• Tidak ada hasil yang ditemukan

2309142000 dinas koperasi perindustrian perdagangan ukm dan pasar kab. pessel renstra 2010 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "2309142000 dinas koperasi perindustrian perdagangan ukm dan pasar kab. pessel renstra 2010 2015"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

(3)

Dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah secara nyata dan bertanggung jawab sebagai mana yang diamanatkan dalam undangundang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 dimana berdasarkan pasal 14 dinyatakan bahwa urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah Kabupaten/Kota merupakan urusan yang berskala Kabupaten/Kota yang meliputi berbagai kewenangan. Sedangkan urusan pemerintahan Kabupaten/Kota yang bersifat pilihan meliputi urusan pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan dan potensi unggulan Daerah.

(4)

Semangat Reformasi mewarnai pendayagunaan Aparatur Negara dalam menciptakan Administrasi Negara yang mampu mendukung kelancaran dan keterpaduan pelaksanaan tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan, dengan melaksanakan prinsip-prinsip

(5)

partisipatif, transparansi dan akuntabilitasi secara berkesinambungan sesuai dengan misi organisasi.

Arahan pengembangan Koperasi, UMKM, perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pesisir Selatan dalam jangka waktu 5 ( lima ) tahun yang akan datang ditujukan pada perbaikan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat ( kelompok sasaran ) didaerah pedesaan.

(6)

B.2. TUJUAN

Untuk maksud tersebut, diperlukan kemauan dari Pemerintah Daerah dan dukungan dari pihak Swasta dalam membuka cakrawala berfikir dan pengembangan kualitas masyarakat ( sumber daya manusia ), serta memberikan jalan keluar (solusi ) supaya mereka bisa mendorong dirinya sendiri. Pemerintah bersifat sebagai fasilitator sedangkan Fasilitasi yang diberikan berupa keterampilan dan keahlian, hal ini dimaksud agar ketergantungan masyarakat terhadap bantuan pemerintah secara berangsur-angsur bisa berkurang.

Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pesisir Selatan merupakan salah satu unsur pelaksana Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dibidang Koperasi UMKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas, serta bertanggung jawab kepada Bupati, melalui Sekretaris Daerah. D ibentuk dengan Peraturan Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Nomor : 11 Tahun 2010 tanggal 30 Nopember 2010 tantang pembentukan Organisasi dan Tata Dinas Daerah Kabupaten Pesisir

Selatan

(7)

D. TUGAS POKOK DAN FUNGSI

D.1. Tugas Pokok

Sebagai unsur pelaksana Pemerintah Kabupaten, Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar mempunyai tugas melaksanakan kewenangan otonomi daerah dibidang Koperasi UMKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar serta tugas-tugas perbantuan lainnya yang tidak diatur dalam kewenangan pusat dan propinsi.

D.2. Fungsi

Untuk menyelenggarakan tugas pokok dimaksud , Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pesisir Selatan menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

1. Perumusan kebijakan teknis dibidang koperasi ,UMKM, perindustrian, perdagangan dan pasar.

2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang Koperasi, UMKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar.

(8)

4. Pembinaan Unit pelaksana teknis dinas;

5. Pelaksanaan Tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan .

E. SISTEMATIKA PENULISAN

Penulisan Renstra ini terdiri atas :

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang B.Maksud dan Tujuan C.Landasan Hukum

D. Tugas Pokok dan Fungsi E. Sistematika Penulisan BAB II KONDISI OBJEKTIF SAAT INI

A.Data Capai Sesuai Tupoksi

A.1. Sektor Koperasi dan UMKM A.2. Sektor Perindustrian

(9)

B.1. Permasalahan

B.2. Tantangan

BAB III SASARAN PEMBANGUNAN

A.Visi & Misi A.1.Visi A.2.Misi

B.Tujuan dan Sasaran B.1. Tujuan

B.2 Sasaran

C. Stategi Pencapaian Tujuan dan Sasaran D. Penetapan kebijakan

BAB IV INDIKATOR KEBERHASILAN

A. Hasil yang akan dicapai sesuai topoksi B. Standar Pelayanan Minimal

BAB V PENUTUP Lampiran

(10)

(11)

BAB II

KONDISI OBJEKTIF SAAT INI

A. DATA CAPAI SESUAI TUPOKSI

A.1. Sektor Koperasi

Secara kuantitas perkembangan jumlah koperasi di kabupaten Pesisir Selatan cendrung menurun dimana sampai dengan Tahun 2010 Koperasi berjumlah 389 koperasi, sedangkan tahun 2013 Koperasi berjumlah 286 unit terjadi pengurangan sejumlah 103 unit, Koperasi aktif atau yang melakukan RAT tahun 2010 sebanyak 76 koperasi sedangkan tahun 2013 yang melaksanakan RAT sampai triwulan I tahun 2014 adalah sebanyak 36 Unit hal ini disebabkan oleh Secara operasional koperasi tidak aktif lagi, pengurus juga tidak aktif dalam menjalankan kegiatanya juga tidak ditemui lagi alamat dan kantor Koperasi disamping itu koperasi telah banyak melanggar aturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga banyak koperasi yang dicabut izin operasionalnya.

(12)

Jumlah UMKM tahun 2010 sebanyak 2440 UMKM dan target binaan UMKM sampai dengan tahun 2015 diharapkan berjumlah 7940 UMKM.

A.2. Sektor Perindustrian

Potensi sektor Industri erat kaitannya dengan sektor lainnya seperti hasil sektor Pertanian, Perkebunan, Perikanan Pertambangan. Jumlah IKM dibawah binaan Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar tahun 2010 adalah sebanyak 1.015 sedangkan tahun 2013 bertambah 1.048 IKM. Jumlah Tenaga kerja yang terserap pada sektor IKM tahun 2010 sebanyak 4.505 sedangkan tahun 2013 menjadi 6.364 orang juga pada sektor perkembangan Nilai produksi IKM tahun 2010 adalah sebesar Rp. 144.019.034.000,- cendrung naik menjadi 322.273.876.000,- pada tahun 2013. Hal ini sangat menggembirakan dan sangat mendukung terhadap laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pesisir Selatan secara makro. Untuk mempertahankan tingkat pendapatan masyarakat tersebut dibutuhkan inovasi dan kerja keras untuk mengejar ketertinggalan selama ini karena pada tahun 2014 kabupaten pesisir Selatan bertekat untuk keluar dari daerah tertinggal.

A.3. Sektor Perdagangan

(13)

baik dalam maupun luar propinsi seperti mengikuti Bali expo dan Banten Expo tahun 2010 sedangkan untuk promosi dalam daerah tidak diikuti karena pada saat itu kita sedang melaksanakan Festifal langkisau di Kota Painan dan Tempat lainnya. Sedangkan sampai tahun 2013 telah diikuti pameran diluar Propinsi Sumatera Barat seperti Pameran Lombok Expo dan APKASI Expo di Jakarta disamping Promosi di dalam Propinsi Sumatera Barat seperti Pekan Budaya Padati di Bukittingi dan Padang Fair disamping kegiatan rutin tahunan Festival Langkisau di Painan.

Khusus di bidang Metrologi saat ini untuk pelaksaan tera dan tera ulang alat Ukur Timbang Takar dan Peralatannya (UTTP) masih dilaksanakan oleh UPTD Kemetrologian Provinsi Sumatera Barat karena pelaksanaan tera tersebut belum diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, hal ini karena kita belum memiliki UPTD kemetrologian sedangkan kita telah memiliki petugas Pengamat Tera dan Penera Ahli yang dapat difungsikan untuk petugas penera dan juga tahun 2012 melalui dana DAK Kementrian Perdagangan mendapat bantuan peralatan UTTP beserta 1 (satu) unit mobil operasional Kemetrologian. Namun sampai saat ini peralatan Kemetrologian bantuan DAK Kementrian Perdagangan tersebut belum dapat difungsikan secara maksimal.

(14)

A.4. Sektor Pasar

Pasar sebagai tempat pergerakan ekonomi masyarakat memiliki peran yang sangat strategis untuk proses interaksi ekonomi masyarakat. Karena dipasarlah terjadi jual beli antara produsen dengan konsumen, dan tempat bertemunya antara penjual dan pembeli untuk menjual produk-produk dan hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan produk lainya. Untuk Kabupaten Pesisir Selatan terdapat 50 pasar baik pasar Nagari, Pasar kecamatan dan Pasar Kabupaten sampai tahun 2013 telah dilaksanakan revitalisasi terhadap pasar Kabupaten seperti Pasar Painan dan Pasar Sago disamping itu juga dilaksanakan rehap dan bantuan peralatan kebersihan terhadap Pasar-pasar Kecamatan dan nagari untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada pedagang dan pengunjung pasar.

B. PERMASALAHAN DAN TANTANGAN

B. 1. Permasalahan

1. Sektor Koperasi

Secara kualitatif Koperasi dan UMKM masih dihadapkan pada beberapa permasalahan yang antara lain :

(15)

1.3 SDM Pembina dan Pengelola Koperasi dan UMKM masih

Rendah

1.4 Modal usaha Koperasi dan UKM Terbatas

1.5 Kinerja UMKM dalam meningkatkan Produktifitas, nilai tambah, mencapai pangsa pasar dinilai relatif rendah.

2. Sektor Perindusrtrian

Sektor industri dalam pengembangannya menemui berbagai permasalahan yang antara lain :

2.1 Lemahnya manajemen pengelola usaha

2.2 Kurang profesionalnya pengelola usaha Industri kecil 2.3 Rendahya kesadaran masyarakat dalam pengurusan

Izin Industri

2.4 Produk yang ditampilkan belum mampu bersaing 2.5 Kurangnya Akses Informasi promosi

2.6 Pengelola usaha masih bersifat tradisional 2.7 Masih berkurangya pengendalian

pencemaran lingkungan baik yang berskala kecil maupun berskala besar

(16)

3. Sektor Perdagangan

Sektor Perdagangan dalam pembinaan menemui berbagai permasalahan yang antara lain :

3.1. Dalam Pengawasan perizinan dan pendaftaran masih kurangnya alat transportasi

3.2. Kurangya tenaga ahli dalam pelaksanaan tera ulang

3.3. Terbatasnya tenaga pelatih untuk pembinaan pengusaha

3.4. Hasil Produksi kalah bersaing dengan produk luar daerah

3.5. Terbatasnya SDM dari pengusaha

4. Sektor Pasar

Dalam pengembangan dan pemeliharaan pasar-pasar kabupaten dan nagari terdapat beberapa kendala dan permasalahan antara lain :

4.1. Kurang terpeliharanya Bangunan Pasar karena keterbatasan

dana

(17)

4.3. Terbatasnya sarana dan prasarana operasional 4.4. Belum Maxsimalnya penertiban penempatan

pedagang pasar

4.5. Masih rendanya kesadaran masyarakat pedagang dalam menjaga kebersihan Pasar

4.6. Masih terbatasnya Sarana dan Prasarana Pasar

B.II. TANTANGAN

1. Sektor Koperasi

Disamping kendala / permasalahan yang dihadapi sebagaimana yang telah diuraikan diatas, terdapat beberapa tantangan yang dapat telah di uraikan diatas, terdapat beberapa tantangan yang dapat ditangkap oleh Koperasi dan UKM antara lain :

1.1 Terbatasnya permodalan, teknologi, informasi masih, pasar produk dan lokasi usaha serta jaringan kerja dan kemitraan

1.2 Keberadaan KSP/USP secara umum belum membaik 1.3 Rendahnya kesadaran anggota dalam melaksanakan

(18)

1.4 Agar dilakukan Infentarisasi tunggakan PKM

1.5 Sulitnya mendapatkan data yang akurat

1.6 Belum adanya sektor PKM yang strategis untuk dikembangkan terutama yang mengelola produk unggulan

2. Sektor Industri

Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan industri di Kabupaten Pesisir Selatan antara lain :

2.1 Untuk perizinan kedepan diupayakan agar seluruh Industri Kecil telah mempunyai izin

2.2 Perlu ditingkatkan manajemen pengelola usaha 2.3 Perlu ditingkatkan mutu produk industri

2.4 Pembangunan gedung promosi dapat dilaksanakan

2.5 Agar limbah yang dapat dimanfaatkan menjadi nilai tambah dan lingkungan sehat

3. Sektor Perdagangan

Tantangan yang dihadapi dalam perkembangan

(19)

3.1 Perlunya tenaga ahli dalam pelaksanaan tera ulang 3.2 Perlunya ditingkatkan SDM para tenaga pelatih 3.3 Perlu ditingkatkan mutu hasil produksi

4. Sektor Pasar

Tantangan yang dihadapi dalam perkembangan

disektor Perdagangan di Kabupaten Pesisir Selatan antara lain :

4.1 Pemeliharaan Bangunan Pasar

4.2 Banyaknya Bangunan Pasar sepanjang Jalan Negara sehingga terjadi kemacetan dan ketidak nyamanan masyarakat di Pasar.

4.3 Kurangnya Jumlah Pasar di Kabupaten Pesisir Selatan.

(20)

BAB III

STRATEGI PEMBANGUNAN

Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten pesisir Selatan yang mengembankan tugas pokok dalam pembangunan sektor Koperasi, UMKM, Perindustrian Perdagangan dan Pasar, telah menyusun dan menetapkan Visi dan Misinya guna memberikan arah pembangunan ekonomi masyarakat dimasa mendatang.

A. VISI dan MISI

A.1. VISI

Visi dari Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pesisir Selatan adalah Terwujudnya ekonomi kerakyatan yang didukung oleh kekuatan sektor koperasi, UMKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar.

A.2. MISI

(21)

B. TUJUAN DAN SASARAN

Bertitik tolak dari Visi dan Misi yang telah di tetapkan Dinas Koperasi UMKM, Perindusrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pesisir Selatan, maka untuk mewujudkannya telah di tetapkan tujuan dan sasaran sebagai berikut:

B.1. Tujuan

Tujuan Pembangunan sektor Koperindag dan Pasar ;

a. Meningkatkan pembinaan usaha sektor Koperasi , UMKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar.

b. Meningkatkan efektifitas dan efisiesi pembangunan sektor Koperindag dan Pasar.

c. Meningkatkan pengendalikan, pengawasan dan evaluasi perkembangan usaha Koperasi, UMKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar .

d. Meningkatkan pelayanan secara capat, tepat dan murah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

(22)

f. Tersedianya data potensi usaha sektor Koperasi dan UMKM, Perindustrian Perdagangan dan Pasar.

g. Berjalannya Ekonomi kerakyatan sesuai dengan Visi dan Misi Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdaganagn dan Pasar.

B.2. Sasaran

Sedangkan sasaran pembangunan sektor Koperasi UMKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar antara lain a. Tersedianya Unit – unit usaha disektor Koperasi, UMKM,

Perindustrian, Perdagangan dan Pasar, yang memiliki daya saing.

b. Tersedianya tenaga – tenaga profesional dibidang Koperasi, UMKM, Perindustrian, Perdagangan dan

Pasar.

c. Tersedianya komoditi unggulan yang mampu bersaing dengan komoditi Daerah lainya.

d. Terwujudnya pelayanan yang prima terhadap dunia usaha di berbagai sektor ekonomi kerakyatan.

(23)

f. Kembalinya kepercayaan dunia usaha terhadap lembagalembaga ekonomi yang berkembang

C. STARTEGI PENCAPAIAN TUJUAN / SASARAN

Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan diperlukan berbagai program dan kegiatan yang harus dilaksanakan dan dipertanggung jawabkan, pada tahun 2013 telah disusun dan telah ditetapkan beberapa program dan kegiatan pada masing – masing sektor antara lain :

C.1. Program dan Kegiatan sektor Koperasi & UMKM

I. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah ;

1. Pelatihan Manajemen Pengelolaan UMKM.

II. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi ; 1.

Pembinaan , Pengawasan & Penghargaan Koperasi berprestasi.

2. Peningkatan dan Pengembangan jaringan kerjasama usaha Koperasi.

(24)

C.2. Program dan Kegiatan sektor Perindustrian ;

I. Program Peningkatan Kapasitas Iptek Sitem Produksi. 1. Penguatan Kemampuan Industri berbasis Teknologi. II. Program Pengebangan industri Kecil dan Menengah

1. Fasilitasi bagi Industri Kecil dan Menengah terhadap pemanfaatan Sumber Daya.

2. Pemutakhiran Data IKM

3. Penyediaan Sarana dan Prasarana bagi Industri Kecil

4. Penyediaan Tempat Promosi Produk UMKM III. Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri

1.Pembinaan Kemampuan Teknologi Industri kepada IKM.

C.3. Program dan Kegiatan sektor Perdagangan ;

I. Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata; 1. Pelaksanaan Festival Langkisau

II. Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan

1.Peningkatan Pengawasan Peredaran Barang dan Jasa. 2.Operasionalisasi dan Pengembangan UTTP Kemetrologian

(25)

III. Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri ; 1. Peningkatan Sistem Jaringan Informasi Perdagangan.

C.4. Program dan Kegiatan sektor Pasar ;

I. Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri ; 1. Pengembangan Pasar dan distribusi barang/produk.

2. Lanjutan Pembangunan Pasar Inpres Painan(DAK dan Pendamping tahun 2013 ).

3. Penunjang dan Perencanaan DAK 2013.

4. Pelayanan Administrasi Penerimaan/Tagihan dan Pengelolaan Pasar.

5. Pengamanan dan Pengelolaan Pasar.

6. Pemeliharaan Rutin/berkala Bangunan Pasar Kabupaten Pesisir Selatan

7. Lanjutan Pembangunan Pasar Inpres Painan ( DAK dan Pendamping Tahun Anggaran 2012 )

(26)

Dinas Koperindag dan Pasar menetapkan, kebijakan ini di arahkan untuk :

1. Pengembangan sistim ekonomi yang sehat dan adil

2. Mengembangkan perekonomian yang berpotensi global sesuai dengan kemajuan teknologi dan mengembangkan komoditi pertanian, kehutanan, kelautan, Pertambangan, Pariwisata serta industri kecil dan kerajinan rakyat.

3. Mengembangkan kebijakan sektor Industri dan infestasi dalam rangka meningkatkan daya saing global dengan membuka networking dan kesempatan berusaha bagi segenap rakyat.

(27)

BAB IV

INDIKATOR KEBERHASILAN

A. HASIL HASIL YANG AKAN DICAPAI SESUAI TUPOKSI

Arahan pengembangan koperasi, Pertambangan, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Pesisir Selatan dalam Jangka 5 (lima ) tahun yang akan datang ditujukan pada perbaikan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyrakat didaerah pedesaan.

1. Sektor Koperasi

Pertumbuhan koperasi pada saat sekarang ini berjumlah 286 koperasi dimana target pembinaannya untuk 5 ( lima ) tahun kedepan sebanyak 300 koperasi sedangkan pertumbuhan pengusaha kecil menengah sebanyak 1000 UMKM untuk target pembinaan untuk lima tahun kedepan sebanyak 1.655 IKM

2. Sektor Industri

(28)

hutan yang apabila diolah secara intensif akan menjadikan sumbangan besar bagi pembangunan industri dimasa mendatang.

3. Sektor Perdagangan

Kegiatan- kegiatan pertanian dan perkebunan pertambangan dan industri padam akhirnya bermuara pada pemasaran produk yang merupakan potensi pada sektor perdagangan dalam perputaran perekonomian di masyarakat sarana dan prasarana perdagangan di tingkatkan 70% pada tahun 5sedangkan peningkatan sumberdaya aparatur ditingkatkan 80% pada tahun 2015 untuk promosi dagang dan industri pada tahun 2015 telah dapat melakukan kontak dagang antara produsen dan konsumen

B. STANDAR PELAYANAN MINIMAL DAN ATAU KOMODITI

UNGGULAN

Dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat telah dapat diberikan pelayanan dengan sebaik –baiknya dan tidak terjadi komplen ditengah – tengah masyarakat seperti pelayanan yang telah diberikan oleh masing- masing sektor seperti :

(29)

b. Sektor Perindustrian Yaitu berupa Pembinaan Industri Kecil Menengah (IKM).

c. Sektor Perdagangan yaitu berupa pembinaan dan pengawasan terhadap pedagang serta promosi produkproduk unggulan.

(30)
(31)

Terhadap Capaian Kinerja Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Kabupaten Pesisir Selatan

Kondisi

15.6 Jumlah Koperasi yang melakukan

RAT 76 unit 15 unit 18 unit 21 unit 24 unit 28 unit 182 unit

15.11 Rekapitulasi Kelembagaan

Koperasi 0 9 9 9 9 11 47 unit

15.12 Pengembangan Kemitraan bagi

koperasi dan UMKM 4 6 6 6 6 6 35 unit

15.13 Peningkatan Kelembagaan

Koperasi 66 34 34 34 34 34 238 6.2 Sistem Jaringan informasi

perdagangan (promosi)

- Dalam Provinsi 2 2 4 4 4 4 20

(32)

6.6 Stabilisasi harga 9 bahan pokok ( operasi pasar )

0 2 2 2 2 2 10 kali

6.1 Pasar Kabupaten 11 unit 0 0 0 0 0 11 unit

6.2 Pasar dengan infrastruktur yang memadai

0 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 paket

6.3 Drinase pasar baik (di PU)

6.4 Pasar yang memiliki parkir 3 0 0 0 0 0 3

(33)
(34)

Indikasi Rencana Program Prioritas yang disertai Kebutuhan Pendanaan

Kabupaten Pesisir Selatan

Kode

Bidang Urusan Pemerintahan dan

Program Prioritas Pembangunan

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Program Penciptaan Ikli m Usaha Kecil

Menengah yang kondusif

Pengembangan Kemitraan

(35)
(36)
(37)

Gambar

Tabel 9.1
Tabel. T-III.C.1

Referensi

Dokumen terkait

Tetapi dapat terjadi masalah penelitian yang pernah diteliti, diteliti kembali dengan menggunakan kerangka berpikir lain atau kerangka teoretis yang lebih luas dengan

Fasilitas ini memberikan perawatan bagi anak penderita kanker baik secara medis dan non medis serta menyediakan fasilitas penunjang untuk mengembangkan potensi

7 Rajah di bawah menunjukkan satu penyiasatan tentang hubungan antara panjang tali (cm) dengan bilangan ayunan bandul dalam satu minit. Jadual di bawah

[r]

- Harus sesuai dengan waktu pelaksanaan yang dicantumkan dalam surat penawaran. 6) Daftar tenaga ahli/inti dari perusahaan peserta lelang min. Fotocopy KTP/ijazahTerakhir

- BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Ringkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja.. Kode Rekening Uraian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 3 - 7 MST, jumlah daun per rumpun 3 - 7 MST, jumlah

For this UDDI experiment a tessellation web service was implemented to convert a bounding box in a specified spatial reference system into a list of quadcodes (i.e. key values)