• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

PERTEMUAN KE-5 dan 6

PRODI/JURUSAN : Pendidikan Geografi MATA KULIAH : Fotogrametri

KODE MATA KULIAH : PGF 233

JUMLAH SKS : Teori :2 Praktik :

-SEMESTER : V (Lima)

I. STANDAR KOMPETENSI

A. Memahami karakteristik foto udara tegak, koordinat medan, skala dan pengukuran-pengukuran objek dengan berbagai macam formula.

II. KOMPETENSI DASAR

A. Menguraikan geometri foto udara tegak dan koordinat medan dengan menggunakan beberapa persamaan, menentukan skala foto udara vertikal, keberkaitan tinggi terbang dengan skala dan perpindahan letak karena relief.

III. INDIKATOR KETERCAPAIAN

A. Menggambarkan geometri foto udara tegak. B. Menentukan skala foto udara vertikal

C. Menjelaskan jenis-jenis skala pada foto udara

D. Menghitung skala pada foto udara berdasarkan tipenya. E. Menghitung koordinat medan suatu titik dengan menggunakan

beberapa persamaan.

F. Menjelaskan perpindahan letak gambar pada foto udara karena relief.

(2)

H. Menelaskan pengaruh tinggi terbang terhadap skala foto udara vertikal.

IV. MATERI POKOK

A. Geometri Foto Udara Tegak 1. Pengertian Foto Udara Tegak B. Skala foto udara tegak

1. Jenis Skala

2. Skala Foto Udara Vertikal

3. Tipe Skala

a. Skala global

b. Skala lokal

c. Skala rata-rata.

C. Koordinat Medan

D. Perpindahan Letak Gambar Karena Relief.

E. Tinggi terbang mempengaruhi skala, semakin tinggi wahana semakin kecil skalanya, tetapi pergeseran topografi semakin sedikit.

V. KEGIATAN PERKULIAHAN

Komponen Langkah

Uraian Kegiatan

Estimasi Waktu

Pendahuluan

1. Dosen mengecek

kesiapan Mahasiswa. 2. Dosen menyampaikan

tujuan pembelajaran, garis besar materi yang akan disampaikan, beserta metode yang akan digunakan.

3. Apersepsi

(3)

Penyajian

1. Dosen

mendemonstrasikan

cara menentukan

koordinat medan suatu titik pada foto udara tegak.

2. Mahasiswa berlatih menentukan koordinat medan suatu titik pada foto udara tegak.

3. Dosen menyebutkan tipe skala (skala global, skala lokal dan skala rata-rata) beserta cara perhitungan nya.

4. Mahasiswa mengerjakan soal cara menghitung skala berdasarkann tipenya pada foto udara. 5. Dosen menjelaskan cara

lain untuk menentukan skala.

6. Dosen menjelaskan cara menghitung koordinat medan, perpindahan letak gambar karena relief dan tinggi terbang. 7. Mahasiswa dan dosen

tanya jawab mengenai materi yang belum dimengerti.

(4)

Penutup

1. Secara bersama-sama dosen dan maha-siswa menyimpulkan ma-teri yang telah dibahas. 2. Dosen mengarahkan kegiatan selanjutnya un-tuk membaca diktat fo-togrametri hal 59 menge-nai pengukuran, jarak, arah, dan luas.

3. Dosen memberikan informasi materi yang akan di bahas di perte-muan selanjutnya.

15 menit

VI. METODE PEMBELAJARAN

Ceramah, demonstrasi, latihan

VII. MEDIA

Foto udara dengan berbagai macam skala, LCD (Proyektor), Notebook White board.

VIII. SUMBER BAHAN

A.

Wajib

1. Wolf, Paul R., 1993. Elemen Fotogrametri. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Terjemahan. Buku asli diterbitkan tahun 1983.

2. Paine, David P., 1993. Fotografi Udara dan Penafsiran Citra Untuk Pengelolaan Sumberdaya Edisi ke-2. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Terjemahan Imam Abdurahman. Buku Asli : Aerial Photography and Image Interpretation For Resource Managament, John Wiley & Sons.

(5)

1. Lillesand, Thomas M. and Ralph W. Kiefer. 1994. Remote Sensing and Image Interpretation Third Edition. New York : John Wiley & Sons.

2. Madani, Mostafa. 2006. Integraph Integrated Digital Photogrammetry System. Huntsville: Intergraph Corporation

IX. PENILAIAN

A. Jenis penilaian : tes

B. Jenis tes : penilaian Hasil C. Bentuk penilaian : essay

D. Instrumen : Soal- soal

Soal-soal

1. Gambarkan koordinat medan geometri foto udara tegak!

2. Tentukan skala foto udara jika tinggi terbang pesawat 2000 meter dan panjang fokus kamera yang digunakan 150 mm.

3. Sebutkan jenis-jenis skala pada foto udara!

4. Menghitung skala pada foto udara berdasarkan tipenya.

a. Skala global

Informasi tepi pada foto udara menunjukan bahwa tinggi terbang pesawat saat melakukan pemotretan 3000 m, panjang fokus yang digunakan 160 mm, ketinggian objek pada foto menunjykan adanya variasi dari 0-2000m. Hitunglah skala global foto udara tersebut!

b. Skala lokal

(6)

tempat A = 100 m dan B = 200 m. Tentukan skala

lokal titik A dan B!

c. Skala rata-rata.

Suatu titik tertinggi di medan h1 adalah 600 m dan

titik-titik yang lebih rendah h2, h3, h4, masing-masing

adalah 500 m, 350 m, 150 m.. Hitunglah skala

terbesar, skala terkecil, dan skala rata-rata apabila

tinggi terbang di atas permukaan air laut rata-rata

adalah 3000 m dan panjang fokus kamera adalah 150

mm!

5.

Sebuah foto udara tegak dibuat dengan kamera yang

panjang fokusnya 152,4 mm, dari ketinggian terbang

1500 m di atas bidang datum. Gambar A dan B tampak

pada foto udara sebagai titik a dan b, koordinat foto

kedua titik tersebut adalah sebesar xa = −50,25 mm, ya

= −47,50 mm, xb =40,70 mm, dan yb=44,12 mm.

Tentukan koordinat lapangannya dan hitunglah panjang

garis mendatar AB apabila ketinggian titik A dan B di

atas datum masing-masing adalah 200 m dan 150 m?

6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan perpindahan letak gambar pada

foto udara karena relief!

7.

Pada sebuah foto udara sebuah gedung diduga

berukuran tinggi 80 meter, bila gambar puncak gedung

tersebut pada foto udara berjarak 9 cm dari titik tengah

foto udara dan jarak radial dasar gedung adalah 8,2 cm.

Berapakah tinggi terbang pesawat saat melakukan

pemotretan, bila tinggi tempat tersebut 200 m di atas

permukaan air laut ?

(7)

Mengetahui Yogyakarta,...

Kajur/Kaprodi Dosen

Suparmini, M.Si Bambang Syaeful Hadi, M.Si

Referensi

Dokumen terkait

TERBANG KE TELAGA DAN MEMBASAHI TUBUHNYA, LALU TERBANG KE HUTAN DAN MENGIBASKAN TUBUHNYA AGAR AIR BISA.. MEMBANTU

Mata kuliah ini memuat bahasan tentang objek-objek geometri (titik, garis, bidang) dalam ruang, relasi-relasi di antara objek-objek geometri, bentuk-bentuk (bangun- bangun)

Pada tahun 1777 ia menunjukkan udara tidak bisa menjadi zat dasar karena tersusun atas dua gas yaitu udara api atau oksigen, dan udara busuk atau nitrogen, dengan rasio satu

 Dalam Uji Rank Spearman, skala data untuk kedua variabel yang akan dikorelasikan dapat berasal dari skala yang berbeda (skala data ordinal dikorelasikan dengan skala data

kaki yang lain naik ke atas bangku, lalu berdiri tegak. 

Susunlah persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya tiga kurangnya dari akar-akar persamaan.. Menyusun pers

Suatu sistem persamaan linier seperti yang dinyatakan dalam persamaan (1) di atas, dapat dibentuk menjadi sistem persamaan linier lain yang ekuivalen bila sistem tersebut

Mahasiswa menguasai materi dan perangkat pembelajaran tentang model komunikasi vertikal dan