PERBAIKAN CITRA MELALUI PROSES PENGOLAHAN PIKSEL
Muhammad Kusban
Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Tromol Pos 1, Pabelan 57102 Surakarta.
E-mail: [email protected]
ABSTRAK
Perbaikan citra (image enhancement)adalah metode yang umum digunakan untuk meningkatkan kualitas citra. Perbaikan citra bertujuan untuk mendapatkan tampilan citra dengan bentuk visualisasi yang lebih baik dengan cara memaksimalkan kandungan informasi di dalam citra masukan. Teknologi pengolahan citra seperti perbaikan citra, pada umumnya menggunakan operasi spasial dan operasi domain untuk memanipulasi citra gambar. Kelemahan dengan menggunakan operasi domain adalah adanya kenaikan derau saat proses berlangsung. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan operasi spasial yaitu operasi piksel yang dimodifikasi dengan persamaan tertentu, sehingga nilai piksel dalam citra masukan tidak saling tergantung satu sama lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang diusulkan dengan menggunakan transformasi power law dengan nilai gamma 0.53 akan mendapatkan keluaran berupa citra tertampil lebih baik secara visual dengan nilai SNR 6.11.
Kata kunci: Perbaikan citra, Pengolahan piksel, Operasi domain, Operasi spasial, transformasi power law, SNR
PENDAHULUAN
Dalam sistim Matlab, indeks citra terdiri dari matrik data (X) dan matrik colormap (map) yang bernilai floating point dalam kisaran 0 hingga 1. Map tersebut berupa 3 array nilai yang mengandung informasi warna red, green, dan blue. Sebuah colormap pada umumnya disimpan bersama indeks citra yang secara otomatis akan ditampilkan bersama saat dipanggil dengan perintah tertentu. Piksel dalam citra diwakili dengan nilai integer yang mengarah secara urut ke indeks warna dalam colormap. Misalkan nilai piksel bernilai 7 maka akan mengacu ke indeks urut nomor 7 di dalam daftar urut dari colormap. Untuk citra biner, merupakan bentuk khusus dari citra warna yang hanya terdiri dari dua warna dalam colormap yaitu putih dan hitam. Dalam menempatkan data, citra dapat mewakilkan nilainya dalam lokasi koordinat piksel dan koordinat spasial (spatial). Koordinat piksel berupa baris dan kolom dengan urutan dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah, mulai baris 1 dan kolom 1 meningkat ke arah kanan dan ke arah bawah. Sedangkan sistim koordinat spasial dapat digambarkan seperti sumbu x dan y dengan nilai real yang bergerak dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah. Kedua koordinat memiliki kesamaan bentuk dengan perbedaan mencolok untuk koordinat piksel senantiasa dimulai dari titik (1,1) sedangkan untuk koordinat spasial dapat dimulai dari (0.5, 0.5), atau untuk koordinat piksel dengan nilai diskrit sedangkan koordinat spasial dengan koordinat kontinyu. Guna mendapatkan bentuk keluaran citra yang lebih baik atau keluaran yang telah bersih dari derau yang ada, maka citra masukan diproses dengan operasi filter guna mendapatkan hasil yang diperlukan. Dengan menggunakan metode sederhana untuk memproses suatu citra adalah dengan melakukan filter konvolusi rata-rata atas daerah citra dengan box filter 3 x 3, seperti dalam bentuk persamaan 1.
9 (1)
bentu
Gambar
Karena k uk nilai array
an 2-D grid fungsi kontin
Prinsip u keluaran y aikan citra pa al. Domain f mnya). Seda nakan untuk memiliki nil bahan nilai m
piksel yang metric opera Operasi t a bergantung ubah nilai pos metri. Baik o dari operasi gal, sehingga lis dalam per
Salah sat piksel ke ni el setelah tran
Terdapat formasi linie
1. Beragam
omputer tida y sehingga s
atau lebih u nyu dari dua
utama perbai yang lebih ada umumny frekuensi ak angkan doma menempatka lai matrik ya matrik citra d
ada dalam m tion). titik dilakuka g dari nilai k sisi suatu pik operasi titik i titik bersif a bersifat seb rsamaan 3.
tu bentuk pe ilai baru. Bi nsformasi , m
tiga tipe er (negatif tra
m aplikasi ya
ak mampu m atu nilai dala umum disebu
lokasi suatu ,
ikan (enhanc cocok/berma ya mengguna kan mempros ain spatial d
an citra terse ang berisi bar dalam suatu matrik citra,
an untuk me keabuan itu s ksel dengan b dan operasi fat satu arah bagai informa
erbaikan citr ila r merupa maka fungsi t
fungsi yan ansformasi),
ang dihasilk
menangani nil am citra dida ut piksel (pix
konstanta ya
cement) citra anfaat terha akan dua me ses citra ber digunakan un
ebut semisal ris dan kolom
baris dan ko meliputi ope
rubah nilai k sendiri serta bantuan nilai geometri sa h seperti me asi lossy yan
ra (enhancem akan notasi p transformasi
g sering di transformasi
an dari pros
lai kontinyu, apatkan dari xel). Citra ga ang tertulis d
a adalah pro adap aplikas etode yaitu m rdasarkan mo ntuk mempro sumbu x da m, maka pros olom. Opera erasi titik (po
keabuan (gra posisi pikse i relasi ke po aling meleng enggabungka ng tidak dapa
ment image) piksel sebelu
citra dapat d
igunakan un i logaritmis,
ses perbaika
, maka citra d titik array d ambar dapat dalam persam
oses suatu ci si tertentu. metode doma
odifikasi tran oses citra pa an y dalam b ses domain s asi dalam do
oint operatio
ay values). N el. Operasi ge osisi baru yan gkapi dalam an dua nilai at dikembalik
adalah deng um transform dituliskan da
ntuk perbai dan transfor
an citra[3, 5
digital diwak dua dimensi
diwakilkan maan 2.
itra, sehingg Untuk pros ain frekuensi nsformasi F ada bidang s bidang kartes spatial akan b
main spasial on) dan oper
Nilai titik ma eometri dilak ng dikenal de pemrosesan keabuan m kan ke nilai s
gan mentran masi dan s u alam persama
ikan citra p rmasi
power-5]
kilkan dalam atau dikenal dengan nilai
(2)
ga dihasilkan ses aplikasi, dan metode ourier (pada sumbu yang sian. Karena berlaku bagi l melibatkan rasi geometri
atrik tertentu kukan untuk engan fungsi n citra. Nilai menjadi nilai semula yang
(3)
nsformasikan untuk notasi aan 4.
(4)
dalam
Citra neg m persamaan
Oleh Go aikan citra formasi nega aikan citra di h akan lebih amaan umum
Dengan n ritmis dilaku
uan rendah) u Perbaikan uan tinggi d an bentuk pe rti simbol ya ksi gamma (g
Sebuah p gelilinginya d
rangkat koor tetangga me arnya tepi b m jarak diago
Dengan b da di luar cit
r 2. Transfor
gatif dalam l n 5 berikut.
onzales [6] dominan ge atif akan did ilakukan dal h optimal h m transformas
notasi c unt ukan bila ma
untuk menda n citra bila d dalam kawas ersamaan 7. ang digunak gamma corre
piksel p de
dengan koord
rdinat ini din emiliki jarak
atas. Sedang onal-tetangga
, ,
bentuk yang tra. Fungsi j
rmasi piksel
level keabua
dinyatakan elap baik la dapat nilai in am kawasan hasilnya bil si logaritmis log
tuk nilai kon
asukan inpu
apatkan kelu dihasilkan da san yang sem
Secara umum kan. Proses u
ection).
engan koord dinat yang te
, , ,
namakan 4-te tetap dari ko gkan koordin a dari koordi
, ,
g sama, bila
jarak D anta
l dalam nila
an memiliki
bahwa tran atar belakan nformasi pen n warna gelap
a mengguna terlihat dala
,
nstan, seper ut berkelomp uaran citra de
ari sumber y mpit, dapat m eksponen untuk menca
dinat ,
ertera dalam , , ,
etangga (4-n
oordinat ,
nat lainnya y inat p, dinota
, ,
piksel p be ar tetangga p
i keabuan u
kisaran nila
nsformasi n ng maupun nting dalam
p dengan be akan metod am persamaan
rti yang terli pok dalam r engan nilai ra yang bergera
menggunak dalam persa ari nilai yan
memiliki persamaan 8
, ,
neighbors) da . Bila bera yaitu berisi e asikan
, ,
erada di tepi piksel, misal
untuk perbai
i [0, L – 1]
egatif ini c citranya se daerah warn berapa nilai de transform
n 6.
ihat dalam G range sempi ange keabuan ak dari nilai kan metode t
amaan power ng cocok da
empat tetan 8 berikut.
ari piksel p y da di tepi cit empat tetang yang dapat
i citra, maka l piksel p de
ikan citra [5
, yang dapat
cocok digun endiri sehin na putih. Sed
piksel lainn masi logaritm
Gambar 2, t it berwarna
n tinggi. keabuan ren transformasi r law dinama
alam gamma
ngga (neigh
yang dinotas tra, tetangga gga lainnya
ditulis dalam
a koordinat engan koord
5, 6]
t dinyatakan
(5)
nakan untuk ngga dengan dangkan bila ya berwarna mis. Bentuk
(6)
transformasi gelap (nilai
ndah ke nilai i power law akan gamma a dinamakan
(7)
hbors) yang
(8)
sikan .
akan berada yang berada m persamaan
digun
nakan. Deng k kubus, dio ntu. Sembara nilai piksel s ketetangga nilai tengah median lebi rata.
Gambar 3. Ilu
filter dalam
h satu bentuk (smoothing an nilai yang u citra serta u Penelitian el, meliputi o gram equaliz mal dari nilai
gam transform Setelah d tukan, selanj t digunakan ng kedoktera
unan citra.
gan operasi k operasikan d ang ukuran p dalam kubu
aan. Nilai ma
h dalam urut ih efektif dig
ustrasi peng
kubus keteta
,
k penggunaan operation) g sama. Oper untuk mendap n ini bertuju operasi trans ized, dan tran i power law
m operasi pik didapatkan njutnya citra
sebagai refe an, menamp
ketetanggaan dengan sebu pemilihan ku s, yang mel ax, yaitu nil tan besaran n gunakan seb
ggunaan ope
anggaan di d
n sederhana f yang dilaku rasi penghalu patkan detail uan untuk me formasi neg
nsformasi po
selanjutnya ksel yang um
citra bentuk visual terta rensi dalam pilkan batas
n, sebuah ko uah filter ber ubus dimungk liputi: nilai M lai maksimum nilai piksel d
agai filter d
erasi ketetan
dapatkan den
,
filter dalam o ukan dengan
usan citra da l bagian keci endapatkan n
atif, operasi ower law. L dari nilai ter mum digunak kan dari pe ampil denga penggunaan dalam citr
oordinat pik rupa balok kinkan untuk Min, yaitu n m dalam ku dalam kubus ibandingkan
nggaan piks
ngan menggu
,
operasi ketet n cara me-re apat digunak
il dari keselu nilai optimum
range-stretc Langkah pert
rsebut digun kan.
enggunaan b an bantuan p n aplikasi pra ra, dan perh
ksel yang be kubus yang k balok filter nilai piksel m ubus ketetang
s ketetanggaa n dengan me
sel (neighbor
unakan persam
tanggaan ada eratakan sem an untuk me uruhan citra.
m dari peng ched, log tra tama, dengan
akan untuk m
beragam ope program Ma aktis, seperti hitungan jum
erada dalam g seukuran d r dengan mem
minimum da ggaan, dan n an. Menurut nggunakan m
rhood operat
maan beriku
alah operasi p mua piksel enghilangkan
gunaan bera ansform, inte n cara mene mencari nila
erasi piksel atlab. Untuk penjernihan mlah objek
titik tengah dengan nilai mperhatikan alam sebuah nilai median t Namee [8], metode nilai
tions) [8]
ut.
(12)
penghalusan nilai tengah n cacat derau
agam operasi ensity sliced, entukan nilai ai PSNR dari
Gam
MET
belak dikum lunak 5, sel prose
PEM
berag untuk
mbar 4. Ope
TODE Peneliti m kang pemro
mpulkan dar k Matlab vers
lanjutnya did es operasi pik
Gambar
MBAHASA Untuk m gam nilai ma k proses selan
erasi keteta
memulai pe sesan citra ri sumber ut
si R2012a (7 dapatkan nila ksel.
r 5. Flow ch
AN
endapatkan n asukan. Nilai
njutnya. Has
nggaan dari b
enelitian den digital teru tama di Inte
7.14.0.739). ai awal beru
art perbaika
nilai optimu i optimum da sil penelitian
i piksel yang bernilai 98.3
ngan studi l utama pemb ernet untuk d Dengan lang upa nilai gam
an citra den
um gamma d ari SNR digu
tertera dalam
g semula be 3333 [8]
literatur untu bahasan op digunakan u gkah peneliti mma optimum
ngan melalui
dalam proses unakan sebag m tabel 1. da
rnilai 106 ak
uk mendapa perasi piksel uji coba pen ian sesuai de m yang selan
i proses pen
transformas gai nilai acu an terlihat dar
kan beruba
atkan pemba l. Beberapa nelitian dalam engan alir rag
njutnya digun
ngolahan pik
si power law uan yang aka
ri Gambar 6,
h menjadi
ahasan latar a data citra m perangkat gam Gambar nakan untuk
ksel
w, digunakan an digunakan
, 7 dan 8. r a t r k
0.53 0.9448 1.57 24.41
0.54 0.9446 1.57 24.41
0.55 0.9445 1.57 24.40 0.56 0.9443 1.57 24.39 0.57 0.442 1.57 24.37 0.58 0.9440 1.57 24.36 0.59 0.9438 1.56 24.36 0.6 0.9437 1.56 24.37 0.7 0.9420 1.55 24.32 0.8 0.9402 1.53 24.26 0.9 0.9383 1.51 24.14
1 0.9362 1.49 24.02
2 0.9124 1.28 21.51
3 0.8845 1.09 18.04
A B
A B
Gambar 7. Citra A setelah transformasi dengan nilai gamma 0.05 dan citra B merupakan citra dengan proses gamma 2.
A B
Gambar 8. Perbedaan citra dalam proses transformasi negatif. Citra A merupakan citra asli sedangkan citra B menunjukkan citra hasil bentukan dari proses transformasi negatif.
Tabel 2. PSNR dengan gamma 0.53 Citra Negatif Mid-range
Stretched
Log transform
Intensity sliced
Histogram equalized
Power-law transform Lena.bmp 8.51 6.61 8.35 6.28 19.09 5.73
Boy.png 5.44 13.39 7.52 11.09 17.76 6.37
Mountain.png 3.94 8.53 9.86 7.45 25.08 4.13
Zelda.png 7.43 10.23 7.20 16.51 14.18 8.21
Rerata 6.33 9.69 8.23 10.33 19.02 6.11
A B C
Gambar 9. Citra A merupakan citra asli dengan gamma 0.53 yang selanjutnya digunakan untuk mencari nilai PSNR dari beragam transformasi. Citra B merupakan hasil dari proses
C D
Gambar 10. Citra A hasil dari proses log transforms, citra B bentukan dari proses intensity
sliced, citra C merupakan hasil dari proses histogram equalized, dan citra D merupakan bentuk
dari power law transforms
KESIMPULAN
Dari penelitian yang telah dilakukan, nilai gamma didapatkan dalam kisaran nilai 0.53 dan saat
digunakan dalam beragam aplikasi transformasi dalam mendapatkan perbaikan citra, terlihat penggunaan proses transformasi power law menghasilkan keluaran citra yang lebih baik (SNR reratanya 6.11).
DAFTAR PUSTAKA
[1] Hui, Zhang Ming,’Cr image enhancement based on human visual characteristics’, 2010.,
Computer Design and Application (ICCDA) - Conference Publications IEEE 25-27 June 2010.
[2] Hasikin, K., ‘Enhancement of the low contrast image using fuzzy set theory’, 2012, Computer
Modelling and Simulation – International Conference IEEE at Nibong Tebal Malaysia 28-30 March 2012.
[3] Gorai, A., ‘Gray-level Image Enhancement By Particle Swarm Optimization’,2009, Nature & Biologically Insipred Computing NaBIC 2009 – Conference Publication IEEE 9-11 Dec 2009. [4] Munteanu. C., ‘Gray-scale image enhancement as an automatic process driven by evolution’,
2004, Cybernetics IEEE April 2004.
[5] Bovik, Al., The Essential Guide to Image Processing’, Elsevier Academic Press, 2009, 30
Corporate Drive, Suite 400 burlington MA 01803 USA, www.elseierdirect.com
[6] Gonzales, Rafael C., Woods, Richard E., ‘Digital Image Processing – second edition’, 2002, Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River, New Jersey 07458
[7] Jahne, Bern., ‘Digital Image Processing’, 2005, Springer – Verlag Berlin Heidelberg
[8] Namee, Brian Mac., ‘Digital Image Processing Lectures’, 2007, School of Computing - Dublin Institute of Technology k026-A, DIT, Kevin St., Dublin 8, Ireland.