• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian MIPA dan Pendidikan MIPA UNY 2003

KESIAPAT{

BEBERAPA SEKOLAH MENENGAH

UMUM

DI

DAERAH

ISTIMEWA

YOGYAKARTA

T'NTIJK

MELAKSANAKAN

KTJRIKULUM BERBASIS

KOMPETENSI

Endang

Listyani

FMIPA

LTNY

Abstrak

Tujuan penelitian

ini

secara umum adalah untuk mendeskripsikan kesiapan Sekolah Menengah Umum untuk melaksanakan Kurikulum Berbasis Kompetensi

(KBK),

khususnya

di

SMU N 7

Yog1akfi4

SMU

N

I I Yogyakart4

SMU

N

I

Sewon Bantul dan

SMU

N

I

Kalasan. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mengetahui kesiapan g.rru matematika

di

SMU

N

7

dan

SMU

N

I

Kalasan

untuk

melaksanakan KBK. Penelitian

ini

dilakukan dengan metode survey, derigan

subpk

penelitian: Kepala Sekolah, Guru, Siswa dan Karlawan/laboran dan

komite

sekolah- Data diperoleh melalui: angket, observasi, wawancara dan dokumen. Mengacu pada

8

komponen yaitu: dukungan unsur terkait, organisasi dan manajemenn ketenagaan, fasilitas, kesiswaan, kegiatan pembelajaran, evaluasi hasil belajar serta produk dan dampak,

juga

hasil observasi dan wawancara, maka dapat disimpulkan bahwa baik kepala sekolah, guru, dan siswa sudah siap melaksanakan

KBK,

Beberapa

hal

lang

masih merupakan kesulitan

bagi

guru adalah penilaian pada aspek

afeltif

dan psikomotor serta penilaian melalui portofolio. Hambatan yang timbul dalam

uji

coba pelaksanaan

KBK

adalah tugas guru semakin banlak dan dirasa memberatkan, sistim evaluasi yang dilakukan masih belum mantap, Ada kekharvatiran dari pihak guru maupun siswa bahwa pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning yaitu suatu pendekatan yang digunakan dalam

KBK

akan membuat siswa tertinggal dengan sekolah lain dalam hal banyaknya materi yang harus dipelajari.

Kata kunci: Kurikulum Berbasis Kompetensi, delapan komponen, Contedual Teaching and Learning.

PENDAHULUAI\

Latar

Belakang

Saat

ini

terjadi perkembangan dan perubahan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang perlu segera ditanggapi dan dipertimbangkan dalam penyusunan

kurikulum

baru pada setiap

jenjang

dan

jenis

pendidikan. Peraturan perundang-undangan yang baru tentang

otonomi

daerah

telah

membawa

implikasi

terhadap terhadap

paradigma

pengembangan

kurikulum

antara lain

pembaruan

dan diversifikasi kurikulum,

antisipasi keadaan masa datang

dalam

mempersiapkan generasi muda yang

memiliki

kompetensi yang

multidimensional.

.

Kurikulum yang

sedang

atau akan

segera

diberlakukan

di

sekolah-sekolah

kita

adalah

Kurikulum

Berbasis

Kompetensi

(KBK). KBK

dikembangkan

untuk memberikan keterampilan

dan

keahlian

bertahan

hidup

dalam

perubahan,

pertentingao, ketidakpastian, dan kerumitan-kerumitan

dalam kehidupan.

KBK

ditujukan untuk

menciptakan

tamatan

yang

kompeten

dan

cerdas

d"luq

membangun identitas budaya bangsanya.

Kurikulum

ini

dapat memberikan dasar-dasar pengetafiuan,

keterampilan,

penga.laman

belajar yang

membangun integritas sosial

serca mewujudka4. kar.akter nasional (Depdiknas, 2002).

Secara nasional

KBK

akan diberlakukan

di

SMU mulai

tahun 2004,

dan

padz sazt

ini

sudah

sekitar 112 SMU yang menjadi model

pelaksanaan

terbatas

KBK

ini.

Untuk melihat

kesiapan

pelaksanaan

KBK

khususnya

di

Sekolah Menengah

Umum Direktorat

Dikrnqg*i

telah nplakukan

supervisi terhadap 40 sekolah model yang ada

di

Indonesia, diantaranya

adalah

SW

N

7 Yogyakarta,

SMU

N ll

Yogyakarta,

SMU

N

I

Sewon

Bantul

dan

SMU

N

I

Kalasan

yapg

berada

di

Daerah

: i i' ':" - '

Istimewa Yogyakarta.

Keberhasilan sekolah dalam pelaksanaan

KBK

tidak

dapat

dipisatrkanilhii'&ti<ungan

berbagai komponen

yaitu:

unsur

terkail

organisasi dan manajemen, ketenagaan,

fasilitas,

kesiswaan, kegiatan pembelajaran, evaluasi hasil belajar serta produk dan dampak.

tr-259

\. .).::, ;!

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan: 1) kebijakan-kebijakan yang telah dibuat dalam menunjang pelaksanaan pendidikan karakter, 2) pelaksanaan kebijakan-kebijakan

LOA KULU (DBMSD Kab. Kutai Kartanegara), maka kami Pokja 08 Unit Layanan Pengadaan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mengundang perusahaan yang saudara wakili untuk Klarifikasi

Tujuan kegiatan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) adalah sebagai wahana pembentukan calon guru atau tenaga kependidikan yang professional. Sedangkan misi dari

Tanggapan konsumen terhadap pelaksanaan bauran pemasaran restoran Depot Jogja berdasarkan skor rerata aspek produk 43,29 termasuk setuju/baik, skor rerata aspek harga 6,64

mitos, penalaran deduktif, induktif, pendekatan ilmiah sebagai pangkal kelahiran IPA..  Metode ilmiah sebagai ciri IPA : metode ilmiah,

4.3 Hubungan Karakteristik (Jenis Kelamin, Usia, Status Perkawinan, Pendidikan, Pekerjaan, Indeks Massa Tubuh, dan Jenis Penyakit yang diderita) Dengan Status

Dalam tetralogi Supernova, kata firdaus, nirwana, abu-abu, merah jambu, dan cair merupakan kata adjektiva karena pada konteks yang ditampilkan kata-kata tersebut

Jika nilai rata-rata Yuni untuk keseluruhan tes yang diikutinya adalah 87, berapa kali Yuni telah mengikuti tes pada semester tersebut.. Berapa nilai rata-rata dari 32 siswa