• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA TAHUN 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN KINERJA TAHUN 2020"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

Profesional, Sepenuh Hati & Bersahabat

LAPORAN KINERJA TAHUN 2020

OFFICE :

RSUD CARUBAN Kab.Madiun Jl. A. Yani KM 2 Caruban

Telp (0351) 383956 (0351) 387184 Email : [email protected] Website : rsudcaruban.madiunkab.go.id

(2)

KATA PEIfGAITTAR

Dengan

Ridho dan

Rahmat

Tuhan Yang Maha Esa,

Laporan

Kinerja RSUD

CARUBAN

Kabupaten Madiun Tahun

2O2O dapat

disusun

dengan

baik.

Laporan

Kinerja

RSUD CARUBAN Kabupaten

Madiun merupakan salah satu wujud

pertanggunglawaban RSUD CARUBAN kepada

publik atas kinerja

pencapaian

visi dan

misinya

pada tahun anggaran 2020. Selain itu, laporan Kinerja juga merupakan salah satu parameter yang digunakan oleh

RSUD

CARUBAN

untuk meningkatkan kinerja dalam

melaksanakan tugas

dan fungsinya serta berperan

sebagai

alat kendali, alat

penilaian

kinerja dan alat pendorong terwujudnya pemerintahan yang baik.

taporan Kinefa ini juga diharapkan

dapat

digunakan

sebagai

tolak ukur dalam meningkatkan citra Rumah Sakit

melalui

optimalisasi sumber daya yang

dimiliki

sehingga dapat menempatkan RSUD CARUBAN Kabupaten Madiun sebagai sarana pelayanan

publik

yang

unggul dan terpercaya,

yang

tqjuannya

adalah meningkatkan pelayanan, pendapatan dan pemanfaatan masyarakat'

Kepada semua

pihak

yang

terlibat

dalam penyusunan

laporan

Kinerja

ini

disampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi- tingginya.

Demikian laporan Kineda ini kami susun untuk

digunakan seperlunya.

29

Pebruarl 2O21 RSUD CARUBAN

UADIT'N

t 2 roo2

(3)

DAI.TAR

ISI

I(ATA PENGAITTAR D.Ar"rAR

ISI...

BAB 1

PEITDAHULUAIf

1. 1 Latar Belakang...

1.2 Gambaran Umum Organisasi....

1.3 Isu Strategis Organisasi....

BAB 2 PEREI|CANAAIf XTNER.'4...

2.1. Rencana Strategis

2.2. Pe4anjian Kinerja OPD Tahun 2O2O...

2.3. Rencana

Ke{a

(Renja) OPD Tahun

2020...

BA.B

III

ATUNTABILITAS XINER.IA

3. 1 Capaian Kinerja Organisasi....

3.2

Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja...

3.3

Realisasi Anggaran...

3.4

Efesiensi BAB

IV

PEtrUTI'P...

LIIUPIRAI{

- LII.UPIRAN

Lampiran 1.

Struktur

Organisasi RSUD Caruban Kabupaten Madiun Lampiran 2. Data SDM RSUD Caruban Berdasarkan Pendidikan Lampiran 3. Target Kinerja Sasaran

Lampiran 4.

Pedanjian

Kinerja Tahun 2O2O

Lampiran 5. Rencana

Ke{a

( Renja

)Tahun

2020 Lampiran 6. Pengukuran Kinerja Tahun 202O

t

ii

I

2

1

5 7 7

t2 t2

13 13 13 22 28 30

1l

(4)

BAB

I

PEI{I'AHI'LUAIT

1.1 Latar

Belakang

RSUD CARUBAN

Kabupaten Madiun merupakan salah satu institusi

pemerintah dalam bidang pelayanan kesehatan

rujukan.

Dalam melaksanakan tugas

dan

fungsinya,

rumah sakit diharapkan mampu

mewujudkan aspirasi

dan tuntutan

masyarakat

dalam rangka

mencapai

tujuan serta cita -

cita berbangsa dan bemegara.

Untuk

memberikan pelayanan kesehatan prima dan terjaminnya kualitas

mutu pelayanan kepada masyarakat, orientasi

pengembangan pelayanan kesehatan

tidak

hanya terbatas pada pelayanan yang

telah diberikan,

tetapi

juga diperlukan

inovasi pengembangan pelayanan

rumah sakit.

Upaya yang

dilakukan

RSUD CARUBAN Kabupaten Madiun

untuk

memberikan pelayanan

kesehatan yaitu dengan terus berusaha mendorong

upaya-upaya pembangunan dibidang kesehatan

termasuk

peningkatan

kualitas

pelayanan

kesehatan, keterjangkauan pelayanan, kesinambungan

pelayanan,

kenyamanan

dan

keamanan pelayanan serta

faktor

kompetensi lainnya yang sesuai dengan standar

mutu

pelayanan.

RSUD

CARUBAN

Ihbupaten Madiun sebagai salah satu

organisasi

publik yang juga merupakan satuan ke{a perangkat daerah yang

mana pengelolaan keuangan menganut pola sebagai Badan Layanan Umum Daerah

(BLUD) juga perlu menerapkan sistem akuntabilitas kine{a

instansi

pemerintah

dalam rangka mewujudkan Good Gouemanoe dan sekaligus Result

Oriented

Gouernment,

diperlukan

pengembangan

dan penerapan

sistem

pertanggungiawaban

yang tepat, jelas, terukur dan Legitimate,

sehingga penyelenggaraan pemerintahan

dan

pembangunan

dapat

berlangsung secrrra berdayaguna,

berhasil guna, bersih dan bebas dari korupsi, kolusi

dan

nepotisme

dalam rangka mewujudkan aspirasi

masyarakat

dalam

mencapai

lapr*t(lmfu7tutOtO E

(5)

tujuan

serta cita-cita bangsa dan negara melalui sistem

Akuntabilitas

Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

1.2 Gambaraa

Umun Organlud

RSUD CARUBAN yang dibentuk berdasarkan peraturan

Daerah

Kabupaten

Madiun

Nomor

3 Tahun

2015 tentang perubahan Atas peraturan

Daerah Kabupaten Madiun Nomor 13 Tahun 2oll tentang

organisasi Perangkat Daerah Kabupaten

Madiun

sebagaimana

termuat

dalam peraturan

Bupati

Nomor 64 Tahun

2011

tentang Tugas pokok dan Fungsi Rumah Sakit

Umum Daerah Caruban Kabupaten Madiun, maka RSUD

CARUBAN Kabupaten Madiun mempunyai tugas

untuk:

'tclaksalal.n pot{rusuaen den pchlseaeen tobtlaten daerab

yang

bcrslfat spctlllt

dt

bldn-g

pclayaaaa

Lcseh.tan,.

Untuk

menjalankan tugas tersebut, RSUD CARUBAN mempunyai fungsi sebagai

berikut

:

a. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya

b.

Pemberian dukungan atas

penyelenggaraan

Pemerintah Daerah

sesuai dengan lingkup tugasnya.

c.

Pembinaan dan pelalsanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya

d. Pelaksanaan

tugas lain yang diberikan Bupati

sesuai dengan

tugas

dan fungsinya.

Adapun dalam pelaksanaan tugasnya

meliputi

:

1. Penyelenggaraan pelayanan medik;

2. Penyelenggaraan penunjang medik dan non medik;

3. Penyelenggaraan pelayanan dan asuhan keperawatan;

4. Penyelenggaraan pelayanan

rujukan;

5. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan;

6. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan;

7. Penyelengggaraan administrasi umum dan keuangan;

8. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati.

laptat t/m/a TdM

rO2O

I

(6)

CARUBAN

Kabupaten Madiun di

dukung

Tenaga di RSUD Caruban

l)

IPI{S EXontrakBtUD

Tanaga Ecrdasrrkan Jcnb KatGnagarn

!T.n{l M.db OT.n{. Y.L.maCan

tlcnata lllparawrtan aTcnaa. Bld.n

lT.n.!. x6.lt t nLh lTc.rtr Admlnkt...l

Dalam menunjang

pelayanan

di

RSUD CARUBAN

sampai dengan 3l

Desember 2O2O terdapat pelayanan kesehatan antara

lain

:

a.

Pelayanan Gawat Darurat 24 ja,rrt

b.

Pelayanan Rawat Jalan

Dalam menjalankan

tugas

Kabupaten Madiun

mempunyai

lampiran

1.

Secara

operasional,

RSUD

sumber daya manusia ( SDM

)

sebanyak 566 orang.

Sebagai

gambaran ketenagaan

di

RSUD

CARUBAN berdasarkan

status kepegawaiannya dapat

dilihat

pada diagram

berikut

:

Sedangkan jika

berdasarkan jenis

ketenagaan sebagaimana diagram

berikut

:

Secara rinci data aparatur/

pegawai RSUD

CARUBAN

berdasarkan pendidikan

dapat

dilihat

pada lampiran 2.

o

Poli Umum

o

Poli Anak

o Poli Kandungan

dan

Kebidanan

o

Poli Bedah

o

Poli Penyakit Dalam

o

Poli Mata

pokok dan fungsinya, RSUD

CARUBAN

struktur organisasi

sebagaimana dalam

Poli THT-KL

PoIi Gigi dan

Mulut

Poli Syaraf Poli Orthopaedi Poli

Jantung

Poli Paru Poli Geriatri

l.qrxKlutlaldnrOm E

(7)

o a a

t

a a a

Poli DOTS Poli Urologi

Poli Rehabilitasi Medik Poli Jiwa

Poli Gizi Poli VCT Poli Anaestesi

c.

Pelayanan Rawat Inap dan Perawatan

Intensif

Tersedia sebanyak 22O Tempat

Tidur (fi),

dengan

rincian

sebagai

berikut

:

o

Kelas

III

.

Kelas II

r

Kelas I

o

Paviliun

o

HCU

r

Perinatologi

/

NICU

o

ICU dan isolasi ICU

o

ICCU

o

Isolasi COVID- 19

d.

Pelayanan Radiologi 24 Jam

e.

Pelayanan Farmasi 24

jam

f.

PelayananLaboratorium

o

Patologi

Klinik

24

jam

o

Patologr Anatomi

o laboratorium Mikrobiologi

(Pelayanan RT-PCR,

Rapid Antigen

dan Rapid Antibodi)

g.

Pelayanan Bedah Sentral

h.

Pelayanan Hemodialisa

i.

Pelayanan Bank Darah

j.

Pelayanan Instalasi Gizi

k.

Pelayanan Pemulasaraan Jenazah

l.

Pelayanan Ambulans 24

jam

99 Tempat

Tidur

51 Tempat

Tidur

16 Tempat

Tidur

1O Tempat

Tidur

8 Tempat

Tidur

4 Tempat

Tidur

9 Tempat

Tidur

6 Tempat

Tidur

17 Tempat

Tidur

lapuot Klntlardr.i

W$O

E

(8)

1.3 Isu Stntcds Organtrart

Dalam rangka pelaksanaan kegiatan

di

RSUD CARUBAN dalam memenuhi harapan masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Madiun

akan mutu pelayanan

kesehatan

yang murah, aman, nyaman dan te{angkau

serta memenuhi standar yang

telah ditentukan

oleh Kemeterian Kesehatan, maka ada beberapa

isu

strategis dalam operasionalisasinya, antara

lain

:

o

Berlakunya SJSN dan penerapan kebijakan BPJS

o

Akreditasi Standar Nasional dan JCI

o

Transisi SOTK Rumah Sakit

o

Klasifikasi klas Rumah Sakit

o Keluarnya

Permendagri

79 tahun 2O18 tentang Badan

Layanan Umum Daerah

o

Persaingan dengan rumah sakit

lain

o Makin meningkatnya tuntutan masyarakat untuk

mendapatkan pelayanan prima { kepuasan pelanggan )

o

Regulasi perumahsakitan yang sering berubah

.

Undang-undang perlindungan konsumen yang banyak berpihak pada

pasien / masyarakat serta adanya kebebasan pers

o

Adanya ketergantungan dengan pihak penjamin

o

Komitmen dan integritas SDM masih rendah

r

Sistem penilaian kinerja kurang maksimal

o

SIM RS belum diterapkan secara maksimal

r

Budaya kerja terhadap

mutu

dan keselamatan pasien masih rendah

o Reward dan Punisment dalam rangka pembinaan disiplin

serta profesionalisme pegawai yang belum optimal.

.

SOP belum dlialankan secara optimal

.

Penataan Tata kelola Manajemen Rumah Sakit belum optimal

r Unit

bisnis BLUD belum terkelola dengan optimal

o

Promosi

Rumah Sakit baik ke dalam maupun keluar Rumah

Sakit belum optimal.

lapot*

K/ru/a

7&tO2O l

(9)

. Anggaran untuk belanja modal belum mencukupi

sehingga

pengembangan

sarana dan prasarana baik kuantitas

maupun

kualitas belum optimal seiring dengan

pengembangan pelayanan medik spesialistik.

o

Capaian SPM belum memenuhi standar

o Masih kurangnya kompetensi SDM pelayanan sesuai

standar

akreditasi

o

Asumsi Masyarakat bahwa Rumah Sakit Swasta lebih baik

r

Pandemi COVID-l9

laOotnKlru/a rtu

tO9O

r

(10)

BAB

II

PTRETCAJTAAN

ISI|ER.'A

2.1.Reacaaa

Strateglr

Rencana strategis merupakan proses sistematis yang berkelanjutan

dari

penyusun€ur program keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan, dengan

memanfaatkan

sebanyak-banyaknya

pengetahuan

antisipasif,

pengorganisasian secara sistematis melalui usaha-usaha

pelaksanaan

keputusan dan mengukur hasilnya melalui umpan balik yang

terorganisasi

dan sistematis. Dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi

Pemerintah, Perencanaan Strategis merupakan rangkaian

instrumen

pertanggungiawaban dan merupa.kan langkah awal

untuk

melakukan Pengukuran Kinerja.

Dari hasil analisis

pelayanan

di

RSUD CARUBAN Kabupaten Madiun,

terdapat kelemahan, hambatan, kekuatan dan peluang maka RSUD CARUBAN menetapkan

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran serta arah kebijakan

dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan sesuai dengan

arah kebijakan

Bupati

dan Wakil Bupati terpilih serta tugas pokok dan fungsinya. Serta

adanya

pandemi

COVID-

19 yang terjadi di seluruh dunia termasuk

Indonesia menjadikan rumah sakit sebagai

ujung

tombak tempat

rujukan

pasien COVID-

19 sehingga menjadikan arah, kebijakan, rencana

program/ kegiatan difokuskan

untuk

penanganan COVID- 19.

2.z.l.Vlgl

daa

tiat

Visi misi, dan program

Kepala

Daerah/ Wakil Kepala Daerah

Terpilih

ditujukan untuk memahami arah

pembangunan

yang akan

dilaksanakan selama kepemimpinan Kepala Daerah dan Wakil Kepda Daerah Terpilih

Adapun Visi dan Misi

Bupati/Wakil

Bupati Madiun

yaitu

:

VISI

:

Terwqludnya

Kabupaten

fadlun

Yaag

Anan, endlrl,

ScJahtera

dall Borathlak

lapotu

Klru/a

r&t

tOtO

L

(11)

Visi tersebut mempunyai

arti

yang sangat penting bagi kesuksesan pemerintah

Kabupaten Madiun dalam 5 tahun

kedepan.

Adapun

penjelasan

dari

Visi adalah sebagai

berikut

:

AMAN adalah kondisi yang pasti,

tidak

meragukan,

tidak

mengandung resiko,

tidak

merasa

takut

atau khawatir, bebas dari bahaya, bebas

dari

gangguan dan tentram bagi masyarakat dan ASN

MANDIRI adalah keadaan dapat

berdiri

sendiri,

tidak

bergantung pada orang

lain dengan menjunjung tinggi nilai, nonna, hukum

yang

ditopang oleh

pengrrasaan

iman, ilmu dan tekbologi

yang berperadaban

SE TAHTERA

adalah kondisi

sentosa

dan makmur, tidak ada

ketimpangan

antar wilayah, antar

golongan,

antar masyarakat dalam hal pembangunan, pelayanan, hak sipil, hak politik

dan

pemerintahan.

BERAKHLAK adalah berperilaku

,

bersikap, berbuat, adab

dan

sopan santun yang sesuai dengan

tuntunan

agama yang

dianut

masing-masing serta bermoral

dan

bersusila menggunakan

tolok ukur

nonna-

norma yang tumbuh dan

berkembang

dan

berlangsung dalam masyarakat ( adat istiadat dan budaya lokal )

Dalam upaya mewujudkan VISI maka langkah langkah ( MISI )

yang

ditetapkan adalah sebagai

berikut

:

1.

Mewujudkan rasa aman bagi seluruh masyarakat dan aparatur pemerintah Kabupaten Madiun

2.

Mewujudkan

aparatur

pemerintah

yang

profesional

untuk

meningkatkan pelayanan

publik

3.

Meningkatkan pembangunan ekonomi

yang mandiri

berbasis agrobisnis, agro

industri

dan pariwisata yang berkelanjutan

4.

Meningkatkan kesejahteraan yang berkeadilan

5. Mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia dengan

meningkatkan

kehidupan

beragama, menguatkan budaya

dan

mengedepankan kearifan lokal

lqotu

Klru/a

rdu,

tOtO

r

(12)

Sejalan dengan Visi dan Misi Bupati/Wakil Bupati, maka

RSUD

CARUBAN sebagai organisasi perangkat daerah Pemerintah

Kabupaten Madiun berperan mendukung terwujudkan Visi, Misi dan Program Pemerintah

Kabupaten Madiun yaitu mendukung dalam misi ke-4 ( ke empat ) yaitu ncntngletlan toccJahtcnar Ftrg bertcadtlaa.

Dengan tujuan yaitu meatngtattaa Lualter pcmbragunen Easysratst de.gaa rasere! mcnlnglatnya

derqJet

kecohctrn oar5raratat.

Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, maka RSUD

Camban

berperan

sebagai

pemberi pelayanan kesehatan (kuratif dan

rehabilitatif) dalam upaya mendukung meningkatnya derqiat kesehatan masyarakat'

2.1.2. \luaa

dan Sararaa

2.L.2.t.

TuJuan OPD

Tujuan

merupakan penjabaran

atau

implementasi

dari

pernyataan misi

yang lebih

spesifrk

dan terukur akan

dicapai

atau dihasilkan

dalam jangka

waktu I (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun' Tujuan organisasi

harus konsisten dengan tugas

dan

fungsinya secara

kolektif,

yang menggambarkan

arah strategis organisasi dan perbaikan-perbaikan yang ingn

dicapai/

diciptakan sesuai tugas dan fungsi organisasi. Tujuan

organisasi mempertajam fokus pelaksanaan misi lembaga, meletakkan kerangka prioritas

untuk menfokuskan arah semua program dan aktivitas lembaga

dalam

melaksanakan misinya.

Tujuan Organisasi merupakan penjabaran atau implementasi

dari

pemyataan misi organisasi, dengan demikian setiap sasaran

mengandung makna:

1.

Merupakan

hasil alhir yang akan

dicapai

atau dihasilkan

dalam jangka waktu sampai

tahun terkahir

Rencana Strategis;

2.

Menggambarkan

arah

strategis organisasi

dan

perbaikan-perbaikan yang ingin diciptakan sesuai tugas pokok dan fungsi organisasi;

laptuK/ru/a7tuttO9O E

(13)

3. Meletakkan kerangka prioritas untuk memfokuskan arah sasaran

dan

strategi

organisasi

berupa kebijakan, program

operasional

dan

kegiatan pokok organisasi selama

kurun

waktu rencana stategis;

2.1.2.2. Auaraa Jsngts ncaeagah

OPD

Sasaran merupakan penjabaran

dari tujuan, yaitu kondisi yang

ingin dicapai

atau dihasilkan

oleh

suatu

organisasi melaui

tindakan-tindakan

yang

akan dilakukan untuk

mencapai

tujuan.

Sasaran

adalah hasil yang

akan

dicapai

secara

nyata oleh

organisasi

dalam rumusan yang

spesifrk, terinci, dapat

diukur dan

dapat dicapai dalam

kurun waktu

yang

lebih

pendek dari

tujuan.

Dengan mengacu pada

visi dan misi Bapak Bupati dan Wakil

Bupati

Madiun

Periode 2OIA-2O23

serta didasarkan pada isu-isu strategis

dalam Rencana Strategis RSUD CARUBAN

Kabupaten Madiun tahun

2018-2O23,

ditetapkan trljuan dan sasaran yang ingin dicapai RSUD

CARUBAN

sebagaimana dalam tabel berikut:

laptuKlrubrtu

rOtO

r

(14)

Tabel Tujuan dan Sasaran RSUD CARUBAN Kabupaten Madiun

MATRIK KINERJA RENSTRA 2O1A.2O23 RSUD CARUBAN

xt l .l: X..trrl.tlra K...j.bt.t rn Yltrt E.rl..dlLa

KABUPATEN MADIUN

!lo TI,.'I,IAi ItDtr^'r\ot

TUJUAII

IiDII(.ATOR

SAAARAIi URUAAI' ru.ruAt

OPD

Ittlr^Toa

TUJI'AI olD

TARGET I(IiERJrt TI'JI'AII

aot9 ao20 2021 2022 2023

I

Menin*atksn

xaFts 2012

TlrEl(li

xaFts 2012 XARS 2012

lngkd

KARS 2012

rhlti

JCr

MATRIK KII{ERJA RENSTRA 201&2023 RSUD CARUSA'{ I(ABUPAIEN MADIUN

rtir 4: x.ir-rbrh- x-.l'lt.trr! Y.!r 8.rL.dlL!

ro ?UJUAI riDlixtot aLlttl I!DIXAiOIalatrl, r,RUB'I au.lt,ltolD AAAAiAI OPD

ru.ru r luwtt om I'DIITIoF AAIANAT OPD *b xtD M

I gt-.i.r F.Ly.ta Mi.iE l

gt-.tr FLtlE oidE l ruo.h -lit oaI.t 4 lndlltd F!t&e oit od tda tti,lb auLldtd6 olfr or.t ddlf.rtEr Fr..FL!!yr dldEilG d.n a Lo&Fl& .Ebd d.F re.h -l& ,Ea tE .di. d.!

bd. di.Fi a6 bcn h+ rlrioaa. Fd. Dqlod! t ttdtu httu. tdrqi E i t tr.t y.Da di&t DL.! .

Islhe itli DlnIEb.rt n l-.irun !ui.h ..hlt drl& 4dt tit ! FLtED lxluLa t .LD!b,

REu.: (L

igi&lEull-rr&@qrtiSIt&r lr ro0 %) JutLb

-lwtr lodllrtd gPil Rs

lapeatflruhldumtu r

(15)

2.2. PerJaqltan

KlaerJa OPD Tahua 2O2O

Perjanjian Kineda merupakan ikhtisar kinerja dari

rencana

kine{a tahunan

yang

akan

dicapai

dan

disepakati

antara pihak

yang menerima amanah

/

pengemban tugas dan penanggung jawab kinerja dengan pihak yang memberikan amanah

/

tugas

dan

tanggung jawab

kinerja. Adapun perjanjian kinerja yang dilakukan oleh

RSUD CARUBAN Kabupaten

Madiun

pada

tahun

2O2O adaJ,ab sebagaimana

terlampir

( l,ampiran 4 ).

2.3.

Rencana KcrJa ( Reqra ) OPD Tahun 2OIIO

Rencana Kerja

Satuan

Kerja Perangkat Daerah

(

Renja OPD )

yang

selanjutnya

disebut

Rencana

Kerja

OPD

(

Renja 2O2O

I

adalah

dokumen perencanaan satuan kerja perangkat daerah.

Sebagar

Dokumen rencana tahunan satuan keda perangkat daerah,

Renja

mempunyai arti yang strategis dalam mendukung

pelaksanaan

kegiatan

RSUD CARUBAN

dalam memberikan

pelayanan kesehatan

sesuai tugas pokok dan fungsinya.

Sehubungan dengan

adanya roalokasi dan

refocusing seluruh anggaran

untuk

penanganan pandemi

COVID-l9 maka

selain

untuk

pelaksanaan kegiatan sesuai tugas

pokok dan

fungsi,

juga dilakukan kegiatan

penanganan COVID-

19 baik dari sisi pelayanan

langsung

kepada pasien COVID-l9 maupun petugas pelayanan

serta

peningkatan sarana dan prasarana guna

penanganan

COVID-I9 di

RSUD CARUBAN.

Adapun

Rencana

Kerja (

Renja

)

RSUD CARUBAN

Tahun

2020

sebagaimana terlampir ( Lampiran 5).

hpotu f/ru/a /&,

tO9O

E

(16)

BAB

III

AIR'ITTTBILITAS

IIII|

ER.'A

3.1

. Capatan KlnerJa Orgaotrast

Capaian

kinerja

organisasi adalah capaian

indikator kinerja

sasaran

RSUD CARUBAN Kabupaten Madiun yang merupakan tingkat

pencapaian

target dari indikator kinerja sasaran yang dicapai

pada

tahun

202O,

diukur dengan

membandingkan

nilai indikator

kinerja sasaran

antara

realisasi dengan target yang

ditampilkan

dalam bentuk persentase (%o).

Adapun hasil pengukuran kinerja sasaran RSUD

CARUBAN Kabupaten Madiun pada

tahun

2O2O dan hasil pengukuran kinerja pada

tahun

2O19

dapat diuraikan

sebagaimana

termuat dalam lampiran

6 (terlampir).

3.2

.

Evaluert drn Aaaltrb

Capalan IGaerJa

Pada

bagian ini akan

menguraikan evaluasi

dan analisis

capaian

kinerja yang menjelaskan capaian kinerja secara umum.

Penyajian

untuk

sub bab

ini

akan disajikan sebagai

berikut

:

Sasaran : Meningkatkan tata kelola dan pelayanan Rumah Sakit yang berkualitas

tata kclola da!

Flayanao

RuEah S€kit yanS

bcrkualitas

Fersantaac Capaian Standar Pel,ayanan

MiniEal (SPM)

Rumeh Sekit

lapotaa Klret I a I

dua

2O90

E

ro AAAAR.AI{ ITDII{ATOR REALISTSIlrr

2019

REATISASI TH 2O2O T/IR(}Ef,/

IXIIIR RA'UD

| 2fi23 | TARGET RIAI,ISASI CIPAI.AIT

I 85,58 % a6 0/o 87,39 1O1,60/o 9O o/o

(17)

Adapun analisis hasil capaian

indikator sasaran diuraikan

sebagai

berikut:

Standar Pelayanan

Minimal

Rumah

Sakit

(SPM RS) merupakan alat

ukur mutu layanan rumah sakit yang dapat mendukung

pencapaian

indikator kinerja

Rumah Sakit. SPM adalah ketentuan tentang

jenis

dan

mutu

pelayana.n

dasar yang

merupakErn

urusan wajib daerah

yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal.

Target Capaian Persentase Standar Pelayanan

Minimal

( SPM

)yang terpenuhi

sesuai dengan

target dalam

penetapan

kinerja pada tahun

2O2O

dali

target sebesar 86 % tercapai 87,39 o/o yang didapatkan

dari

perhitungan

jumlah indikator

SPM yang tercapai dibagi

jumlah

seluruh

indikator ( 97 indikator/lll indikator),

dengan

tingkat

capaian kinerja

sasarErn tercapai

lol,6

o/o.

Berdasarkan

skala ordinal tingkat

capaian sebesar 101,6

%

dapat

dikategorikan indikator sasaran tersebut tercapai. Bila

dibandingkan

dengan tingkat capaian kinerja sasaran pada tahun 2019

sebesar

85,58% maka capaian

persentase SPM

yang terpenuhi hanya

terjadi kenaikan sebesar

I,81 %.

Tetapi bila dibandingkan dengan standar dari

Kementerian Kesehatan yang menyatakan bahwa capaian SPM

harus

sebesar IOO o/o,

dimana tingkat

capaian SPM RSUD CARUBAN pada

tahun

2O2O baru sebesar 87,39 o/o.

Dari

pencapaian SPM

dibandingkan

dengan

tahun 2019

(85,58%) yang hanya mengalami

kenaikan L,8l

o/o serta

tidak

terpenuhinya target standar dari Kementerian Kesehatan hal

ini

dikarenakan:

laOotaa Klrutla I ar,..t 2020

r

(18)

1.

Pelayanan Gawat

Darurat

Indikator

yang

tidak

memenuhi standar adalah kematian < 48

jam

.

Capaian angka kematian pasien

<

48

jam di

IGD pada

tahun

2O2O

sebesar

2,27

o/oo

dari standar

sebesar

< 2

o/oo.

Hal ini

disebabkan

karena pasien yang datang ke IGD sebagian besar sudah parah serta ditunjang dengan tingginya kasus kecelakaan lalu

lintas

.

2.

Pelayanan Rawat Jalan

laptu Klunlal&l202O r

(19)

Indikator yang tidak memenuhi standar adalah :

a.

Kepuasan Pelanggan

Capaian kepuasan

pelanggan

di rawat jalan masih

sebesar 76,62 o/o

dari standart

>

90

o/o. Adapun penyebab capaian yang

masih belum memenuhi standar ini dikarenakan masih

ada

pasien dan keluarga pasien yang belum puas

terhadap

kecukupan

sarana

dan

prasana

di

rawat

jalan

seperti kurang reprensentatifnya ruang tunggu rawat

jalan,

serta

waktu

tunggu yang dirasakan masih lama.

3.

Pelayanan Rawat Inap

Indikator yang

tidak

memenuhi standar adalah :

a.

Kepuasan Pelanggan

Capaian kepuasan pelanggan

di

rawat inap masih sebesar 8O,36 o/o

dari standart z 90

o/o.

Adapun penyebab dad

capaian

kepuasan pelnggan di rawat inap yang belum

memenuhi standar dikarenakan pasien

dan

keluarga pasien

masih

belum

puas terhadap

mekanisme,

persyaratan dan prosedur untuk

mendapatkan pelayanan

(20)

4.

b.

Kematian pasien > 48

jam

Capaian

Angka kematian pasien > 4g jam pada tahun

2O20 sebesar 25,82 o/oo

dari

standar sebesar 3 25 o/oo. Masih tingginya

angka capaian kematian tersebut dikarenakan pasien

masuk

Rumah Sakit sudah dalam kondisi sudah kritis

dengan komplikasi penyakit pembe rat.

Pelayanan Persalinan dan perinatologi (kecuali Rumah Sakit khusus di

luar

Rumah Sakit

ibu

dan anak).

Indikator yang

tidak

memenuhi standar adalah :

a.

Kejadian Kematian

Ibu

Karena Sepsis

Masih terjadinya

ibu

meninggal karena sepsis selama

tahun

202O

sejumlah 1 ( satu )

orang, mal<a

masih belum

memenuhi

dari

standar sebesar O,2 o/o karena

capaian tingkat

capaian kematian

ibu dengan sepsis selama tahun 2O2O adalah IOO

%.

Dikarenakan

jumlah ibu

bersalin dengan sepsis adalah 1 ( satu ) orang

b.

Kemampuan Menangani BBLR l50O

gr-

2500 gr

Capaian Kemampuan Menangani BBLR 15OO gr

-

250O gr selama

tahun

2O20 sebesar 96,51 o/o

dari

standar sebesar l0O %. Masih

belum

memenuhinya standar

ini

dikarenakan terdapat penyakit lapotat

Klrulalilae

202O

(21)

5.

jantung bawaan

sebagai

penyakit penyerta pada bayi

dengan BBLR 1500

gr-

25OO gr.

c.

Pertolongan persalinan melalui sectio sesaria ( SC )

Capaian

pertolongan persalinan

melalui

sectio

sesaia

sebesar 44,34 o/o

dari

standart < 20 o/o. Masih tingginya angka melahirkan dengan sectio sesaria disebabkan :

o Rujukan dari jejaring ( Bidan desa, dokter

SPOG, Puskesmas ) sangat menyarankan secfio sesarfa (SC)

o Adanya permintaan pribadi pasien untuk dilakukan

persalinan dengan secfio sesaria (SC)

o

Adanya kasus persalinan yang ketika

dilakukan

persalinan

per vaginam lebih beresiko.

Pelayanan

Intensif

Indikator yang tidak memenuhi standar adalah

perawat

ICU

yang

memiliki sertifikat

perawat

mahir

ICU

baru l0

orang

dari

14 orang

tenaga yang ada

17

L,42

o/ol

dari ketentuan sebesar

1O0

%.

Hal tersebut diatas disebabkan selama masa Pandemi COVID- 19 semua

rumah sakit tujuan pelatihan (

RS

dr.

Soetomo,

RS Saiful

Anwar Malang, RSUP

dr. Sardjito Yoryakarta,

RSU Moewardi Solo

) tidak

membuka kelas pelatihan ICU.

Pelayanan Farmasi

Indikator yang

tidak

memenuhi standar

di

pelayanan Farmasi adalah

Waktu tunggu pelayanan obat jadi yaitu

sebesar

31 menit

dari

standar sebesar s 30 menit. Hal tersebut diatas

dikarenakan

kurangnya SDM pelayanan farmasi serta respon time

petugas

pelayanan farmasi.

6.

lapolaa

Klutlaldua

t02O

r

(22)

7. Pelayanan Gizi

Indikator yang tidak

memenuhi

standar di

pelayanan

Gizi

adalah sisa makanan yang

tidak

termakan oleh pasien sebesar 22,54 o/o

dari

standar sebesar 3 20 o/o. Hal tersebut diatas dikarenakan daya terima

pasien dan kondisi pasien yang mual dan muntah serta

adanya

kiriman

makanan dari pihak keluarga.

Pelayanan Rekam Medik

Indikator yang tidak memenuhi standar adalah :

a.

Kelengkapan

pengisian rekam medik 24 jam setelah

selesai pelayanan.

Capaian

kelengkapan

pengisian rekam medik 2a jam

setelah

selesai pelayanan sebesar 94,80 o/o

dari standart

LOO o/o.

Hal ini dikarenakan ketidakpatuhan

petugas pelayanan

dalam

mengisi setiap lembar isian rekam medis.

b.

Waktu penyedian dokumen rekam medik pelayanan rawat

jdan.

Capaian waktu penyedian dokumen rekam medik

pelayanan

rawat

jalan

hanya sebesar 15

menit

(

standart <

1O

menit) .

Hal

ini

di karenakan faktor

jarak

antara gudang penyimpanan dengan

poliklinik

beberapa

prosedur masih di lakukan

secara manual

(tracer/

kartu kendali) serta belum maksimalnya

pemanfaatan

billing

SIMRS, dokumen rekam medis belum kembali ke Gudang

rekam medis dalam waktu 24 ja'n

setelah

pasien dinyatalan

keluar.

9.

Pelayanan administrasi dan manajemen

Indikator yang tidak memenuhi standar adalah karyawan

yang mendapatkan pelatihan

minimal 20 jan

setahun hanya sebesar 13, 95 %

dari

standar sebesar 2 60 o/o setahun.

lapotair Klnt I o I aI,tirlt 2O2O

r

(23)

Hal tersebut dikarenakan selama masa pandemi COVID-

19

semua

rumah sakit tujuan

pelatihan

(

RS

dr.

Soetomo, RS Syaiful Anwar

Ma.lang, RSUP

dr.

Sardjito

Yoryakarta,

RSU Moewardi Solo

) tidak membuka kelas pelatihan, kegiatan pelatihan intemal

yang

dilaksanakan di dalam Rumah Sakit dilakukan secara

selektif

karena terdapat resiko mengumpulkan lebih dari 30 orang

dan dalam

durasi waktu

pelatihan

dalam

1 ruangan yang

cukup

lama serta adanya realokasi dan refokusing anggaran

untuk

penanganan COVID -19

di

RSUD Caruban yang telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan Penanganan COVID- 19.

10. Pelayanan pemeliharaan sarana Rumah Sakit

Indikator yang tidak memenuhi standar adalah

ketepatan

waktu

pemeliharaan

alat

dengan capaian

kinerja hanya

sebesar 69,48 o/o (standar 10O%). Hal tersebut dikarenakan perbaikan alat kesehatan

yang membutuhkan suku cadang yang harus diimport

sering

menealami keterlambatan serta beberapa peralatan

suku cadangrrya

sudah discontinue (alat lama) serta efek

pembatasan penerbangan dari Luar Negeri sebagai efek Pandemi COVID-I9.

Pada tahun 2O20, program yang dilakukan untuk

mendukung

pencapaian

indikator

tersebut diatas

yaitu

:

1.

Program Peningkatan Pelayanan Rumah Sakit

2. Program

Pengadaan,

peningkatan sarana dan prasarana

rumah sakit/ Rumah Sakit

jiwa/

Rumah Sakit

paru-paru/paru

3.

Program pelayanan kesehatan Rujukan (DAK)

4.

Program Pembinaan Lingkungan Sosial bidang Kesehatan

lapotaa

Ktutlalfu

2O2O

r

(24)

Pernaralahan

Dalam upaya

memenuhi

target kinerja

sasaran

tersebut diatas

masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya,

yaitu

:

1.

Keterbatasan sarana

dan

prasarana Rumah

Sakit,

SDM pelayanan dan anggaran yang mengakibatkan capaian SPM belum optimal.

2.

Budaya

kerja

sesuai

standar akreditasi dan

SMM ISO 9001-2015 masih rendah

3.

Pandemi COVID-19

Stratogl

Pomccehaa

Uaralah

1. Meningkatan sarana dan prasarana pelayanan,

peningkatan

kuantitas dan kualitas SDM pelayanan, serta

peningkatan manajemen rumah sakit.

2. Meningkatkan pendapatan BLUD serta koordinasi

dengan

Pemerintah Daerah, Pemerintah Propinsi serta Pemerintah

Pusat dalam upaya peningkatan anggaran rumah sakit.

3. Penyebarluasan informasi ke masyarakat terkait

mekanisme pengaduan, persyaratan

dan administrasi

pelayanan kesehatan

di

RSUD Caruban

4.

Perbaikan kualitas pelayanan dan kecepatan pelayanan

5.

Optimalisasi SIM Rumah Sakit dengan E-Resep, E-Rekam Medis dan Pendaftaran On Line

6.

Refocusing

dan

realokasi sebagian anggaran yang terdapat

di

RSUD

Caruban untuk penanganan Pandemi COVID-l9 melalui

upaya penyediaan

sarana,

prasarana

dan alat

kesehatan

serta

APD bagi petugas.

lapotat

Ktntlolfu2O2O L

(25)

3.3.

Realtrasf

Aaggara!

Anggaran Pendapatan

dan Belanja

RSUD CARUBAN Kabupaten

Madiun merupakan penjabaran Rencana Strategis

yang

diimplementasikan kedalam RBA OPD tahun 2020 dan merupalan

Rencana Kerja Tahunan. Seperti

kita ketahui

bersama bahwa Anggaran

Pendapatan merupakan kinerja reuenue enter dalam

upaya mendapatl<an penghasilan.

Keberhasilan capaian indikator kinerja, tidak terlepas dari dukungan dana yang dianggarkan dalam

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada RSUD Caruban Kabupaten Madiun, yang termuat dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang selanjutnya diubah

dalam Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran

(DPPA) RSUD

Caruban Kabupaten Madiun Tahun Anggaran

2O2O

serta

adanya

penambahan anggaran untuk penanganan

COVID-

19 melalui

dana

Belanja Tidak terduga ( BTT ).

Dari target

Pendapatan

dalam

Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) RSUD

Caruban

Kabupaten

Madiun Tahun

Anggaran 2O2O sebesar Rp. 63.0OO.000.000,- sampai dengan

31

Desember 2020 terealisasi sebesar Rp. 81.49E.975.O59'EE 1L29,36 o/ol.

Pendapatan BLUD

ini

tercapai disebabkan terdapat penambahan

layanan baru, serta

penambahan pendapatan

dari sektor lain

yang

syah.

Sedangkan realisasi belanja sampai dengan 31 Desember 2O2O

jika

dibandingkan dengan target belanja RSUD CARUBAN pada

tahun

2O2O

yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pelaksanaan

Perubahan Anggaran (DPPA) RSUD

Caruban

Kabupaten

Madiun Tahun

Anggaran 2O2O

dan Nota Dinas

pengajuan

dana

Belanja

Tidak

Terduga

(

BTT )

adalah sebagai

berikut

:

lapona

Kludal&t

202O

z

(26)

16.273.399.603,00 307.404.250,71 16.580.807.853,71

to2.235.O90.27 t,OO 49.o42.775.751,06 13. 192.314.519,94

567.050.000,00 s60.086.000,oo

1t93a2.948.124,7L

Adapun realisasi belanja berdasarkan sumber

pendapatan

mengacu pada target belanja yang telah ditetapkan dalam DPPA RSUD CARUBAN tahun 2020 berasal

dari

:

Bita dibandingkan dengan target belanja BLUD

sebesar

Rp.

77.474.006.941,- terhadap realisasi betanja

dari dana

operasional BLUD

yaitu

sebesar Rp. 66.510.937.652,60 maka terdapat sisa anggaran

1 2 3 4 5

a.

BLUD 77.474.006.941,OO 66.5tO.937.652,60 10.963.069.288,40 85,8%

b.

APBD II 16.580.807.853,71 16.273.399.603,00 307.408.250,71 98,1o/o

c.

DAK a.986.O4L.472,OO 8.432.328.940,00 553.712.532,OO 93,80/o

d.

DBHCHT 4.5s1.r70.279,OO 4.271.O94.686,00 280.075.593,00 93,80/o

e.

DID 9.205.000.000,oo 8.364.81O. 180,46 840.r89.819,54 90,9o

f.

PAJAK

ROKOK 2.OtA.871.579,OO r.463.604.292,OO 555.267.2a7,OO 72,5 0/o C. BTT 567.050.O00,00 560.086.000,00 6.964.000,00 98,78 0/o JUMI.,AH t19.382.948.124,71 105.876.261.3s4,06 13.506.686.770,65 88,68 0/o

lapotu Klunlal&t

2O2O

E

Jenis Belanja

Target Belanja

(np

) Realisasi

(np

Belanja) Sisa (Rp Anggaran)

Persentase (o/ol

I

2 J 4 5

Belanja Tidak Larrssuns

98,1o/o

Belanja

Langsung 87

,l

o/o

BTT 6.964.000,00 94,74%

JI'ML/UI 1(}5.E76.251.354,06 13.506.6E6.77O,65 88'68 o/o

Sumber pendapatan

Jumla-h Anggaran

(RpI

Rea-lisasi Anggaran

(Rol

Sisa (Rp Anggaran)

(vo)

(27)

yang menjadi sisa belanja yang

tidak

terserap dan sisa dana dimasukan dalam rekening BLUD sebesar Rp. 1O.963.069.28A,40

Sedangkan

bila

dibandingkan dengan realisasi belanja Non BLUD

( APBD, DBHCHT, DID, PAJAK ROKOK, DAK, BTT )

sebesar

Rp. 39.365.323.701,46 terhadap target belanja Non BLUD

sebesar Rp. 41.908.941.183,71 maka terdapat sisa anggaran yang menjadi sisa belanja

yang tidak

terserap

dan sisa

dana

dimasukan

datam rekening Pemerintah Daerah sebesar Rp. 2.548.6 1 7 .482,25.

Sehubungan dengan adanya pandemi COVID- 19, maka

dilakukan

refokusing dan realokasi

anggaran

untuk

penanganan

COWD-l9

di RSUD CARUBAN dengan

jumlah

anggaran sebagai

berikut

:

(28)

1 BLUD 2.508.681.450 74.965.325.491 2.186.a9r.761 64.324.O45.891,60 32r.789.649 10.641.279.599,4 2 APBD tr

t Gaii PNS I

o 16.580.807.853,7 r 0 16.273.399.603 0 307.4o.a.250,71

3 DAK 1.648.053.OOO 7.337.988.472 1.449.330.318 6.982.998.622 79a.722.682 354.989.850

4 DBHCHT 1.594.600.OOO 2.956.570.279 1.469.865.828 2.801.228.858 124.734.172 155.341.421

5 DID 6.826.200.OOO 2.378.800.000 6.167.468.008 2.t97.342.172,46 654.737.992 181.457.028

6 PAJAK

ROKOK 1.012.460.OOO 1.006.411.579 923.213.436 540.390.856 49.246.564 466.O20.723

7 B'I'I 567.O50.OOO s60.086.ooo 6.964.OOO,O0 0

TOTAL 14.rs7.o44.450 105.225.903.675 12.756.855.351,OO 93.119.406.003 1.400.189.099 12.106.496.472 NO SUMBER

DANA

JUMI,q,H ANGGARAN REALISASI ANGGARAN SISA ANGGARAN

COVID NON COVID COVID NON COVID COVID NON COVID

(29)

Adapun rincian anggaran belanja langsung dan realisasinya berdasarkan program yang dilaksanakan guna mencapai sasaran pada

tahun

2O2O adalah sebagai berikut:

1 c 3 4 5 6

I

M eningkatkan tata kelola dan pelayanan Rumah Sakit yang berkualitas

BELANJA TIDAK LANGSUNG 16.580.807.853,71 16.273.399.603,00 98,1o/o BELANJA L,ANGSUNG 102.235.O90.271,OO 89.O42.775.751,06 a7

,l

oh

Progrem Penlngketaa Pelalratran Rumah Saklt

Operasional Pelayanan dan Pendukung

Pelayanan 4.965.325.491,OO

64.324.O45.491,60 a6%

Operasional Pelayanan dan Pendukung

Pelayanan COVID- 19 2.508.681.4s0,00 2.186.891.761,O0 87o/o

Prograo Pengadren, pcalagkatal rataaa

dal

pra.eraDe Rumah

Ssht/Run.h Ssttt

Jlwa/Runah

Sallt

Panr-prm/ Runah SaHt

mata

Pengadaan Alat-alat kesehatan Rumah Sakit 8.839.071.579,00 7.59t.141.t67,46 860/o Pengadaan Alat-alat kesehatan dan penunjang

pelayanan

Rumah Sakit untuk

pelayanan

COVID-I9 l.793.600.000,00 1.750.122.527,OO 98o/o

Pengadaan Alat-alat kesehatan Rumah Sakit

untuk pelavanan COMD-l9 591.200.000,o0 487.t50.774,OO 82o/o

Prognm pelayanan hesehatsl

Rqlutsn

(DAX,I Pengadaan alat-alat kesehatan pelayana!

Rumah Sakit 7.790.859.000,OO 7.263.233.140,OO 93o/o

Pengadaan Prasarana Rumah Sakit t.195.t82.472,OO 1. 169.095.800,00 98o/o

lapot ae Kl ee il a I

dtt

9O20

No Sasarar

Ifatla

Kcglatan Arggaran PAI( Reallsasl Persentase

26

(30)

Progratn Pemblnaan

Lhgtungaa

Sortal

4. 156.536.21 1,O0 4.419.t70.279,OO

penin gkatan / pemeliharaan sarana fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan ( CUI(AI

132.000.000,oo 114.558.475,00 Penyediaan / penin gkatan / pemeliharaan

sarana fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan Badan Penyelenggar.ran Jaminan Sosial Kesehatan ( CUIGI ) Penanganan

covlD-19

567.O50.000,00 560.O86.000,00 Belaqla

ftdak

Terduga I

BTf

I

trg.382.944.124,71 105.876.261.354,06

No Sesaretr l{ama Keglatan Aaggaran PAX Reallsesl Prosenta6e

1 c a 4 .5 6

93,8Vo

86,80/o

98,78 0/o

JUMLAII 88,68 %

(31)

Adapun realisasi belanja yang hanya sebesar 88,68 Vo, hal

ini

disebabkan karena :

1.

Pelaksanaan

kegiatan

berdasarkan

tender,

sehingga

terdapat

sisa Ernggaran pada beberapa pos kegiatan.

2. Menggalakkan kegiatan efesiensi anggaran dalam

pelaksanaan kegiatan pelayanan.

3'

Beberapa penyedia merakukan pembatalan

kontrak

sebagai akibat dari efek ketidaklancaran pengiriman barang

dari luar

negeri sebagai dampak dari pandemi COVID-I9.

9.4.

Efcalensl

Berikut disajikan tabel efisiensi pencapaian Indikator

Kinerja RSUD CARUBAN Kabupaten Madiun Tahun 2020.

lapona

Kln4al&t2O%) r

(32)

IABEL IFISIENSI PENCAPAIAI'I INDII(ATOR KI{ERIA RSUD CARUBAN TAHUN 2O2O

il0 SAlARAIT Iti0GI0R

IilDIUIoR2020 AI|GGARAil MM

tGTtRAt{GAlt EflSttNSt

TARGEI RIAUSASI

PtRSfi{TASI

clPAmt

PAGUBfl.AilJl UIiGSt t{G &

8II

Riluw0$.AM

IAilGSUilG & CN

PIRSTT'ITAST CAPAIAI{

1 1 4 5 6 1 9 10

llg*Safrdrt h k*la BLUD &n Fhynat nrdr satitya[

h*udtas"

bedokw@

k6damaEr pasisr ssta kqEsan

@ussa

PeGenbse C4d{t Slandar Pdayam Minhd {SPtt)Rutct Sakit

RataraE CEann lndfatu Kmerh

86% 87,3916

101,8%

102.802.140,271,00 89.602.861,751,06 87% DaIi hasl Eh{ala Fsfihse

pa& c4Eil kiErp sasffi1 Sesar 101,6 % dar pgssfase qaian rdiei an0grm sb€6a 87 j6, m*a d4at ftalegilikn bdfl€ qaat

kineta lebh des'at (fu.

13.199278.519,91)

RATA*ATA TOTAT CAPAIAII t0t,6t

Rp

[email protected],m

Rp

89.602S1751,m 8796 EFISIEii

l 8

101,6%

(33)

BAB TV PEITUTT'P

Secara

umum

RSUD CARUBAN Kabupaten

Madiun pada

tahun 2O2O,

lelah

melaksanakan

tugas dan fungsi dalam

penyelenggaraan

administrasi umum pemerintahan, pelaksanaan pembangunan

dan pelayanan kepada masyarakat. Cerminan

dari hasil

pelaksanaan tugas

tersebut secara operasional telah dapat dilihat dari

pelaksanaan

program dan kegiatan dalam

mencapai

sasaran.

Pencapaian sasaran yang telah ditetapkan RSUD CARUBAN Kabupaten

Madiun

pada

tahun

2O18

diukur berdasarkan indikator-indikator yang telah

ditetapkan.

Sesuai dengan

indikator kinerja

sebagai pentedemahan

dari

Rencana

Strategis RSUD

CARUBAN

Kabupaten Madiun Tahun

2018-2023, sasaran

yang telah ditetapkan untuk

dicapai pada

tahun

2O2O

terdiri dari

1 (satu) sasaran dengan realisasi kineda sasaran sebesar

lol,6

o/o

Sedangkan capaian

kine{a

keuangan antara rencana dan realisasi

dari I

(satu) sasaran, yang

didukung oleh 4

program

9

kegiatan

dari total

anggaran belanja

tahun

2O20

dan dukungan

dana

dari

anggaran Belanja Tidak Terduga sebesar

Rp. 119.382.948.L24r21

hanya terserap

sehsar Rp. 105.876.261.354,06

188,6 7of sampai dengan tanggal 31

Desember 2O2O

yang terdiri dari Belanja Tidak Langsung

sebesar

Rp. 16.273.399.6O3,q) dan Belanja Langsung

sebesar

Rp. 89.U2.775.751,6 dan Belanja Tidak Terduga

sebesar Rp. 56O.OE6.(XX),OO

Untuk dapat mempertahankan capaian kinerja sasaran

dan

meningkatkannya sangat diperlukan adanya

kebersamaan berbagai

pihak terkait dengan melaksanakan tugas-tugas RSUD

CARUBAN Kabupaten Madiun.

Adapun saran yang dapat disampaikan dalam rangka

untuk

tetap mempertahankan dan memperbaiki

kinerja

sasaran supaya lebih baik di

tahun-tahun

yang akan datang adalah sebagai berikut:

laoont Klutla l&e

lO90

E

(34)

4.

1,

Mengoptimalkan pelaksanaan prinsip BLUD kepada

seluruh

karyawan dan stakeholder rumah sakit.

Sinkronisasi dan koordinasi

pelaksanaan pengelolaan keuangan sesuai dengan pedoman yang telah

ditentukan

dengan

pihak terkait

seperLi BAPPEDA,

Kantor

Pengelola Keuangan,

BpKp serta pihak terkait

lainnya.

Pengajuan anggaran

baik ke

PEMDA, PEMPROV

dan

pemerintah Pusat

untuk

peningkatan sarana

dan

prasarana pelayanan medis,

non medis dan

manajemen

maupun untuk peningkatan kualitas

SDM serta kebutuhan penganggaran lainnya.

KSO dengan pihak ketiga dalam upaya pemenuhan

peralatan

medis.

Meningkatkan kuantitas dan kompetensi

/

kemampuan SDM dalam

semua

sisi baik

manajerial, keuangan

maupun

petugas pelayanan baik medis, perawat maupun non medis.

Meningkatan kegiatan promosi pelayanan Rumah Sakit

ke

masyarakat baik berupa sosialisasi ke masyarakat maupun

ke

instansi-instansi

pemerintah.

Pengembangan

pelayanan baru dan menciptakan

pelayanan

unggulan

8. Peningkatan kegiatan unit bisnis lain yang syah untuk meningkatkan pendapatan Rumah Sakit yang

diharapkan

pendapatan

ini dapat

memenuhi semua

kebutuhan

pengaangaran

rumah sakit baik anggaran operasional maupun yang

bersifat investasi ( modal )

Optimalisasi kerjasama dengan BPJS,perguruan

tinggi dan

Rumah Sakit lain.

Peningkatan

mutu

pelayanan

melalui

penerapan sistem Akreditasi dan SMM ISO 9O01-2015 secara efektif.

7.

9,

10.

l.apotur Klretla

labi

2O2O

E

(35)
(36)

Iamptra! I

STRUKTUR ORGANISAEI RAUD CARUBAIT XABT'PATAN UADruN

Bcrdasartall

Peraturen

BuPatl NoEor

64 Tahun 2() 1

I

ffiffi @

@

Imffi

@ffi @

ffi

(37)

Irnplna

2

Jumlah Pegawai RSUD CARUBAN Kabupaten Madiun berdasarkan Tingkat Pendidikan sampai dengan 31 Desember 2020

i'lo Uraian Satuan

Status dan lumlah

PNS Kontrak BIUD RS lumlah

1 Tenaga Medis

1) SpesialisPenyakit dalam 0rang I ) 4

2) Spesialis bedah 0rang 2 2

3) Spesialis 0bstetri gynekologi 0rang 1 1 2

4) Spesialis kesehatan anak 0rang 3 3

5) Spesialis syaraf 0rang L 1

6) spesialis mata 0rang 2 2

7) spesialis orthopedi 0rang 1 1 2

8) spesialis jantung 0rang 1 1

9)spesialis anastesi 0rang L 1

10) spesialis rehab medik 0rang

I

1

11) spesialh radiologi 0rang 1 1

12) spesialis patologi anatomi 0rang 1 L

13) spesialis patologi klinik 0rang 1

i

14) spesialis paru 0rang 1

I

15) spesialis orthodontia 0rang 1 L

16) spesialis urologi 0rang 1 1

l7) spesialis kedokteran jiwa 0rang 1 1

18) spesialis THT-KL 0rang 1 1

19) Spesialis Konservasi Gigi 0rang 1 1

20) Dokter gigi 0rang

I

1 2

21) Doher umum 0rang 13 3 16

JUMLAH 0rang 38 8 45

1 z 3 4 5 6

(38)

2Tena& Paramedis

1)Perat'/at5-1 orang 55 2r 16

2)Pera\/at D-4 0rang 3 3

3) Perawat D-3 0rang 53 95 148

4)AnastesiD-3 0rans 1 1

5) Penata Rontgent D-3 orana 7 7

6)GDis-1/0.4 0rang 3 3

7)GiziD-3 0rang 2 2

8) 5PAG orang 1 1

9) Rehabilitasi medik D-3 0rang 3 3

10) Rehabilitasi medik D-4 0rang

I

1

11)Teknik elehromedik D-3 0rang 4 4

11)Teknikelehromedik D-4 0rang

I

1

13)AP( D-3 orang 2 2

14) SPPH D-1 0rang 1 1

15)TekniklinskunsanS-1 0rang 3 3

16)Apoteker5-1 0rans 1 3 10

17) lsisten Apoteker D-3 0rang 10 1 11

18) Asisten Apoteker (SAA/SMF) 0rang 9

19)Analis farmasi dan malanan 0rang 1 1

20)5Kl\il 0rang 5 5

21)Pekarya kesehatan orang r 1

22)Bidan D-3 0rang 15 16 31

23) Bidan D-4 0rang 5 5

24)Bidan D-1 0rang 1 1

25) Perawat gigi D-3 0rang 2 2

26) Rekam medik D-3 0rans 4 5 9

27)Analis kesehatan D-3 orang 9 5 14

28) Penata anestesi D4 0rang 1 1

JUMIIH Orang 201 155 356

Gambar

Tabel  Tujuan  dan Sasaran  RSUD  CARUBAN  Kabupaten  Madiun

Referensi

Dokumen terkait

Laporan Kinerja Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang Tahun 2020 merupakan pertanggungjawaban pelaksanaan program dan kegiatan dalam mewujudkan Rencana Pembangunan

melakukan evaluasi hasil analisis laporan masyarakat atau informasi yang telah diregistrasi untuk melakukan penilaian mengenai ada tidaknya dugaan pelanggaran Kode Etik

Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh prestasi belajar Pendidikan Agama islam yang signifikan terhadap akhlak siswa SMA Negeri se-

Sedangkan pada nasi yang dikunyah terdapan saliva yang mengandung enzim amilase, disini terjadi penguraian amilum dengan enzim, ikatan semu antara iodium dengan amilum

Untuk menganalisis pengaruh Cash Ratio (CR) berpengaruh secara parsial terhadap Kebijakan Dividen pada sektor Property dan Real Estate di Bursa Efek Indonesia

Untuk kecepatan perkembangan esport di Indonesia sendiri sangat tinggi, sebab perkembangan esport bukan hanya berasal dari konsumen dari game, namun media jurnal esport

Dalam menentukan tingkat proteksi fisik yang dapat diterapkan untuk bahan nuklir dalam penggunaan, penyimpanan dan pengangkutan harus mempertimbangkan keboleh-jadian bahwa

Kapasitas penyanggaan debit (buffering capacity) dan aliran bawah tanah di DAS Talau lebih rendah pada tahun dengan curah hujan yang tinggi yang memiliki