ribuan orang laki-laki dan wanita.

Pandangan A Global society

(17)

sektetaris dan pegawai pada perusahaan pribadi. Kebanyakan dari mereka adalah end user yang membuat mereka hidup dengan menggunakan sistem informasi untuk mengcreate , mendistribusikan , mengelola dan menggunakan sumber daya informasi. Informasi membantu mereka memanage manusia, keuangan, material, energy dan sumber daya lainnya yang merupakan tanggung jawab mereka secara etik.

Figur

Gambar 1.3.
Gambar 1 3 . View in document p.13

Referensi

Memperbarui...