Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan
Survei Belajar
dari Rumah
Pendahuluan
Latar Belakang
• Kebijakan BDR di masa awal pandemi melalui SE Mendikbud No 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan di Masa Darurat COVID-19
• Keterbatasan dan kendala pelaksanaan BDR
Tujuan
Memberi gambaran utuh tentang pelaksanaan pembelajaran di masa darurat
COVID-19 yang dapat menjadi acuan dalam merumuskan strategi kebijakan
pendidikan di masa depan
Profil Responden
Jumlah Responden Guru menurut Satuan Pendidikan
SD
271
25,4%
SMP
271
25,4%
SMA
263
24,6%
SMK
262
24,6%
SD
21.384
45,9%
SMP
16.500
35,4%
SMA
5.736
12,3%
SMK
2.927
6,3%
Jumlah Responden Orang Tua menurut Satuan Pendidikan Jumlah Responden Siswa menurut Satuan Pendidikan
SD
4.784
12,6%
SMP
20.239
53,1%
SMA
8.736
22,9%
SMK
4.350
11,4%
Jumlah Responden Kepsek menurut Satuan Pendidikan
SD
333
34,0%
SMP
174
28,0%
SMA
200
18,0%
SMK
281
20,0%
Survei Tahap 1 Survei Tahap 2
Metodologi
Survei Tahap 1 Survei Tahap 2
Waktu Survei 13-20 April 2020 13-22 Mei 2020
Metode Penarikan Sampel Acak bertingkat dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik)
Acak bertingkat dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik)
Jumlah Sampel 988 Kepsek dan 1067 Guru 38.109 siswa dan 46.547 orang tua Tingkat Kepercayaan Tingkat kepercayaan = 95% dan margin of
error = 3%
Tingkat kepercayaan = 95% dan margin of error = 3%
Metode pengumpulan data Survei Daring dan Survei Telpon (khusus responden di wilayah 3T)
Survei Daring
Keterbatasan survei Tingkat respon Kepala Sekolah 92% 1. Tingkat Respon : 34 Dinas Pendidikan Provinsi (100%) dan 374 Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota (72,8%)
2. Sebaran setiap provinsi/kab/kota, daerah 3T dan non-3T serta jenjang pendidikan tidak merata
Potret Pelaksanaan
Belajar dari Rumah
KEPALA SEKOLAH
KEPALA SEKOLAH
KEPALA SEKOLAH
Sebagian besar guru melakukan pembelajaran dengan memberikan tugas berupa soal kepada siswa.
Metode Mengajar Guru saat BDR
GURU
GURU
Penggunaan media sosial yang sangat luas di kalangan guru cukup potensial menjadi
sarana melakukan pembelajaran dari rumah secara interaktif
GURU
Sebagian besar siswa belajar dengan mengerjakan soal dari guru. Untuk penggunaan sumber-sumber belajar digital lebih banyak dimanfaatkan oleh siswa jenjang SMA dan SMK.
Cara Belajar Siswa saat BDR
Cara-cara siswa belajar dari rumah SD SMP SMA SMK
Mengerjakan soal-soal dari guru Belajar dari TV
Belajar dari buku teks pelajaran Belajar interaktif bersama guru
Belajar dari sumber belajar digital (Youtube, google, dll) Membuat proyek sederhana
Belajar dari aplikasi sumber belajar daring (Rumah Belajar, Ruangguru, Zenius dll) Belajar dari buku non-teks pelajaran
Belajar dari radio
Lainnya 0,2%
1,9%
12,4%
18,2%
20,3%
33,9%
36,6%
53,4%
62,7%
85,9%
0,4%
2,2%
10,7%
25,6%
16,5%
47,1%
35,1%
43,2%
39,0%
86,4%
0,6%
1,4%
12,2%
41,7%
18,5%
59,7%
45,6%
42,3%
23,5%
87,5%
0,3%
1,5%
8,4%
24,2%
16,5%
49,1%
44,6%
31,5%
13,8%
86,9%
SISWA
Sebagian besar siswa SD belajar setiap hari, sedangkan siswa SMP, SMA, dan SMK kebanyakan belajar 2-4 hari dalam seminggu
Frekuensi siswa belajar dari rumah dalam 1 minggu menurut satuan pendidikan
60,4% 30,5% 4,3% 4,8%
36,2% 46,8% 11,4% 5,6%
37,7% 44,2% 6,4% 11,8%
31,9% 48,6% 11,5% 8,0%
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%
SD
SMP SMA SMK
Setiap hari 2-4 Hari seminggu Seminggu sekali Lainnya
SISWA
Sebagian besar siswa SD, SMP, SMA, dan SMK hanya belajar di rumah kurang dari 3 jam per hari
Lama siswa belajar di rumah dalam satu hari menurut satuan pendidikan
15,2% 58,1% 20,1% 5,1%
17,3% 52,9% 22,0% 6,0%
10,6% 39,1% 25,9% 17,7% 6,7%
14,2% 46,3% 25,7% 9,0% 4,8%
1,5%
1,8%
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%
SD SMP
SMA
SMK
Kurang dari 1 jam 1-2 jam 3-4 jam 5-6 jam Lebih dari 6 jam
SISWA
Apakah Anda mendampingi anak Anda selama belajar dari rumah?
86,0% 14,0% 3T
89,0% 11,0% Non-3T
89,1% 10,9% Nasional
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%
Ya Tidak
Peran Orang Tua selama BDR
Hampir semua orang tua mengaku mendampingi anak selama belajar dari rumah
ORANG TUA
Alasan orang tua tidak mendampingi anak belajar dari rumah 3T Non-3T Nasional
Tidak ada arahan khusus dari sekolah Harus bekerja
Memiliki tanggung jawab lain di rumah Tidak menguasai materi pelajaran anak
Anak sudah besar dan tidak membutuhkan pendampingan
9,1%
53,4%
38,8%
9,2%
53,8%
39,2%
10,3%
67,1%
52,7%
60,3% 37,1% 37,8%
Sudah didampingi oleh anggota keluarga yang lain 20,5% 18,7% 18,8%
21,9% 25,4% 25,3%
Lainnya 2,1% 3,7% 3,7%
Alasan Orang Tua Tidak Mendampingi Anak Selama BDR
Alasan utama orang tua tidak mendampingi anak selama belajar dari rumah, baik di daerah 3T maupun non-3T, adalah karena mereka harus bekerja. Selain itu, ada juga yang beralasan karena memiliki tanggung jawab lain di rumah dan tidak menguasai materi belajar anak
ORANG TUA
Alasan orang tua tidak mendampingi anak belajar dari rumah
SD SMP
Jenjang Pendidikan Anak
SMA SMK
Tidak ada arahan khusus dari sekolah Harus bekerja
Memiliki tanggung jawab lain di rumah Tidak menguasai materi pelajaran anak
Sudah didampingi oleh anggota keluarga yang lain
Anak sudah besar dan tidak membutuhkan pendampingan Lainnya
11,7%
51,8%
42,6%
42,6%
14,2%
33,9%
3,4%
11,1%
52,5%
42,6%
49,1%
14,0%
28,8%
3,1%
8,6%
51,6%
39,2%
36,7%
18,7%
23,7%
3,2%
3,5%
68,3%
27,3%
18,4%
34,8%
8,2%
3,4%
Alasan pekerjaan menjadi alasan utama orang tua tidak mendampingi anak belajar pada semua jenis satuan Pendidikan. Alasan lain yang cukup banyak dikemukakan oleh orang tua adalah karena mereka tidak menguasai materi pelajaran anak, khususnya pada jenjang
pendidikan menengah.
Alasan Orang Tua Tidak Mendampingi Anak Selama BDR
ORANG TUA
Jenjang Pendidikan Anak
Pada siswa jenjang menengah (SMA dan SMK), pendampingan orang tua terbatas pada aspek non-teknis, yaitu memberi motivasi dan memantau belajar anak .
Sedangkan pada jenjang dasar (SD dan SMP), orang tua lebih proaktif dengan melakukan bimbingan teknis dan non-teknis. Selain memberi motivasi, orang tua juga turut membantu menjelaskan pelajaran. Bahkan banyak orang tua siswa SD juga membantu mengerjakan tugas anak
Cara Pendampingan Orang Tua selama BDR
ORANG TUA
32,0% 25,7% 25,3% 16,3%
30,3% 37,6% 10,2% 21,5%
25,0% 41,2% 7,5% 25,9%
25,0% 43,3% 7,7% 23,6%
32,3% 30,3% 19,5% 17,4%
0,7%
0,4%
0,3%
0,4%
0,5%
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%
SD SMP SMA SMK Nasional
Kemampuan menguasai materipelajaran Kemampuan memberi motivasi pada anak Kemampuan mengendalikan emosidiri Kemampuan memanfaatkan TIK Lainnya
Kemampuan yang paling dibutuhkan orang tua agar dapat lebih optimal mendampingi anak belajar
Sedangkan bagi orang tua siswa SD, keterampilan teknis (hard skills) dalam bentuk kemampuan memahami materi pelajaran sangat penting karena anak-anak usia itu masih sangat bergantung pada orang dewasa dalam belajar. Selain itu, literasi TIK juga dibutuhkan oleh banyak orang tua, terutama orang tua siswa SMP, SMA, dan SMK.
Menurut kebanyakan orang tua siswa SMP, SMA dan SMK, keterampilan non-teknis (soft skills) dalam bentuk kemampuan memberikan motivasi kepada anak lebih dibutuhkan
ORANG TUA
Hambatan Terkait Proses BDR
Kesimpulan
1. Hampir seluruh sekolah sudah melaksanakan BDR
2. Belum banyak guru yang melakukan pembelajaran secara interaktif dengan siswa meskipun banyak guru yang telah memanfaatkan berbagai sarana media sosial untuk berkomunikasi dengan siswa.
3. Siswa masih menganggap guru sebagai sumber belajar utama.
4. Kendala utama guru dan tenaga kependidikan dalam menerapkan pembelajaran dari rumah adalah keterbatasan fasilitas pendukung, keterampilan manajemen pembelajaran dan pemanfaatan perangkat digital
5. Kendala siswa dalam menerapkan pembelajaran dari rumah adalah kurang konsentrasi dan sulit berkomunikasi dengan guru.
6. Orang tua memiliki peran yang cukup sentral dalam pelaksanaan belajar dari rumah, terutama untuk siswa-siswa jenjang pendidikan dasar.
Rekomendasi
1. Menyediakan dan memperbaiki kondisi fasilitas pendukung pembelajaran jarak jauh seperti listrik, internet, gawai, dan perangkat komputer/laptop.
2. Membuat skema/model pembelajaran yang bisa dilakukan guru dan siswa yang tidak dapat menggunakan akses internet dengan memanfaatkan lingkungan rumah dan lingkungan sekitar. .
3. Memperkuat peran guru sebagai fasilitator yang dapat membimbing siswa menjalani proses pembelajaran yang lebih inovatif dan lebih bermakna melalui pendekatan campuran (blended learning). Hal ini dapat dilakukan dengan peningkatan kompetensi pedagogi dan penguatan literasi digital guru.
4. Memperkuat peran serta orang tua dalam belajar anak baik selama maupun sesudah masa pandemi. Salah satunya adalah dengan cara memasukkan kegiatan pembinaan dan peningkatan kapasitas orang tua sebagai bagian dari proses pembelajaran di sekolah
5. Sekolah perlu membantu orang tua memberikan pendampingan psikologis kepada siswa baik selama masa belajar dari rumah maupun pada masa transisi masuk sekolah setelah pandemi.